SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    1354 research outputs found

    Identifikasi Faktor-faktor yang Mendukung Pemilihan Karier Siswa kelas X di SMK Negeri 1 Plosoklaten Kabupaten Kediri

    No full text
    ABSTRAK   Dalam memilih pekerjaan atau karier yang akan ditekuni, siswa menghadapi kenyataan bahwa di masyarakat ada demikian banyak pekerjaan. Pemilihan karier adalah proses pengambilan keputusan untuk menentukan rangkaian pekerjaan, jabatan atau kedudukan yang mengarah pada kehidupan dalam dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui faktor-faktor yang mendukung dalam pemilihan karier siswa SMK. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa siswa kelas X SMK Negeri 1 Plosoklaten berjumlah 173 siswa. Instrumen penelitian adalah faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan karier terdiri dari faktor eksternal dan faktor internal. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket atau kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif secara manual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal pemilihan karier yang paling mendukung pilihan karier siswa kelas X SMK Negeri 1 Plosoklaten, minat 7,73%, penggunaan waktu senggang 7,73%, dan faktor eksternal pemilihan karier adalah keluarga dengan nilai 76,52% dan teman sebaya 82,30%. Berdasarkan penelitian di atas, saran yang dapat diberikan antara lain: (1) Untuk konselor dapat digunakan sebagai rujukan konselor dalam upaya penjurusan siswa pada saat akan masuk di SMK Negeri 1 Plosoklaten. (2) Untuk peneliti lain sebagai rujukan dalam mengembangkan materi kemantapan pilihan karier siswa. Kata Kunci: Pemilihan Karie

    Pengembangan Inventori Respek Berbasis Software pada Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRACT Pengembangan Inventori Respek Berbasis Software pada Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri MalangPenelitian pengembangan inventori respek dalam bentuk software untuk mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling ini dilatar belakangi belum tercapainya kriteria kualitas pribadi konselor profesional yang salah satunya adalah respek dan belum ada inventori yang dapat digunakan untuk mengetahui tingkat respek mahasiswa khususnya Program Studi Bimbingan dan Konseling. Saat ini respek mahasiswa sebagai calon konselor sudah sangat memprihatinkan, sosok yang seharusnya dapat memberikan pendidikan karakter pada siswanya kelak, akan tetapi saat ini sudah lupa akan perannya yang begitu penting. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah (1) Diperolehnya konten inventori respek, (2) Fitur software inventori yang tepat pengadministrasiannya dan sudah teruji validitas dan reliabilitasnya.Metode yang digunakan dalam penelitian pengembangan produk inventori respek ini menggunakan model research and development (R&D) Borg and Gall (1983), yang terdiri atas 10 langkah yang kemudian diadaptasi menjadi lima langkah yaitu penelitian dan pengumpulan informasi, melakukan perencanaan, mengembangkan produk awal, melakukan uji coba lapangan tahap awal, dan melakukan revisi tersebut hingga dihasilkan output yang sesuai dengan tujuan pengembangan yang diinginkan. Produk yang berhasil dikembangkan yakni inventori dalam bentuk software terdiri dari 80 pernyataan yang telah dinyatakan valid dan reliabel dari hasil uji validitas dan reliabilitas kepada 124 mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling, sebelumnya terdapat 108 butir pernyataan yang dikembangkan pada penyusunan inventori respek yang telah melalui uji ahli konstruk dan bahasa untuk melakukan revisi sebelum inventori diujicobakan di lapangan tahap awal. Tingkat signifikan yang digunakan adalah Sig. ≤ 0.05, sedangkan uji reliabilitas menghasilkan koefisien alpha 0,955, yang berarti bahwa inventori ini sangat reliabel. Skala yang digunakan adalah skala model Likert dengan empat alternatif jawaban. Penormaan inventori menggunakan rumus panjang interval. Pernyataan yang dinyakan valid kemudian diinput ke dalam software yang kemudian dilakukan uji ahli media untuk mengetahui kelayakan software dan uji calon pengguna untuk mengetahui tingkat kemudahan software. Berdasarkan hasil analisis statistik uji validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa inventori respek ini relatif konsisten dalam mengukur tingkat respek mahasiswa. Produk inventori respek dalam bentuk software ini dilengkapi dengan manual book. Saran untuk Program Studi Bimbingan dan Konseling, perlu diadakan follow up setelah diketahui tingkat respek mahasiswa dengan menggunakan inventori ini agar mahasiswa dapat menerapkan sikap respek yang tepat dan dapat meningkatkan kualitas tingkat respek yang dimilikinya

