SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    1354 research outputs found

    Efektifitas Teknik Cognitive Restructuring untuk Mengurangi Sikap Konsumtif terhadap Gadget pada Siswa SMA.

    No full text
    ABSTRAK   Sari, Rossalia Agata. 2015. Survey Pola Asuh Orang Tua dan Eksplorasi Karier Siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 21 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Carolina Ligya Radjah, M.Kes, (II) Drs. Hariadi Kusumo, M.Pd   Kata Kunci: Pola asuh, eksplorasi karier Siswa SMP merupakan remaja yang berada pada usia antara 11 tahun hingga 15 tahun. Remaja yang berada pada usia ini mulai berpikir abstrak dan logis. Dalam proses perkembangannya yang serba ingin tahu, remaja memerlukan arahan dari orang tua agar tidak mudah terpengaruh hal negatif dan dapat menjalankan tugas perkembangannya dengan baik. Riset Roe (dalam Gibson & Mitchell, 2011) menyatakan bahwa jika struktur kebutuhan individu sangat dipengaruhi oleh pengalaman awal anak yang melibatkan interaksi anak dengan orang tua di dalam keluarga. Interaksi awal orang tua dan anak  merupakan langkah awal dari pengenalan karier. Pola asuh orang tua merupakan interaksi antara anak dan orang tua yang dikelompokkan menjadi 3 macam tipe, yaitu pola asuh demokratis, permisif, dan otoriter. Usia SMP merupakan waktu dimana siswa berada pada fase tentative dan proses pilihan karier terjadi diawali dengan kegiatan orientasi dan eksplorasi karier. Eksplorasi karier ini meliputi aktivitas siswa untuk mencari informasi mengenai dirinya sendiri dan lingkungan kariernya. Penelitian ini memiliki rumusan masalah yang secara umum ingin mengetahui bagaimana pola asuh orang tua dan eksplorasi karier siswa SMP. Sedangkan untuk rumusan masalah secara khusus adalah (1) untuk mengetahui pola asuh orang tua siswa SMP dan (2)  untuk mengetahui eksplorasi karier siswa SMPN 21 Malang. Rancangan penelitian ini menggunakan deskriptif survei dengan populasi siswa kelas VIII dengan sampel sebanyak 128 responden. Pengumpulan data menggunakan angket pola asuh orang tua dan angket eksplorasi karier yang indikatornya di adaptasi dari disertasi Edi Purwanta (2010) yang kemudian dikembangkan oleh peneliti. Sedangkan untuk teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh orang tua di SMPN 21 Malang cenderung menerapkan pola asuh demokratis. Untuk eksplorasi karier siswa SMPN 21 Malang menunjukkan kecenderungan bahwa siswa SMPN 21 Malang memiliki tingkat eksplorasi karier sedang. Saran bagi konselor di sekolah untuk menambahkan kegiatan bimbingan karier di sekolah agar meningkatkan aktivitas eksplorasi karier siswa serta pengetahuan perencanaan karier siswa. Sedangkan saran bagi peneliti selanjutnya adalah untuk meneliti eksplorasi karier pada siswa di jenjang SMA/SMK

    Pengembangan Paket Bimbingan Keterampilan Interpersonal Berdasarkan 7 Kebiasaan Manusia Efektif Gagasan Covey bagi Siswa SMA

