SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    1354 research outputs found

    PENGEMBANGAN TEKNIK SOSIODRAMA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA SMPN 3 PACITAN

    No full text
    ABSTRAK   Ilham, Rizal. 2014. Pengembangan Teknik Sosiodramauntuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Siswa Kelas VII di SMP Negeri 3 Pacitan. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Harmiyanto, M.Pd(II)Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd               Kata kunci:Sosiodrama, Keterampilan Komunikasi, Komunikasi Interpersonal.   Sosiodrama adalah teknikbimbinganberbentukpermainanperanan dengan mendramatisasi kehidupan nyata atau konflik yang belum terselesaikan dan sistem sosial yang membentuk kita secara individu dan kolektif.Penelitianpengembangansosiodramauntuk menghasilkan panduan sosiodrama untukmeningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal  yang berterima secara teoritis dan praktis.Hal ini disebabkan karena kurangnya keterampilan komunikasi interpersonal siswa. Selain itu, belum digunakannya model sosiodrama sebagai metode peningkatan keterampilan komunikasi siswa, maka dari pada itu di butuhkannya model pembelajaran bimbingan kelompok yaitu sosiodrama sebagai salah satu metode untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa di sekolah. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Prosedur pengembangan yang dilakukan: 1) tahap I perencanaan: menentukan potensi dan masalah penelitan, melakukan kajian pustaka dan need assesment;2) tahap II pengembangan produk:menentukan tujuan panduan sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal (tujuan umum dan tujuan khusus), menyusun skenario dan isi dari buku panduan sosiodrama, menyusun alat evaluasi produk; 3) tahap III uji coba produk: uji ahli (uji ahli bk, uji ahli drama, dan uji ahli media);revisi produk hasil penilaian uji ahli; uji calon pengguna produk;uji coba produk terbatas (uji kelompok kecil);produk akhir sosiodrama  untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal. Hasil analisis data daritahapanuji ahli BKsudahdinyatakanlayak.Dari uji Ahli Dramasudahdinyatakanlayak.Dari uji ahli mediasudahdinyatakanlayak.Dariuji penguna produk sudahdinyatakanlayak.Dengandemikiandapat disimpulkan bahwa panduan sosiodrama untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa SMP ini layak untuk dijadikan salah satu media bimbingan dan konseling melaksanakan teknik sosiodrama sebagai bagian dari metode permainan kelompok yang ada di sekolah. Berdasarkan hasil penelitian disarankan melakukan sosiodrama perluadanyapemahaman yang mendalam. Penelitianinidapatdilanjutkandenganeksperimen

    konsep diri pelaku aborsi di lumajang

    No full text
    KONSEP DIRI PELAKU ABORSI DI LUMAJANG Tri Yuni Susanti Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang   ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan konsep diri pelaku aborsi di Kabupaten Lumajang dan menjelaskan mengapa pelaku aborsi memiliki konsep diri tertentu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yaitu studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampling menggunakan purposive sampling. Subjek dalam penelitian ini berjumlah tiga orang yaitu PT, WN, dan ST. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan analisis tematik. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan pengamatan, triangulasi, dan kecukupan referensial. Hasil penelitian menunjukkan konsep diri dari ketiga subyek bermacam-macam karena dipengaruhi aspek role (peran) sebagai ibu atau wanita yang bisa dimasukkan ke dalam unsur-unsur konsep diri yaitu psychological self image dan ideal self image. Konsep diri ketiga subyek penelitian memiliki derajat konsep diri yang berbeda pada masing-masing aspek karena dipengaruhi oleh persepsi dan pengalaman yang dimiliki subyek. Wanita yang sudah menikah pada subyek penelitian memiliki konsep diri yang lebih negatif dibandingkan dengan wanita yang belum menikah. Kata Kunci: Konsep Diri, Pelaku Aborsi, Kabupaten Lumajan

    Pengembangan Paket Pelatihan Problem-Solving Techniques untuk Meningkatkan Keterampilan Pengambilan Keputusan Pribadi Siswa SMA

