SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
1354 research outputs found
Sort by
Pengembangan Panduan Cybercounseling Pendekatan Realita untuk Meningkatkan Keterbukaan Diri (Self-Disclosure) Siswa SMK
ABSTRAK Prabawa, Abi, F. 2015. Pengembangan Panduan Cybercounseling Pendekatan Realita untuk Meningkatkan Keterbukaan Diri (Self-Disclosure) Siswa SMK. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. M. Ramli, M.A. (II) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd. Kata kunci: pengembangan, cybercounseling, pendekatan realita, keterbukaan diri. Salah satu indikator siswa yang memiliki keterbukaan diri rendah adalah tidak mampu mengemukakan pendapat. Berdasarkan pengamatan peneliti di SMKN 2 Malang, siswa cenderung diam dan tidak berani mengungkapkan pendapat ketika diskusi. Rendahnya tingkat keterbukaan diri siswa akan menghambat tercapainya prestasi yang optimal. Alternatif layanan yang dapat diberikan konselor adalah melakukan konseling. Pendekatan yang dapat digunakan untuk memberikan layanan konseling terkait dengan masalah keterbukaan diri adalah realita. Pendekatan ini berorientasi pada lima kebutuhan dasar manusia, yang salah satunya adalah tercapainya kebutuhan akan kekuasaan dan prestasi. Namun demikian, perbandingan jumlah konselor dan siswa yang tidak seimbang seringkali menjadi hambatan pemberian layanan konseling. Dengan demikian perlu adanya terobosan yang memungkinkan layanan dapat diberikan di luar jam sekolah, yaitu cybercounseling. Cybercounseling memungkinkan konselor dan konseli untuk melakukan komunikasi tatap muka melalui layar monitor tanpa kehadiran fisik secara langsung. Oleh karena itu, peneliti memberikan alternatif layanan konseling untuk membantu konselor meningkatkan keterbukaan diri siswa dengan menggunakan panduan cybercounseling pendekatan realita. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan panduan cybercounseling dengan pendekatan realita untuk meningkatkan keterbukaan diri (self-disclosure) siswa SMK yang berterima secara teoretis dan praktis. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan model Borg and Gall yang dimodifikasi Sukmadinata. Langkah pengembangan ada 3 tahap (Sukmadinata, 2012:184), yaitu: 1) studi pendahuluan, dengan survei lapangan dan studi pustaka, 2) pengembangan produk, dengan membuat panduan dan website, dan 3) uji produk, dengan uji ahli, uji kelompok kecil, dan uji lapangan terbatas. Uji ahli dilakukan oleh ahli media dan ahli bimbingan dan konseling. Uji kelompok kecil dilakukan oleh dua orang konselor. Uji lapangan terbatas dilakukan pada tiga orang siswa untuk menguji keefektifan panduan dengan menggunakan one group pretest- posttest design. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil uji kelayakan produk menunjukkan bahwa panduan cybercounseling pendekatan Realita berterima secara teoretis dan praktis serta efektif untuk meningkatkan keterbukaan diri siswa SMK. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar: 1) konselor, hendaknya perlu menerapkan prosedur cybercounseling dengan seksama agar layanan yang diberikan lebih efektif, 2) peneliti selanjutnya, hendaknya menguji keefektifan pada populasi yang lebih luas dengan menggunakan penelitian eksperimen murni, dan 3) menambahkan database konselor serta software perekam audiovisual untuk merekam proses cybercounseling
Pengembangan Panduan Penelusuran Peminatan di SMA bagi Siswa SMP dengan Media Flipbook
ABSTRAK Khoiriyah, Nur Lailatul. 2015. Pengembangan Panduan Penelusuran Peminatan di SMA bagi Siswa SMP dengan Media Flipbook. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Muslihati, S.Ag, M.Pd, (II) Drs. H. Harmiyanto, M.Pd Kata Kunci: pengembangan panduan, penelusuran peminatan SMA, siswa SMP,media flipbook Peminatan merupakan bagian khusus dari kurikulum 2013 berkaitan dengan layanan bimbingan dan konseling. Permasalahan yang timbul adalah adanya penumpukan pemilihan peminatan di salah satu program peminatan di SMA. Sikap siswa SMP yang ikut-ikutan teman dalam menentukan peminatan menjadi pendukung permasalahan tersebut. Kesalahan menentukan pilihan peminatan berdampak pada kesulitan dan kecenderungan gagal dalam belajar saat di SMA (Kemendikbud, 2013). Siswa SMP memerlukan informasi dan panduan tentang peminatan agar mereka dapat menentukan pemilihan program peminatan yang tepat di SMA. Penyampaian informasi peminatan dapat dioptimalkan menggunakan media yang menarik. Flipbook menjadi salah satu bentuk media menarik yang dibuat menggunakan aplikasi Ncesoft Flipbook Maker. Tampilan flipbook yang colourfull dan berbentuk kumpulan kertas dalam bentuk e-book dapat mempermudah siswa SMP saat mempelajari peminatan di SMA. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa panduan penelusuran peminatan di SMA bagi siswa SMP dengan media flipbook. Produk yang dihasilkan terdiri dari 2 macam yaitu panduan penelusuran peminatan (hardfile) sebagai produk utama dilengkapi flipbook (softfile) sebagai media penyampaian panduan penelusuran peminatan yang dapat diterima secara teoritis dan praktis baik dari segi format maupun isi bagi siswa SMP dalam menentukan program peminatan di SMA. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan prosedur yang bersifat deskriptif dengan tahap-tahap penelitian pengembangan dari Borg and Gall. Peneliti menerapkan tujuh dari sepuluh tahap penelitian pengembangan Borg and Gall. Jenis data dari hasil uji coba adalah data angka dan verbal. Analisis data angka menggunakan teknik rerata dan analisa data verbal dengan menyimpulkan saran yang diberikan saat melakukan uji coba produk agar mudah difahami. Hasil pengembangan ini terdiri dari hardfile dan softfile (media flipbook) dari panduan penelusuran peminatan di SMA bagi siswa SMP. Hasil penilaian produk yaitu ahli materi, ahli media, calon pengguna (konselor dan siswa) dikategorikan sangat baik (sangat tepat, sangat berguna, sangat menarik dan sangat layak). Saran dari penelitian ini adalah konselor dapat menggunakan produk ini sebagai panduan dan media untuk mengenalkan peminatan serta memberikan layanan karier pada siswa SMP, siswa menggunakan produk ini untuk menentukan pilihan peminatan yang tepat di SMA, dan untuk peneliti selanjutnya melakukan uji keefektifan dari produk ini
HUBUNGAN KECEMASAN TERHADAP BERAKHIRNYA MASA KONTRAK KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA KARYAWAN KONTRAK DI PT. BANK RAKYAT INDONESIA CABANG JOMBANG
ABSTRAK Delyara, Dea Ayu. 2015. Hubungan Kecemasan Terhadap Berakhirnya Masa Kontrak Kerja Dengan Produktivitas Kerja Pada Karyawan Kontrak Di PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Jombang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed, (II) Farah Farida Tantiani, S.Psi, M.Psi. Kata Kunci: kecemasan, produktivitas, karyawan kontrak Kecemasan adalah suatu keadaan aprehensif atau keadaan khawatir yang mengatakan bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi. Dalam hal ini yang dimaksudkan adalah kecemasan terhadap berakhirnya masa kontrak kerja pada karyawan kontrak di suatu perusahaan. Dan mengakibatkan menurunnya produktivitas kerja pada karyawan kontrak. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui kecemasan terhadap berakhirnya masa kontrak kerja pada karyawan kontrak di PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Jombang, (2) untuk mengetahui produktivitas kerja pada karyawan kontrak di PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Jombang, serta (3) untuk mengetahui hubungan antara kecemasan terhadap berakhirnya masa kontrak kerja dengan produktivitas kerja pada karyawan kontrak di PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Jombang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan korelasional lapangan. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan kontrak di PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Jombang berjumlah 250 karyawan. Sampel penelitian berjumlah 30 karyawan kontrak bagian frontliner yang diperoleh dari teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kecemasan terhadap habisnya masa kontrak kerja sebanyak 69 aitem dengan reliabilitas 0,971 dan skala produktivitas kerja sebanyak 40 aitem dengan reliabilitas 0,960. Hasil penelitian menunjukkan (1) kecemasan terhadap berakhirya masa kontrak kerja pada karyawan kontrak bagian frontliner di PT. Bank Rakyat Indonesia bagian frontliner berada dalam kategori tinggi, (2) produktivitas kerja pada karyawan kontrak di PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Jombang berada dalam kategori sangat tinggi, dan (3) ada hubungan negatif yang signifikan antara kecemasan terhadap berakhirnya masa kontrak kerja dengan produktivitas kerja pada karyawan kontrak bagian frontliner di PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Jombang (rxy= -0,585). Perusahaan diharapkan dapat lebih mengenali para karyawannya tentang bagaimana karyawan tersebut memanifestasikan kecemasan dan bagaimana produktivitas kerja mereka, agar dapat memberikan bantuan atau solusi untuk permasalahan yang dialami para karyawannya. HRD, diharapkan mampu mengantisipasi sejak dini tentang bagaimana cara menurunkan kecemasan para karyawan yang telah direkrut. Karyawan diharapkan tidak berdiam diri dalam memendam permasalahan, khususnya tentang kecemasan terhadap berakhirnya masa kontrak kerja dan produktivitas kerjanya. Selain itu, diharapkan karyawan dapat lebih terbuka pada lingkungan kerja serta pimpinannya. Bagi peneliti selanjutnya disarankan supaya lebih memperluas kancah penelitian
Pengembangan Panduan Pelatihan Keterampilan Problem Solving dalam Mengelola Stres Akademik bagi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Malang
ABSTRAK Irawan, Meru. 2015. Pengembangan Panduan Pelatihan Keterampilan Problem Solving dalam Mengelola Stres Akademik bagi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Drs. H. Widada, M.Si, (2) Dr. Hj. Muslihati, S.Ag. M.Pd. Kata Kunci: Panduan pelatihan, problem solving, mengelola stres akademik. Hasil need assessment diketahui bahwa sebagian siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Malang yang masih kesulitan dalam hal mengelola stres akademik dan belum mengetahui apa dan bagaimana mengelola stres akademik itu. Tugas para konselor di sekolah adalah berusaha membantu para siswa untuk dapat mengelola stres akademik dengan baik.Tujuan penelitian adalah, untuk mengembangkan panduan pelatihan keterampilan problem solving dalam mengelola stres akademik bagi siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Malang, menghasilkan produk berupa panduan yang dapat diterima dari segi ketepatan, kegunaan, kemudahan, dan kemenarikan.Penelitian pengembangan (development research) menggunakan model Borg and Gall (1983). Prosedur pengembangan yang dilakukan sebagai berikut: 1) pengumpulan data kebutuhan konselor; 2) pengembangan produk: merumuskan tujuan panduan pelatihan dan menyusun prototype produk; 3) uji coba produk: uji ahli (uji ahli Bimbingan dan Konseling dan uji ahli media), uji calon pengguna produk (konselor), dan uji kelompok kecil (siswa); 4) revisi produk; produk akhir panduan pelatihan keterampilan problem solving dalam mengelola stres akademik bagi siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Malang.Produk yang dihasilkan adalah 1) panduan pelatihan keterampilan problem solving dalam mengelola stres akademik untuk konselor, dan 2) buku pelatihan keterampilan problem solving dalam mengelola stres akademik untuk siswa. Berdasarkan hasil analisis data penilaian para ahli, calon pengguna produk, kelompok kecil, serta revisi yang telah dilaksanakan sesuai saran dan masukan terhadap panduan pelatihan keterampilan problem solving dalam mengelola stres akademik bagi siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Malang, dapat disimpulkan bahwa panduan pelatihan keterampilan problem solving dalam mengelola stres akademik bagi siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Malang sangat layak (sangat tepat, sangat berguna, sangat mudah, dan sangat menarik). Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada: 1) konselor: agar konselor dapat menggunakan buku panduan secara efektif sesuai dengan tujuan yang diharapkan; 2) siswa: diharapkan siswa dapat meningkatkan keterampilan problem solving dalam mengelola stres akademik dengan bimbingan dari konselor; 3) peneliti selanjutnya: panduan pelatihan keterampilan problem solving dalam mengelola stres akademik bagi siswa kelas VIII SMP dapat dilanjutkan dengan melalukan eksperimen untuk mengetahui keefektifan panduan pelatihan keterampilan problem solving dalam mengelola stres akademik bagi siswa kelas VIII SMP
