SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    1354 research outputs found

    Pengembangan Panduan Pelatihan Emotional Freedom Technique untuk Meningkatkan Keterampilan Mengelola Emosi Siswa SMP

    No full text
    SUMMARY Kusumawati, Ginsa. 2019. Development of an Emotional Freedom Technique Training Guide for Improving Emotional Management Skills for Junior High School Students. Department of Guidance and Counseling, Faculty of Educational Sciences, Malang State University, Advisor: (I) Yuliati Hotifah, S.Psi, M.Pd (II) Dra. Ella Faradati Zen, M.Pd.   Keywords : training guide; emotional freedom technique; emotional skills Problems that often occur in adolescent development are intellectual development and emotional development, Mappiare (2001: 9). Emotional development is a development that exists in every human being and changes in emotions usually develop faster during the early teens. Adolescents who cannot manage emotions well will tend to follow the things their peers do, such as drug use, brawls, smoking which results in individuals not caring about their feelings. Therefore, it is important for teenagers to manage emotions in their daily lives. Counselors at UM Malang Laboratory Middle School do not have an EFT training guide and counselors have never conducted counseling and guidance services to improve students' emotional management skills. This study aims to produce Emotional Freedom Technique training guidelines that are theoretically and practically acceptable so that they can be used by the counselor to the fullest. The method used in this study adapts the procedural research and development model (Borg & Gall 1983) which consists of 10 stages, but in this study only up to 5 stages namely observing, disseminating need assessment and interviewing during the research, validating instruments and distributing instruments emotional management skills, developing development products namely EFT training guides and EFT training LKS, product testing, and final product revisions. The subjects of the trial in this study were divided into two namely guidance and counseling experts (BK) and educational technology experts (TEP), and prospective users of the product which included school counselors and students. The instrument used is the scale of emotional management skills for students, expert assessment instruments, counselor assessment instruments and readability test instruments. The types of data in this study are quantitative and qualitative data. Quantitative data were analyzed using mean techniques, while qualitative data were analyzed using the analysis techniques of Miles and Huberman models. The results of expert assessment of I and II counseling and counseling material obtained an average score of 3.33. The results of the media expert's assessment obtained a value of 3.98. While the assessment of prospective product users obtained a value of 3.52. Based on the expert assessment of guidance and counseling materials and media, it can be concluded that this product has been theoretically accepted, besides that it has  also been practically accepted by prospective users of counselor and student products. So that the product is very feasible as a counselor's guide to improving emotional management skills. It is advisable for counselors to use the product because it has been tested theoretically and practically, but in its application it needs to be careful because the emotional freedom technique guide has not been tested effectively. Suggestions for future researchers can test the effectiveness of products through experimental research. Suggestions for schools, schools can provide additional BK hours so that the EFT training can run effectively if there is sufficient time allocation.   RINGKASAN Kusumawati, Ginsa. 2019. Pengembangan Panduan Pelatihan Emotional Freedom Technique untuk Meningkatkan Keterampilan Mengelola Emosi Siswa SMP. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Yuliati Hotifah, S.Psi, M.Pd (II) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd.   Kata Kunci : panduan pelatihan, emotional freedom technique, keterampilan mengelola emosi Masalah yang sering terjadi pada perkembangan remaja adalah perkembangan intelektual dan perkembangan emosional, Mappiare (2001:9). Perkembangan emosional merupakan perkembangan yang ada pada diri setiap manusia dan perubahan emosi biasanya semakin cepat berkembang selama awal masa remaja. Remaja yang tidak dapat mengelola emosi dengan baik maka akan cenderung mengikuti hal-hal yang dilakukan kelompok sebayanya seperti memakai narkoba, tawuran, merokok yang mengakibatkan individu tidak memperdulikan perasaan mereka. Oleh karena itu, penting bagi remaja untuk mengelola emosi dalam kehidupan sehari-hari mereka. Konselor di SMP Laboratorium UM Malang belum memiliki panduan pelatihan EFT dan konselor belum pernah melakukan layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan keterampilan mengelola emosi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan panduan pelatihan Emotional Freedom Technique yang berterima secara teoritis dan praktis agar dapat digunakan oleh konselor secara maksimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengadaptasi model prosedural penelitian dan pengembangan (Borg & Gall 1983) yang terdiri dari 10 tahapan, namun pada penelitian ini hanya sampai 5 tahapan yaitu melakukan observasi, penyebaran need assesment dan wawancara selama penelitian berlangsung, memvalidasi instrumen dan menyebarkan instrumen keterampilan mengelola emosi, mengembangkan produk pengembangan yakni panduan pelatihan EFT dan LKS pelatihan EFT, melakukan uji coba produk, dan revisi produk akhir. Subjek uji coba pada penelitian ini terbagi menjadi dua yakni ahli bimbingan dan konseling (BK) dan ahli teknologi pendidikan (TEP), dan calon pengguna produk yang meliputi konselor sekolah dan siswa. Instrumen yang digunakan adalah skala keterampilan mengelola emosi untuk siswa, instrumen penilaian ahli, instrumen penilaian konselor dan instrumen uji keterbacaan. Jenis data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dianalisis menggunakan teknik rerata, sedangkan data kualitatif dianalisis menggunakan teknik analisis model Miles dan Huberman. Hasil penilaian ahli materi bimbingan dan konseling I dan II diperoleh skor ratarata 3,33. Hasil penilaian ahli media diperoleh nilai 3,98. Sedangkan dari penilaian calon pengguna produk diperoleh nilai 3,52. Berdasarkan penilaian ahli materi bimbingan dan konseling dan media dapat disimpulkan bahwa produk ini telah  berterima secara teoritis, selain itu juga telah berterima secara praktis oleh calon pengguna produk konselor dan siswa. Sehingga produk sangat layak sebagai panduan konselor untuk meningkatkan keterampilan mengelola emosi. Disarankan kepada konselor untuk menggunakan produk panduan emotional freedom technique karena sudah teruji secara teoritis dan praktis, namun dalam penerapannya perlu kehati-hatian karena panduan emotional freedom technique belum teruji secara efektif. Saran bagi peneliti selanjutnya dapat menguji efektfitas produk melalui penelitian eksperimen. Saran untuk sekolah yakni pihak sekolah dapat memberikan kebijakan penambahan jam BK agar pelatihan EFT tersebut dapat berjalan efektif jika alokasi waktu memadai

