SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
1354 research outputs found
Sort by
Pengaruh Religiusitas dan Self-Esteem terhadap Resiliensi pada Remaja SMA Brawijaya Smart School Malang
ABSTRAK Salim, Agus. 2015. Pengaruh Religiusitas dan Self-Esteem terhadap Resiliensi pada Remaja SMA Brawijaya Smart School Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Andi Mappiare A.T., M. Pd. (II) Dra. Elia Flurentin, M.pd. Kata kunci: religiusitas, self-esteem, resiliensi. Resiliensi merupakan kemampuan individu untuk menghadapi, mengatasi, mendapatkan kekuatan dan bahkan mampu mencapai transformasi diri setelah mengalami tekanan dalam hidupnya. Resiliensi menjadikan seseorang untuk bangkit dari keterpurukan dan tekanan yang terjadi dalam hidupnya menuju pada keadaan yang lebih baik. Untuk itu resiliensi sangat berguna bagi remaja dalam menghadapi perubahan dan tekanan hidup yang berlangsung begitu sering dan cepat, jika remaja memiliki resiliensi yang baik maka remaja akan baik pula dalam menyesuaikan diri dan beradaptasi terhadap perubahan dan tuntutan yang muncul dalam kehidupannya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terwujudnya resiliensi pada diri remaja yakni religiusitas dan self-esteem yang diperoleh dari dalam diri individu sendiri atau juga bisa disebut faktor internal. Penelitian ini dilakukan untuk diperoleh (1) deskripsi mengenai religiusitas remaja di SMA Brawijaya Smart School Malang, (2) deskripsi mengenai self-esteem remaja di SMA Brawijaya Smart School Malang, (3) deskripsi mengenai resiliensi remaja di SMA Brawijaya Smart School Malang, (4) penjelasan mengenai pengaruh religiusitas dan self-esteem terhadap resiliensi pada remaja di SMA Brawijaya Smart School Malang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksplanasi. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI SMA Brawijaya Smart School Malang. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportional random sampling dengan jumlah sampel 151 orang siswa. Instrumen penelitian menggunakan skala religiusitas sebanyak 50 item, skala self-esteem sebanyak 47 item dan skala resiliensi sebanyak 60 item. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif dan teknik regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) cukup banyak (59%) siswa SMA Brawijaya Smart School Malang memiliki religiusitas pada kategori tinggi dan dimensi yang paling menonjol adalah dimensi pengalaman dimana individu mengalami perasaan saat berkomunikasi dengan realitas supernatural yakni rasa syukur. (2) cukup banyak (57%) siswa memiliki self-esteem pada kategori sedang dan dimensi yang paling menonjol adalah perasaan tentang hidup dimana individu mampu memegang kendali atas dirinya yakni mampu menyesuaikan diri dengan keadaan. (3) cukup banyak (57%) siswa memiliki resiliensi pada kategori sedang dan dimensi yang paling menonjol adalah diri sendiri (I Am) dimana individu otonom dan mampu bertanggung jawab yakni mandiri. (4) diperoleh bahwa ada pengaruh yang signifikan ke arah yang positif antara variabel religiusitas dan self-esteem terhadap resiliensi pada remaja di SMA Brawijaya Smart School Malang. Disimpulkan bahwa hipotesis yang menyatakan ada pengaruh secara signifikan variabel religiusitas dan self-esteem terhadap resiliensi adalah diterima. Artinya bahwa ketika siswa memiliki religiusitas dan self-esteem tinggi maka akan diikuti dengan adanya resiliensi, begitu juga sebaliknya. