SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    1354 research outputs found

    Pengembangan Panduan Bimbingan Kolaboratif Konselor dengan Guru PAI untuk Pemandirian Kehidupan Religius Siswa SMP

    No full text
    ABSTRAKDestriana, Nana. 2014. Pengembangan Panduan Bimbingan Kolaboratif Konselor    dengan Guru PAI untuk Pemandirian Kehidupan Religius Siswa SMP.    Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan,Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Andi Mappiare-AT,   M.Pd,  (II) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd.Kata kunci : Bimbingan Kolaboratif, Kehidupan Religius, Siswa SMPBerdasarkan fakta pengamatan peneliti di lapangan dan melalui pengalaman hidup, ditemukan bahwa landasan hidup religius siswa saat ini masih jauh dari harapan. Banyak siswa yang mengganggap kehidupan religius tidak penting dan mengabaikannya sehingga timbul berbagai kasus penyimpangan. Pengetahuan Agama Islam yang dimiliki siswa hanya sebatas informasi dan pengetahuan  saja, namun aplikasi dalam kehidupan sehari-hari kurang. Salah satu cara untuk menjadikan siswa mempunyai kemandirian  kehidupan religius adalah dengan adanya kolaborasi konselor dengan guru PAI untuk pemandirian kehidupan religius siswa. Bersama konselor yang berkompeten dalam bidang bimbingan dan guru PAI yang berkompeten dalam bidang Pendidikan Agama Islam, kolaboratif yang dilakukan akan saling melengkapi kekurangan dari masing-masing pihak.Tujuan penelitian pengembangan adalah diperoleh deskripsi isi dan bentuk panduan bimbingan kolaboratif konselor dengan guru PAI untuk pemandirian kehidupan religius siswa SMP yang memiliki keberterimaan isi dari segi  ketepatan, kegunaan, dan keberterimaan bentuk dari segi kemenarikan dan kemudahan yang sampai saat ini masih belum ada. Produk yang dihasilkan dari pengembangan  ini  adalah  panduan bimbingan kolaboratif untuk konselor dan guru PAI dan buku agenda hidup religusku untuk siswa yang berisi kolom kegiatan ibadah sehari-hari.Penelitian pengembangan ini menggunakan model Borg and Gall (1983) yang telah dimodifikasi. Adapun prosedur pengembangan yang dilakukan, sebagai berikut : 1) tahap perencanaan pengembangan, 2) tahap penyusunan/mendesain produk, 3) tahap penilaian produk, 4) tahap revisi,  5) tahap menetapkan produk akhir. Uji ahli dilakukan oleh tiga dosen yakni dosen ahli dalam bidang Bimbingan dan Konseling, dosen ahli dalam bidang Pendidikan Agama Islam dan dosen ahli dalam bidang media. Uji calon pengguna melibatkan tiga orang konselor dan tiga orang guru PAI dari SMPN 1 Gandusari.Instrumen  yang  digunakan  untuk pengumpulan  data  adalah lembar penilaian. Lembar penilaian dianalisis dengan menggunakan rata-rata dan analisis deskripstif.Hasil  Penelitian  dan  Pengembangan  berdasarkan  uji  ahli  dan  uji  calon  pengguna produk menunjukkan  bahwa isi dan bentuk produk pengembangan panduan bimbingan  kolaboratif konselor dengan guru PAI untuk pemandirian kehidupan religius siswa SMP layak dan memenuhi  syarat keberterimaan, sehingga dapat  digunakan  dalam pemandirian kehidupan religus siswa SMP.Berdasarkan hasil pengembangan panduan bimbingan kolaboratif konselor dengan guru PAI untuk pemandirian kehidupan religius siswa SMP, maka disarankan untuk konselor dan guru PAI dalam melaksanakan bimbingan kolaboratif menggunakan panduan bimbingan kolaboratif ini dan melakukan kolaborasi secara intensif. Adapun saran untuk peneliti berikutnya untuk menguji keefektifan panduan bimbingan kolaboratif dengan penambahan subjek penelitian

    Pengembangan Panduan Bimbingan Kolaboratif Konselor dengan Guru PAI untuk Pemandirian Kehidupan Religius Siswa SMP

