SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    1354 research outputs found

    Pengembangan Paket Keterampilan Asertif bagi Siswa Sekolah Menengah Pertama

    No full text
    ABSTRAK   Hadi, Debora Clesia. 2015. Pengembangan Paket Keterampilan Asertif bagi Siswa Sekolah Menengah Pertama. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr, Carolina Ligya Radjah M.Kes. (II) Drs. Ella Faridati Zen, M.Pd.   Kata kunci: pengembangan paket, keterampilan asertif, siswa SMP Sikap asertif perlu ditumbuh kembangkan sejak dini bagi para siswa karena keterampilan asertif bukan merupakan sesuatu yang lahiriah tetapi lebih merupakan pola sikap dan perilaku yang dipelajari sebagai reaksi terhadap berbagai situasi sosial yang ada di lingkungan. Bimbingan dan konseling sebagai bagian integral dari pendidikan harus dapat memberikan pemahaman yang memadai kepada para siswa mengenai pentingnya berperilaku asertif. Namun, bimbingan dan konseling di SMP Negeri 6 Malang belum memiliki modul pelatihan keterampilan asertif yang berguna, tepat dan menarik bagi siswa SMP. Tujuan pengembangan adalah menghasilkan paket pelatihan keterampilan asertif yang berguna, tepat, dan menarik bagi siswa SMP dengan menggunakan model pembelajaran berstruktur Stuctured Learning Appreach (SLA). Pengembangan dengan mengikuti prosedur yang diadaptasi dari Borg dan Gall yang terdiri atas tahap perencanaan, tahap pengembangan produk, dan tahap uji coba. Subjek uji coba adalah ahli bimbingan dan konseling, ahli media dan calon pengguna produk (konselor). Prosedur pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini diadaptasi dari model pengembangan Borg and Gall (1983). Jenis data yang dihimpun adalah data kuantitatif melalui pengumpulan data menggunakan skala penilaian produk. Kegiatan analisis data kuantitatif dilakukan dengan menggunakan rerata (mean). Selain penilaian melalui skala, terdapat pula saran atau masukan yang diberikan oleh ahli dan calon pengguna produk (konselor) saat melakukan uji ahli dan uji calon pengguna produk. Saran dan masukan ini digunakan sebagai bahan untuk merevisi produk. Saat melaksanakan uji kelompok kecil, data dihimpun melalui saran dan masukan yang digunakan sebagai bahan revisi akhir produk. Berdasarkan kegiatan uji coba produk maka telah dihasilkan produk modul pelatihan keterampilan asertif untuk siswa SMP yang telah berterima secara teoritis dan praktis. Berdasarkan hasil pengembangan disarankan, (1) saran pemanfaatan; konselor  sebagai pembimbing  dalam pelaksanaan pelatihan keterampilan asertif sebaiknya menguasai langkah-langkah kegiatan dan materi pelatihan dalam paket, (2) saran untuk penelitian selanjutnya, dapat melakukan uji efektivitas paket pelatihan keterampilan asertif  untuk mengetahui efektivitas dan kelayakan penerapan paket keterampilan asertif  pada khalayak sasaran