    No full text
    ABSTRAK   Pratiwi, Kurnia Dyah Kusuma. 2015. Pengembangan Paket Bimbingan Keterampilan Interpersonal Berdasarkan 7 Kebiasaan Manusia Efektif Gagasan Covey bagi Siswa SMA. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Widada, M.Si, (II) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd.   Kata Kunci: Keterampilan Interpersonal, Kebiasaan Efektif, Paket Bimbingan Salah satu tugas perkembangan remaja di bidang sosial adalah mencapai peran sosial serta memiliki perilaku sosial yang bertanggung jawab. Hal ini mengidentifikasikan bahwa individu pada masa remaja dituntut untuk mengembangkan keterampilan interpersonal mereka secara optimal. Keterampilan interpersonal merupakan  kemampuan untuk melakukan hubungan antarpribadi secara efektif . Namun, pada kenyataannya masih banyak remaja yang belum mengembangkan keterampilan interpersonalnya secara optimal. Hal ini membutuhkan perhatian khusus dari konselor. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan dalam membantu konselor adalah mengembangkan paket bimbingan keterampilan interpersonal berdasarkan 7 kebiasaan manusia efektif gagasan Covey. Tujuan Pengembangan adalah untuk menghasilkan paket bimbingan keterampilan interpersonal berdasarkan gagasan 7 kebiasaan manusia  efektif Covey yang berterima secara praktis dan teoritik melalui uji ahli dan uji pengguna. Metode pengembangan mengadaptasi langkah penelitian pengembangan Borg dan Gall (1983), dengan prosedur sebagai berikut: 1) penilaian kebutuhan, 2) merumuskan tujuan pengembangan paket, 3) pengembangan prototype produk, 4) uji ahli materi dan media, 5) uji calon pengguna dan calon subjek layanan, 6) analisis hasil uji dan revisi akhir. Desain uji coba adalah desain deskriptif. Subjek uji ahli terdiri dari ahli BK, ahli Media, dan calon pengguna produk (konselor dan siswa) SMA Laboratorium UM. Jenis data yaitu kualitatif dan kuantitatif. Instrumen pengumpulan data adalah angket penilaian (skala penilaian dan lembar saran). Teknik analisis data kualitatif menggunakan teknik analisis Milles Hubberman yaitureduksi data, data display dan conclusion sedangkan  data kuantitatif menggunakan teknik analisis statistik deskriptif (mean). Berdasarkan hasil analisis data kuantitatif diperoleh kesimpulan bahwa buku paket bimbingan keterampilan interpersonal berdasarkan gagasan 7 kebiasaan manusia  efektif Covey bagi Siswa SMA  yang telah melalui proses uji coba dinilai  sangat tepat, sangat berguna, sangat mudah, dan sangat menarik. Saran bagi konselor dalam saran pemanfaatan paket bimbingan hendaknya memahami terlebih dahulu prosedur bimbingan dan materi bimbingan serta konselor dapat melengkapi penggunaan paket bimbingan dengan menggunakan tampilan power point. Sedangkan saran bagi penelitian selanjutnya perlu diadakan uji lapangan utama untuk  mengetahui efektivitas penggunaan paket bimbingan terhadap pemahaman dan kemampuan siswa dalam mengembangkan dan meningkatkan keterampilan interpersonal

    HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS DENGAN PERILAKU KONSUMTIF SISWA DI SMAN 1 BANGIL

    No full text
    ABSTRAK Saputra, Mohammad Septian Hadi. 2015. Hubungan Antara Konformitas dengan Perilaku Konsumtif siswa di SMAN 1 Bangil. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Andi Mappiare A.T., M.Pd. (II) Yuliati Hotifah, S.Psi., M.Pd. Kata Kunci: Konformitas, Perilaku Konsumtif Konformitas merupakan kecenderungan untuk merubah perilaku sebagai akibat dari tekanan kelompok, sehingga terjadi penyesuaian perilaku terhadap norma-norma kelompok. Remaja yang kebanyakan ingin diakui keberadaannya membuat remaja tersebut melakukan berbagai cara meskipun bukan sesuatu yang diperlukan atau berguna bagi mereka bila ditinjau dari kacamata orang tua atau orang dewasa lainnya. Salah satu yang dilakukannya yaitu mengenai perilaku konsumtif yang dilakukannya supaya tidak terlihat berbeda dari teman-temannya.Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh (1) deskripsi mengenai tingkat konformitas siswa di SMAN 1 Bangil (2) deskripsi mengenai tingkat perilaku konsumtif siswa di SMAN 1 Bangil (3) deskripsi mengenai hubungan antara konformitas dengan perilaku konsumtif siswa di SMAN 1 Bangil. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasi. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X dan kelas XI SMAN 1 Bangil dengan jumlah 685 orang siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportional random sampling dengan jumlah sampel 153 orang siswa. Instrumen penelitian menggunakan skala konformitas sebanyak 56 item dan perilaku konsumtif 56 item. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif korelasional.Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) sedikit siswa di SMAN 1 Bangil memiliki konformitas pada kategori tinggi dan item yang paling menonjol adalah item kecenderungan mengikuti kebiasaan kelompok terutama dalam membuat keputusan kelompok (2) cukup banyak siswa di SMAN 1 Bangil memiliki perilaku konsumtif pada kategori tinggi dan item yang paling menonjol yaitu menggunakan uang untuk rekreasi bersama teman-teman (3) diperoleh data bahwa terdapat hubungan yang signifikan kearah yang positif antara variabel konformitas dengan perilaku konsumtif siswa di SMAN 1 Bangil. Disimpulkan bahwa hipotesis yang menyatakan ada hubungan antara variabel konformitas dengan perilaku konsumtif adalah diterima, artinya bahwa ketika konformitas tinggi maka akan diikuti dengan perilaku konsumtif yang tinggi pula dan ketika konformitas rendah maka akan diikuti dengan perilaku konsumtif yang rendah. Dengan adanya penelitian ini beserta hasil yang sudah didapatkan, maka peneliti memberikan saran kepada sekolah supaya bisa memberikan fasilitas untuk menyalurkan bakat siswa, kemudian untuk konselor untuk merencanakan program bimbingan untuk hidup mandiri. Saran yang diberikan peneliti semoga bisa bermanfaat dan bisa dilakukan sesuai dengan tujuan yang direncanakan oleh peneliti

    Pengembangan Paket Pelatihan Self Management untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SMA

    No full text
    ABSTRAK Finayanti, Juwita. 2015. Pengembangan Paket Pelatihan Self Management untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SMA. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Elia Flurentin, M.Pd, (II) Drs. Hariadi Kusumo, M.Pd Kata Kunci : paket pelatihan, self management, motivasi belajar, siswa SMA Berdasarkan hasil wawancara konselor di SMA Laboratorium UM banyak siswa kelas XI yang mengalami penurunan motivasi belajar, hal ini disebabkan mereka merasa jenuh dan bosan dengan rutinitas belajar setiap hari di sekolah. Padahal mereka harus mempersiapkan diri untuk naik ke kelas XII yang mana banyak sekali aktifitas belajar dan persiapan ujian nasional. Dari hasil penyebaran instrumen yang berisi sejumlah pernyataan untuk mengetahui tingkat kemampuan self management di kelas XI menunjukkan bahwa terdapat beberapa siswa yang memiliki self management rendah. Self management merupakan proses dimana siswa mengarahkan perubahan perilakunya sendiri dengan tiga strategi yakni pemantauan diri, pengendalian rangsang, dan penghargaan diri.Tujuan dari pelitian pengembangan ini adalah menghasilkan paket pelatihan yang dapat membantu siswa SMA meningkatkan motivasi belajar melalui teknik self management. Penyampaian materi self management untuk meningkatkan motivasi belajar menggunakan paket pelatihan belum pernah dilakukan oleh konselor, sehingga dibutuhkan paket pelatihan self management untuk meningkatkan motivasi belajar siswa SMA. Siswa yang memiliki motivasi belajar rendah dapat mengaplikasikan teknik self management guna meningkatkan motivasi belajarnya.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian dan pengembangan dengan mengadaptasi model Borg and Gall. Langkah-langkah yang peneliti laksanakan, sebagai berikut : (1) pengumpulan data; (2) perencanaan; (3) mengembangkan produk awal; (4) uji coba produk awal; (5) revisi produk berdasarkan saran-saran dari hasil uji lapangan; (6) melakukan uji calon pengguna produk; (7) melakukan revisi produk akhir; dan (8) melakukan uji coba kelompok kecil. Subjek uji coba pada penelitian ini adalah ahli BK, ahli media, calon pengguna produk, dan kelompok kecil. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kuantitatif dengan menggunakan instrumen pengumpul data berupa skala penilaian dan teknik analisis data kualitatif berupa lembar saran.Berdasarkan hasil pengembangan, paket pelatihan self management untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dapat diterima baik secara teoritis maupun praktis karena memiliki penilaian dari uji ahli BK dengan kriteria paket tepat, sangat berguna, mudah dan menarik. Penilaian uji ahli media dengan kriteria paket sangat tepat, sangat berguna, sangat mudah dan sangat menarik. Penilaian uji calon pengguna produk dengan kriteria paket tepat, berguna, mudah dan menarik. Melihat hasil analisis data kuantitatif dan kualitatif dari para ahli, calon pengguna produk, kelompok kecil, dapat disimpulkan bahwa paket pelatihan self management untuk meningkatkan motivasi belajar siswa berterima secara teoritis dan praktis menurut aspek ketepatan, kegunaan, kemudahan, dan kemenarikan. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi konselor sebagai calon pengguna produk agar mengatur jadwal pelaksanaan pelatihan sehingga pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling yang lain dapat terlaksana dengan baik. Bagi siswa, hendaknya senantiasa berperan aktif dalam setiap prosedur kegiatan pelatihan yang dilaksanakan. Bagi peneliti selanjutnya, produk hasil penelitian dan pengembangan ini dapat dilanjutkan dengan penelitian eksperimen untuk mengetahui keefektifan paket pelatihan self management untuk meningkatkan motivasi belajar siswa SMA