    No full text
    ABSTRAK   Destriana, Nana. 2014. Pengembangan Panduan Bimbingan Kolaboratif Konselor    dengan Guru PAI untuk Pemandirian Kehidupan Religius Siswa SMP.    Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Andi Mappiare-AT,   M.Pd,  (II) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd.   Kata kunci : Bimbingan Kolaboratif, Kehidupan Religius, Siswa SMP   Berdasarkan fakta pengamatan peneliti di lapangan dan melalui pengalaman hidup, ditemukan bahwa landasan hidup religius siswa saat ini masih jauh dari harapan. Banyak siswa yang mengganggap kehidupan religius tidak penting dan mengabaikannya sehingga timbul berbagai kasus penyimpangan. Pengetahuan Agama Islam yang dimiliki siswa hanya sebatas informasi dan pengetahuan  saja, namun aplikasi dalam kehidupan sehari-hari kurang. Salah satu cara untuk menjadikan siswa mempunyai kemandirian  kehidupan religius adalah dengan adanya kolaborasi konselor dengan guru PAI untuk pemandirian kehidupan religius siswa. Bersama konselor yang berkompeten dalam bidang bimbingan dan guru PAI yang berkompeten dalam bidang Pendidikan Agama Islam, kolaboratif yang dilakukan akan saling melengkapi kekurangan dari masing-masing pihak. Tujuan penelitian pengembangan adalah diperoleh deskripsi isi dan bentuk panduan bimbingan kolaboratif konselor dengan guru PAI untuk pemandirian kehidupan religius siswa SMP yang memiliki keberterimaan isi dari segi  ketepatan, kegunaan, dan keberterimaan bentuk dari segi kemenarikan dan kemudahan yang sampai saat ini masih belum ada. Produk yang dihasilkan dari pengembangan  ini  adalah  panduan bimbingan kolaboratif untuk konselor dan guru PAI dan buku agenda hidup religusku untuk siswa yang berisi kolom kegiatan ibadah sehari-hari. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Borg and Gall (1983) yang telah dimodifikasi. Adapun prosedur pengembangan yang dilakukan, sebagai berikut : 1) tahap perencanaan pengembangan, 2) tahap penyusunan/mendesain produk, 3) tahap penilaian produk, 4) tahap revisi,  5) tahap menetapkan produk akhir. Uji ahli dilakukan oleh tiga dosen yakni dosen ahli dalam bidang Bimbingan dan Konseling, dosen ahli dalam bidang Pendidikan Agama Islam dan dosen ahli dalam bidang media. Uji calon pengguna melibatkan tiga orang konselor dan tiga orang guru PAI dari SMPN 1 Gandusari. Instrumen  yang  digunakan  untuk pengumpulan  data  adalah lembar penilaian. Lembar penilaian dianalisis dengan menggunakan rata-rata dan analisis deskripstif. Hasil  Penelitian  dan  Pengembangan  berdasarkan  uji  ahli  dan  uji  calon  pengguna produk menunjukkan  bahwa isi dan bentuk produk pengembangan panduan bimbingan  kolaboratif konselor dengan guru PAI untuk pemandirian kehidupan religius siswa SMP layak dan memenuhi  syarat keberterimaan, sehingga dapat  digunakan  dalam pemandirian kehidupan religus siswa SMP. Berdasarkan hasil pengembangan panduan bimbingan kolaboratif konselor dengan guru PAI untuk pemandirian kehidupan religius siswa SMP, maka disarankan untuk konselor dan guru PAI dalam melaksanakan bimbingan kolaboratif menggunakan panduan bimbingan kolaboratif ini dan melakukan kolaborasi secara intensif. Adapun saran untuk peneliti berikutnya untuk menguji keefektifan panduan bimbingan kolaboratif dengan penambahan subjek penelitian. ABSTRAK   Destriana, Nana. 2014. Pengembangan Panduan Bimbingan Kolaboratif Konselor    dengan Guru PAI untuk Pemandirian Kehidupan Religius Siswa SMP.    Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Andi Mappiare-AT,   M.Pd,  (II) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd.   Kata kunci : Bimbingan Kolaboratif, Kehidupan Religius, Siswa SMP   Berdasarkan fakta pengamatan peneliti di lapangan dan melalui pengalaman hidup, ditemukan bahwa landasan hidup religius siswa saat ini masih jauh dari harapan. Banyak siswa yang mengganggap kehidupan religius tidak penting dan mengabaikannya sehingga timbul berbagai kasus penyimpangan. Pengetahuan Agama Islam yang dimiliki siswa hanya sebatas informasi dan pengetahuan  saja, namun aplikasi dalam kehidupan sehari-hari kurang. Salah satu cara untuk menjadikan siswa mempunyai kemandirian  kehidupan religius adalah dengan adanya kolaborasi konselor dengan guru PAI untuk pemandirian kehidupan religius siswa. Bersama konselor yang berkompeten dalam bidang bimbingan dan guru PAI yang berkompeten dalam bidang Pendidikan Agama Islam, kolaboratif yang dilakukan akan saling melengkapi kekurangan dari masing-masing pihak. Tujuan penelitian pengembangan adalah diperoleh deskripsi isi dan bentuk panduan bimbingan kolaboratif konselor dengan guru PAI untuk pemandirian kehidupan religius siswa SMP yang memiliki keberterimaan isi dari segi  ketepatan, kegunaan, dan keberterimaan bentuk dari segi kemenarikan dan kemudahan yang sampai saat ini masih belum ada. Produk yang dihasilkan dari pengembangan  ini  adalah  panduan bimbingan kolaboratif untuk konselor dan guru PAI dan buku agenda hidup religusku untuk siswa yang berisi kolom kegiatan ibadah sehari-hari. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Borg and Gall (1983) yang telah dimodifikasi. Adapun prosedur pengembangan yang dilakukan, sebagai berikut : 1) tahap perencanaan pengembangan, 2) tahap penyusunan/mendesain produk, 3) tahap penilaian produk, 4) tahap revisi,  5) tahap menetapkan produk akhir. Uji ahli dilakukan oleh tiga dosen yakni dosen ahli dalam bidang Bimbingan dan Konseling, dosen ahli dalam bidang Pendidikan Agama Islam dan dosen ahli dalam bidang media. Uji calon pengguna melibatkan tiga orang konselor dan tiga orang guru PAI dari SMPN 1 Gandusari. Instrumen  yang  digunakan  untuk pengumpulan  data  adalah lembar penilaian. Lembar penilaian dianalisis dengan menggunakan rata-rata dan analisis deskripstif. Hasil  Penelitian  dan  Pengembangan  berdasarkan  uji  ahli  dan  uji  calon  pengguna produk menunjukkan  bahwa isi dan bentuk produk pengembangan panduan bimbingan  kolaboratif konselor dengan guru PAI untuk pemandirian kehidupan religius siswa SMP layak dan memenuhi  syarat keberterimaan, sehingga dapat  digunakan  dalam pemandirian kehidupan religus siswa SMP. Berdasarkan hasil pengembangan panduan bimbingan kolaboratif konselor dengan guru PAI untuk pemandirian kehidupan religius siswa SMP, maka disarankan untuk konselor dan guru PAI dalam melaksanakan bimbingan kolaboratif menggunakan panduan bimbingan kolaboratif ini dan melakukan kolaborasi secara intensif. Adapun saran untuk peneliti berikutnya untuk menguji keefektifan panduan bimbingan kolaboratif dengan penambahan subjek penelitian

