SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
1354 research outputs found
Sort by
EFEKTIFITAS BIMBINGAN KELOMPOK MENGGUNAKAN MODUL BIMBINGAN PRIBADI SOSIAL UNTUK MEMBENTUK KETERBUKAAN DIRI SISWA SMP NEGERI 1 KANDANGAN KEDIRI
ABSTRAK Maulinda, Avif. 2015. Efektifitas Bimbingan Kelompok Menggunakan Modul Bimbingan Pribadi Sosial untuk Membentuk Keterbukaan Diri Siswa SMP Negeri 1 Kandangan Kediri.Skripsi.Program StudiBimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (I) Dr. IM Hambali, M. Pd., (II) Drs. LutfiFauzan, M. Pd. Kata kunci:modulbimbingan, keterbukaandiri, bimbingankelompok. Keterbukaan diri merupakan suatu hal yang kurang diperhatikan oleh beberapa siswa, tetapi mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan hubungan siswa dengan orang di sekitarnya. Tidak semua siswa memiliki kemauan untuk membuka diri kepada orang lain setiap waktu. Salah satu upaya untuk membentuk keterbukaan diri adalah dengan melakukan bimbingan kelompok dengan menggunakan modul bimbingan keterbukaan diri. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dengan menggunakan produk dari Yudan Ari Purwanto (2012) yang berupa modul bimbingan pribadi sosial untuk membentuk keterbukaan diri sebagai media pemberian informasi dan latihan untuk siswa SMP. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektifitas bimbingan kelompok menggunakan modul pribadi sosial untuk membentuk keterbukaan diri siswa di SMP Negeri 1 Kandangan Kediri. Penelitian ini menggunakan rancangan pra eksperimental dengan desain one-group pretest-posttest. Teknikpengambilansampel yang digunakandalampenelitianiniadalahteknik sampling bertujuan (purposive sampling).Pretest diberikan kepada sampel penelitian yaitu kelas VII G SMP Negeri 1 Kandangan Kediri sebanyak 34 orang siswa sebagai kelompok eksperimen. Treatment dilaksanakan selama tiga minggu dengan tiga kali pertemuan yang diikuti oleh delapan siswa yang memiliki keterbukaan diri rendah. Pemberian posttest dilaksanakan untuk mengetahui tingkat keterbukaan diri siswa setelah pemberian treatment menggunakan modul bimbingan keterbukaan diri pada kelompok eksperimen sebanyak 8 orang siswa. Data penelitian adalah tingkat keterbukaan diri dengan menggunakan instrumen analisis kasus keterbukaan diri. Teknik analisis data yang digunakan analisis statistik nonparametrik yaitu Wilcoxon Signed Rank. Hasil penelitian dengan perhitungan menggunakan uji wilcoxon diperoleh nilai z sebesar -2,533 dan nilai signifikansi sebesar 0,011 serta dengan nilai probabilitas (p) sebesar 0,005 dapat disimpulkan bahwa bimbingan kelompok menggunakan modul bimbingan pribadi sosial efektif untuk membentuk keterbukaan diri siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan disarankan kepada konselor untuk menggunakan media layanan BK berupa Modul Bimbingan Pribadi Sosial karena efektif untuk Membentuk Keterbukaan Diri Siswa SMP Negeri 1 Kandangan Kediri. Bagi peneliti selanjutnya yang hendak melakukan penelitian harus didasari dengan persiapan yang lebih matang dan terarah agar menciptakan sebuah media yang lebih baik dengan memperhatikan konten yang sesuai untuk mencapai tujuan utama yaitu membantu siswa yang mengalami kesulitan terbuka kepada orang lain
Pengembangan Buku Panduan Pelatihan Keterampilan Sosial Tingkat Lanjut bagi Siswa SMP
ABSTRAK Rahmawati, Dhila. 2015. Pengembangan Buku Panduan Pelatihan Keterampilan Sosial Tingkat Lanjut bagi Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dany M. Handarini., M.A, (II) Irene Maya Simon., S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: pengembangan, keterampilan sosial tingkat lanjut, SLA Berdasarkan fenomena yang terjadi pada anak usia SMP ditemukan bahwa banyak anak yang mengalami masalah kurangnya keterampilan sosial tingkat lanjut. Terbukti ketika siswa meminta tolong tidak memiliki keterampilan sehingga terkesan tidak mempunyai sopan santun. Fakta lain ketika guru memberikan tugas, siswa meminta keringanan tugas. Hal itu membuktikan siswa kurang bisa mengikuti instruksi yang diberikan. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan buku panduan pelatihan keterampilan sosial tingkat lanjut bagi siswa SMP. Panduan pelatihan keterampilan sosial ini terdiri dari tiga produk, yaitu: buku panduan konselor, buku panduan siswa, dan buku materi pelatihan. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan Borg dan Gall (1983) sebagai acuannya. Pengembangan buku panduan ini secara prosedural melalui 3 tahap, yaitu: tahap perencanaan, tahap pengembangan produk, dan tahap uji coba. Uji coba dilakukan oleh 3 orang ahli bimbingan dan konseling, dan 3 orang ahli calon pengguna produk (konselor). Data yang dikumpulkan dengan menggunakan skala penilaian akseptabilitas yaitu untuk mengetahui kegunaan, kelayakan, ketepatan, dan kepatutan panduan. Data yang diperoleh adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan Inter-rater agreement dan data kualitatif dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Analisis yang diperoleh dari hasil data uji ahli dan uji pengguna produk (konselor) menunjukkan bahwa buku panduan keterampilan sosial tingkat lanjut bagi siswa SMP yang meliputi buku panduan konselor, buku panduan siswa, dan buku materi memenuhi kriteria dan layak untuk dilatihkan kepada siswa SMP sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.Pada penilaian uji ahli dan uji calon pengguna mengenai aspek yang diujikan secara umummemperoleh hasil bahwa buku panduan sangat berguna, sangat layak, tepat, dan sangat patut untuk digunakan oleh konselor maupun oleh siswa SMP. Oleh karena itu, buku panduan pelatihan keterampilan sosial tingkat lanjut ini layak untuk di adaptasi sebagai media pembelajaran dalam bimbingan dan konseling guna mencapai perkembangan siswa yang optimal. Berdasarkan uraian di atas disarankan pada peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui keefektifitasan produk sehingga produk yang dikembangkan dapat digunakan oleh konselor maupun siswa
Pengembangan Paket Pelatihan Kontrol Diri untuk Meningkatkan Disiplin bagi Siswa SMP Negeri 4 Malang.