    Pengembangan Website Informasi Studi Lanjut untuk Mendukung Pengambilan Keputusan Karir Siswa MAN Malang 1

    No full text
    ABSTRAK   Andriana, Atik. 2015. Pengembangan Website Informasi Studi Lanjut untukMendukung Pengambilan Keputusan Karir Siswa MAN Malang 1. Skripsi,Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan UniversitasNegeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. H. Widada, M.Si, (II) Hj.Muslihati, S.Ag, M.Pd   Kata Kunci : website, informasi studi lanjut, pengambilan keputusan karir. Pengambilan keputusan karir siswa perlu mendapat perhatian demi pencapaian tugas-tugas perkembangan pada bidang karir. Tugas perkembangan pada tataran tindakan pada siswa SMA sederajat yaitu siswa dapat mengembangkan alternative perencanaan karir dengan mempertimbangkan kemampuan, peluang dan ragam karir. Pemilihan teknik dalam pemberian layanan bimbingan karir dirasa sangat penting untuk menunjang ketercapaiannya tujuan pelaksanaan pemberian layanan bimbingan karir. Salah satu teknik yang dimaksud adalah pemberian layanan informasi karir. Layanan informasi bertujuan untuk memberikan informasi secara lengkap tentang studi lanjut, dengan harapan agar siswa dapat merencanakan atau mengambil keputusan secara tepat dan mantap sesuai dengan potensi yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa media layanan informasi studi lanjut bagi siswa MAN Malang 1 yang akan disajikan melalui website dengan memenuhi syarat dari aspek ketepatan, kegunaan, kemudahan, dan kemenarikan, serta menghasilkan produk lain berupa pedoman penggunaan media website bagi konselor untuk memudahkan konselor dalam penggunaan maupun memberi penjelasan kepada siswa. Strategi yang digunakan untuk mengembangkan produk penelitian merujuk pada model pengembangan Borg & Gall (1983). Tahap penyusunannya menggunakan tujuh tahapan, yaitu (1) melakukan penelitian dan pengumpulan data, (2) melakukan perencanaan, (3) mengembangkan produk awal, (4) melakukan uji coba lapangan permulaan, (5) merevisi produk utama, (6) melakukan uji lapangan utama pada kelompok kecil, (7) melakukan revisi terhadap produk. Hasil uji produk website layanan informasi studi lanjut dan pedoman penggunaan media website menunjukkan bahwa media ini memiliki tingkat ketepatan dengan skor 4.43 artinya sangat tepat, pada kriteria kegunaan mengasilkan skor 4.53 artinya sangat berguna, pada kriteria kemudahan dengan skor 4.19 artinya mudah untuk digunakan, serta pada kriteria kemenarikan dengan skor 4.11 artinya produk tersebut menarik. Hasil penelitian ini disarankan kepada 1). Konselor sebagai pelaksana dalam memberikan layanan informasi karir, hendaknya selalu memberikan layanan yang terbaru dan terpercaya untuk disampaikan kepada siswa. 2). Kepala sekolah perlu memberikan dukungan yang optimal dalam proses aplikasi website layanan informasi karir, 3). Penelitian lanjutan, penelitian ini hanya sampai pada tahap ketujuh, perlu untuk dilanjutkan mencapai tahap ke-sepuluh dari Borg & Gall (1983)

