SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
1354 research outputs found
Sort by
KEEFEKTIFAN TEKNIK PERMAINAN PERAN TERSTRUKTUR UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA KELAS X SMK NEGERI 2 MALANG
ABSTRAK Febrianawati, Dina. 2013. Keefektifan Teknik Permainan Peran Terstruktur untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa Kelas X SMK Negeri 2 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muslihati, S.Ag. M.Pd. (II) Drs. Hariadi K, M. Pd Kata Kunci: Permainan Peran, Peran Terstruktur, Kepercayaan Diri Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah menguji keefektifan penggunaan teknik permainan peran terstruktur untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa SMK. Hal tersebut didasari oleh adanya fenomena banyaknya remaja yang kurang dapat mengekspresikan kemampuan yang dimilikinya di depan umum dikarenakan kurangnya percaya diri. Untuk sebagian orang, mengekspresikan dirinya di depan umum merupakan permasalahan yang dapat mengganggu dirinya untuk mencapai penyesuaian diri secara optimal. Hal ini dapat diwujudkan dalam tingkah laku seseorang yang kurang bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya akibat dari rasa kurang percaya diri. Konselor sebagai fasilitator bimbingan dan konseling dapat memberikan layanan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa dengan bimbingan kelompok. Permainan peran terstruktur diharapkan mampu memberikan pengaruh kepada siswa agar mampu meningkatkan rasa percaya diri. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Pre Experimental Design dengan jenis One Group Pretest and Posttest Design. Penelitian dilakukan pada satu kelompok eksperimen tanpa menggunakan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen dipilih melalui pretest dengan menggunakan inventori kepercayaan diri kepada sekelompok individu, treatment permainan peran terstruktur, dan posttest berupa inventori kepercayaan diri. Subjek penelitian terdiri dari sepuluh siswa kelas X JSB 2 yang memiliki tingkat kepercayaan diri rendah. Pelaksanaan eksperimen dilakukan dalam sembilan kali pertemuan. Posttest dilakukan setelah pelaksanaan treatment dengan inventori yang sama. Data dianalisis dengan menggunakan uji beda wilcoxon. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik permainan peran terstruktur efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas X SMK. Hal ini ditunjukkan dengan adanya perbedaan tingkat kepercayaan diri siswa sebelum dan sesudah diberikan treatment dengan hasil perhitungan menggunakan wilcoxon sebesar (Z=-2.803 a) dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0,005 pada derajat signifikan < 0, 05. Berdasarkan hasil penelitian ini maka disarankan kepada konselor agar menggunakan teknik permainan peran terstruktur untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa. Penerapan permainan peran terstruktur perlu memperhatikan kemenarikan tema sehingga menimbulkan antusias dalam diri siswa. Apabila akan menggunakan teknik permainan peran terstruktur, peneliti selanjutnya perlu mengelola waktu pelaksanaan permainan peran terstruktur dengan baik. Untuk melihat hasil nyata perubahan perilaku pada subjek penelitian, maka peneliti juga perlu melakukan pengukuran ulang setelah penelitian. Hendaknya peneliti selanjutnya menggunakan desain yang berbeda
Perbedaan Keterampilam Mengatasi Stres Akademik Siswa Akselerasi dan Reguler di SMA Negeri se- Kota Malang
