SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
1354 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK KESEHATAN REPRODUKSI UNTUK SISWA KELAS VII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
ABSTRAK Hervana, Nova. 2014. Pengembangan Media Komik Kesehatan Reproduksi untuk Siswa Kelas VII Sekolah Menengah Pertama. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra Elia Flurentin, M.Pd, (II) Drs. Widada, M.Si Kata kunci: kesehatan reproduksi, komik, siswa SMP Hasil survey dasar yang dilakukan oleh BKKBN Provinsi Jawa Timur menunjukkan bahwa 83% remaja tidak tahu tentang konsep kesehatan reproduksi yang benar, 61,8% tidak tahu persoalan di sekitar masa subur dan masalah haid, 40,6% tidak tahu resiko kehamilan remaja, dan 42,4% tidak tahu tentang resiko PMS. Pada hasil penelitian “Pengembangan Media Komik Bergambar Materi sistem saraf untuk pembelajaran yang menggunakan strategi PQR4” menunjukkan bahwa 80 orang dengan menggunakan angket gemar membaca yang menghasilkan data 50 orang senang membaca komik, 12 orang senang membaca majalah, 10 orang membaca novel, 5 orang membaca koran, dan 3 orang membaca buku pelajaran. Dengan demikian peniliti memilih komik sebagai media informasi mengenai kesehatan reproduksi. Tujuan pengembangan adalah untuk menghasilkan suatu media, yaitu media komik mengenai kesehatan reproduksi untuk siswa SMP kelas VII yang memenuhi kriteria tepat, berguna, dan menarik sehingga layak untuk digunakan. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan yang dikemukakan Borg and Gall sebagai acuan langkah dalam penelitian. Pengembangan produk dilandasi oleh hasil analisis angket need assessment siswa. Penelitian pengembangan media komik kesehatan reproduksi dilakukan dari uji ahli materi dan media hingga tahap uji kelompok kecil. Kemudian peneliti merevisi produk hasil uji coba penggunaan produk dan selanjutnya menghasilkan produk berupa media komik kesehatan reproduksi untuk siswa kelas VII SMP. Penelitian pengembangan ini menghasilkan produk komik kesehatan reproduksi yang terdiri dari 3 Seri yaitu, 1) Seri mengenai “Perubahan Fisik dan Psikis”, 2) Seri mengenai “Kesehatan Reproduksi”, dan 3) Seri mengenai “Penyakit Menular Seksual”. Pengembangan ini telah diuji oleh beberapa pihak yang berkompeten untuk menilai dan memberi masukan, yaitu ahli media, ahli bimbingan dan konseling, calon pengguna produk, dan uji kelompok kecil. Berdasarkan hasil penelitian ini, diajukan saran untuk konselor dan peneliti selanjutnya. Konselor harus memahami prosedur dan materi bimbingan, konselor juga harus lebih kreatif dalam mengatur waktu dalam pelaksanaan bimbingan, karena dalam pelaksanaan bimbingan pada komik kesehatan reproduksi ini memerlukan 3 kali pertemuan (3 x 45 menit). Dengan keterbatasan waktu yang tersedia maka bimbingan dapat dilakukan diluar jam tatap muka atau mencari peluang waktu lain tanpa menggangu kegiatan pembelajaran. Bagi peneliti selanjutnya, pengembangan media komik kesehatan reproduksi ini hanya sampai pada tahap uji kelompok kecil sehingga perlu dilakukan implementasi produk sesuai dengan prosedur pelaksanaan yang tercantum dalam buku panduan pelaksanaan bimbingan agar keefektifan produk dapat diketahui
Profil Kecakapan Interpersonal Siswa SMPN 1 Pare