Keefektifan Penggunaan Model Konseling Ringkas Berfokus Solusi untuk Meningkatkan Percaya Diri Siswa Kelas VII di SMP Negeri 9 Malang
ABSTRAK Prabandari, Nikentari. 2015. Keefektifan Penggunaan Model Konseling Ringkas Berfokus Solusi untuk Meningkatkan Percaya diri Siswa.Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Triyono, M.Pd.(II) Irene Maya Simon, S.Pd M.Pd Kata kunci : konseling ringkas berfokus solusi, percaya diri Percaya diri merupakan kunci utama kesuksesan seseorang. Percaya diri seseorang dipengaruhi oleh masa perkembangan yang sedang dilaluinya terutama bagi remaja awal yang berada pada masa puber. Masa puber yaitu suatu tahap dalam perkembangan dimana terjadi kematangan alat-alat seksual dan tercapai kemampuan reproduksi. Remaja yang tadinya sangat yakin pada diri sendiri, sekarang menjadi kurang percaya diri dan takut akan kegagalan. Hal ini terjadi karena daya tahan fisik menurun dan adanya kritik yang datang dari orang tua dan teman-temannya. Berdasarkan hasil rekomendasi dari konselor SMP Negeri 9 Malang, diketahui percaya diri siswa kelas VII tergolong rendah, terutama pada siswa kelas VII E, hal ini terlihat saat siswa mengikuti pelajaran sebagian siswa bersikap pasif, grogi dan malu saat diminta untuk menjawab pertanyaan dari guru. Banyak cara untuk mengatasi kurang percaya diri tersebut, salah satunya adalah dengan menciptakan pemikiran siswa untuk menentukan tujuan yang spesifik bagi dirinya dengan pemberian konseling ringkas berfokus solusi.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas konseling ringkas berfokus solusi dalam meningkatkan percaya diri siswa di SMP Negeri 9 Malang. Penelitian ini menggunakan one-group pretest-posttest design. Dengan melihat keadaan sebelum diberikannya perlakuan dan sesudah diberikan perlakuan.Hasil pretest dan posttest dapat dilihat dari peningkatan skor pada skala percaya diri, dengan ditunjukkan pada masing-masing subjek dengan memiliki tingkat skor yang signifikan, mulai dari 80-100. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji statistik inferensisal non parametric dengan menggunakan uji beda two releated test wilcoxon untuk mengetahui perbedaan hasil pretest dan posttest. Hasil analisis data menunjukkan nilai probability error 0.039 (p = 0.039 < 0.05), dengan demikian H0 ditolak dan terbukti bahwa terdapat perbedaan hasil pretest dan posttest pada siswa yang diberikan treatment. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan maka dapat diambil kesimpulan bahwa konseling ringkas berfokus solusi dapat meningkatkan percaya diri siswa secara efektif. Berdasarkan hasil tersebut, maka disarankan pada: (1) konselor untuk menggunakan konseling ringkas berfokus solusi sebagai salah satu pendekatan dalam memberikan layanan konseling, (2) peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian dalam skala subjek yang lebih besar dan lebih luas agar pelatihan yang diberikan benar-benar bermanfaat dan tepat sasaran serta mampu meningkatkan percaya diri
keefektifan konseling kelompok realitas untuk meningkatkan kesadaran bahaya perilaku membolos siswa di SMKN 8 Malang
ABSTRAK Pratiwi, Mega. 2015. Keefektifan Konseling Kelompok Realitas untuk Meningkatkan Kesadaran Bahaya Perilaku Membolos siswa di SMK Negeri 8 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. IM. Hambali, M.Pd , (II) Dr. M. Ramli, M.A. Kata Kunci: konseling kelompok, realitas, perilaku membolos. Perilaku membolos merupakan perilaku yang menunjukkan rendahnya kesadaran siswa untuk masuk sekolah serta mengikuti pelajaran berlangsung di kelas. Perilaku membolos merupakan salah satu bentuk dari perilaku yang tidak bertanggung jawab yang harus diselesaikan. Penggunaan konseling realitas membantu siswa berperilaku yang lebih bertanggung jawab serta mengajak siswa meningkatkan kesadarannya akan bahaya perilaku membolos dengan cara mengajak siswa menilai perilaku mereka serta menyusun rencana atau kontrak perilaku yang harus mereka laksanakan dalam upaya untuk mengurangi tingkah laku membolos. Di sini konselor memperlakukan individu dengan sikap penghargaan