SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
1354 research outputs found
Sort by
Efektifitas Penggunaan Media Film untuk Meningkatkan Empati Siswa Kelas VII SMP
ABSTRAK Muhammad, Alan Auliyah. 2015. Efektifitas Penggunaan Media Film untuk Meningkatkan Empati Siswa Kelas VII SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Elia Flurentin, M.Pd (II) Drs. H. Harmiyanto, M. Pd. Kata Kunci: media film, empati, siswa SMP Berdasarkan pengamatan peneliti pada saat melaksanakan Praktikum Bimbingan Konseling (PBK), banyak dijumpai para pelajar yang menunjukkan sikap yang kurang pro-sosial. Misalnya siswi kelas IX merasa lebih berkuasa dan bisa menyuruh adik tingkatnya. Peneliti juga menjumpai siswa kelas IX yang berkelahi dengan siswi kelas VII hanya karena dia jengkel adik kelasnya itu melihat kearahnya. Selain itu, ada juga beberapa siswa yang dikucilkan di dalam kelas. Kasus-kasus seperti itu salah satu faktor penyebabnya adalah tingkat empati individu yang rendah. Hal itu sejalan dengan pendapat Byrne & Baron yang menyatakan bahwa enpati merupakan kemampuan individu untuk dapat merasakan perasaan atau pengalaman orang lain. Empati dapat ditingkatkan dengan cara menggunakan teknik modeling. Teknik modeling terdiri atas live modeling dan symbolic modeling. Film adalah salah satu bentuk dari symbolic modeling karena siswa dapat mengamati dan meniru perilaku dalam tokoh dalam film. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penggunaan media film untuk meningkatkan empati siswa kelas VII SMP. Desain penelitian menggunakan desain eksperimen semu dengan menggunakan rancangan one group pretest-posttest design. Subjek dalam penelitian ini adalah enam siswa yang mempunyai tingkat empati terendah dalam satu kelas. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala empati dan pedoman eksperimen. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa nilai beda (z) adalah -2,201 dengan nilai signifikansi 0,028. Nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 yang artinya Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan media film efektif untuk meningkatkan empati siswa kelas VII SMP. Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini, ada beberapa saran yang perlu dipertimbangkan untuk konselor dan peneliti selanjutnya. Bagi konselor : (1) dalam menggunakan media film, konselor sebaiknya menyesuaikan antara durasi film dengan durasi jam pelajaran kelas BK. Jika durasi film lebih panjang dari jam pelajaran BK, maka film perlu melalui proses pengeditan. Saat pengeditan, isi atau pesan yang ada di dalam film tidak boleh ikut terpotong. (2) konselor sebaiknya mengetahui tokoh, isi cerita dan pesan yang terkandung di dalam film yang akan ditayangkan. Bagi peneliti selanjutnya disarankan agar dalam melaksanakan penelitian, sebaiknya menggunakan kelompok kontrol agar bisa diketahui perbedaan skor antara kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen. Selain itu, sebaiknya posttest diberikan pada setiap akhir pertemuan agar peningkatan dan perkembangan sikap empati siswa dapat diketahui pada setiap pertemuan
Efektivitas Teknik Relaksasi dalam Konseling Kelompok Behavioral untuk Menurunkan Stres Belajar Siswa SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Nurcahyani, Istiana. 2015. Efektivitas Teknik Relaksasi dalam Konseling Kelompok Behavioral untuk Menurunkan Stres Belajar Siswa SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Lutfi Fauzan, M.Pd, (2) Dr. H. Adi Atmoko, M.Si. Kata Kunci: Stres belajar, konseling kelompok behavioral, relaksasi Beberapa siswa kelas X di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang memperlihatkan perilaku yang tidak tepat antara lain mengalami gejala fisik seperti gemetaran, jantung berdebar cepat, kepala terasa berat, berkeringat dingin. Gejala psikologis seperti pikiran negatif, kacau dan emosi seperti menangis tanpa sebab, kesal. Perilaku tidak tepat tersebut merupakan gejala stres belajar sebagai reaksi dari tuntutan yang ada. Apabila dibiarkan maka