    PERBEDAAN TINGKAT TOLERANSI FRUSTASI DALAM BERPACARAN ANTARA SISWA SMP DI DESA DAN DI KOTA

    No full text
    ABSTRAK   Rucita, Adinda. 2014. Perbedaan Tingkat Toleransi Frustasi Dalam Berpacaran Antara Siswa SMPdi Desa dan di Kota. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.H.Widada, M.Si, (II)Dr. BlasiusBoliLasan, M.Pd.   Kata Kunci: toleransifrustasi, berpacaran,desadankota   Hubungan berpacaran merupakan hubungan antara dua manusia, sangat mungkin terdapat masalah atau konflik diantara kedua orang tersebut. Masalah itu bias menjadi besar jika ia tidak memiliki toleransi frustasi yang tinggi dalam menghadapi hal lain yang dating padanya. Masalah bias jadi dianggap  kecil dan tidak dirasa mengancam jika remaja memiliki toleransi frustasi yang tinggi dalam menghadapi hal lain yang datang padanya. Masalah berpacaran bias dating pada  siapapun, dan dimanapun, termasuk remaja Desa ataupun Kota. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan tingkat toleransi frustasi dalam berpacaran siswa SMP di Desa dan di Kota, juga perbedaan tingkat toleransi frustasi dalam berpacaran siswa SMP dikedua tempat tersebut. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif jenis survei,deskriptif komparatif. Rancangan deskriptif  komparatif ini dipilih karena dengan rancangan ini akan jelas terlihat gambaran beserta  penjelasan dimana letak perbedaan dari dua kelompok sampel yang diuji melalui penjelasan naratif dan berapa nilai besarannya berdasarkan perhitungan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportional random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner yang berisi pernyataan dari bentuk toleransi frustasi yang diturunkan dari proses penjabaran variabel, yang akan terlihat tingkatan toleransi frustasi dalam berpacaran setiap responden. Uji t digunakan sebagai teknik menguji hipotesis penelitian, karena penelitian ini merupakan jenis penelitian parametric dengan jumlah responden yang besar dari dua kelompok sampel yang tidak berhubungan, dengan satuvariabel bebas. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh simpulan hasil penelitian berikut. Pertama, tingkat toleransi frustasi dalam berpacaran siswa SMP di Kotasebanyak 5% siswaberada pada kategori sangattinggi, 85%siswapadakategoritinggi,dan10% siswaberada pada kategori sedang. Kedua, tingkat toleransi frustasi dalam berpacaran siswa SMP di Desayaitu 80%  siswa berada pada kategori tinggi, dan 20% siswa berada pada kategori sedang. Maka dapat disimpulkan tingkat toleransi frustasi dalam berpacaran siswa SMP di Kota lebih tinggi daripada tingkat toleransi frustasi dalam berpacaran siswa SMP diDesa.Hal ini ditunjukkan dengan perbedaan nilai  mean di Kota sebesar130,33 lebih besar dari nilai mean di Desa yang sebesar 124,95. Dari penelitian yang sudah dilakukan, peneliti mengajukan saran untuk guru BK untuk memiliki kesadaran adanya perbedaan toleransi frustasi pada setiap manusia, sehingga dapat lebih baik dalam membantu siswanya.Saran bagi peneliti selanjutnya untuk dapat lebih dalam dan luas dalam mengkaji mengenai toleransi frustasi dengan desain penelitian yang berbeda, dan memperluas subjek penelitiannya

    Pengembangan Booklet sebagai Media Layanan Orientasi Bimbingan dan Konseling di SMK Negeri 1 Pacitan

    No full text
    ABSTRAK   Permatasari, Eva. 2014. Pengembangan Booklet sebagai Media Layanan Orientasi Bimbingan dan Konseling di SMK Negeri 1 Pacitan. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. IM. Hambali, M.Pd (II) Drs. Harmiyanto, M.Pd.   Kata Kunci: pengembangan, booklet, media, orientasi   Bimbingan dan konseling merupakan bagian yang terintegrasi ke dalam program pendidikan di sekolah berdampingan dengan layanan instruksional dan administratif. Kedudukan layanan bimbingan dan konseling ini semakin kuat dengan menempatkannya sebagai layanan pendidikan yang harus diperoleh semua peserta didik tanpa terkecuali. Namun posisi tawar yang kurang, menyebabkan layanan bimbingan dan konseling kurang mendapat tanggapan positif dari siswa. Layanan orientasi bimbingan dan konseling sangat diperlukan oleh siswa khususnya kelas X karena siswa yang mengalami masa transisi dari SMP ke SMK dan melalui proses adaptasi ke dalam sistem sekolah yang baru. Melalui pemberian layanan orientasi dalam bentuk booklet, guru BK dapat mengenalkan dan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya bimbingan dan konseling dalam membantu siswa mencapai tugas perkembangan. Selain itu melalui bimbingan dan konseling, siswa dapat difasilitasi untuk mengikuti segala kegiatan sekolah dengan maksimal. Metode pengembangan dalam penelitian ini menggunakan model pengembangan dari Borg and Gall. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini berupa kuesioner studi kebutuhan. Kuesioner diberikan pada 50 orang siswa kelas X SMK Negeri 1 Pacitan sebagai bahan awal menentukan kisi-kisi media yang akan dikembangkan. Peneliti menggunkan instrumen penilaian yang digunakan dalam uji coba subjek kepada ahli materi, ahli media, dua orang konselor SMK Negeri 1 Pacitan sebagai pengguna produk dan lima orang siswa kelas X sebagai kelompok kecil. Hasil penilaian dan saran dari subjek uji coba produk kemudian digunakan sebagai bahan utama dalam melakukan revisi media yang dikembangkan peneliti. Hasil revisi media booklet yang didasarkan pada penilaian dan saran subjek uji coba produk menyatakan bahwa media booklet yang dikembangkan sangat layak untuk digunakan sebagai media bimbingan dan konseling. Dari hasil penilaian subjek uji coba produk, booklet sebagai media layanan orientasi bimbingan dan konseling memenuhi aspek Sangat berguna, Sangat tepat, dan Sangat menarik. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan ini, diharapkan dapat diuji cobakan pada seluruh siswa kelas X SMK Negeri1 Pacitan. Hasil pengembangan ini hanya terbatas pada pengembangan produk dengan materi orientasi bimbingan dan konseling, maka diharapkan ada penelitian selanjutnya mengenai pengembangan materi bimbingan dan konseling.