ABSTRAK Irawan, Yongki Andri. 2014. Profil Kecakapan Interpersonal Siswa SMPN 1 Pare. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Widada, M.Si (II) Arbin Janu Setiyowati, S.Pd, M.Pd Kata kunci: Profil, Kecakapan Interpersonal, Siswa SMPN 1 Pare. Manusia sebagai individu dibekali akal pikiran dan berbagai macam potensi yang sangat bermanfaat bagi kehidupan dirinya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, menuntut siswa agar mampu memanfaatkan potensi yang dimilikinya, baik potensi intelektual maupun bakat. Pada kehidupan, siswa tidak hanya membutuhkan kecakapan linguistik atau logis-matematis tetapi memerlukan kecakapan interpersonal. Siswa yang tidak memiliki kecakapan interpersonal tidak akan mampu menjalin hubungan yang baik dengan orang lain sekalipun memiliki IQ yang tinggi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk: Mengetahui Profil kecakapan interpersonal berdasarkan aspek wawasan sosial, kepekaan sosial, dan komunikasi sosial. Penelitian ini mengunakan rancangan metode deskriptif, yaitu metode untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang permasalahan yang sedang terjadi dengan cara mengolah, menganalisis, menafsirkan dan menyimpulkan data hasil penelitian di SMPN 1 Pare. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan menggunakan pendekatan deskriptif, dengan subjek siswa SMPN 1 Pare. Penelitian ini menggunakan angket sebagi instrumen pengumpul data kemudian diolah dengan menetapkan tingkatan kecakapan interpersonal siswa, apakah berada dalam tingkatan, tinggi, sedang, atau rendah menggunakan rumus lebar interval sama dengan jarak pengukuran ( nilai tertinggi – nilai terendah) dibagi jumlah interval. Penelitian ini dilaksanakan untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang permasalahan yang sedang terjadi dengan cara mengolah, menganalisis, menafsirkan dan menyimpulkan data hasil penelitian. Kesimpulan penelitian ini adalah (1) Diketahui kecakapan interpersonal siswa kelas VIII SMPN 1 Pare Tahun Pelajaran 2013/2014 umumnya berada pada kategori sedang, yang berarti bahwa siswa memiliki kecakapan interpersonal yang cukup memadai, namun untuk keterampilan menjalin komunikasi sosial siswa berada dalam kategori cukup tinggi. (2) Pada aspek wawasan sosial umumnya berada pada kategori sedang, artinya siswa mempunyai wawasan sosial, dimana siswa memiliki kemampuan dalam mengembangkan kesadaran diri, memiliki pengahaman sosial, memiliki etika dalam pergaulan sosial, dan pengetahuan bagaimana memahami dan mencari pemecahan masalah yang efektif dalam suatu interaksi sosial, sehingga masalah tidak menghambat apalagi menghancurkan relasi sosial yang telah dibangun siswa. (3) Pada aspek sensitivitas sosial umumnya berada dalam kategori sedang dapat dimaknai bahwa siswa sudah mampu merasakan dan mengamati reaksi-reaksi atau perubahan orang lain yang ditunjukkannya baik secara verbal maupun nonverbal. (4) Pada aspek komunikasi sosial umumnya berada dalam kategori Tinggi. Artinya siswa memiliki keterampilan berkomunikasi yang sangat baik, keterampilan komunikasi mencakup keterampilan mendengarkan efektif, keterampilan berbicara efektif, keterampilan public speaking dan keterampilan menulis secara efektif. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka disarankan:1) Kepada kepala sekolah agar dapat memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai dasar pengambilan keputusan dalam menentukan arah orientasi pengembangan kecakapan interpersonal siswa di sekolah, 2) Kepada para guru BK/konselor untuk senantiasa mengembangkan kecakapan interpersonal siswa di sekolah yang dapat dilakukan dengan melaksanakan bimbingan pribadi sosial yang telah ada di sekolah, ditambahkan dan dicocokkan dengan data kecakapan interpersonal siswa yang telah peneliti peroleh di sekolah tersebut. 3) Kepada peneliti selanjutnya disarankan untuk mencatat data hasil penelitian untuk mengembangkan instrumen untuk meningkatkan kecakapan interpersonal siswa SMP.