ABSTRAK Sari, Agustin Kartika. 2013. Perbedaan Keterampilan Mengatasi Stres Akademik Siswa Akselerasi dan Reguler di SMAN se-Kota Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dany M. Handarini, M.A. (II) Drs. Djoko Budi Santoso. Kata Kunci: Keterampilan Mengatasi Stres Akademik, Akselerasi, Reguler, SMA Keterampilan mengatasi stres akademik adalah suatu kemampuan mengelola tuntutan internal maupun eksternal yang bersumber pada aspek akademik yang menjadi ancaman beban pikiran dan perasaan di luar kemampuan diri individu yang dipersepsinya sebagai pemicu timbulnya stres. Strategi dalam pengelolaan stres adalah probem focus coping dan emotional focus coping. Berbagai perbedaan yang terdapat antara siswa akselerasi dan reguler seperti IQ, kurikulum, proses pembelajaran dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan keterampilan mengatasi stres akademik siswa akselerasi di SMAN se-kota Malang, (2) mendeskripsikan keterampilan mengatasi stres akademik siswa reguler di SMAN se-Kota Malang, dan (3) mengetahui perbedaan keterampilan mengatasi stres akademik siswa akselerasi dan siswa reguler di SMAN se-kota Malang. Penelitian ini dilaksanakan dengan rancangan deskriptif komparatif. Populasi penelitian adalah siswa akselerasi dan reguler di SMAN se-Kota Malang. Tehnik pengambilan sampel dengan tehnik total sampling pada siswa akselerasi dan cluster random sampling pada reguler. Data dikumpulkan dengan menggunakan inventory Ways of Coping, dan dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis uji-t. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan keterampilan mengatasi stres akademik antara siswa akselerasi dan reguler. Nilai rata-rata keterampilan mengatasi stres akademik siswa akselerasi lebih tinggi dibandingkan dengan siswa reguler. Namun, keduanya berada dalam kategori yang sama yaitu dalam kategori sedang. Disarankan hasil penelitian ini sebagai rujukan dalam melakukan analisis kebutuhan siswa tentang kondisi keterampilan mengatasi stres akademik siswa dan menjadi referensi dalam memberikan intervensi bimbingan dan konseling dengan mengembangkan program bimbingan dan konseling yang bersifat preventif, kuratif, dan pengembangan yang dapat meningkatkan keterampilan mengatasi stres akademik siswa.
keefektifan teknik kursi kosong (empty chair) untuk meningkatkan harga diri (self esteem) siswa korban bullying
ABSTRAK Larasati, Miranda. 2013. Keefektifan Teknik Kursi Kosong (Empty Chair) untuk Meningkatkan Harga Diri (Self Esteem) Siswa Korban Bullying di SMK Negeri 2 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Triyono, M.Pd (II) Dr. Dany M. Handarini, M.A Kata Kunci : teknik kursi kosong, harga diri, siswa korban bullying Perilaku bullying merupakan tindak kekerasan verbal maupun fisik yang dilakukan oleh siswa secara berulang kali kepada siswa lain. Siswa yang menjadi korban bullying akan memiliki harga diri yang rendah karena selalu mendapat tekanan dari pelaku bullying. Harga diri adalah evaluasi diri terhadap berharga atau tidaknya individu dilihat dalam mengatasi masalah yang ada pada dirinya. Korban bullying yang memiliki harga diri yang rendah akan merasa dirinya tidak berguna dan tidak berharga, hal ini akan berdampak pada diri korban seperti tidak mau masuk sekolah, ingin pindah sekolah, dan sampai pada keinginan untuk bunuh diri. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan bantuan yang efektif untuk meningkatkan harga diri siswa korban bullying. Salah satu caranya adalah dengan teknik kursi kosong. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas teknik kursi kosong untuk meningkatkan harga diri siswa korban bullying. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pre experimental design dengan jenis One Group Pretest dan Posttest Design. Eksperimen yang dilaksanakan pada satu kelompok tanpa kelompok pembanding. Pelaksanaan rancangan penelitian ini dilakukan dengan cara memberikan pretest berupa skala harga diri oleh Sorensen Self Esteem Test, perlakuan berupa teknik kursi kosong, dan posttest berupa skala harga diri oleh Sorensen Self Esteem Test. Subjek penelitian adalah siswa SMK Negeri 2 Malang kelas X yang menjadi korban bullying dan memiliki harga diri rendah dan berjumlah 5 orang siswa. Data yang sudah terkumpul dianalisis dengan uji beda wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai wilcoxon sebesar (Z=-2,041a) dan nilai probability error yakni kurang dari 0,05 (p=0,04
Pengembangan Media Layanan Informasi Karier dengan Topik Entrepreneurship Berbasis Multimedia Interaktif bagi Siswa SMA.