ABSTRAK Nurbaiti, Ayu. 2015. Pengembangan Paket Pelatihan Kontrol Diri untuk Meningkatkan Disiplin bagi Siswa SMP Negeri 4 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Adi Atmoko, M.Si (II) Irene Maya Simon, S.Pd, M.Pd. Kata kunci : Pengembangan, Paket Pelatihan, Kontrol Diri, Disiplin Pengembangan paket pelatihan kontrol diri untuk meningkatkan disiplin bagi siswa SMP ini dilatar belakangi karena banyaknya siswa yang kurang disiplin seperti siswa yang datang ke sekolah terlambat, membolos sekolah, tidak mengerjakan tugas dan banyaknya siswa yang kurang mempunyai keterampilan kontrol diri seperti mudah terpengaruh ajakan teman untuk membolos, meninggalkan kelas saat pelajaran berlangsung. Hal ini sesuai dengan fenomena yang terjadi di lapangan yaitu banyak siswa yang melanggar tata tertib di sekolah karena terpengaruh oleh ajakan teman sebayanya. Fenomena ini diperkuat saat peneliti melakukan wawancara dengan konselor SMP bahwa setiap hari ada pelanggaran-pelanggaran seperti membolos, datang terlambat yang dilakukan oleh siswa. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan paket pelatihan kontrol diri untuk meningkatkan disiplin bagi siswa SMP. Produk yang dihasilkan dalam penelitian pengembangan ini adalah (1) paket pelatihan kontrol diri untuk meningkatkan disiplin bagi siswa SMP, dan (2) panduan paket pelatihan kontrol diri untuk meningkatkan disiplin bagi konselor. Penelitian dalam pengembangan ini menggunakan model pengembangan Borg dan Gall (1983), dengan tahapan analisis kebutuhan, perencanaan, pengembangan produk, validasi ahli (ahli BK dan ahli media), revisi I, uji coba kelompok kecil (konselor dan siswa), revisi II, uji coba lapangan operasional, revisi III, dan produk akhir. Uji lapangan operasional dilakukan dengan cara penyebaran angket pretest dan posttest. Analisis data yang digunakan untuk mengolah data hasil validasi ahli materi dengan menggunakan analisis data inter rater agreement, sedangkan ahli media menggunakan rerata. Analisis data uji coba kelompok kecil dengan menggunakan analisis rerata, sedangkan data hasil uji lapangan operasional diolah dengan menggunakan SPSS dengan metode two selected sample wilcoxon. Hasil validasi ahli materi menghasilkan relevansi sebesar 28, dengan perhitungan indeks sebesar 0,9 maka dapat dinyatakan bahwa paket ini memiliki validitas sangat tinggi. Hasil validasi ahli media mendapatkan nilai rata-rata 3,9 pada aspek ketepatan, nilai rata-rata 4 pada aspek kegunaan, dan nilai rata-rata 3,6 pada aspek kemudahan, serta nilai rata-rata 3,8 pada aspek kemenarikan. Hasil uji lapangan operasional, dengan menggunakan uji wilcoxon terhadap hasil pretets dan posttest diketahui bahwa pada skala kontrol diri dan disiplin didapatkan hasil yang sama yaitu = -2.805 (-2.8). Maka > (2,08> 1,96), dengan Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,005 < α 0,05 maka Ho ditolak atau ada perbedaan kemampuan kontrol diri siswa antara pretest dan posttest setelah diberikan perlakuan paket pelatihan kontrol diri untuk meningkatkan disiplin bagi siswa SMP. Berdasarkan hasil penelitian pengembangan ini, disarankan konselor menggunakan paket pelatihan ini karena paket pelatihan kontrol diri ini sudah teruji kefektifannya untuk meningkatkan disiplin bagi siswa SMP
Pengembangan Paket Buku Self Management untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa
ABSTRAK Amelinda, Ajeng.2015. Pengembangan Paket Buku Self Management untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa. Skripsi, Jurusan BK, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dr. Carolina Ligya Radjah, M.Kes (II) Drs.H. Harmiyanto, M.Pd. Kata kunci: Self management, kepercayaan diri Pada fase remaja, individu berada pada tahap pencarian jati diri. Individu pada masa remaja mengalami masa peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya dan mengalami perubahan baik emosi, fisik, minat, pola perilaku sehingga menimbulkan banyak masalah dalam dirinya. Perubahan pada masa remaja ini dapat memicu remaja untuk menjadi kurang memiliki rasa percaya diri. Salah satu faktor kurangnya percaya diri pada siswa dapat dikarenakan perubahan yang terjadi pada diri siswa tersebut. Hal tersebut dapat diubah dengan melakukan beberapa tindakan sesuai dengan teknik self management. Beberapa metode yang terdapat pada self management antara lain teknik pemantauan diri (self monitoring), kontrol stimulus (stimulus control) dan penghargaan diri (self reward). Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan sebuah paket buku self management bagi siswa SMP kelas VIII, dengan untuk mengembangkan rasa percaya diri siswa. Sedangkan secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan paket buku yang relevan bagi siswa SMP kelas VIII, dan dapat mengetahui tingkat kegunaan, ketepatan, kelayakan, dan kemenarikan dari paket buku self management ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Borg and Gall (1983). Pengumpulan data yang digunakan berupa kuesioner need assessment dan kuesioner ahli. Data analisis dengan teknik deskriptif. Subjek uji coba dalam penelitian ini adala siswa SMP kelas VIII. Analisis penilaian ahli bimbingan dan konseling terhadap paket buku self management ini adalah sangat berguna, sangat tepat, mudah, dan menarik. Penilaian ahli media terhadap paket buku self management ini adalah sangat berguna, sangat tepat, mudah, dan menarik, Penilaian calon pengguna produk yakni konselor adalah sangat berguna, sangat tepat, mudah, dan sangat menarik dari segi materi dan isi, sedangkan dari segi desain sampul, tulisan dan warna adalah sangat berguna, tepat, sangat mudah, dan aspek sangat menarik. Hasil kelompok kecil menunjukkan bahwa paket buku self management sangat berguna, sangat tepat, sangat mudah, dan sangat menarik. Berdasarkan hasil penelitian, maka saran yang dapat diberikan adalah konselor disekolah lain juga dapat menggunakan materi paket buku self management untuk meningkatkan kepercayan diri siswa SMP dan hendaknya konselor menindaklanjuti hasil evaluasi siswa dengan melakukan bimbingan inidividual atau konseling jika diperlukan
