SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    1354 research outputs found

    Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dengan Menggunakan Model Cooperative Script di SMKN 02 Singosari Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRAK Jaya, David Adi Putra. 2015. Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dengan Menggunakan Model Cooperative Script di SMKN 02 Singosari Kabupaten Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Arbaiyah Prantiasih, M.Si  (II) Dra. Yuniastuti, M.Pd   Kata Kunci: Pembelajaran PPKn, Cooperative Script Pendidikan Nasional bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan bangsa.. Dalam pembelajaran PPKn kompetensi yang dibentuk dalam kurikulum 2013 yaitu mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan akhlak. Untuk mencapai kompetensi tersebut bisa dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran, salah satunya Cooperative Learling dengan tipe Cooperative Script.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Pelaksanaan Pembelajaran PPKn dengan menggunakan model Cooperative Script di SMKN 02 Singosari yang bertujuan untuk (1) Perencanaan pembelajaran, (2) pelaksanaan pembelajaran, (3) kendala yang dihadapi, dan (4) upaya mengatasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pembelajaran PPKn dengan menggunakan model Cooperative Script.Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan peneliti ialah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai pengumpul data di lapangan yang berlokasi di SMKN 02 Singosari. Teknik penggumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk analisa data menggunakan teknik analisis model interaktif dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) RPP yang dibuat oleh guru berdasarkan materi yang ingin dicapai. RPP yang dibuatpun disesuaikan dengan kurikulum 2013 yang memuat unsur-unsur apa saja yang ada didalamnya dan juga memuat langkah-langkah yang harus dilakukan guru dalam pembelajaran Cooperative Script. Namun dalam RPP yang dicantumkan kurang satu komponen yaitu tindak lanjut. (2) Pelaksanaan pembelajaran dilaksanaakan sesuai dengan pembelajaran model Cooperative Script, langkah-langkah yang dilakukan oleh guru yaitu: (a) Pertama-tama guru bagi siswa menjadi berpasang, (b) Setelah itu guru membagikan wacana atau materi kepada setiap siswa untuk dibaca dan dibuat ringkasannya, (c) Selanjutnya guru menetapkan siswa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar, (d) setelah itu siswa yang berperan sebagai pembaca membacakan ringkasannya selengkap mungkin sementara pendengar menyimak, mengoreksi, menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap dan juga membantu mengingat atau menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya. (e) setelah itu pembaca bertukar peran, semula sebagai pembicara kemudian menjadi pendengar dan sebaliknya. (f) setelah itu guru bersama siswa membuat kesimpulan, dan yang terkhir (g) Penutup. Dari kegiatan tersebut menghasilkan laporan rangkuman terkait hak dan kewajiban warga negara dalam proses demokrasi. (3) Dalam pelaksanaan pembelajaran terdapat kendala yang dihadapi guru yaitu  pengkondisian siswa. (4) upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi kendala yang dihadapi yaitu dengan memberi motivasi kepada siswa untuk lebih menyemangati dalam mengerjakan tugas yang diberikannya hal ini dilakukan guna menghilangkan kebingungan yang dialami oleh siswa. Saran yang diberikan oleh peneliti untuk guru mata pelajaran PPKn yaitu salah satunya yaitu sebaiknya guru melaksanakan pembelajaran PPKn dengan model Cooperative Script ini lebih dari satu kali pertemuan. Karena dalam pelaksanaannya tidak semua siswa mempresentasikan hasil rangkuman yang telah dikerjakannya

    Pengembangan Permainan Simulasi“Langkah Positif” Sebagai Metode Bimbingan Kelompok Untuk Peningkatan Nilai Moral Keberanian Siswa