ABSTRAK Nurhayati, Bestari. 2013. Pengembangan Media Layanan Informasi Karier dengan Topik Entrepreneurship Berbasis Multimedia Interaktif bagi Siswa SMA. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd (II) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd. Kata Kunci: layanan informasi karier, entrepreneurship, multimedia interaktif Seiring dengan bertambahnya lulusan sekolah, sebagian dari pengangguran didominasi lulusan SMA ke bawah. Kondisi yang memprihatinkan ternyata lulusan SMA menyumbang prosentase paling banyak terhadap pengangguran di Indonesia. Berdasarkan hal tersebut kini sudah saatnya generasi muda mengubah pola pandang, jangan hanya berfikir untuk menjadi pengangguran dan menunggu pekerjaan dari orang lain, tetapi menjadi entrepreneur perlu difikirkan sebagai sebuah perencanaan karier. Dalam menjalankan tugasnya, konselor membutuhkan media untuk memperlancar proses pemberian informasi kepada siswa di sekolah. Layanan informasi adalah salah satu usaha bimbingan dan konseling untuk memberikan informasi kepada siswa. Salah satu media yang dapat digunakan dalam pemberian informasi adalah media informasi entrepreneurship dalam bentuk multimedia interaktif. Pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan media layanan informasi bimbingan karier dengan topik entrepreneurship berbasis multimedia interaktif bagi siswa SMA yang berterima secara teoritis dan praktis dari segi aspek kegunaan, ketepatan, kemudahan dan kemenarikan. Metode yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini diadaptasi dari model pengembangan Borg and Gall (1983) yang meliputi tahap: (1) tahap perencanaan yang meliputi analisis kebutuhan siswa (need assesment) dan penetapan prioritas kebutuhan, (2) pengembangan produk awal yang meliputi menyusun tujuan bimbingan dan menyususn prototype produk, (3) uji coba produk dengan ahli materi dan ahli media, merevisi, menguji kepada calon pengguna produk yaitu konselor dan siswa, merevisi produk tersebut sehingga dihasilkan produk yang sesuai dengan tujuan pengembangan. Hasil penilaian dari para ahli menunjukkan bahwa produk media layanan informasi karier tentang entreprneurship dalam bentuk multimedia interaktif telah memenuhi kriteria kegunaan, ketepatan, kemudahan dan kemenarikan. Berdasarkan analisis uji ahli materi didapat hasil cukup berguna, cukup tepat, cukup mudah dan cukup menarik. Dari uji ahli media didapat hasil sangat berguna, sangat tepat, sangat mudah dan sangat menarik. Dari uji ahli calon pengguna produk didapat hasil sangat berguna, sangat tepat, sangat mudah dan sangat menarik. Sedangkan dari uji kelompok kecil hasil yang didapat yaitu sangat berguna, sangat tepat, sangat mudah dan sangat menarik. Sehingga produk media informasi karier tentang entrepreneurship dalam bentuk multimedia interaktif ini layak digunakan sebagai salah satu media bimbingan di sekolah. Saran yang diajukan peneliti terkait pemanfaatan yang diberikan bagi konselor adalah sebelum menggunakan media ini hendaknya konselor mempelajari buku panduan tentang entrepreneurship agar dapat memanfaatkan multimedia interaktif sebagai media untuk membantu siswa dalam menumbuhkan kemauan, keterampilan dan kemauan untuk berwirausaha. Selain itu, konselor hendaknya melakukan uji efektifitas terhadap media yang telah dikembangkan oleh peneliti. Saran bagi siswa dapat memanfaatkan multimedia interaktif tentang entrepreneurship ini secara mandiri di luar jam tatap muka dan siswa dapat mengoperasikan sendiri dengan memilih pilihan menu informasi yang dapat membantu siswa agar lebih mudah memahami informasi mengenai entrepreneurship. Sedangkan saran untuk pengembangan produk lebih lanjut yaitu bagi peneliti selanjutnya, bisa melakukan penelitian terhadap multimedia interaktif tentang entrepreneurship untuk mengetahui keefektifan pengembangan media layanan informasi karier ini.