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar (1) untuk sekolah diharapkan dapat menetapkan kebijaksanaan-kebijaksanaan program di sekolah yang meningkatkan religiusitas pada siswa seperti ummy, sholat duha, maupun sholat jumat bersama-sama yang telah berjalan dan berbagai program baru seperti wisata religi untuk memperluas pengetahuan maupun kedekatan rohani siswa terhadap agamanya. Untuk meningkatkan self-esteem (harga diri) siswa membuat program-program yang baru misal bakti sosial, membentuk klub-klub olah raga atau ekstra kurikuler agar memaksimalkan potensi dan hubungan siswa dengan siswa lain (2) untuk konselor diharapkan dapat merencanakan secara sistematis pemberian program bimbingan, khususnya mengenai self-esteem seperti bimbingan kelompok (sosiodrama, psikodrama dan bermain peran) dan materi permainan-permainan kecil dalam kelas untuk membangun hubungan antra siswa satu dengan siswa yang lain (3) untuk siswa diharapkan mengikuti berbagai kegiatan-kegiatan yang ada dalam sekolah misal ekstrakurikuler, organisasi-organisasi dalam sekolah (OSIS) dan beberpa kegiatan olah raga yang lain misal klub futsal, klub basket dan lain-lain
PENGEMBANGAN MEDIA INFORMASI BAHAYA PENYALAHGUNAAN NARKOBA BERBENTUK KOMIK UNTUK SISWA KELAS X SMKN 4 MALANG
ABSTRAK Sunaryo, Ria Septian. 2015. Pengembangan Media Informasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Berbentuk Komik untuk Siswa Kelas X SMKN 4 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd (II) Yuliati Hotifah, S.Psi, M.Pd. Kata kunci: media, informasi narkoba, komik Ancaman bahaya penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja semakin meningkat dari tahun ke tahun. Fenomena penyalahgunaan narkoba sempat ditemukan di SMKN 4 Malang, maka dari itu diperlukan suatu layanan bantuan untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan di kalangan siswa. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memberikan informasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba. Untuk memberikan layanan informasi, diperlukan media. Salah satu alternatif media yang dapat digunakan adalah media informasi berbentuk komik. Oleh sebab itu, peneliti mengembangkan produk penelitian ini.Penelitian dan pengembangan yang dilaksanakan bertujuan untuk menghasilkan media informasi bahaya penyalahgunaan narkoba berbentuk komik, yang berterima secara teoritis dan praktis berdasarkan pada aspek ketepatan, kegunaan, kemenarikan, dan kemudahan. Prosedur penelitian yang digunakan mengadaptasi tujuh langkah dari sepuluh langkah pengembangan Borg and Gall. Langkah-langkahnya yaitu: 1) studi pendahuluan; 2) perumusan kompetensi; 3 ) penyusunan bentuk awal produk; 4) uji coba produk; 5) revisi produk hasil penilaian ahli; 6) penilaian kelompok kecil; 7) produk akhir. Data dikumpulkan menggunakan format penilaian ahli dan calon pengguna produk. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif untuk data kuantitatif, dengan menghitung rerata dari setiap aspek yang dinilai. Sedangkan untuk data kualitatif, menggunakan model Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, data display dan penyajian data.Hasil penilaian dari ahli bimbingan dan konseling, ahli media, calon pengguna, dan kelompok kecil menunjukkan bahwa, media informasi bahaya penyalahgunaan narkoba berbentuk komik yang dikembangkan bernilai sangat tepat, sangat berguna, sangat menarik, dan sangat mudah. Hasil penilaian tersebut menunjukkan bahwa produk penelitian ini layak digunakan dalam memberikan layanan bimbingan dan telah berterima secara teoritis maupun praktis. Berdasarkan pada hasil penelitian, disarankan kepada sekolah untuk mengaplikasikan penelitian ini sebagai salah satu media bimbingan dan konseling di sekolah. Disarankan pula kepada konselor SMKN 4 Malang agar terlebih dahulu memahami dan mempelajari panduan penggunaan media informasi bahaya penyalahgunaan narkoba berbentuk komik sebelum memberikan layanan bimbingan. Selain itu, disarankan untuk peneliti selanjutnya, agar mengadakan uji lapangan dalam skala besar dan menguji efektivitas produk penelitian ini melalui penelitian eksperimen