    No full text
    ABSTRAK   Hanafi, Husni. 2015. Pengembangan Permainan Simulasi“Langkah Positif” Sebagai Metode Bimbingan Kelompok Untuk Peningkatan Nilai Moral Keberanian Siswa. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dra. Hj. Ella Faridati Zen, M.Pd dan (II) Drs. H. Harmiyanto, M.Pd.   Kata Kunci : permainan simulasi, nilai moral keberanian   Nilai moral keberanian merupakan salah satu nilai yang harus dimiliki dan diterapkan setiap individu dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi nilai moral keberanian yang tinggi dapat dicapai melalui usaha-usaha penerapan nilai moral dalam setiap lingkungan, termasuk di sekolah. Konselor sebagai pemberi layanan bimbingan dan konseling di sekolah perlu memberikan layanan bimbingan dan konseling terkait peningkatan nilai moral keberanian siswa. Layanan tersebut dapat dilakukan melalui Bimbingan Kelompok yang memiliki berbagai macam metode. Salah satu metode Bimbingan Kelompok yang dapat digunakan adalah permainan simulasi yang melibatkan aspek kognitif, afektif dan psikomotor siswa. Dengan demikian, diadakan penelitian ini untuk mendapatkan produk permainan simulasi “Langkah Positif” yang layak dan dapat menjadi salah satu alternatif pilihan layanan bimbingan dan konseling untuk peningkatan nilai moral keberanian siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang memiliki tujuh langkah penelitian yang diadaptasi dari sepuluh langkah penelitian pengembangan Borg & Gall (1983). Ketujuh langkah tersebut adalah Research and Information Collecting, Planning, Develop Preliminary of Product, Preliminary Field Testing, Main Product Revision, Main Field Test, Final Product Revision. Uji coba dalam penelitian ini dilakukan melalui uji ahli dalam tahap Preliminary Field Testing dan uji coba keseluruhan produk dalam tahap Main Field Test. Ahli yang dilibatkan dalam tahap Preliminary Field Testing adalah ahli media pembelajaran dan ahli media bimbingan dan konseling. Uji coba keseluruhan produk dalam tahap Main Field Test melibatkan dua konselor sebagai calon pengguna produk dan siswa sebagai sasaran layanan produk. Instrumen penelitian yang digunakan adalah inventori nilai moral keberanian siswa, instrumen penilaian ahli dan calon pengguna, instrumen penilaian siswa dan catatan pelaksanaan layanan. Data hasil pengembangan didapatkan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, rerata data dan interpretasi data. Hasil penilaian ahli media pembelajaran dan ahli materi menunjukkan bahwa permainan simulasi “Langkah Positif” sebagai metode bimbingan kelompok merupakan produk yang layak digunakan untuk peningkatan nilai moral keberanian siswa. Hasil penilaian calon pengguna produk menunjukkan bahwa produk ini merupakan produk layak digunakan. Hasil penilaian siswa menunjukkan bahwa produk merupakan layanan yang layak diberikan kepada siswa. Siswa menyatakan bahwa produk bermanfaat dalam meningkatkan nilai moral keberanian mereka. Saran yang diberikan adalah, (1) konselor dapat menggunakan produk ini sebagai salah satu pilihan alternatif layanan bimbingan untuk peningkatan nilai moral keberanian siswa dan melanjutkan penyempurnaan produk ini melalui penelitian lanjutan. (2) peneliti selanjutnya dapat melanjutkan penelitian dengan uji coba kelompok besar dalam rangka uji efektifitas produk, penelitian tindakan bimbingan, ataupun pengembangan produk untuk topik lain