Pengembangan Modul Strategi Self Management untuk Meningkatkan Disiplin Belajar Siswa SMP
ABSTRAK Imaroh, Izza N. 2015. Pengembangan Modul Strategi Self Management untuk Meningkatkan Disiplin Belajar Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Adi Atmoko, M.Si., (II) Yuliati Hotifah, S.Psi, M.Pd. Kata kunci: Pengembangan,Modul, Strategi Self Management, Disiplin Belajar Berdasarkan hasil survei awal lapangan di SMPN 15 Malang diketahui sebagian besar siswa kurang disiplin belajar. Hal ini diperkuat dengan adanya pemaparan konselor SMPN 15 Malang yang menyatakan bahwa masalah yang sering terjadi di SMPN 15 malang adalah kurangnya disiplin belajar siswa, terutama siswa kelas VIII. Kemudian peneliti melakukan pengukuran tingkat disiplin belajar terhadap siswa kelas VIII secara acak yaitu pada siswa Kelas VIII D, G, H yang berjumlah 97 siswa. Pengukuran tingkat disiplin belajar siswa tersebut diketahui siswa yang mempunyai disiplin belajar rendah sebanyak 48 siswa (49,5%), siswa yang mempunyai disiplin belajar sedang sebanyak 47 siswa (48,4%) dan siswa yang mempunyai tingkat disiplin belajar tinggi hanya sebanyak 2 siswa (2,1%). Salah satu strategi yang tepat untuk meningkatkan disiplin belajar adalah strategi self management. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media layanan bimbingan dan konseling berupa modul yang dapat membantu siswa meningkatkan disiplin belajar yang sudah teruji secara teoritis maupun praktis. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan metode penelitian yang diadaptasi dari Borg and Gall (1983). Produk yang dihasilkan berupa modul strategi self management untuk meningkatkan disiplin belajar siswa SMP, yang terdiri dari dua komponen yaitu 1) modul strategi self management untuk meningkatkan disiplin belajar bagi siswa dan 2) panduan penggunaan modul bagi konselor. Produk yang dihasilkan tersebut sudah melalui uji ahli materi BK, uji ahli media dan uji calon pengguna (konselor dan siswa). Hasil penilaian ahli dan calon pengguna tersebut menyatakan produk sudah memenuhi kriteria kelayakan, ketepatan, kegunaan, kemenarikan dan kemudahan. Selanjutnya uji efektifitas produk melalui uji lapangan dengan menggunakan One Group Pretest-Posttest Design. Hasil pretest dan posttest dianalisis dengan menggunakan uji wilcoxon, hasil analisis menunjukkan nilai Z hitung lebih besar dari Z tabel (2,825 >1,96) dan taraf signifikansi 0,00
Pengembangan Paket Bimbingan Keterampilan Interpersonal Berdasarkan 7 Kebiasaan Manusia Efektif Gagasan Covey bagi Siswa SMA
ABSTRAK Pratiwi, Kurnia Dyah Kusuma. 2015. Pengembangan Paket Bimbingan Keterampilan Interpersonal Berdasarkan 7 Kebiasaan Manusia Efektif Gagasan Covey bagi Siswa SMA. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Widada, M.Si, (II) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd. Kata Kunci: Keterampilan Interpersonal, Kebiasaan Efektif, Paket Bimbingan Salah satu tugas perkembangan remaja di bidang sosial adalah mencapai peran sosial serta memiliki perilaku sosial yang bertanggung jawab. Hal ini mengidentifikasikan bahwa individu pada masa remaja dituntut untuk mengembangkan keterampilan interpersonal mereka secara optimal. Keterampilan interpersonal merupakan kemampuan untuk melakukan hubungan antarpribadi secara efektif . Namun, pada kenyataannya masih banyak remaja yang belum mengembangkan keterampilan interpersonalnya secara optimal. Hal ini membutuhkan perhatian khusus dari konselor. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan dalam membantu konselor adalah mengembangkan paket bimbingan keterampilan interpersonal berdasarkan 7 kebiasaan manusia efektif gagasan Covey. Tujuan Pengembangan adalah untuk menghasilkan paket bimbingan keterampilan interpersonal berdasarkan gagasan 7 kebiasaan manusia efektif Covey yang berterima secara praktis dan teoritik melalui uji ahli dan uji pengguna. Metode pengembangan mengadaptasi langkah penelitian pengembangan Borg dan Gall (1983), dengan prosedur sebagai berikut: 1) penilaian kebutuhan, 2) merumuskan tujuan pengembangan paket, 3) pengembangan prototype produk, 4) uji ahli materi dan media, 5) uji calon pengguna dan calon subjek layanan, 6) analisis hasil uji dan revisi akhir. Desain uji coba adalah desain deskriptif. Subjek uji ahli terdiri dari ahli BK, ahli Media, dan calon pengguna produk (konselor dan siswa) SMA Laboratorium UM. Jenis data yaitu kualitatif dan kuantitatif. Instrumen pengumpulan data adalah angket penilaian (skala penilaian dan lembar saran). Teknik analisis data kualitatif menggunakan teknik analisis Milles Hubberman yaitureduksi data, data display dan conclusion sedangkan data kuantitatif menggunakan teknik analisis statistik deskriptif (mean). Berdasarkan hasil analisis data kuantitatif diperoleh kesimpulan bahwa buku paket bimbingan keterampilan interpersonal berdasarkan gagasan 7 kebiasaan manusia efektif Covey bagi Siswa SMA yang telah melalui proses uji coba dinilai sangat tepat, sangat berguna, sangat mudah, dan sangat menarik. Saran bagi konselor dalam saran pemanfaatan paket bimbingan hendaknya memahami terlebih dahulu prosedur bimbingan dan materi bimbingan serta konselor dapat melengkapi penggunaan paket bimbingan dengan menggunakan tampilan power point. Sedangkan saran bagi penelitian selanjutnya perlu diadakan uji lapangan utama untuk mengetahui efektivitas penggunaan paket bimbingan terhadap pemahaman dan kemampuan siswa dalam mengembangkan dan meningkatkan keterampilan interpersonal
Hubungan Antara Kemampuan Penyesuaian Diri terhadap Sistem Kredit Semester (SKS) dengan Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Batu
