SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    1354 research outputs found

    Pengembangan media bergambar (komik) untuk Meningkatkan Asertivitas Siswa Kelas IX dalam Memilih Sekolah Lanjutan di SMP Negeri 1 Wonorejo Pasuruan.

    No full text
    ABSTRAK   Krisnanda, Veno Dwi. 2013.Pengembangan media bergambar (komik) untuk Meningkatkan Asertivitas Siswa Kelas IX dalam  Memilih Sekolah Lanjutan  di SMP Negeri 1 Wonorejo Pasuruan. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Blasius Boli Lasan M.Pd (II) Drs. Widada M.Si   Kata Kunci:  Panduan, Media Bergambar (komik), Asertif, Sekolah Lanjutan   Penelitian pengembangan panduan  media bergambar ini  untuk meningkatkan asertivitas siswa kelas IX dalam memilih sekolah lanjutan di SMP Negeri 1 wonorejo Pasuruan yang dilatarbelakangi oleh kesalahpahaman antara pemilihan jurusan siswa dengan yang diinginkan oleh orang tua. Disebabkan karena adanya kurangnya asertivitas siswa dalam mengungkapkan keinginan untuk memilih sekolah lanjutan  sehingga diperlukan media untuk meningkatkan asertivitas siswa dalam pemilihan jurusan. Tujuan Penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan panduan media bergambar (komik)  untuk meningkatkan asertivitas  siswa kelas IX SMP Negeri 1 Wonorejo Pasuruan sebagai salah satu teknik yang dapat digunakan konselor dalam memberikan layanan bimbingan pribadi-sosial yang berterima secara teoritis dan praktis. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan model Borg and Gall (1983). Adapun prosedur pengembangan yang dilakukan Sebagai berikut: 1) tahap I perencanaan, 2) tahap II pengembangan produk, 3) tahap III uji coba produk. Isi dari produk yang dihasilkan yakni berupa buku panduan media bergambar dalam bentuk komik untuk meningkatkan asertivitas siswa dalam memilih sekolah lanjutan. Dalam buku ini adalah media untuk membantu siswa dalam memilih sekolahlanjutan, disertai dengan panduan bersikap asertif, cara cara dan sikap asertif dan gambar-gambar yang berhubungan dengan materi agar menambah kemenarikan buku panduan. Berdasarkan hasil analisis data penilaian para ahli dan calon pengguna produk serta revisi-revisi yang yang telah dilaksanakan sesuai saran dan masukan terhadap buku panduan  media bergambar (komik) untuk meningkatkan asertivitas siswa kelas IX dalam memilih sekolah lanjutan di SMP Negeri 1 Wonorejo. dapat disimpulkan bahwa panduan untuk konselor sangat layak, sangat jelas, sangat berguna, sangat mudah, sangat tepat, sangat menarik secara teoritis. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar pengembangan panduan media bergambar (komik) untuk meningkatkan asertivitas siswa kelas IX dalam memilih sekolah lanjutan di SMP Negeri 1 Wonorejo, sekolah dapat memfasilitasi agar dijadikan referensi dalam MGBK, sehingga sekolah lain dapat menerapkannya dengan menyesuaikan karakteristik siswa masing-masing sekolah, Pengguna produk benar-benar memahami dan mempelajari panduan media bergambar ini agar dapat diaplikasikan dalam membantu siswa dalam meningkatkan asertivitas siswa dalam memilih sekolah lanjutan dengan menggunakan media bergambar secara efektif untuk melaksanakan layanan bimbingan dan konseling

    Keefektifan Teknik Permainan Kelompok Untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa SD Kelas III

