SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    1354 research outputs found

    Profil Pilihan Karier Siswa SMA Negeri 1 Tongas

    No full text
    ABSTRAK   Putranto, Riski. 2014. Profil Pilihan Karier Siswa SMA Negeri 1 Tongas. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Ella Faridati Zen, M.Pd (II) Dr. Hj. Muslihati, S.Ag, M,Pd   Kata Kunci: Pilihan Karier, Tipe Kepribadian   Penelitian  profil  pilihan  karier  ini  diadakan  karena  peneliti menemukan fakta  bahwa  anak  di  daerah  Kecamatan  Tongas  Kabupaten  Probolinggo  dan sekitarnya belum memiliki  pandangan  tentang  arah kariernya ke depan. Mereka masih bingung ketika ditanya mengenai kehidupan kariernya setelah lulus sekolah nantinya. Kebanyakan  dari mereka memilih  pekerjaan-pekerjaan  yang  dianggap bagus atau favorit di lingkungan mereka. Penelitian  ini bertujuan untuk mendeskripsikan pilihan karier siswa SMA Negeri  1  Tongas.  Seperti  apa  gambaran  pilihan  karier  siswa  SMA  Negeri  1 Tongas,  dilihat  dari  tipe  kepribadiannya.  Penelitian  ini  hanya  berusaha  untuk mendeskripsikan pilihan karier siswa SMA Negeri 1 Tongas. Penelitian  ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Penelitian yang berusaha  mendeskripsikan  fakta  ke  dalam  skala  kuantitatif.  Populasi  dalam penelitian adalah siswa SMA Negeri 1 Tongas, yaitu sebanyak 258 siswa. Jumlah sampel yang akan diambil dihitung menggunakan rumus yang dikembangkan oleh Isaac  dan  Michael.  Jumlah  responden  adalah  133  siswa.  Teknik  pengambilan sampel  yang  digunakan  adalah  Proportional  Stratified  Random  Sampling. Sehingga kelas yang menjadi sampel adalah kelas XA, XB, XC, XI IA 1, XI IA 2, XI IS 1, XI IS 2. Instrumen yang digunakan adalah inventori tipe kepribadian dan angket pilihan karier yang dikembangkan dari  teori Holland. Teknik  analisisnya menggunakan teknik analisis persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe konvensional dipilih oleh siswa terbanyak  yaitu  pada  tipe  kepribadian  (62  siswa)  dan  pilihan  karier  (40  siswa). Pekerjaan dengan peminat terbanyak adalah pengusaha, yaitu sebanyak 125 siswa. Tiga dari lima pekerjaan yang paling diminati adalah pekerjaan yang termasuk ke dalam tipe konvensional, yaitu pegawai kantor, pegawai bank, dan sekretaris. Tiga pekerjaan yang disebutkan di atas masuk ke dalam tipe konvensional yang artinya bahwa pilihan siswa SMA Negeri berkutat pada tipe konvensional. Sebagian besar siswa  yang  memiliki  tipe  kepribadian  konvensional  memilih  pekerjaan  tipe konvensional, meskipun  ada  beberapa  siswa  yang memilih  pekerjaan  pada  tipe lainnya. Dari  hasil  penelitian  ini  diharapkan  akan  berguna  bagi  konselor  dan sekolah.  Bagi  konselor  diharapkan  akan  menjadi  informasi  yang  berguna  bagi pengembangan  program  BK  di  sekolah. Dengan  tujuan  untuk membantu  siswa mengenali  dirinya  dan  juga pekerjaan  yang  diminatinya. Sehingga  siswa mudah dalam  menentukan  pilihan  kariernya.  Bagi  sekolah  diharapkan  dapat  menjadi sumber  informasi atau data yang dapat digunakan untuk pengembangan program sekolah.  Sekolah  juga  dapat  membantu  konselor  dalam  kaitannya  dengan penyusunan  program  bimbingan  karier.  Sekolah  hendaknya  menjadi  fasilitator dengan  menyediakan  berbagai  kebutuhan  yang  diperlukan  dalam  penyusunan program  dan  pelaksanaan  program.  Sehingga  tujuan  dari  pelaksanaan  program dapat tercapai