Hubungan Antara Kepercayaan Diri dengan Prestasi Belajar Siswa SMP BHAKTI PERTIWI
ABSTRAK Ilangga, Dwin. 2014. Hubungan antara Kepercayaan Diri dengan Prestasi Belajar Siswa di SMP Bhakti Pertiwi. Skripsi, Bimbingan dan Konseling FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Widada, M.Si. (2) Yuliati Hotifah, S.Psi, M.Pd. Kata kunci: Percaya diri, prestasi belajar, siswa SMP Kepercayaan diri adalah pandangan dan sikap seseorang terhadap dirinya sendiri atas kemampuan dirinya yang membuatnya bersikap lebih positif terhadap dirinya sendiri maupun terhadap lingkungannya atau situasi yang dihadapinya. Sikap percaya diri merupakan hal utama yang harus dimiliki oleh seorang siswa dalam belajar juga dalam kehidupan sehari-hari. Perbedaan tingkat rasa percaya diri yang dimiliki siswa tentu akan mempengaruhi tingkat prestasi belajar siswa di sekolah dan mempengaruhi dalam kehidupan sehari-harinya. Tujuan penelitian adalah untuk: (1) Mengetahui kepercayaan diri siswa SMP Bhakti Pertiwi, (2) Mengetahui prestasi belajar siswa SMP Bhakti Pertiwi, (3) Mengetahui adanya hubungan antara kepercayaan diri dengan prestasi belajar siswa SMP Bhakti Pertiwi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Bhakti Pertiwi yang berjumlah 214 siswa. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Bhakti Pertiwi berjumlah 107 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan Cluster Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan angket kepercayaan diri dengan klasifikasi jawaban sangat sesuai, sesuai, kurang sesuai, dan tidak sesuai dan nilai raport siswa. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, persentase dan uji-korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) 55,1% siswa mempunyai kepercayaan diri sedang, 23,4% siswa mempunyai kepercayaan diri tinggi, 25,1% siswa memiliki kepercayaan diri rendah, 2) 59,8% siswa mempunyai prestasi belajar baik, 2,8% amat baik, dan 37,4% siswa yang memiliki prestasi belajar cukup, 3) berdasarkan hasil analisis uji-korelasi (Korelasi Product-Moment), nilai r-hitung (0,515) > r-tabel (0,176) 5% dari 107 siswa. Nilai signifikansi sebesar 0,00 < 0,05 maka H0 ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara kepercayaan diri dengan prestasi belajar siswa SMP Bhakti Pertiwi. Berdasarkan hasil penelitian, maka peneliti menyarankan kepada berbagai pihak: 1) Konselor: hendaknya memberikan layanan informasi dan bimbingan kelompok dengan tema kepercayaan diri agar pengetahuan siswa tentang percaya diri dapat berkembang dan benar-benar dapat memahami tentang kepercayaan diri, mengingat bahwa hasil penelitian yang menunjukkan bahwa kepercayaan diri juga mempengarui prestasi belajar, 2) Guru: hendaknya memberikan motivasi pada siswa yang mempunyai kepercayaan diri rendah sehingga dapat meningkatkan rasa kepercayaan diri siswa tersebut, dan 3) Peneliti selanjutnya: hendaknya mengembangkan hasil penelitian dengan mengembangkan instrumen penelitian dan data pendukung untuk melengkapi penelitian ini
PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 2 PARE
ABSTRAK Hanggara, Deby S. Prokrastinasi Akademik Siswa Kelas VIII SMPN 2 Pare. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd, (II) Dr. Muslihati, S.Ag, M.Pd. Kata Kunci: prokrastinasi akademik Perilaku menunda-nunda yang dilakukan siswa pada kegiatan akademik menjadi kebiasaan siswa dan dilakukan hampir pada semua mata pelajaran. Prokastinasi merupakan kecenderungan seseorang untuk menunda-nunda suatu tugas sekolah, baik dalam memulai maupun menyelesaikan tugas yang dilakukan secara sengaja dan berulang-ulang, dengan melakukan aktivitas lain yang tidak diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (I) prokrastinasi akademik siswa kelas VIII SMPN 2 Pare, (II) bentuk prokrastinasi akademik siswa kelas VIII SMPN 2 Pare (III) faktor-faktor yang mempengaruhi prokrastinasi akademik siswa kelas VIII SMPN 2 Pare. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif deskriptif. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 2 Pare berjumlah 135 siswa. instrumen penelitian terdiri dari skala prokrastinasi akademik, bentuk prokrastinasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi prokrastinasi akademik. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket atau kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif secara manual dan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kelas VIII SMPN 2 Pare memilki prokrastinasi pada kategori sedang yaitu sebanyak 117 responden (86%) dari 135 responden. Bentuk prokrastinasi akademik yang dilakukan oleh sebagian besar siswa yaitu fungsional prokrastinasi yaitu dengan nilai skor rata-rata 9,79 dari 135 responden. Faktor internal prokrastinasi yang berpengaruh paling tinggi yaitu kondisi fisik individu dengan nilai skor rata-rata 10,25 dari 135 responden. Faktor eksternal yang berpengaruh paling tinggi yaitu gaya pengasuhan orang tua dengan nilai skor rata-rata 8,67 dari 135 responden. Berdasarkan penelitian di atas, saran yang dapat diberikan antara lain: (I) siswa mampu menjaga kondisi fisik, dan memperhatikan kondisi lingkungan sehingga mampu menyelesaikan tugas akademik dengan baik, (II) diharapkan konselor dapat menggunakan sumber data prokrastinasi akademik sebagai upaya mengembangkan program layanan dasar (konseling), dan (III) penelitian selanjutnya dapat mengembangkan materi prokrastinasi akademik dengan rancangan penelitian eksperimen memberikan treatment pada siswa yang memilki prokrastinasi pada kategori tinggi
Keefektifan Aplikasi 3R untuk Mengurangi Prokrastinasi Mahasiswa dalam Pengerjaan Skripsi.