    PENGEMBANGAN MEDIA PERMAINAN CONGKLAK UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA SEKOLAH DASAR

    No full text
    ABSTRAK   Tristy, Windy Lutfiana. 2015. Pengembangan Media Permainan Congklak untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa Sekolah Dasar. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Malang: (1) Drs. H. Harmiyanto M.Pd (2) Drs. Hariadi Kusumo, M.Pd.   Kata Kunci: Pengembangan, Congklak, Percaya Diri.   Percaya diri merupakan keyakinan untuk berperilaku sesuai dengan harapan dan keinginan diri. Rasa percaya diri penting untuk dimiliki setiap individu. Peningkatan rasa percaya diri dapat dilakukan melalui jenjang pendidikan dasar. Hasil analisis kebutuhan terhadap rasa percaya diri siswa di SDN Percobaan 1 menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang membutuhkan layanan bimbingan terkait kepercayaan diri. Karakteristik anak usia SD adalah lebih senang bermain. Sehingga dalam memberikan layanan bimbingan perlu adanya penggunaan permainan yang bersifat edukatif. Permainan yang bisa digunakan sebagai media dalam melaksanakan layanan bimbingan adalah congklak yang dimodifikasi sesuai dengan tujuan. Penelitian pengembangan ini dilaksanakan dengan tujuan  menghasilkan  media permainan congklak untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa sekolah dasar. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan metode R&D dari Borg and Gall yang dimodifikasi, langkah-langkah tersebut adalah: (1) menentukan potensi dan masalah penelitian, (2) mengumpulkan informasi/data, (3) pengembangan produk awal, (4) validasi produk, (5) uji calon pengguna produk, (6) revisi produk, (7) uji coba kelompok kecil, (8) revisi produk akhir. Teknik analisis data pada penelitian pengembangan ini ada dua yaitu analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif. Berdasarkan penilaian dari ahli materi diperoleh hasil bahwa materi permainan dan buku panduan media permainan sangat layak untuk digunakan. Hasil rata-rata penilaian dari ahli media adalah media permainan congklak sangat tepat, mudah, menarik dan berguna untuk digunakan. Hasil penilaian calon pengguna produk adalah materi dan media permainan congklak sangat layak untuk digunakan. Produk pengembangan yang dihasilkan adalah media permainan congklak untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa dan buku panduan untuk guru kelas. Berdasarkan hasil refleksi diri subjek uji coba kelompok kecil, didapatkan kesimpulan bahwa melalui permainan congklak, siswa menjadi lebih percaya diri. Jadi, media permainan congklak untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa sekolah dasar telah berterima secara teoritis dan praktis. Berdasarkan hasil penelitian pengembangan ini, saran untuk guru kelas adalah hendaknya terlebih dahulu memahami materi, langkah-langkah dan peraturan permainan sebelum diterapkan kepada siswa. Untuk peneliti selanjutnya, dapat menguji kefektifitasan produk dan menggunakan subjek uji coba yang lebih luas, tidak terbatas pada kelompok kecil

    PENGEMBANGAN MEDIA BLOG LAYANAN INFORMASI SEKOLAH LANJUTAN BAGI SISWA SMP DI SMP NEGERI 2 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Filianti, Irene Silvia Putri. 2015. Pengembangan Media Blog dalam Pemberian Layanan Informasi Sekolah Lanjutan untuk Siswa Kelas IX di SMP Negeri 2 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas lmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Elia Flurentin, M.Pd., (II) Drs. H. Harmiyanto, M.Pd.   Kata Kunci: blog, siswa SMP, informasi sekolah lanjutan   Siswa SMP kelas IX setelah lulus akan melanjutkan ke sekolah lanjutan dengan pilihan SMA, SMK atau MA. Siswa SMP kelas IX masih banyak yang belum dapat menentukan pilihan sekolah lanjutan. Kebanyakan siswa hampir setiap hari menggunakan jejaring sosial. Pemanfaatan media tersebut diharapkan tidak hanya berguna dalam menjalin komunikasi yang efektif dengan orang terdekat siswa namun juga dapat membantu siswa dalam menerima informasi mengenai sekolah lanjutan. Layanan informasi adalah salah satu usaha bimbingan dan konseling yang diberikan oleh konselor kepada siswa untuk memberikan pengetahuan baru, salah satunya informasi mengenai sekolah lanjutan.  Tujuan  dari penelitian pengembangan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman karier siswa SMP kelas IX, mengembangkan  media yang baru bagi konselor dalam pemberian layanan informasi, mengembangkan media yang menarik bagi siswa, mengembangkan media yang mudah diakses oleh siswa dan konselor, dan mengembangkan media yang dapat selalu diperbaharui informasinya secara cepat. Penelitian ini menggunakan model pengembangan. Rancangan pengembangan media diadaptasi dari strategi pengembangan yang dikemukakan eh Borg and Gall (1983). yaitu 1) Melaksanakan penelitian pendahuluan esearch and information collection) dengan melakukan wawancara dan enyebar analisis kebutuhan siswa kelas IX terhadap layanan Bimbingan dan onseling, 2) Melakukan perencanaan dengan merumuskan tujuan pengembangan produk, 3) Mengembangkan produk awal, 4) Melaksanakan uji coba produk awal menggunakan instrumen penilaian kepada uji ahli dan instrument uji media, 5) Melakukan revisi produk awal berdasarkan penilaian dan saran dari uji ahli materi dan uji ahli media, 6) Melaksanakan uji coba lapangan menggunakan instrument penilaian terhadap calon pengguna produk dan kelompok kecil, 7) Melakukan visi terhadap produk yang didasarkan pada penilaian uji calon pengguna produk dan uji kelompok kecil. Berdasarkan analisis data uji ahli dan kelompok kecil, media blog layanan nformasi sekolah lanjutan mendapatkan nilai 4,3 dengan interpretasi sangat suai. Penilaian didasarkan pada penilaian terhadap kegunaan media, kemenarikan media, kemudahan penggunaan media serta kesesuaian media. Informasi yang ada dalam media blog ini sangat dibutuhkan oleh siswa kelas IX untuk lebih mengenal sekolah lanjutan dan lebih mudah memilih sekolah lanjutan suai dengan keinginan. revisi terhadap produk yang didasarkan pada penilaian uji calon pengguna produk dan uji kelompok kecil. Berdasarkan analisis data uji ahli dan kelompok kecil, media blog layanan nformasi sekolah lanjutan mendapatkan nilai 4,3 dengan interpretasi sangat sesuai. Penilaian didasarkan pada penilaian terhadap kegunaan media, kemenarikan media, kemudahan penggunaan media serta kesesuaian media. Informasi yang ada dalam media blog ini sangat dibutuhkan oleh siswa kelas IX untuk lebih mengenal sekolah lanjutan dan lebih mudah memilih sekolah lanjutan sesuai dengan keinginan. Hasil penelitian disarankan agar konselor dapat melengkapi penggunaan media bimbingan ini dengan menggunakan LCD dan koneksi internet, hendaknya konselor juga melibatkan guru TIK dalam pelaksaannya apabila mengalami kesulitan dalam hal jaringan internet. Pengembangan media ini berpotensi untuk diaplikasikan lebih luas. Apabila pengguna produk menginginkan informasi tambahan, media blog layanan informasi sekolah lanjutan dapat diperbaharui. Penggunaan media di sekolah lain disesuaikan dengan karakteristik siswa dan sekolah yang akan menggunakan media tersebut. Bagi peneliti selanjutnya, pengembangan media blog layanan informasi sekolah lanjutan ini belum diuji efektivitasnya sehingga peneliti selanjutnya dapat menguji efektivitas dari media blog layanan informasi karier sekolah lanjutan

    KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN PAKET BIMBINGAN AKTUALISASI DIRI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN PERCAYA DIRI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 YOSOWILANGUN LUMAJANG

    No full text
    ABSTRAK   Kusumawati, Indah. 2015. Keefektifan Penggunaan Paket Bimbingan AktualisasiDiri untuk Meningkatkan Pemahaman Percaya Diri Siswa Kelas VIII SMPN 1 Yosowilangun Lumajang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Triyono, M.Pd, (II) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd.   Kata Kunci: bimbingan aktualisasi diri, percaya diri siswa, remaja   Percaya diri merupakan perasaan puas terhadap potensi yang ada pada diri sendiri. Aktualisasi Diri akan memberikan semangat yang luar biasa dalam melakukan tindakan apapun. Karena Aktualisasi Diri adalah sebuah hal positif yang akan membawa seseorang lebih percaya diri. Dengan kata lain adanya Aktualisasi diri akan membuat individu lebih optimis dan yakin dalam menjalani kehidupan. Remaja memiliki tugas perkembangan yang harus dicapai salah satunya menerima dirinya sendiri dan percaya terhadap kemampuan yang dimiliki. Siswa sekolah menengah pertama tergolong usia remaja awal. Pada masa ini siswa akan berusaha untuk mencari identitas diri dan mengembangkan bakat yang dimiliki demi mewujudkan aktualisasi dirinya. Namun beberapa siswa SMP masih memiliki aktualisasi diri rendah sehingga berpengaruh terhadap percaya dirinya. Oleh karena itu diperlukan paket bimbingan sebagai salah satu media pemberian layanan informasi yang bertujuan untuk membantu meningkatkan pemahaman percaya diri siswa. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dengan menggunakan produk Vivi Yusiana Yusuf (2011) yang berupa Paket Bimbingan Aktualisasi diri.Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui keefektifan penggunaan paket bimbingan aktualisasi diri untuk meningkatkan pemahaman percaya diri siswa kelas VIII SMPN 1 Yosowilangun Lumajang. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen desain non randomized pre test and post test control group design. Jika dilihat dari peningkatan skor pre test ke post test dan dari hasil uji mann-whitney dengan nilai signifikansi 0,002 yang kurang dari 0,05 sehingga H0 ditolak. Maka penggunaan paket bimbingan aktualisasi diri efektif untuk meningkatkan pemahaman percaya diri siswa kelas VIII SMPN 1 Yosowilangun Lumajang. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada konselor untuk meningkatkan frekuensi pelaksanaan layanan informasi berkaitan dengan aktualisasi diri sebagai upaya meningkatkan pemahaman tentang apercaya diri. Bagi penelitian selanjutnya disarankan untuk memberikan treatment diluar jam BK atau meminta tambahan waktu kepada guru lain karena terbatasnya waktu. Dan bagi peserta didik diharapkan dapat termotivasi untuk meningkatkan percaya diri dan  menerapkan isi dari paket dalam kehidupan sehari-hari