ABSTRAK Hardiyanti, Rahmania. 2015. Hubungan Antara Kemampuan Penyesuaian Diri terhadap Sistem Kredit Semester (SKS) dengan Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Batu. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sudjiono, S.Pd., M.Si, (II) Ninik Setiyowati, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: kemampuan penyesuaian diri, motivasi belajar, SKS, siswa kelas X Motivasi belajar merupakan hal yang penting dalam aktivitas belajar mengajar karena mempunyai fungsi untuk mendorong, menggerakan, dan mengarahkan aktivitas-aktivitas siswa dalam belajar sehingga dapat mencapai hasil yang maksimal. Siswa tahun pertama pada jenjang SMA yang menggunakan Sistem Kredit Semester (SKS) dihadapkan pada perubahan-perubahan dan tuntutan-tuntutan sekolah yang sangat berbeda dari jenjang SMP. Kemampuan siswa untuk menyesuaiakan diri terhadap penerapan Sistem Kredit Semester (SKS) berpengaruh pada keadaan siswa untuk memberikan respon pada setiap keadaan yang dihadapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) tingkat kemampuan penyesuaian diri terhadap Sistem Kredit Semester (SKS) siswa kelas X SMA Negeri 1 Batu, (2) tingkat motivasi belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Batu, serta (3) melihat apakah ada hubungan antara kemampuan penyesuaian diri terhadap Sistem Kredit Semester (SKS) dengan motivasi belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Batu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Batu. Sampel penelitian berjumlah 153 siswa yang diperoleh dari teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kemampuan penyesuaian diri sebanyak 46 aitem dengan reliabilitas 0,942 dan skala motivasi belajar sebanyak 30 aitem dengan reliabilitas sebesar 0,878. Hasil penelitian menunjukkan (1) tingkat kemampuan penyesuaian diri terhadap Sistem Kredit Semester (SKS) siswa kelas X SMA Negeri 1 Batu berada dalam kategori tinggi, (2) tingkat motivasi belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Batu berada dalam kategori tinggi, dan (3) ada hubungan positif antara kemampuan penyesuaian diri terhadap Sistem Kredit Semester (SKS) dengan motivasi belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Batu sebesar 0,653. Siswa diharapkan tetap mengoptimalkan kemampuan penyesuaian diri terhadap Sistem Kredit Semester (SKS) agar mampu menghadapi keadaan sulit di jenjang pendidikan selanjutnya. Pihak sekolah diharapkan terus mengoptimalkan penerapan Sistem Kredit Semester (SKS) yang masih baru diterapkan di Kota Batu. Bagi peneliti selanjutnya disarankan melakukan penelitian di SMP atau SMA kategori standar, menggunakan metode penelitian lainnya seperti penelitian eksperimen atau kualitatif, dan menambahkan variabel penelitian
Efektivitas Bimbingan Kelompok dengan Model Experiential Learning untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa Kelas VII MTs Ma’arif Al Mukarrom Ponorogo
ABSTRAK Sutriani. 2015. Efektivitas Bimbingan Kelompok dengan Model Experiential Learning untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa Kelas VII MTs Ma’arif Al Mukarrom Ponorogo Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Hj. Ella Faridati Zen, M.Pd. (II) Irene Maya Simon, S.Pd. M.Pd Kata Kunci: bimbingan kelompok, model experiential learning (EL), kepercayaan diri Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas bimbingan kelompok dengan model experiential learning (EL) untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas VII MTs. Latar belakang dari penelitian ini bahwa kepercayaan diri merupakan keyakinan pada diri individu untuk mampu bertindak sesuai dengan harapan dan keinginannya yang didasarkan atas kemampuan yang dimiliki. Siswa yang tidak memiliki keyakinan akan kemampuan sendiri akan menyebabkan rasa tidak percaya diri. Masalah kepercayaan diri mencakup aspek kognitif, afektif maupun psikomotor sehingga model experiential learning (EL) yang merupakan model pembelajaran holistik dipandang efektif untuk meningkatkan ketiga aspek tersebut. Penelitian ini akan membuktikan apakah bimbingan kelompok dengan model EL efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas VII MTs. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Pre Experimental Design dengan jenis One Group Pretest dan Posttest Design. Siswa yang memiliki kepercayaan diri rendah dijadikan subjek penelitian, treatment berupa bimbingan kelompok dengan model experiential learning yang akan dilakukan dalam empat kali pertemuan. Data kepercayaan diri diukur dengan instrumen skala kepercayaan diri. Analisis data menggunakan teknik Wilcoxon yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan skor pretest dan posttest.Hasil Wilcoxon menunjukkan nilai beda (z) -2,524 dan Asymp.Sig. (2-tailed) 0,012. Angka probabilitas menunjukkan < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Dari hasil uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa bimbingan kelompok dengan model EL efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini maka disarankan kepada konselor agar menggunakan bimbingan kelompok dengan model experiential learning untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa. Apabila menggunakan bimbingan kelompok dengan model experiential learning, perlu mengelola waktu. Peneliti selanjutnya perlu menggunakan desain yang berbeda serta menggunakan kelompok kontrol dalam penelitian. Penelitian ini dapat digunakan untuk siswa kelas VII dan IX
PENGEMBANGAN MODUL PERENCANAAN KARIR UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGAMBIL KEPUTUSAN KARIR SISWA SMP PADA SEKOLAH LANJUTAN