    Efektifitas Sosiodrama Untuk Meningkatkan Kesadaran Toleransi Siswa Kelas VII SMP Raden Patah Batu

    No full text
    ABSTRAK Fatqurrocman, Pramudiya Mahendra. 2014. Efektifitas Sosiodrama untuk Meningkatkan Kesadaran Toleransi Siswa Kelas VII SMP Raden Patah Batu. Skripsi, Bimbingan Konseling FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Triyono, M.Pd (2) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd. Kata kunci: sosiodrama, kesadaran toleransi. Kesadaran terhadap toleransi adalah pengetahuan, kepekaan dan kesiagaan terhadap peristiwa yang terjadi di sekitar dan mewujudkannya dengan bentuk perilaku memahami, menghargai, menghormati dan menerima setiap tindakan yang dilakukan oleh orang lain. Kesadaran terhadap toleransi yang dimiliki siswa saat ini mulai menurun. Fenomena yang terjadi di lapangan sering kali siswa di dalam kelas membuat gaduh saat pelajaran ataupun di saat pergantian jam pelajaran, menyoraki teman yang jawabannya salah ketika siswa sedang menjawab pertanyaan dari guru ataupun ketika berdiskusi. Adanya perbedaan ini sering kali menyebabkan munculnya geng di dalam kelas yang mengakibatkan adanya siswa yang menjadi minoritas sebagai bahan ejekan oleh teman di kelas. Perilaku tersebut merupakan dampak dari kurangnya kesadaran terhadap toleransi siswa di kalangan siswa. Bimbingan dan konseling berperan penting dalam mengatasi kesadaran toleransi, melalui salah satu teknik dalam bimbingan dan konseling yaitu teknik sosiodrama. Dalam hal ini teknik sosiodrama merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran toleransi siswa SMP. Penelitian yang dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui keefektifan teknik sosiodrama untuk meningkatkan kesadaran toleransi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pre experimental design dengan jenis One Group Pretest and Posttest design. Eksperimen yang dilaksanakan pada satu kelompok tanpa kelompok pembanding. Pelaksanaan rancangan penelitian ini dilakukan dengan cara memberikan perlakuan pada sekelompok individu berupa sosiodrama, dan postest berupa skala kesadaran toleransi. Subjek penelitian adalah siswa SMP Raden Patah Batu kelas VII yang memiliki kesadaran toleransi sedang dan rendah berjumlah 12 orang siswa. Data yang sudah terkumpul dianalisis dengan uji beda Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosiodrama efektif untuk meningkatkan kesadaran toleransi siswa SMP. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan nilai kesadaran toleransi kelompok eksperimen setelah diberikan treatment dengan menghasilkan nilai Wilcoxon sebesar (z= -3.069a)  dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailled) 0,002 pada derajat signifikansi. Berdasarkan hasil penelitian, maka peneliti menyarankan kepada berbagai pihak: 1) Konselor: hendaknya menggunakan teknik sosiodrama pada siswa yang mempunyai kesadaran toleransi rendah, mempertimbangkan alur cerita serta memperhatikan semua siswa mempunyai kesempatan yang sama untuk mengemukakan pikiran, perasaan dan pengalaman mereka, 2) Siswa: lebih aktif memanfaatkan fungsi BK, 3) Peneliti selanjutnya: hendaknya menggunakan kelompok kontrol di samping kelompok eksperimen, sehingga efektifitas sosiodrama dapat dilihat perbedaan peningkatan kesadaran toleransi siswa antara kelompok yang diberikan treatment dan yang tidak