tidak menutup kemungkinan akan timbul stres yang akut sehingga menyebabkan proses belajar terganggu. Oleh karena itu diperlukan penanganan yang tepat. Salah satu cara untuk menangani masalah tersebut adalah dengan menggunakan teknik relaksasi. Teknik relaksasi merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk menurunkan stres agar keadaan seseorang berada dalam keadaan tenang dan rileks dalam menghadapi tekanan di sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas relaksasi dalam konseling kelompok behavioral untuk menurunkan stres belajar siswa SMA. Rancangan penelitian menggunakan design one-group pretest-posttest. Pengukuran pretest dan posttest menggunakan instrumen stres belajar yang dikembangkan dari berbagai teori stres oleh Hans Selye (1976), Lazarus dan Folkman (1984). Reliabilitas instrumen stres belajar yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0.898 dan validitas per butir > 0.3. Subjek penelitian adalah siswa SMA kelas X yang berjumlah 5 orang yang menunjukkan tingkat stres belajar yang sangat tinggi. Treatment dilakukan selama enam pertemuan. Treatment dimulai pada bulan September dan berakhir pada bulan Oktober. Data dianalisis dengan statistik non parametric uji beda wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan nilai Z hitung lebih besar dari Z table (-2,032) dan taraf signifikansi 0.042 < 0.05 yang berarti teknik relaksasi efektif untuk menurunkan stres belajar siswa SMA. Berdasarkan hasil penelitian disarankan pada 1) konselor hendaknya menggunakan teknik relaksasi untuk menurunkan stres belajar siswa dan konselor hendaknya mendapatkan pelatihan penggunaan teknik relaksasi 2) peneliti selanjutnya hendaknya melakukan penelitian subjek dalam skala besar, menggunakan variabel teknik relaksasi jenis lainnya, dan follow up setelah posttest untuk mengetahui keajegan hasil penelitian
Keefektifan Konseling Kelompok Adler untuk Meningkatkan Keterampilan Interpersonal Siswa SMP
ABSTRAK Fitriani, Mega Rahma. 2015. Keefektifan Konseling Kelompok Adler untuk Meningkatkan Keterampilan Interpersonal Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. Nur Hidayah, M. Pd., (II) Drs. H. Lutfi Fauzan, M. Pd. Kata Kunci: konseling kelompok Adler, keterampilan interpersonal, siswa SMP Keterampilan interpersonal adalah keterampilan individu dalam memulai, mengembangkan dan mempertahankan hubungan antarpribadi yang produktif. Keterampilan interpersonal menjadi penting, karena tinggi rendahnya keterampilan interpersonal yang dimiliki akan mempengaruhi individu dalam mengembangkan hubungan sosial. Jika rendah, maka individu akan mengalami banyak hambatan pada tugas-tugas kehidupannya. Oleh karena itu diperlukan usaha untuk membantu siswa meningkatkan keterampilan interpersonal. Salah satu caranya yaitu dengan menggunakan konseling kelompok Adler yang menekankan reedukasi kognitif, seperti nilai, keyakinan, dan minat sosial. Perilaku dapat muncul melalui proses belajar, dan konseling kelompok Adler merupakan salah satu media belajar individu untuk memahami perilakunya yang kurang tepat. Dengan pemahaman baru, diharapkan individu dapat menggunakan pemahaman barunya dalam mencapai superioritas sesuai dengan keunikan dan kemampuannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan konseling kelompok Adler untuk meningkatkan keterampilan interpersonal siswa SMP. Secara empirik konseling kelompok Adler belum diketahui keefektifannya, sehingga peneliti membuat hipotesis penelitian untuk menguji keefektifan konseling kelompok Adler. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian quasi eksperimen. Rancangan penelitian yang digunakan adalah interrupted time series. Subjek penelitian diperoleh berdasarkan hasil penyebaran angket keterampilan interpersonal dan memiliki skor yang tergolong rendah atau sedang. Subjek penelitian berjumlah lima siswa yang memiliki skor konsiten dari hasil tiga kali pretest. Data hasil penelitian dianalisis dengan statistik nonparametris melalui uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Berdasarkan uji ini diketahui bahwa Z= -2,032 dengan signifikansi sebesar 0,042. Nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, sehingga H0 ditolak. Hasil analisis statistik keterampilan interpersonal ini disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pre-test dan post-test, sehingga konseling kelompok Adler efektif untuk meningkatkan keterampilan interpersonal siswa SMP. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka peneliti mengajukan beberapa saran bagi yang mempunyai minat melakukan penelitian keterampilan interpersonal, di antaranya adalah melakukan perubahan pada desain eksperimen seperti True Experimental Design dengan menggunakan kelompok ekperimen dan kelompok kontrol. Sehingga peneliti dapat mengontrol semua variabel luar yang mempengaruhi jalannya eksperimen. Bagi konselor sekolah, dapat menggunakan konseling kelompok Adler untuk meningkatkan keterampilan interpersonal dengan panduan yang telah tersusun
Hubungan Keterampilan Komunikasi Interpersonal dan Kepercayaan Diri Siswa Kelas X di SMA Negeri 1 Garum Kabupaten Blitar
ABSTRAK Purnomo, Dinar Permadi. 2015. Hubungan Keterampilan Komunikasi Interpersonal dan Kepercayaan Diri Siswa Kelas X di SMA Negeri 1 Garum Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Harmiyanto, M.Pd, (II) Dr. Carolina LigyaRadjah, M.Kes. Kata Kunci: Keterampilan komunikasi interpersonal, kepercayaan diri. Siswa SMA berada dalam masa remaja memiliki beberapa tugas perkembangan, salah satunya adalah mencapai hubungan baru yang lebih matang dengan teman sebaya baik pria maupun wanita. Untuk mencapai tugas perkembangan tersebut, siswa memerlukan keterampilan komunikasi interpersonal dan kepercayaan diri. Keterkaitan keterampilan komunikasi interpersonal dan kepercayaan diri menjadi hal yang menarik untuk diteliti. Oleh karena itu diperlukan pembahasan mengenai hubungan antara keterampilan komunikasi interpersonal dan kepercayaan diri siswa. Penelitianmenggunakan rancangan deskriptifkorelasional ini bertujuan untuk menggambarkan dan mengetahui ada tidaknya hubunganantaraketerampilankomunikasi interpersonal dankepercayaandirisiswa. Populasi penelitian, seluruh siswa kelas X SMAN 1 Garum tahun ajaran 2015/2016, jumlah sampel 153 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknikanalisisdeskriptifdanteknikkorelasiproductmomentdari Pearson Hasil penelitian menunjukkansebagian besar siswa kelas X SMAN 1 Garum Kabupaten Blitar yang memiliki keterampilan komunikasi interpersonal tinggi. Sebagian besar siswa kelas X SMAN 1 Garum Kabupaten Blitar yang memiliki kepercayaan diri tinggi.Terdapathubungan yang signifikanantaraketerampilankomunikasi interpersonal dengankepercayaandirisiswa kelas X di SMAN 1 GarumKabupatenBlitar. Saran bagi konselor, sebagai bahan dalam memberikan layanan dasar bidang pribadi sosial yang bersifat pengembangan keterampilan komunikasi interpersonal dan kepercayaan diri siswa.Bagipenelitiselanjutnya, dapatmenjadisumberreferensimengenaiketerampilan komunikasi interpersonal dan kepercayaan diri siswa, dansebagaisumberpengembangantopikpenelitian yang lebihluas
HUBUNGAN ANTARA TAYANGAN EROTIKA DI PORNOMEDIA TERHADAP PERILAKU SEKSUAL SISWA KELAS XI IIS SMA NEGERI 9 MALANG
ABSTRAK Cahyani, Zunita Nur. 2015. Hubungan antara Tayangan Erotika di Pornomedia dengan Perilaku Seksual Siswa Kelas XI IIS SMA Negeri 9 Malang. Skripsi, jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Carolina Ligya Radjah, M.Kes, (II) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd. Kata Kunci: media massa, tayangan erotika, perilaku seksual, remaja Media massa sering digunakan sebagai alat mentransformasikan informasi di antara masyarakat. Media dapat menjadi sumber potensial pada pengetahuan seksual remaja dan perilakunya. Terpaan media massa berkonten seksual saat ini telah berperan memberikan informasi tentang perilaku seks yang tidak baik terhadap remaja. Media massa yang mengandung tayangan erotika dapat merangsang remaja yang ingin tahu tentang hal yang berbau seksual dan ingin meniru apa yang ia dengar dan lihat dari media massa sebagai bagian dari proses belajar. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui tiga hal, yaitu tayangan erotika di pornomedia, perilaku seksual siswa kelas XI IIS SMAN 9 Malang, dan untuk mengetahui hubungan antara tayangan erotika di pornomedia dengan perilaku seksual siswa kelas XI IIS SMAN 9 Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Subyek penelitian yang diambil adalah siswa siswi kelas XI IIS SMAN 9 Malang yang berjumlah 87 orang. Instrumen yang digunakan berupa alat ukur skala tayangan erotika dan skala perilaku seksual. Kegiatan analisis data dilakukan mulai dari uji normalitas, uji hipotesis, uji linieritas, dan uji korelasi. Uji coba skala dilakukan kepada 40 orang dengan menghasilkan reliabilitas pada skala tayangan erotika sebesar 0,947 dan pada skala tayangan erotika sebesar 0,953. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa siswa yang menonton tayangan erotika berada pada tingkat tinggi. Siswa yang melakukan aktivitas seksual juga berada dalam tingkat tinggi. Analisis korelasi menunjukkan rxy= 0,212 , p = 0,049 < α = 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara tayangan erotika dengan perilaku seksual remaja. Saran diberikan kepada pendidik khususnya konselor untuk bekerjasama dengan pihak sekolah dan guru agama untuk menyediakan layanan yang baik dalam mencari informasi dan menutup seluruh akses internet yang berbau pornografi di sekolah, untuk siswa agar dapat menyaring segala informasi yang diterima terutama informasi mengenai berita yang mengandung seksual agar tidak salah dalam mengartikan informasi tersebut, untuk orang tua agar memperhatikan apa yang ditonton anaknya ketika di rumah agar terhindar dari perilaku seksual yang tidak diinginkan, dan untuk peneliti selanjutnya agar penelitian ini dapat dijadikan referensi untuk melakukan penelitian yang mendalam tentunya dengan melihat faktor-faktor lain
PENGEMBANGAN PAKET PELAYANAN INFORMASI EFIKASI DIRI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIER BAGI SISWA SMKN 5 MALANG
ABSTRAK Susiani, Asna. 2015. Pengembangan Paket Pelayanan Informasi Efikasi Diri dalam Pengambilan Keputusan Karier bagi Siswa SMK Negeri 5 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. M. Ramli, M.A, (II) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd Kata kunci: paket pelayanan informasi, efikasi diri, pengambilan keputusan karier, siswa SMK Pengambilan keputusan karier akan mudah dilakukan oleh siswa apabila siswa mempunyai keyakinan yang tinggi terhadap kemampuannya. Efikasi diri siswa bisa ditingkatkan maupun diturunkan. Salah satu cara yang bisa digunakan oleh siswa dalam meningkatkan efikasi dirinya yaitu dengan memperoleh informasi tentang efikasi diri. Oleh karena itu paket pelayanan informasi ini penting untuk konselor dan siswa. Tujuan penelitian pengembangan ini untuk menghasilkan paket pelayanan informasi efikasi diri bagi siswa SMK berupa panduan pelaksanaan untuk konselor dan materi untuk siswa yang berterima secara teoritis dan praktis. Pengembangan paket pelayanan informasi ini menggunakan rancangan penelitian dan pengembangan yang mengadaptasi dari rancangan Sugiyono hasil dari adaptasi Borg W. D & Gall M. D. Adapun langkah-langkahnya dimulai dengan tahap pra pengembangan, tahap pengembangan produk, tahap uji coba produk, dan tahap penyempurnaan produk. Subjek uji coba produk dilakukan oleh ahli BK, ahli media, calon pengguna produk, dan kelompok kecil. Penilaian dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Secara kuantitatif dinilai berdasarkan aspek ketepatan, kegunaan, kemudahan, dan kemenarikan. Secara kualitatif berupa saran dan komentar terhadap paket pelayanan informasi. Hasil penilaian dari uji ahli Bimbingan dan Konseling menunjukkan bahwa paket pelayanan informasi sangat tepat, sangat berguna, sangat mudah, dan sangat menarik. Dari uji ahli media didapat hasil sangat tepat, sangat berguna, sangat