    No full text
    ABSTRAK   Artiandini, Yerry Dwi Putri. 2014. Pengembangan Paket Pelatihan Problem-Solving Tachniques untuk Meningkatkan Keterampilan Pengambilan Keputusan Pribadi Siswa SMA. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. IM Hambali, M.Pd., (II) Yuliati Hotifah, S.Psi, M.Pd.   Kata kunci: paket pelatihan, problem-solving techniques, keterampilan pengambilan keputusan pribadi, kematangan intelektual siswa SMA, pengembangan   Berdasarkan fakta pengamatan peneliti yang dilakukan di SMAN 9 Malang, ditemukan fenomena bahwa kebanyakan siswa masih belum siap untuk menghadapi masalah sehingga pengambilan keputusan sering tidak menyelesaikan masalah, justru menambah masalah baru. Hal ini terbukti dari catatan kasus yang terjadi dan juga siswa yang datang untuk berkonseling. Ada beberapa catatan kasus yang  menjadi perhatian peneliti, salah satunya yaitu kasus percobaan bunuh diri yang dilakukan siswa kelas XII di salah satu rumah sakit di kota Malang. Sesuai dengan Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik (SKKPD) pada aspek kematangan intelektual siswa SMA, seharusnya telah mampu menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan sesuai dengan data/informasi secara obyektif. Penelitian pengembangan ini menciptakan suatu metode pelatihan yang tepat untuk mengatasi permasalah yang telah dipaparkan di paragraf sebelumnya. Peneliti mengembangkan paket pelatihan problem-solving techniques siswa SMA dengan tujuan membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan pengambilan keputusan pribadi khususnya pada aspek kematangan intelektualnya. Paket ini terdiri atas dua komponen yaitu panduan paket pelatihan untuk konselor dan paket pelatihan untuk siswa. Penelitian pengembangan ini menggunakan metode penelitian dari Borg and Gall (1983) yang telah disesuaikan dengan kebutuhan penelitian. Tahapan pengembangan tersebut antara lain: analisis kebutuhan, perencanaan, pengembangan produk, validasi ahli (ahli BK dan ahli media), revisi I, uji coba lapangan terbatas, revisi II, dan produk akhir. Setelah paket tersusun, pengembang melakukan uji ahli kepada ahli BK dan ahli materi dan selanjutnya diujikan kepada calon pengguna produk yaitu konselor dan siswa dalam skala kecil. Sehingga paket pelatihan yang dikembangkan mampu berterima dengan baik oleh pihak yang terlibat dalam proses pelatihan yang ada pada paket pelatihan yaitu konselor sebagai pelatih dan siswa sebagai sasaran pelatihan karena telah mengalami beberapa revisi. Berdasarkan hasil pengembangan paket pelatihan problem-solving techniques, maka disarankan bagi peneliti selanjutnya melakukan uji efektivitas dari paket pelatihan problem-solving techniques untuk mengetahui tingkat keefektivan paket pelatihan jika diterapkan dalam kelas