    No full text
    ABSTRAK   Azizah, Retno Ragil Kurniawati. 2013. Keefektifan Teknik Permainan Kelompok Untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa SD Kelas III. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muslihati, S.Ag, M.Pd, (II) Drs. Widada, M.Si.   Kata Kunci: efektifitas, permainan kelompok, keterampilan sosial, siswa SD kelas III   Keterampilan sosial adalah keterampilan untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Keterampilan sosial adalah kemampuan berinteraksi dengan orang lain yang berguna untuk mengembangkan hubungan sosial berkaitan dengan penerimaan masyarakat, yang meliputi aspek emosi dan aspek sosial. Individu yang memiliki keterampilan sosial akan secara mudah menyesuaikan diri dengan orang lain dan lingkungannya. Selain itu individu yang memiliki keterampilan sosial cenderung memiliki teman yang banyak dan popular di dalam kelompok sosialnya. Individu yang tidak memiliki keterampilan sosial akan sering merasa tidak nyaman saat berinteraksi dengan orang lain. Oleh karena itu keterampilan sosial sangat penting untuk dikembangkan. Dalam hal ini teknik permainan kelompok merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas teknik permainan kelompok untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa SD kelas III. Rancangan penelitian ini menggunakan eksperimen semu (quasi experiment design). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IIIA dan IIIB SD Islam Babadan Kabupaten Blitar sebanyak 10 orang siswa sebagai kelompok eksperimen yang dipilih berdasarkan hasil observasi yang mendapatkan nilai terendah dari skala penilaian pedoman observasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik inferensial non-parametrik, yaitu uji beda two related tests Wilcoxon. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan tingkat keterampilan sosial siswa sebelum dan sesudah diberikan treatment dengan teknik permainan kelompok pada kelompok eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik permainan kelompok efektif untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa kelas III SD Islam Babadan Kabupaten Blitar. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan skor keterampilan sosial kelompok eksperimen setelah diberikan perlakuan atau treatment dengan menghasilkan nilai Wilcoxon sebesar (z = -2.814a) dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0.005, sehingga diperoleh nilai probability error (p = 0.005 < 0.05). Kesimpulan penelitian ini adalah teknik permainan kelompok efektif untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa SD kelas III. Dari hasil penelitian ini, maka dapat disarankan agar, 1) Guru dapat membantu siswa untuk meningkatkan keterampilan sosialnya dengan menggunakan teknik permainan kelompok, 2) Orang tua dapat membimbing anak, bahwa keterampilan sosial sangat penting dimiliki anak untuk perkembangan kehidupan masa depannya, 3) Sekolah dapat mengembangkan program pembelajarannya melalui permainan kelompok untuk meningkatkan keterampilan sosial, dan 4) Peneliti selanjutnya dapat meneliti efektivitas teknik permainan kelompok untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa SD kelas III dengan menggunakan kelompok kontrol sebagai pembanding, sehingga hasil yang diperoleh akan lebih sempurna dan bisa memperkuat hasil penelitian.

    Pengembangan Multimedia Interaktif untuk Layanan Informasi Pubertas Remaja di SMP Laboratorium UM