    Pengembangan Panduan Pelatihan Keterampilan Menghadapi Stres bagi Siswa SMP

    No full text
    ABSTRAK   Anggraini, D.S. 2015. Pengembangan Panduan Pelatihan Keterampilan Menghadapi Stres bagi Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Dany M. Handarini, M.A. (II) Irene Maya Simon, S.Pd, M.Pd.   Kata Kunci: pengembangan, keterampilan menghadapi stres, structured learning approach Berdasarkan fenomena-fenomena yang terjadi dikalangan remaja, ditemukanbahwa sebagian besarremaja masih belum memiliki keterampilan menghadapi stres khususnya dalam bidang pribadi sosial. Hal ini terbukti dari berbagai kasus yang dimuat diberbagai surat kabar, yaitu remaja mengakhiri hidupnya dikarenakan stres.Penelitian ini menghasilkan panduan pelatihan keterampilan menghadapi stres bagi siswa SMPkhususnya dalam bidang pribadi sosial. Panduan pelatihan keterampilan menghadapi stres bagi siswa SMPterdiri tiga buku, yaitu: buku panduan pelatihan keterampilan menghadapi stres bagi siswa SMP sebagai panduan konselor dalam memberikan layanan bimbingan pribadi sosial, buku panduan pelatihan keterampilan menghadapi stres bagi siswa SMP yang ditujukan untuk siswa, dan buku materi keterampilan menghadapi stres. Metode yang digunakan dalam pelatihan keterampilan tersebut adalahStructured Learning Approach (SLA).Structured Learning Approach (SLA) merupakan pendekatan pembelajaran terstruktur yang dikembangkan dari teori belajar dan modifikasi perilaku dalam psikologi. Langkah-langkah atau prosedural dalam SLA diantaranya (a) Intruksi(Instruction), (b) Pemberian Model (Modeling), (c) Bermain Peran (Role Playing), (d) Pemberian Balikan (Performance Feedback), dan (e) Pemberian Tugas Rumah (Transfer of training and maintenance). Pengembangan ini mengadopsi dari metode penelitian Borg and Gall (1983) yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan. Tahapan pengembangan tersebut antara lain: need assessment, perencanaan, pengembangan prototipe produk, validasi (ahli BK dan calon pengguna produk), revisi, dan produk akhir. Pada tahap need assessment, pengembang menggunakan analisis literatur dengan mengumpulkan berbagai informasi yang ada. Tahap perencanaan, pengembang menentukan tujuan yang ingin dicapai dalam pengembangan. Setelah itu, pengembangan prototipe produk. Setelah buku panduan tersusun, pengembang melakukan uji ahli kepada ahli BK dan calon pengguna produk (konselor).Berdasarkan kesepakatan ahli BK, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: aspek kegunaan sangat tinggi,aspek kelayakan tinggi, aspek ketepatan tinggi. Berdasarkan kesepakatan dari calon pengguna produk, aspek kegunaan tinggi,aspek kelayakan tinggi, dan aspek ketepatan tinggi. Berdasarkan hasil pengembangan panduan pelatihan keterampilan menghadapi stres, maka disarankan bagi peneliti selanjutnya melakukan uji efektivitas dari panduan pelatihan keterampilan menghadapi stres untuk mengetahui tingkat keefektifan panduan pelatihan jika diterapkan dalam kelas

    PENGARUH TEMPERATUR UDARA MASUK TERHADAP TINGKAT KONSUMSI BAHAN BAKAR DAN TINGKAT EMISI GAS BUANG MESIN VEGA ZR TAHUN 2009