    PENGEMBANGAN PANDUAN KETERAMPILAN SOSIAL DENGAN TEKNIK SOSIODRAMA UNTUK SISWA KELAS III

    No full text
    ABSTRAK   Setiawati, Ria. 2013. Pengembangan Panduan Keterampilan Sosial dengan Teknik Sosiodram untuk Siswa Kelas III. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Elia Flurentin, M.Pd (II) Drs. Hariadi Kusumo, M.Pd.   Kata kunci: sosiodrama, keterampilan sosial, siswa SD Pada hakikatnya, manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri tanpa orang lain. Hakikat manusia sebagai makhluk sosial, menuntut manusia untuk dapat bersosialisasi dengan lingkungan sekitar yang memiliki aturan dan norma masing-masing. Untuk dapat menjalani kehidupan sebagai makhluk sosial dan dapat diterima oleh lingkungan, manusia harus memiliki keterampilan sosial dalam bergaul.  Keterampilan sosial merupakan keterampilan yang harus dimiliki seseorang yang hubungannya dengan orang lain agar dapat diterima dengan baik oleh lingkungan. Keterampilan sosial tidak bisa begitu saja dikuasai tanpa adanya latihan sejak dini. Masa anak mulai matang adalah usia 9 atau 10 tahun yang setara dengan siswa kelas III , sehingga di masa ini anak akan lebih mudah mempelajari keterampilan sosial yang menjadi bekal mereka untuk hidup dalam lingkungan sosial. Dari hal tersebut, maka dikembangkan suatu panduan keterampilan sosial dengan teknik sosiodrama untuk siswa kelas III SD. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan produk berupa Panduan Keterampilan Sosial dengan Teknik Sosiodrama Untuk Siswa Kelas 3 di SDN Purwoasri 01 Kabupaten Malang yang dapat digunakan oleh konselor atau guru dalam memberikan layanan bimbingan kepada siswa sehingga siswa memiliki keterampilan sosial. Dalam pengembangan ini, peneliti menggunakan model pengembangan (Research and Development) Borg dan Gall. Tahapan yang digunakan adalah 1) menentukan masalah dan potensi penelitian, 2) mengumpulkan data, 3) mendesai produk, 3) penilain uji ahli, 4) perbaikan atau revisi produk, 5) uji coba produk, 6) uji coba pemakaian, dan 7) revisi produk akhir. Produk yang dikembangkan telah melewati beberapa uji ahli, yaitu uji ahli bimbingan dan konseling serta uji ahli drama. Dari hasil uji ahli bimbingan dan konseling, secara kuantitatif rerata akhir keseluruhan dari format penilaian uji ahli BK menunjukkan sko r3,1 artinya adalah penilain terhadap produk sangat layak. Dari hasil uji ahli drama, secara kuantitatif hasil rerata akhir menunjukkan skor 3,2 yang artinya skenario tersebut sangat layak. Selanjutnya, uji calon pengguna produk dan uji kelompok kecil yaitu siswa kelas III SDN Purwoasri 01. Berdasarkan hasil uji coba tersebut, diperoleh hasil produk panduan keterampilan sosial dengan teknik sosiodrama untuk siswa kelas III SDN Purwoasri 01 Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil diperoleh, maka pengguna produk perlu mempelajari lebih dalam isi produk agar bisa kegiatan bimbingan dapat berjalan dengan baik. Bagi peneliti selanjutnya, produk ini dapat digunakan untuk penelitian dalam menilai efektivitas produk.