    No full text
    ABSTRAK   Mahanani, Galuh. 2013. Pengembangan Multimedia Interaktif untuk Layanan Informasi Pubertas Remaja di SMP Laboratorium UM. Media. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd, (II) Dr. Muslihati, S.Ag, M.Pd.   Kata kunci: multimedia interaktif, layanan informasi, pubertas, siswa SMP.   Salah satu problem remaja saat ini adalah masalah yang dialami akibat penyikapan remaja terhadap masa puber yang kurang tepat. Pembicaraan masalah seks masih dianggap tabu, hal tersebut membuat remaja enggan untuk berdiskusi tentang perkembangan seksualnya kepada orangtua dan anggota keluarga yang lainnya. Sementara, informasi yang benar mengenai seks masih sangat terbatas. Sehingga remaja bereksperimen sendiri untuk mencari jawaban. Tidak sedikit situs-situs baik dari media cetak maupun media elektronik yang menyajikan kenikmatan seks yang berisiko tinggi. Tujuan dari pengembangan ini adalah menghasilkan sebuah produk multimedia interaktif pubertas remaja di SMP yang berguna, layak, tepat, dan menarik. Media interaktif diharapkan dapat membantu siswa membentuk sikap yang sehat, baik untuk emosional dan perilakunya, serta membimbing ke arah hidup dewasa yang sehat dan bertanggung jawab terhadap perubahan yang dialaminya pada masa puber. Produk yang dihasilkan dari pengembangan ini berupa Multimedia Interaktif Pubertas Remaja dengan materi dunia remaja, pubertas, masalah yang mungkin terjadi pada masa puber, dan remaja hebat, yang dilengkapi dengan buku panduan untuk konselor. Penelitian pengembangan ini menggunakan langkat-langkah pengembangan Borg & Gall yang terdiri atas tahap perencanaan, pengembangan produk, dan uji coba. Subjek uji ahli adalah dua ahli bimbingan dan konseling dan satu ahli media pembelajaran. Subjek uji kelompok kecil adalah 10 orang siswa kelas VII SMP Laboratorium UM. Data yang diperoleh adalah kuantitatif dan kualitatif yaitu dengan mendeskripsikan data hasil analisis. Hasil penelitian dan pengembangan berdasarkan uji ahli BK menunjukkan rata-rata 3.56, ahli media pembelajaran menunjukkan rata-rata 3.8, uji kelompok kecil menunjukkan 3.4. Berdasarkan hasil uji ahli dan kelompok kecil tersebut menunjukkan bahwa multimedia interaktif layanan informasi pubertas remaja di SMP Laboratorium UM telah memenuhi kriteria keberterimaan (akseptabilitas) dan dapat digunakan untuk memberikan layanan informasi pubertas remaja. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, saran yang diberikan adalah: (1) Konselor diharapkan dapat menggunakan media ini dalam pemberian layanan informasi, (2) adanya penelitian lebih lanjut untuk menguji efektifitas penggunaan media layanan informasi pubertas remaja terhadap pemahaman siswa atau penelitian tindakan dalam bimbingan.

    pengembangan modul layanan informasi persiapan menikah bagi siswa sekolah menengah kejuruan

    No full text
    ABSTRAK   Fitriani, Nisa. 2013. Pengembangan Modul Layanan Informasi Persiapan Menikah bagi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan,  Universitas Negeri Malang. Pembimbing:  (I) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd. (II) Dra. Elia Flurentin M.Pd.   Kata kunci: layanan informasi, persiapan menikah, siswa SMK   Persiapan menikah merupakan salah satu tugas perkembangan yang harus dicapai oleh siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Tugas perkembangan persiapan menikah dapat dicapai oleh siswa SMK melalui pelayanan informasi dengan menggunakan modul. Kenyataanya modul yang terkait dengan persiapan menikah belum pernah diberikan kepada siswa SMK. Oleh karena itu tujuan penelitan dan pengembangan ini adalah menyusun dan mengembangkan modul bimbingan persiapan menikah bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan agar berterima secara teoritis dan praktis. Model penelitian dan pengembangan ini diadaptasi dari langkah-langkah dalam siklus Research and Development  Borg & Gall. Adapun prosedur pengembangan yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1) tahap I studi pendahuluan dan perencanaan: menentukan potensi dan masalah penelitan, melakukan kajian pustaka dan need assesment; 2) tahap II pengembangan produk: menentukan kompetensi, indikator dan tujuan, menyusun prototype modul, dan mendesain produk; 3) tahap III uji coba produk: uji ahli bimbingan dan konseling; revisi produk berdasarkan hasil penilaian uji ahli bimbingan dan konseling; uji ahli media; revisi produk berdasarkan hasil penilaian uji ahli media; uji calon pengguna produk (konselor); revisi berdasarkan hasil penilaian uji pengguna produk; uji coba produk terbatas (uji kelompok kecil); revisi berdasarkan hasil uji coba kelompok kecil; Produk Akhir Modul Bimbingan Persiapan Menikah bagi siswa SMK. Produk yang dihasilkan adalah 1) Modul Bimbingan Persiapan Menikah bagi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan 2) Panduan Modul Bimbingan Persiapan Menikah bagi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Modul bagi siswa terdiri atas lima penggalan yaitu persiapan fisik, persiapan psikologis, persiapan sosial-ekonomi, persiapan agama, nilai, dan hukum. Setiap penggalan berisi materi, evaluasi diri dan evaluasi kelompok dengan alokasi waktu masing-masing 2 x 40 menit. Berdasarkan hasil analisis data penilaian para ahli, calon pengguna produk dan kelompok kecil serta revisi-revisi yang telah dilaksanakan sesuai saran dan masukan terhadap modul dan panduannya, dapat disimpulkan bahwa panduan untuk konselor berterima secara teoritis maupun praktis. Berdasarkan hasil penelitian disarankan konselor sebagai pengguna produk benar-benar memahami dan mempelajari modul ini sebelum mengaplikasikan kegiatan dalam modul ini kepada siswa, agar siswa dapat memahami persiapan pernikahan dengan baik. Bagi penelitian selanjutnya, hasil penelitian dan pengembangan  ini dapat dilanjutkan dengan penelitian eksperimen untuk mengetahui keefektifan modul ini dalam membantu siswa untuk mempersiapkan pernikahan secara baik

