SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
1354 research outputs found
Sort by
KEEFEKTIFAN KONSELING KELOMPOK RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR UNTUK MENINGKATKAN KENDALI DIRI SISWA PESERTA OLIMPIADE DI SMA NEGERI 2 MALANG
ABSTRAK Ardianti, Fityan Hayu. 2015. Keefektifan Konseling Kelompok Rational Emotive Behavior untuk Meningkatkan Kendali Diri Siswa Peserta Olimpiade di SMA Negeri 2 Malang. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. Nur Hidayah, M.Pd., (II) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd. Kata Kunci: konseling, kendali diri. Kendali diri sangat berpengaruh kepada siswa dalam mengikuti kompetisi olimpiade. Para siswa yang memiliki kendali diri rendah sering mendapatkan hasil yang kurang maksimal dalam suatu olimpiade. Oleh karena itu, kendali diri diperlukan untuk dapat mempersiapkan diri secara matang dalam menghadapi olimpide baik tingkat provinsi maupun tingkat nasional. Salah satu teknik konseling yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan kendali diri siswa olimpiade yaitu konseling kelompok Rational Emotive Behavior. Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui keefektifan konseling kelompok Rational Emotive Behavior untuk meningkatkan kendali diri siswa olimpiade.Rancangan penelitian ini menggunakan quasi experimental dengan desain interrupted time series design. Subjek penelitian adalah siswa olimpiade dari berbagai bidang olimpiade sebanyak 5 siswa. Observasi dilakukan sebanyak dua kali yaitu sebelum perlakuan disebut pretest dan sesudah perlakuan yang disebut posttest. Hasil pretest dan posttest dilihat dari peningkatan skor yang semakin tinggi pada skala kendali diri siswa olimpiade. Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian adalah statistik nonparametrik melalui ujiWilcoxon Signed Rank Test, untuk mengetahui perbedaan hasil pretest dan posttest.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling kelompok Rational Emotive Behavior efektif untuk meningkatkan kendali diri siswa olimpiade. Hal ini ditunjukkan oleh nilai beda sebesar (Z=-2.032b) dengan nilai signifikansi 0.042 dan antara skor pretest I, pretest II, pretest III dan posttest I, posttest II, posttest III terjadi perbedaan skor. Nilai probability eror kurang dari 0.05 (p=0.04
Keefektifan Konseling Ringkas Berfokus Solusi untuk Meningkatkan Motivasi Berprestasi Siswa dari Keluarga Broken Home
ABSTRAK Kusumaningrum, Sri Ajeng. 2015. Keefektifan Konseling Ringkas Berfokus Solusi untuk Meningkatkan Motivasi Berprestasi Siswa Dari Keluarga Broken Home. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dr. M. Ramli, M.A. (II) Dr. Triyono, M.Pd. Kata Kunci : konseling ringkas berfokus solusi, motivasi berprestasi, siswa dari keluarga broken home Motivasi berprestasi adalah salah satu faktor internal yang mempengaruhi prestasi belajar siswa SMK. Salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi berprestasi ialah keadaan keluarga, dimana kondisi keluarga yang broken home memiliki keterlibatan secara negatif terhadap motivasi siswa. Berdasarkan hasil observasi awal menunjukkan bahwa siswa dari keluarga broken home memiliki permasalahan yang berkaitan dengan rendahnya motivasi berprestasi. Konselor membantu siswa dari keluarga broken home cenderung menggunakan model konseling direktif yang cenderung memberikan saran yang kurang sesuai dengan keadaan siswa. Dalam penelitian ini, digunakan konseling ringkas berfokus solusi untuk membantu konseli menuju pada perubahan yang sesuai dengan kondisinya dan mengenali potensi dirinya atas permasalahannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan konseling ringkas berfokus solusi untuk meningkatkan motivasi berprestasi siswa dari keluarga broken home. Jenis penelitian ini menggunakan true experimental design, dengan desain penelitian pretest-posttest-control-group-design. Subjek penelitian adalah siswa kelas X di SMK N 2 Malang sebanyak 12 orang yang terpilih berdasarkan pengisian essai keluarga untuk menentukan siswa kriteria keluarga broken home dan pengisian skala motivasi berprestasi sebagai instrumen utama penelitian. Siswa yang berasal dari keluarga broken home yang menjadi subjek penelitian ialah siswa yang memiliki skor motivasi berprestasi rendah. Teknik analisis data yang digunakan adalah