    No full text
    ABSTRAK   Hadisurya,Pratirta A.PengaruhTemperaturUdaraMasukTerhadap Tingkat KonsumsiBahanBakar Dan Tingkat Emisi Gas BuangMesin Vega ZrTahun 2009.Skripsi,JurusanTeknikMesin,UniversitasNegeriMalang.Pembimbing: (I)Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T.(II)Drs. Partono, M.Pd. KataKunci:Temperatur Udara Masuk,Tingkat Konsumsi Bahan Bakar, Tingkat Emisi Gas Buang. Tingkat konsumsi bahan bakar dan tingkat emisi gas buang yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor sangat dipengaruhi oleh kesempurnaan pembakaran didalam ruang bakar. Dimana kesempurnaan pembakaran didalam ruang bakar dipengaruhi oleh 3 faktor utama, yaitu bahan bakar, udara, dan penyalaan oleh busi. Salah satu faktor yang menyebabkan ketidak sempurnaan pembakaran adalah karena bahan bakar tidak dapat terbakar habis ketika terjadi proses pembakaran didalam ruang bakar. Hal tersebut disebabkan salah satunya karena udara kurang mampu untuk melayani dan membakar habis setiap molekul bahan bakar yang masuk. Sehingga akan berpengaruh terhadap tingkat konsumsi bahan bakar dan tingkat emisi gas buang yang dihasilkan. Temperatur udara masuk adalah suatu keadaan dimana udara dikonsisikan (didinginkan) agar memiliki kerapatan molekul dan massa yang lebih besar daripada udara bebas. Sehingga dengan dikondisikannya udara tersebut dapat memperbesar peluang bahan bakar untuk terbakar dengan sempurna. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dimana peneliti meneliti pengaruh yang ditimbulkan dari pengkondisian udara masuk tersebut terhadap tingkat konsumsi bahan bakar dan tingkat emisi gas buang yang dihasilkan. Dimana temperatur udara normal didinginkan dengan menggunakan es batu yang didesain sedemikian rupa sehingga dapat mendinginkan udara sebesar 30C  dengan toleransi 10C sehingga didapatkan variasi temperatur sebagai berikut “(300C-310C),(270C-260C), (230C-220C) dan (190C-180C)”. Dan dengan variasi putaran yang telah ditentukan yaitupadaputaranrendah (1500 RPM), putaranmenengah (3500 RPM), danputarantinggi (5500 RPM) untuktingkatkonsumsibahanbakar. Dan putaran 1500, 2000, 2500, 3000, 3500, 4000, 4500, 5000, 5500, 6000 untuktingkatemisi gas buang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, untuk konsumsi bahan bakar dimana dihitung waktu yang dibutuhkan mesin untuk menghabiskan 5ml bahan bakar dengan temperatur udara normal (310C-300C) (270C-260C) (230C-220C) dan (190C-180C) berturut-turut didapatkan rata-rata sebagai berikut: “69,932”, “76,387”, “79,733”, “83,771”. Untuk emisi gas CO yang dihasilkan berturut-turut adalah sebagai berikut: “1,837”, “1,619”, “1,475”, “1,266”. Dan emisi HC secara berturut-turut didapat hasil sebagai berikut: “57,55”, “53,15”, “49,70”, “45,60”. Dari analisi data yang dilakukan dengan menggunakan one way anova didapat hanya emisi HC saja yang memiliki perbedaan rata-rata yang signifikan. Sedangkan tingkat konsumsi bahan bakar dan emisi CO tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa temperatur udara masuk hanya memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat emisi HC. Hal tersebut dikarenakan pengaruh yang ditimbulkan hanya sedikit, pada temperatur terendah hanya didapatkan pertambahan massa sebesar 0,005048 gram. Sehingga dengan pengaruh yang kecil tersebut, maka selisih rata-rata hasilpun juga sedikit. Diharapkan untuk penelitian selanjutnya variasi temperatur yang digunakan ditambah, yaitu udara bebas didinginkan sebesar 30C sebanyak 3 kali, dan udara bebas dipanaskan sebesar 30C sebanyak 3 kali dengan toleransi 10C. Sehingga didapat 7 variasi temperatur yang berbeda. Serta lubang pada bagian bawah knalpot ditutup agar memperoleh hasil pengukuran emisi yang lebih akurat