ABSTRAK Fillah, Nadiya Kaffilardha. 2014. Keefektifan Aplikasi 3R untuk Mengurangi Prokrastinasi Mahasiswa dalam Pengerjaan Skripsi. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Triyono, M.Pd, (II) Dra. Elia Flurentin, M.Pd. Kata Kunci: 3R, prokrastinasi, pengerjaan skripsi Mahasiswa sebagai subjek yang menuntut ilmu di perguruan tinggi tidak akan pernah terlepas dari kegiatan akademik berupa penyelesaian tugas-tugas perkuliahan. Salah satu faktor keberhasilan mahasiswa dalam proses belajar di perkuliahan adalah penyelesaian tugas akhir berupa skripsi. Keberhasilan seorang mahasiswa dalam penyelesaian skripsi dengan tepat waktu dapat dicapai melalui beberapa cara, diantaranya yaitu keberhasilan mengatur waktu penyelesaian tugas serta motivasi individu untuk menyelesaikan tanggung jawabnya secara baik. Namun pada kenyataannya, mahasiswa kurang memiliki motivasi dan sering melakukan prokrastinasi atau penunda-nundaan dalam proses penyelesaiannya. Prokrastinasi merupakan perilaku penunda-nundaan yang sering dilakukan oleh mahasiswa. Mahasiswa sering kali melakukan penundaan penyelesaian tugas akhir sehingga menyebabkan keterlambatan penyelesian tugas itu. Untuk mengurangi terjadinya prokrastinasi di lingkungan akademik diperlukan teknik yang tepat untuk mengontrol mahasiswa agar tidak terjadi prokrastinasi secara terus-menerus. Dengan menggunakan aplikasi 3R (Right, Responsibility, Reality) melalui konseling realita, mahasiswa dibantu untuk memenuhi tanggung jawabnya menyelesaikan skripi tanpa mengabaikan prinsip 3R. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan aplikasi 3R untuk mengurangi prokrastinasi mahasiswa dalam pengerjaan skripsi. Subjek penelitian ini adalah lima orang mahasiswa Universitas Negeri Malang yang mengalami keterlambatan dalam penyelesaian skripsi. Jenis rancangan eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah One Group Pretest–Posttest Design. Pengumpulan data menggunakan angket prokrastinasi yang diberikan sebelum diberikan perlakuan (pretest) dan setelah diberikan perlakuan (posttest). Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan SPSS 20.00 melalui uji non-parametrik Wilcoxon Signed Ranks Test. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa aplikasi 3R efektif untuk mengurangi prokrastinasi mahasiswa dalam pengerjaan skripsi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh, terdapat beberapa saran yang dapat dipertimbangkan untuk pembimbing skripsi dan peneliti selanjutnya. Saran bagi pembimbing skripsi yaitu dosen pembimbing dapat menggunakan aplikasi 3R melalui konseling realita untuk mengurangi prokrastinasi mahasiswa dalam pengerjaan skripsi. Saran bagi peneliti selanjutnya yaitu peneliti dapat mencoba menggunakan teknik ini terhadap variabel dan subjek yang berbeda.