PENGEMBANGAN MODUL PERENCANAAN KARIR UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGAMBIL KEPUTUSAN KARIR SISWA SMP PADA SEKOLAH LANJUTAN (DEVELOPMENT THE CAREER PLANNING MODULE TO IMPROVE SKILL OF JUNIOR HIGH SCHOOL’S STUDENTS IN MAKING CAREER DECISION FOR NEXT LEVEL OF SECONDARY SCHOOLS) Rista Rohmatul Janah* IM. Hambali** Widada** *Jurusan BK FIP UM, Email: [email protected] **Jurusan BK FIP Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang 5 Malang 65145, Email: [email protected] ABSTRAK: pengembangan modul perencanaan karir untuk meningkatkan keterampilan mengambil keputusan karir siswa smp pada sekolah lanjutan. Tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan modul perencanaan karir untuk meningkatkan keterampilan mengambil keputusan karir siswa SMP pada sekolah lanjutan yang berterima secara teoritis dan praktis dari aspek kegunaan, ketepatan, kemudahan, dan kemenarikan. Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan Borg and Gall (2003). Adapun prosedur pengembangan menggunakan tujuh langkah yaitu sebagai berikut: 1) penelitian pendahuluan, 2) perencanaan, 3) mengembangkan produk awal, 4) uji coba produk awal, 5) revisi produk awal, 6) uji lapangan utama, 7) revisi produk akhir. Kata kunci: modul, perencanaan karir, keputusan karir, siswa SMP ABSTRACT: Development the Career Planning Module to Improve Skill of Junior High School’s Students in Making Career Decision for Next Level of Secondary Schools. The goal of development is to produce career planning module to improve the skills of junior high school students in taking career decision after finishing junior high school that is acceptable theoretically and practically from the aspects of usability, accuracy, convenience, and attractiveness. This study uses development research of Borg and Gall (2003). While the procedure of development uses seven steps that consist of: 1) preliminary study, 2) planning, 3) development of initial product, 4) initial product trials, 5) revision of the initial product, 6) major field test, 7) revision of the final product. 1 Key Words: module, career planning, career decisions, junior high school students Salah satu tugas perkembangan yang harus dilaksanakan oleh seorang individu adalah dalam menentukan karir untuk masa dapan. Siswa sebaiknya merencanakan dan mememutuskan karirnya berdasarkan pada keputusan siswa itu sendiri, yang dilandasi dengan prospek kerja yang ada dilingkungan masyarakat, tetapi keberhasilan pemilihan karir siswa yang tepat tidaklah semudah yang dibayangkan. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan peneliti selama mengikuti kegiatan PPL di SMPN 2 Malang dan wawancara dengan beberapa siswa kelas IX. Fenomena yang diperoleh dilapangan menunjukkan bahwa masih banyak siswa Sekolah Menengah Pertama yangmengalami kesulitan dalam menentukan pilihan karir.Tidak sedikit dari pengakuan siswa yangmengaku bahwa mereka tidak mengetahui tentang sekolah lanjutan yang akan mereka ambil nanti setelah lulus dari SMP. Hal ini dikarenakan oleh banyak faktor salah satunya adalah kurangnya informasi tentang karir yang diberikan oleh siswa sehingga mengakibatkan siswa mengalami kesulitan dalam menentukan arah pilihan karirnya. Diusianya yang sangat labil, tidak jarang siswa SMP yang suka mengikuti, mencontoh satu sama lain, atau orang yang mereka anggap” keren”. Hal ini tentunya akan menimbulkan masalah, karena setelah lulus dari SMP siswa dihadapkan pada masalah selanjutnya antara lain adalah MA, SMA atau SMK. Pemilihan sekolah lanjutan harus didasarkan pada kemampuan siswa, sehingga siswa dapat mengembangkan dirinya secara optimal. Beberapa siswa dilapangaan memilih sekolah lanjutan berdasarkan pilihan orang tua dan ajakan temannya, sedangkan mereka sendiri masih bingung dengan sekolah lanjutan apa yang sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya dan yang sesuai dengan cita-citanya kelak. Dengan memilih sekolah lanjutan yang tidak bijak akan mengakibatkan perkembangan siswa terhambat, karena kurangnya kesempatan dalam mengembangkan diri. Sehingga tidak menutup kemungkinan pada saat siswa salah masuk sekolah atau jurusan, maka akan terjadi konflik dalam dirinya baik itu konflik akademis yang membuat sulit belajar, bolos kuliah, nilai jelek dan hal lainnya sehingga berdampak pada psikologis dirinya yang membuat depresi, stress, atau bahkan megsolasi diri. Dan tidak jarang banyak siswa karena faktor tersebut memutuskan pindah sekolah atau jurusan hal ini akan membuat baya, waktu dan anyak lainnya menjadi tidak efisien. Namun ada juga siswa yang bertahan menghadapinya dengan terus belajar meskipun mengalami tekanan batin. Selain itu, hambatan lain muncul tatkala siswa kurang begitu menganggap penting adanya bimbingan karir di sekolah. Sikap siswa ada yang negatif dalam menerima layanan bimbingan. Sikap negatif tersebut ditunjukkan dengan adanya sikap kurang antusias dalam menerima bimbingan klasikal, tidak mengikuti jadwal bimbingan. Adanya sikap siswa yang kurang begitu menganggap penting adanya bimbingan, maka pemberian layanan kurang berjalan dengan optimal. Hal ini masih ditambah dengan ketiadaan perangkat lain seperti modul, ataupun media lain. Dengan melihat fenomena tersebut penulis tertarik untuk mengembangkan modul dengan judul pengembangan modul perencanaan karir untuk meningkatkan keterampilan mengambil keputusan karir siswa SMP pada sekolah lanjutan. Alasan peneliti menggunakan pengembangan modul karena modul merupakan salah satu cara yang efektif untuk menumbuhkan minat siswa untuk belajar tentang pentingnya karir dan mempelajari tentang sekolah lanjutan yang akan mereka ambil setelah lulus SMP yang merupakan jembatan untuk karir dimasa depannya. Selain itu siswa diharapkan lebih tertarik dan termotivasi untuk mau melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya. Selain itu tampilan gambar dalam sebuah modul dapat menarik perhatian siswa dan mempermudah siswa dalam memahami isi materi dalam modul. Siswa juga dapat belajar mandiri meskipun tidak disampaikan secara langsung oleh narasumber. Terdapat banyak ragam model perencanaan karir antara lain adalah SODI, CCIS (Curricular of Career Information Service), EPS (Effective Problem Solving), dan CEP(Career Exploration Planning. Model SODI, terdiri dari self awareness, oportunity awareness, decision making, implementation.CCIS (Curricular of Career Information Service)menggunakan pendekatan instruksional terhadap perencanaan karir. Model ini berorientasi self-help, menggunakan model bimbingan, dan berbasis multimedia.EPS (Effective Problem Solving) dirancang untuk mengajarkan teknik-teknik pemecahan masalah dan mengaplikasikannya pada