    Keefektifan Paket Pelatihan Asertif untuk Mengurangi Perilaku Off Task pada Siswa SMK Yos Sudarso 2 Sidoarjo

    No full text
    ABSTRAK   Agustiningrum, Rizky Rusti. 2013. Keefektifan Paket Pelatihan Asertif Untuk Mengurangi Perilaku Off Task Pada siswa SMK Yos Sudarso 2 Sidoarjo. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd. (II) Drs. Widada, M.Si.   Kata kunci: keefektifan paket pelatihan asertif, perilaku off task, siswa SMK   Perilaku Off task merupakan perilaku yang tidak dinginkan dalam  belajar. Perilaku off task  bisa terjadi karena siswa tidak mampu menolak ajakan temannya untuk melakukan perilaku off task. Efek perilaku off task tersebut mengganggu lancarnya proses belajar-mengajar karena dapat mengacaukan konsentrasi guru dan siswa lain. Bisa saja perilaku off task tidak terjadi jika siswa yang diajak bicara tersebut berani mengatakan tidak mau berbincang-bincang karena sedang berkonsentrasi mendengarkan ceramah guru tentang pelajaran yang sedang berlangsung. Keberanian atau kemampuan untuk menyatakan pendapat merupakan bentuk kemampuan asertif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:1) perilaku off task kelompok eksperimen, 2) perilaku off task kelompok control, dan 3) mengetahui efektivitas pelatihan asertif untuk mengurangi perilaku off task. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan nama desain two group pre post test. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas SMK Yos Sudarso Sidoarjo kelas 2. Instrumen yang digunakan adalah rating perilaku off task yang diisi oleh siswa teman sebangku, Kesimpulan hasil penelitian,yaitu: 1) perilaku off task siswa kelas kontrol sebelum treatmen berada pada tingkat rendah sedangkan setelah treatmen berada pada tingkat sangat rendah, 2) perilaku off task siswa kelas eksperimen sebelum treatmen berada pada tingkat rendah sedangkan setelah treatmen berada pada tingkat sangat rendah, 3) nilai rata-rata gain score (perubahan ke arah penurunan perilaku off task) kelompok eksperimen lebih tinggi dari pada gain score kelompok kontrol, nilai rata-rata gain score kelompok kontrol sebesar 4,360 sedangkan nilai rata-rata gain score kelompok eksperimen sebesar 5,893, 4) paket pelatihan asertifitas efektif untuk mengurangi perilaku off task  siswa SMK, hal ini terbukti dari rata-rata perubahan perilaku off task siswa kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelompok kontrol dan hasil uji hipotesis membuktikan bahwa perubahan perilaku off task siswa kelas eksperimen berbeda dengan rata-rata perubahan perilaku off task siswa kelas kontrol. Berdasarkan kesimpulan di atas, diajukan saran-saran, yaitu 1) kepada kepala sekolah selaku pimpinan di sekolah disarankan untuk memberikan dukungan secara moril maupun materiil kepada bagian bimbingan konseling sekolah untuk menerapkan paket pelatihan asertifitas dalam rangka mengatasi perilaku off task siswa, 2) kepada konselor disarankan untuk mempergunakan paket pelatihan asertif untuk mengurangi perilaku off task siswa yang mengganggu proses belajar, 3) kepada peneliti selanjutnya disarankan dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai referensi untuk mengembangkan perilaku on task siswa. Selain itu, disarankan kepada peneliti selanjutnya yang tertarik dengan tema paket pelatihan asertifitas untuk mengurangi perilaku off task siswa agar melakukan penelitian dengan menggunakan wilayah populasi yang berbeda dengan siswa SMK Yos Sudarso 2 Sidoarjo, misalnya untuk siswa menengah umum, siswa sekolah dasar dan lain sebagainya.