    Keefektifan Teknik Problem Solving untuk Meningkatkan Ketepatan Pengambilan Keputusan Karir Siswa SMP

    No full text
    ABSTRAK   Anekasari, Putri Sih. 2016. KeefektifanTeknik Problem Solving untuk Meningkatkan Ketepatan Pengambilan Keputusan Karir Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Prof. Dr. Hj. Nur Hidayah, M.Pd (2) Dr. H. M. Ramli, MA.   Kata kunci: keefektifan, ketepatan pengambilan keputusan karir, problem solving.   Ketepatan pengambilan keputusan karir siswa SMP dimulai dari pengambilan peminatan di Sekolah Menengah Atas. Hal ini perlu dipersiapkan pada saat siswa menempuh pendidikan di SMP. Banyak siswa ditemukan sering melimpahkan tanggungjawab dalam menentukan pilihan peminatan pada lain (orang tua, guru, ikut-ikutan teman), timbul perasaan tidak puas terhadap bidang peminatan yang sedang ditempuh, timbul perasaan tidak nyaman dalam mengikuti proses belajar mengajar di kelas pada peminatan yang dijalaninya, naifnya dapat berdampak pada perilaku menyimpang seperti membolos dan juga tidak mengerjakan tugas. Untuk itu diperlukan layanan yang dapat membantu siswa dalam meningkatkan ketepatan pengambilan keputusan karir siswa SMP, untuk mencegah timbulnya masalah dalam ketepatan pengambilan keputusan karir. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan teknik problem solving dalam meningkatkan ketepatan pengambilan keputusan karir siswa SMP, teknik problem solving dapat menjadi rujukan dalam meningkatkan ketepatan pengambilan keputusan karir siswa SMP. Pelaksaan treatment teknik problem solving menggunakan buku panduan sebagai acuan dalam melaksan akan treatment. Penelitian ini mengacu pada teori pengambilan keputusan karir Krumboltz dengan desain interupted time series. Subjek peneliti ialah siswa SMP Negeri 21 Malang kelas 8 sebanyak 11 orang. Instrumen yang digunakan adalah angket, realiabilitas instrumen sebesar 0,919≥ 0,006. Kemudian dilakukan uji keefektifan teknik problem solving melalui uji Wilcoxon Signed Ranks Test dengan menggunakan bantuan SPSS 20 for Windows. Nilai signifikansi sebesar 0,000. Karena nilai 0,000 ≤ 0,005, maka disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil ketepatan pengambilan keputusan karir setelah diberikan treatment. Selain itu, didukung juga dengan data kualitatif melalui refleksi pasca pemberian treatment dengan wawancara, diketahui sebagian besar subjek memiliki kematangan dalam menentukan ketepatan pengambilan keputusan karir melalui peminatan yang dipilihnya. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa teknik problem solving efektif untuk meningkatkan ketepatan pengambilan keputusan karir siswa SMP. Berdasarkan temuan ini, diajukan beberapa saran. Saran bagi konselor ialah menggunakan teknik problem solving dalam meningkatkan ketepatan pengambilan keputusan karir. Penelitian selanjutnya dapat menguji keefektian teknik problem solving dalam meningkatkan aspek yang lain seperti daya juang, berpikir kritis, dan konflik interpersonal