    Pengembangan Panduan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Sosiodrama untuk Meningkatkan Adversity Quotient Siswa Kelas 10 SMKN 5 Malang

    No full text
    RINGKASAN Nur Rochmaningsih, Adinda Alfi. 2019. Pengembangan Panduan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Sosiodrama untuk Meningkatkan Adversity Quotient Siswa SMK. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Hariadi Kusumo, M.Pd, (II) Dr. Arbin Janu Setiyowati, S.Pd, M.Pd.   Kata kunci : Bimbingan Kelompok, Sosiodrama, Adversity Quotient Adversity quotient adalah kecerdasan seseorang dalam menghadapi rintangan atau kesulitan secara teratur, yang dapat memperbaiki respon individu terhadap kesulitan. Adversity quotient menggambarkan pola tingkah laku seseorang dalam menghadapi kesulitan. Siswa di sekolah terkadang mengalami beberapa masalah atau kondisi sulit yang dapat menghambat proses belajar. Masalah tersebut terjadi bisa dipengaruhi oleh faktor internal atau eksternal yang mengakibatkan menurunnya semangat belajar serta optimis siswa. Oleh karena itu kemampuan siswa dalam menghadapi kesulitan/adversity quotient diperlukan agar siswa memiliki ketahanan dalam menghadapi masalah. Penelitian ini berdasarkan hasil studi pendahuluan di SMKN 5 Malang diketahui permasalahan yang dihadapi oleh sebagian besar siswa kelas X dalam menghadapi tantangan atau kesulitan cenderung pesimis dengan kemampuannya memecahkan masalah. Siswa menunjukkan perilaku menyimpang sebagai bentuk penghindaran terhadap situasi sulit yang dihadapi seperti membolos, tidak mengerjakan tugas, merokok di sekolah, dan meninggalkan kelas tanpa izin. Masalah siswa yang kompleks ini membutuhkan bimbingan yang sifatnya preventif sehingga siswa dapat menemukan perilaku baru dalam menghadapi kesulitan dan dapat mencari solusi yang tepat dalam menghadapi tantangan dan kesulitan yang dihadapi. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan buku panduan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama untuk meningkatkan adversity quotient siswa SMK. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model penelitian pengembangan Borg & Gall yang telah diadaptasi, tahapan tersebut adalah (1) perencanaan, identifikasi kebutuhan, (2) pengembangan produk awal, (3) uji coba produk, (4) revisi produk, (5) produk akhir. Produk diuji berdasarkan aspek keberterimaan produk yang dikembangkan menjadi instrumen penilaian oleh peneliti. Instrumen penelitian berupa angket/kuisioner. Subjek uji coba dibagi menjadi dua yaitu uji coba produk awal dilakukan oleh ahli materi dan ahli media, sedangkan uji lapangan terbatas oleh calon pengguna produk yaitu konselor. Data yang diperoleh dari penilaian produk berupa data kuantitatif atau skor penilaian dan data kualitatif berupa masukan dan saran dari subjek uji coba dan calon pengguna produk. Analisis data kuantitatif menggunakan perhitungan rerata/mean dan data kualitatif dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil uji ahli materi oleh ahli BK diperoleh data kuantitatif berupa skor total 89 dengan rata-rata 3,17 dan ahli media pembelajaran diperoleh skor total 95 dengan rata-rata 3,95. Hal ini menunjukkan bahwa buku panduan yang dikembangkan memiliki indeks dengan validitas tinggi, yaitu layak digunakan. Sedangkan data kualitatif berupa saran dari para ahli yaitu secara umum panduan sudah bagus, perbaiki kesalahan penulisan, perjelas petunjuk penggunaan panduan serta pemilihan tema sebaiknya kekinian dijadikan pertimbangan dalam evaluasi produk. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah produk buku panduan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama untuk meningkatkan adversity qutotient siswa telah memenuhi aspek keberterimaan secara teoritis dan praktis. Saran untuk penelitian ini adalah sebelum menggunakan panduan hendaknya pengguna membaca petunjuk penggunaan sehingga pemberian layanan peningkatan adversity quotient siswa SMK dapat digunakan secara optimal.   SUMMARY Nur Rochmaningsih, Adinda Alfi. 2019. Guidance Guideline Development Group with Sociodramas Techniques to Improve Vocational students Adversity Quotient. Thesis, Department of Guidance and Counseling, Faculty of Education, State University of Malang. Advisor (I) Drs. Hariadi Kusumo, M.Pd, (II) Dr. Arbin Janu Setiyowati, S.Pd, M.Pd.   Keywords : Guidance Group, Sociodrama, Adversity Quotient. The adversity quotient is someone's intelligence in facing obstacles or difficulties regularly, which can improve an individual's response to difficulties. The adversity quotient describes a person's behaviors patterns in the face of difficulties. Students at school sometimes experience some difficult problems or conditions that can hinder the learning process. These problems occur can be influenced by internal or external factors that result in decreased learning enthusiasm and optimistic students. Therefore students' ability to face adversity quotient is needed so that students have resilience in facing problems. This study is based on the results of a preliminary study at Malang Vocational High School 5 that the problems faced by most students in class X in facing challenges or difficulties tend to be pessimistic about their ability to solve problems. Students show deviant behavior as a form of avoidance of difficult situations faced such as skipping, not doing assignments, smoking in school, and leaving the class without permission. This complex student problem requires preventive guidance so students can find new behaviors in the face of difficulties and can find the right solutions in facing challenges and difficulties faced. The purpose of this research and development is to produce a group guidance book with sociodrama techniques to improve the adversity quotient of vocational students. This research and development use the Borg & Gall development research model that has been adapted, the stages are (1) planning, identification of needs, (2) initial product development, (3) product testing, (4) product revision, (5) product end. Products are tested based on product acceptance aspects developed into instruments of assessment by researchers. The research instrument was in the form of a questionnaire. The subject of trial was divided into two: namely the initial product trial was carried out by material experts and media experts, while the field test was limited by prospective product users, namely the counselor. Data obtained from product assessment in the form of quantitative data or assessment scores and qualitative data in the form of input and suggestions from trial subjects and prospective users of the product. Quantitative data analyzed using a calculation of mean and qualitative data is analysed descriptively. Based on the results of the material expert test by BK experts, quantitative data in the form of a total score of 89 with an average of 3.17 and experts in learning media obtained a total score of 95 with an average of 3.95. This shows that the guidebook developed has an index with high validity, which is feasible to use. While the qualitative data in the form of advice from experts, in general, the guidelines are good, correct writing errors, clarify instructions for using the guide and select themes should be used as a consideration in product evaluation. The conclusion obtained in this study is the product of the group guidance book with socio-drama techniques to improve adversity quotient students have met the theoretical and practical aspects of acceptability. The suggestion for this study is that before using the guidelines, users should read the instructions for use so that the provision of services to improve the adversity quotient of Vocational students can be used optimally