Two-Independent-Sampel Test-Mann Whitney U, yang digunakan untuk mengetahui adanya perbedaan skor posttest skala motivasi berprestasi dari subjek penelitian yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menggunakan analisis Two-Independent-Sampel Test-Mann Whitney U ini diperoleh angka z hitung > z tabel yaitu -2.647. Nilai Asymp. Sig. (2-tailed) adalah 0.009, dimana 0.009 < 0.05 yang menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok eksperimen dan skor posttest kelompok kontrol. Hasil uji analisis secara statistik tersebut membuktikan bahwa Ho ditolak, sedangkan Hα diterima. Sehingga, hasil uji statistik yang telah dijabarkan di atas, merujuk pada kesimpulan hasil penelitian, yakni intervensi konseling ringkas berfokus solusi lebih efektif untuk meningkatkan motivasi berprestasi siswa dari keluarga broken home. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar konselor dapat membantu siswa meningkatkan motivasi berprestasi siswa dari keluarga broken home menggunakan konseling ringkas berfokus solusi. Bagi peneliti selanjutnya yang menggunakan konseling ringkas berfokus solusi diharapkan dapat mempertimbangkan manajemen waktu pelaksanaan konseling ringkas berfokus solusi dengan memberikan waktu konseling yang telah ditentukan yang disamakan pada masing-masing subjek, serta disarankan untuk memperoleh informasi yang sekarang atau update sehingga keadaan konseli yang saat ini sesuai dengan kriteria keluarga broken home yang ditentukan. Selanjutnya saran bagi sekolah adalah dapat menggunakan panduan konseling ringkas berfokus solusi sebagai referensi pada pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah
Pengembangan Modul Kepercayaan Diri untuk Membantu Siswa Agar Lebih Aktif Saat Proses Pembelajaran di SMP Negeri 9 Malang
ABSTRAK Sukmana, Achmad Noval. 2015. Pengembangan Modul Kepercayaan Diri untuk Membantu Siswa Agar Lebih Aktif Saat Proses Pembelajaran di SMP Negeri 9 Malang. Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Adi Atmoko, M.Si (II) Yuliati Hotifah, S.Psi. M.Pd Kata Kunci: Kepercayaan diri, siswa aktif Kepercayaan diri berperan sangat penting dalam menentukan kesuksesan anak di masa mendatang. Siswa yang memiliki kepercayaan diri rendah akan berpengaruh pada hasil belajar khususnya dalam bidang akademik. Jika tidak segera diselesaikan akan timbul masalah yang lebih kompleks seperti nilai akademik menurun, bahkan siswa bisa tidak naik kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa modul yang disertai dengan prosedur penggunaan modul yang tepat dan layak untuk digunakan oleh konselor, guru, siswa, dan tenaga pendidik lainnya sebagai alat bantu yang berguna untuk menumbuhkan rasa percaya diri agar siswa bisa lebih percaya diri dan yakin akan kemampuannya, dan lebih aktif saat proses pembelajaran. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 9 Malang dengan menggunakan desain penelitian one group pre test-post test design yaitu dengan memberikan pretest dan posttest untuk mengetahui keefektifan modul. Penelitian dilakukan sebanyak lima kali pertemuan dengan pretest diberikan pada awal pertemuan dan posttest diberikan pada akhir pertemuan. Subyek penelitian yaitu 6 orang siswa kelas VII A yang memiliki tingkat kepercayaan diri paling rendah berdasarkan hasil nilai pretest. Analisis data dilakukan menggunakan uji nonparametrik (Wilcoxon signed rank test) untuk mengetahui perbedaan antara nilai pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul kepercayaan diri bagi siswa SMP ini efektif. Hal ini dapat dilihat dari hasil nilai pretest dan posttest yang menunjukkan bahwa subyek mengalami peningkatan kepercayaan diri yang cukup signifikan. Kemudian hasil uji nonparametrik dengan menggunakan SPSS 20 ditemukan bahwa Asymp. Sig. (2-tailed)/nilai probabilitas sebesar 0,026 < 0,05, maka Ho ditolak atau ada perbedaan antara nilai pretest dan posttest setelah diberikan perlakuan modul kepercayaan diri bagi siswa SMP. Saran untuk penelitian selanjutnya yaitu perlu dilakukan pengujian terhadap keefektivan modul diluar proses penelitian dengan skala lebih besar, dan beberapa waktu setelah proses penelitian dilaksanakan (misal 1 s/d 2 bulan setelah penelitian). Saran kepada konselor yaitu untuk menyebarluaskan modul kepada rekan sejawat agar produk ini dapat digunakan secara luas.
