SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
1354 research outputs found
Sort by
Keefektifan Latihan Asertif untuk Meningkatkan Kemampuan Berkata Tidak Bagi Siswi SMP
ABSTRAK Manuningsih, Iis Yugi. 2014. Keefektifan Latihan Asertif untuk Meningkatkan Kemampuan Berkata Tidak Bagi Siswi SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Triyono, M. Pd, (2) Dra. Elia Flurentin, M.Pd. Kata Kunci: latihan asertif, kemampuan berkata tidak, siswi SMP. Beberapa orang pernah dihadapkan pada situasi untuk tidak dapat menolak permintaan karena takut mengecewakan dan ingin menyenangkan orang lain. Situasi ini sebagian besar terjadi pada beberapa siswa perempuan. Siswa perempuan dalam beberapa waktu lebih menggunakan perasaan dalam mengambil keputusan atau menentukan sesuatu hal. Beberapa perempuan menilai jika menolak permintaan akan mengecewakan orang lain atau menyakiti hati orang lain. Jika perilaku kurang mampu mengatakan tidak seperti ini terlalu lama untuk dipertahankan akan merugikan remaja perempuan tersebut karena dirinya akan kehilangan hak-hak pribadinya demi upaya menyenangkan keinginan orang lain. Untuk membantu siswa perempuan agar mampu mengatkan tidak kepada orang lain dengan baik dan benar yaitu dengan memberikan latihan asertif. Latihan asertif merupakan salah satu teknik yang sesuai digunakan untuk membantu individu dalam melatih kemampuan berkata tidak kepada orang lain. Latihan asertif memiliki tahapan yang mengacu pada melatih sikap mampu mengutarakan keinginan dan mendapatkan hak-haknya secara langsung, jujur, dan terbuka tanpa menyakiti dan menyinggung perasaan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan latihan asertif untuk meningkatkan kemampuan berkata tidak bagi siswi SMP. Jenis rancangan eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian ini adalah siswa peremuan yang berada pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berjumlah enam orang siswa perempuan. Pengumpulan data menggunakan instrumen angket dengan menggunakan skala perilaku asertif siswa SMP yang diberikan sebelum perlakuan (pretest) dan setelah diberikan perlakuan (posttest). Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan SPSS 16.00 melalui uji non-parametrik Wilcoxon Signed Ranks Test. Dalam uji Wilcoxon Signed Ranks Test apabila nilai signifikansi (Sig) < 0,05 maka H1 diterima dan H0 ditolak.H0 dalam penelitia ini adalah latihan asertif tidak efetif untuk meningkatkan kemampuan berkata tidak bagi siswi SMP. H1 dari penelitian ini adalah latihan asertif efektif untuk meningkatkan kemampuan berkata tidak bagi siswi SMP. Dari hasil uji tes Wilcoxon menunjukkan hasil nilai Z = -2.214 dan Asymp. Sig. (2-Tailed) menunjukkan nilai 0,02
PENERIMAAN SOSIAL SISWA REGULER TERHADAP SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS DI KELAS INKLUSI SMK NEGERI 2 MALANG
ABSTRAK Anjassari, Ekky Ramadhanna Cahya. 2014. Penerimaan Sosial Siswa Reguler Terhadap Siswa Berkebutuhan Khusus di Kelas Inklusi SMK Negeri 2 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd. (II) Dr. M. Ramli, M.A. Kata Kunci: penerimaan sosial, siswa reguler, berkebutuhan khusus, kelas inklusi Keberadaan siswa berkebutuhan khusus di kelas inklusi yang belajar bersama siswa reguler belum sesuai dengan harapan penyelenggara pendidikan inklusif yaitu dapat menjadi sumber bagi siswa reguler maupun siswa berkebutuhan khusus untuk belajar saling mengenal, memahami, dan bersosialisasi.Kenyataan di sekolah menunjukkan siswa reguler kurang dapat memberikan sikap positif terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) seperti kurang peka terhadap siswa inklusi dan cenderung bersikap tak acuh hingga mengarah pada perilaku bullying. Untuk mewujudkan hubungan sosial yang harmonis maka perlu diketahui seberapa besar penerimaan sosial yang baik terhadap siswa berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan sosial siswa reguler terhadap siswa berkebutuhan khusus di kelas inklusi SMK Negeri 