    PENGEMBANGAN MODUL KONTROL DIRI UNTUK MENCEGAH PERILAKU ADIKSI GAME ONLINE PADA SISWA KELAS 7 SMP LABORATORIUM UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Suciati, Wahyu Rahma. 2014. PengembanganModul Kontrol Diri untuk Mencegah Perilaku Adiksi Game Online Siswa SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Adi Atmoko, M.Si (II) Dr. Triyono, M.Pd.   Kata kunci: pengembangan, modul, kontrol diri, adiksigame online.   Berdasarkan hasil pengukuran tingkat kontrol diri dan kecanduan game online dari subyek yang diambil secara random terdiri dari kelas VII A dan VII E SMP Laboratorium UM, diperoleh hasil bahwa dari total 70 siswa terdapat tiga siswa dengan tingkat kecanduan game online sangat tinggi atau 4,2%, 19 siswa memiliki tingkat kecanduan game online tinggi atau 27,1% dan 25 siswa dengan tingkat kecanduan game online sedang atau 35,7%. Jika dijumlahkan siswa yang memiliki tingkat kecanduan game onlinesangat tinggi, tinggi dan sedang, yaitu sekitar 67% atau separuh lebih dari jumlah seluruh siswa dua kelas tersebut. Siswa-siswa ini dapat dipastikan memiliki tingkat kontrol diri sedang bahkan cenderung rendah. Untuk itu dibuatmedia alternatif yaitu dengan mengembangkan modul kontrol diri untuk mencegah perilaku adiksi game online siswa SMP khususnyakelas VII. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah mengetahui tingkat keberterimaanmodul melalui penilaian ahli materi, media maupun calon pengguna serta efektifitas modul yang dikembangkan dalam meningkatkan kontrol diri terhadap perilaku adiksi game online siswa SMP.Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan (Research and Development) Borg dan Gall (1983).Uji lapangan operasional dilakukandengan cara penyebaran angket untuk mengetahui perkembangan siswa, yaitu dengan menggunakan evaluasi dalam bentuk pretestdan posttest. Analisis data yang digunakan untuk mengolah data hasil validasi ahli media, ahli materi, dan kelompok kecil dengan menggunakanrerata, sedangkan data hasil uji lapangan operasionaldiolah mengunakan SPSS dengan metode two selected sample wilcoxon. Hasil validasi ahli media, ahli materi, konselor dan siswa menyatakan bahwa modul kontrol diri ini sangat berguna, sangat tepat, sangat layak, dan sangat menarik.Hasil uji lapangan operasional,dengan menggunakan uji beda wilcoxonterhadap hasil pretest dan posttest diketahui bahwa dilihat dari nilai>(2,83>1,96) dengan angka Asymp. Sig. (2-tailed) 0,005 < α 0,05, maka terdapat perbedaan kemampuan kontrol diri siswa antara pretest dan posttest setelah diberikan perlakuan berupa modul kontrol diri untuk mencegah perilaku adiksi game online siswa SMP. Berdasarkan hasil penelitian pengembangan ini, disarankan perlunya penelitian lebih lanjut dalam skala besar dengan melibatkan sekolah yang lebih banyaksertauntuk layanan kuratifperludikembangkan pula teknik-teknik konseling yang relevan untuk mengurangi perilaku adiksi game online pada siswa. Dengan karakteristik siswa yang sama, maka modul kontrol diri dapat digunakan secara mandiri oleh siswa dengan supervisi terbatas dari konselor yang dilakukan sesuai kebutuhan tanpa harus mengganggu kegiatan belajar mengajar yang diprogramkan secara rutin di sekolah.