    Keefektifan Biblioedukasi untuk Meningkatkan Kesadaran akan Respek pada Siswa SD

    No full text
    Kata kunci:biblio edukasi, kesadaran akan respek, siswa SD.Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspekpribadi-sosial siswa adalah membantu siswa agar mampu memiliki sikap positif atau respek terhadap diri sendiri dan orang lain. Banyak terjadi kasus rendahnya kesadaran akan respek seperti perilaku siswa mencontek, tidak memperhatikan guru saat menjelaskan pelajaran, berkelahi dengan teman, hingga pemalakan antar teman. Oleh karena itu, perlu ada usaha preventif yang dilakukan sejak dini agar kejadian-kejadian tersebut tidak tumbuh menjadi kebiasaan dalam lingkungan sekolah maupun masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan biblio edukasi untuk meningkatkan kesadaran akan respek pada diri siswa SD. Pendekatan yang dilakukanya itu kuantitatif dengan metode eksperimen. Rancangan yang digunakan adalah whitin group or individual design dengan bentuk equivalent time series design. Pemilihan subjek dengan metode purposive sampling. Analisis data dengan teknik non parametrik uji Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil penelitian membuktikan bahwa tidak ada perbedaan kesadaran akan respek antara sebelum dan sesudah diberikan treatment 1 – 4. Dan ada perbedaan kesadaran akan respek antara sebelum dan sesudah diberikan treatment 5 – 8. Treatment 1 – 4 bertujuan untuk meningkatkan respek kepada diri. Treatment 5 – 8 bertujuan untuk meningkatkan respek kepada orang lain. Namun secara keseluruhan, jika diukur dari skor pretest keposttes takhir dapat dinyatakan bahwa ada perbedaan kesadaran akan respek antara sebelum dan sesudah diberikan treatment berupa biblio edukasi. Dengan kata lain, biblio edukasi efektif untuk meningkatkan kesadaran akan respek pada siswa SD

    Keefektifan Biblioedukasi untuk Meningkatkan Kesadaran akan Kontrol Diri Siswa SD

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan biblioedukasi untuk meningkatkan kesadaran akan kontrol diri siswa SD. Penelitian eksperimen dengan rancanagan equivalent time series design ini mengambil sampel dengan teknik purposive sampling yang pemilihan sampel tidak secara acak tetapi penentuan sampel dengan cara menetapkan ciri - ciri khusus yang sesuai dengan tujuan. Subjek penelitian berjumlah 21 siswa, setelah melalui pre-test menggunakan inventori skala kesadaran akan kontrol diri terdapat 16 siswa yang mendapatkan skor dengan kategori rendah dan sedang. subjek tersebut menjadi fokus penelitian yang akan diberikan treatment berupa biblioedukasi sebanyak delapan kali dengan dua periode setelah pre-test dan post-test 1. Setelah itu dilakukan post-test 2 untuk terakhir kalinya pengukuran. Hasil sebelum dan sesudah diberikan treatment diuji menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil data menunjukan bahwa mengalami peningkatan yang berarti bibilioedukasi efektif untuk meningkatkan kesadaran akan kontrol diri siswa SD

    pengembangan panduan bimbingan instruksi diri untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa di SMPN 15 Malang