    PENGEMBANGAN PAKET PELATIHAN MANAJEMEN KONFLIK UNTUK MENCEGAH TIMBULNYA PERILAKU AGRESIF BAGI SISWA SMP

    No full text
    ABSTRAK   Wulan, Anik Sri. 2015. Pengembangan Paket Pelatihan Manajemen Konflik untuk Mencegah Timbulnya Perilaku Agresif bagi Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. IM. Hambali, M.Pd, (II) Irene Maya Simon, S.Pd, M.Pd.   Kata Kunci: paket pelatihan, manajemen konflik, perilaku agresif, siswa SMP   Konflik, perselisihan, percekcokan, dan pertentangan merupakan pengalaman hidup yang cukup mendasar bagi manusia, karena meskipun tidak harus, tetapi amat mungkin terjadi dalam kehidupan individu. Konflik terjadi manakala dalam hubungan dua orang atau dua kelompok, perbuatan yang satu berlawanan dengan perbuatan yang lain, sehingga salah satu atau keduanya saling terganggu. Konflik dapat menimbulkan kerugian yang tidak sedikit, baik harta maupun nyawa, sehingga konflik seringkali dianggap sebagai pemicu timbulnya perilaku agresif. Berbagai bentuk perilaku agresif seperti penyerangan, perkelahian, bahkan pembunuhan yang dilakukan dalam menghadapi konflik sebenarnya merupakan satu dari sekian strategi untuk memenangkan perselisihan. Konflik merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari dan tidak perlu dihindari, karena jika konflik dikelola dengan baik, konflik bisa menjadi batu loncatan dan pembelajaran bagi individu untuk menjadi lebih dewasa serta lebih cermat dalam mengambil suatu keputusan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan konselor SMP Negeri 21 Malang, dapat diketahui bahwa masih banyak sekali siswa yang mengelola konflik secara destruktif. Selama ini belum ada media bimbingan dan konseling yang digunakan oleh konselor untuk mencegah timbulnya perilaku agresif. Oleh karena itu, perlu dikembangkan paket pelatihan manajemen konflik untuk mencegah timbulnya perilaku agresif siswa SMP. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan paket pelatihan manajemen konflik untuk mencegah timbulnya perilaku agresif bagi siswa SMP yang berterima secara teoritis dan praktis dari aspek kegunaan, ketepatan, kemudahan, kemenarikan, dan keterlaksanaan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian dan pengembangan dengan mengadaptasi model Borg and Gall (1983) yang terdiri dari beberapa tahap, antara lain: (1) pengumpulan data; (2) perencanaan; (3) mengembangkan produk awal; (4) uji coba produk awal; (5) revisi produk berdasarkan saran-saran dari hasil uji lapangan; (6) melakukan uji coba lapangan terbatas; dan (7) melakukan revisi produk akhir. Produk yang dihasilkan berupa dua buku, yakni panduan pelatihan manajemen konflik untuk konselor dan paket pelatihan manajemen konflik untuk siswa. Terdapat tiga topik di dalam paket pelatihan yang dikembangkan, yaitu konsep dasar konflik, konsep dasar perilaku agresif, dan manajemen konflik. Setiap topik dilaksanakan dengan alokasi waktu 1x40 menit. Prosedur pelatihan disesuaikan dengan tahapan yang ada dalam langkah-langkah pelatihan yang telah dicantumkan dalam paket pelatihan. Berdasarkan hasil pengembangan, paket pelatihan manajemen konflik dapat diterima baik secara teoritis maupun praktis karena memiliki penilaian dengan skor rata-rata yang diperoleh dari uji ahli materi BK sebesar 3,45; uji ahli media sebesar 3,71; uji calon pengguna produk sebesar 3,43; dan uji kelompok kecil sebesar 3,66. Melihat hasil analisis data kuantitatif dan kualitatif dari para ahli, calon pengguna produk, kelompok kecil, dapat disimpulkan bahwa paket pelatihan manajemen konflik untuk mencegah timbulnya perilaku agresif bagi siswa SMP berterima secara teoritis dan praktis menurut aspek kegunaan, ketepatan, kemudahan, kemenarikan, dan keterlaksanaan. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi konselor sebagai calon pengguna produk agar memahami dan mempelajari paket pelatihan manajemen konflik sebelum mengaplikasikannya kepada siswa. Bagi siswa, hendaknya senantiasa berperan aktif dalam setiap prosedur kegiatan pelatihan yang dilaksanakan. Bagi peneliti selanjutnya, produk hasil penelitian dan pengembangan ini dapat dilanjutkan dengan penelitian eksperimen untuk mengetahui keefektifan paket pelatihan manajemen konflik dalam mencegah timbulnya perilaku agresif siswa SMP