    Keefektifan Konseling Kelompok Realitas dalam Meningkatkan Tanggung Jawab Akademik Siswa SMA Negeri 9 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Andika, M. Vavan. 2013. Keefektifan Konseling Kelompok Realitas dalam Meningkatkan Tanggung Jawab Akademik Siswa SMA Negeri 9 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. M. Ramli, M.A. (II) Dr. Carolina L Radjah, M. Kes    Kata kunci: konseling kelompok realitas, tanggung jawab akademik   Siswa sering melakukan perbuatan kurang bertanggung jawab di sekolah. Bentuk tindakan kurang bertanggung jawab yang sering dilakukan oleh siswa adalah menyontek saat ujian, tidak mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR), mengobrol saat guru menerangkan di depan kelas, bermain Hand Phone (HP) saat guru menerangkan di depan kelas, membuang sampah bukan pada tempatnya, mencoret-coret bangku, berpakaian tidak rapi, terlambat dan membolos sekolah. Bimbingan dan konseling di sekolah berperan dalam membantu siswa (konseli) dalam pencapaian tugas perkembangan, pengembangan potensi, dan pengentasan masalah-masalah konseli (Santosa, 2009: 81). Untuk membantu manyelesaikan masalah kurangnya tanggung jawab akademik siswa, konselor dapat menggunakan layanan konseling kelompok. Tujuan penelitian adalah mengetahui keefektifan konseling kelompok realitas dalam meningkatkan tanggung jawab akademik siswa SMA Negeri 9 Malang. Rancangan penelitian menggunakan pra-eksperimental dengan desain one group pretest posttest design. Subjek penelitian adalah tujuh orang siswa yang memiliki skor tanggung jawab akademik rendah. Pemberian bantuan kepada siswa melalui konseling kelompok realitas dilakukan dengan empat kali pertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan skala tanggung jawab akademik. Data dianalisis dengan uji beda two related samples tests Wilcoxon dengan menggunakan SPSS versi 17.00.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling kelompok realitas efektif dalam meningkatkan tanggung jawab akademik siswa SMA Negeri 9 Malang yang dibuktikan dengan nilai yang diperoleh dari uji Wilcoxon dengan signifikansi (0,017< 0.05). Berdasarkan hasil penelitian diajukan beberapa saran sebagai berikut. 1) konselor diharapkan dapat menggunakan konseling kelompok realitas  untuk meningkatkan tanggung jawab siswa, dan 2) peneliti selanjutnya dapat  menggunakan rancangan penelitian dengan menggunakan kelompok kontrol dengan tujuan untuk membandingkan perbedaan hasil dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.  