    No full text
    ABSTRAK Abdirahman, Akhmad Mirza. 2019.Pengembangan Panduan BimbinganInstruksi Diri Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa di SMPN 15 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1). Dr. Henny Indreswari, M.Pd.  (2). Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd. Kata Kunci: Bimbingan Instruksi Diri, Kepercayaan Diri, siswa SMP. Percaya diri adalah kemampuan individu untuk dapat memahami dan meyakini seluruh potensinya agar dapat digunakan dalam menyesuaikan diridengan lingkungan hidupnya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untukmenghasilkan produk berupa buku panduan pelatihan instruksi diri untuk meningkatkan percaya dirisiswa di SMPN 15 Malangyang berterima secara teoritis dan praktis melalui uji ahli dan uji calon pengguna produk. Penelitian ini menggunakan rancangan pengembangan(Research and Development atau R&D). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 15 Malang yang memiliki tingkat kepercayaan diri sedang atau cukup terdiri atas sembilan siswa. Pengembangan paket meliputi: (1) penyusunan paket bimbingan kepercayaan diri, (2) Uji ahli, (3) Revisi paket dan uji coba kelompok kecil yaitukonselor sebagai calon penggunaan produk. Prosedur pengembangan diawali dengan melakukan need assessment, analisis data, perumusantujuan, penyusunan prototype danujicobaproduk. Penilaiandilakukanolehahlibimbingandankonseling. Data yang diperolehadalah data kualitatifdankuantitatifmelaluipengembang. Teknikpengumpulan data dalampenelitianiniadalahwawancaradanangketuntukdiujiahlidancalonpenggunaproduk. Hasil darirata-rata keseluruhan mengenai panduan pelatihan bimbingan instruksi diri untuk meningkatkan kepercayaan diri, diperoleh nilai rata-rata oleh ahli materi bimbingan dan konseling adalah 3,6. Nilai rata-rata olehahli media pendidikanadalah 3,9. Nilai rata-rata olehcalonpenggunaprodukadalah3,6. Hasilperhitungansecarakeseluruhandariahlimateribimbingandankonseling, ahli media pendidikandancalonpenggunaproduk adalah3,6. Dengandemikian,berdasarkanhasilpenilaiankeseluruhandapatdisimpulkanbahwapanduanbimbinganinstruksidiriuntukmeningkatkankepercayaandiribagisiswa SMP sangatberterima. Konselor yang melaksanakan bimbingan dengan menggunakan panduan instruksi diri untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa disarankan untuk mengaplikasikan prosedur yang ada didalam buku panduan instruksi diri.Agar kegiatan pelatihan dapat berjalan sesuai dengan prosedur serta hasil yang dicapai sesuai dengan tujuan bimbingan, konselor hendaknya mempelajari dan memahami buku panduan pelatihan tersebut. Panduan bimbingan instruksi diri untuk meningkatkan kepercayaan diri ini hanya dilakukan uji aksepbilitas,sehingga perlu dilanjutkan dengan eksperimen untuk mengetahui keefektifan panduan bimbingan. Pengembangan panduan ini hanya terbatas pada SMPN 15 Malang, apabila panduan akan digunakan oleh sekolah lain, maka diperlukan need assessment terlebih dahulu untuk penyesuaian topik yang dibutuhkan.    

    Pengembangan Model Permainan Simulasi Ular Tangga untuk Mengembangkan Kemampuan Mengelola Stres Akademik Siswa SMA Negeri 10 Malang

    No full text