    KEEFEKTIFAN TEORI KRUMBOLTZ UNTUK MENGEMBANGKAN PILIHAN KARIER SISWA SMA

    No full text
    ABSTRAK   Kurniawati, Narita. 2014. Keefektifan Teori Krumboltz Untuk Mengembangkan Pilihan Karier Siswa SMA. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd, (II) Arbin Janu Setyowati, S.Pd, M.Pd.   Kata Kunci: teori krumboltz, pilihan karier, contoh kasus.   Merencanakan dan memilih karier perlu dilakukan sejak dini karena merupakan tugas perkembangan siswa pada sekolah menengah atas. Merencanakan dan memilih karier tidak hanya terbatas pada pekerjaan yang diinginkan saja, pemilihan studi lanjutan dan rencana hidup di masa mendatang merupakan bagian dari rencana karier. Sekolah sebagai lembaga penyelenggara pendidikan formal berperan penting pada proses perkembangan siswa secara optimal. Bimbingan dan konseling sebagai bagian dari lembaga sekolah berperan dalam proses perencanaan karier siswa karena selain bimbingan pribadi, social dan belajar. Bimbingan karier termasuk dalam layanan dasar bimbingan dan konseling yang diberikan kepada siswa. Bimbingan karier sebagai layanan dalam bimbingan dan konseling bertujuan membantu siswa untuk melakukan perencanaan karier sesuai dengan minat dan kemampuan yang dimilikinya. Fokus pada bidang Bimbingan dan Konseling karier, pilihan karier siswa dapat dikembangkan dengan teori Krumboltz yang menekankan pada usaha membantu siswa dalam merencanakan, memilih dan memutuskan kariernya di masa mendatang. Teori Krumboltz dilaksanakan dengan menyajikan sejumlah contoh kasus yang berisi tentang masalah karier yang sering ditemui pada kebanyakan siswa untuk didiskusikan dan direfleksikan bersama fasilitator. Subjek dilibatkan dalam pengaplikasian teori Krumbolz pada masalah karier yang sedang dialaminya pada tahap keempat dalam treatment sehingga subjek dapat menyelesaikan masalah kariernya dan memilih kariernya sesuai dengan keinginannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan teori Krumboltz untuk mengembangkan pilihan karier siswa SMA. Subjek penelitian adalah siswa SMA kelas X berjumlah 8 orang. Rancangan penelitian ini adalah one group pretest posttest design, dengan menggunakan alat berupa skala pilihan karier berdasarkan teori Krumboltz yang diberikan pada awal dan akhir treatment. Data yang sudah terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji statistik nonparametrix tipe tes wilcoxon. Dari hasil uji statistik dapat dilihat kenaikan skor pada posttest diakhir pertemuan setelah pemberian treatment dan perubahan mean pada pretest dan postest yaitu 75,7500 menjadi 96,1250. Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa teori Krumboltz efektif untuk mengembangkan pilihan karier siswa SMA Beberapa saran yang perlu dipertimbangkan pada penelitian ini adalah sebagai berikut: (1)Konselor mempersiapkan bahan bacaan yang sesuai kebutuhan kelompok eksperimen dengan menyajikan contoh kasus yang sering dijumpai siswa dalam kehidupan sehari-hari dan setting tempat untuk melaksanakan eksperimen harus dipertimbangkan terlebih dahulu. (2) Pada peneliti selanjutnya sebaiknya melakukan kegiatan need assesment dan uji validitas treatment.

    PROFIL PERTIMBANGAN PEMILIHAN JURUSAN SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 TAPIN SELATAN KABUPATEN TAPIN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

    No full text
    ABSTRAK   Makaria, Eklys Cheseda. 2014. Profil Pertimbangan Pemilihan Jurusan Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Tapin Selatan Kabupaten Tapin Provinsi Kalimantan Selatan. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muslihati, S.Ag, M.Pd, (II) Dr. Carolina Ligya Radjah, M.Kes.   Kata Kunci: Pertimbangan, pemilihan jurusan, sekolah menengah kejuruan.   Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bertujuan mengembangkan keahlian dan sikap profesional, serta mempersiapkan diri siswa dalam menghadapi dunia kerja, sesuai tujuan tersebut maka dirancang program penjurusan di SMK. Banyaknya kompetensi keahlian yang bisa dipilih ini membuat siswa harus mempertimbangkan matang-matang pilihannya. Alasan mengapa siswa memilih suatu jurusan menjadi hal yang menarik untuk dipahami. Oleh karena itu, diperlukan pembahasan mengenai pemilihan jurusan siswa SMK. Penelitian metode eksplanatoris sekuensial ini bertujuan untuk mengeksplorasi pertimbangan-pertimbangan yang melatarbelakangi siswa dalam memilih jurusan, motivasi-motivasi yang mendorong siswa dalam memilih jurusan tersebut, dan significant other yang mempengaruhi pertimbangan-pertimbangan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif dengan strategi eksplanatoris sekuensial. Metode kuantitatif dengan teknik angket, digunakan untuk mengukur persentase pertimbangan-pertimbangan yang mempengaruhi siswa dalam memilih jurusan. Metode kualitatif dengan teknik wawancara yang dilaksanakan dengan strategi focus group discussion, digunakan untuk menjawab pertanyaan apa motivasi siswa dalam memilih jurusan, dan siapa yang berpengaruh dalam pemilihan jurusan tersebut. Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil penelitian yaitu, yang pertama, pertimbangan utama siswa kelas X SMK Negeri 1 Tapin Selatan dalam memilih jurusan adalah jurusan yang diinginkan, tidak lulus di jurusan lain, dorongan orangtua, peluang kerja, dan kemampuan diri. Kedua, pertimbangan-pertimbangan tersebut dipengaruhi oleh motivasi berupa fantasi, tantangan, keingintahuan, dan keinginan untuk memenuhi permintaan orangtua. Ketiga, significant other yang mempengaruhi siswa dalam memilih jurusan adalah keluarga dan sahabat. Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian, ada lima pertimbangan utama yang mempengaruhi siswa dalam memilih jurusan. Motivasi-motivasi yang melatarbelakangi siswa dalam memilih jurusan, ada motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik. Significant other yang mempengaruhi siswa dalam memilih jurusan adalah orangtua, paman, sepupu dan sahabat. Saran bagi kepala sekolah, dapat ,menjadi masukan untuk merancang atau memperbaiki program yang berkaitan dengan peminatan siswa. Bagi konselor, sebagai bahan dalam memberikan layanan orientasi dan perencanaan individual. Bagi peneliti lain, dapat menjadi sumber referensi mengenai pertimbangan-pertimbangan dalam memilih jurusan, dan sebagai sumber pengembangan topik penelitian yang lebih luas.