Keefektifan Teknik Behavior Contract Untuk Mengurangi Perilaku Konsumtif Siswa Kelas XI SMA Laboratorium UM
ABSTRAK Megawati, Dewi. 2013. Keefektifan Teknik Behavior Contract Untuk Mengurangi Perilaku Konsumtif Siswa Kelas XI SMA Laboratorium UM. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Widada, M.Si. Pembimbing (II) Arbin Janu Setiyowati, S. Pd, M,Pd. Kata Kunci: behavior contract, perilaku konsumtif, siswa SMA Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya siswa SMA yang berperilaku konsumtif. Hal tersebut dibuktikan dengan masih sering ditemui remaja yang jalan-jalan di mal atau di kafe bahkan masih mengenakan seragam sekolah. Selain itu, remaja saat ini lebih mengutamakan simbol status mereka dengan menggunakan barang-barang bermerk, gadget terbaru, update fashion, dan aksesoris lainnya. Hal ini dilakukan remaja selain karena kurangnya kontrol diri juga dilakukan untuk mempertahankan eksistensinya di lingkungan sosial. Apabila perilaku tersebut dibiarkan akan berdampak pada pembentukan pribadi remaja, yaitu remaja menjadi pribadi yang matrealistis dan terbiasa bergaya hidup hedonis. Selama ini belum ada perhatian khusus terhadap permasalahan perilaku konsumtif yang dilakukan remaja. Oleh karena itu, diperlukan suatu usaha bantuan yang dinilai efektif untuk mengurangi perilaku konsumtif yaitu dengan penggunaan behavior contract. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas konseling dengan teknik behavior contract dalam mengurangi perilaku konsumtif siswa kelas XI SMA Laboratorium UM. Rancangan penelitian ini menggunakan eksperimen semu (quasi experiment design). Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMA Laboratorium UM sebanyak 5 siswa sebagai kelompok eksperimen yang berperilaku konsumtif tinggi. Subjek penelitian tersebut dipilih berdasarkan hasil pre-test dengan menggunakan instrumen skala perilaku konsumtif yang memiliki skor tinggi. Analisis data menggunakan statistik inferensial non-parametrik, yaitu uji beda two related samples tests Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan tingkat perilaku konsumtif siswa sebelum dan sesudah pemberian behavior contract pada kelompok eksperimen. Penganalisisan data dilakukan dengan bantuan program SPSS for windows 16.0 dengan menghitung perbedaan antara hasil pre-test dengan hasil post-test. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai sebesar Z = -2.032a dan nilai probability error (p = 0.042 < 0.05). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan teknik behavior contract dapat mengurangi perilaku konsumtif yang siswa. Terdapat beberapa saran berdasarkan hasil penelitian: (1) Konselor diharapkan menggunakan teknik ini untuk mengurangi perilaku konsumtif siswa, (2) Konselor dapat bekerja sama dengan orang tua atau pun teman siswa dalam usaha mengurangi perilaku konsumtif, (3) Peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggunakan kelompok kontrol sebagai pembanding.