EFEKTIVITAS PAKET PELATIHAN KONTROL DIRI DALAM PERILAKU BERPACARAN SISWA KELAS VIII
ABSTRAK Putri, Juniar Dwi Anggraeni. 2014. Efektivitas Paket Pelatihan Kontrol Diri dalam Perilaku Berpacaran Siswa Kelas VIII. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd, (II) Dra. Elia Flurentin, M.Pd. Kata Kunci: paket pelatihan, kontrol diri, perilaku berpacaran Paket pelatihan kontrol diri ini diadaptasi dari produk pengembangan Hendra Dwi Ariwibowo, yang terdiri atas buku panduan untuk konselor dan buku panduan untuk siswa. Paket ini dikembangkan berdasarkan model pembelajaran terstruktur (Structured Learning Model) dan belum pernah diuji coba sebelumnya. Paket pelatihan yang digunakan dalam penelitian ini telah divalidasi oleh ahli materi dengan nilai rata-rata 2,83 pada aspek ketepatan, 3,2 pada aspek kemenarikan dan 3,0 pada aspek kegunaan yang menunjukkan bahwa paket tersebut memiliki criteria sangat tepat, sangat menarik dan berguna. Penilaian dari ahli Bahasa menunjukkan bahwa paket pelatihan tersebut memiliki criteria sangat tepat, sangat menarik dan sangat berguna dengan skor rata-rata 3,5 pada aspek ketepatan, 4 pada aspek kemenarikan dan 3,6 pada aspek kegunaan. Dari hasil uji ahli calon pengguna produk dinyatakan bahwa paket memiliki kriteria sangat tepat, sangat menarik dan sangat berguna dengan nilai rata-rata 3,27 pada aspek ketepatan, 3,46 pada aspek kemenarikan dan 3,6 pada aspek kegunaan. Berdasarkan hasil uji ahli dan calon pengguna menunjukkan bahwa paket pelatihan kontrol diri perilaku berpacaran siswa SMP tepat, menarik dan berguna dari segi isi dan tampilan dengan keberterimaan sangat tepat, sangat menarik dan sangat berguna secara teoritis dan praktis. Penelitian ini menggunakan pretest-posttest control group design dimana dalam desain eksperimen, observasi dilakukan sebanyak dua kali yaitu sebelum eksperimen yang disebut pretest dan sesudah eksperimen yang disebut posttest. Hasil pretest dan posttest dilihat dari peningkatan skor pada skala control diri perilaku berpacaran yang dikerjakan oleh siswa, baik pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Mann-Whitney untukmengetahuiperbedaanhasilpretest danposttest antara dua kelompok yang berbeda. Berdasarkan hasil analisis data tersebut dinyatakan H0 ditolak dan terbukti bahwa terdapat perbedaan hasil pretest dan posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan maka dapat diambil kesimpulan bahwa paket pelatihan control diri dapat mengendalikan perilaku berpacaran siswa kelas VIII secara efektif. Berdasarkan hasil tersebut, maka disarankan pada: (1) konselor, untuk menggunakan paket sebagai salah satu media alternative dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling. (2) peneliti selanjutnya, pelatihan dalam penelitian ini terbatas pada beberapa siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Kepanjen, sehingga diharapkan peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian dalam skala subjek yang lebih besar dan lebih luas agar pelatihan yang diberikan benar-benar bermanfaat dan tepat sasaran serta mampu mengendalikan perilaku berpacaran siswa dengan lebih baik lagi.
