SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
1354 research outputs found
Sort by
Pengembangan Media Letter Sharing Untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Siswa Introvert
ABSTRAK Afifah, Elian Iwi. 2015. Pengembangan Media Letter Sharing Untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Siswa Introvert. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. H. Triyono, M.Pd. (2) Yuliati Hotifah, S.Psi.,M.Pd. Kata kunci : kepribadian introvert, keterampilan komunikasi, dan media letter sharing. Santrock (2003) menyatakan bahwa remaja mengalami perubahan dalam tiga domain, yaitu proses biologis, proses kognitif, dan proses sosio-emosional. tiga domain perubahan tersebut sangat berpengaruh terhadap keterampilan komunikasi yang ditampakkan oleh remaja. Keterampilan komunikasi merupakan salah satu cara bagi remaja untuk mengungkapkan sesuatu yang ada di fikirannya. Terdapat kecenderungan bahwa remaja yang memiliki keterampilan komunikasi yang rendah dapat dikatakan sebagai seseorang yang berkepribadian introvert. Orang yang berkepribadian introvert cenderung sulit berkomunikasi dan mengungkapkan apa yang mereka pikirkan secara lisan, sehingga cenderung memendam sendiri apa yang menjadi permasalahan mereka sendiri. Oleh karena itu, diperlukan sebuah media letter sharing. Media Letter Sharing adalah produk cetak yang digunakan dalam membantu siswa introvert untuk mengembangkan keterampilan berkomunikasinya. Cara penggunaan produk ini adalah siswa mengisi identitas terlebih dahulu kemudian menulis jawaban dari pertanyaan yang telah disediakan. Selanjutnya, konselor memberikan feedback secara tertulis. Feedback yang diberikan berupa reinforcement. Kegiatan pengisian lembar kerja letter sharing ini dilakukan setiap hari selama 14 hari dan setelah hari ke 14, konselor memberikan kesimpulan mengenai tahap perkembangan siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Development Research). Langkah-langkah prosedur pengembangannya meliputi: (1) Identifikasi Kebutuhan, (2) Perumusan Tujuan, (3) Pembuatan Media, (4) Produksi Prototype Media, (5) Validasi, (6) Revisi, dan (7) Pengemasan. Lembar kerja letter sharing ini terdiri dari lembar kerja siswa dan konselor. Produk hasil pengembangan divalidasi oleh 3 dosen dan 3 konselor sebagai validator ahli dan diujicobakan terbatas kepada siswa. Hasil validasi menunjukan bahwa berdasarkan uji ahli layanan BK, termasuk dalam kategori berguna, layak, sangat tepat, dan menarik. Sedangkan berdasarkan uji calon pengguna produk, termasuk dalam kategori berguna, layak, sangat tepat, dan sangat menarik. Namun, ada catatan yang harus direvisi untuk penyempurnaan produk Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa produk lembar kerja letter sharing ini sesuai apabila digunakan untuk memfasilitasi siswa dalam mengekspresikan keterampilan komunikasi secara tertulis
PENGARUH BERKOMUNIKASI DI JEJARING SOSIAL INTERNET (SOCIAL MEDIA) TERHADAP KEMAMPUAN INTRAPERSONAL SISWA DI SMA NEGERI 1 TALUN BLITAR
ABSTRAK Calista, Devara Ayang. 2015. Pengaruh Berkomunikasi di Jejaring Sosial Internet (Social Media) terhadap Kemampuan Intrapersonal Siswa di SMA Negeri 1 Talun Blitar. Program Studi Bimbingan dan Konseling, Program Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Djoko Budi Santoso, M.Pd., (2) Drs. Hariadi Kusumo, M.Pd Kata kunci : komunikasi, media sosial internet, kemampuan intrapersonal. Komunikasi merupakan keharusan bagi manusia untuk membuka dan menjalin hubungan dengan sesamanya. Media sosial facebook merupakan salah satu jejaring sosial internet yang berfungsi sebagai media komunikasi antar sesama. Kemampuan intrapersonal merupakan kemampuan dari masing-masing pribadi untuk memecahkan permasalahan, mengarahkan fisik dan mental untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan semua yang ada disekitarnya, serta menerima informasi yang dapat mempengaruhi kehidupannya. Tujuan penelitian secara rinci adalah (1) mengetahui