EFEKTIVITAS TEKNIK SOSIODRAMA UNTUK MENGURANGI PERILAKU BULLYING PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)
ABSTRAK Setiyawati, Viky. 2013. Efektivitas Teknik Sosiodrama untuk Mengurangi Perilaku Bullying pada Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd., (II) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd. Kata kunci: sosiodrama, perilaku bullying, bullying Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya fenomena bullying yang terjadi di lingkungan sekolah. Hal ini dikarenakan adanya salah melihat, seolah-olah bullying hanyalah salah satu dari kenakalan biasa yang umum dilakukan oleh siswa. Kenakalan yang lazim dilakukan oleh anak-anak seperti mengejek atau mengucilkan dapat memberikan dampak yang besar berupa psikologis. Pihak sekolah juga kurang tanggap dan tidak peka terhadap tindakan bullying ini, sehingga kasus bullying marak terjadi lingkungan sekolah khususnya sekolah menengah pertama (SMP). Selain itu selama ini penelitian yang sudah ada sebelumnya hanya menangani korban dari tindakan bullying sedangkan pelakunya belum ditangani secara tepat. Mata rantai bullying tidak akan putus jika hanya korban yang ditangani sedangkan pelakunya dibiarkan. Oleh karena itu, untuk mengatasi perilaku bullying yang dilakukan pelaku diperlukan suatu usaha lain yang dipandang tepat. Usaha tersebut adalah penggunaan teknik sosiodrama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan sosiodrama untuk mengurangi perilaku bullying siswa SMP. Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu One Group Pretest Posttest Design. Perlakuan (treatment) pada kelompok eksperimen adalah teknik sosiodrama. Peneliti melakukan pengukuran berulang sebelum dan sesudah perlakuan untuk melihat konsistensi kondisi subjek penelitian. Subjek penelitian ini adalah 8 orang siswa kelas VII SMP Negeri 5 Malang yang memiliki skor perilaku bullying tinggi yang sering melakukan perilaku bullying. Pretest dan posttest berupa observasi atau pengamatan yang masing-masing dilaksanakan selama enam kali dalam waktu enam hari. Pemberian treatment berupa bermain peran sosiodrama dilakukan sebanyak lima kali. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji statistik non-parametrik uji beda two related sample test Wilcoxon. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan uji beda two related sample test Wilcoxon diperoleh nilai sebesar Z = -2,524a dan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,012 dengan derajat signifikans
PENGEMBANGAN PAKET INFORMASI JENIS PEKERJAAN BIDANG JASA PEMERINTAHAN PUSAT KHUSUS BUMN UNTUK SISWA SMA
ABSTRAK Sesanti, Ratna. 2013. Pengembangan Paket Informasi Pekerjaan Bidang Jasa Pemerintahan Pusat. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang.Pembimbing : (I) Dra. Elia Flurentin, M.Pd (II) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd Kata kunci : bimbingan karier, informasi karier, paket informasi karier, perkembangan karier, pekerjaan bidang jasa pemerintahan pusat, Salah satu tugas perkembangan siswa SMA pada aspek perkembangan wawasan dan kesiapan karier yaitu mengembangkan alternatif perencanaan karier dengan mempertimbangkan kemampuan peluang dan ragam karier. Pada kenyataannya mayoritas siswa SMA masih kurang memiliki gambaran pilihan pekerjaan dan profesi. Hal ini karena, wawasan karier yang dimiliki siswa SMA masih kurang terutama berkaitan dengan bidang pekerjaan. Oleh karena itu, salah satu media yang dapat menunjang bertambahnya wawasan karier siswa SMA adalah dengan pengembangan paket informasi pekerjaan bidang jasa pemerintahan pusat. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan produk paket informasi jenis pekerjaan bidang jasa pemerintahan pusat yang berterima secara teoritis dan praktis baik dari segi ketepatan, kegunaan, kemudahan, dan kemenarikan. Paket yang dikembangkan berguna dalam memperkaya referensi konselor dalam memberikan layanan bimbingan karier di sekolah, sehingga nantinya dapat menunjang bertambahnya wawasan karier siswa. Model yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini diadaptasi dari model pengembangan Borg and Gall. Tahap-tahap pengembangan meliputi : (1) Melakukan analisis kebutuhan siswa, (2) Merumuskan tujuan umum dan tujuan khusus paket informasi, (3) Menyusun prototype paket informasi, (4) Penilaian produk oleh uji ahli, (5) Penilaian produk oleh uji calon pengguna produk, (6) Revisi Produk (7) Uji kelompok kecil, (8) Revisi produk. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis persentase pada data kuantitatif, dan teknik analisis deskriptif pada data kualitatif. Hasil penilaian dari para ahli menunjukkan bahwa produk paket informasi pekerjaan bidang jasa pemerintahan pusat yang berupa buku panduan konselor dan buku informasi telah memenuhi kriteria ketepatan, kegunaan, kemudahan, dan kemenarikan. Berdasarkan analisis uji ahli materi Bimbingan dan Konseling didapat hasil sangat berguna, sangat tepat, sangat menarik, dan sangat mudah. Dari uji ahli media didapat hasil sangat berguna, sangat tepat, sangat menarik, dan sangat mudah. Dari uji calon pengguna produk didapat hasil sangat berguna, sangat tepat, sangat menarik, dan sangat mudah. Jadi dapat disimpulkan paket informasi pekerjaan bidang jasa pemerintahan pusat ini dikatakan layak sebagai salah satu media informasi karier di sekolah. Saran yang diajukan pengembang terkait pemanfaatan, a) Konselor diharapkan sebagai pengguna produk benar-benar memahami dan mempelajari paket ini sebelum mengaplikasikan kegiatan kepada siswa sehingga kegiatan bimbingan karier dapat berjalan dengan optimal, b) Diharapkan siswa dapat memanfaatkan media paket informasi jenis pekerjaan bidang jasa pemerintahan pusat ini untuk dapat menambah wawasan karier secara mandiri tanpa harus bergantung pada konselor. Terkait dengan pengembangan produk lebih lanjut disarankan pada peneliti selanjutnya untuk mengadakan uji lapangan dalam skala besar dan diperluas populasinya untuk SMA se-Kota Malang sehingga penggunaan paket informasi pekerjaan bidang jasa pemerintahan pusat ini bisa lebih luas dan benar-benar sesuai dan bermanfaat untuk siswa
Pengembangan Modul Pelatihan Motivasi Berprestasi bagi Siswa SMP Brawijaya Smart School Malang
ABSTRAK Kuniawati, Titik. 2013. Pengembangan Modul Pelatihan Motivasi Berprestasi bagi Siswa SMP Brawijaya Smart School Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muslihati, S.Ag, M.Pd. (II) Dr. Nur Hidayah, M.Pd. Kata kunci: modul pelatihan, motivasi berprestasi, experiential learning. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul pelatihan motivasi berprestasi bagi siswa SMP Brawijaya Smart School Malang. Penelitian dilakukan berdasarkan pada pendapat bahwa motivasi berprestasi memiliki peran penting dalam kesuksesan belajar. Motivasi berprestasi merupakan dorongan dalam diri seseorang untuk mencapai prestasi atau kesuksesan setinggi mungkin demi memberikan penghargaan pada dirinya sendiri dan mendapatkan kepuasan dalam diri sendiri dari hasil yang sudah dicapainya. Selama ini konselor membantu siswa untuk menumbuhkembangkan motivasi berprestasi melalui metode ceramah tanpa difasilitasi dengan media yang memadai. Oleh karena itu, diperlukan media membantu siswa menumbuhkembangkan motivasi berprestasinya. Modul pelatihan ini dikembangkan menggunakan pendekatan Experiential Learning. Experiential Learning adalah suatu pendekatan pembelajaran berbasis pada pengalaman pembelajar. Kelebihan dari modul pelatihan ini adalah siswa dapat mempelajari dan mengerjakan modul pelatihan secara mandiri apabila konselor berhalangan hadir. Modul pelatihan ini dikembangkan melalui prosedur penelitian pengembangan yang diadaptasi dari model pengembangan Borg & Gall (1983). Prosedur pengembangan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah 1) perencanaan, 2) mengembangkan produk, 3) melaksanakan uji ahli, dan 4) revisi produk. Produk yang dihasilkan adalah 1) Modul Pelatihan Motivasi Berprestasi bagi siswa SMP Brawijaya Smart School Malang dan 2) Modul Pelatihan Motivasi Berprestasi bagi Konselor SMP Brawijaya Smart School Malang. Setelah melalui uji ahli, uji calon pengguna produk dan uji kelompok kecil maka diperoleh gambaran bahwa modul pelatihan ini memiliki kriteria kelayakan, kebergunaan dan kemenarikan. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan ini, dapat disarankann kepada konselor dan peneliti selanjutnya, yaitu: 1) bagi konselor di SMP Brawijaya Smart School Malang, modul pelatihan ini dapat membantu konselor dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi siswa dalam layanan bimbingan dan konseling belajar, dan 2) bagi peneliti selanjutnya, penelitian dan pengembangan ini dapat dilanjutkan dengan penelitian tindakan bimbingan dan konseling (PTBK) serta penelitian eksperimen yang dapat mengetahui keefektifan modul pelatihan ini untuk membantu siswa meningkatkan motivasi berprestasi.