    Efektivitas Bibliokonseling untuk Mengembangkan Karakter Jujur Siswa Kelas IV di SDN Percobaan 1 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Munawaroh, Iin. 2013. Efektivitas Bibliokonseling untuk Mengembangkan Karakter Jujur Siswa Kelas IV di SDN Percobaan 1 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra.Elia Flurentin, M.Pd. (II) Drs. Harmiyanto, M.Pd.   Kata kunci: Bibliokonseling, karakter jujur, siswa SD   Bibliokonseling adalah suatu kegiatan mengintervensi pemikiran individu dengan menggunakan suatu bacaan. Setelah membaca bacaan tersebut, individu dapat mendapatkan informasi baru dan dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak sekali manfaat dari bibliokonseling dalam bidang pendidikan, tetapi tidak banyak kalangan tahu mengenai manfaat bibliokonseling tersebut terutama untuk mengembangkan karakter jujur pada siswa sekolah dasar. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan mengenai bibliokonseling tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengetahui efektivitas bibliokonseling untuk mengembangkan karakter jujur pada siswa kelas IV di SDN Percobaan 1 Malang. Metode penelitian menggunakan rancangan penelitian kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan one group pre-test post-test. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik penyebaran angket, wawancara dan observasi. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah angket karakter jujur. Bibliokonseling yang digunakan sebagai treatment, ditulis dan didesain dalam bentuk buku cerita bergambar oleh peneliti sendiri. Peneliti kemudian melaksanakan uji produk kepada tiga ahli yaitu ahli bahasa, ahli isi, dan ahli media. Bibliokonseling berupa buku cerita yang dikembangkan oleh peneliti berjudul: (1)  Aku Anak Jujur, Aku Tidak Mencontek, (2) Aku Anak Jujur, Aku Tidak Mencuri, (3) Aku Anak Jujur, Aku Tidak Berbohong. Analisis data menggunakan teknik statistik dengan formula persentase change dengan melihat perubahan skor pre-test dan post-test setelah diberikan treatment. Media yang digunakan sebagai treatment adalah cerita pendek tentang kejujuran yang dikembangkan oleh peneliti sendiri. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh simpulan hasil penelitian yaitu bibliokonseling efektif untuk mengembangkan karakter jujur siswa kelas IV SDN Percobaan 1 Malang. Hal ini ditunjukkan dengan skor angket karakter jujur yang diisi oleh subjek yang rata-rata meningkat lebih dari 50%. Peneliti mengajukan beberapa saran yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: (1) Dalam mengaplikasikan teknik ini, peneliti harus mempersiapkan bacaan yang sesuai dengan karakteristik siswa kelas IV SD, cerita harus menarik, serta waktu pelaksanaan kegiatan bibliokonseling harus kontinu (2) Diharapkan menggunakan analisis data time series agar pengontrolan kenaikan kesadaran akan kejujuran untuk setiap treatment lebih mudah dilihat, (3) Diharapkan terdapat pemodelan (ilustrasi) cerita yang dilakukan oleh subjek sendiri sehingga treatment yang diberikan melalui bacaan lebih bisa melekat pada subjek, (4) Sebaiknya untuk penelitian selanjutnya, peneliti menggunakan kelompok kontrol dan menyiapkan pertanyaan refleksi yang lebih mendalam dan kritis sebagai stimulus untuk siswa

    Studi Deskriptif tentang Motivasi Belajar siswa dari keluarga TKI di SMP Negeri 1 Sawoo Kabupaten Ponorogo