    Efektifitas Teknik Behavior Contract untuk Mereduksi Perilaku Agresif Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Wonotirto Kabupaten Blitar

    No full text
    ABSTRAK   Indian, Eka Darta. 2015. Efektivitas Teknik Behavior Contract untuk Mereduksi Perilaku Agresif Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Wonotirto Kabupaten Blitar. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Harmiyanto M.Pd, (2) Dr. Carolina Ligya Radjah M,Kes   Kata kunci: teknik behavior contract, agresif   Perilaku agresif merupakan bentuk perilaku kekerasan yang dilakukan baik secara fisik maupun verbal. Adanya perilaku agresif di lingkungan sekolah dapat menghambat prestasi belajar siswa dan hubungan harmonis antar individu. Hambatan terjadi karena siswa yang menjadi sasaran perilaku agresif merasa takut, kurang nyaman, kurang aman berada di sekolah, menurunnya semangat belajar, tidak fokus dalam mengikuti pelajaran, dan lebih jauh lagi siswa menjadi malas ke sekolah. Oleh karena itu diperlukan upaya penanganan untuk mereduksi perilaku agresif pada siswa yaitu dengan teknik behavior contract yang diberikan dalam konseling kelompok. Teknik behavior contract diberikan untuk mengontrol perilaku siswa dalam mereduksi perilaku agresif. Tujuan penelitian adalah mengetahui keefektifan teknik behavior contract untuk mereduksi perilaku agresif. Rancangan penelitian menggunakan eksperimen murni (true experiment design) dengan desain pre-test and post-test control group design. Pada desain penelitian ini terdapat satu kelompok subjek dengan adanya kelompok kontrol. Sampel dalam penelitian ini adalah sepuluh siswa kelas VIII D dan VIII E yang memiliki tingkat perilaku agresif tinggi dan sedang sebanyak sepuluh orang. Sepuluh orang tersebut selanjutnya dibagi menjadi dua kelompok dengan masing-masing kelompok terdiri atas lima orang. Pembagian kelompok dilakukan dengan menggunakan undian. Analisis data menggunakan analisis statistik dengan uji Two-Independent-Sample Test-Mann-Withney U untuk mengetahui perbedaan perubahan skor pre-test dan post-test pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah diberikan intervensi. Intervensi yang diberikan berupa teknik behavior contract pada kelompok eksperimen dan pendekatan realita pada kelompok kontrol sebanyak enam pertemuan pada masing-masing kelompok. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa teknik behavior contract efektif untuk mereduksi perilaku agresif siswa SMPN 2 Wonotirto Kabupaten Blitar. Hal ini dibuktikan dengan nilai yang diperoleh dari uji Two-Indepandent-Sample Test-Mann-Withney U dengan signifikansi sebesar 0,028 (0.02