    PENGEMBANGAN MODUL STRATEGI KONTROL DIRI TERHADAP PERILAKU TERLAMBAT BAGI SISWA SEKOLAH LANJUTAN ATAS

    No full text
    ABSTRAK Rofiqoh. 2015. Pengembangan Modul Staretegi Kontrol Diri terhadap Perilaku Terlambat bagi Siswa Sekolah LanjutanAtas. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1)Dra.Elia Flurentin, M.Pd (2) Dr. Hj.Muslihati,S.Ag.M.Pd. Kata Kunci:pengembangan modul, kontrol diri, perilaku terlambat. Permasalahan yang seringkali dijumpai, remaja tingkat SMA banyak yang terlambat pergi ke sekolah. Berdasarkan informasi yang diperoleh, mereka mengatakan kalau keterlambatan datang kesekolah siswa setiap hari semakin banyak. Lemahnyakontroldiridalammasaremaja sangat perlu diperhatikan. Remaja perlu memiliki kontrol diri yang baik agar terhindar dari perilaku terlambat. Layanan yang diberikan terkait dengan layanan informasi yaitu modul. Moduldiberikan gambar, warna yang menarik perhatian supaya siswa lebih interaktif dalam membaca dan mempelajarinya.Tujuan dari penelitian ini adalah  menghasilkan modul strategi kontrol diri terhadap perilaku terlambat bagi Siswa Sekolah Menengah Atas yang berterima secara praktik dan teoritik melalui uji ahli dan uji pengguna yang terdiri dari modul starategi kontrol diri terhadap perilaku terlambat bagi siswa Sekolah Menengah Atas dan Panduan modul strategi kontrol diri terhadap perilaku terlambat bagi siswa Sekolah Mengah Atas untuk konselor.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian dan pengembangan dengan mengadaptasi model Borg and Gall, langkah-langkah yang peneliti laksanakan : (1) pengumpulan data; (2) perencanaan; (3) mengembangkan produk awal; (4) uji coba produk awal; (5) revisi produk berdasarkan saran-saran dari hasil uji lapangan; (6) melakukan uji coba kelompok kecil; dan (7) melakukan revisi produk akhir. Subjek uji coba pada penelitian ini yakni ahli BK, calon pengguna produk, dan kelompok kecil. Jenis data dalampenelitiandanpengembanganiniadalah data angka (kuantitatif)dan data verbal (kualitatif) kalimatdeskriptifsecaratertulis.Instrumen pengumpul data menggunakan skala penilaian dan lembar saran diwujudkan dalam revisi. Berdasarkan hasil pengembangan,modul strategi kontrol diri terhadap perilaku terlambat bagi siswa Sekolah LanjutanAtas dapat diterima secara teoritis maupun praktis karena memiliki penilaian diperoleh dari ahli materi BK, calon pengguna produk dan kelompok kecil. Melihat hasil analisis data kuantitatif dan kualitatif dari para ahli, calon pengguna produk, kelompok kecil dapat disimpulkan bahwa modul strategi kontrol diri terhadap perilaku terlambat bagi siswa Sekolah LanjutanAtasberterima secara teoritis dan praktis menurut aspek ketepatan, kegunaan, kemudahan, dan kemenarikan. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi konselor dalam menggunakan modul strategi kontrol diri konselorbenar-benarmempelajaridanmemahamimodulsertapanduannyasebelummenggunakanataumengaplikasikannya. Peneliti selanjutnya hendaknya melakukan penelitian eksperimen untuk mengetahui keefektifan modul strategi kontrol diri terhadap perilaku terlambat bagi siswa Sekolah LanjutanAtas

    Efektivitas Permainan Kerjasama Untuk Meningkatkan Hubungan dengan Teman Sebaya Siswa SMP

    No full text
    ABSTRAK   Anggraeni, Ajeng Retno. 2015. Efektivitas Permainan Kerjasama Untuk Meningkatkan Hubungan dengan Teman Sebaya Siswa SMP. Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. M. Ramli, M. A. (II) Dr. Blasius Boli Lasan, M. Pd.   Kata kunci: Permainan kerjasama, teman sebaya, siswa SMP   Penyesuaian sosial remaja sangat penting untuk dikembangkan, karena tidak semua remaja dapat menyesuaikan diri dengan baik, dan tidak sedikit pula remaja yang mengalami ketidakmampuan untuk menyesuaikan diri. Di sekolah, remaja dihadapkan pada lingkungan yang berbeda dengan lingkungan rumahnya.  Selain itu mereka juga dihadapkan pada teman-teman baru, apabila mereka tidak dapat menyesuaikan diri dan bekerjasama dengan teman-teman sebayanya maka mereka cenderung tidak diterima oleh kelompok teman sebayanya itu. Salah satu teknik yang dapat dilakukan konselor untuk meningkatkan hubungan dengan teman sebaya siswa yaitu teknik permainan kerjasama melalui bimbingan kelompok karena hubungan teman sebaya memiliki pengaruh yang kuat terhadap perkembangan kemampuan interaksi sosialnya maka layanan yang tepat untuk meningkatkan kemampuan interaksi sosial adalah layanan bimbingan kelompok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas permainan kerjasama untuk meningkatkan hubungan dengan teman sebaya siswa SMP Negeri 2 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan eksperimen dalam bentuk one group pretest-posttest design. Subjek penelitian adalah 13 orang siswa SMPN 2 Malang yang memiliki tingkat hubungan teman sebaya yang rendah berdasarkan hasil analisis pretest. Jenis permainan yang digunakan adalah see our feet, memindahkan kaleng dengan tali, sarang korek api, the longest tie, menggiring balon. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan kerjasama yang terdiri atas see our feet, memindahkan kaleng dengan tali, sarang korek api, the longest tie, menggiring balon efektif meningkatkan hubungan dengan teman sebaya. Hal ini dapat dilihat dari hasil perbandingan antara hasil pretest dengan hasil posttest yang mengalami peningkatan sesuai dengan target. Rata – rata prestest adalah 57,07 sedangkan rata – rata posstest adalah 65. Berdasarkan penelitian, maka disarankan kepada konselor di SMP Negeri 2 Malang agar mempetimbangkan pilihan media yang digunakan dalam permainan karena beberapa siswa tidak cocok dengan media yang telah disediakan. Peneliti selanjutnya disarankan menggunakan metode permainan kerjasama dengan  berbagai variasi sebagai alternatif untuk membantu siswa meningkatkan hubungan dengan teman sebaya siswa berupa musik dan reward untuk meningkatkan antusiasme siswa. Peneliti selanjutnya disarankan menggunakan ahli isi/materi agar eksperimen memenuhi syarat keabsahan secara teoritis