    PENGEMBANGAN PAKET BIMBINGAN KETERAMPILAN INTERPERSONAL BAGI SISWA SMA

    No full text
    ABSTRAK   Afif, Zen. 2014. Pengembangan Paket Bimbingan Keterampilan Interpersonal Bagi Siswa SMA. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd. (II) Drs. Djoko Budi Santoso, M.Pd.   Kata Kunci: paketbimbingan, keterampilan interpersonal, siswa SMA   Keterampilan interpersonal merupakanketerampilan berinteraksi dengan orang lain dalam konteks sosial dengan cara yang spesifik yang dapat diterima oleh masyarakat, bermanfaat bagi pribadi dan orang lain serta dapat dipelajari. Kondisi rendahnya keterampilan interpersonal remaja bertentangan dengan karakteristik perkembangan remaja. Penjelasan Vigotsky (1978) berarti bahwa pada usia ini sangat penting bagi individu untuk meningkatkan keterampilan interpersonalnya karena keterampilan tersebut mempengaruhi hubungannya dengan orang lain. Penelitian bertujuan untuk menghasilkan media bimbingan dalam bentuk paket bimbingan keterampilan interpersonal bagi siswa SMA yang terdiri dari buku panduan paket bimbingan keterampilan interpersonal yang dipergunakan oleh konselor dan buku paket materi bimbingan ketrampilan interpersonal yang digunakan oleh siswa, yang berterima secara teoritis dan praktis. Pengembangan paket bimbingan keterampilan interpersonal bagi siswa SMA menggunakan model Borg and Gall. Uji coba paket, diuji oleh dua orang ahli bimbingan dan konseling, dan  dua orang pengguna (konselor). Instrumen yang digunakan adalah format penilaian dalam bentuk skala penilaian serta lembar saran, dan teknik analisis menggunakan rerata. Hasil penilaian ahli dan calon pengguna terhadap buku materi bimbingan keterampilan interpersonal bagi siswa SMA menunjukkan berguna dari aspek kepergunaan, layak dari aspek kelayakan, tepat dari aspek ketepatan, dan menarik dari aspek kemenarikan. Sedangkan hasil penilaian buku panduan konselor menunjukkan bahwa buku panduan konselor jelas pada pendahuluan, jelas pada tujuan khusus, materi, langkah-langkah kegiatan, dan evaluasi. Saran yang dapat disampaikan pada penelitian ini adalah sebagai berikut, (1) untuk konselor di SMA penggunaan buku paket bimbingan ini secara efektif dapat dilakukan dengan memberikan tugas rumah tambahan untuk siswa sebagai tindak lanjut dari kegiatan yang telah dilakukan yang sesuai dengan materi yang ada dalam buku paket bimbingan interpersonal, untuk membentuk pemahaman dan perubahan perilaku pada diri siswa yang lebih dalam mengenai keterampilan interpersonal. (2) untuk peneliti selanjutnya, pengembangan yang telah dilakukan dalam mengembangkan paket bimbingan keterampilan interpersonal ini telah sampai pada tahap uji calon pengguna produk yaitu konselor di sekolah SMA, namun belum sampai pada tahap uji lapangan. Untuk itu saran bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan uji lapangan sehingga produk yang dikembangkan benar-benar efektif untuk digunakan