    Pengembangan Inventori Gaya Belajar Siswa Berbasis Website di SMAN 2 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Ariagung, Pulung. 2015. Pengembangan Inventori Gaya Belajar Siswa Berbasis Website di SMAN 2 Malang. Skripsi.Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Widada M.Si (II) Dra. Elia Flurentin M.Pd   Kata Kunci: Website, gaya belajarnj, inventori   Gaya belajar adalahcara yang konsisten yang dilakukan oleh seorang siswa dalam menangkap stimulus atau informasi, cara mengingat, berfikir, dan memecahkan soal. Gaya belajar merupakan salah satu kunci untuk meraih kesuksesan. Dengan memahami dan mengenali kecenderungan modalitas gaya belajar, seseorang dapat mencapai kesuksesannya. Gaya belajar seseorang terbagi menjadi tiga, yakni : a. Visual, b. Auditori, c. Kinestetik. Seiring dengan perkembangan jaman yang mengutamakan teknologi, maka diperlukan alat yang dapat mengetahui gaya belajar seseorang. Alat yang dapat mengukur untuk mengetahui gaya belajar adalah inventori (instrumen pengumpul data). Untuk menyesuaikan dengan perkembangan jaman saat ini, inventori yang dibuat berbasiswebsite. Websiteadalah tempat yang dapat diisi dengan program dari perangkat lunak (software) online. Penelitian bertujuan untuk menghasilkan produk berupa inventori gaya belajar siswa berbasis website di SMAN 2 Malang. Produk yang dihasilkan dilengkapi dengan manual book yang tepat dan layak digunakan oleh konselor, guru, siswa, dan tenaga pendidik lainnya. Produk inventori ini digunakan untuk mengenali dan memahami kecenderungan modalitas gaya belajar siswa berbasis website. Metode penelitian yang digunakan adalah modifikasi dari model pengembangan yang dikemukanan oleh Borg and Gall. Berdasarkan pengembangan Borg and Gall, terdapat 10 langkah untuk mengembangkan sebuah produk. Peneliti memodifikasi langkah tersebut menjadi 13 langkah pengembangan. Penelitian dilakukan di SMAN 2 Malang dengan melakukan uji pengguna (konselor) dan uji kelompok kecil. Subjek penelitian adalah 2 orang konselor dan 6 orang siswa kelas X IPS-4. Produk diujicobakan dengan dua tahap, yakni tahap uji calon pengguna dan uji kelompok kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa website inventori gaya belajar untuk anak SMA ini telah layak dan sesuai dengan kebutuhan siswa untuk memahami diri dalam mengetahui modalitas gaya belajarnya. Produk yang dihasilkan telah melalui uji ahli, uji pengguna dan uji kelompok kecil, dimana uji ahli dilakukan dengan ahli materi dan ahli media. Ahli materi adalah dosen bimbingan dan konseling yang bukan merupakan pembimbing dari penulis. Ahli media adalah dosen dari bidang teknologi informatika yang ahli dibidang media. Dari penelitian ini perlu dilakukan pengujian terhadap keefektifan website diluar proses penelitian, misalnya beberapa waktu setelah proses penelitian dilaksanakan (1 s/d 2 bulan setelah penelitian). Produk juga dapat dikembangkan kearah yang lebih luas, semisal dikembangkan pada siswa SMK/ sederajat