    perbedaan pearilaku asertif siswa korban cyberbullying SMK Mercury Sumbawa Besar setelah mendapatkan pelatihan asertif

    No full text
    ABSTRAK   Hermawan, Indera. 2015. Perbedaan Perilaku Asertif Siswa Korban Cyberbullying SMK Mercury Sumbawa Besar Setelah Mendapatkan Pelatihan Asertif, Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. Nur Hidayah, M. Pd. (II) Dr. Andi Mappiare AT. M. Pd.   Kata Kunci: perilaku asertif, latihan asertif, korban cyberbullying.   Perilaku asertif adalah perilaku dimana individu mengekspresikan perasaan (baik yang positif maupun negatif) dan pikiranya secara tegas dengan tetap memperhatikan perasaan orang lain atau dengan kata lain mempertahankan hak sendiri tanpa menggangu hak orang lain. Dengan adanya perilaku asertif siswa mempunyai potensi untuk melakukan dan menyelesaikan masalah yang dihadapinya terlebih mereka adalah korban cyberbullying. Sebaliknya siswa yang memiliki perilaku asertif rendah akan terhambat optimalisasi potensi dan potensinya sehingga akan sulit menyesuaikan diri dengan lingkunganya. Siswa yang memiliki perilaku asertif rendah di SMK Mercury Sumbawa Besar memerlukan bantuan atau bantuan khusus untuk mampu berperilaku asertif sesuai dengan tuntutanya. Maka dari itu diperlukan layanan khusus untuk meningkatkan perilaku asertif siswa korban cyberbullying di SMK Mercury Sumbawa Besar dan salah satunya adalah dengan pemberian pelatihan asertif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan perilaku asertif siswa korban cyberbullying di SMK Mercury Sumbawa Besar. Rancangan penelitian ini menggunakan eksperimen murni (true experiment design) dengan desain pretest-posttest control group design. Subyek dipilih dengan teknik purposive sampling dengan mengunakan anggket perilaku asertif. Subyek penelitian adalah siswa korban cyberbullying SMK Mercury Sumbawa Besar, sebanyak 14 orang siswa yang memiliki skor anggket perilaku asertif yang rendah. Analisis data mengunakan statistik infrensial non-parametrik dengan bantuan SPSS V 16, yaitu dengan melakukan uji two independent sample test man whithney U untuk mengetahui perilaku asertif siswa korban cyberbullying pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai Z (-2,497) serta nilai probability error yakni 0,013 atau (0,01

    Keefektifan sinema edukasi untuk meningkatkan kesadaran tanggung jawab belajar siswa SMK