    Panduan Konseling REB dengan Impact Counseling untuk Mengurangi Kecemasan Menghadapi Ujian Nasional di SMKN 3 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Prasetya, Agus. 2014. Pengembangan Panduan Konseling REB dengan Impact Counseling untuk Mengurangi Kecemasan Menghadapi Ujian Nasional di SMKN 3 Malang. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Muslihati, M.Pd (II) Dr. I.M. Hambali, M.Pd   Kata kunci: Konseling, REB, kecemasan, ujian nasional, impact counseling   Salah satu permasalahan bagi siwa adalah kecemasan menghadapi ujian nasional. Permasalahan ini perlu ditangani  secara profesional. Diasumsikan bahwa kecemasan yang dialami oleh siswa disebabkan karena adanya pikiran yang tidak rasional. Karena itu, pendekatan REB sangat tepat untuk digunakan sebagai teknik dalam permasalahan ini. Akan tetapi pada kenyataannya beberapa proses konseling yang tidak efektif dikarenakan berbagai hal, diantaranya adalah kurang melibatkan aspek audio, visual, dan kinestetik. Untuk itu, diperlukan penerapan impact counseling dalam konseling REB guna mengurangi kecemasan menghadapi Ujian Nasional di SMKN 3 Malang. Penelitian ini bertujuan menghasilkan panduan konseling REB dengan impact counseling untuk mengurangi kecemasan menghadapi Ujian Nasional di SMKN 3 Malang. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Borg and Gall karena tahapannya lebih praktis dan mudah diterapkan. Dari 10 langkah penelitian Borg and Gall, diambil 6 langkah yang kemudian disederhanakan menjadi 3 langkah utama, yaitu Pra-Pengembangan, Pengembangan, dan pasca Pengembangan. Pada tahap yang pertama, yaitu Pra-Pengembangan dilakukan pengambilan data need assesment tentang kecemasan yang dialami oleh siswa di SMKN 3 Malang. Dengan menggunakan skala kecemasan didapati ada 21% siswa yang mengalami kecemasan dengan kategori cemas dan sangat cemas. Pada tahap pengembangan dilakukan penyusunan produk berupa panduan konseling REB dengan impact counseling untuk mengurangi kecemasan menghadapi Ujian Nasional di SMKN 3 Malang. Panduan ini berisi 3 bagian utama yaitu pendahuluan yang berisi latar belakang penyusunan panduan, kemudian konsep dasar yang berisi landasan teoritik dan ketiga adalah langkah-langkah praktis penerapan konseling REB dengan impact counseling. Pada tahap pasca pengembangan dilakukan validasi produk melalui uji materi pada 2 ahli konseling, serta uji kelompok kecil pada konselor di SMKN 3 Malang sebanyak satu orang. Dari hasil uji materi didapatkan skor rata-rata aspek ketepatan sebesar 16,5. Aspek kelayakan memiliki rata-rata 15. Aspek kegunaan memiliki rata-rata sebesar 15. Tiap aspek memiliki 5 butir pertanyaan dengan skor maksimal tiap pertanyaan adalah 4. Sedangkan dari hasil uji calon pengguna untuk aspek ketepatan mendapat skor 15, aspek kelayakan mendapat 16, dan aspek kegunaan mendapat skor 16. Dari skor tersebut meskipun ada beberapa hal yang perlu direvisi, secara umum produk sudah memenuhi kriteria layak untuk digunakan