HUBUNGAN SELF REGULATION DENGAN KEPERCAYAAN DIRI PADA SISWA YANG MENGIKUTI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SMAN 1 KEPANJEN TAHUN AJARAN 2013/2014
ABSTRAK Setiawan, Muhammad Nanang. 2014. Hubungan Self Regulation dengan Kepercayaan Diri pada Siswa yang Mengikuti Kegiatan Ekstrakurikuler di SMAN 1 Kepanjen Tahun Ajaran 2013/2014. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs.Harmiyanto, M.Pd. (II) Dr. AndiMappiare A.T., M.Pd. Kata kunci: self regulation,kepercayaandiri, ekstrakurikuler Self regulation adalah upaya individu untuk mengatur diri dalam suatu aktifitas dengan mengikut sertakan kemampuan metakognisi, motivasi, dan perilaku aktif. Self regulation bukan merupakan kemampuan mental ataupun akademik, melainkan bagaimana individu mengolah dan mengubah pada suatu aktifitas. Self regulation tinggi dapat menumbuhkan semangat dan kepercayaan diri pada siswa. Dengan adanya self regulation yang tinggi maka diharapkan dapat mendorong kepercayaan diri siswa. Kepercayaan diri ini penting karena seseorang akan memiliki perasaan puas dan yakin terhadap kemampuan yang dimiliki sekaligus berusaha mengembangkan penilaian positif terhadap diri dan lingkungan. Karena keragaman pendapat siswa mengenai self regulation, kemungkinan kepercayaan diri siswa berbeda-beda pula. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) gambaran self regulation siswa SMAN 1 Kepanjen, (2) tingkat kepercayaan diri siswa SMAN 1 Kepanjen, dan (3) hubungan antara self regulation dengan kepercayaan diri siswa SMAN 1 Kepanjen yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional. Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas X, XI, kelas XII SMAN 1 Kepanjen tahun ajaran 2013/2014. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportional random sampling, diperoleh sampel penelitian dengan jumlah 93 siswa. Instrumen penelitian ini berupa angket model skala Likert. Analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif (persentase) dan analisis korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) banyak siswa memiliki self regulation dengan kategori tinggi, (2) banyak siswa memiliki kepercayaan diri yang tinggi, (3) dari hasil pengujian hipotesis dinyatakan terdapat hubungan yang signifikan antara self regulation dengan kepercayaan diri siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 1 Kepanjen. Berdasarkan simpulan penelitian ini, disarankan pada kepala sekolah untuk senantiasa menjaga ekstrakurikuler dan meningkatkan mutu guna menciptakan self regulation dan juga kepercayaan diri pada siswa. Kepada konselor diharapkan dapat berperan serta dalam pemberian layanan kepada peserta didik dan senantiasa menjadi motivator bagi para siswa baik secara individu ataupun kelompok. Kepada guru diharapkan dapat menciptakan lingkungan positif dalam kelas, dan pembelajaran yang meningkatkan kedisiplinan agar terwujud self regulation yang tinggi sehingga menumbuhkan kepercayaan diri tinggi pada diri siswa
Pengembangan Paket Bimbingan Peningkatan Percaya Diri dengan Teknik Permainan Kelompok untuk siswa SMP
ABSTRAK Handriyanti, Ririn. 2014. Pengembangan Media PembelajaranBerbasis Adobe Flash CS6 Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Korespondensi (Studi pada Siswa Administrasi Perkantoran Kelas X di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen Kabupaten Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Moh. Arief, M.Si. (2) Hj. Madziatul Churiyah, S.Pd, M.M. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Adobe Flash CS6, HasilBelajar Media pembelajaran merupakan faktor yang penting dalam pembelajaran karena sebuah media merupakan suatu perantara yang dapat membantu berlangsungnya kegiatan belajar mengajar baik untuk guru maupun siswa. Pengembangan media pembelajaran sebagai bagian dari perkembangan ilmu dan teknologi, diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menunjang keefektifan dalam kegiatan belajar. Salah satu mata pelajaran yang diajarkan di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen Kabupaten Malang adalah Korespondensi. Melalui media pembelajaran berbasis Adobe Flash CS6 ini, diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pengembangan media pembelajaran berbasis Adobe Flash CS6 ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kondisi obyektif, yaitu metode pembelajaran yang dibutuhkan oleh siswa, (2) menghasilkan produk media pembelajaran berbasis Adobe Flash CS6, serta melakukan uji coba, dan (3) implementasi produk media pembelajaran berbasis Adobe Flash CS6 terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Korespondensi. Pengembangan dilakukan dengan menggunakan model pengembangan 4-D (four D models) yang dikembangkan Thiagarajan,dkk melalui 4 tahap, yaitu: (1) mendefinisikan (define), (2) merancang (design), (3) mengembangkan (develop), dan (4) menyebarluaskan (disseminate). Validitas media dilakukan oleh ahli materi dan ahli media. Uji coba media diujikan kepada siswa SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen Kabupaten Malang kelas X Program Administrasi Perkantoran. Hasil validasi ahli materi mencapai 93.05% yang menyatakan media pembelajaran sangat layak untuk digunakan dan hasil validasi ahli media mencapai73,61% yang menyatakan bahwa media cukup layak untuk digunakan untuk proses pembelajaran. Kesimpulan dari penelitian pengembangan ini adalah media pembelajaran berbasis Adobe Flash CS6 mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Rata-rata nilai uji Posttest untuk kelas eksperimen adalah 87,59 dan kelas kontrol sebesar 77,41, artinya adanya perbedaan hasil belajar siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Saran pemanfaatan media pembelajaran berbasis Adobe Flash CS6 ini, yaitu: (1) sebelum menggunakan media pembelajaran berbasis Adobe Flash CS6 sebaiknya pengguna terlebih dahulu membaca buku petunjuk penggunaan, (2) penggunaan media pembelajaran berbasis Adobe Flash CS6 hendaknya tidak lepas dari bimbingan guru dan sebaiknya guru sudah mempelajari media pembelajaran terlebih dahulu sebelum mengajarkan kepada siswa
Pengembangan Panduan Pelatihan Perencanaan Karir Model Pembelajaran Berbasis Masalah
ABSTRAK Krisvondaka A. Vigwida. 2014. Pengembangan Panduan Pelatihan Perencanaan Karir Model Pembelajaran Berbasis Masalah. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd, (II) Dr. IM Hambali, M.Pd. Kata Kunci: panduan pelatihan, perencanaan karir, model pembelajaran berbasis masalah Perencanaan karir merupakan suatu proses individu mengidentifikasi dan melakukan penilaian terhadap diri dan lingkungan yang berhubungan dengan karirnya serta langkah-langkah yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan karir, yang disesuaikan dengan keadaan yang ada pada diri dan lingkungannya. Pada kenyataannya banyak siswa SMA yang memiliki kemampuan rendah dalam mempersiapkan karirnya dalam pemilihan jurusan, pemilihan jenis sekolah lanjutan, maupun ketidaksiapan mereka memasuki perguruan tinggi atau dunia kerja. Hal tersebut dipengaruhi pelaksanaan bimbingan karir di sekolah yang kurang efektif untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan siswa dalam merencanakan karir. Berkaitan dengan rendahnya kemampuan siswa SMA dalam mempersiapkan karirnya, maka perlu dikembangkan suatu media yang dapat digunakan dalam meningkatkan mutu layanan bimbingan dan konseling terutama di bidang karir. Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk menghasilkan produk berupa panduan pelatihan perencanaan karir model pembelajaran berbasis masalah yang mudah, berguna, menarik dan tepat bagi siswa SMA. Produk yang dihasilkan diwujudkan dalam bentuk buku panduan untuk konselor yang berterima secara teoritis maupun praktis. Penelitian menggunakan metode research and development (R&D) yang bertujuan menghasilkan produk pengembangan. Metode yang digunakan diadaptasi dari strategi pengembangan Borg and Gall. Subjek uji coba dalam penelitian terdiri dari subjek ahli pengembangan produk yaitu ahli bimbingan dan konseling dan ahli media, subjek uji coba bidang sasaran pemakai produk serta kelompok kecil yaitu konselor dan konseli. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, pedoman observasi, dan lembar refleksi siswa. Teknik analisis data dengan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menghasilkan panduan pelatihan perencanaan karir model pembelajaran berbasis masalah yang sangat layak digunakan sebagai petunjuk pelatihan bagi konselor dalam rangka pemberian layanan bimbingan karir. Terdapat empat aspek yang dinilai dari panduan pelatihan perencanaan karir model pembelajaran berbasis masalah secara isi maupun tampilan yaitu aspek kegunaan, kemudahan, kemenarikan dan ketepatan. Pada tahap uji ahli bimbingan dan konseling panduan pelatihan perencanaan karir model pembelajaran berbasis masalah mendapatkan penilaian sangat layak dengan skor rata-rata 3,55 dalam rentang nilai 0-4. Pada tahap uji ahli media mendapatkan penilaian sangat layak dengan skor rata-rata 3,75 dalam rentang nilai 0-4. Sedangkan pada tahap uji calon pengguna mendapatkan penilaian sangat layak dengan skor rata-rata 3,11 dalam rentang nilai 0-4. Beberapa