Pengembangan Modul Kontrol Diri dalam Berpacaran bagi Siswa SMP
ABSTRAK Kusumawati, Tri Mei. 2015. Pengembangan Modul Kontrol Diri dalam Berpacaran bagi Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, FIP Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Drs. Hariadi Kusumo, M.Pd, (2) Dr. Hj. Muslihati, S.Ag. M.Pd. Kata Kunci: pengembangan modul, kontrol diri, berpacaran. Permasalahan saat ini banyak dijumpai remaja tingkat SMP yang berpacaran. Sebagian besar mereka berpacaran di luar batas pacaran seusia mereka. Berdasarkan informasi yang dilakukan peneliti, siswa mengatakan kalau pacaran tidak hanya dengan bergandengan tangan akan tetapi berciuman dan berganti-ganti pasangan. Lemahnya kontrol diri dalam masa remaja sangat perlu diperhatikan. Maka remaja ini perlu memiliki kontrol diri yang baik agar perilaku berpacaran yang mereka lakukan tidak melanggar batasan yang ada. Penyampaian informasi kontrol diri dapat dioptimalkan dengan menggunakan media. Media tersebut adalah modul, sehingga siswa akan lebih tertarik untuk membacanya. Dan tidak lupa isi modul akan diberikan gambar, warna yang menarik perhatian supaya siswa lebih interaktif dalam membaca dan mempelajarinya.Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul kontrol diri dalam berpacaran bagi siswa SMP dengan harapan konselor dapat memberikan layanan informasi kepada siswa untuk bisa meningkatkan kontrol diri dalam perilaku berpacarannya yang memenuhi kriteria keberterimaan. Empat kriteria keberterimaan yaitu kriteria ketepatan, kegunaan, kemenarikan, dan kemudahan.Penelitian ini menggunakan model pengembangan Borg and Gall yang terdiri dari sepuluh langkah. Pada penelitian tersebut sampai di langkah keenam yaitu melakukan uji lapangan utama. Subjek penelitian terdiri dari ahli bimbingan dan konseling, ahli media, dan calon pengguna produk (konselor dan siswa) SMP 7 Malang. Instrumen pengumpulan data adalah skala penilaian. Modul kontrol diri dalam berpacaran bagi siswa SMP adalah bahan bimbingan berbasis cetakan yang disusun dalam bentuk satuan tertentu. Modul berisi materi, penugasan, rangkuman, dan evaluasi yang didesain guna memperlancarkan pelaksanaan layanan yang diberikan serta dilengkapi dengan petunjuk-petunjuk agar siswa dapat belajar secara mandiri. Isi modul terdiri dari kumpulan materi yang menjelaskan tentang kontrol diri dalam berpacaran bagi siswa SMP.Berdasarkan hasil analisis data penilaian ahli dan calon pengguna serta revisi-revisi yang dilakukan sesuai dengan saran dan masukan terhadap produk ini dapat disimpulkan bahwa modul kontrol diri dalam berpacaran bagi siswa SMP sudah memenuhi kriteria keberterimaan. Saran bagi konselor dalam menggunakan modul kontrol diri hendaknya digunakan untuk semua kelas. Siswa diharapkan dapat mempelajari materi secara mandiri sehingga siswa dapat meningkatkan kontrol diri dalam berpacaran. Peneliti selanjutnya hendaknya melakukan penelitian eksperimen untuk mengetahui keefektifan modul kontrol diri dalam berpacaran bagi siswa SMP
Pengembangan Panduan Pelatihan Creative Problem Solving untuk Mencegah Bullying di SMP