    PENGEMBANGAN MEDIA BUKU BERGAMBAR TENTANG BAHAYA PACARAN BAGI SISWA SD

    No full text
    ABSTRAK   Muchtar, Nur Ikatia. 2016. Pengembangan Media Buku Bergambar Tentang Bahaya Pacaran Bagi Siswa SD. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. IM Hambali, M.Pd (2) Dr. Muslihati, S.Ag, M.Pd.   Kata Kunci : buku bergambar, bahaya pacaran, siswa SD   Penelitian ini dilatarbelakangi maraknya kasus anak sekolah dasar  berpacaran. Perilaku tersebut menimbulkan kekhawatiran karena pada usia sekolah dasar semestinya belum layak melakukan pacaran. Sementara itu upaya antisipasi perilaku berpacaran belum banyak dilakukan di jenjang sekolah dasar. Demikian pula dengan ketersediaan media yang mendukung upaya preventif bahaya pacaran bagi siswa sekolah dasar, karena itulah ketersediaan media bahaya pacaran bagi siswa sekolah dasar sangat diperlukan. Penelitian bertujuan menghasilkan media buku bergambar tentang bahaya pacaran bagi siswa SD yang berterima secara tepat, mudah, menarik, dan berguna. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan yang diadaptasi dari model pengembangan Borg and Gall (1983) dengan tahapan studi pendahuluan dan perencanaan, pengembangan produk, pengujian produk oleh ahli materi/isi dan ahli media, revisi produk, pengujian kepada calon pengguna produk (5 siswa), diakhiri dengan revisi produk. Dari tahapan tersebut dihasilkan produk buku bergambar tentang bahaya pacaran bagi siswa SD. Dalam penelitian ini dikumpulkan data analisis kebutuhan, pengembangan produk, penilaian oleh ahli materi/isi dan ahli media serta penilaian calon pengguna produk. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penilaian oleh ahli materi/isi, ahli media, dan calon pengguna produk (siswa), menunjukkan bahwa media buku bergambar tentang bahaya pacaran bagi siswa ini sangat layak digunakan sebagai layanan edukasi dilihat dari aspek ketepatan, kemudahan, kemenarikan, dan kegunaan. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada (1) guru SD, hendaknya menggunakan atau memanfaatkan media ini dalam kegiatan edukasi tentang bahaya berpacaran, (2) mengingat penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu keterbatasan tahapan yang hanya dilakukan sampai uji calon pengguna produk, maka bagi peneliti berikutnya hendaknya melakukan eksperimen untuk mengetahui keefektifan media guna memperoleh hasil yang lebih akurat. Produk hanya berupa materi belum adanya panduan, maka bagi peneliti berikutnya sebaiknya mengembangkan panduan untuk guru dalam menggunakan buku bergambar ini