    No full text
    ABSTRAK   Sukatmito, Rahayu. 2012. Studi Deskriptif tentang Motivasi Belajar Siswa dari Keluarga TKI di SMP Negeri 1Sawoo Kabupaten Ponorogo. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd. Pembimbing (II) Dr. Hj. Nur Hidayah, M.Pd.   Kata Kunci: Motivasi Belajar, Siswa Keluarga TKI. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya masyarakat kecamatan Sawoo yang bekerja ke luar negeri menjadi TKI. Kepergian orang tua ke luar negeri meninggalkan anak-anak di rumah menyisakan rasa ingin tahu peneliti tentang bagaimana motivasi belajarnya di sekolah selama ditinggal orang tuannya bekerja ke luar negeri. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pendiskripsian mengenai motivasi belajar siswa SMP Negeri 1 Sawoo yang orang tuanya bekerja ke luar negeri. Penelitian ini berfokus pada: (1) Motivasi belajar siswa SMP Negeri 1 Sawoo yang orang tuanya bekerja ke luar negeri. (2) Sumber motivator belajar siswa SMP Negeri 1 Sawoo yang orang tuanya bekerja ke luar negeri, dan (3) Makna motivasi belajar siswa SMP Negeri 1 Sawoo yang orang tuanya bekerja ke luar negeri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif  jenis deskriptif. Lokasi penelitian ini adalah SMP Negeri 1 Sawoo dengan subjek siswa yang orang tuanya bekerja ke luar negeri. Pengumpulan data melalui teknik wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi dengan instrumen kunci yaitu peneliti sendiri. Pengecekan keabsahan temuan menggunakan  triangulasi sumber. Kegiatan analisis data dimulai dari data yang diperoleh dideskripsikan, dimaknai dikategorisasikan dan dibuat koneksitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Motivasi belajar siswa SMP Negeri 1 Sawoo yang orang tuanya bekerja ke luar negeri yaitu motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Motivasi intrinsik yang berhasil ditemukan berupa cita-cita lulus ujian nasional dan membahagiakan orang tua yang bekerja ke luar negeri. Motivasi ekstrinsiknya yaitu adanya teman untuk bersaing dalam memperoleh nilai yang lebih tinggi, dorongan orang tua di rumah yaitu nenek, mengetahui hasil prestasi belajar dan hobi. (2) Sumber motivator belajar siswa SMP Negeri 1 Sawoo yang orang tuanya bekerja ke luar negeri yaitu ayah, ibu yang tinggal di rumah, paman dan nenek. Di sekolah yaitu guru mata pelajaran, konselor dan temannya. (3) Makna motivasi belajar bagi siswa SMP Negeri 1 Sawoo yang orang tuanya bekerja ke luar negeri adalah sebagai pemacu semangat belajar dan sebagai penentu kesuksesan dalam meraih cita-cita. Saran: (1) Subjek hendaknya mengarahkan hobi pada cita-citanya, dan meningkatkan motivasi intrinsik melalui layanan BK yang ada di sekolah. (2) Konselor memberikan layanan BK yang terkait dengan bidang akademik, pribadi-sosial (3) Jika tertarik dengan penelitian ini maka peneliti lain dapat mengkaji lebih lanjut terhadap penelitian ini dan perlu mengadakan pengembangan paket bimbingan untuk membangkitkan motivasi belajar siswa SMP Negeri 1 Sawoo yang orang tuanya bekerja ke luar negeri

    Pengembangan Paket Pelatihan Asertivitas dalam Berpacaran Untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama

    No full text
    ABSTRAK Sahadatina, Irma. 2012. Pengembangan Paket Pelatihan Asertivitas dalam Berpacaran untuk Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dr. M. Ramli, M.A. (II) Dr. Blasius Boli Lasan, M. Pd.   Kata kunci: pelatihan asertivitas, pacaran  Pacaran merupakan hubungan yang terjalin antara perempuan dan laki-laki yang dimaksudkan sebagai perwujudan cinta kasih. Namun, di zaman sekarang ini semakin banyak hubungan pacaran yang tidak sehat sehingga menyebabkan banyak dampak negatif  diantaranya perilaku kekerasan, pelecehan seksual, dan seks bebas. Hal tersebut antara lain disebabkan oleh kurangnya seseorang untuk berperilaku asertif yaitu tindakan menyatakan perasaan kepada orang lain, baik perasaan positif maupun negatif tanpa menyinggung dan menyakiti perasaan orang lain. Tujuan penelitian dan pengembangan ini untuk menghasilkan paket pelatihan asertivitas dalam berpacaran untuk siswa SMP yang dapat diterima dari segi ketepatan, kegunaan, kemudahan, dan kemenarikan bagi pengguna. Penelitian pengembangan ini menggunakan model penelitian dan pengembangan Borg dan Gall (1989). Langkah-langkah tersebut diadaptasi menjadi empat tahap yaitu 1) perencanaan, 2) penyusunan prototip, 3) uji coba produk, 4) pengemasan produk. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan penilaian kuisioner yang dilakukan oleh ahli Bimbingan dan Konseling, ahli Bahasa, dan ahli calon penguna produk (konselor dan siswa). Analisis data terdiri atas analisis data secara kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil penilaian ahli Bimbingan dan Konseling ditinjau dari aspek kegunaan, aspek kemudahan, aspek ketepatan dan aspek kemenarikan, paket pelatihan asertivitas dalam berpacaran untuk siswa SMP layak untuk digunakan sebagai media Bimbingan dan Konseling. Berdasarkan hasil penilaian ahli Bahasa ditinjau dari aspek kegunaan, aspek kemudahan, aspek ketepatan dan aspek kemenarikan, paket pelatihan asertivitas dalam berpacaran untuk siswa SMP layak untuk digunakan dilihat dari bahasa yang mudah dipahami. Berdasarkan penilaian calon pengguna produk yaitu konselor, paket pelatihan asertivitas dalam berpacaran untuk siswa SMP layak untuk digunakan sebagai media dalam memberikan layanan untuk siswa. Berdasarkan penilaian calon pengguna produk yaitu siswa, paket pelatihan asertivitas dalam berpacaran untuk siswa SMP menarik dan sangat bermanfaat untuk siswa SMP. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan disarankan agar 1) guru Bimbingan dan Konseling yang menggunakan produk ini sebaiknya berasal dari latar belakang pendidikan Bimbingan dan Konseling agar dapat lebih mudah memahami materi dan pelatihan yang terdapat dalam paket, 2) dalam penggunaan produk, siswa tidak hanya diberikan paket namun dibimbing oleh konselor agar materi pelatihan yang terdapat dalam paket dapat berjalan efektif, 3) siswa tidak hanya membaca dan memahami dengan cermat isi paket akan tetapi dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari, dan peneliti selanjutnya melakukan uji lapangan untuk mengetahui keefektifan produk