tingkatan berkomunikasi siswa di media sosial internet, (2) mengetahui tingkat kemampuan intrapersonal, dan (3) mengetahui seberapa besar pengaruh berkomunikasi di media sosial terhadap kemampuan intrapersonalnya. Penelitian menggunakan rancangan deskriptif korelasional. Responden adalah siswa kelas XI SMAN 1 Talun Blitar, sebanyak 122 orang siswa. Teknik pengambilan sampel dengan cara proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket berkomunikasi di media sosial yang disusun berdasarkan teori dari Horrigan dan angket kemampuan intrapersonal yang disusun berdasarkan teori dari Adler, yang memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,898 dan koefisien validitas dengan rxy > r tabel yaitu 0,361. Data dianalisis menggunakan analisis regresi untuk mengetahui besar pengaruhnya yaitu terdapat pengaruh sebesar 50,7%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat berkomunikasi di media sosial internet siswa SMAN 1 Talun Blitar dan tingkat kemampuannya tergolong dalam kategori tinggi, dan terdapat pengaruh positif yang signifikan antara berkomunikasi di media sosial internet terhadap kemampuan intrapersonal. Berkomunikasi di media sosial internet tidak dapat dijadikan satu-satunya faktor perkembangan kemampuan intrapersonal siswa. Hal ini kembali pada tiap-tiap individu itu sendiri dalam berkomunikasi di media sosial internet. Oleh karena itu, perlu dilakukan: (1) penggunaan facebook yang terkontrol dan tidak hanya melakukan komunikasi di facebook saja melainkan juga di lingkungan nyata, (2) hendaknya penggunaan internet khususnya facebook digunakan hanya untuk hal-hal yang positif saja, (3) penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor lain yang mempengaruhi kemampuan intrapersonal
Penerapan Paket Regulasi Diri dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Siswa SMP Kelas VII
ABSTRAK Sari, Maharani Putri P. 2015. Penerapan Paket Regulasi Diri dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Siswa SMP Kelas VII. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Triyono, M.Pd, (II) Dra. Elia Flurentin, M.Pd. Kata Kunci: Regulasi diri, pembelajaran matematika, prestasi belajar Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya siswa yang mengalami kejenuhan belajar di sekolah akibat metode pembelajaran yang terpusat pada guru. Hal ini menyebabkan prestasi belajar siswa menjadi buruk. Namun jika siswa menerapkan regulasi diri yang benar dan tepat maka prestasi belajar akan meningkat. Oleh sebab itu untuk memperbaiki keadaan tersebut maka penelitian ini dilakukan. Pada prosesnya, penelitian ini menerapkan paket regulasi diri yang dikembangkan oleh Veronica Damay R dalam pembelajaran matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa dan regulasi diri siswa SMP melalui penerapan paket regulasi diri dalam pembelajaran matematika. Penelitian yang dilaksanakan ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK), salah satu jenis rancangan penelitian kualitatif di bidang pendidikan. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII H SMPN 13 Malang. Data dikumpulkan melalui observasi, penyebaran angket, wawancara, studi dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif yang terdiri atas 3 tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Prosedur penelitian tindakan kelas ini menggunakan model spiral dari Kemmis dan McTaggart. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa prestasi belajar matematika siswa berubah yaitu dari data siklus I tercatat bahwa 48,49% siswa di kelas VII H memiliki nilai di bawah KKM namun menurun di siklus II yaitu tercatat hanya 18,18% siswa yang mendapatkan nilai di bawah KKM. Hal ini membuktikan bahwa penelitian ini memenuhi target keberhasilan yaitu 75% siswa kelas VII H mendapatkan nilai sesuai atau di atas KKM. Selain itu regulasi diri siswa juga mengalami peningkatan di setiap siklus. Berdasarkan analisis data angket self regulation diketahui bahwa rata-rata siswa termasuk pada regulasi