    STUDI DESKRIPTIF KONTROL DIRI TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF SISWA SMK MALANG

    No full text
    ABSTRACT STUDI DESKRIPTIF KONTROL DIRI TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF SISWA SMK MALANGYanti, Grisella Delima. 2016. Studi Deskriptif Kontrol Diri Terhadap Perilaku Konsumtif Siswa SMK Malang.Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan,Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra Ella Faridati Zen M.Pd, (II) Yuliati Hotifah S.Psi, M.Pd.Kata kunci : Kontrol Diri, Konsumtif, Siswa SMKFenomena perilaku konsumtif yang terjadi dikalangan remaja dilakukan karena pelakunya mengikuti trend di jaman modern seperti kecanggihan handphone, belanja online shop, jalan-jalan ke mall, nongkrong bersama teman di cafe, serta berbelanja baju dan kosmetik. Fenomena ini sudah terjadi dikalangan remaja terutama anak Sekolah Menengah Atas. Hal ini membuat pola hidup remaja menjadi boros dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehingga remaja menjadi bergaya hidup konsumtif. Fokus penelitian adalah: (1) mendeskripsikan perilaku konsumtif siswa; (2) pemaknaan siswa terhadap perilaku konsumtif; (3) mendeskripsikan faktor apa saja yang mempengaruhi siswa berperilaku konsumtif; (4) mendeskripsikan kontrol diri siswa terhadap perilaku konsumtif siswa.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan rancangan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi, Analisis data dilakukan melalui proses memilah dan menyusun data secara sistematis, mengorganisasikan data ke dalam pola, memilih sesuai konteks, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri dan orang lain. Pengecekan keabsahan data menggunakan uji kredibilitas melalui ketekunan pengamatan, trianggulasi serta analisis data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku konsumtif remaja ditunjukkan dengan: (a) aktivitas berbelanja; (b) aktivitas rekreasi; (c) aktivitas nongkrong (hang-out) dan melihat-lihat barang yang ada di mall tersebut (cuci mata); (d) aktivitas membeli makanan atau kuliner. Perilaku konsumtif disebabkan karena kondisi sosial ekonomi para siswa SMK bervariasi sehingga uang saku yang diberikan bervariasi dalam satu bulannya. Jumlah uang saku yang tergolong tinggi membuat remaja cenderung berperilaku konsumtif.Faktor yang mempengaruhi perilaku konsumtif adalah faktor eksternal dan internal. Faktor internal adalah kelompok referensi, situasi, keluarga, kepribadian, konsep diri, motivasi, pengalaman belajar dan gaya hidup. Sedangkan Faktor eksternal berasal dari lingkungan, teman, kebudayaan dan kelas sosial. Siswa dominan terpengaruh dengan teman-teman sebayanya, serta terpengaruh dari modernisasi. Hasil penelitian juga menujukkan siswi SMK yang memiliki kontrol diri yang lemah adalah siswi SMK yang tidak mampu mengontrol emosi, bertindak impulsif, tidak mampu mengelola perilaku dan stimulus, dan seringnya membuat keputusan berdasarkan emosi sesaat.Konselor bisa melakukan bimbingan kelompok di kelas dengan memberikan motivasi kepada siswa yang berperilaku konsumtif untuk meningkatkan kontrol diri agar merubah kebiasaannya yang suka berbelanja, jalan-jalan, nongkrong di cafe. Siswa yang terindikasi berperilaku konsumtif lebih mendapatkan konseling individu dengan konselor di sekolah

    KEEFEKTIFAN TEKNIK REINFORCEMENT UNTUK MENINGKATKAN SELF DISCIPLINE AKADEMIK SISWA SMA

    No full text
    ABSTRAK   Monalisa, Ari Sonya. 2015. Keefektifan Teknik Reinforcement untuk Meningkatkan Self Discipline Akademik Siswa SMA. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakutas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd. (2) Dr. M. Ramli, M.A   Kata Kunci: reinforcement, self discipline akademik, siswa SMA.   Self discipline adalah kemampuan seseorang dalam mengarahkan tingkah lakunya sesuai dengan kebutuhan, serta norma-norma (patokan tingkah laku) yang diterimanya. Salah satu karakter penting yang perlu dikembangkan oleh siswa di sekolah adalah karakter self discipline akademik. Mengembangkan self discipline akademik dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, namun hal tersebut kurang mendapatkan perhatian dari guru/sekolah. Masalah tersebut juga terjadi di SMA Negeri 7 Malang. Teknik reinforcement merupakan salah satu cara untuk membantu siswa mengembangkan self discipline akademik. Teknik reinforcement ini berupa token ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan teknik reinforcement (penguatan) untuk meningkatkan self discipline akademik siswa SMA. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI yang memiliki tingkat self discipline akdemik tergolong rendah yang terdiri dari enam orang siswa. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan bentuk pre experimental one group pretest-posttest design. Intrumen penelitian yang digunakan berupa angket self discipline akademik yang sudah melewati uji validitas dan uji reliabilitas serta panduan teknik konseling reinforcement yang telah melalui uji ahli. Penganalisaan data dilakukan melalui uji non-parametrik Wilcoxon Signed Rank Test (WSRT) dengan menggunakan bantuan SPSS 22.00. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa teknik reinforcement dapat meningkatkat self discipline akademik siswa SMA. Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan skor posttest self discipline akademik dan hasil uji Wilcoxon yang menyatakan nilai Z -2,207b serta nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0.027 < 0.05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Bedasarkan hasil penelitian ini diajukan saran kepada sekolah, konselor dan peneliti selanjutnya, yaitu sekolah dan konselor hendaknya menerapkan teknik reinforcement untuk meningkatkan self discipline akademik siswa. Saran bagi peneliti selanjutnya untuk mengukur dengan seksama perubahan tingkah laku setelah pemberian treatment serta memberi jeda waktu untuk melakukan posttest