perencanaan pendidikan dan karir. Program ini sangat terstruktur, menuntut individu mengerjakan serentetan latihan secara berurutan. Model ini menggunakan pendekatan individual. Model CEP (Career Exploration Planning),model CEP ini berorientasi pada siswa yang berada pada tahap eksplorasi. Pada tahap eksplorasi, terjadi sebuah proses penggalian sumber-sumber yang berkaitan dengan karir individu meliputi kemampuan diri, informasi pekerjaan, informasi sekolah lanjutan, dan kegiatan konsultasi mengenai karir kepada ahli (Brown, 2007:54-55). Eksplorasi karir merupakan sebuah kegiatan menuju analisis dan penelusuran terencana dan sistematis terhadap apa yang diminati dan apa yang sesuai dengan diri (Gibson, 1991:488). Perencanaan karir model ini berbasis eksplorasi dan disesuaikan dengan tahap perkembangan karir masa tentatif. (Lau, 2012:74). CEP dibagi menjadi lima tahapan, yaitu Self Knowledge (pengetahuan tetang diri), Career Knowledge (pengetahuan tentang karir), Educational Knowledge (pengetahuan tentang pendidikan), Career Goals (tujuan karir), dan Career Planning (perencanaan karir). tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk berupa modul perencanaan karir bagi siswa Sekolah Menengah Pertama untuk membantu dan meningkatkan motivasi siswa pada sekolah lanjutan yang dapat diterima secara teoritis dan praktis. METODE Penelitian ini adalah sebuah penelitian pengembangan. Dimana model pengembangan yang digunakan ialah R&D (Research and Development) dari Borg and Gall (2003:772). Proses kegiatan mengumpulkan informasi meliputi observasi, wawancara dengan konselor terkait tanggung jawab akademik siswa dan melancarkan need assessment kepada siswa.. Peneliti melaksanakan observasi pada saat melaksanakan PPL di SMP Negeri 02 Malang, dilanjutkan dengan melancarkan need assessment kepada siswa kelas VIII SMP Negeri 02 Malang, dan kemudian melakukan wawancara dengan konselor SMP Negeri 02 Malang. Kegiatan penelitian dimulai dengan melancarkan angket kebutuhan (need assesment) kepada siswa kelas VIII sebanyak 2 kelas yaitu, kelas VIII H dan kelas VIII J dengan total responden 64 siswa. Angket yang diberikan memiliki 62 item pernyataan dengan pilihan jawaban “sangat setuju”, “setuju”, “kurang setuju”, dan “tidak setuju” yang masing-masing memiliki skor nilai 1-4. Bagi item favorable nilai 1 untuk “tidak setuju” sampai nilai 4 untuk “sangat setuju”, sedangkan untuk item unfavorable nilai 1 untuk “sangat setuju” sampai nilai 4 untuk “tidak setuju”. Dari 62 item pernyataan, setelah divalidasi item yang valid sebanyak 44 yang terdiri dari 31 item yang mewakili variabel perencanaan karir dan 13 item yang mewakili keterampilan mengambil keputusan karir.Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas yang telah dipaparkan di atas, selanjutnya dilaksanakan kegiatan pengumpulan data yakni penyebaran angket kebutuhan modul perencanaan karir untuk meningkatkan keterampilan mengambil keputusan karir siswa SMP pada sekolah lanjutan dengan dua kelas yang sama dengan total responden 64 siswa. Setelah dianalisis, maka tahap selanjutnya adalah menentukan hasil analisis angket untuk mengetahui tingkat kebutuhan siswa akan pengembangan modul perencanaan karir untuk meningkatkan keterampilan mengambil keputusan karir siswa SMP pada sekolah lanjutan. Setelah pelancarkan angket yang kedua dan menganalisis angket, diketahui bahwa kebutuhan akan modul perencanaan karir untuk meningkatkan keterampilan mengambil keputusan karir siswa SMP pada sekolah lanjutan cukup tinggi baik dari siswa maupun konselor sebagai media dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Maka selanjutnya, peneliti mulai merancang produk yang berupa modul perencanaan karir kurang lebih 2 bulan. Selanjutnya produk modul perencanaan karir divalidasi oleh ahli materi Bimbingan dan Konseling dan ahli media yaitu 2 orang dosen Bimbingan dan Konseling, dan 2 dosen teknologi pendidikan. Selanjutnya, peneliti kembali melanjutkan kegiatan penelitian di sekolah untuk validasi produk dari calon pengguna produk yaitu 1 orang guru Bimbingan dan Konseling oleh Dra. Endang Purwantini dan 6 orang siswa kelas VIII H sebagai uji kelompok kecil dengan tujuan memperoleh penilaian secara kuantitatif dan kualitatif. Penilaian kuantitatif dari uji kelompok kecil dan dari guru Bimbingan dan Konseling diperoleh dari pengisian instrument penilaian spesifikasi produk sedangkan penilaian kualitatif diperoleh penilaian berupa saran dan masukan untuk kesempurnaan modul perencanaan karir dan untuk perbaikan pengembangan modul perencanaan karir. Berikut akan dilampiran angket kebutuhan (need asssesment) terhadap pengembangan modul perencanaan karir untuk meningkatkan keterampilan mengambil keputusan karir siswa SMP pada sekolah lanjutan. Dilampirkan juga format hasil penilaian modul perencanaan karir dari uji pengguna produk yaitu konselor dan siswa (kelompok kecil) HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan serangkaian hasil uji ahli materi bimbingan dan konseling, uji ahli media, uji calon pengguna produk, dan uji kelompok kecil dapat diketahui bahwa pengembangan modul perencanaan karir ini dapat diterima baik secara teoritis dan praktis. Dari hasil penilaian uji ahli materi Bimbingan dan Konseling pertama mengenai spesifikasi produk yang dikembangkan oleh uji ahli materi, diperoleh penilaian pada aspek ketepatan dengan nilai rerata 3,4. Hal ini berarti modul perencanaan karir mempunyai nilai ketepatan sangat tepat sebagai bahan untuk persiapan dalam mengambil keputusan karir siswa SMP. Penilaian untuk aspek kegunaan diperoleh nilai rerata 3,8 yang berarti modul perencanaan karir ini sangat berguna sebagai pedoman siswa dan panduan konselor untuk meningkatkan keterampilan siswa SMP dalam mengambil keputusan karir. Penilaian untuk aspek kemudahan diperoleh nilai rerata dari uji ahli materi adalah 3,7. Hal ini berarti modul perencanaan karir ini sangat mudah digunakan oleh siswa dan konselor. Penilaian untuk aspek kemenarikan diperoleh