    Pengaruh Intensitas Mengakses Situs Porno melalui Internet terhadap Perilaku Seks Pranikah Remaja

    No full text
    ABSTRAK    Meningkatnya  perilaku seks pranikah di kalangan remaja disebabkan oleh pengaruh pornografi. Banyaknya remaja yang mengakses situs porno, melihat film porno,dan materi-materi yang berkaitan dengan pornografi,yang saat ini semakin mudah dicari dan diakses. Remaja yang sering melihat adegan porno melalui situs-situs porno di internet akan termotivasi untuk melakukan modeling, dengan cara mencoba meniru adegan-adegan tersebut. Penelitian  bertujuan (1) untuk mengetahui seberapa besar intensitas mengakses situs porno melalui internet, (2) untuk mengetahui perilaku seks pranikah di kalangan remaja, (3) untuk mengetahui pengaruh intensitas mengakses situs porno melalui internet terhadap perilaku seks pranikah pada remaja. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMAN 7 Malang yang berjumlah 309 siswa dan sampel penelitian menggunakan simple random sampling dan sampel penelitian berjumlah 82 siswa.  Data intensitas mengakses situs porno melalui internet dan data perilaku seks pranikah remaja diperoleh dengan kuesioner atau angket. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat 1 Orang (1,21 %) yang memiliki intensitas  tinggi, 15 Orang (18,30%) yang memiliki intensitas sedang, dan  66 Orang (80,49%) memiliki tingkat intensitas yang rendah, (2) terdapat 1 Orang (1,21%) yang memiliki perilaku seks pranikah yang tinggi, 31 Orang (37,80%) yang memiliki perilaku seks pranikah sedang, dan 50 Orang (60,98%) memiliki perilaku seks pranikah rendah, (3) terdapat pengaruh yang signifikan antara intensitas mengakses situs porno melalui internet terhadap perilaku seks pranikah remaja, (4) hasil analisis menunujukkan signifikansi sebesar 0,000, dengan uji regresi F= 23,033. Berdasarkan hasil penelitian disarankan Bagi siswa, disarankan menggunakan internet untuk hal-hal yang positif, dan siswa juga sebaiknya memiliki kegiatan yang positif sehingga siswa tidak hanya mengisi waktu untuk bergerak dalam dunia maya khususnya untuk mengakses situs-situs yang menampilkan unsur pornografi. Bagi orang tua dan sekolah diharapkan untuk mengawasi penggunaan internet karena pada saat ini banyak sekali situs-situs yang menampilkan unsur pornografi dan memberikan pelayanan bimbingan dan konseling  dengan memberikan informasi-informasi tentang pendidikan seksual

    PENGEMBANGAN PAKET PELATIHAN SELF-REGULATED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN DISIPLIN BELAJAR BAGI SISWA SMA