    Keefektifan Healing stories untuk Meningkatkan Kemampuan Mengelola Stroke Positif Siswa SMP

    No full text
    ABSTRAK   Arivantoro, Keyna Laras. Keefektifan Healing stories untuk Meningkatkan Kemampuan Mengelola Stroke Positif siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Triyono, M.Pd. (II) Dr. M. Ramli, M.A.   Kata kunci: healing stories, kemampuan mengelola stroke positif   Kemampuan mengelola stroke positif merupakan kemampuan memberi atau menerima perhatian atau pujian secara positif kepada sesama, yang saat ini sulit ditemukan dalam diri seseorang. Hal ini karena seiring dengan era globalisasi dan teknologi yang canggih membuat siswa terlena dan membuat siswa menjadi makhluk individual. Berkurangnya kemampuan mengelola stroke positif yang ditunjukkan siswa di lingkungan sekolah antara lain kebiasaan mengejek atau mengolok-olok teman-temannya, menertawakan suatu kecorobohan atau musibah yang dialami temannya yang kadang dapat memicu perkelahian. Bimbingan dan konseling berperan penting dalam mengatasi permasalahan ini melalui salah satu metode bimbingan dan konseling yaitu healing stories. Healing stories merupakan salah satu metode pemberian cerita yang inspriratif yang dipakai sebagai alat atau model dalam mengubah sikap atau perilaku sesuai yang diharapkan. Healing stories yang digunakan adalah film pendek yang disesuaikan dengan kategori kemampuan mengelola stroke positif. Penelitian yang dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui keefektifan healing stories untuk meningkatkan kemampuan mengelola stroke positif siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pre experimental design dengan jenis One Group Pretest and Posttest design. Eksperimen yang dilaksanakan pada satu kelompok tanpa kelompok pembanding. Pelaksanaan rancangan penelitian ini dilakukan dengan cara memberikan perlakuan kepada sekelompok individu berupa pretest, treatment berupa film, dan posttest. Subjek penelitian adalah siswa SMP Negeri 2 Probolinggo kelas VIII B yang memiliki kemampuan mengelola stroke positif rendah dan berjumlah 10 orang siswa. Data yang sudah terkumpul dianalisis dengan uji beda wilcoxon.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa healing stories efektif untuk meningkatkan kemampuan mengelola stroke positif siswa SMP. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan skor kemampuan mengelola stroke positif kelompok eksperimen setelah diberikan treatment dengan nilai z = -2.805a  dan Asymp. Sig. (2-tailed) 0,005 pada derajat signifika

    0

    full texts

    1,354

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