    No full text
    ABSTRAK   Rahmawati, Norma Riza Fuat. 2015. Keefektifan Sinema Edukasi untuk Meningkatkan Kesadaran Tanggung Jawab Belajar Siswa SMK. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Djoko Budi Santoso, M.Pd., (2) Irene Maya Simon, S.Pd., M.Pd.   Kata Kunci: Sinema edukasi, kesadaran tanggung jawab belajar   Kesadaran tanggung jawab belajar berperan dalam mencapai prestasi yang gemilang. Perilaku yang menunjukkan kurang adanya kesadaran tanggung jawab belajar diantaranya menyontek dan mengobrol saat pelajaran. Konselor di sekolah berperan membantu siswa dalam menyelesaikan masalahyang dialami. Sinema edukasi berupa potongan film adalah salah satu upaya yang dapat digunakan konselor untuk meningkatkan kesadaran tanggung jawab belajar siswa SMK. Sinema edukasi digunakan untuk merangsang siswa mengambil hikmah dari isi cerita yang diperankan dalam sinema tersebut. Melalui tayangan sinema, siswa akan lebih mudah menangkap pesan-pesan yang disampaikan sehingga akan terbentuk kesadaran tanggung jawab pada diri siswa. Penelitian ini bertujuan mengetahui keefektifan sinemaedukasiuntuk meningkatkan kesadaran tanggung jawab belajar siswa SMK. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan kuantitatif dan jenis penelitian berupa eksperimen semu dengan menggunakan one grouppretest–posttest design. Pengumpulan data menggunakan instrumen berupa angket, wawancara dan observasi.Analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistiknon-parametrik uji beda Wilcoxon. Subjek penelitian ini adalah siswa SMK berjumlah lima siswa. Hasil pretest lima siswa tersebut memiliki tingkat kurang kesadaran tanggung jawab belajar dan hasil posttest mengalami peningkatan setelah diberikan treatment. Hasil analisis menunjukkan nilai taraf signifikansi 0.043< 0.05 yang berarti teknik sinema edukasi efektif untuk meningkatkan kesadaran tanggung jawab belajar siswa SMK. Berdasarkan hasil penelitian disarankan pada: 1) konselor dapat menggunakan teknik sinema edukasi media potongan film dengan dinamika bimbingan kelompok ataupun bimbingan klasikal untuk meningkatkan kesadaran tanggung jawab belajar siswa SMK, dan 2) peneliti selanjutnya dapat menggunakan desain penelitian yang terdapat kelompok kontrol dan menggembangkan penelitian ini sebagai panduan eksperimen teknik sinema edukasi media potongan film ‘The Billionere’,‘My Boss My Hero:Young Master Becomes Students’, ‘My Boss My Hero : Young Master Becomes A Class Leader’ dan ‘My Boss My Hero:Young Master Set Her Eyes For The Test’

    Pengembangan Paket Layanan Informasi Studi Lanjut pada Sekolah Kedinasan bagi Siswa SMA