    Perbedaan Motivasi Berprestasi Siswa MAN 3 Malang yang Tinggal di Asrama dan yang Tinggal di Rumah

    No full text
    ABSTRAK   Rohmah, Annisa Arifatur. 2013. Perbedaan Tingkat Motivasi Berprestasi antara Siswa Madrasah Aliyah Negeri 3 Malang yang Tinggal di Asrama dan yang Tinggal di Rumah. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Widada, M.Si., (II) Dr. Blasius Boli Lassan, M.Pd Kata kunci: motivasi berprestasi, siswa di asrama, siswa di rumah Peserta didik merupakan subjek yang memiliki potensi untuk mengembangkan pola kehidupan, sehingga diharapkan dapat menunjukkan kemampuan yang dimilikinya. Kualitas yang dimiliki peserta didik salah satunya dapat dilihat dari prestasi akademik yang diraihnya. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui (1) motivasi berprestasi siswa Madrasah Aliyah Negeri 3 Malang yang tinggal di asrama, (2) motivasi berprestasi siswa Madrasah Aliyah Negeri 3 malang yang tinggal di rumah, dan (3) perbedaan motivasi berprestasi siswa Madrasah Aliyah Negeri 3 Malang yang bertempat tinggal di rumah dan yang bertempat tinggal di asrama. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif komparatif. Subjek penelitian adalah 30 siswa Madrasah Aliyah Negeri 3 Malang yang tinggal di asrama dan 30 siswa Madrasah Aliyah Negeri 3 Malang yang tinggal di rumah. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data diambil dengan menggunakan angket motivasi berprestasi dan diolah menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan motivasi berprestasi siswa Madrasah Aliyah Negeri 3 Malang yang tinggal di asrama dan yang tinggal di rumah. Motivasi berprestasi siswa yang tinggal di rumah lebih tinggi dibandingkan siswa yang tinggal di asrama. Bertolak pada penelitian ini maka ada beberapa saran bagi (1) konselor, hendaknya memberikan prioritas layanan kepada siswa-siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah, antara lain dengan  pelatihan meningkatkan motivasi berprestasi, layanan konseling individual, layanan informasi tentang tips-tips menumbuhkan motivasi belajar, (2) orang tua, hendaknya orang tua dapat membantu siswa untuk meningkatkan motivasi berprestasinya. Tindakan yang dapat dilakukan adalah memberikan perhatian secara lebih kepada putra-putinya. Orang tua juga dapat memberikan penghargaan kepada putra-putrinya apabila mereka dapat meningkatkan motivasi berprestasinya, (3) peneliti selanjutnya, perlu diadakan penelitian yang lebih mendalam tentang faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi motivasi berprestasi siswa

    KEEFEKTIFAN KONSELING KELOMPOK REALITA DENGAN IMPACT COUNSELING PROPS UNTUK MENINGKATKAN HARGA DIRI SISWA SMA NEGERI 1 PONGGOK KELAS XI

    No full text
    ABSTRAK   Susana, Hikmah Feny. 2014. Keefektifan Konseling Kelompok Realita dengan Impact Counseling Props untuk Meningkatkan Harga Diri Siswa SMA. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Triyono, M.Pd., (II) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd   Kata Kunci: Impact Counseling Props, Konseling Kelompok Realita, harga diri, siswa SMA   Harga diri adalah penilaian individu terhadap kemampuan, keberartian, kekuasaan dan kebajikan pribadi untuk memperoleh pengakuan, penghargaan, penghormatan dan penerimaan dari orang lain sebagai individu yang bermartabat. Remaja mengalami krisis harga diri (harga diri rendah). Untuk membantu mereka dibutuhkan peran konselor. Konseling kelompok realita dengan impact counseling props dapat digunakan untuk meningkatkan harga diri rendah. Impact counseling merupakan pendekatan kreatif dan inovatif berdasarkan prinsip multi sensori (verbal, visual, dan kinestetik). Strategi konseling ini memanfaatkan property tertentu untuk menyampaikan pesan secara jelas. Penelitian ini bertujuan mengetahui keefektifan konseling kelompok realita dengan impact counseling props dalam meningkatkan harga diri siswa SMA. Subjek penelitian ini adalah 6 siswa SMA kelas XI yang memiliki harga dirirendah berdasarkan skor inventori self esteem. Penelitian kuantitatif ini menerapkan metode quasi experiment dengan rancangan one group pretest-posttestdesign. Terdapat dua instrumen yang digunakan pada penelitian ini, yaitu panduan konseling kelompok realita dengan impact counseling props dan inventori self esteem. Instrumen pertama telah diuji kelayakannya oleh Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd, instrument kedua telah diuji validitas dan reliabilitasnya dengan bantuan SPSS 16 for windows. Instrumen kedua tersebut digunakan dalam pretest dan posttest. Data pretest dan posttest dianalisis dengan statistic nonparametrik melalui uji Wilcoxon Signed Ranks Test menggunakan SPSS 16 for windows. Berdasarkan ujiWilcoxon Signed Ranks Test diketahui bahwa nilai Z = -2.207 dengan signifikansi sebesar 0.027 < 0.05, yang berarti bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil analisis statistic menggambarkan adanya perbedaan skor pretest dan posttest, sehingga konseling kelompok realita dengan impact counseling props efektif untuk meningkatkan harga diri siswa SMA. Berdasarkan hasil penelitian diajukan beberapa saran diantaranya bagi: (1) peneliti selanjutnya, sebaiknya melakukan perubahan rancangan penelitian untuk meneliti harga diri siswa SMA; (2) konselor, dapat menggunakan panduan konseling kelompok realita dengan impact counseling props untuk meningkatkan harga diri siswa dengan pedoman yang telah tersusun; (3) kepala sekolah, dapat membuat program yang mendukung keterlaksanaan layanan konseling.