keefektifan pelatihan asertif untuk meningkatkan keterbukaan siswi kelas VII kepada orang tua akan perubahan fisiknya di SMP Negeri 4 Blitar
ABSTRAK Natalia, Jeanne Ratih. 2013. Keefektifan Pelatihan Asertif Untuk Meningkatkan Keterbukaan Siswi Kelas VII Kepada Orang Tua Akan Perubahan Fisiknya di SMP Negeri 4 Blitar. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Triyono, M.Pd. (II) Irene Maya Simon, S.Pd, M.Pd Kata kunci: pelatihan asertif, keterbukaan, orang tua, perubahan fisik, fiswi SMP. Siswi kelas VII SMP mengalami masa transisi dari masa anak-anak menuju dewasa yang ditandai dengan menstruasi. Menstruasi membuat perubahan pada diri siswi, baik fisik maupun emosional. Perubahan fisik maupun emosional membuat siswi kurang terbuka kepada orang tua mengenai permasalahan yang dihadapi siswi terkait dengan perubahan fisiknya. Bimbingan dan konseling mempunyai peranan penting dalam permasalahan ini melalui salah satu metode bimbingan dan konseling yaitu pelatihan asertif. Pelatihan asertif merupakan salah satu treatment yang digunakan untuk mengembangkan keterbukaan siswi kepada orang tua akan perubahan fisiknya. Apabila siswi terbuka, maka dapat meningkatkan hubungan yang baik kepada orang tua, sehingga siswi dapat menerima perubahan fisik dan dapat melaksanakan tugas perkembangan dengan baik. Penelitian yang dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui keefektifan pelatihan asertif untuk meningkatkan keterbukaan siswi kelas VII kepada orang tua akan perubahan fisiknya di SMP Negeri 4 Blitar. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pre experimental design dengan jenis One Group Pretest and Posttest design. Eksperimen yang dilaksanakan pada satu kelompok tanpa kelompok pembanding. Pelaksanaan rancangan penelitian ini dilakukan dengan cara memberikan perlakuan kepada sekelompok individu berupa pretest, treatment berupa pelatihan asertif, posttest, dan home visit. Subjek penelitian adalah siswi kelas VII SMP Negeri 4 Blitar yang memiliki kekurang asertifan kepada orang tua dan berjumlah 5 orang siswi. Data yang sudah terkumpul dianalisis dengan uji beda wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan asertif efektif untuk meningkatkan keterbukaan siswi kelas VII kepada orang tua akan perubahan fisiknya. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan skor keasertifan siswi kelompok eksperimen setelah diberikan treatment dengan nilai z = -2.023a dan Asymp. Sig. (2-tailed) 0,05 pada derajat signifika
PENGEMBANGAN PAKET LAYANAN INFORMASI DAMPAK ABORSI UNTUK MENCEGAH PERILAKU SEKS BEBAS PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 NGANJUK DEVELOPING OF INFORMATION SERVICE PACK TO PREVENT THE IMPACT OF ABORTION ON THE SEXUAL BEHAVIOR IN CLASS X SMA NEGERI 2 NGANJUK
ABSTRAK Lestari, Anke Sing. 2013. Pengembangan Paket Layanan Informasi Dampak Aborsi untuk Mencegah Perilaku Seks Bebas pada Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Nganjuk. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd., Pembimbing (II) Dra. Elia Flurentin, M.Pd. Kata Kunci: Layanan informasi, dampak aborsi, seks bebas, remaja Penelitian pengembangan paket layanan informasi dampak aborsi untuk mencegah perilaku seks bebas pada siswa SMA Negeri 2 Nganjuk, dilatarbelakangi oleh tingginya angka kehamilan pada remaja yang disebabkan oleh perilaku seks bebas saat ini. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan konselor, beberapa fenomena perilaku seks bebas juga terjadi di SMA Negeri 2 Nganjuk. Rata-rata siswi di SMA Negeri 2 Nganjuk putus sekolah karena hamil di luar nikah yang disebabkan oleh perilaku seks bebas. Tujuan pengembangan ini adalah dihasilkan sebuah media paket layanan informasi dampak aborsi untuk mencegah perilaku seks bebas pada siswa sekolah menengah atas yang dapat digunakan oleh konselor di sekolah dalam menarik perhatian siswa terhadap informasi yang telah disediakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan pengembangan model Borg and Gall, adapun prosedur pengembangan yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1) Tahap Persiapan: Analisis dan menetapkan prioritas kebutuhan, 2) tahap Pengembangan: Merumuskan tujuan dan membentuk desain media, 3) Tahap Penilaian: Penilaian produk oleh ahli Bimbingan dan Konseling, ahli media dan ahli isi, revisi produk dari uji ahli Bimbingan dan Konseling, ahli media dan ahli isi, penilaian dan diskusi calon pengguna produk revisi produk dari calon pengguna produk, uji kelompok kecil, revisi dari uji kelompok kecil, produk jadi. Hasil pengembangan adalah paket layanan informasi dampak aborsi untuk mencegah perilaku seks bebas pada siswa SMA Negeri 2 Nganjuk beserta panduan penggunaannya. Berdasarkan hasil analisis data penilaian para ahli dan calon pengguna produk terhadap paket layanan informasi dampak aborsi untuk mencegah perilaku seks bebas dapat disimpulkan bahwa pada umumnya paket dan panduan penggunaannya sudah layak digunakan sebagai media dalam memberikan layanan informasi. Aspek kegunaan memperoleh skor 12 dengan kategori berguna dari ahli Bimbingan dan Konseling, skor 15 dengan kategori sangat berguna dari ahli media dan skor 14 dengan kategori sangat berguna dari calon pengguna produk. Aspek kelayakan memperoleh skor 33 dengan kategori layak dari ahli Bimbingan dan Konseling, skor 34 dengan kategori sangat layak dari ahli media, skor 34 dengan kategori sangat layak dari ahli isi, dan skor 36 dengan kategori sangat layak dari calon pengguna produk. Aspek ketepatan memperoleh skor 38 dengan kategori tepat dari ahli Bimbingan dan Konseling, skor 40 dengan kategori sangat tepat dari ahli media, skor 42 dengan kategori sangat tepat dari ahli isi dan skor 43 dengan kategori sangat tepat dari calon pengguna produk. Aspek kemenarikan memperoleh skor 6 dengan kategori menarik dari ahli Bimbingan dan Konseling, skor 7 dengan kategori sangat menarik dari ahli media dan skor 8 dengan kategori sangat menarik dari calon pengguna produk. Berdasarkan hasil penelitian disarankan: 1) Sebagai media layanan informasi terkait pencegahan perilaku seks bebas. 2) Penggunaannya tidak terbatas pada konselor di SMA Negeri 2 Nganjuk, tetapi semua konselor SMA di manapun dengan maksud agar paket layanan informasi ini memiliki manfaat yang sebesar-besarnya terkait dengan pencegahan perilaku seks bebas. 3) Hendaknya dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektifitas paket layanan informasi dampak aborsi untuk mencegah perilaku seks bebas yang dikembangkan dalam penelitian ini, karena hasil penelitian ini hanya terbatas sampai penyusunan produk saja.