2 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X,XI,XII di kelas inklusi SMKN 2 Malang berjumlah 125 siswa. Instrumen yang digunakan adalah angket penerimaan sosial. Hasil koefisien validitas item antara 0,321 – 0,767 dan hasil reliabilitas menggunakan teknik analisis koefisien Alpha Cronbach sebesar 0,944. Data penelitian dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak siswa reguler (65,6%) memiliki penerimaan sosial yang tinggi terhadap ABK, cukup banyak siswa reguler (25,6%) memiliki penerimaan sosial yang sangat tinggi terhadap ABK, sedikit siswa reguler (6,4%) memiliki penerimaan sosial yang sedang terhadap ABK, dan sedikit siswa reguler (2,4%) yang lainnya memiliki penerimaan sosial yang rendah terhadap ABK. Wujud penerimaan sosial yang dilakukan oleh sebagian besar siswa yaitu 90% siswa memiliki penerimaan sosial yang tinggi dan 10% lainnya berada pada kategori rendah. Berdasarkan penelitian di atas, saran yang dapat diberikan antara lain: (1) siswa reguler yang memiliki penerimaan yang sangat tinggi dan tinggi agar mempertahankan dan hendaknya mempengaruhi teman-temannya yang memiliki penerimaan rendah untuk lebih peka, menghargai, dan menerima terhadap kekurangan yang dimiliki ABK, (2) Konselor dan Guru Pendamping Khusus (GPK) hendaknya dapat bekerjasama untuk membantu siswa-siswa yang memiliki penerimaan sosial rendah agar mereka lebih peka dan memahami ABK melalui kegiatan yang diadakan seperti diskusi kelompok, karyawisata, penayangan cynema teraphy dan permainan kelompok, (3) Peneliti selanjutnya, disarankan agar melakukan penelitian yang lebih komprehensif tentang berbagai aspek penerimaan sosial dan menggunakan populasi yang lebih besar sehingga dapat menghasilkan hasil penelitian yang lebih luas.
perbedaan kontrol diri siswa dalam berpacaran melalui penerapan paket bimbingan pacaran dan akibatnya
ABSTRAK perbedaan kontrol diri siswa dalam berpacaran melalui penerapan paket bimbingan pacaran dan akibatnya. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kontrol diri siswa dalam berpacaran melalui penerapan paket bimbingan yang telah diteliti dan dikembangkan sebelumnya. rancangan penelitian yang digunakan adalah One Group Pre Test Post Test Design. subjek penelitian sebanyak 10 orang siswa kelas VII SMP Negeri 5 Malang yang memiliki tingkat kontrol diri dalam berpacaran yang rendah. instrumen yang digunakan adalah self report berupa angket, data yang terkumpul dianalisis menggunakan statistik non parametrik uji Wilcoxon, melalui hasil analisis ini didapatkan kesimpulan bahwa ada perbedaan kontrol diri siswa dalam berpacaran yang signifikan dari sebelum dan sesudah perlakuan
Efektivitas Metode Self Management untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SMP
ABSTRAK Shadiq, Imam Ja’far 2014. Efektivitas Metode Self-Management Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SMP. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Hariadi Kusumo, M. Pd (2) Drs. H. Widada, M. Si. Kata kunci: Metode self-management, motivasi belajar, siswa SMP. Motivasi Belajar adalah bentuk dorongan atau daya penggerak individu dalam melakukan aktivitas sadar berupa serangkaian kegiatan seperti membaca, mengamati, mendengarkan, meniru, dan lain sebagainya, dengan tujuan untuk mendapatkan pengetahuan, perubahan, pengalaman baru dan tentunya ke arah positif (perilaku belajar yang baik). Metode self-management adalah salah satu metode dalam pengubahan perilaku, di mana diasumsikan individu sendirilah yang dapat mengurangi perilaku lamanya yang tidak efektif dengan menggunakan keahlian tertentu dalam mempelajari hal-hal yang baru dan mengatur kembali lingkungannya. Dalam self-management siswa sendirilah yang menentukan perilaku yang diinginkannya, menentukan sendiri cara mengontrol dirinya, dan memilih hadiah bagi dirinya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode self-management terhadap peningkatan motivasi belajar siswa SMP. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 13 Malang yang berjumlah 7 siswa. Metode penelitian ini menggunakan desain eksperimen one group pretest-posttest design. Pengumpulan data menggunakan inventori motivasi belajar siswa SMP. Data dianalisis dengan bantuan SPSS Versi 17.00) for windows 7. menggunakan uji statistik non-parametric test - two related sampels test – wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan (Z = -2,371) dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,018 kurang dari 0,05, artinya metode self-management efektif meningkatkan motivasi belajar siswa SMP. Ada peningkatan skor tes sebesar 21,47. Saran dalam pelatihan self-management harus mempertimbangkan hal-hal seperti, ketersediaan waktu, fasilitas, keterampilan/pengetahuan mengenai teknik self-management terkait kesiapan konselor atau fasilitator, kesiapan siswa terkait komitmen yang tinggi, karena komitmen yang tinggi merupakan syarat jika ingin mendapatkan hasil yang maksimal dan sesuai harapan. Bagi peneliti selanjutnya bisa melakukan penelitian serupa dengan memperbanyak subjek penelitian dan menggunakan kelompok kontrol sebagai pembanding
PENGEMBANGAN PERMAINAN ULAR TANGGA UNTUK MENGELOLA STRES UJIAN NASIONAL SISWA SMP
ABSTRAK Stres merupakan penyebab utama siswa tidak lulus UN (Ujian Nasional). Hal ini kemungkinan bisa disebabkan karena ketidakmampuan siswa dalam mengatasi stresnya menjelang dan saat Ujian Nasional sedang dilaksanakan. Berdasarkan fenomena tersebut pengelolaan stres siswa menghadapi Ujian Nasional sangat diperlukan dalam mencapai keberhasilan untuk bisa lulus 100%. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan pedoman permainan ular tangga yang digunakan konselor untuk mengelola stres Ujian Nasional siswa SMP atau sederajat yang berterima. Metode pengembangan menggunakan model yang mengadaptasi langkah-langkah dari Borg dan Gall (2003:571) yang meliputi: studi pendahuluan, perencanaan, pengembangan model hipotetik, penelaahan model hipotetik, revisi model awal, uji coba terbatas dan revisi hasil uji coba; sedangkan uji coba lebih luas, revisi model akhir, diseminasi dan sosialisasi tidak dilakukan. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 5 Malang dengan 10 subyek siswa ujicoba kelas IX. Berdasarkan penilaian para ahli yang terdiri dari (1) ahli bimbingan dan konseling pada spesifikasi produk menunjukkan skala rerata 3,20 yang berarti baik, (2) ahli media pada spesifikasi produk menunjukkan skala rerata 3,75 yang berarti sangat baik, (3) penilaian calon pengguna produk pada spesifikasi produk menunjukkan skala rerata 3,50 yang berarti baik, (4) penilaian dari siswa pada spesifikasi produk menunjukkan skala rerata 3,81 yang berarti sangat baik. Berdasarkan uji statistik menggunakan SPSS 16,0 menunjukkan nilai Zhitung > Ztabel (2,80>1,96), dengan Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,00
Perilaku Instruksional Guru dalam Melaksanakan Pembelajaran Berbasis Karakter di SMK (Studi Kasus pada SMK Eka Dharma dan SMK Tri Murti Bali)
ABSTRAK Arsa, I Made Rai. 2014. Perilaku Instruksional Guru dalam Melaksanakan Pembelajaran Berbasis Karakter di SMK (Studi Kasus pada SMK Eka Dharma dan SMK Tri Murti Bali). Tesis. Program Studi Pendidikan Kejuruan, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Dwi Agus Sudjimat, S.T., M.Pd, (II) Dr. H. Tri Atmadji Sutikno, M.Pd. Kata kunci: perilaku instruksional guru, pembelajaran berbasis karakter. Perilaku instruksional guru memiliki peran penting dalam melaksanakan pembelajaran berbasis karakter di SMK. Perilaku instruksional guru merupakan segala aktivitas atau tindakan interaksi guru baik verbal maupun nonverbal, mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang dilakukan guru selama proses pembelajaran sehingga menghasilkan suatu perubahan baik yang bersifat pengetahuan, sikap ataupun perilaku siswa. Sedangkan pembelajaran berbasis karakter adalah proses pembelajaran dengan mengintegrasikan nilai-nilai karakter kepada siswa baik dari hati, pikiran, raga, serta rasa dan karsa dengan tujuan meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan mengarah pada pembentukan karakter dan akhlak mulia siswa secara utuh, terpadu, dan seimbang. Penelitian ini dilaksanakan untuk meneliti perilaku instruksional guru dalam melaksanakan pembelajaran berbasis karakter di kelas pada Program Keahlian Teknik Bangunan (PKTB). Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui nilai-nilai karakter yang dikembangkan guru SMK PKTB dalam pembelajaran berbasis karakter di kelas; (2) untuk menggambarkan perilaku instruksional guru SMK PKTB dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis karakter di kelas; dan (3) mengetahui kendala yang dihadapi guru SMK PKTB dalam melaksanakan pembelajaran berbasis karakter di kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan rancangan studi multi situs. Peneliti dalam penelitian ini berperan sebagai instrumen primer selama pengumpulan data. Sumber data (informan kunci) dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran produktif pada PKTB yang didukung oleh keterangan dari kepala sekolah dan waka kurikulum. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, studi dokumen, dan observasi partisipan yang menghasilkan rekaman wawancara, silabus dan RPP, foto dan video. Dalam penelitian ini dilakukan analisis data situs individu dan analisis data lintas situs. Pengecekan keabsahan temuan dengan kriterium derajat kepercayaan (kredibilitas) yang dilakukan dengan teknik: (1) perpanjangan keikutsertaan; (2) ketekunan pengamatan; (3) triangulasi baik sumber, metode, dan teori; dan (4) auditing. Hasil penelitian menemukan: Pertama, nilai-nilai karakter yang dikembangkan guru SMK PKTB dalam pembelajaran berbasis karakter di kelas merujuk pada karakter bangsa, wirausaha, konsep Tri Hita Karana dan Asta Kosala Kosali. Kedua, perilaku instruksional guru sesuai dengan nilai-nilai karakter yang dikembangkan dalam pembelajaran. Ketiga, kendala yang dihadapi guru dalam melaksanakan pembelajaran berbasis karakter adalah: (1) guru sulit menyesuaikan karakter yang dikembangkan dengan indikator pencapaian; (2) banyaknya nilai-nilai karakter yang harus dikembangkan guru; (3) banyaknya jumlah siswa sehingga sulit untuk memantau perilaku siswa; (4) siswa berasal dari latar belakang yang berbeda, pola pikir yang berbeda, membawa sikap masing-masing; dan (5) waktu yang tersedia kurang banyak untuk menyesuaikan karakter pada siswa. Berdasarkan hasil temuan penelitian, peneliti menyarankan: (1) sekolah terus mengembangkan karakter lokal sehingga dapat dijadikan sebagai rujukan untuk pengembangan nilai-nilai karakter dalam pembelajaran dan mengembangkan guru melalui pelatihan-pelatihan sehingga pembelajaran berbasis karakter dapat tercapai dengan maksimal; (2) guru terus mengembangkan diri melalui pelatihan-pelatihan sehingga dapat mengembangkan semua nilai-nilai karakter pada siswa dalam pembelajaran; dan (3) bagi peneliti berikutnya: (a) melakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengembangan nilai-nilai karakter dalam pembelajaran di SMK, (b) perlu dilakukan penelitian terkait evaluasi pembelajaran berbasis karakter dengan melihat tingkat keberhasilan lulusan SMK di dunia usaha maupun industri, dan (c) melakukan penelitian mengenai latar belakang guru sehingga dapat mengembangkan nilai-nilai karakter denganmaksimal
Pengembangan Inventori Kematangan Karier untuk Siswa SMK dalam Bentuk Software