mudah, dan sangat menarik. Dari uji calon pengguna produk didapat hasil sangat tepat, sangat berguna, dan sangat mudah. Dari uji kelompok kecil didapat hasil sangat tepat, sangat berguna, sangat mudah, dan sangat menarik. Disimpulkan bahwa paket pelayanan informasi efikasi diri dalam pengambilan keputusan karier bagi siswa SMK ini dikatakan layak sebagai salah satu media layanan informasi di sekolah. Paket pelayanan informasi ini belum dilengkapi dengan pelatihan untuk siswa. Diharapkan konselor menggunakan berbagai macam media yang dapat membantu meningkatkan efikasi diri siswa. Peneliti selanjutnya dapat menerapkan penilaian dari tiga bagian subjek uji coba yaitu subjek uji ahli, subjek uji calon pengguna produk, dan uji coba lapangan. Paket pelayanan informasi ini dikembangkan dengan melakukan penelitian di SMK Negeri 5 Malang. Apabila paket pelayanan informasi ini diterapkan di sekolah lain, maka perlu adanya penyesuaian dengan menganalisis kembali kebutuhan konselor dan siswa terhadap paket pelayanan informasi efikasi diri dalam pengambilan keputusan karier bagi siswa SMK
EFEKTIFITAS TEKNIK DISKUSI KELOMPOK UNTUK MENGURANGI PERILAKU BULLYING SISWA SMP SHALAHUDDIN MALANG
ABSTRAK Firdausi, Aulia Nur. 2015. Efektifitas Teknik Diskusi Kelompok untuk Mengurangi Perilaku Bullying Siswa SMP Shalahuddin Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Djoko Budi Santoso, M.Pd (II) Irene Maya Simon, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci : perilaku bullying, diskusi kelompok, siswa SMP Bullying merupakan suatu bentuk ekspresi, aksi bahkan perilaku kekerasan. Perilaku bullying dapat dijumpai disetiap tingkat pendidikan, mulai tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menegah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Bullying biasanya dilakukan berulang sebagai suatu ancaman atau paksaan dari seseorang atau kelompok terhadap seseorang atau kelompok lain. Bila dilakukan terus-menerus akan menimbulkan trauma, ketakutan, kecemasan, dan depresi. Teknik diskusi kelompok merupakan salah satu cara untuk membantu siswa mengurangi perilaku bullying. Tujuan penelitian ialah mengetahui keefektifan teknik diskusi kelompok untuk mengurangi perilaku bullying siswa SMP Shalahuddin Malang. Subjek penelitian siswa kelas VIII A yang memiliki tingkat perilaku bullying tinggi yang terdiri dari delapan orang siswa. Penelitian imenggunakan metode eksperimen dengan bentuk pre experiment one group pretest-posttest design. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket skala perilaku bullying yang sudah diuji validasi dan diuji reliabilitas serta pedoman eksperimen teknik diskusi kelompok yang telah melalui uji ahli. Penganalisaan data dilakukan melalui uji non-parametrik Wilcoxon Signed Rank Test dengan menggunakan bantuan SPSS 16.00. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa penggunaan teknik diskusi kelompok dapat mengurangi perilaku bullying siswa SMP. Hal tersebut dapat diketahui dari peningkatan skor posttest perilaku bullying yang diberikan dan hasil uji Wilcoxon yang menyatakan nilai Z -2.527a serta nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0.01
Efektivitas Teknik Sosiodrama untuk Meningkatkan Kepedulian Sosial Pada Siswa SMPN 6 Malang
ABSTRAK Sutrisno, Risky Amallia. 2015. Efektivitas Teknik Sosiodrama untuk Meningkatkan Kepedulian Sosial Pada Siswa SMP.Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Ella FaridatiZen,M.Pd,(2) Irene Maya Simon, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Sosiodrama, kepedulian sosial, siswa SMP Kepedulian sosial adalah sikap memperhatikan dan bertindak terhadap kondisi atau keadaan disekitarnya berdasarkan rasa cinta sesama manusia. Tinggi rendahnya kepedulian sosial dilihat dari aspek kepercayaan diri, kesabaran, kerendahan hati, dan keberanian dalam bertindak, serta memiliki harapan atas tindakan yang dilakukan yang terbentuk dari persepsi diri terhadap orang lain. Individu yang tidak memiliki kepedulian social akan sulit bergaul dan