    Efektivitas Solution-Focused Brief Counseling untuk Membantu Meningkatkan Sikap Asertif Siswa SMP

    No full text
    ABSTRAK   Pahlevy, Syahnaz. 2014. Efektivitas Solution-Focused Brief Counseling untuk Membantu Meningkatkan Sikap Asertif Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. M. Ramli, M. A, (2) Dr. Imam Hambali, M. Pd.   Kata Kunci: Efektivitas, Solution-Focused Brief Counseling, Asertif, Siswa SMP   Masa transisi dari anak-anak menuju dewasa merupakan masa individu mengalami berbagai perubahan dan permasalahan di dalamnya. Bersikap non-asertif sering menjadi awal permasalahan yang dialami remaja. Bentuk sikap non-asertif siswa antara lain memendam perasaan, berpura-pura, menahan perbedaan pendapat, dan tidak mampu menolak ajakan teman karena takut menyakiti perasaan. Salah satu fungsi bimbingan dan konseling di sekolah adalah pengentasan. Salah satu contohnya adalah mengentaskan siswa dari perilaku non-asertif.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Solution Focused Brief Counseling (SFBC) dalam meningkatkan perilaku asertif siswa SMP. SFBC merupakan salah satu pendekatan yang efektif digunakan dalam meningkatkan asertivitas siswa. Konseling singkat, berfokus pada solusi, memiliki tujuan yang spesifik, dan meyakini perubahan kecil mengarahkan pada perubahan lebih besar membuat individu memiliki keyakinan pada diri secara positif tentang kemampuannya bersikap asertif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu, dengan pola one group pre-test and post-test design. Subjek penelitian ini adalah siswa SMP yang berjumlah lima siswa.Pengumpulan data menggunakan instrumen angket dengan menggunakan skala asertif yang diberikan sebelum diberikan perlakuan (pre-test) dan setelah diberikan perlakuan (post-test). Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan SPSS 20.00 melalui uji non-parametrik Wilcoxon Signed Ranks Test. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa Solution-Focused Brief Counseling efektif untuk meningkatkan asertivitas siswa dengan Z -2,023 (sig. 0,04

    Keefektifan Problem Solvingdalam Meningkatkan Keterampilan Mengatasi Konflik Interpersonal

    No full text
    ABSTRAK   Rahmawati, Rina. 2014. Keefektifan Problem Solvingdalam Meningkatkan Keterampilan Mengatasi Konflik Interpersonal. Skripsi, Jurusan Bimbingan Dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (i) Drs. H. Widada, M.Si, (ii) Dr. IM Hambali, M.Pd   Kata kunci:keefektifan, problem solving, konflik interpersonal.   Masa remaja merupakan waktu dimanaanak-anak mengalami perubahan secara fisik, psikis, perilaku, dan pemikiran. Pada usia remaja pula terjadi perubahan lingkungan, dimana lingkungan remaja akan semakin luas seiring dengan semakin luasnya sosialisasi remaja. Perubahan-perubahan tersebut akan menimbulkan konflik interpersonal pada diri remaja sendiri. Konflik yang terjadi pada usia remaja kadang muncul karena sesuatu yang sepele namun dianggap serius oleh remaja sehingga menyebabkan perkelahian, perselisihan pendapat. Konflik yang dialami oleh remaja jika tidak dikelola dengan baik maka akan mengganggu tugas-tugas perkembangan remaja sendiri. Remaja dalam pengambilan keputusan untuk menyelesaian masalah cenderung tanpa pertimbangan, tidak dipikirkan, bahkan memilih tidak menyelesaikan konflik tersebut. Keadaan ini harus mendapatkan perhatian, dimana remaja harus dibekali suatu keterampilan dalam menyelesaikan konflik. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memperoleh deskripsi mengenai keefektifan penggunaan  teknik problem solvingdalam meningkatkan  keterampilan mengatasi konflik interpersonal. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitianeksperimen semu pola one group pretest-postestdesign. Prosedur penelitian terdiri atas tiga tahap, yaitu tahap persiapan penyusunan instrumen dan uji coba instrumen skala keterampilan mengatasi konflik interpersonal dan uji coba pedoman eksperimen yang diakukan oleh ahli bimbingan dan konseling. Tahap kedua yaitu seleksi subjek berdasarkan skor total pretest dikenali 10 orang  yang memiliki keterampilan mengatasi konflik interpersonal sedang yang kemudian dikelompokkan dalam kelas eksperimen dengan menggunakan teknik purposive sampling. Tahap ketiga yaitu pelaksanaan eksperimen dengan pemberian kasus-kasus yang menyangkut konflik interpersonal. Teknik pengumpulan data menggunakan inventori keterampilan mengatasi konflik interpersonal dan observasi. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik nonparametrik yaitu uji wilcoxon. Dari  hasil analisis data dengan perhitungan uji wilcoxon diperoleh nilai z sebesar - 2,807 serta dengan nilai probabilitas (p) sebesar 0,005 dapat disimpulkan bahwa teknik problem solving efektif untuk meningkatkan keterampilan mengatasi konfllik interpersonal. Beberapa saran yang dapat diberikan yaitu (1) konselor sebaiknya menggunakan teknik problem solving dalam meningkatkan keterampilan mengatasi konflik interpersonal, (2) untuk peneliti selanjutnya sebaiknya menerapkan teknik problem solving sebagai variasi layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan keterampilan mengatasi konflik interpersonal .