nilai rerata 3,2. Hal ini berarti ahli materi Bimbingan dan Konseling menyatakan bahwa modul perencanaan ini mempunyai nilai kemenarikan sangat menarik untuk dilaksanakan. Secara keseluruhan, penilaian pada spesifikasi produk oleh ahli materi Bimbingan dan Konseling yang meliputi aspek ketepatan, kegunaan, kemudahan dan kemenarikan jika digabungkan dan diambil reratanya didapat nilai rerata uji ahli materi Bimbingan dan Konseling pertama adalah 3,525. Dengan demikian hasil uji ahli dari ahli materi Bimbingan dan Konseling pertama menyatakan bahwa modul perencanaan karir untuk meningkatkanketerampilan siswa SMP dalammengambil keputusankarirpadasekolah lanjutan sudah sangat baik. Berdasarkan penilaian uji ahli materi Bimbingan dan Konseling yang kedua, diperoleh penilaian pada aspek ketepatan dengan nilai rerata 3,4. Hal ini berarti modul perencanaan karir mempunyai nilai ketepatan sangat tepat sebagai bahan untuk persiapan dalam mengambil keputusan karir siswa SMP. Penilaian untuk aspek kegunaan diperoleh nilai rerata 3,4 yang berarti modul perencanaan karir ini sangat berguna sebagai pedoman siswa dan panduan konselor untuk meningkatkanketerampilan siswa SMP dalam mengambil keputusan karir. Penilaian untuk aspek kemudahan diperoleh nilai rerata dari uji ahli materi adalah 3,1. Hal ini berarti modul perencanaan karir ini sangat mudah digunakan oleh siswa dan konselor. Penilaian untuk aspek kemenarikan diperoleh nilai rerata 3,0. Hal ini berarti ahli materi Bimbingan dan Konseling menyatakan bahwa modul perencanaan karir untuk mempunyai nilai kemenarikan cukup menarik untuk dilaksanakan. Secara keseluruhan, penilaian pada spesifikasi produk oleh ahli materi Bimbingan dan Konseling yang meliputi aspek ketepatan, kegunaan, kemudahan dan kemenarikan jika digabungkan dan diambil reratanya didapat nilai rerata uji ahli materi Bimbingan dan Konseling kedua adalah 3,225. Dengan demikian hasil uji ahli dari ahli materi Bimbingan dan Konseling kedua menyatakan bahwa modul perencanaan karir sudah sangat baik sebagai bahan untuk persiapan dalam mengambil keputusan karir siswa SMP. Dari hasil penilaian uji ahli media pertama diperoleh penilaian pada aspek ketepatan dengan nilai rerata 3,6. Hal ini berarti modul perencanaan karir mempunyai nilai ketepatan sangat tepat sebagai bahan untuk persiapan dalam mengambil keputusan karir siswa SMP. Penilaian untuk aspek kegunaan diperoleh nilai rerata 4,0 yang berarti modul perencanaan karir ini sangat berguna sebagai pedoman siswa dan panduan konselor untuk meningkatkan keterampilan siswa SMP dalam mengambil keputusan karir. Penilaian untuk aspek kemudahan diperoleh nilai rerata 3,7. Hal ini berarti modul perencanaan karir ini sangat mudah digunakan oleh siswa dan konselor. Penilaian untuk aspek kemenarikan diperoleh nilai rerata 3,7. Hal ini berarti ahli media menyatakan bahwa modul perencanaan ini mempunyai nilai kemenarikan sangat menarik untuk dilaksanakan. Secara keseluruhan, penilaian pada spesifikasi produk oleh ahli media pertama yang meliputi aspek ketepatan, kegunaan, kemudahan dan kemenarikan jika digabungkan dan diambil reratanya didapat nilai rerata uji ahli media pertama adalah 3,75. Dengan demikian hasil uji ahli media pertama menyatakan bahwa modul perencanaan karir untuk meningkatkanketerampilan siswa SMP dalammengambil keputusankarirpadasekolah lanjutan sudah sangat baik. Berdasarkan penilaian uji ahli media yang kedua, diperoleh penilaian pada aspek ketepatan dengan nilai rerata 3,8. Hal ini berarti modul perencanaan karir mempunyai nilai ketepatan sangat tepat sebagai bahan untuk persiapan dalam mengambil keputusan karir siswa SMP. Penilaian untuk aspek kegunaan diperoleh nilai rerata 4,0 yang berarti modul perencanaan karir ini sangat berguna sebagai pedoman siswa dan panduan konselor. Penilaian untuk aspek kemudahan diperoleh nilai rerata dari uji ahli materi adalah 4,0. Hal ini berarti modul perencanaan karir ini sangat mudah digunakan oleh siswa dan konselor. Penilaian untuk aspek kemenarikan diperoleh nilai rerata 3,8. Hal ini berarti ahli media kedua menyatakan bahwa modul perencanaan karir untukmempunyai nilai kemenarikan cukup menarik untuk dilaksanakan. Secara keseluruhan, penilaian pada spesifikasi produk oleh ahli media kedua yang meliputi aspek ketepatan, kegunaan, kemudahan dan kemenarikan jika digabungkan dan diambil reratanya didapat nilai rerata 3,9 .Dengan demikian hasil uji ahli dari media kedua menyatakan bahwa modul perencanaan karir sudah sangat baik sebagai bahan untuk persiapan dalam mengambil keputusan karir siswa SMP. Dari hasil penilaian uji calon pengguna produk (konselor) mengenai spesifikasi produk yang dikembangkan, diperoleh penilaian pada aspek ketepatan dengan nilai rerata 4,0. Hal ini berarti modul perencanaan karir mempunyai nilai ketepatan sangat tepat sebagai bahan untuk persiapan dalam mengambil keputusan karir siswa SMP. Penilaian untuk aspek kegunaan diperoleh nilai rerata 3,8 yang berarti pengembangan modul perencanaan karir memiliki nilai kegunaan sangat berguna untuk siswa dan konselor sebagai bahan untuk membantu siswa dalam pengambilan keputusan karir siswa SMP. Penilaian untuk aspek kemudahan diperoleh nilai rerata 3,5, yang berarti pengembangan modul perencanaan karir memiliki nilai sangat mudahuntuk siswa dan konselor sebagai bahan untuk membantu siswa dalam pengambilan keputusan karir siswa SMP.Penilaian untuk aspek kemenarikan diperoleh nilai rerata 3,7 yang berarti pengembangan modul perencanaan karir memiliki nilai kemenarikan sangat menarik untuk diberikan siswa SMP. Secara keseluruhan, penilaian pada spesifikasi produk oleh calon pengguna produk (konselor) yang meliputi aspek ketepatan, kegunaan, kemudahan dan kemenarikan jika digabungkan dan diambil reratanya didapat nilai rerata uji calon pengguna produk (konselor) adalah 3,76. Dengan demikian, hasil uji calon pengguna produk (konselor) bahwa pengembangan modul perencanaan karir untuk meningkatkan keterampilan siswa SMP dalam