    Kemanfaatan Bibliokonseling untuk Meningkatkan Self-Esteem Siswa Jurusan Bahasa di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Hartini, Desy. 2014. Kemanfaatan Bibliokonseling untuk Meningkatkan Self-Esteem Siswa Jurusan Bahasa di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd., (II) Dr. Andi Mappiare AT, M.Pd.   Kata kunci: Bibliokonseling, Self-Esteem, Siswa SMA   Self-esteem yakni kebutuhan individu akan kemampuan untuk menerima dan menghargai dirinya. Self-esteem yang dimiliki siswa ditunjukkan dari perilakunya dalam proses belajar mengajar di kelas. Pada kenyataan tidak semua siswa mampu mengikuti proses belajar mengajar dengan baik, salah satu penyebabnya adalah siswa memiliki self-esteem yang rendah. Oleh karena itu, diperlukan usaha untuk membantu siswa meningkatkan self-esteem. Treatment bibliokonseling bisa menjadi alternatif untuk membantu siswa meningkatkan self-esteem. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengetahui kemanfaatan bibliokonseling untuk meningkatkan self-esteem siswa jurusan Bahasa di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Secara empirik treatment bibliokonseling belum diketahui keefektifannya untuk meningkatkan self-esteem, sehingga peneliti membuat hipotesis penelitian ini untuk menguji keefektifan treatment bibliokonseling. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian quasi eksperimen dan menggunakan desain eksperimen kasus tunggal (single case experimental design) jenis ABAB. Subjek penelitian diperoleh berdasarkan hasil skor inventori self-esteem yang tergolong rendah. Subjek penelitian berjumlah tiga siswa. Instrument pengumpulan data menggunakan inventori self-esteem dan checklist. Data yang diambil yaitu data berupa frekuensi perilaku melalui sistem pencatatan observasi. Hasil data yang diperoleh berupa grafik yang digambar dalam visual inspection dan diinterpretasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan perilaku siswa selama diberi treatment dapat direduksi hingga ≥50% sampai dengan 59%. Persentase perubahan tersebut menjelaskan bahwa treatment bibliokonseling efektif untuk meningkatkan self-esteem siswa dengan mengurangi perilaku-perilaku rendah self-esteem yang dimiliki siswa. Dari hasil penelitian ini, disarankan kepada konselor agar dapat membantu siswa untuk meningkatkan self-esteem siswa dan memelihara (maintenance) perilaku-perilaku subjek yang baru ditingkatkan dengan treatment bibliokonseling yang ada. Sedangkan saran untuk peneliti selanjutnya agar mempersiapkan reward sebagai bahan bacaan baru untuk subjek