    No full text
    ABSTRAK   Agustina, Dwi Anita. 2015. Pengembangan Paket Layanan Informasi Studi Lanjut pada Sekolah Kedinasan bagi Siswa SMA.Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Muslihati, S.Ag, M.Pd, (II) Dr. H. M. Ramli, M.A.   Kata Kunci : pengembangan paket, layanan informasi studi lanjut, sekolah kedinasan, siswa SMA Studi lanjut merupakan salah satu pilihan yang dapat diambil oleh siswa SMA setelah lulus sekolah yaitu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Salah satu alternatif pilihan perguruan tinggi ialah sekolah kedinasan. Siswa SMA kurang mendapatkan informasi yang lengkap tentang semua perguruan tinggi tersebut, sehingga konselor perlu memberikan layanan informasi studi lanjut kepada siswa. Bahkan siswa belum mengenal sekolah kedinasan yang dapat dijadikan salah satu alternatif pilihan studi lanjut bagi siswa SMA. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan paket layanan informasi studi lanjut pada sekolah kedinasan bagi siswa SMA, yang berterima secara teoretik dan praktis berdasarkan aspek ketepatan, kebergunaan, kelayakan dan kemenarikan. Produk ini terdiri dari buku panduan konselor dan siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian prosedural yang bersifat deskriptif dengan menggunakan tahap-tahap penelitian pengembangan dari Borg and Gall yang dimodifikasi Sukmadinata. Tahapan-tahapan tersebut yaitu studi pendahuluan (kajian pustaka dan need assesment), pengembangan produk dan uji produk. Produk ini telah melalui penilaian dari ahli dan calon pengguna yang mengandung empat aspek penilaian yaitu ketepatan, kebergunaan, kelayakan, dan kemenarikan. Berdasarkan hasil penilaian yang telah diberikan oleh ahli materi, ahli media, calon dan uji kelompok kecil diketahui bahwa produk yang dikembangkan oleh peneliti termasuk ke dalam kategori “sangat baik”. Sehingga produk yang dikembangkan dapat dijadikan media untuk mempermudah konselor dalam  memberikan layanan informasi studi lanjut pada sekolah kedinasan.  Saran dari penelitian ini adalah (1) konselor dapat menggunakan produk ini sebagai media dalam menyampaikan layanan informasi bimbingan karier dengan metode yang bervariasi agar menimbulkan keaktifan dan antusias siswa serta konselor perlu menghimbau siswa untuk aktif dalam mencari informasi terbaru dari sekolah kedinasan yang diminati siswa, (2) siswa dapat menggunakan produk ini sebagai sumber informasi tentang studi lanjut pada sekolah kedinasan sebagai alternatif pilihan studi lanjut, (3) disarankan untuk peneliti selanjutnya untuk dapat menguji keefektifan produk dan  mengembangkan produk ini dengan berbasis IT serta memperbaharui informasi yang akan disajikan

    PENGEMBANGAN PANDUAN PELATIHAN MIND MAP BAGI SISWA KELAS VII DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) NEGERI 2 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Febriani, Roiyan One. 2015. Pengembangan Panduan Pelatihan Mind Map Bagi Siswa Kelas VII di Sekolah Menengah Prtama (SMP) Negeri 2 Malang. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd (II) Dra. Elia Flurentin, M.Pd.   Kata Kunci: Mind Map, Strategi Belajar, Siswa SMP   Berdasarkan analisis angket kebutuhan siswa dan wawancara konselor menyatakan bahwa belum pernah ada panduan pelatihan mind map untuk siswa SMP. Oleh sebab itu, peneliti mengembangkan panduan pelatihan mind map bagi siswa SMP. Mind map adalah diagram istimewa yang cara kerjanya sesuai dengan cara kerja otak dan yang membantu siswa untuk berpikir, membayangkan, mengingat, dan merencanakan serta memilah informasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan produk berupa panduan pelatihan mind map bagi siswa SMP. Rancangan penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan prosedural bersifat deskriptif dengan mengadaptasi langkah-langkah dari strategi pengembangan Borg and Gall (1983), yaitu: melakukan pengumpulan data, menyusun tujuan, mengembangkan produk bentuk awal, melakukan uji ahli lapangan utama, melakukan revisi produk berdasarkan saran-saran dari hasil uji lapangan, melakukan uji coba produk terbatas, melakukan revisi produk akhir. Uji ahli adalah seorang ahli bimbingan dan konseling, dan ahli media. Subjek uji kelompok kecil adalah 6 siswa kelas VII SMPN 2 Malang. Hasil penilaian data kuantitatif dianalisis dengan analisis rerata, sedangkan hasil penilaian data kualitatif dianalisis dengan analisis deskriptif. Spesifikasi dari instrumen uji ahli meliputi ketepatan, kegunaan, kemudahan, dan kemenarikan. Berdasarkn penilaian dari ahli materi BK diperoleh skor rata-rata sebesar 3,35 dan 3,85, dari ahli media diperoleh rata-rata sebesar 3,13 dan 3,97, dari calon pengguna produk diperoleh rata-rata sebesar 3,29, dan dari kelompok kecil diperoleh rata-rata sebesar 3,53. Panduan pelatihan mind map sudah sangat sesuai didasarkan pada penilaian terhadap ketepatan/ kegunaan/kemudahan/kemenarikan panduan. Materi yang ada di dalam panduan pelatihan mind map ini sangat dibutuhkan oleh siswa kelas VII untuk mengenal mind map sebagai salah satu strategi belajar efektif. Dari hasil penelitian pengembangan ini disarankan kepada konselor agar dapat menambah konsep materi dari matapelajaran lain sebagai informasi belajar efektif untuk siswa. Hendaknya konselor melibatkan guru matapelajaran tertentu dalam mengaplikasikan mind map dalam pembelajaran siswa. Bagi sekolah, diharapkan memanfaatkan panduan pelatihan mind map dengan cara memperbanyak panduan agar siswa memiliki pegangan secara individu. Panduan pelatihan mind map ini perlu diadakan adaptasi apabila akan digunakan untuk siswa di sekolah lain, yaitu adaptasi pada kebutuhan siswa terhadap panduan pelatihan mind map ini. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk melakukan penelitian eksperimen untuk mengetahui keefektifan panduan pelatihan mind map