    RINGKASAN Fatma, Saybatul Intan. 2019. Pengembangan Model Permainan Simulasi Ular Tangga untuk Mengembangkan Kemampuan Mengelola Stres Akademik Siswa SMA Negeri 10 Malang. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Hj. Ella Faridati Zen, M.Pd., dan (2) Drs. Djoko Budi Santoso, M.Pd.   Kata Kunci : model permainan simulasi ular tangga, kemampuan mengelola stres akademik, siswa SMA. Stres akademik merupakan suatu kondisi di mana terjadi ketidak sesuaian antara tuntutan lingkungan dan diri sendiri dengan kemampuan akademik, kondisi ini dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Pada kenyataannya ada beberapa siswa menunjukkan kurangnya kemampuan pengelolaan stres akademik di SMAN 10 Malang. Selain itu, konselor SMAN 10 Malang juga mengatakan bahwa belum ada layanan BK sesuai kebutuhan siswa tersebut. Berdasarkan pemaparan tersebut, peneliti tertarik untuk mengembangkan model permainan simulasi ular tangga untuk mengembangkan kemampuan mengelola stres akademik siswa. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan produk berupa buku panduan dan media model permainan simulasi ular tangga untuk mengembangkan kemampuan mengelola stres akademik siswa SMAN 10 Malang yang memenuhi kriteria keberterimaan: ketepatan, kemudahan, kegunaan, dan kemenarikan. Metode penelitian dan pengembangan mengadaptasi model pengembangan Borg & Gall (1983): (1) studi pendahuluan dan pengumpulan data awal, (2) perencanaan, (3) pengembangan bentuk awal produk, (4) uji coba produk dilakukan subjek uji coba: ahli materi BK, ahli media, konselor dan siswa, (5) revisi produk akhir. Pada saat uji coba produk peneliti menggunakan angket mengelola stres akademik dan angket keberterimaan produk. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan deskriptif. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan rata-rata dan persentase, sedangkan data deskriptif dengan menyimpulkan hasil saran dan masukkan dari subjek uji coba. Buku panduan mendapatkan hasil penilaian dari ahli materi BK rata-rata 3,6 sangat tepat, 4 sangat berguna, 3,2 sangat mudah, 3 cukup menarik. Penilaian ahli media rata-rata 4 sangat tepat, 4 sangat berguna, 4 sangat mudah, 4 sangat menarik. Penilaian konselor rata-rata 3,8 sangat tepat, 3,9 sangat berguna, 3,9 sangat mudah, 3,8 sangat  menarik. Media mendapatkan penilaian ahli media rata-rata 3,6 sangat tepat, 4 sangat berguna, 4 sangat mudah, 3,8 cukup menarik. Penilaian konselor rata-rata 3,4 sangat tepat, 3,8 sangat berguna, 3,3 sangat mudah, 3,9 sangat menarik. Penilaian siswa rata-rata 3,5 sangat tepat, 3,8 sangat berguna, 3,8 sangat mudah, 3,4 sangat  menarik. Berdasarkan penilaian tersebut dapat disimpulkan, produk model permainan simulasi ular tangga untuk mengembangkan kemampuan mengelola stres akademik siswa SMA layak digunakan. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan disarankan (1) konselor dapat mempelajari, memahami dan berlatih melaksanakan model permainan simulasi ular tangga, (2) jurusan BK dapat menggunakan produk penelitian dan pengembangan sebagai referensi dalam mengkaji teknik layanan bimbingan kelompok, (3) peneliti selanjutnya untuk menguji keefektifan produk