diri kategori “tinggi”. Peningkatan prestasi belajar siswa pada penelitian ini termasuk instructional effect dan perubahan regulasi diri siswa ketika pelaksanaan tindakan merupakan dampak pengiring (nurturant effect) dari penerapan paket regulasi diri dalam pembelajaran matematika. Bertolak dari hasil penelitian penerapan paket regulasi diri dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa SMP kelas VII, diberikan saran pada guru matematika dan siswa kelas VII H untuk meneruskan menerapkan paket regulasi diri dalam pembelajaran matematika. Bagi siswa disarankan untuk mencoba menerapkannya pada mata pelajaran lain. Bagi konselor disarankan penelitian ini menjadi solusi dalam penyelesaian permasalahan belajar siswa dan menjadi contoh kolaborasi dengan guru mata pelajaran
Keefektifan Penggunaan Konseling Behavioral dan Token Economy untuk Menurunkan Prokrastinasi Akademik Siswa SMP Kelas VIII
ABSTRAK Wulandari, Siska. 2015.Keefektifan Penggunaan Token Economy untuk Menurunkan Prokrastinasi Akademik Siswa SMP. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Lutfi Fauzan M.Pd, (2) Dr. H. Adi Atmoko, M.Si. Kata Kunci : keefektifan,konseling behavioral, token economy,prokrastinasi akademik Prokrastinasi dalam setting pendidikan atau prokrastinasi akademik banyak terjadi di sekolah-sekolah di Indonesia. Prokrastinasi akademik merupakan penundaan untuk mengerjakan ataupun menyelesaikan tugas akademik. Penundaan tugas-tugas sekolah sering dilakukan oleh para siswa dengan berbagai alasan.Hasil penundaan dari siswa yang paling tampak adalah keterlambatan dalam pengumpulan tugas. Selama ini para siswa yang memiliki perilaku prokrastinasi akademik cenderung mendapatkan hukuman ketika mereka melakukannya. Masih jarang pula ditemui pemberian penguatan dan penghargaan atas perubahan seorang prokrastinator. Padahal pemberian penguatan dan penghargaan atas sebuah perilaku bisa meningkatkan frekuensi kemunculan perilaku yang sama di kemudian hari. Pnelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifankonseling behavioral dan token economy untuk menurunkan prokrastinasi akademik siswa SMP. Rancangan penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttest. Rancangan penelitian ini merupakan rancangan yang mencakup satu kelompok yang diobservasi pada tahap pretest yang kemudian dilanjutkan dengan treatment dan posttest.Pengukuran pretest dan posttest menggunakan instrumen prokrastinasi akademik yang diadaptasi dari Solomon and Rothblum (1984). Subjek penelitian adalah siswa SMP kelas VIII yang berjumlah 5 orang. Penetapan subjek penelitian berdasarkan hasil analisis instrumen prokrastinasi akademik yang menunjukkan bahwa 5 siswa tersebut mempunyai tingkat prokrastinasi akademik yang sangat tinggi. Treatment dilakukan selama kurang lebih satu bulan yang dibagi dalam delapan pertemuan. Treatment dimulai pada tanggal 24 Februari 2015 dan berakhir pada tanggal 28 Maret 2015.Analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik non-parametrik uji beda Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan nilai Z hitung lebih besar dari Z tabel (-2,023) dan taraf signifikansi 0.043 < 0.05 yang berarti token economy efektif untuk menurunkan prokrastinasi akademik siswa SMP. Berdasarkan hasil penelitian disarankan pada 1) konselor dapat menggunakan token economy untuk menurunkan prokrastinasi akademik, 2) peneliti selanjutnya hendaknya melakukan follow up setelah posttest untuk mengetahui keajegan hasil penelitian dan diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini sebagai pedoman atau modul dalam penggunaan token economy
SELF EFFICACY DALAM PILIHAN KARIER ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (Studi Kasus di Sekolah Inklusi)