dan tanpa harus menyertakan sebuah hukuman. Tujuan penelitian ini untuk menguji keefektifan konseling kelompok realitas untuk meningkatkan kesadaran bahaya perilaku membolos siswa di SMK Negeri 8 Malang. Penelitian ini menggunakan one-group pretest-posttest design. Subjek dalam penelitian ini adalah lima siswa yang mempunyai tingkat kesadaran membolos yang rendah dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi, yaitu melihat presensi siswa. Observasi dilakukan sebanyak dua kali yaitu sebelum perlakuan yang disebut pretest dan sesudah perlakuan yang disebut posttest. Hasil pretest dan posttest dilihat dari peningkatan skor pada skala kesadaran untuk tidak membolos. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji statistik inferensial non parametrik dengan uji beda two releated test wilcoxon untuk mengetahui perbedaan hasil pretest dan posttest. Hasil analisis data menunjukkan nilai probability error 0.043 (p = 0.043 < 0.05), dengan demikian H0 ditolak dan terbukti bahwa terdapat perbedaan hasil pretest dan posttest pada siswa yang diberikan treatment. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan maka dapat diambil kesimpulan bahwa konseling kelompok realitas dapat meningkatkan kesadaran bahaya perilaku membolos siswa. Berdasarkan hasil tersebut, maka disarankan pada: (1) konselor untuk menggunakan konseling kelompok realitas sebagai salah satu pendekatan untuk membantu siswa yang memiliki kesadaran perilaku membolos yang rendah. (2) peneliti selanjutnya, diharapkan perlakuan melalui proses konseling kelompok realitas dapat dilakukan lebih dari 4 kali pertemuan karena dalam penelitian ini masih belum maksimal pengurangan perilaku membolos siswa karena proses konseling kelompok realitas yang terlalu singkat 4 kali pertemuan dengan 6 tahapan
Hubungan antara Interaksi Anak dalam Keluarga Dengan Solidaritas Teman Sebaya Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 8 Malang
ABSTRAK Putri, Ayang Erlian Madya. 2015. Hubungan antara Interaksi Anak dalam Keluarga dengan Solidaritas Teman Sebaya pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 8 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Andi Mappiare AT M.Pd, (II) Dra. Elia Flurentin M.Pd Kata Kunci: Interaksi anak dalam keluarga, solidaritas teman sebaya Seseorang pertama kali melakukan interaksi dengan keluarganya, kemudian meluas ke lingkungan sosialnya. Keluarga memberikan pengaruh terhadap aspek perkembangan seorang remaja termasuk perkembangan sosialnya. Interaksi yang baik dalam keluarga akan memberikan dampak yang baik dalam perkembangan sosial remaja. Menginjak dewasa, remaja akan lebih sering menghabiskan waktu dengan teman-temannyaPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui (1) interaksi anak dalam keluarga pada siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Malang, (2) solidaritas teman sebaya pada siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Malang, (3) hubungan antara interaksi anak dalam keluarga dengan solidaritas teman sebaya pada siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Malang.Jenis penelitian ini adalah deskriptif dan korelasional. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Malang. Pengambilan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling dengan jumlah sampel 150 orang siswa. Instrumen penelitian menggunakan skala interaksi anak dalam keluarga dan solidaritas teman sebaya. Teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif deskriptif dan teknik korelasi Product Moment.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) banyak siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Malang memiliki interaksi dalam keluarga yang tinggi dan hasil penelitian menunjukkan siswa mempunyai hubungan yang lebih dekat dengan ibu, (2) cukup siswa memiliki solidaritas teman sebaya tinggi dan sikap solidaritas yang menonjol ialah siswa tidak membeda-bedakan dalam berteman dan siswa dapat membedakan ajakan teman yang tidak sesuai dengan dirinya (3) hal ini menunjukkan ada hubungan positif yang signifikan antar interaksi anak dalam keluarga dengan solidaritas teman sebaya dengan korelasi antara interaksi anak dalam keluarga dengan solidaritas teman sebaya sebesar 0.563 dan p=0.00