Keefektifan Latihan Asertivitas untuk Meningkatkan Keberanian Siswa Korban Bullying di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang.
ABSTRAK Alisa, N.F. 2015. Keefektifan Latihan Asertivitas untuk Meningkatkan Keberanian Siswa Korban Bullying di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. Nur Hidayah, M.Pd., (II) Dr. H. M. Ramli, M.A. Kata Kunci: latihan asertivitas, keberanian siswa korban bullying. Kekerasan sering terjadi di lingkungan remaja. Kekerasan yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu yang ditujukan pada orang yang tidak berdaya disebut dengan bullying. Bullying terdiri dari tiga jenis yaitu bullying secara fisik, psikologis dan verbal. Bullying bisa diartikan sebagai agresi karena sama-sama perilaku kekerasan yang bersifat fisik, psikologis dan verbal. Salah satu teknik konseling yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan keberanian siswa korban bullying yaitu konseling behavioral dengan teknik latihan asertivitas. Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui keefektifan latihan asertivitas untuk meningkatkan keberanian siswa korban bullying di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Rancangan penelitian ini menggunakan quasi experimental dengan desain interupted time series. Subjek penelitian adalah siswa kelas X IIS 2 SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang sebanyak 8 siswa yang memiliki keberanian tergolong rendah dari hasil skor pretest I . Observasi dilakukan sebanyak dua kali yaitu sebelum perlakuan yang disebut pretest I, pretest II, pretest III dan sesudah perlakuan yang disebut posttest I, posttest II, posttest III. Hasil pretest dan posttest dilihat dari peningkatan skor pada skala keberanian korban bullying. Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian adalah statistik nonparametrik melalui uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Untuk mengetahui perbedaan hasil pretest dan posttest Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik latihan asertivitas efektif untuk meningkatkan keberanian siswa korban bullying di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Hal ini ditunjukkan oleh nilai beda sebesar (Z=- ) dengan nilai signifikansi 0.012 dan antara skor pretest I, pretest II dan pretest III dan skor posttest I, posttest II posttest III terjadi perbedaan skor. Nilai probabilty eror kurang dari 0.05 (p=0.01
Pengembangan Paket Pelatihan Menulis Ekspresif Sebagai Media Katarsis Kecemasan Siswa Introvert Di SMA
ABSTRAK Ilmiyana, Hikmah. 2015 Pengembangan Paket Pelatihan Menulis Ekspresif Sebagai Media Katarsis Kecemasan Siswa Introvert Di SMA.Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Adi Atmoko, M.Si., (II) Drs. Djoko Budi Santoso, M.Pd. Kata kunci: Paket Pelatihan, Menulis Ekspresif, Katarsis, Kecemasan, Introvert Berdasarkan hasil survey awal lapangan di SMAN 1 Pasuruan diketahui beberapa siswa memiliki tingkat kecemasan tinggi dan cenderung bersikap introvert, hubungan siswa dengan konselor sekolah juga kurang baik.Fenomena yang sama ditemukan di SMA Brawijaya Smart School.Kemudian dilakukan pengukuran tingkat kecemasan dan kecenderungan sikap introvert terhadap siswa kelas XI secara acak kepada 70 siswa di SMAN 1 Pasuruan. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan angket skala kecemasan dan angket skala introvert, dari pengukuran tersebut terbukti beberapa siswa memiliki tingkat kecemasan tinggi dan cenderung introvert.Dari beberapa penelitian sebelumnya telah terbukti bahwasannya menulis ekpresif dapat mengurangi tingkat kecemasan seseorang, menulis ekspresif merupakan salah satu bentuk terapi menulis sebagai upaya pemindahan perasaan atau emosi dalam bentuk tulisan bebas tanpa aturan.Berkaitan dengan itu, maka diperlukan sebuah media untuk mengurangi tingkat kecemsan siswa salah satunya dengan paket pelatihan menulis ekspresif. Penelitian