    Pengembangan Media Simulasi Monopoli Karier sebagai Alat Bantu Perencanaan Karier Siswa SMP Negeri 2 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Fajarini, Indira. 2015. Pengembangan Media Simulasi Monopoli Karier sebagai Alat Bantu Perencanaan Karier Siswa SMP Negeri 2 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Lutfi Fauzan M.Pd. (II) Dr. Triyono, M.Pd.   Kata kunci : media, simulasi, monopoli karier, perencanaan karier, siswa SMP   Penelitian Pengembangan Media Simulasi Monopoli Karier sebagai Alat Bantu Perencanaan Karier Siswa SMP Negeri 2 Malang dilakukan berdasarkan kebutuhan siswa yang di temui peneliti selama melaksanakan KPL, peneliti mengamati keadaan siswa dilapangan yang masih belum memiliki perencanaan karier, mereka tidak memahami bakat dan minat yang ada pada dirinya sendiri, bakat minat merupakan hal kecil namun erat kaitannya dengan persiapan kariernya di masa mendatang, siswa tidak akan bisa memilih kariernya dengan baik tanpa menyadari dan memahami bakat minat yang mereka miliki. Pekerjaan atau karier yang didapat sesuai dengan perencanaan karier yang telah dirancang sedemikian rupa oleh seseorang disebut dengan keberhasilan atau kesuksesan karier. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan media permainan sismulasi monopoli karier siswa SMP Negeri 2 Malang sebagai alat bantu konselor dalam memberikan layanan perencanaan karier siswa kelas VIII agar siswa memiliki wawasan baru yang lebih luas dengan media permainan yang menarik minat siswa. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model Borg and Gall (1983), dengan prosedur: 1) tahap I perencanaan: melakukanneed aseesment; 2) tahap II pengembangan produk: menentukan tujuan (tujuan umum dan khusus), menyusun beberan monopoli karier beserta buku panduan, menyusun alat evaluasi produk; 3) tahap III uji coba produk: uji ahli (uji ahli bimbingan dan konseling, dan uji ahli media); revisi produk hasil penilaian uji ahli; uji ahli pengguna produk (konselor); uji coba kelompok kecil (siswa); produk akhir media monopoli karier untuk siswa kelas VIII SMP. Berdasarkan hasil analisis data penilaian para ahli, calon pengguna produk (konselor), dan kelompok kecil (siswa) serta revisi-revisi yang telah dilakukan sesuai masukan untuk perbaikan media permainan simulasi monopoli karier untuk siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Malang. Dapat disimpulkan bahwa media monopoli karier sangat tepat, berguna, mudah dan menarik untuk digunakan dalam pemberian layanan bimbingan karir kepada siswa. Adapun saran-saran yang ditujukan kepada: 1) sebagai pengguna produk konselor harus benar-benar mempelajari dan memahami monopoli karier ini agar dapat memberikan layanan informasi karier yang lebih efektif dan efisien dalam membantu siswa merancang dan menentukan pilihan kariernya. Selain menjadi pengguna produk,konselor bisa mengembangkan permainan media simulasi monopoli karier untuk monopoli dengan tema lainnya, (2) monopoli karier ini dapat dijadikan referensi untuk mengembangkan produk baru berupa monopoli dalam bidang lainnya serta bisa digunakan untuk eksperimen

    Pengembangan Panduan Pelatihan Coping Self Talk dengan Model Experiential Learning bagi Siswa SMK Jurusan Keperawatan

    No full text
    ABSTRAK   Utami, Hesti Budi. 2015.Pengembangan Panduan Pelatihan Coping Self Talk dengan Model Experiential Learning bagi Siswa SMK Jurusan Keperawatan. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. Nur Hidayah, M.Pd. (II) Dr. M. Ramli, M. A.   Kata kunci: coping self talk, model experiential learning Helping relationship merupakan pemberian bantuan yang dilakukan oleh seseorang yang mempunyai pengetahuan khas yang dimiliki dalam menangani permasalahan sesuai dengan kebutuhan dan konteks. Profesi perawat sebagai bagian dari helping relationship menggunakan keterampilan berfikir salah satunya adalah self talk dalam melakukan tugasnya sebagai seorang helpers. Beberapa penelitian menunjukkan self talk dapat memberikan pengaruh terhadap emosi dan perilaku seseorang. Oleh karena itu penting bagi seorang calon perawat untuk mengendalikan self talk (coping self talk) saat melakukan praktikum, sehingga mereka mampu melakukan praktikum produktif keperawatan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan panduan pelatihan coping self talk dengan model experiential learning bagi siswa SMK jurusan Keperawatan yang berterima secara teoretis dan praktis baik dari segi kegunaan, ketepatan, kemenarikan, dan kelayakan. Produk ini terdiri dari panduan bagi konselor dan panduan bagi siswa yang pelaksanaanya menggunaan model experiential learning yang terdiri dari empat hahap dalam siklus experiential learning yaitu tahap concrete experience, reflective observation, abtrack conceptualization, dan active experimentation. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang diadaptasi dari model pengembangan Borg and Gall (1983). Adapun prosedur pengembangan yang dilakukan peneliti terdiri dari 3 tahap yaitu studi pendahuluan, pengembangan model, dan uji produk. Berdasarkan hasil analisis data penilaian ahli, calon pengguna, serta hasil dari uji kelompok terbatas serta revisi-revisi yang dilakukan sesuai dengan saran dan masukan terhadap produk ini, dapat disimpulkan bahwa panduan pelatihan ini sangat berguna, sangat tepat, sangat menarik dan sangat layak secara teoretis dan praktis. Berdasarkan dari uji kelompok terbatas panduan pelatihan ini efektif untuk digunakan dalam melatih kemampuan coping self talk siswa jurusan keperawatan saat melakukan praktikum. Berdasarkan hasil penelitian disarankan untuk konselor berkolaborasi dengan jurusan keperawatan untuk dapat mengunakan panduan ini tidak hanya pada kelas X saja. Selain itu penelitian ini dapat dilanjutkan dengan penelitian eksperimen serta dapat menggunakan subyak yang berbeda dalam pengembangan panduan pelatihan coping self talk dengan model experiential learning