    No full text
    ABSTRAK   Probowati, Devy. 2015. Pengembangan Paket Pelatihan Self Regulated Learning untuk Meningkatkan Displin Belajar Bagi Siswa SMA. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd, (II) Dra. Elia Flurentin, M.Pd.   Kata Kunci: pengembangan, self regulated learning, disiplin belajar   Tujuan pendidikan salah satunya adalah siswa dapat lebih mandiri, kreatif, dan aktif ternyata tidak semudah mewujudkannya. Siswa berada di sekolah tidak lebih dari enam jam per hari, dan sisanya siswa berada di rumah. Banyak siswa yang mempunyai permasalahan dalam mengatur waktu belajar, sehingga siswa yang mempunyai banyak waktu luang justru digunakan untuk kegiatan kurang bermanfaat. Sebenarnya hal ini dapat teratasi jika siswa menerapkan self regulated learning, yaitu strategi belajar yang efektif, dimana siswa dapat secara aktif, menentukan tujuan belajar, merencanakan, dan mengatur diri dalam belajar. Maka dari itu diperlukan suatu paket pelatihan self regulated learning untuk meningkatkan disiplin belajar bagi siswa. Dengan adanya paket pelatihan self regulated learning ini diharapkan siswa dapat mengenali strategi belajar yang sesuai sehingga dapat mengatur sendiri waktu belajarnya secara disiplin. Penelitian dan pengembangan yang dilaksanakan bertujuan untuk menghasilkan paket pelatihan self regulated learning untuk meningkatkan disiplin belajar bagi siswa SMA. Model penelitian dan pengembangan mengadaptasi langkah-langkah pengembangan dari Borg and Gall (1983). Uji ahli  terdiri dari ahli bimbingan dan konseling, dan ahli media yang memiliki kualifikasi tingkat keahlian minimal S2. Data kuantitatif dianalisis dengan analisis rerata, dan data kualitatif dianalisis dengan analisis deskriptif. Spesifikasi dari instrumen uji ahli meliputi ketepatan, kegunaan, kemudahan, dan kemenarikan. Hasil penilaian rata-rata dari uji ahli bimbingan dan konseling pertama adalah 3,28 yang menunjukkan produk yang dihasilkan sangat tepat, sangat berguna, sangat mudah. Uji ahli kedua adalah 3,12 yang menunjukkan produk yang dihasilkan tepat, berguna, mudah. Hasil penilaian rata-rata dari uji ahli media adalah 3,85 yang menunjukkan produk yang dihasilkan sangat tepat, sangat berguna, sangat mudah dan sangat menarik. Berdasarkan hasil penilaian rata-rata maka menurut para ahli dapat disimpulkan bahwa spesifikasi produk sangat tepat, sangat berguna, sangat mudah, dan sangat menarik. Penilaian para ahli juga menyatakan bahwa produk yang dihasilkan berupa paket pelatihan self regulated learning untuk meningkatkan disiplin belajar bagi siswa SMA ini dapat diterima secara teoritis. Saran yang diberikan untuk pemanfaatan adalah konselor harus memahami prosedur pelatihan serta materi dalam paket pelatihan sebelum menerapkannya kepada siswa, sedangkan saran bagi peneliti selanjutnya adalah hasil penelitian dan pengembangan dapat dilanjutkan dengan penelitian eksperimen untuk mengetahui keefektifan paket pelatihan ini, selain itu dilanjutkan pula dengan uji coba lapangan luas serta desiminasi

    Pengembangan Panduan Pelatihan Keterampilan Merespon Orang Lain bagi Siswa SMP

    No full text
    ABSTRAK   Tunggal, Imas Wahyu. 2015. Pengembangan Panduan Pelatihan Keterampilan Merespon Orang Lain bagi Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.  Dany M. Handarini, M.A (II) Drs. H. Widada, M.Si   Kata kunci: Pengembangan, Keterampilan Merespon Orang Lain, Panduan Pelatihan Keterampilan Merespon Orang Lain.   Penelitian Pengembangan Panduan Pelatihan Keterampilan Merespon Orang Lain bagi Siswa SMP ini dilatarbelakangi kurangnya keterampilan merespon orang lain. Pada beberapa kejadian siswa takut untuk menyampaikan apa yang mereka pikirkan dan rasakan, karena bisa saja apa yang mereka ungkapkan dapat membuat orang lain tersinggung dan marah. Selain itu keterampilan merespon orang lain (responding to others skill) juga masih belum begitu dikenal, padahal keterampilan ini adalah salah satu keterampilan sosial yang harus dikembangkan. Tujuan Penelitian dan pengembangan ini menghasilkan Panduan Pelatihan Keterampilan Merespon Orang Lain bagi Siswa SMP yang memiliki kebergunaan, kelayakan, dan ketepatan bagi siswa SMP. Panduan ini dapat membantu konselor untuk memberikan pelatihan keterampilan merespon orang lain (responding to others skill) secara sistematis. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (development research) yang menggunakan model Borg and Gall (1983). Adapun prosedur pengembangan yang dilakukan Sebagai berikut: 1) tahap I perencanaan: menentukan potensi dan masalah penelitian, melakukan kajian pustaka 2) tahap II pengembangan produk: merumuskan tujuan panduan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan Merespon Orang Lain (tujuan umum dan tujuan khusus), menyusun isi dari Panduan Pelatihan Keterampilan Merespon Orang Lain, menyusun alat evaluasi produk; 3) tahap III uji coba produk: uji ahli; revisi produk hasil penilaian uji ahli; uji calon pengguna produk. Panduan Pelatihan Keterampilan Merespon Orang Lain bagi Siswa SMP ini terdiri dari Pengantar, Pendahuluan, Petunjuk Umum Pelatihan Keterampilan Merespon, Prosedur Pelatihan Keterampilan Merespon, Evaluasi, dan Penutup. Berdasarkan hasil analisis data penilaian para ahli dan calon pengguna produk serta revisi-revisi yang yang telah dilaksanakan sesuai saran dan masukan terhadap panduan ini dapat disimpulkan bahwa Panduan Pelatihan Keterampilan Merespon Orang Lain bagi Siswa SMP, berguna, layak, dan tepat secara teoritis. Saran penelitian yaitu: 1) Konselor: pengguna produk benar-benar memahami dan mempelajari Panduan Pelatihan Keterampilan Merespon Orang Lain bagi Siswa SMP yang telah dibuat agar dapat diaplikasikan dalam membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan keterampilan merespon orang lain, 2) Peneliti Selanjutnya: Panduan Pelatihan Keterampilan Merespon Orang Lain bagi Siswa SMP dapat dilanjutkan dengan eksperimen untuk mengetahui keefektifan panduan untuk meningkatkan keterampilan merespon orang lain guna diperoleh hasil yang lebih akurat