bertujuan untuk mengembangkan produk paket pelatihan menulis ekspresifyang berterima secara teori dan praktis.Model penelitian yang digunakan mengadaptasi dari Borg and Gall. Langkah-langkahnya yaitu: 1) Melakukan penelitian pendahuluan; 2) Melakukan perencanaan; 3) Mengembangkan prototype produk awal; 4) Melakukan uji coba lapangan tahap awal; 5) Melakukan revisi terhadap produk; 6) Melakukan uji coba kelompok kecil; 7) Melakukan revisi terhadap produk operasional; 8) Melakukan uji lapangan operasional; 9) Melakukan revisi terhadap produk akhir; 10) Menyusun produk akhir paket pelatihan menulis ekspresif sebagai media katarsis kecemasan siswa introvert di SMA.Produk yang dihasilkan tersebut telah melalui uji ahli materi BK, uji ahli media, uji ahli bahasa dan uji calon pengguna produk.Hasil penilaian ahli dan calon tersebut menyatakan produk sudah memenuhi kriteria kelayakan, ketepatan, kegunaan, kemenarikan dan kemudahan.Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan statistik deskriptif.. Selanjutnya uji efektifitas produk melalui uji lapangan dengan menggunakan One Group Pretest-Posttest Design.Hasil pretest dan posttest dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon, dan hasilnya analisis skala kecemasan dapat diketahui nilai Z hitung lebih lebih kecil dari pada Z tabel (-2,53
Pengungkapan Diri Remaja Lesbi Butchi di SMK Kota Malang.
ABSTRAK Nisa, Fitriya Khoirun. 2015. Pengungkapan Diri Remaja Lesbi Butchi di SMK Kota Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, pembimbing (1) Prof. Dr. Hj. Nur Hidayah, M.Pd , (2) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd. Kata Kunci: pengungkapan diri, remaja lesbi, butchi. Idealnya seorang lelaki akan jatuh cinta dan berpasangan dengan seorang wanita begitu pula sebaliknya. Adanya ketertarikan pada sesama jenis merupakan keunikan. Beberapa orang menyebutkan timbulnya ketertarikan ini menunjukkan bahwa seseorang adalah homoseksual. Dari sedikit ringkasan tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul pengungkapan diri remaja lesbi butchi di SMK Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan mengambil kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: (1) Kaum lesbian dalam proses pengungkapan diri dengan sahabat, teman sebaya menggunakan komunikasi interpersonal. (2) Gaya berpenampilan mereka yang maskulin merupakan salah satu simbol dalam pengungkapan diri mereka. (3) Kaum lesbian melakukan pengungkapan diri tidak hanya kepada sahabat terdekatnya namun juga bersama teman sebayanya dan juga guru atau pendidik mereka namun terbatas hanya dengan mereka yang bisa memahami kondisi dirinya sebagai seorang lesbian. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa sebagian besar kaum lesbi butchi lebih banyak melakukan proses pengungkapan diri dengan sahabat terdekat mereka dibanding dengan teman sebaya dan pendidik disebabkan tingkat penerimaan mereka dalam memahami kondisi diri mereka sebagai lesbian. Dalam ketiga subjek dapat diketahui bahwa kaum lesbi butchi dalam proses pengungkapan diri kepada sahabat dan teman sebaya memiliki persamaan dalam gaya komunikasi. Sedangkan terdapat perbedaan gaya komunikasi dalam pengungkapan diri mereka terhadap guru. Berdasarkan kesimpulan tersebut disarankan beberapa hal berikut: (1) Dalam tugas menjadi seorang konselor maka tingkat pemahaman yang lebih baik mengenai fenomena yang berkaitan dengan lesbian dan kepekaan terhadap permasalahan yang dihadapi kaum pelajar lesbian merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan. (2) Konselor akan lebih bijaksana apabila tetap menjaga asas kerahasiaan dan kode etik dalam melaksanakan tugas seorang konselor terutama pada lesbian. (3) Memberikan motivasi emosional yang memadai kepada kaum lesbian akan menambah tingkat kepercayaan diri mereka untuk terus memahami kondisi dirinya dan terbuka dalam pengungkapan dirinya.