kurang disegani oleh orang lain. Oleh karena itu agar siswa dapat memenuhi kewajiban belajarnya dengan optimal maka diperlukan perilaku kepedulian sosial. Dalam hal ini teknik sosiodrama merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kepedulian social siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas teknik sosiodrama untuk meningkatkan kepedulian social pada siswa SMP. Penelitian ini merupakan penelitian semu (quasi experiment design). Rancangan penelitian yang digunakan adalah pretest dan posttest satu kelompok (the one group pretest-posttest design). Subjek penelitian adalah siswa kelas VII8 SMPN 6 Malang sebanyak 30 siswa. Instrumen pengumpul data yang digunakan adalah angket kepedulian sosial. Analisis data yang digunakan ini adalah statistik inferensial non-parametrik, yaitu uji beda two related samples test Wilcoxon. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan tingkat kepedulian siswa sebelum dan sesudah diberikan materi dengan teknik sosiodrama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik sosiodrama efektif untuk meningkatkan kepedulian sosial siswa kelas VII8 SMPN 6 Malang. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan skor kepedulian social setelah diberikan perlakuan atau treatment dengan menghasilkan nilai Wilcoxon sebesar (--4.783a) dengan nilai asymp Sign.(2-tailed) sebesar 0.000, sehingga diperoleh nilai probability error ( 0.000 < 0.05). Dari hasil penelitian maka dapat disarankan agar: 1) konselor dapat membantu siswa untuk meningkatkan kepedulian sosial dengan menggunakan teknik sosiodrama dengan mempertimbangkan beberapa hal: kesiapan konselor, kesiapan siswa, ketersediaan waktu, ketersediaan media, memiliki pengetahuan dan ketrampilan mengenai teknik sosiodrama, dan 2) peneliti selanjutnya dapat meneliti efektivitas teknik sosiodrama untuk meningkatkan kepedulian social pada siswa SMP dengan menggunakan kelompok kontrol sebagai pembanding. Sehingga hasil yang diperoleh akan lebih sempurna dan bisa memperkuat hasil penelitian
HUBUNGAN KONFORMITAS KELOMPOK DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI PADA SISWA KELAS X DI SMAN 9 MALANG
ABSTRAK De Hambri, Oksa Kartika. 2015. Hubungan Konformitas Kelompok dengan Motivasi Berprestasi pada Siswa Kelas X di SMA Negeri 9 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Widada M.Si, (II) Dra. Elia Flurentin M.Pd. Kata Kunci: Konformitas, motivasi berprestasi, siswa SMA Konformitas banyak terjadi pada masa remaja yaitu perilaku untuk menyesuaikan diri dengan kelompoknya agar mereka dapat diterima oleh kelompok. Remaja sering kali termotivasi oleh faktor eksternal yaitu lingkungan, terutama temannya. Lingkungan pertemanan remaja seringkali ingin mengungguli prestasi-prestasi yang dicapai temannya yang lain. Untuk itu remaja harus pandai dalam memilih teman untuk kelompoknya, jika teman yang dipilih dalam kelompoknya adalah teman yang memiliki prestasi maka remaja akan termotivasi untuk mengungguli temannya tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui (1) konformitas pada siswa kelas X SMA Negeri 9 Malang, (2) motivasi berprestasi pada siswa kelas X SMA Negeri 9 Malang, dan (3) hubungan antara konformitas dengan motivasi berprestasi pada siswa kelas X di SMA Negeri 9 Malang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dan korelasional. Populasi penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 9 Malang. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling dengan jumlah sampel 141 orang siswa. Instrumen penelitian menggunakan skala konformitas dan motivasi berprestasi. Skala konformitas sebanyak 50 item, sedangkan skala motivasi berprestasi sebanyak 50 item. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan teknik korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) sebanyak (66,67%) siswa kelas X SMA Negeri 9 Malang memiliki konformitas pada kategori sedang dan bentuk perubahan tingkah laku yang dominan ialah acceptance (2) sebanyak (60,28%) siswa memiliki motivasi berprestasi pada kategori tinggi dan sikap motivasi berprestasi yang menonjol ialah keuletan dalam belajar (3) korelasi antara konformitas dengan motivasi berprestasi sebesar 0.559 dan p=0.000 < 0.05, hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antar konformitas dan motivasi berprestasi. Berdasarkan pada hasil penelitian disarankan agar (1) pihak sekolah diharapkan dapat menetapkan kebijaksanaan-kebijaksanaan program di sekolah seperti melarang siswa membuat nama geng, serta memberikan penghargaan bagi siswa yang berprestasi, melakukan monitoring prestasi siswa (2) bagi konselor dapat memberikan layanan bimbingan kelompok mengenai pergaulan serta memberikan layanan informasi mengenai motivasi berprestasi (3) bagi siswa hendaknya dapat menentukan kapan harus bersikap conform dan kapan harus memegang teguh pendiriannya dan mempertahankan motivasi berprestasi yang sudah dimilikinya agar terus mendapatkan prestasi yang lebih baik lagi
Pengembangan Modul Latihan Self-Assessment sebagai Rangkaian Tahap Perencanaan Karier Siswa SMA
ABSTRAK Antika, Eni Rindi. 2015. Pengembangan Modul Latihan Self-Assessment sebagai Rangkaian Tahap Perencanaan Karier Siswa SMA. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Andi Mappiare AT, M. Pd. (II) Dra. Ella Faridati Zen, M. Pd. Kata Kunci: latihan self-assessment, perencanaan karier, siswa SMA Siswa SMA berada pada fase eksplorasi dalam tahap perkembangan karier, yaitu mulai memikirkan berbagai alternatif karier namun belum mengambil keputusan yang mengikat. Sebelum mengembangkan alternatif karier, siswa harus memahami diri (self-assessment). Self-assessment adalah suatu cara sebagai bagian dari upaya mengetahui diri (self-knowledge), yang merupakan dasar atau tahap awal proses perencanaan karier.Namun kenyataannya, masih banyak siswa yang belum mampu memahami diri dengan baik. Salah satu dampak kurangnya pemahaman terhadap diri adalah banyaknya siswa yang salah jurusan. Selain itu, konselor belum memberikan layanan untuk membantu siswa memahami dirinya. Hal ini disebabkan karena keterbatasan waktu bimbingan di sekolah dan belum adanya media yang dapat membantu konselor. Dengan demikian perlu dikembangkan Modul Latihan Self-Assessment sebagai Rangkaian Tahap Perencanaan Karier Siswa SMA dan panduannya. Tujuan pengembangan ini secara umum adalah menghasilkan produk yang berterima secara teoretis dan praktis. Secara spesifik pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan Modul Latihan Self-Assessment sebagai Rangkaian Tahap Perencanaan Karier Siswa SMA dan panduannya yang berterima dari segi isi dan format atau desainnya. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan menggunakan model Borg and Gall (1983). Adapun prosedur pengembangannya adalah: (1) tahap I studi pendahuluan dan perencanaan: menentukan masalah dan melakukan studi pustaka, (2) tahap II pengembangan produk: menyusun prototipe, isi dan alat evaluasi produk, (3) tahap III uji coba produk: penilaian ahli (ahli materi BK dan ahli media), dan uji coba calon pengguna produk (konselor dan siswa), (4) tahap IV: revisi produk, dan (5) produk akhir. Produk yang dihasilkan adalah Modul Latihan Self-Assessment sebagai Rangkaian Tahap Perencanaan Karier Siswa SMA dan panduannya. Berdasarkan hasil penilaian ahli dan uji calon pengguna (konselor dan siswa), secara keseluruhan menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan “sangat baik”. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa produk dapat berterima secara teoretis dan praktis. Keberterimaan ditinjau dari segi isi dan format atau desainnya. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan disarankan kepada konselor sebagai pengguna produk untuk mempelajari dan memahami modul serta panduannya sebelum mengaplikasikannya. Bagi pengembang selanjutnya, hasil pengembangan ini dapat dilanjutkan dengan penelitian eksperimen untuk mengetahui keefektifan modul dalam membantu siswa melakukan latihan self-assessment sehingga dapat merencanakan kariernya secara matang