saran bagi konselor, siswa dan peneliti selanjutnya berhubungan dengan panduan pelatihan perencanaan karir model pembelajaran berbasis masalah yang dikembangkan. Pertama, perlunya penggunaan panduan pelatihan perencanaan karir model pembelajaran berbasis masalah bagi konselor sebagai petunjuk pelaksanaan pelatihan perencanaan karir yang bersifat prefentif dalam persiapan siswa menghadapi masa depan setelah SMA. Kedua, perlunya siswa mengikuti kegiatan pelatihan perencanaan karir secara aktif dan sesuai langkah-langkah yang telah ditetapkan untuk menambah wawasan dan meningkatkan keterampilan dalam merencanakan karir. Terakhir perlunya peneliti selanjutnya melakukan penelitian di SMA pada jumlah yang banyak dan wilayah yang luas untuk menguji efektifitas Panduan Pelatihan Perencanaan Karir Model Pembelajaran Berbasis Masalah, dengan melakukan need assesment di awal penelitian untuk mengetahui karakteristik siswa
PENGEMBANGAN PANDUAN PELATIHAN MIND SKILLS DALAM KONSLEING DENGAN MODEL EXPERIENTIAL LEARNING UNTUK MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAK Azmi, Khilman Rofi. 2014. Pengembangan Panduan Mind Skills dalam Konseling dengan Model Experiential Learning untuk Mahasiswa Bimbingan dan KonselingUniversitas Negeri Malang, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas IlmuPendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. M. Ramli, M.A., (II) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd. Kata Kunci : panduan, mind skills, konseling,model experiential learning Layanan Bimbingan dan Konseling merupakan bagian integral dari kegiatan pendidikan di sekolah. Sebagai layanan profesional, kegiatan layanan bimbingan dan konseling (BK) tidak dapat dilakukan sembarangan, namun harus berangkat dan berpijak dari suatu landasan yang kokoh, yang didasarkan pada hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam.Keterampilan berpikir (mind skills)merupakan seperangkat keterampilan konselor untuk mengelola akal pikiran dan memikirkan kembali apa yang sedang dipikirkan sekaligus yang dilakukan, sehingga akan berimplikasi pada bagaimana konselor bertingkah laku, berkomunikasi dan merespon konseli (Jones, 2005).Mind skills merujuk pada kemampuan internal yang wajib dimiliki oleh konselor. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan panduan pelatihan mind skillsmahasiswa BK untuk meningkatkan keterampilan konseling secara teoretis dan praktis. Prosedur pengembangan yang digunakan dalam penelitian pengembangan panduanmind skillscalon konselor untuk meningkatkan keterampilan penyelenggaraan konseling ini diadaptasi dari prosedur Borg & Gall (1983) yang meliputi tiga langkah: (1) Tahap I yakni persiapan, meliputi asesmen kebutuhan, studi literatur, menentukan tujuan pengembangan dan menyiapkan bahan yang diperlukan; (2) Tahap II yakni pelaksanaan, meliputi penyusunan draf produk; dan(3) Tahap III yakni uji coba, meliputi uji ahli, uji coba calon pengguna dan uji kelompok kecil. Subjek penelitian adalah mahasiswa BK yang sedang atau telah menempuh mata kuliah Keterampilan Dasar Komunikasi dan Praktikum Konseling. Analisis uji validitas produk menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil uji validitas produk yang terdiri dari uji ahli (ahli materi dan ahli media), uji calon pengguna (dosen), dan uji kelompok kecil oleh enam mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling menunjukkan bahwa panduan pelatihan mind skills dengan model experiential learning telah memenuhi kriteria keberterimaan dengan tiga aspek yakni aspek ketepatan (accuracy), kegunaan (utility), dan kesesuaian (compatibility). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dihasilkan panduan pelatihan mind skills dengan model experiential learning untuk mahasiswa BK Universitas Negeri Malang. Panduan berisi (1) pendahuluan, (2) petunjuk umum, (3) prosedur pelatihan mind skills, dan (4) evaluasi dan refleksi. Panduan berupa dua buku, yakni untuk fasilitator (dosen) dan mahasiswa. Saran untuk mahasiswaJurusan Bimbingan dan Konseling diharapkan dapat menggunakan panduan untuk berlatih meningkatkan mind skills dalam tahapan spesifik pendekatan konseling secara berkelanjutan. Selanjutnya untuk calon pengguna (dosen mata kuliah rumpun konseling) diharapkan dapat memperkenalkanmind skills kepada mahasiswa calon konselordengan tujuan meningkatkan kualitas praktik konseling. Adapun untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat menguji efektivitas panduan ini dengan teori BK dan strategi intervensi dengan tujuan memperkaya khazanah penelitian terkait mind skills