ABSTRAK Sukarno, Triwibowo Probo. 2015. Pengembangan Panduan Pelatihan Creative Problem Solving untuk Mencegah Bullying di SMP.Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dany Moenindyah Handarini, M.A., (II) Dr. M. Ramli, M.A. Kata Kunci: Bullying, Creative Problem Solving Bullying merupakan perilaku antisosial yang dilakukan oleh individu atau kelompok individu dengan tujuan agar pelaku mendapatkan kepuasan. Individu mengalami masalah di dalam lingkungan keluarga, kurangnya kasih sayang, serta masalah dalam proses pendidikan, menimbulkan perasaan amarah dan keinginan untuk diperhatikan. Salah satu bentuk dari pelampiasan tersebut adalah menjadi pelaku bullying. Permasalahan individu yang komplek dan membutuhkan penyelesaian secara responsif tidak cukup jika diselesaian seperti problem solving yang biasa dikenal, masalah seperti ini membutuhkan penyelesaian masalah secara kreatif. Tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan produk panduan pelatihan creative problem solving untuk mencegah bullying yang memenuhi kriteria keberterimaan. Penelitian pengembangan ini mengadaptasi langkah Borg & Gall (1983). Prosedur yang dilaksanakan adalah (1) pengumpulan data, (2) pengembangan produk, (3) uji coba produk, (4) revisi produk, dan (5) penyajian panduan pelatihan. Kriteria uji keberterimaan produk diadaptasi dari Handarini (2000) yang mengungkapkan aspek kegunaan, keterlaksanaan, dan ketepatan, dengan menggunakan instrumen skala penilaian oleh 3 ahli BK dan 3 calon pengguna (1 konselor SMPN 20 Malang, 2 orang konselor SMPN 26 Malang). Data kesepakatan uji ahli dan calon pengguna yang berupa angka dianalisis menggunakan metode inter-rater agreement (Grinnell, 1988), serta hasil berupa saran dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan oleh ahli Bimbingan dan Konseling diperoleh kriteria kesepakatan dalam aspek kegunaan adalah tinggi, aspek keterlaksanaan sangat tinggi, dan aspek ketepatan tinggi. Pada penilaian calon pengguna didapatkan hasil kesepakatan tinggi pada aspek kegunaan, sangat tinggi pada aspek keterlaksanaan, dan aspek ketepatan tinggi. Data deskriptif pada lembar saran dijadikan sebagai pertimbangan dalam revisi produk. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah produk panduan pelatihan creative problem solving untuk mencegah bullying telah memenuhi aspek ketepatan, kegunaan, dan keterlaksanaan. Untuk dapat dibuktikan dampak dari panduan ini, konselor dan peneliti lain dapat melakukan uji eksperimen dengan kelompok terbatas, atau dalam bentuk penelitian tindakan
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Prokrastinasi Akademik Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Ngadirojo
ABSTRAK Putra, Ardhi N.S. Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Prokrastinasi Akademik Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Ngadirojo. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd, (II) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd. Kata Kunci: Pola Asuh Orang Tua, Prokrastinasi Akademik. Kemalasan merupakan hal yang sering muncul dan dialami oleh siswa dengan bentuk menunda-nunda dalam mengerjakan tugas akademik. Perilaku menunda-nunda dalam mengerjakan tugas akademik disebut dengan prokrastinasi akademik. Salah satu faktor yang mempengaruhi prokrastinasi akademik anak adalah pola asuh orang tua. Pola asuh adalah aktifitas kompleks yang melibatkan perilaku spesifik yang bekerja secara individual dan bersama-sama untuk mempengaruhi anak. Pola asuh orang tua ada tiga macam yaitu pola asuh otoriter, demokratis dan permisif. Tujuan penelitian ini (I) Untuk mengetahui pola asuh orang tua, (II) Untuk mengetahui tingkat prokrastiansi akademik, (III) Untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan prokrastinasi akademik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ngadirojo dengan sampel berjumlah 127 siswa. Instrumen penelitian terdiri dari skala pola asuh orang tua dan skala prokrastinasi akademik. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket. Analisa data yang digunakan adalah statistik deskriptif prosentase secara manual dan regresi berganda dengan menggunakan SPSS. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pola asuh orang tua siswa kecenderungannya adalah demokratis (69,3%). Kemudian prokrastinasi akademik cenderung pada kategori sedang dengan prosentase 52,7%. Dengan analisi regresi berganda diketahui nilai koefisien korelai sebesar 5,143 pada signifikansi 0,002 ata