KEEFEKTIFAN TEKNIK PERMAINAN KELOMPOK UNTUK MENGURANGI TINGKAT TERISOLASI SISWA SMP KELAS VII
ABSTRAK Remaja lebih banyak menggunakan waktu bersama teman sebaya. Namun kenyataannya tidak semua siswa melewatinya dengan mudah, beberapa siswa memiliki masalah dalam pergaulan dengan teman sebayanya salah satunya adalah terisolasi. Siswa terisolasi adalah siswa yang tidak dipilih oleh seorangpun dalam kelompok sebayanya. Mereka menahan kesepian dan pengasingan tanpa ada kemampuan untuk mengungkapkan emosi kekecewaan yang mereka alami. Siswa terisolasi ingin bersosialisasi dengan lingkungan maupun teman sebayanya tetapi ada hambatan berupa kecemasan dan konflik diri sehingga ia memilih menarik diri dari pergaulan. Salah satu teknik bimbingan yang dapat digunakan untuk mengurangi tingkat terisolasi siswa agar dapat segera berinteraksi dengan teman sebayanya yaitu melalui penggunaan teknik permainan kelompok. Tujuan penelitian untuk menguji keefektifan teknik permainan kelompok untuk mengurangi tingkat terisolasi siswa SMP kelas VII. Rancangan penelitian menggunakan desain one group pre-test and post-test. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII sebanyak 8 siswa berdasarkan survei awal hasil analisis sosiometri yang tidak dipilih oleh seorangpun dalam kelompok sebayanya dan hasil observasi yang memiliki skor tinggi dari skala penilaian. Analisis data menggunakan statistik inferensial non-parametrik, dengan uji beda two related test Wilcoxon, untuk mengetahui perbedaan tingkat terisolasi siswa sebelum dan sesudah diberikan treatment dengan permainan kelompok pada subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat terisolasi siswa sesudah diberikan treatment dengan permainan kelompok menghasilkan nilai sebesar (z = -2.527a) dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0.012, sehingga diperoleh nilai probability error (p = 0.012 < 0.05). Kesimpulan penelitian: teknik permainan kelompok efektif untuk mengurangi tingkat terisolasi siswa SMP kelas VII. Dari hasil penelitian ini, dapat disarankan yaitu: 1) guru atau konselor dapat menggunakan teknik permainan kelompok sebagai salah satu layanan untuk mengurangi tingkat terisolasi siswa; dan 2) peneliti selanjutnya dapat menggunakan kelompok kontrol sebagai pembanding, sehingga hasil yang diperoleh akan bisa memperkuat hasil penelitian
Pengembangan Modul Pola Hidup Sehat terkait Asupan Gizi bagi Siswa Sekolah Menengah Pertama.