    Keefektifan Penerapan Bibliokonseling Untuk Mengembangkan Perilaku Moral Siswa Kelas XI Di MAN 3 Malang.

    No full text
    ABSTRAK   Muawanah, Siti Risalatul. 2015. Keefektifan Penerapan Bibliokonseling Untuk Mengembangkan Perilaku Moral Siswa Kelas XI Di MAN 3 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Djoko Budi Santoso, M.Pd, (2) Irene Maya Simon, S.Pd, M.Pd    Kata kunci: bibliokonseling, perilaku moral, siswa kelas XI.   Perilaku moral sangatlah penting untuk dikembangkan secara optimal, khususnya pada kalangan remaja. Tidak terkecuali pada siswa kelas XI di MAN 3 Malang. Siswa akan mengalami masalah dengan dirinya sendiri dan lingkungannya ketika perilaku dalam dirinya tidak dikembangkan sesuai perkembangan moral yang harus dicapai. Bibliokonseling adalah salah satu teknik bimbingan yang dapat digunakan untuk memfasilitasi siswa dalam mengatasi masalahnya. Penggunaan bibliokonseling dalam bidang pendidikan sebenarnya dapat menciptakan banyak manfaat, terutama untuk mengembangkan perilaku moral pada siswa kelas XI di Madrasah Aliyah Negeri. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan mengenai bibliokonseling tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keefektifan penerapan bibliokonseling untuk mengembangkan perilaku moral siswa kelas XI di MAN Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu menggunakan one group pretest posttest desain. Pengumpulan data menggunakan teknik penyebaran angket perilaku moral, observasi dan wawancara. Peneliti melaksanakan uji media kepada tiga ahli yaitu, ahli bahasa, ahli isi, dan ahli media. Media yang digunakan sebagai treatment adalah bahan bacaan tentang sikap dan perilaku moral dalam hubungannya dengan diri sendiri. Bibliokonseling yang digunakan dalam treatment berbentuk cerita pendek berjudul: (1) Harga Sebuah Kejujuran, (2) Sikap Tanggung Jawab, (3) Haji Wage: Manfaat Standar Perilaku dan Disiplin Tinggi, (4) Perjuangan Hidup, (5) Tetap Percaya Diri, (6) Ada Apa dengan Sikap Ayah, dan bibliokonseling berbentuk artikel berjudul: (1) (Gaya Hidup Sehat) Sehat Itu Hak atau Amanah, (2)Yoris Sebastian Sukses Berkat Ide Kreatif. Analisis data menggunakan uji wilcoxon membandingan hasil pretest dan posttest setelah diberikan treatment. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa penerapan bibliokonseling efektif untuk mengembangkan perilaku moral siswa kelas XI di MAN 3 Malang. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai signifikansi p-value sebesar 0,043

    0

    full texts

    1,354

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