Keefektifan Teknik Problem Solving untuk Meningkatkan Efikasi Diri Siswa SMAN 9 Malang
ABSTRAK Fona, Tika Ari. 2015. Keefektifan Teknik Problem Solving untuk Meningkatkan Efikasi Diri Siswa SMAN 9 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Drs. H. Harmiyanto, M.Pd, (II) Dr. Carolina L Radjah, M. Kes. Kata Kunci: problem solving, efikasi diri Efikasi diri merupakan penilaian diri dalam menghadapi situasi atau masalah, ditandai adanya kepercayaan diri menghadapi situasi, keyakinan mencapai target, menumbuhkan motivasi dan mengatasi tantangan yang muncul. Siswa yang memiliki efikasi diri yang rendah perlu diberikan bantuan dengan teknik bimbingan dan konseling untuk meningkatkan efikasi diri.Teknik dalam bimbingan dan konseling yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah teknik problem solving karena teknik ini bisa mengajarkan siswa bagaimana cara menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Siswa yang dapat menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi akan memiliki banyak pengalaman dalam menyelesaikan masalah. Dari pengalaman tersebut siswa akan memiliki keyakinan yang lebih untuk menyelesaikan masalah siswa kedepannya. Tujuan untuk menguji keefektifan teknik problem solving melalui bimbingan kelompok untuk meningkatkan efikasi diri siswa SMAN 9 Malang. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMAN 9 Malang sebanyak 9 orang siswa sebagai kelompok eksperimen. Subjek penelitian dipilih berdasarkan hasil dari instrumen efikasi diri yang termasuk pada kategori rendah dan sedang. Rancangan penelitian ini menggunakan eksperimen semu (quasi experiment design) dengan pola one group pre-test and post-test design. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik inferensial non-parametrik, yaitu Wilcoxon signed-rank test untuk mengetahui perbedaan tingkat efikasi diri siswa sebelum dan setelah dilakukannya pelatihan teknik problem solving. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik problem solving efektif untuk meningkatkan efikasi diri siswa SMAN 9 Malang. Pelatihan teknik problem solving efektif untuk menigkatkan efikasi diri siswa ditunjukkan oleh peningkatan skor efikasi diri dengan menghasilkan nilai Wilxocon sebesar Z = -2,670 dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,008, sehingga diperoleh nilai problability error p = 0,008 < 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa teknik problem solving efektif meningkatkan efikasi diri siswa SMAN 9 Malang. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar: 1) konselor dapat membantu siswa meningkatkan efikasi diri dengan menggunakan teknik problem solving, 2) peneliti selanjutnya dapat meneliti efektivitas teknik problem solving untuk meningkatkan efikasi diri siswa dengan menggunakan kelompok kontrol sebagai pembanding
Proses Metakognisi Siswa Sekolah Menengah Pertama dalam Menyelesaikan Soal PISA