mengambil keputusan karir pada sekolah lanjutan sudah sangat baik sudah sangat baik. Dari hasil penilaian uji kelompok kecil mengenai spesifikasi produk yang dikembangkan, diperoleh penilaian pada aspek ketepatan dengan nilai rerata 3,5. Hal ini berarti modul perencanaan karir mempunyai nilai ketepatan sangat tepat sebagai bahan untuk persiapan dalam mengambil keputusan karir siswa SMP. Penilaian untuk aspek kegunaan diperoleh nilai rerata 3,5 yang berarti pengembangan modul perencanaan karir memiliki nilai kegunaan sangat berguna untuk siswa dan konselor sebagai bahan untuk membantu siswa dalam pengambilan keputusan karir siswa SMP. Penilaian untuk aspek kemudahan diperoleh nilai rerata 3,5 yang berarti pengembangan modul perencanaan karir memiliki nilai sangat mudah untuk siswa dan konselor sebagai bahan untuk membantu siswa dalam pengambilan keputusan karir siswa SMP. Penilaian untuk aspek kemenarikan diperoleh nilai rerata 3,7 yang berarti pengembangan modul perencanaan karir memiliki nilai kemenarikan sangat menarik untuk diberikan siswa SMP. Secara keseluruhan, penilaian pada spesifikasi produk oleh kelompok kecil yang meliputi aspek ketepatan, kegunaan, kemudahan dan kemenarikan jika digabungkan dan diambil reratanya didapat nilai rerata uji calon pengguna produk (konselor) adalah 3,55. Dengan demikian, hasil uji kelompok kecil bahwa pengembangan modul perencanaan karir untuk meningkatkanketerampilan siswa SMP dalammengambil keputusankarirpadasekolah lanjutan sudah sangat baik sudah sangat baik. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan peneliti bahwa masih banyak siswa SMP yang mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan karir. Tidak sedikit dari pengakuan siswa yang mengaku bahwa mereka tidak mengetahui tentang sekolah lanjutan yang akan mereka ambil nanti setelah lulus dari SMP. Hal ini dikarenakan oleh banyak faktor salah satunya adalah kurangnya informasi tentang karir yang diberikan kepada siswa sehingga mengakibatkan siswa mengalami kesulitan dalam menentukan arah pilihan karirnya. Sebagaimana yang telah dipaparkan di atas, penelitian pengembangan ini menghasilkan modul perencanaan karir untuk meningkatkan keterampilan mengambil keputusan karir siswa SMP pada sekolah lanjutan. Modul perencanaan karir ini dapat digunakan oleh siswa dan panduan untuk konselor dalam memberikan layanan bimbingan karir untuk meningkatkan keterampilan dalam mengambil keputusan karir siswa SMP. Modul perencanaan karir untuk meningkatkan keterampilan mengambil keputusan karir siswa SMP pada sekolah lanjutan telah melalui proses penilaian uji ahli, revisi, dan uji coba produk. Pelaksanaan penilaian ahli bertujuan untuk menilai kelayakan dari pengembangan modul perencanaan karir untuk meningkatkan keterampilan mengambil keputusan karir siswa SMP pada sekolah lanjutan sehingga dapat diterapkan sebagai media dalam pelaksanaan kegiatan bimbingan pada siswa kelas VIII SMP. Pengembangan ini dilaksanakan melalui proses yang sistematis sesuai dengan prosedur penelitian dan pengembangan Borg and Gall (2003). Berdasarkan serangkaian hasil uji ahli materi bimbingan dan konseling, uji ahli media, uji calon pengguna produk, dan uji kelompok kec
Pengembangan Media Letter Sharing Untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Siswa Introvert
ABSTRAK Afifah, Elian Iwi. 2015. Pengembangan Media Letter Sharing Untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Siswa Introvert. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. H. Triyono, M.Pd. (2) Yuliati Hotifah, S.Psi.,M.Pd. Kata kunci : kepribadian introvert, keterampilan komunikasi, dan media letter sharing. Santrock (2003) menyatakan bahwa remaja mengalami perubahan dalam tiga domain, yaitu proses biologis, proses kognitif, dan proses sosio-emosional. tiga domain perubahan tersebut sangat berpengaruh terhadap keterampilan komunikasi yang ditampakkan oleh remaja. Keterampilan komunikasi merupakan salah satu cara bagi remaja untuk mengungkapkan sesuatu yang ada di fikirannya. Terdapat kecenderungan bahwa remaja yang memiliki keterampilan komunikasi yang rendah dapat dikatakan sebagai seseorang yang berkepribadian introvert. Orang yang berkepribadian introvert cenderung sulit berkomunikasi dan mengungkapkan apa yang mereka pikirkan secara lisan, sehingga cenderung memendam sendiri apa yang menjadi permasalahan mereka sendiri. Oleh karena itu, diperlukan sebuah media letter sharing. Media Letter Sharing adalah produk cetak yang digunakan dalam membantu siswa introvert untuk mengembangkan keterampilan berkomunikasinya. Cara penggunaan produk ini adalah siswa mengisi identitas terlebih dahulu kemudian menulis jawaban dari pertanyaan yang telah disediakan. Selanjutnya, konselor memberikan feedback secara tertulis. Feedback yang diberikan berupa reinforcement. Kegiatan pengisian lembar kerja letter sharing ini dilakukan setiap hari selama 14 hari dan setelah hari ke 14, konselor memberikan kesimpulan mengenai tahap perkembangan siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Development Research). Langkah-langkah prosedur pengembangannya meliputi: (1) Identifikasi Kebutuhan, (2) Perumusan Tujuan, (3) Pembuatan Media, (4) Produksi Prototype Media, (5) Validasi, (6) Revisi, dan (7) Pengemasan. Lembar kerja letter sharing ini terdiri dari lembar kerja siswa dan konselor. Produk hasil pengembangan divalidasi oleh 3 dosen dan 3 konselor sebagai validator ahli dan diujicobakan terbatas kepada siswa. Hasil validasi menunjukan bahwa berdasarkan uji ahli layanan BK, termasuk dalam kategori berguna, layak, sangat tepat, dan menarik. Sedangkan berdasarkan uji calon pengguna produk, termasuk dalam kategori berguna, layak, sangat tepat, dan sangat menarik. Namun, ada catatan yang harus direvisi untuk penyempurnaan produk Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa produk lembar kerja letter sharing ini sesuai apabila digunakan untuk memfasilitasi siswa dalam mengekspresikan keterampilan komunikasi secara tertulis