    Keefektifan Permainan Outbound Giring Bola untuk Meningkatkan Kerjasama Siswa SMP.

    No full text
    ABSTRAK   Fauziah, Sinta. 2014. Keefektifan Permainan Outbound Giring Bola untuk Meningkatkan Kerjasama Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Carolina Ligya Radjah, M.Kes, (II) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd.   Kata Kunci : permainan outbound,giring bola, kerjasama   Kerjasama merupakan dua orang atau lebih yang saling berinteraksi dalam melakukan aktifitas secara berkelompok untuk mencapai tujuan bersama.Dalam kerjasama peran serta dan pemikiran dari setiap anggota kelompok sangat berarti untuk mencapai hasil yang diinginkan. Untuk mencapai hasil tersebut masing-masing individu harus memiliki sikap ketergantungan yang positif, tanggung jawab individu, dan keterampilan sosial. Namunjika individu tidak mau mengerjakan tugas yang diberikan secara kelompok maka dapat menimbulkan suatu masalah sosial, dimana individu tidak dapat memposisikan diri sesuai dengan norma dalam kelompok. Untuk dapat mengatasi atau menghindari hal tersebut maka dibutuhkan bantuan yang efektif untuk meningkatkan kerjasama individu yaitu melalui permainan outbound. Permainan outbound yang dimaksud adalah permainan outboundgiring bola. Permainan outbound giring bola dapat diberikan kepada siswa SMP karena permainan ini merupakan permainan yang ringan dan mudah untuk dilakukan, serta menyenangkan dan beresiko kecil namun memiliki manfaat yang untuk pengembangan diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan permainan outbound giring bola untuk meningkatkan kerjasama siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian model one group pretest and posttest design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling yaitu pengambilan sampel penelitian dengan memilih karakteristik yang diinginkan, dengan memberikan angket kerjasama pada tahap sebelum treatment.Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 13 Malang yang dipilih berdasar skor angket pada kategori rendah dan sedang, kemudian ditemukan 16 orang subyek pada kategori sedang. Data dianalisis dengan menggunakan uji wilcoxon dengan menggunakan bantuan SPSS 16 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kerjasama antara sebelum dan sesudah treatment. Hal ini telah dibuktikan dengan perolehan nilai Wilcoxon(Z-3.520a) dan nilai signifikansi skor total dari uji wilcoxon sebesar (0.00

    EFEKTIVITAS PEMANFAATAN MODUL BIMBINGAN SEKSUAL DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN SEKSUAL SEHAT PADA SISWA SMP