ABSTRAK Maulidyawati. 2015. Proses Metakognisi Siswa Sekolah Menengah Pertama dalam Menyelesaikan Soal PISA. Tesis, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Subanji, M. Si., (II) Dr. Swasono Rahardjo, S.Pd, M.Si. Kata kunci: proses metakognisi, pemecahan masalah, PISA, peta kognitif, berpikir secara individu, berpikir dalam interaksi sosial Metakognisi secara sederhana dapat diartikan sebagai kesadaran seseorang untuk memikirkan kembali kognisinya. Proses metakognisi ini sangat mempengaruhi keberhasilan seseorang dalam menyelesaikan masalah. Dalam konteks pemecahan masalah, aktivitas metakognitif diidentifikasi sebagai awareness, regulationdan evaluation. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses metakognisi siswa SMP dalam menyelesaikan soal PISA, dari berpikir secara individu ke berpikir dalam interaksi sosial. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini diadopsi dari soal PISA. Proses metakognisi siswa selanjutnya dikaji dengan menggunakan peta kognitif. Peta kognitif merupakan sebuah diagram/bagan yang dibuat peneliti dalam mengorganisasikan dan menyusun informasi yang menunjukkan keterkaitan antar konsep dalam pikiran siswa saat menyelesaikan masalah. Sebelum menggambar peta kognitif dari masing-masing subjek penelitian, terlebih dahulu peneliti mengumpulkan data menggunakan teknik wawancara. Wawancara dilakukan secara individu setelah siswa mengerjakan soal secara individu dan setelah mendiskusikan soal dalam kelompok. Dari hasil penelitian diketahui bahwa siswa cenderung mengalami proses metakognisi jenis awareness saat memikirkan kembali apa yang diketahui sebelumnya tentang soalPISA.Selain itu, siswa juga mengalami proses metakognisi jenisregulation dalam menentukan strategi yang paling tepat untuk menyelesaikan soal PISA. Siswa dengan kemampuan tinggi mengalami proses metakognisi yang lebih kompleks jika dibandingkan dengan siswa berkemampuan sedang maupun rendah. Selanjutnya saat berdiskusi di dalam kelompok, masing-masing siswa cenderung mengalami prosesmetakognisi jenisawareness danevaluation. Masing-masing subjek penelitian memikirkan dan melakukan evaluasi terhadap ide yang disampaikan oleh teman kelompoknya. Selanjutnya, subjek penelitian mengalami proses metakognisi jenisregulation saat kelompok subjek menentukan strategi yang akan digunakan dalam menyelesaikan masalah. Siswa dengan kemampuan sedang dan rendah cenderung mengalami proses metakognisi jenis awareness dan evaluation saat diskusi. Proses berpikir merupakan suatu proses yang kontinu tetapi dalam metakognisi proses berpikir tersebut masih dikelompokkan. Sehingga disarankan bagi peneliti lain untuk mengembangkan penghalusan proses metakognisi
Pengembangan Media Permainan Papan Ragam Pekerjaan Untuk Pemahaman Karir Bagi Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP)
ABSTRAK Choirunisa’. 2015. Pengembangan Media Permainan Papan Ragam Pekerjaan Untuk Pemahaman Karir Bagi Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dra. Hj. Ella Faridati Zen, M.Pd., (II) Dr. H. IM. Hambali, M.Pd. Kata kunci: Pengembangan, Media Permainan, papan ragam pekerjaan Tugas perkembangan karir remaja atau anak usia SMP berada pada tahap tentatif dimana siswa membutuhkan informasi mengenai jenis-jenis pekerjaan agar siswa mampu mengenal dunia kerja. Layanan bimbingan dan konseling yang diberikan di SMP Negeri 20 Malang, lebih difokuskan pada bidang belajar, dan selebihnya pada pribadi dan sosial sedangkan bidang karir belum disentuh secara khusus. Pemberian layanan lebih cenderung menggunakan metode ekspositori atau ceramah sehingga siswa kurang tertarik dalam menerima layanan. Dari hasil analisis kebutuhan, siswa kelas VIII membutuhkan informasi tentang jenis-jenis pekerjaan. Oleh karena itu peneliti mengembangkan media permainan papan ragam pekerjaan untuk pemahaman bagi siswa Sekolah Menengah Pertama. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media informasi karir berbentuk papan ragam pekerjaan yang berterima secara teoritis dan praktis. Penelitian ini menggunakan prosedur yang diadaptasi dari Borg and Gall. Langkah-langkahnya sebagai berikut; (1) penelitian pendahuluan, melakukan kajian pustaka dan analisis kebutuhan siswa (2) penyususunan produk awal, menentukan tujuan pengembangan dan menyusun media informasi karir papan ragam pekerjaan (3) validasi produk oleh ahli bimbingan konseling,media, dan calon pengguna (4) revisi produk, menyempurnakan produk sesuai dengan saran yang diperoleh dari ahli dan calon pengguna (5) produk akhir. Analisis data kuantitatif menggunakan statistik deskriptif untuk menghitung rata-rata skor dan persentase. Analisis kualitatif menggunakan Miles & Huberman untuk mereduksi data yang telah diperoleh dari ahli dan calon pengguna. Hasil penilaian dari ahli materi bimbingan dan konseling menunjukkan bahwa media ini sangat berguna, sangat tepat, sangat menarik, dan sangat layak. Hasil penilaian dari ahli media menunjukkan bahwa media ini sangat berguna, sangat tepat, sangat menarik, dan sangat layak. Hasil penilaian dari uji calon pengguna yang dilakukan oleh konselor SMP Negeri 20 Malang menunjukkan bahwa media ini sangat berguna, sangat tepat, sangat menarik, dan sangat layak. Hasil penilaian dari sasaran pengguna yang dilakukan oleh siswa kelas VIII menunjukkan bahwa media ini sangat berguna, sangat tepat, sangat menarik, dan sangat layak. Dari hasil penilaian ahli dan calon pengguna, dapat disimpulkan media ini memenuhi kriteria sebagai produk yang berterima secara teoritis maupun praktis. Berdasarkan hasil penelitian disarankan pada: 1)konselor SMP Negeri 20 Malang untuk menggunakan media informasi papan ragam pekerjaan ini sebagai alat untuk menyampaikan layanan informasi karir tentang ragam pekerjaan, 2) Saran bagi peneliti selanjutnya, media informasi papan ragam pekerjaan ini dapat di uji keefektivitasannya dalam menyampaikan informasi karir sehingga media ini dapat digunakan di seluruh SMP di Kota Malang
KEEFEKTIFAN KONSELING KELOMPOK REALITA UNTUK MENINGKATKAN KETEPATAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIR SISWA SMK
ABSTRAK Qibtiyah, Mariatul. 2015. Keefektifan Konseling Kelompok Realita Untuk Meningkatkan Ketepatan Pengambilan Keputusan Karir Siswa SMK. Skripsi, Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. Nur Hidayah, M.Pd (II) : Dr. H. Adi Atmoko, M.Si. Kata Kunci: konseling kelompok Realita, pengambilan keputusan karir, SMK Siswa SMK berada dalam tahap kritis antara dua pilihan yang menentukan menjelang tamat sekolah yaitu melanjutkan ke perguruan tinggi atau bekerja sesuai dengan jurusan yang ditempuhnya. Pemerintah mengharapkan siswa lulusan dari SMK dapat bekerja sesuai dengan jurusan yang ditempuhnya ketika sekolah. Karena siswa SMK lebih dipersiapkan untuk bekerja daripada untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun kenyataannya banyak ditemukan siswa SMK yang bekerja tidak sesuai dengan jurusan yang ditempuhnya bahkan menganggur.Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian eksperimen. Rancangan penelitian eksperimen ini menggunakan interrupted time series, yaitu suatu rancangan yang melakukan pengukuran pada satu kelompok eksperimen sebelum dan sesudah pemberian treatment secara berulang-ulang untuk mengetahui konsistensi dari ketepatan pengambilan keputusan karir yang dimiliki siswa.Dari hasil uji Wilcoxon Signed Ranks Test yang diberikan kepada lima orang kelompok eksperimen dapat diketahui bahwa nilai z -2,060 dengan nilai signifikansi 0,039 dan antara nilai pretest dan nilai posttest ada perbedaan skor. Responden mengalami peningkatan ketepatan pengambilan keputusan karir pada saat posttest. Nilai signifikansi atau taraf kesalahan dari uji Wilcoxon Signed Ranks Test lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,039 ≤ 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, artinya terdapat perbedaan antara skor ketepatan pengambilan keputusan karir pretest dengan skor ketepatan pengambilan keputusan karir posttest, sehingga dapat disimpulkan bahwa konseling kelompok Realita efektif untuk meningkatkan ketepatan pengambilan keputusan karir siswa SMK. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka saran yang diajukan adalah (1) bagi konselor, diharapkan dapat menggunakan konseling kelompok Realita untuk meningkatkan ketepatan pengambilan keputusan karir siswa SMK dengan menggunakan panduan konseling kelompok Realita, (2) bagi peneliti selanjutnya, melakukan pengamatan secara berulang-ulang agar benar-benar diketahui bahwa siswa dapat mengambil keputusan karir dengan tepat melalui konseling kelompok Realita, disarankan kepada peneliti selanjutnya agar menggunakan rancangan penelitian equivalent untuk mengetahui keefektifan konseling kelompok Realita dalam meningkatkan ketepatan pengambilan keputusan karir siswa SMK
Pengaruh Dukungan Sosial Teman Sebaya terhadap Resiliensi Siswa Kelas 7 SMP
ABSTRAK Aza, Ihdan Nizar. 2015. Pengaruh Dukungan Sosial Teman Sebaya terhadap Resiliensi Siswa Kelas 7 SMP. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Andi Mappiare AT., M.Pd (2) Dra. Ella Faridati Zen, MP.d Kata Kunci: Dukungan Sosial Teman Sebaya, Resiliensi Remaja merupakan usia yang penuh badai dan tekanan, banyak yang tidak dapat melewati masa ini dengan baik dan menyesalinya di masa mendatang. Siswa kelas 7 SMP menempati masa usia remaja awal dan juga masa transisi dari gaya belajar yang kurang aktif di sekolah dasar menuju gaya belajar aktif di SMP. Hal ini seringkali menyebabkan siswa tertekan. Kemampuanresiliensi merupakan kemampuan merespon secara positif tekanan dalam kehidupan sehari-hariyang sangatdiperlukandalampenyelesaianmasalah-masalah yang dihadapi siswa agar dapat menyelesaikan studinya dengan baik. Resiliensi sendiri tidak dapat tumbuh begitu saja melainkan dipengaruhi oleh dukungan dari lingkungan sosial siswa, seperti dukungan sosial yang diberikan teman sebaya siswa.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dukungan sosial teman sebaya dan resiliensi yang dimiliki siswa serta mengetahui pengaruh yang diberikan oleh dukungan sosial teman sebaya terhadap resiliensi siswa kelas 7 SMP Negeri 1 Gampengrejo Kab. Kediri tahun ajaran 2014-2015.Penelitian ini adalah penelitian eksplanasi yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara 2 variabel atau lebih. Variabel dalam penelitian ini adalah varibel bebas dukungan sosial teman sebaya dan variabel terikat resiliensi siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 7 SMP Negeri 1 Gampengrejo Kabupaten Kediri tahun ajaran 2014/2015 sebanyak 346 siswa, sampel 186 siswa, dan teknik pengambilan sampel adalah clutser sampling. data diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis statistika deskriptif dan analisis regresi linier sederhana.Hasil dari penelitian ini mengungkap bahwa distribusi dukungan sosial teman sebaya siswa mayoritas berada pada kategori tinggi dan distribusi resiliensi siswa mayoritas juga berada pada kategori tinggi. Hasil analisis regresi linier sederhana mengungkapkan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dukungan sosial teman sebaya terhadap resiliensi siswa. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan pada pihak sekolah, agar memperhatikan dukungansosialtemansebayasiswa.peneliti juga menyarankan pada konselor agar memperhatikan serta mengkondisikansiswa agar salingmemberikandukungansosialdengantemansebayamerekadan untuk peneliti selanjutnya disarankan agar mengaitkan faktor-faktor lain yang mempengaruhi resiliensi siswa