    KEEFEKTIFAN TEKNIK PERMAINAN PERAN TERSTRUKTUR UNTUK MENINGKATKAN PENYESUAIAN SOSIAL SISWA DI SEKOLAH PADA KELAS X DI SMK NEGERI 1 GONDANG

    No full text
    ABSTRAK   Khakim, Fajar Nur. 2014. Keefektifan Teknik Permainan Peran Terstruktur untuk Meningkatkan Penyesuaian Sosial  Siswa di Sekolah pada Kelas X SMK Negeri 1 Gondang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Blasisus Boli Lasan,  M.Pd. (II) Drs. Widada, M.Si   Kata Kunci: Penyesuaian Sosial, Permainan Peran, Peran Terstruktur   Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk menguji teknik permainan peran terstruktur untuk meningkatkan penyesuaian sosial siswa di sekolah pada siswa kelas X SMK. Penelitian ini didasari karena banyaknya fenomena yang seringkali melakukan pelanggaran di sekolah dikarenakan mereka kurang bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah yang berakibat pelanggaran peraturan di sekolah dan prestasi yang jelek. Bagi siswa yang bisa menyesuaikan dengan lingkungan secara baik siswa tersebut akan merasa bahagia dalam menjalani hidup sehingga tugas perkembangan yang harus dijalani siswa tersebut akan berjalan lancar, sedangkan siswa yang tidak bisa menyesuaikan dengan lingkungan maka ia akan merasa terbebani dalam  menjalani hidup sehingga akan menghambat tugas perkembangan siswa tersebut. Bagaimanapun juga tugas perkembangan yang harus dilakukan oleh setiap siswa akan berdampak pada siswa tersebut di masa yang akan datang dan juga akan mempengaruhi prestasi akademik siswa. Bimbingan konseling dapat membantu siswa dalam mengatasi masalah penyesuaian sosial dengan layanan bimbingan kelompok. Melaluli teknik permainan peran terstruktur diharapkan siswa mampu meningkatkan penyesuaian sosial di sekolah. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Pre Experimental Design dengan jenis One Group Pretest and Posttest Design dimana terdapat satu kelompok eksperimen tanpa menggunakan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen dipilih melalui pretest dengan menggunakan inventori penyesuaian sosial di sekolah kepada sekelompok individu, treatment berupa permainan peran terstruktur, dan posttest berupa inventori penyesuaian sosial di sekolah. Pemilihan subjek penelitian didasarkan pada sepuluh siswa kelas X ATHP 2 yang memiliki tingkat penyesuaian sosial di sekolah yang rendah. Pemberian treatment dilakukan sebanyak empat kali. Posttest dilakukan setelah pelaksanaan treatment dengan inventori yang sama. Data dianalisis dengan menggunakan uji beda wilcoxon. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa teknik permainan peran terstruktur efektif untuk meningkatkan penyesuaian sosial siswa di sekolah pada kelas X SMK. Hal ini ditunjukkan dengan adanya perbedaan tingkat penyesuaian sosial siswa di sekolah sebelum dan sesudah diberikan treatment dengan hasil perhitungan menggunakan wilcoxon sebesar (Z=-2.608 a) dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0,009 pada derajat signifikan < 0, 05. Berdasarkan hasil penelitian ini maka disarankan kepada konselor agar menggunakan teknik permainan peran terstruktur untuk meningkatkan penyesuaian sosial siswa di sekolah. Perlu dipertimbangkan mengenai kemenarikan tema, rancangan permainan dan pengelolaan waktu agar teknik ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh peneliti selanjutnya.