    PENGEMBANGAN MEDIA BIBLIOEDUKASI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS XI SMA LABORATORIUM UM

    No full text
    ABSTRAK   Dini, Rona Rohmah. 2017. Pengembangan Media Biblioedukasi untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas XI SMA Laboratorium UM. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Harmiyanto, M.Pd. (II) Drs. Hariadi Kusumo, M.Pd.   Kata Kunci: biblioedukasi, motivasi belajar, siswa SMA   Media biblioedukasi merupakan media bimbingan dan konseling dalam bentuk buku bacaan yang dikembangkan sebagai sarana informasi yang bersifat mendidik dengan isi meliputi materi informasi yang dirancang sesuai dengan kebutuhan siswa. Diharapkan dengan mengetahui informasi yang ada dalam bacaan, dapat mendidik siswa dalam membentuk tingkah lakunya yang positif secara umum, dan secara khusus untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.  Berdasarkan hasil need assessment diketahui bahwa sebagian siswa masih membutuhkan informasi mengenai motivasi belajar. Oleh Karena itu peneliti mengembangkan media biblioedukasi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas XI SMA Laboratorium UM. Model penelitian dan pengembangan ini diadaptasi dari strategi pengembangan Borg & Gall. Adapun prosedur pengembangan adalah: 1) tahap I pengumpulan data, 2) tahap II perencanaan, 3) tahap III mengembangkan bentuk produk awal, 4) tahap IV Uji lapangan awal (ahli materi BK, ahli media, calon pengguna produk, kelompok kecil), 5) melakukan penyempurnaan produk. Produk yang dihasilkan adalah 1) Media biblioedukasi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas XI SMA Laboratorium UM, 2) Panduan penggunaan biblioedukasi untuk meningkatakan motivasi belajar siswa kelas XI SMA Laboratorium UM. Isi/materi biblioedukasi “The Power Of Study” terdiri dari 6 point yaitu permasalahan belajar, motivasi belajar dan belajar efektif, percaya kemampuan diri sendiri, cara meningkatkan motivasi belajar, cerpen malas vs rajin, siswa-siswa berprestasi. Panduan untuk konselor terdiri dari 4 point yaitu perngantar, tujuan, petunjuk penggunaan, persiapan dan pelaksanaan pengguna buku “The Power Of Study”. Berdasarkan hasil analisis data penilaian ahli calon pengguna produk dan kelompok kecil serta revisi yang telah dilaksanakan sesuai saran dan masukan dapat disimpulkan bahwa produk ini sudah memenuhi syarat keberterimaan secara teoritis dan praktis. Berdasarkan hasil penelitian, pengembangan media biblioedukasi ini diharapkan konselor sebagai pengguna produk dapat memahami dan mempelajari panduan penggunaan media biblioedukasi “The Power Of Study” serta memanfaatkan biblioedukasi sebagai media bimbingan dalam bimbingan kelompok agar siswa dapat menguasai materi yang disampaikan dengan baik.  Bagi peneliti selanjutnya, Produk hasil penelitian dan pengembangan ini dapat dilanjutkan dengan penelitian eksperimen untuk mengetahui keefektifan media biblioedukasi “The Power Of Study” untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas XI SMA

    Keefektifan Media Film untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri di SMKN 2 Singosari