    EfektivitasTeknik Assertive Training untukMeningkatkanKeterampilanKomunikasi Interpersonal Siswa SMPN 15 Malang.

    No full text
    ABSTRAK   Fathimah, Siti. 2015. Efektivitas Teknik Assertive Training untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Siswa SMPN 15 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingandan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Djoko Budi Santoso, M.Pd, (2) Dr. Carolina L. Radjah, M.Kes.   Kata Kunci: assertive training, komunikasi interpersonal, siswa SMP Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) merupakan masa remaja awal dimanater dapat perubahan dari ketergantungan menuju kemandirian. Usaha agar bisamasuk dalam suatu kelompok teman sebaya seringkali menimbulkan resiko yang berdampak negative dan menimbulkan kecemasan seperti takut menolak ajakan teman, takut menyampaikan ide dan  hak-hak irinya, menjadi tertutup, dan tidak menggunakan bahasa yang baik ketika berkomunikasi dengan orang lain. Keterampilan komunikasi interpersonal akan membantu para remaja ini untuk meraih sebuah penerimaan oleh teman sebaya tanpa merugikan diri sendiri maupun orang lain. Melalui salahsatu metode bimbingan dan konseling yaitu konseling kelompok menggunakan teknik assertive training para remaja dibantu untuk mengatasi krisis ketegasan diri yaitu kesulitan untuk  berkata “tidak”, diganggu kecemasannya, sulit mengekspreiskan diri dan sulit menyampaikan keinginannya secara terbuka. Tujuan penelitian untuk mengetahui keefektifan teknik assertive training untuk meningkatkan keterampilan komunikasi siswa SMP. Jenis rancangan penelitian eksperimen yang digunakan dalam penelitianadalahOne-Group Pretest-Posttest Design.Subjek penelitian adalah enam siswa yang terdiri dari tiga siswa laki-laki dan tiga siswa perempuan kelas VII SMP. Pengumpulan data menggunakan instrument angket dengan menggunakan skala perilaku keterampilan komunikasi interpersonal siswa SMP yang diberikansebelum perlakuan (pretest) dan setelah diberikan perlakuan (posttest). Dari hasil pengujian hipotesis diketahui nilai Z= -2.201adannilaiAsymp. Sig. (2-Tailed) menunjukkan 0,028 < 0,05, makadapatdisimpulkanbahwa  assertive training efektif untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa SMP. Darihasilpenelitianterdapatbeberapa saran bagikonseloryaitukonselordiharapkanmenggunakanteknikassertive training yang telahditelitiolehpenelitiuntukmengurangimasalahketerampilankomunikasi interpersonal siswa yang rendah, bagisiswadiharapkansiswamampumemanfaatkandanmengaplikasikanteknikassertive traininguntukmeningkatkanketerampilankomunikasi interpersonal, bagipenelitiselanjutnyadiharapkandapatmenggunakankelompokkontrolsebagaipembandingdengankelompokeksperimen.Penelitijugabisamenggunakanvariabel lain yang mempengaruhipeningkatanketerampilankomunikasi interpersonal

    0

    full texts

    1,354

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