    EFEKTIFITAS TEKNIK PROBLEM SOLVING UNTUK MEININGKATKAN KETERAMPILAN MEMECAHKAN MASALAH KARIR SISWA SMP TAMAN DEWASA MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Pranoto, Setyo. 2014. Efektivitas Teknik Problem solving Untuk Meningkatkan Keterampilan Memecahkan Masalah Karir Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Widada M.Si, (II) Dr. M. Ramli, M.A   Kata Kunci: Problem Solving, Keterampilan memecahkan masalah, Masalah karir   problem solving adalah proses yang dilakukan oleh individu secara sistematis dengan membuat, mengidentifikasi dan memutuskan alternatif-alternatif yang paling ideal untuk memecahkan suatu permasalahan. Problem solving digunakan untuk meningkatkan keterampilan memecahkan siswa, salah satunya adalah memecahkan permasalahan karir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas teknik problem solving untuk meningkatkan keterampilan memecahkan masalah karir siswa. Hal ini, didasarkan pada pertimbangan masalah karir siswa yang perlu di berikan bimbingan dalam menentukannya. Rancangan eksperimen dalam penelitian ini adalah one group pretest and posttest  dengan subjek adalah 5 siswa SMP yang mempunyai skor keterampilan memecahkan masalah paling rendah pada pretest yaitu siswa yang memiliki ketrampilan memecahkan masalah karir rendah. Pengumpulan data dengan instrumen skala keterampilan memecahkan masalah karir. Kemudian diberikan treatment sebanyak tiga sesi pertemuan, dan setelah itu dilakukan posttest. Data dianalisis dengan statistik nonparametrik uji beda sign test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara skor pretest dan posttest dengan signifikansi 0,034 (0,03

    Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Komprehensif di Sekolah Menengah PertamaLaboraturium Univ. Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK Susilo D, Davit.2010. Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Komprehensif di Sekolah Menengah PertamaLaboraturium Univ. Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Carolina Ligya Radjah, M.Kes; (II) Dr.Hj Muslihati, S.Ag., M.Pd. Kata kunci: Bimbingan dan Konseling Komprehensif. Bimbingan dan konseling di sekolah adalah pelayanan untuk semua siswa yang mengacu pada keseluruhan aspek perkembangan mereka yang meliputi empat dimensi kemanusiaan (keagamaan, kesosialan, kesusilaan, dan keindividualan). Pelaksanaan bimbingan dan konseling didasarkan pada penyusunan program-program  yang nantinya diharapkan dapat mengatasi persoalan yang dihadapi siswa, sehingga siswa dapat berkembang secara optimal dan dapat mencapai tujuan belajar dan hidupnya. Bimbingandankonselingkomprehensifadalah program bimbinganyang didalamnyamengandungempatkomponenpelayanan, yaitu; 1) pelayanandasarbimbingan; 2) pelayananresponsif; 3) perencanaan individual dan; 4) dukungan system. Yang memuat Perencanaan (planning) yang berkaitan dengan aspek,meliputiaspekpribadi, sosial, belajardankarirdenganmenekankankolaborasiantarakonselordengan  personil sekolah (pimpinansekolah, guru, danstafadministrasi), orang tuasiswadanpihak-pihakterkait (dokter, psikologdaninstansipemerintah/swasta). Penelitian ini bertujuan untuk untukmengetahui pelaksanaan bimbingan dan konseling komprehensif di Sekolah Menengah Pertama Laboratorium Universitas Negeri Malang.Penelitian dilaksanakan terhadap siswa Sekolah Menengah Pertama Laboratorium Universitas Negeri Malang. Rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi keseluruhan berjumlah 756 siswa, dilakukan pada siswa dari kelas VII sampai kelas IX dan diambil sampel yaitu 70 siswa yang terdiri dari 40 siswa perempuan dan 30 siswa laki-laki. Pengambilan sampel dilakukan dengan metodeproporsionalrandomsampling. Penelitian ini untuk menggambarkan atau melukiskan apa yang ada tentang suatu variabel, gejala atau keadaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari empat aspek layanan bimbingan dan konseling komprehensif terlaksana dengan baik dan berkualitas di Sekolah Menengah Pertama Laboratorium Universitas Negeri Malang dan diberikan kepada siswa.Namun layanan tertentu yaitu layanan konseling individual belum terlaksana baik dan maksimal di Sekolah Menengah Pertama Universitas Negeri Malang karena belum memenuhi proporsi antara konselor dan siswa. Berdasarkan penelitian yang telah terlaksana dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan program bimbingan dan konseling komprehensif yaitu 1) Layanan dasar di telah terlaksana mulai dari layanan bimbingan belajar, layanan bimbingan karir, dan layanan pribadi sosial, 2) Layanan responsif yang telah terlaksana yaitu konseling individual, konseling kritis, dan konsultasi. Namun ada kendala yang belum terlaksana adalah konseling individual diketahui hasilnya tidak teralalu maksimal karena proporsi Ratio antara konselor dan siswa, 3) Perencanaan individual yang telah terlaksana adalah individual appraisal, individual advisement, transition planning, dan follow up, namun ada kendala yang belum terlaksana adalah siswa yang datang di ruang BK sebagian besar datang secara kelompok, konselor memanggil siswa yang sedang ada masalah saja dan, 4) Dukungan sistem yang telah terlaksana, namun ada kendala yang belum terlaksana adalah ruang BK yang masih belum sesuai, dalam ruang konseling, ruang konselor, dan ruang tamu masih dalam satu ruangan. Berdasarkan hasil tersebut disarankan agar konselormelakukan kerjasama dengan guru dan para orang tua siswa dalam menjaga perkembangan siswa. Dan untuk kepala sekolah dan guru dapat digunakan sebagai contoh (best practice) pelaksanaan program sekolah