    No full text
    RINGKASAN     Novitasari, Intan. 2017. Keefektifan Media Film untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa SMK Negeri 2 Singosari. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Carolina Ligya Radjah, M.Kes (II) Dr. Henny Indreswari, M.Pd. Kata kunci: media film, kepercayaan diri, siswa SMK Kepercayaan diri merupakan awal keberhasilan untuk meraih kesuksesan. Tanpa kepercayaan diri seseorang tidak akan berani mengambil inisiatif untuk bertindak dan melakukan hal-hal baru yang akan mengantarkannya pada kesuksesan. Kepercayaan diri meskipun bukan satu-satunya kunci meraih keberhasilan hidup, namun ini merupakan jalan untuk memunculkan potensi-potensi diri tanpa hambatan. Menggunakan media film adalah salah satu upaya yang dapat digunakan konselor untuk meningkatkan rasa kepercayaan diri siswa SMK. Penggunaan media film sebagai media audio-visual dalam pembelajaran memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan penyampaian guru secara verbal atau ceramah. Hal ini berkenaan dengan upaya guru dalam membawa konsentrasi siswa pada pembelajaran melalui stimulus dengan media film. Dengan demikian siswa mampu membangun sendiri pengetahuannya melalui apa yang dilihat dan didengar. Penelitian ini bertujuan mengetahui keefektifan media film untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa SMK. Rancangan penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest-Posttest Design. Peneliti berusaha untuk membandingkan tingkat kepercayaan diri sebelum siswa diberi perlakuan dengan setelah diberi perlakuan. Pengumpulan data menggunakan instrumen berupa skala kepercayaan diri. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik non-parametrik uji beda wilcoxon. Subjek penelitian ini adalah siswa SMK yang berjumlah enam siswa yang memiliki skor pretest skala kepercayaan diriterendah. Setelah diberikan treatment mengalami peningkatan skor posttest. Hasil analisis menunjukkan nilai taraf signifikansi 0.02

    Pengembangan Paket Bimbingan dengan Teknik Outbound untuk Meningkatkan Adversity Quotient Siswa SMP

    No full text
    Adversity quotient merupakan kecerdasan seseorang dalam menghadapi rintangan atau kesulitan secara teratur, yang dapat memperbaiki respon individu terhadap kesulitan. Adversity quotient membantu individu memperkuat kemampuan dan ketekunan dalam menghadapi tantangan hidup sehari-hari seraya tetap berpegang teguh pada prinsip dan impian tanpa memperdulikan apa yang sedang terjadi. Proses peningkatan adversity quotient ini meliputi empat dimensi yaitu control atau kendali, origin dan ownership, reach serta endurance. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di SMP Laboratorium UM diketahui permasalahan yang dihadapi oleh sebagian besar siswa dalam menghadapi tantangan atau kesulitan ini adalah siswa cenderung pesimis dengan kemampuan yang dimiliki dalam menghadapi kesulitan dan pemecahkan masalah. Selain itu, ketidaksiapan siswa untuk menghadapi kegagalan pada saat belajar maupun berinteraksi dengan teman di sekolah menjadi masalah yang belum terselesaikan. Masalah individu yang kompleks ini membutuhkan bimbingan secara kreatif sehingga individu lebih mudah menemukan solusi atas tantangan atau kesulitan yang dihadapi.Tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan paket bimbingan dengan teknik outbound untuk meningkatkan adversity quotient siswa SMP. Penelitian ini menggunakan model pendekatan pengembangan Borg and Gall yang telah dimodifikasi, tahapan tersebut adalah (1) perencanaan; indentifikasi kebutuhan, (2) pengembangan produk awal; penyusunan tujuan dan penyusunan prototype produk; (3) uji coba produk; (4) revisi produk; (5) penyajian produk penelitian. Produk diuji berdasarkan aspek keberterimaan yang dikembangkan menjadi instrumen penilaian oleh peneliti. Subjek uji coba dibagi menjadi dua yaitu uji coba produk awal dilakukan oleh ahli materi dan ahli media, sedangkan uji lapangan terbatas dilakukan oleh calon pengguna produk yaitu konselor.Berdasarkan hasil uji ahli materi oleh Dosen Jurusan Bimbingan dan Konseling diperoleh skor total 123 dengan rata-rata 3,46 dan ahli media oleh Dosen Jurusan Teknologi Pendidikan diperoleh skor total 93 dengan rata-rata 3,90. Hal ini menunjukan bahwa paket bimbingan yang dikembangkan mempunyai indeks dengan validitas yang tinggi, yaitu layak digunakan. Sedangkan data deskriptif pada lembar saran disajikan sebagai pertimbangan dalam revisi produk.Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah produk paket pengembangan bimbingan dengan teknik outbound untuk meningkatkan adversity quotient telah memenuhi aspek ketepatan, kegunaan, kemudahan dan kemenarikan. Untuk mengetahui keefektifan paket bimbingan ini, disarankan bagi konselor dan peneliti lain untuk dapat melakukan uji eksperimen dengan kelompok terbatas. 