ABSTRAK Nasrina, Hajar Khanif. 2015. Self Efficacy dalam Pilihan Karier Anak Berkebutuhan Khusus (Studi Kasus di Sekolah Inklusi). Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Blasius Boli Lasan, M.Pd, (II) Drs. Hariadi Kusumo, M.Pd. Kata Kunci: Self efficacy, pilihan karier, anak berkebutuhan khusus Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya anak berkebutuhan khusus yang memiliki prestasi yang gemilang. Di balik keterbatasan yang dimiliki terdapat keinginan yang kuat untuk berkarier seperti kebanyakan orang. Kesuksesan anak berkebutuhan khusus didukung oleh keyakinan diri dalam memilih karier yang dikenal dengan istilah self efficacy dalam pilihan karier. Self Efficacy dalam pilihan karier merupakan keyakinan individu terhadap kemampuannya untuk memilih, menentukan, dan mengambil keputusan pekerjaan yang akan ditekuninya dan mampu memprediksi seberapa besar usaha yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut. Berangkat dari fenomena kesuksesan yang pernah di raih oleh anak berkebutuhan khusus, maka penelitian ini difokuskan pada bagaimana gambaran self efficacy dalam pilihan karier anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Empat siswa berkebutuhan khusus (autis dan tunarungu) menjadi subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi dan member check. Kemudian data dianalisis dengan deskriptif. Hasil penelitian ini, tiga siswa berkebutuhan khusus memiliki self efficacy tinggi dalam pilihan karier. Mereka memiliki sikap tegas dalam memilih, yakin untuk sukses, dan ulet dalam berusaha. Sedangkan seorang siswa berkebutuhan khusus memiliki self efficacy yang cukup dalam pilihan kariernya. Dia ulet dalam berusaha namun kurang tegas dalam memilih karier, kurang yakin dapat mencapai kesuksesan dan belum memiliki rencana yang jelas. Hal ini disebabkan oleh kurangnya informasi yang dia miliki terkait studi lanjutan dan dunia kerja serta masih bergantung dengan orangtua. Self efficacy dalam memilih karier empat siswa berkebutuhan khusus bersumber dari pengalaman keberhasilan dan pencapaian prestasi serta persuasi verbal. Selain itu, siswa berkebutuhan khusus memaknai self efficacy dalam pilihan karier itu penting, untuk dapat mewujudkannya mereka harus yakin dengan kemampuan yang dimiliki, tidak ragu dengan pilihannya, berusaha dengan sungguh-sungguh dan mencari informasi tentang karier yang diinginkan. Saran dari hasil penelitian ini, kepada konselor sekolah hendaknya memberikan layanan informasi terkait studi lanjutan dan dunia kerja kepada seluruh siswa berkebutuhan khusus karena hal itu penting untuk bekal mereka di masa depan dan diharapkan konselor sering melakukan komunikasi dengan orangtua siswa. Untuk peneliti lanjut dengan kajian serupa dapat meneliti penyandang disabilitas yang lain sehingga dapat menemukan gambaran dan sumber self efficacy dalam pilihan karier yang berbeda
PENGEMBANGAN MODUL JOB TRAINING UNTUK MENINGKATKAN TANGGUNG JAWAB MENYELESAIKAN TUGAS PRAKTIK KERJA INDUSTRI UNTUK SISWA KELAS X SMK NEGERI 01 PUJON KABUPATEN MALANG
ABSTRAK Kristina, Detta Ade. 2015. Pengembangan Modul Job Training Untuk Meningkatkan Tanggung jawab Menyelesaikan Tugas Praktik Kerja Industri untuk Siswa Kelas X SMK Negeri 01 Pujon Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd, (II) Dra. Elia Flurentin, M.Pd. Kata Kunci: job training, tanggung jawab, praktik kerja industri (prakerin) Job training adalah suatu proses yang terorganisasi untuk memperbaiki keterampilan, pengetahuan, dan sikap untuk meningkatkan kinerja individu. Salah satu sikap yang harus ditingkatkan adalah tanggung jawab. Fenomenanya masih banyak individu yang kurang bertanggung jawab saat melaksanakan tugas sehingga dapat dikembangkan menjadi modul job training untuk meningkatkan tanggung jawab siswa SMK. Penelitian pengembangan bertujuan untuk menghasilkan modul job training untuk meningkatkan tanggung jawab menyelesaikan tugas prakerin (praktik kerja industri) siswa kelas X SMK Negeri 01 Pujon Kabupaten Malang. Rancangan penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan prosedural dengan mengadaptasi langkah-langkah dari Borg dan Gall (1983) yang meliputi: menentukan potensi dan masalah penelitian, mengumpulkan