    PENGGUNAAN TEKNIK HOMEROOM UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI ANTARPRIBADI SISWA KELAS XI RPL-4 SMK NEGERI 5 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Kristanti, Aliefia.2014. Penggunaan Teknik Homeroom dalam Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Antarpribadi Siswa Kelas XI RPL-4 SMK Negeri 5 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd., (II) Dra. Elia Flurentin, M.Pd   Kata Kunci:  keterampilan komunikasi antarpribadi, homeroom   Keterampilan komunikasi antarpribadi dibutuhkan oleh siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk memasuki dunia kerja. Komunikasi yang baik di lingkungan kerja akan membuat siswa dapat beradaptasi dengan baik dan membuka kemungkinan untuk promosi jabatan. Keterampilan komunikasi yang baik juga akan membantu siswa untuk dapat memahami diri sendiri dan lingkungan dengan lebih baik. Namun, dengan semakin majunya teknologi komunikasi, kegiatan diskusi dan pembicaraan tatap muka menjadi kurang diminati siswa. Hal ini juga yang menjadi penyebab berkurangnya pemahaman dan kepedulian siswa terhadap lingkungan. Maka dari itu, diperlukan kegiatan yang dapat meningkatkan keterampilan komunikasi antarpribadi siswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan dua hal, yang pertama adalah mengenai penggunaan teknik homeroom sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan keterampilan komunikasi antarpribadi siswa, yang kedua adalah mengenai peningkatan keterampilan komunikasi antarpribadi siswa. Rancangan penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas. Empat tahapan yang dilalui peneliti, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Subjek penelitian adalah 20 orang siswa kelas XI Rekayasa Perangkat Lunak (RPL)-4 SMK Negeri 5 Malang. Alat pengumpul data yang digunakan adalah lembar pengamatan/ observasi dan pedoman wawancara/ interviu. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik homeroom dapat meningkatkan keterampilan komunikasi siswa kelas XI RPL-4 SMK Negeri 5 Malang. Hal ini didukung oleh hasil perbandingan keterampilan komunikasi antarpribadi siswa pada kedua siklus. Data tersubut juka diperkuat oleh hasil wawancara dengan konselor yang menunjukkan peningkatan ketertiban siswa di kelas. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan adanya keberlanjutan dan pengembangan oleh peneliti selanjutnya. Hal ini disebabkan banyaknya keuntungan dari pelaksanaan homeroom, serta masih belum banyaknya penelitian yang membahas mengenai teknik homeroom. Dari pihak sekolah pun, penelitian ini hendaknya diterapkan sebagai salah satu program rutin. Hal ini dikarenakan semakin berkembangnya teknologi, komunikasi tatap muka cenderung ditinggalkan. Melalui homeroom, siswa dan guru dapat menjalin hubungan yang lebih baik. masalah waktu dan temapat pelaksanaan yang selama ini menjadi kendala, juga dapat menjadi pertimbangan bagi sekolah maupun peneliti selanjutnya untuk dicari pemecahannya bersama. Namun, diperlukan peningkatan keterampilan komunikasi  dari konselor agar hasilnya lebih maksimal

    0

    full texts

    1,354

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