ABSTRAK Fahim,. Zamzam Ulinuha. 2014. Pengembangan Inventori Kematangan Karier untuk Siswa SMK dalam Bentuk Software. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Harmiyanto, M.Pd, (II) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd. Kata Kunci: inventori, kematangan karier, SMK, software. Pengembangan inventori kematangan karier ini dilatarbelakangi, belum adanya alat ukur yang digunakan konselor SMK untuk mengetahui kesiapan siswa yang berangkat PRAKERIN dalam menghadapi tantangan dunia kerja. Selain itu, saat ini belum ada inventori kematangan karier yang digunakan untuk mengukur kematangan karier yang dikhususkan untuk siswa SMK. Pengembangan inventori dalam bentuk software didasari oleh perkembangan teknologi yang semakin beragam dan bersifat instan dalam setiap sudut kehidupan, sehingga instrumen non tes yang biasanya berbentuk manual, kini mampu diolah menjadi lebih praktis dan efisien dengan menggunakan perangkat lunak atau software. Tujuan Penelitian adalah untuk menghasilkan inventori kematangan karier untuk siswa SMK dalam bentuk software yang memenuhi standar alat ukur inventori meliputi tingkat validitas, reliabilitas dan kelayakan yang memadai. Model pengembangan yang digunakan oleh peneliti, diadaptasi dari model pengembangan Borg & Gall yaitu: (1) pengumpulaninformasi, (2) perencanaan, (3) mengembangkanbentukprodukawalinventori, (4) ujiprodukinventori (draft I), (5) revisiprodukberdasarkanhasilujiprodukinventori (draft I), (6) uji produk inventori (draft II), (7) revisi produk berdasarkan hasil uji produk inventori (draft II), (8) input ke dalam software, (9) penilaian ahli media, (10) revisi berdasarkan uji ahli media, (11) uji ahli lapangan/konselor, (12) revisi berdasarkan uji ahli lapangan, (13) uji kelompok kecil, (14) revisi produk menjadi produk akhir. Subjek data dalam pengembangan ini adalah siswa SMKN 2 Malang sebanyak 72 siswa. Hasil penelitian pengembangan ini telah memenuhi koefisien validitas dan reliabilitas. Hasil uji validitas menghasilkan 59 aitem yang valid dengan nilai koefisen korelasi per aitem diatas 0,3. Adapun koefisien reliabilitas inventori kematangan karier adalah 0,926, angka ini termasuk angka korelasi tinggi, dengan demikian inventori yang dihasilkan telah valid dan reliable. Hasil uji ahli dan uji lapangan juga menunjukkan bahwa inventori kematangan karier yang dikembangkan dalam bentuk software layak untuk digunakan. Saran pengembangan lebih lanjut yaitu: inventori ini perlu diujicobakan pada subjek uji kelompok besar, selain itu perlu dicari validitas lain untuk lebih menguatkan hasil pengembangan, misalnya mencari validitas prediktif, serta perlu dikembangkan norma yang lebih baik dengan subjek yang lebih besar
PENGEMBANGAN PANDUAN SOSIODRAMA UNTUK MEMBENTUK KARAKTER JUJUR SISWA KELAS V SDN KETAWANG 01 PURWOASRI KEDIRI
ABSTRAK Anugraheni, Nita Pratiwi. 2014. Pengembangan Panduan Sosiodrama Untuk Membentuk Karakter Jujur Siswa Kelas V SDN Ketawang 01 Purwoasri Kediri. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd (II) Dr. Carolina Ligya Radjah, M.Kes. Kata kunci: Pengembangan,PermainanSosiodrama, Karakter Jujur. Karakter merupakan watak, tabiat, akhlak atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai nilai, moral dan norma yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap dan bertindak (Kemendiknas, 2010: 3). Pengembangan karakter bangsa dapatdilakukan melalui jalur pendidikan formal dengan menerapkan pendidikan karakter di setiap jenjang pendidikan, salah satu jenjang tersebut adalah jenjang sekolah dasar.Siswajenjang sekolah dasar berada pada masa anak-anak akhir yang berada pada rentang usia 7-12 tahun.Havighurts (dalam Hurlock, 2002) menyatakan bahwa salah satu tugas perkembangan masa anak-anak akhir adalah mengembangkan kata hati, moralitas dan nilai. Maka untuk memenuhi tugas perkembangan tersebut, guru perlu memberikan pendidikan karakter kepada siswa jenjang sekolah dasar. Terdapat delapan belas nilai yang dikembangkan melalui pendidikan karakter (Kemendiknas, 2010: 9-10), salah satunya adalah nilai jujur. Dewasa ini nilai kejujuran semakin memudar dari jati diri bangsa. Banyaknya kasus korupsi memberikan contoh yang buruk bagi generasi bangsa selanjutnya. Berdasarkan hasil wawancara, observasi dan angket yang dilakukan oleh peneliti di SDN Ketawang 01 Purwoasri Kediri diketahui juga bahwa tingkat kejujuran siswa masih rendah. Untuk menjembatani fenomena yang ada