EFEKTIVITAS TEKNIK ROLEPLAYING SEBAGAI MEDIA PENGENALAN KARIER BAGI SISWA KELAS 3 SDN 01 PLANDIREJO KECAMATAN BAKUNG KABUPATEN BLITAR
ABSTRAK Tristiana, Elva. 2015. Efektivitas Teknik Roleplaying Sebagai Media Pengenalan Karier Bagi Siswa Kelas 3 SDN 01 Plandirejo Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Hariadi Kusumo, M.Pd, (2) Dr. H. IM. Hambali, M.Pd Kata kunci: roleplaying, pengenalan karier, siswa kelas 3 SD. Pengenalan karier sejak usia dini sangat diperlukan, tidak terkecuali bagi siswa kelas tiga di SDN 01 Plandirejo Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar, pernyataan tersebut didukung oleh fakta di lapangan, ketika beberapa siswa kelas 3 SDN 01 Plandirejo Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar ditanya tentang macam-macam pekerjaan yang ada di sekitar rumahnya maka ia hanya mampu menjawab beberapa pekerjaan dan belum mampu membedakan pekerjaan tersebut berada pada bidang apa (wawancara dilakukan secara langsung dengan siswa pada tanggal 10 November 2014). Siswa akan mengalami kesulitan dalam memilih jenis pekerjaan apabila mereka tidak memiliki pengetahuan mengenai ragam pekerjaan yang ada di lingkungan sekitar. Roleplaying adalah salah satu teknik bimbingan kelompok yang dapat membantu siswa dalam mengenal karier khususnya bagi siswa keas 3 di SDN 01 Plandirejo Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keefektifan penerapan roleplaying sebagi media pengenalan karier bagi siswa kelas 3 SDN 01 Plandirejo Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu menggunakan one group pretest posttest desain. Pengumpulan data menggunakan pengenalan karier, dan observasi. Analisis data menggunakan uji wilcoxon membandingan hasil pretest dan posttest setelah diberikan treatment. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa penerapan roleplaying efektif sebagai media pengenalan karier bagi siswa kelas 3 SDN 01 Plandirejo Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai signifikansi p-value sebesar 0,043
perilaku belajar siswaautia
ABSTRAK Nisak, Khoirun. 2015. Perilaku Belajar Siswa Autis. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr.Muslihati,S.Ag.,M.Pd.(II) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd. Kata Kunci : Autis, Perilaku Belajar, Perilaku Komunikasi, Perilaku Sosial. Autis merupakan gangguan perkembangan yang mempengaruhi seseorang dan belum bisa dipastikan penyebabnya.Autis biasanya dapat dideteksi ketika usia kanak-kanak. Gangguan ini mempengaruhi perkembangansosial komunikasi dan minat sehingga siswa dengan gangguan autis memiliki kecenderungan untuk menyendiri dan lebih sibuk dengan dirinya sendiri. Karakteristik lain siswa dengan gangguan autis biasanya cuek dengan keadaan sekitarnya, diam ketika dipanggil namun bukan tuli, berbicara tanpa dimengerti orang lain/membeo (echolalia), memiliki keterbatasan dalam berkomunikasi, lebih banyak melakukan komunikasi secara non verbal. Hal ini akan berdampak pada kegiatan belajar akademiknya. Keterampilan sosial dan komunikasi merupakan keterampilan yang menjadi kebutuhan bagi setiap siswa untuk melakukan interaksi dengan siswa lain atau dengan guru dalam proses belajar akademik. Kegiatan penelitian ini ingin menangkap seperti apa perilaku-perilaku yang terjadi pada siswa dengan gangguan autis dalam perilaku belajarnya, perilaku komuniasi dan perilaku sosialnya. Kemudian tercetuslah penelitian dengan judul “Perilaku Belajar Siswa Autis” yang berfokus untuk mengungkap (1) Perilaku belajar akademik siswa autis, (2) Perilaku komunikasi siswa autis, (3) Perilaku sosial siswa autis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan rancangan studi kasus dengan subyek penelitian adalah Putra dan orang-orang yang berada disekitar siswa dengan gangguan autis sebagai sumber data. Orang-orang disekitar siswa dengan ganguan autis adalah guru kelas, terapis, pendamping (shadow), ketua yayasan dan koordinator inklusi. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Untuk menentukan keabsahan data peneliti melakukan kegiatan triangulasi data. Proses analisis data yang dilakukan peneliti adalah membandingkan data yang berasal dari kegiatan wawancara dengan observasi, wawancara dengan dokumentasi serta wawancara dengan wawancara yang diperoleh dari berbagai sumber data. Hasil penelitian yang diperoleh adalah perilaku belajar siswa dengan gangguan autis lebih banyak kegiatan belajarnya dibantu oleh pendamping (shadow), pada pelajaran tertentu yang berkaitan dengan kemampuan menganalisis dan meresume, siswa dengan gangguan autis sepenuhnya dikerjakan pendamping (shadow) dan siswa menulis ulang hasil tugas tersebut. Sedang untuk kemampuan komunikasi, siswa dengan gangguan autis lebih banyak menggunakan komunikasi non verbal daripada komunikasi verbal. Pada perilaku sosialnya, siswa dengan gangguan autis menunjukkan perilaku cemburu karena perhatian orang di sekitarnya teralih pada siswa yang lain, serta menunjukkan perhatiannya dengan menyentuh pipi terkadang mencium pipi pendamping (shadow). Adapun saran yang dapat dikemukakan sehubungan dengan hasil penelitian ini adalah : (1) Bagi peneliti selanjutnya untuk memperbanyak subyek penelitian agar data yang diperoleh lebih kaya (2) Bagi sekolah, ada baiknya untuk melaksanakan pendidikan inklusi secara utuh berdasarkan kebutuhan dari siswa, khususnya siswa autis, (3) Bagi yayasan untuk lebih meningkatkan kinerja dan disiplin terhadap aturan serta perencanaan administratif yang lebih terstruktur sehingga dalam pemberian layanan dapat maksimal (4) bagi jurusan untuk menjadikan matakuliah tambahan tentang ABK (anak berkebutuhan khusus) dalam rangka upaya untuk lebih memahami kepada siswa dengan gangguan autis
Pengembangan Media Layanan Informasi Peminatan SMA Berbasis Blogbagi Siswa SMP
ABSTRAK Kemawati, Filinda Zanai. 2015. Pengembangan Media Layanan Informasi Peminatan SMA Berbasis Blogbagi Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Harmiyanto, M.Pd., (II) Dr. H. IM. Hambali, M.Pd. Kata kunci: pengembangan, informasi peminatan di SMA, siswa SMP, media blog Berdasarkan fakta pengamatan peneliti yang dilakukan di SMAN 1 Tumpang, ditemukan fenomena bahwa banyak peserta didik baru yang akan melanjutkan studi di SMA datang ke ruang BK beserta orang tuanya untuk mencari informasi mengenai peminatan. Peserta didik baru mengungkapkan bahwa mereka masih belum mendapatkan informasi mengenai peminatan di SMA, sehingga peserta didik bingung untuk memilih dan menetapkan pilihan peminatan. Oleh karena itu, layanan informasi peminatan di SMA perlu diberikan mulai dari sekolah menengah pertama (SMP). Penyampaian informasi peminatan dapat dioptimalkan menggunakan media yang menarik. Blog menjadi salah satu bentuk media menarik yang dibuat menggunakan aplikasi web. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa media layanan informasi peminatan SMA berbasis blogbagi siswa SMP yang memenuhi 4 aspek yaitu ketepatan, kegunaan, kelayakan dan kemenarikan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan dari Borg and Gall. Tahap-tahap pengembangan Borg and Gall yang digunakan penelitian meliputi analisis kebutuhan, perencanaan, pengembangan produk, validasi ahli, revisi produk, uji coba produk, dan revisi produk. Uji coba produk dilakukan melalui tiga tahap, yaitu uji ahli (ahli materi dan ahli media), uji calon pengguna (konselor), dan uji kelompok kecil (siswa). Jenis data dari hasil uji coba adalah kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif menggunakan teknik rerata dan analisis data kualitatif dengan menyimpulkan saran yang diberikan saat melakukan uji coba produk. Hasil pengembangan media layanan informasi peminatan SMA berbasis blogbagi siswa SMP, yaitu penilaian produk oleh ahli materi, ahli media, calon pengguna dan kelompok kecil dapat disimpulkan bahwa media layanan informasi peminatan SMA berbasis blog bagi siswa SMP sangat tepat, sangat berguna, sangat layak, dan sangat menarik untuk diterapkan pada siswa SMP. Berdasarkan hasil pengembangan, disarankan: (1) konselor dapat menggunakan produk sebagai media untuk mengenalkan peminatan yang tepat bagi siswa SMP serta memberikan layanan yang optimal berkaitan peminatan SMA, (2) untuk peneliti selanjutnya melakukan uji keefektifan media layanan informasi peminatan SMA berbasis blogbagi siswa SMP