    Pengembangan Panduan Pelatihan Berbasis Structured Learning Approach untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Interpersonal pada Siswa SMP

    No full text
    ABSTRAK   RINGKASAN Amaliandra, Nezy. 2018. Pengembangan Panduan Pelatihan Berbasis Structured Learning Approach untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Interpersonal pada Siswa SMP. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. M. Ramli, M.A, (II) Drs. Harmiyanto, M.Pd. Kata Kunci: structured learning, keterampilan komunikasi, interpersonal Keterampilan komunikasi adalah keterampilan dalam menyampaikan dan menerimaan pesan. Tujuan dari komunikasi adalah untuk belajar memahami diri sendiri dan orang lain, berhububungan dengan orang lain, mempengaruhi sikap dan perilaku orang lain, hiburan, dan membantu orang lain antara pengirim pesan dan penerima pesan. Pada masa remaja dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dengan orang lain, terutama dalam berkomunikasi dengan orang lain. Oleh karena itu, peneliti mengembangkan buku panduan pelatihan yang dapat digunakan oleh konselor untuk memberikan layanan bimbingan agar konselor tepat dalam melaksanakan prosedur pelatihan, dengan begitu tujuan yang diharapkan akan tercapai. Tujuan dari penelitian ini untuk menghasilkan produk berupa buku panduan pelatihan berbasis Structured Learning Approach untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa SMP. Prosedur penelitian pengembangan ini mengadaptasi langkah-langkah dari Borg and Gall. Langkah-langkah penelitian ini yaitu: 1) studi pendahuluan, 2) pengumpulan data, 3) pengembangan produk, 4) uji coba produk, 5) revisi produk, 6) uji kelompok kecil, 7) revisi produk akhir. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif untuk data kuantitatif dengan menghitung rata-rata dari setiap aspek, yaitu: 1) ketepatan, 2) kegunaan, 3) kemudahan, dan 4) kemenarikan. Data kualitatif didapatkan dari hasil penilaian ahli berupa kritik, saran dan masukan. Hasil penilaian uji ahli materi bimbingan dan konseling, uji ahli media, uji calon pengguna produk, dan uji kelompok kecil menunjukkan bahwa buku panduan pelatihan berbasis Structured Learning Approach untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal pada siswa SMP yang telah dikembangkan memiliki penilaian sangat tepat, sangat berguna, sangat mudah dan sangat menarik. Hasil penilaian tersebut menunjukkan bahwa buku panduan yang telah dikembangkan layak untuk digunakan dalam memberikan layanan bimbingan kepada siswa. Dapat disimpulkan bahwa buku panduan pelatihan berbasis Structured Learning Approach untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal pada siswa SMP telah berterima secara teoritis maupun praktis. Buku panduan pelatihan berbasis Structured Learning Approach untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal pada siswa SMP ini mempunyai keunggulan dan juga kelemahan. Beberapa keunggulannya adalah: 1) buku panduan telah teruji keberterimaannya, 2) buku panduan dicetak dengan full colour, mempunyai komposisi warna dan kesesuaian elemen-elemen visual pada bagian sampul depan buku, dan bagian buku terdapat layout yang sangat menarik, 3) buku panduan mempunyai ukuran B5 yang memudahkan konselor untuk membaca tulisan, 4) cerita yang ada dalam buku panduan menarik, sehingga membuat siswa dalam bermain peran. Beberapa kelemahannya adalah: 1) ukuran buku panduan B5 tidak praktis. Dari hasil penelitian, disarankan kepada konselor untuk menggunakan panduan melalui penelitian tindakan bimbingan sesuai dengan kondisi siswa, dan melaksanakan langkah-langkah atau prosedur dari teknik Structured Learning Approach sesuai dengan buku panduan. Bagi peneliti selanjutnya, dapat mengeksperimenkan buku panduan ini, sehingga diperoleh hasil apakah buku panduan ini efektif bila diberikan kepada anak usia SMP

    0

    full texts

    1,354

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