    Pengembangan Paket Pelatihan Kematangan Emosi Siswa SMK dalam Mengikuti Praktik Kerja Industri (PRAKERIN)

    No full text
    ABSTRAK   Karina. 2014. Pengembangan Paket Pelatihan Kematangan Emosi Siswa SMK dalam Mengikuti Praktik Kerja Industri (Prakerin). Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. IM. Hambali, M.Pd, (II) Dr. Hj. Muslihati, S.Ag, M.Pd.    Kata Kunci: paket pelatihan, kematangan emosi, siswa SMK, Praktik Kerja Industri   Siswa SMK mengikuti program Praktik Kerja Industri yang memiliki lingkungan beragam yang tidak jarang memicu munculnya emosi negatif. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu konselor SMK diketahui bahwa banyak siswa yang memiliki permasalahan pada saat Praktik Kerja Industri yang dipicu oleh kurangmampunya siswa mengolah emosi. Berdasarkan perhitungan tersebut maka diperlukan media yang dapat membantu siswa mencapai kematangan emosi melalui layanan bimbingan oleh konselor. Oleh karena itu, peneliti mengembangkan paket pelatihan kematangan emosi siswa SMK dalam mengikuti Praktik Kerja Industri. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan paket pelatihan siswa SMK dalam mengikuti Praktik Kerja Industri. Prosedur pengembangan yang digunakan merupakan adaptasi sepuluh langkah model pengembangan Borg and Gall (1983). Dari kesepuluh langkah tersebut pengembangan paket dilakukan sampai tahap ketujuh, yaitu (1) research and information collecting, (2) planning, (3) develop preliminary from of product, (4) primary Field Testing, (5) main roduct revision, (6) main field testing, (7) operational product revision. Metode yang digunakan dalam pelatihan dikembangkan melalui structured learning approach (SLA). Produk pengembangan dinilai oleh ahli materi, ahli media dan pengguna untuk mengetahui ketepatan, kegunaan, kemudahan dan kemenarikan produk. Analisis data yang digunakan untuk mengolah data hasil validasi ahli media, ahli materi, dan kelompok kecil dengan menggunakan rerata. Berdasarkan hasil validasi ahli media, ahli materi, konselor dan siswa, menyatakan bahwa paket pelatihan kematangan emosi siswa SMK dalam mengikuti Praktik Kerja Industri sangat tepat, sangat berguna, sangat mudah dan menarik untuk digunakan sebagai media bimbingan pribadi khususnya kematangan emosi pada siswa. Berdasarkan hasil penelitian pengembangan ini, disarankan perlunya penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas penggunaan paket pelatihan. Selanjutnya dilakukan need assesment apabila paket pelatihan digunakan selain pada siswa SMK Negeri 2 Malang. Kemudian perlu dikembangkan konseling yang relevan untuk membantu siswa mencapai kematangan emosi dalam mengikuti Praktik Kerja Industri

    Pengembangan Paket Bimbingan Kelola Emosi Marah untuk Pencegahan Tindakan Bullying Siswa SMA