dilapangan, maka peneliti melakukan pengembangan produk berupa panduan sosiodrama untuk membentuk karakter jujur siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk berupa panduan sosiodrama untuk membentuk karakter jujur siswa yang berterima secara teoritis dan praktis. Prosedur pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini diadaptasi dari model pengembangan Borg and Gall (1983). Kegiatan uji coba produk dilakukan dengan menggunakan tiga jenis uji coba yaitu uji ahli (ahli bimbingan dan konseling, ahli drama dan ahli media), uji calon pengguna produk (guru), dan uji kelompok kecil. Jenis data yang dihimpun adalah data kuantitatif melalui pengumpulan data menggunakan skala penilaian produk. Kegiatan analisis data kuantitatif dilakukan dengan menggunakan rerata (mean). Selain penilaian melalui skala, terdapat pula saran atau masukan yang diberikan oleh ahli(ahli bimbingan dan konseling, ahli drama, ahli media) dan calon pengguna produk saat melakukan uji ahli dan uji calon pengguna produk. Saran dan masukan ini digunakan sebagai bahan untuk merevisi produk. Saat melaksanakan uji kelompok kecil, data dihimpun melalui saran dan masukan yang digunakan sebagai bahan revisi akhir produk. Berdasarkan kegiatan uji coba produk maka telah dihasilkan produk panduan sosiodrama untuk membentuk karakter jujur siswa kelas V yang telah berterima secara teoritis dan praktis. Berdasarkan hasil pengembangan disarankan, (1) Guru dapat mengoptimalkan penggunaan teknik sosiodrama untuk membentuk karakter jujur siswa kelas V melalui panduan yang telah dikembangkan; (2) Perlu dilakukan uji efektivitas melalui penelitian ekperimen untuk mengetahui keefektivan panduan sosiodrama untuk membentuk karakter jujur siswa kelas V ini.
Hubungan Antara Sikap Optimis dengan Interaksi Sosial Siswa kelas 8 SMPN 1 Gondangwetan
ABSTRAK Yuliandana, Yan Rizal. 2014. Hubungan Antara Sikap Optimis dan Interaksi Sosial Siswa Kelas VIII SMPN 1 Gondangwetan.Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hariadi Kusumo M.Pd. (II) Yuliati Hotifah, S.Psi, M.Pd, Kata Kunci: sikap optimis, interaksi sosial, siswa SMP Remaja tidak lepas dari lingkungan sosial yang ada di sekitarnya, terutama di sekolah. Tidak semua siswa dapat menguasai keterampilan menjalin interaksi maupun relasi pertemanan. Kesulitan dalam menjalin interaksi sosial tersebut akan menimbulkan permasalahan sosial. Dalam menjalin hubungan sosial tidak terlepas dari beberapa faktor yang mempengaruhi salah satunya adalah sikap optimis. SMPN 1 Gondangwetan memiliki prestasi yang banyak, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Hal ini menjadi gambaran bahwa siswa SMPN 1 Gondangwetan memiliki sikap yang optimis. Disamping itu terdapat siswa melakukan tindakan kekerasan terhadap temannya. Ini tidak sesuai dengan apa yang diungkapkan Safaria (2007) bahwa sikap optimis anak dapat mempengaruhi interaksi sosial dalam kelompoknya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi siswa SMPN 1 Gondangwetan. Khususnya penggambaran tentang (1) sikap optimis, (2) interaksi sosial, dan (3) hubungan antara sikap optimis dan interaksi sosial pada siswa kelas VIII SMPN 1 Gondangwetan. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Rancangan penelitian menggunakan rancangan korelasi deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 1 Gondangwetan sebanyak 283 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling yakni melakukan random kelas untuk menentukan kelas yang di ambil sebagai sampel. Hasil random ditentukan bahwa sampel berasal dari kelas VIII A, VIII B, VIII D, dan VIII E sebanyak 151 siswa (50% dari Populasi). Pengumpulan data dilakukan dengan instrumen berupa angket sikap optimis dan angket interaksi sosial. Sebelum melakukan analisis data terlebih dahulu data di uji menggunakan analisis kosmogorov-Smirnov sebagai uji prasyarat, kemudian data di analisis menggunakan teknik analisis correlation product moment pearson dibantu menggunakan