data, mendesain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk dan revisi produk. Berdasarkan hasil penelitian modul job training diperoleh penilaian dari ahli materi bimbingan dan konseling diperoleh nilai rerata 3,66 menyatakan bahwa modul job training ini sangat tepat dan sangat mudah digunakan sebagai bahan persiapan prakerin siswa SMK. Dari uji ahli media diperoleh nilai rerata 3,7 menyatakan bahwa modul job training ini sangat tepat, mudah dan menarik sebagai bahan persiapan prakerin siswa SMK. Dari calon pengguna produk diperoleh nilai rerata 3,0 menyatakan bahwa modul job training ini cukup tepat dan cukup berguna sebagai bahan persiapan prakerin siswa SMK. Dan dari uji kelompok kecil diperoleh dari nilai rerata 3,63 menyatakan bahwa modul job training ini sangat tepat, berguna, mudah dan menarik digunakan sebagai bahan persiapan pelaksanaan prakerin siswa. Kesimpulannya, modul job training untuk meningkatkan tanggung jawab siswa menyelesaikan tugas prakerin (praktik kerja industri) siswa kelas X SMK Negeri 01 Pujon Kabupaten Malang ini telah berterima secara teoritis dan praktis. Berdasarkan hasil penelitian pengembangan ini, dapat disarankan pada konselor hendaknya memahami dan mengaplikasikan modul job training ini dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Bagi sekolah agar memanfaatkan modul job training dengan cara memperbanyak modul sehingga siswa memiliki pegangan modul secara individu. Bagi peneliti selanjutnya, agar penelitian pengembangan ini dilanjutkan ke penelitian eksperimen, sehingga akan diketahui keefektifan dan kelayakan penerapan modul job training untuk meningkatkan tanggung jawab siswa menyelesaikan tugas prakerin (praktik kerja industri) siswa SMK kelas X di SMK Negeri 01 Pujon Kabupaten Malang
Pengembangan Panduan Pelatihan Keterampilan Menyusun Perencanaan Hidup dengan Strategi Structured Learning Approach (SLA) untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).
ABSTRAK Damayanti, Novia. 2015. Pengembangan Panduan Pelatihan Keterampilan Menyusun Perencanaan Hidup dengan Strategi Structured Learning Approach (SLA) untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dany M. Handarini, M.A., (II) Dr. Carolina Ligya Radjah, M.Kes. Kata kunci: keterampilan menyusun perencanaan hidup, Structured Learning Approach (SLA) Keterampilan menyusun perencanaan hidup merupakan kemampuan merangkai tindakan yang disusun terkait untuk mempersiapkan kegiatan yang ingin dikerjakan agar lebih efektif untuk mencapai tujuan hidup. Dalam merencanakan hidup diperlukan proses yang panjang dan bukan merupakan pemikiran yang sesaat. Keterampilan menyusun perencanaan hidup penting dimiliki oleh setiap individu dalam merumuskan tujuan di masa depannya secara optimal sehingga kehidupannya menjadi terarah. Terdapat lima sub keterampilan didalam keterampilan menyusun perencanaan hidup yang terdiri dari; 1) Menentukan sesuatu untuk dikerjakan (deciding on something to do), 2) Menetapkan tujuan (setting a goal), 3) Mengumpulkan berbagai informasi (gathering information), 4) Menyusun masalah berdasarkan kepentingan (arranging problems by importance), dan 5) Membuat keputusan (making a decision). Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan keterampilan menyusun perencanaan hidup adalah dengan membuat panduan pelatihan keterampilan menyusun perencanaan hidup. Metode yang digunakan dalam panduan pelatihan keterampilan menyusun perencanaan hidup adalah dengan menggunakan metode pembelajaran terstruktur atau Structured Learning Approach (SLA). Tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan panduan pelatihan keterampilan menyusun perencanaan hidup yang memenuhi kriteria keberterimaan. Metode pengembangan mengadaptasi prosedur Borg and Gall (1983) yang dikemas dalam tiga tahapan yaitu tahap perencanaan, tahap pengembangan produk dan tahap uji coba produk. Tahap perencanaan meliputi asesmen kebutuhan dan studi literature. Tahap pengembangan menghasilkan draft