    Pengembangan Software Permainan Roda Impian Untuk Meningkatkan Tanggung Jawab Akademik Siswa SMP Negeri 4 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Lestari, Eni Widya. 2015. Pengembangan Software Permainan Roda Impian Untuk Meningkatkan Tanggung Jawab Akademik Siswa SMP Negeri 4 Malang. Skripsi, Jurusan BK, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Drs. H. Harmiyanto, M.Pd. (II) Dr. H. IM. Hambali, M.Pd.   Kata kunci: software, permainan roda impian, tanggung jawab akademik Tanggung jawab akademik merupakan sikap siswa dalam upaya melaksanakan kewajiban atas tugas akademik di dalam program pembelajaran yang dilakukan secara mandiri di sekolah. Kurangnya tanggung jawab akademik pada siswa jika dibiarkan terus menerus tanpa adanya upaya pencegahan maupun perbaikan maka akan merugikan siswa sendiri dan orang lain. Terkait dengan masalah kurangnya tanggung jawab akademik pada siswa, konselor mempunyai tugas untuk memberikan layanan bimbingan agar siswa lebih mempunyai tanggung jawab akademik yang tinggi. Tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan software permainan roda impian untuk meningkatkan tanggung jawab akademik siswa SMP yang dapat digunakan konselor sebagai media dalam memberikan layanan bimbingan berupa materi untuk meningkatkan tanggung jawab akademik siswa SMP. Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan Borg and Gall (2003). Adapun prosedur pengembangan menggunakan tujuh langkah yaitu sebagai berikut: 1) penelitian pendahuluan berupa analisis kebutuhan, 2) perencanaan, 3) mengembangkan produk awal, 4) uji coba produk awalmeliputi validasi ahli BK dan ahli media, 5) revisi produk awal, 6) uji lapangan utama meliputi uji calon pengguna yang dilakukan oleh konselor dan uji kelompok kecil yang dilakukan oleh 8 siswa, 7) revisi produk akhir. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa angket tanggung jawab akademik dan kuesioner uji ahli. Analisis data yang digunakan untuk mengolah data hasil validasi materi, ahli media, dan uji coba pengguna produk dengan rerata, sedangkan data hasil pretest dan postest kelompok kecil diolah dengan menggunakan SPSS for windows versi 16.00. Hasil validasi berdasarkan penilaian para ahli dan pengguna produk serta revisi-revisi yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa software permainan roda impian untuk meningkatkan tanggung jawab akademik siswa SMP sangat berguna, sangat tepat, sangat menarik, dan sangat mudah. Hasil uji kelompok kecil, dengan menggunakan uji wilcoxon terhadap hasil pretest dan postest tanggung jawab akademik didapatkan hasil Zhitung sebesar -2.521 (-2.5). Maka Zhitung >Ztabel (2,8>1,96) dengan N Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,01

    0

    full texts

    1,354

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