software IBM SPSS 20 for Window 7 32 bit. Hasil analisis data sikap optimis menunjukkan bahwa 84% siswa SMPN 1 Gondangwetan termasuk pada kategori optimis, sedangkan analisa data interaksi sosial menunjukkan bahwa 83% siswa SMPN 1 Gondangwetan termasuk dalam kategori asosiatif. Sikap optimis dan interaksi sosial pada siswa SMPN 1 Gondangwetan memiliki hubungan yang rendah (r = 0,216), dan bersifat searah. Dapat disimpulkan bahwa siswa SMPN 1 Gondangwetan memiliki sikap pada kategori optimis dan asosiatif. Kedua variabel tersebut memiliki hubungan yang rendah dan bersifat searah. Artinya semakin tinggi sikap optimis maka interaksi sosialnya juga mengalami kenaikan Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian serupa dengan jumlah sampel yang lebih banyak dan populasi lebih luas sehingga dapat menjadi pembenaran bagi penelitian ini. Bagi sekolah diharapkan dapat memberikan mengembangkan diri siswa dengan cara bekerja sama dengan kesiswaan dan menyusun progam sekolah untuk meningkatkan interaksi sosial siswa menjadi asosiatif
Identifikasi Penguasaan Kompetensi Konselor SMA Negeri di Kota Malang
ABSTRAK A’yunin, Binti Qurrotul. 2014. Identifikasi Penguasaan Kompetensi Konselor SMA Negeri di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Andi Mappiare AT, M.Pd. (II) Drs. Widada, M.Si. Kata Kunci: Identifikasi, Penguasaan Kompetensi, Konselor Penguasaan kompetensi merujuk pada kemampuan melaksanakan tugas-tugas dan pada bagaimana seharusnya seseorang berperilaku untuk menjalankan peran tertentu secara kompeten dalam suatu bidang kerja. Kompetensi yang dimaksud penelitian ini telah tertera dalam Permendiknas No. 27 Tahun 2008, yaitu: 1) kompetensi pedagogik, 2) kompetensi kepribadian, 3) kompetensi sosial, dan 4) kompetensi profesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran responden dalam hal penguasaan kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini yaitu 27 konselor SMA Negeri di Kota Malang yang ditentukan dengan salah satu jenis dari teknik pengambilan sampel nonprobability sampling yaitu teknik incidental sampling. Instrumen penelitian yang digunakan sebagai alat pengumpulan data yaitu angket atau kuesioner. Teknik analisis data dilakukan secara manual dengan bantuan microsoft excel untuk penghitungan persentase frekuensi responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk kompetensi pedagogik, hanya sebagian kecil konselor SMA Negeri di Kota Malang yang telah menguasai kompetensi tersebut dengan sepenuhnya. Kemampuan yang paling dikuasai oleh konselor dalam kompetensi pedagogik yaitu membaca dan menerapkan teori tentang ilmu bimbingan dan konseling dalam ranah pendidikan. Untuk kompetensi kepribadian, sebagian besar konselor telah menguasai kompetensi tersebut dengan sepenuhnya terutama pada kemampuan dalam menerapkan sikap saling menghormati terhadap seluruh personil sekolah. Untuk kompetensi sosial, sebagian kecil konselor telah menguasai dengan sepenuhnya terutama pada kemampuan dalam mengaplikasikan teori-teori BK sesuai dengan Kode Etik Profesi BK. Begitu juga dengan kompetensi profesional, sebagian kecil saja yang telah memiliki penguasaan sepenuhnya. Dapat diketahui bahwa kemampuan yang menonjol dari kompetensi profesional yaitu pada kemampuan mempraktikkan penyusunan rencana pelaksanaan program BK; menunjukkan keterbukaan terhadap siswa untuk memfasilitasi perkembangan akademik, karier, pribadi, dan sosial siswa; serta mengaplikasikan asas kerahasiaan dalam praktik BK. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, saran yang dapat diberikan antara lain: 1) diharapkan bagi para konselor untuk mengambil tindakan meningkatkan penguasaan kompetensi pedagogik, sosial, dan profesional dan mempertahankan penguasaan kompetensi kepribadian yang telah dimiliki, 2) diharapkan peneliti selanjutnya dapat memperluas ruang lingkup penelitian dan mengembangkan alat evaluasi untuk mengetahui tingkat penguasaan kompetensi konselor secara detail