    No full text
    ABSTRAK   Purwadisti, Candramurti Wicaksana. 2014. Pengembangan Paket Bimbingan Kelola Emosi Marah untuk Pencegahan Tindakan Bullying Siswa SMA. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Adi Atmoko, M.Si, (II) Dr. Triyono, M.Pd.   Kata Kunci: paket bimbingan, emosi marah, bullying   Ketidaknyamanan yang dialami seseorang akan memicu munculnya emosi negatif yaitu emosi marah. Emosi marah yang dialami seseorang akan menimbulkan reaksi pada kecenderungan untuk melakukan tindakan yang negatif. Dengan demikian seseorang yang tersulut emosi marahnya cenderung untuk melakukan tindakan negatif seperti kekerasan atau bullying. Kasus bullying akan terus berulang dan bermunculan jika tidak ditangani secara tepat dan berkesinambungan dari akar persoalannya. Dari beberapa contoh kasus bullying di dunia pendidikan Indonesia, dapat diketahui bahwa pelaku bullying merupakan korban dari tindakan bullying para senior sebelumnya. Korban bullying merasakan kejadian tidak enak yang menimpa dirinya sehingga memicu munculnya emosi marah. Emosi marah yang ada dalam diri seseorang akan membawa kecenderungan untuk melakukan tindakan bullying kepada orang lain. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti, tingkat kelola emosi marah terhadap tindakan bullying di kalangan siswa menunjukkan hasil 35,3% dalam kategori rendah, 53% dalam kategori sedang, dan 11,7% siswa dalam kategori tinggi. Berdasarkan pemaparan diatas, peneliti menyusun paket bimbingan untuk membantu siswa dalam meningkatkan kelola emosi marah untuk pencegahan tindakan bullying. Penelitian yang dilaksanakan yaitu penelitian dan pengembangan (development research) yang diadaptasi dari Borg and Gall (1983). Produk yang dihasilkan berupa paket bimbingan untuk siswa dan panduan untuk konselor yang sudah divalidasi oleh ahli media, ahli materi, dan calon penggunaan produk mencakup aspek kegunaan, kemudahan, ketepatan, dan kemenarikan. Dengan demikian produk yang dihasilkan layak untuk digunakan dan dapat diterima secara teoritik maupun praktik. Selanjutnya uji kelompok operasional, peneliti melakukan uji coba kelompok operasional dengan 10 siswa menggunakan One-Group Pre-Test Post-Test Design. Pemilihan subyek didasarkan dari hasil angket studi pendahuluan yang memiliki kriteria rendah. Selain itu juga dari rekomendasi konselor, karena ada beberapa siswa yang membutuhkan perhatian khusus. Uji coba kelompok operasional diberikan pre-test sebelum perlakuan dan post-test setelah perlakuan. Analisis data menggunakan uji wilcoxon, dengan hasil signifikansi 0,00

    EFEKTIVITAS KONSELING KELOMPOK SINGKAT BERFOKUS SOLUSI UNTUK MENINGKATKAN HARGA DIRI SISWA PUTUS CINTA

    No full text
    ABSTRAK   Damayanti, Oys Septa. 2013. Efektivitas Konseling Kelompok Singkat Berfokus Solusi untuk Meningkatkan Harga Diri Siswa Putus Cinta. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. M. Ramli, M.A, (II) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd Kata Kunci: SFBC, konseling kelompok, harga diri, putus cinta   Salah satu tugas perkembangan remaja adalah menjalin hubungan dengan lawan jenis. Tugas perkembangan tersebut menjadi sorotan karena berkaitan dengan permasalahan putus cinta yang mempengaruhi perubahan fisik maupun psikis hingga menurunkan tingkat harga diri remaja. Perubahan tersebut menyebabkan remaja berada dalam keadaan yang tidak menyenangkan. Hal ini tercermin dari berkurangnya minat belajar, ketidakharmonisan hubungan sosial dengan lingkungan sekitar, sering menyendiri, melamun, tidak ada nafsu makan, dan sampai kepada tindakan bunuh diri. Dengan demikian perlu adanya tindakan konselor secara efektif dan efisien. Salah satu diantaranya ialah pemberian layanan konseling kelompok singkat berfokus solusi. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas konseling kelompok singkat berfokus solusi untuk meningkatkan harga diri siswa putus cinta. Hal ini didasarkan pada pertimbangan permasalahan putus cinta dialami siswa pada jenjang SMP yang berada pada masa-masa pertumbuhan yang tidak stabil dan beresiko. Rancangan eksperimen dalam penelitian ini adalah one group pretest and posttest dengan subjek 6 siswa SMP yang mengalami putus cinta yaitu siswa yang memiliki harga diri sangat rendah. Pengumpulan data dengan instrumen pengukuran harga diri siswa putus cinta. Data dianalisis dengan statistik nonparametrik uji beda sign test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara skor pretest dan posttest dengan signifikansi 0.031 (0.03

    0

    full texts

    1,354

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