panduan pelatihan keterampilan menyusun perencanaan hidup dan alat evalusai produk yang mengadopsi dari skala akseptabilitas oleh Handarini (2000). Tahap uji coba terdiri dari dua uji, yakni penilaian ahli dan penilaian calom pengguna produk. Analisis data hasil penilaian ahli dan penilaian calon pengguna produk menggunakan Inter-rater Agreement. Panduan pelatihan keterampilan menyusun perencanaan hidup telah melalui penilaian dari ahli dan calon pengguna yang mencakup empat aspek penilaian yaitu keguanaan, kelayakan, ketepatan, dan kepatutan. Berdasarkan hasil penilaian yang telah diberikan oleh ahli dan calon pengguna produk diketahui bahwa panduan pelatihan yang dikembangkan oleh pengembang termasuk ke dalam kategori sangat baik. Sehingga panduan pelatihan yang dikembangkan dapat dijadikan media untuk mempermudah konselor dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling. Panduan pelatihan keterampilan menyusun perencanaan hidup dapat digunakan oleh konselor sebagai panduan dalam memberikan pelatihan keterampilan menyusun perencanaan hidup kepada peserta didik. Pengembangan panduan pelatihan ini dapat dilanjutkan dengan menggunakan penelitian kuantitatif eksperimen untuk menguji efektifitas panduan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan menyusun perencanaan hidup peserta didik. Selain itu perlu untuk dikembangkannya keterampilan-keterampilan lain selain kelima jenis keterampilan yang telah dikembangkan dalam panduan pelatihan keterampilan menyusun perencanaan hidup
PENGARUH CARA BELAJAR DAN MINAT BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENGANTAR ADMINISTRASI PERKANTORAN (Studi pada Kelas X Administrasi Perkantoran SMKN 1 Pasuruan)
ABSTRAK Maisaroh, Siti. 2015. Pengaruh Cara Belajar dan Minat Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pengantar Administrasi Perkantoran (Studi pada Kelas X Administrasi Perkantoran SMKN 1 Pasuruan). Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Wasiti, S.Sos., M.Si., (II) Dr. Agus Hermawan, M.Si, Grad Dip MGT., M.Bus. Kata kunci: Cara Belajar, Minat Belajar, Prestasi Belajar Dalam proses belajar mengajar minat belajar sangat besar perananya terhadap prestasi belajar. Karena adanya minat belajar dapat menumbuhkan cara belajar siswa secara intensiv. Minat belajar sangat berperan dalam belajar, dengan minat belajar inilah siswa menjadi tekun dalam proses belajar mengajar, dan dengan minat belajar itu pula hasil belajar siswa dapat diwujudkan dengan baik. kurangnya minat akan berdampak pada rendahnya hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Deskripsi cara belajar dan minat belajar. (2) Deskripsi prestasi belajar. (3) Pengaruh cara belajar dan minat belajar secara parsial terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pengantar Administrasi Perkantoran kelas X SMKN 1 Pasuruan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis deskriptif dan uji linearitas. Variabel bebas dari penelitian ini adalah cara belajar (X1) dan minat belajar (X2), dengan variabel terikatnya adalah prestasi belajar (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Administrasi Perkantoran SMKN 1 Pasuruan yang berjumlah 71 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampling jenuh. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Likert dengan lima opsi jawaban yaitu sangat setuju skor 5, setuju skor 4, kurang setuju skor 3, tidak setuju skor 2, dan sangat tidak setuju skor 1. Sedangkan prestasi belajar diklasifikasikan menjadi sangat rendah (< 3,07), rendah (3,07-3,13), cukup tinggi (3,14-3,20), tinggi (3,21-3,27) dan sangat tinggi (3,28-3,336). Jenis data penelitian ini adalah data ordinal yang diperlakukan sebagai data interval. Sumber data primer berasal dari responden dan data sekunder yang dideroleh dari guru tentang nilai raport siswa semester ganjil. Teknik pengumpulan data menggunakan metode kuesioner dan metode dokumentasi. Untuk uji kelayakan instrumen digunakan uji validitas dan reliabilitas dengan bantuan SPSS 20 for Windows. Penelitian ini menggunakan empat model uji asumsi klasik, yaitu: (1) Uji normalitas dengan melihat grafik P-P Plot of Regression Standardizeed Residual. (2) Uji multikolinearitas yang dapat dilihat dari nilai tolerance dan VIF (Variance Inflation Factor) pada regresi. (3) Uji heteroskedastisitas dengan melihat grafik scatterplot. (4) Uji hipotesis dengan melihat tabel coefficients. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa: (1) Model regresi memenuhi asumsi normalitas terlihat dari titik-titik menyebar di sekitar garis diagonal pada gambar grafik P-P Plot of Regression Standardized Residual. (2) Model regresi tidak terjadi heteroskedastisitas terlihat pada gambar grafik scatterplot tidak membentuk suatu pola tertentu dan menyebar acak diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y. (3) Model regresi tidak terjadi gejala multikolinearitas. Jadi model regresi layak untuk digunakan. (4) Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa: (1) Ada pengaruh positif dan signifikan antara cara belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pengantar Administrasi Perkantoran. (2) Ada pengaruh positif dan signifikan antara minat belajar terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran Pengantar Administrasi Perkantoran. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa: (1) cara belajar pada siswa dapat diklasifikasikan baik. (2) minat belajar siswa dapat diklasifikasikan baik. (3) Prestasi belajar siswa termasuk dalam klasifikasi tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan: (1) Bagi siswa diharapkan dapat lebih meningkatkan minatnya terhadap membaca buku karena hal tersebut dapat mendatangkan kesuksesan dalam studi (2) Bagi guru sebaiknya selalu melakukan upaya untuk membuat kegiatan belajar mengajar yang kreatif dan menyenangkan. (3) Bagi sekolah hendaknya bisa mempertahankan serta meningkatkan penunjang kegiatan belajar mengajar sehingga dapat mendukung siswa untuk meningkatkan minat membaca dengan baik. (4) Bagi peneliti yang tertarik untuk melanjutkan penelitian ini sebaiknya menyempurnakan dan menambahkan hal-hal yang masih kurang dari penelitian ini
Efektivitas Problem Focus Coping untuk Mereduksi Stres dalam Belajar Siswa Akselerasi MAN 3 Malang
ABSTRAK Retnowati, 2015. Efektivitas Problem Focus Coping untuk Mereduksi Stres dalam Belajar Siswa Akselerasi MAN 3 Malang. Skripsi, Jurusan BK, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Carolina Ligya Radjah, M.Kes., (II) Drs. H. Harmiyanto, M.Pd. Kata Kunci: Problem Focus Coping, Stres, Siswa Akselerasi Siswa yang mengikuti program akselerasi mempunyai beban belajar yang jauh lebih komplek dibandingkan dengan siswa yang mengikuti program reguler, sehingga siswa akselerasi rentan mengalami stres. Stres yang dialami siswa akselerasi secara terus menerus akan berdampak negatif baik pada perkembangan siswa maupun pada kegiatan belajarnya. Stres yang baik adalah stres yang segera diatasi, hal ini bertujuan agar stres tidak berkembang secara terus menerus. Stres dapat dikelola secara baik dan efektif dengan menggunakan strategi coping yang berpusat pada pemecahan masalah (problem focus coping). Problem focus coping (PFC) adalah mengelola dan mengurangi sumber stres dengan cara menyelesaikan masalah secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Problem Focus Coping untuk Mereduksi Stres dalam Belajar Siswa Akselerasi MAN 3 Malang. Peneliti melakukan penelitian untuk menguji keefektifan strategi PFC. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen merupakan penelitian yang sistematis, logis dan teliti di dalam melakukan kontrol terhadap kondisi. Dalam penelitian eksperimen, peneliti memanipulasi suatu stimuli, treatment atau kondisi-kondisi eksperimen kemudian mengobservasi pengaruh yang diakibatkan oleh adanya perlakuan atau manipulasi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tipe pra eksperimen dengan model “one group pre-test and post-test design”. Analisis data yang digunakan adalah analisis Wilcoxon yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan rata-rata kelompok eksperimen sebelum dan sesudah treatment. Sebelum diberikan treatment kelima subjek berada pada rentang tinggi yaitu antara 113 sampai 133 . Setelah diberikan treatment, dari hasil analisis juga dapat dilihat bahwa konseli mengalami penurunan tingkat stres dalam belajar, kelima subjek berada pada kategori rendah yaitu rentang 71 sampai 101. Hasil analisis Wilcoxon menunjukkan nilai beda -2.023 dengan Asymp Sig 0.043. Dari hasil analisis Wilcoxon dapat disimpulkan bahwa PFC efektif untuk mereduksi stres dalam belajar siswa akselerasi MAN 3 Malang Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka peneliti mengajukan beberapa saran untuk konselor sekolah, (1) konselor perlu mendapatkan pelatihan penerapan PFC sesuai dengan panduan konseling, (2) panduan PFC dapat digunakan oleh konselor MAN 3 Malang untuk mengelola stres siswa akselerasi dengan panduan konseling yang telah tersusun, (3) konselor dapat menggunakan panduan PFC untuk siswa jurusan lain
Pengembangan Paket Pelatihan Kesadaran Multikultural Untuk Siswa Jawa
ABSTRAK Anjarwati, Sri Subekti Dwi. 2015. Pengembangan Paket Pelatihan Kesadaran Multikultural Untuk Siswa Jawa. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd, (II) Dr. Andi Mappiare A.T, M.Pd. Kata Kunci: Paket Pelatihan, Kesadaran Multikultural, Siswa Jawa Kesadaran multikultural dipahami sebagai kepekaan terhadap keragaman budaya, latar belakang, sikap dan nilai. Kesadaran multikultural yaitu kesediaan untuk menerima dan menghargai perbedaan. Fenomena yang banyak ditemui yaitu masih banyaknya remaja yang kurang memiliki kesadaran akan keragaman dan perbedaan budaya yang ada di lingkungannya, akibatnya menimbulkan masalah-masalah yang dapat mengganggu perkembangan dirinya sehingga dapat dikembangkan paket pelatihan kesadaran multikultural.Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan paket pelatihan kesadaran multikultural untuk siswa Jawa. Rancangan penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan prosedural dengan mengadaptasi langkah-langkah dari Borg dan Gall (1983) yang meliputi: menentukan potensi dan masalah penelitian, mengumpulkan data, mendesain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk dan revisi produk.Produk pengembangan ini dibuat berdasarkan ruang lingkup kesadaran multikultural yaitu: kesadaran multikultural, kesadaran pada budaya sendiri, kesadaran pada ras, seksisme, dan kemiskinan, kesadaran pada perbedaan individu, kesadaran pada budaya yang berbeda. Langkah-langkah dalam pelaksanaan paket pelatihan sesuai tahapan-tahapan Structur Learning Approach. Penilaian produk dilakukan oleh beberapa ahli yaitu ahli materi, ahli bahasa, ahli media, calon pengguna produk, dan kelompok kecil. Aspek penilaian produk berdasarkan ketepatan, kegunaan, kemudahan, dan kemenarikan.Berdasarkan penilaian yang dilakukan mulai dari uji ahli sampai dengan uji kelompok kecil menyatakan bahwa paket pelatihan kesadaran multikultural ini sangat tepat, berguna, mudah dan menarik digunakan sebagai panduan untuk melatih meningkatkan sikap kesadaran multikultural pada siswa SMA. Kesimpulannya, paket pelatihan kesadaran multikultural untuk siswa Jawa ini telah berterima secara teoritis dan praktis. Berdasarkan hasil penelitian pengembangan ini, dapat disarankan pada konselor hendaknya memahami dan mengaplikasikan paket pelatihan kesadaran multikultural ini dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Bagi sekolah agar memanfaatkan paket pelatihan kesadaran multikultural dengan cara memperbanyak paket pelatihan sehingga siswa memiliki pegangan paket pelatihan secara individu. Bagi peneliti selanjutnya, agar penelitian pengembangan ini dilanjutkan ke penelitian eksperimen, sehingga akan diketahui keefektifan dan kelayakan penerapan paket pelatihan kesadaran multikultural untuk siswa Jawa