    No full text
    ABSTRAK   Sari, Novita Nirmala, 2014. Efektivitas Pemanfaatan Modul Bimbingan Seksual Dalam Meningkatkan Pengetahuan Seksual Sehat Pada Siswa SMP. Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. M. Ramli, M.A (II) Dr. H. Im. Hambali, M.Pd   Kata kunci: Efektivitas, Modul Bimbingan Seksual, Pengetahuan Seksual Sehat   Meningkatnya kasus-kasus perilaku seksual pada remaja secara dramatis merupakan alasan utama yang mendorong upaya global dalam memberikan dukungan untuk melakukan bimbingan seks di sekolah. Salah satu strategi  yang dapat digunakan dalam  memberikan  pengetahuan tentang seksual yang sehat adalah menggunakan modul bimbingan.  Manfaat penggunaan modul yaitu dapat memberikan bimbingan kepada  siswa yang jumlahnya besar serta memberi kesempatan kepada siswa  untuk belajar secara individu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui  efektivitas pemanfaatan modul bimbingan seksual dalam meningkatkan pengetahuan seksual sehat pada siswa SMP. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen, dimana menggunakan dua kelas kelas yakni  kelas kontorl dan kelas eksperimen yang telah terbentuk (intact group). Untuk mengukur tingkat efektifitas modul maka digunakan pretest dan posttest pada masing-masing kelas kemudian membandingkan Gain Score antar kedua kelompok tersebut. Uji hipoesis dilakukan dengan menggunakan rumus uji-t independen dua arah (t-test independent) untuk mengujij signifikansi dengan t-hitung dan t-tabel yang diperoleh dari analisis SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan seksual siswa antara kelas kontrol (tanpa menggunakan modul) dengan kelas eksperimen (memanfaatkan modul). Sehingga pemanfaatan modul efektif dalam meningkatkan pengetahuan seksual sehat siswa SMP. Dari hasil tersebut maka disarankan bagi siswa untuk memanfaatkan modul bimbingan seksual sehat untuk meningkatkan pengetahuan serta menerapkannya sehingga siswa mengetahui dampak dan akibat dari perilaku seksual yang menyimpang. Bagi konselor, agar lebih kreatif dan variatif dalam memanfaatkan modul bimbingan seksual sehat. Bagi orang tua agar selalu mengontrol kehidupan pribadi anak terutama mengenai pentingnya pendidikan seksual bagi anak khususnya bagi mereka yang memiliki anak pada usia remaja

    HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN RESILIENSI SISWA KELAS X DAN XI SMAN 1 KEPANJEN

    No full text
    ABSTRAK   Carulina, Devita. 2014. Hubungan Konsep Diri dengan Resiliensi Siswa Kelas X dan XI SMA Negeri 1 Kepanjen. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Carolina Ligya Radjah, M.Kes, (II) Drs. Hariadi Kusumo, MP.d.   Kata Kunci : Konsep Diri, Resiliensi   Konsep diri merupakan suatu gambaran diri seorang individu tentang baik buruknya penilaian yang diberikan kepada dirinya sendiri. Konsep diri indvidu terbentuk melalui pengalaman-pengalaman dalam hidupnya. Individu berkembang tidak selalu dengan lurus, namun adanya cobaan akan membuat individu semakin berlatih dalam memahami siapa dirinya dan apa yang akan individu lakukan. Kemampuan individu untuk mengatasi dan bertahan dalam menghadapi cobaan inilah yang dimaksud dengan resiliensi. Konsep diri dan resiliensi setiap individu berbeda tingkatanya, sehingga kemampuan setiap individu untuk mengatasi permasalahanya pun juga berbeda-beda. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui beberapa hal diantaranya: (1) Tingkat konsep diri siswa, (2) Tingkat resiliensi siswa, (3) Hubungan antara konsep diri dan resiliensi siswa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional dengan teknik pengambilan sampel proportional random sampling. Jumalah populasi siswa kelas X dan XI adalah 655 siswa, dengan jumlah sampel 15 % dari total populasi yaitu 98 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen yang berupa angket konsep diri yang diukur dengan menggunakan skala konsep diri dan angket resiliensi yang diukur dengan menggunakan skala resiliensi. Perhitungan reliabilitas menggunakan formula reliabilitas internal Alpha Cronbach. Data dianalisis menggunakan korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis deskriptif menunjukkan, diperoleh tiga kesimpulan. Pertama, secara umum siswa kelas X dan XI SMA N 1 Kepanjen memiliki konsep diri yang positif. Kedua, siswa kelas X dan XI SMA N 1 Kepanjen memiliki tingkat resiliensi tinggi. Ketiga, ada hubungan antara konsep diri dengan resiliensi siswa SMA N 1 Kepanjen. Hasil Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan: 1) Hendaknya konselor atau guru lebih bersikap obyektif terhadap siswanya, alasanya adalah karena guru sebagai model bagi para siswanya. Apapun yang dilakukan guru terhadap siswanya akan mempengaruhi konsep diri siswa. Selain itu konselor dan guru juga dapat lebih meningkatkan konsep diri dan resiliensi melalui bimbingan pribadi maupun bimbingan kelompok dengan tujuan agar siswa menjadi lebih terampil dan produktif dalam menjalankan tugas perkembanganya; 2) Untuk penelitian selanjutnya hendaknya melakukan studi mengenai seberapa besar pengaruh konsep diri terhadap resiliensi, peneliti mnggunakan instrumen pengumpulan data yang beragam, misalnya dengan wawancara atau menambah butir instrumen dan menjadikanya sebuah software  yang menarik untuk diisi siswa

    0

    full texts

    1,354

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