ABSTRAK Palupi, Kartika Dara Juwita. 2015. Pengembangan Modul Pola Hidup Sehat terkait Asupan Gizi bagi Siswa Sekolah Menengah Pertama. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Muslihati, S.Ag, M.Pd. (II) Dr. Triyono,M.Pd. Kata Kunci: tips hidup sehat, manfaat hidup sehat, pola hidup sehat, gizi Remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Usia remaja berkisar 12-18 tahun berada pada usia awal SMP dan SMA. Pada usia ini remaja diharapkan mencapai perilaku yang bertanggung jawab terhadap orang lain dan diri sendiri. Harapan untuk mencapai perilaku yang bertanggung jawab ini ditekankan pada masa SMP karena merupakan masa peralihan dari masakanak-kanak. Berdasarkan Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik (SKKPD) (dalam ABKIN, 2007) ada 10 aspek perkembangan yang harus dipenuhi oleh siswa SMP. Kebutuhan dan tugas perkembangan konseli menurut SKKPD yang wajib terpenuhi terkait dengan kebutuhan asupan gizi siswa yaitu mencapai kematangan intelektual. Tujuan penelitian yaitu untuk menghasilkan modul pola hidup sehat terkait asupan gizi bagi siswa SMP Negeri 1 Rembang, Kabupaten Pasuruan yang dapat digunakan konselor dalam memberikan layanan informasi pola hidup sehat terkait asupan gizi yang berterima secara teoritis dan praktis dari segi ketepatan, kegunaan, kemudahan, dan kemenarikan. Pengembangan modul pola hidup sehat terkait asupan gizi ini mengikuti tahapan pengembangan yang diadaptasi dari Borg and Gall (1983). Adapun prosedur pengembangan yang dilakukan sebagai berikut: 1) identifikasi kebutuhan, 2) tahap penyusunan produk, 4) uji coba produk, 5) revisi, dan 6) produk akhir. Guna mengetahui modul yang berterima secara teoritik maupun praktis, dilakukanuji validitas oleh ahli materi gizi, calon pengguna produk (konselor SMP) dan uji kelompok kecil pada 10 orang siswa kelas VII. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data validitas produk adalah skala penilaian serta lembar saran. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa modul polahidup sehat terkait asupan gizi bagi siswa SMP diterima secara teoritis dan praktis dari segi ketepatan, kegunaan, kemudahan, dan kemenarikan. Kesesuaian maksudnya bahwa modul ini sesuai dan cocok digunakan untuk pemberian informasi bagi siswa SMP. Kegunaan dalam hal ini bahwa modul ini dapat digunakan dan berguna bagi konselor sekolah dalam memberikan pemahaman mengenai pola hidup sehat terkait asupan gizi bagi siswa. Kemudahan artinya modul ini mudah untuk dibawa dan isinya mudah dimengerti siswa. Kemenarikan modul artinya secara fisik dan isi telah disusun secara menarik.Saran yang diberikan dalam hal ini berhubungan dengan pemanfaatan yaitu 1) konselor diharapkan menggunakan modul pola hidup sehat terkait asupan gizi ini untuk memberikan layanan BK, 2) konselor disarankan bekerja sama dengan ahli gizi dalam menyampaikan informasi pola hidup sehat terkait asupan gizi. Bagi peneliti selanjutnya yaitu perlu diadakan uji lapangan
keefektifan penggunaan paket bimbingan pengendalian emosi untuk meningkatkan kontrol diri siswa kelas VIII SMPN I Wlingi
ABSTRAK Pratiwi, Martiana Dwi. 2015. Keefektifan Penggunaan Paket Bimbingan Pengendalian Emosi Untuk Meningkatkan Kontrol Diri Siswa Kelas VIII SMPN 1 Wlingi. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Triyono, M.Pd, (II) Drs. Djoko Budi Santoso, M.Pd. Kata Kunci: paket bimbingan pengendalian emosi, kontrol diri, siswa SMP Siswa SMP berada pada masa remaja. Masa remaja sebagai periode badai dan tekanan, suatu masa dimana ketegangan emosi meninggi akibat dari perubahan fisik dan kelenjar yang ada pada dirinya. Remaja sangat memerlukan kemampuan mengontrol diri. Kontrol diri meliputi 3 kontrol yaitu kontrol pikiran, kontrol emosi dan kontrol tindakan. Kemampuan mengontrol diri berkaitan dengan bagaimana seseorang mengendalikan emosi serta dorongan-dorongan dalam dirinya. Oleh karena itu, untuk membantu siswa meningkatkan kontrol dirinya penelitian menggunakan paket bimbingan pengendalian emosi. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektitas penggunaan paket bimbingan pengendalian emosi untuk meningkatkan kontrol diri siswa kelas VIII SMPN 1 Wlingi. Rancangan penelitian menggunakan eksperimen semu, dengan desain penelitian non randomeized pretest posttest control group. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa, 10 siswa kelompok eksperimen dan 10 siswa kelompok kontrol. Subjek penelitian ditentukan dengan teknik sampling bertujuan (purposive sampling). Instrumen penelitian skala kontrol diri, untuk analisis data menggunakan analisis uji Mann-Whitney. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan diketahui jika signifikansi yang diperoleh < 0,05 yang berarti paket bimbingan pengendalian emosi efektif untuk meningkatkan kontrol diri siswa kelas VIII SMPN 1 Wlingi. Disarankan agar: 1) Konselor dapat membantu siswa untuk meningkatkan kontrol dirinya dengan menggunakan paket bimbingan pengendalian emosi, 2) Peneliti selanjutnya diharapkan untuk melakukan pengkajian ulang sub variabel ke 3 pada skala kontrol diri dengan menggunakan sub variabel yang lebih sesuai, karena sub variabel ke 3 pada skala kontrol diri yang telah disusun tidak sesuai untuk mengukur kontrol diri yang berkaitan dengan pengendalian emosi. Paket bimbingan pengendalian emosi yang digunakan dalam penelitian belum dilakukan uji keefektifannya, meskipun paket bimbingan pengendalian emosi sangat berguna untuk konselor dalam memberikan bimbingan tentang pengendalian emosi. Untuk itu perlu dilakukan uji keefektifannya terlebih dahulu. Pada saat pemberian treatment untuk kelompok eksperimen dengan menggunakan paket bimbingan pengendalian emosi, kelompok kontrol hanya diberikan paket bimbingan pengendalian emosi tanpa diperhatikan. Oleh karena itu seharusnya kelompok kontrol juga harus diperhatikan seperti kelompok eksperimen dengan menggunakan teknik yang berbeda
Efektifitas Pelatihan Keterampilan Memimpin Kelompok Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 15 Malang
ABSTRAK Fatmawati, Zuny. 2015. Efektifitas Pelatihan Keterampilan Memimpin Kelompok Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 15 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Djoko Budi Santoso, M.Pd, (II) Yuliati Hotifah, S.Psi, M.Pd. Kata Kunci: pelatihan, keterampilan memimpin, siswa kelas VII Berdasarkan hasil observasi di SMPN 15 Malang diketahui bahwa siswa kelas VII masih banyak yang belum memiliki keterampilan dalam memimpin, untuk melatihkan kepada siswa keterampilan memimpin. Salah satu strategi untuk membantu siswa agar memiliki keterampilan memimpin adalah dengan memberikan pelatihan, karena pelatihan merupakan proses mengajarkan keahlian dan memberikan pengetahuan serta sikap agar siswa dapat melaksanakan tanggung jawabnya sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pelatihan keterampilan memimpin kelompokpada siswa kelas VII SMP Negeri 15 Malang, untuk melatih keterampilan memimpin kelompok pada siswa akan menggunakan panduan yang telah diuji oleh uji ahli materi BK. Hasil penilaian ahli tersebut menyatakan bahwa panduan eksperimen untuk melatih keterampilan memimpin kelompok pada siswa sudah memenuhi kriteria kegunaan, ketepatan, dan kemudahan. Penelitian ini menggunakan rancangan pra eksperimen, dengan one group pretest-posttest design.Variabel penelitian ini ada dua yaitu variabel bebas (X) yaitu pelatihan, dan variabel terikat (Y) yaitu keterampilan memimpin kelompok. Pengumpulan data dilakukan melalui metode lembar observasi other report yaitu daftar cek (checklist). Analisis data menggunakan uji wilcoxon dengan perbandingan hasil pre-test dan post-test setelah diberikan treatment.Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pemberian pelatihan efektif untuk meningkatkan keterampilan memimpin pada siswa kelas VII SMP Negeri 15 Malang. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai Z hitung lebih besar dari Z tabel (2,032 >1,96) dan taraf signifikansi0.042