    KEEFEKTIFAN TEKNIK PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA BERLATAR BELAKANG PRASEJAHTERA I DAN II DI SMPN 1 BANDUNG TULUNGAGUNG

    No full text
    ABSTRAK   Susgaleni, Firstalenda. 2015. Keefektifan Teknik Problem Solving Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Berlatar Belakang Prasejahtera I dan II SMPN 1 Bandung Tulungagung. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. IM Hambali, M.Pd, (II) Drs. H. Widada, M.Si.   Kata Kunci: Problem Solving, Motivasi Belajar, Prasejahtera I Dan II   Di Indonesia memiliki klasifikasi tahapan keluarga yaitu keluarga prasejahtera I dan II, keluarga sejahtera I, II dan III, dan keluarga sejahtera III plus. Keluarga prasejahtera I dan II adalah keluarga yang belum dapat memenuhi kebutuhan dasar secara minimal seperti pengajaran, agama, sandang pangan, papan dan kesehatan. Faktor kurangnya motivasi belajar siswa di SMPN 1 Bandung Tulungagung adalah siswa berasal dari keluarga prasejahtera I dan II, siswa-siswa tersebut lebih memilih untuk bekerja membantu orang tua. Untuk fasilitas pendidikan siswa-siswa berlatar belakang prasejahtera I dan II masih belum terpenuhi kecuali dari sekolah. Mengetahui kefeektifan teknik problem solving untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan desain pre-test and post-test. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII dan VIII SMPN 1 Bandung sebanyak 23 siswa yang sesuai dengan kriteria skor hasil pre-test motivasi belajar. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah stastistik parametrik menggunakan uji beda Wilcowon. Analisis ini untuk mengetahui adanya perbedaan tingkat motivasi belajar siswa sebelum dan sesudah pemberian treatment atau pelatihan problem solving pada subjek kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik problem solving efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di SMPN 1 Bandung Tulungagung. Hal ini dapat ditunjukkan dengan adanya peningkatkan motivasi belajar siswa setelah diberikan treatment atau pelatihan problem solving hal ini dapat ditunjukkan hasil uji Wilcoxon sebesar (Z=-4.199α) dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,00, diperoleh nilai probability error (p=0,00 < 0,05). Signifikansi 0,0

    PENGEMBANGAN PANDUAN KONSELING RINGKAS BERFOKUS SOLUSI UNTUK MENINGKATKAN KEASERTIFAN SISWA SMP NEGERI 21 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Afiyatun. 2015. Pengembangan Panduan Konseling Ringkas Berfokus Solusi untuk Meningkatkan Keasertifan Siswa SMP Negeri 21 Malang.Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. M. Ramli, M.A, (II) Dr. Triyono, M.Pd.   Kata Kunci: Panduan, Konseling Ringkas Berfokus Solusi, Keasertifan, Siswa SMP   Usia SMP atau masa remaja adalah masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Remaja mengalami pertumbuhan dan perkembangan seiring berjalannya waktu, bahkan hubungan sosial remaja sudah semakin luas, dan dibutuhkan keterampilan-keterampilan tertentu untuk bisa menjalin hubungan sosial dengan baik. Salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang remaja agar dapat menjalin hubungan sosial dengan baik adalah memiliki tingkat keasertifan yang tinggi. Untuk itu bimbingan konseling dapat membantu siswa yang memiliki tingkat keasertifan rendah supaya memiliki tingkat keasertifan yang tinggi, karena salah satu fungsi bimbingan konseling adalah fungsi kuratif.Tujuan pengembangan adalah menghasilkan panduan konseling ringkas berfokus solusi (KRBS) untuk meningkatkan keasertifan siswa SMP yang berterima dari aspek ketepatan, kegunaan, keterlaksanaan, dan kemenarikan. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini mengadaptasikan model pengembangan Sugiyono (2011) yang terdiri dari tahap pra pengembangan, desain produk, validasi produk, revisi produk, dan uji coba produk. Subjek uji coba adalah ahli bimbingan dan konseling, ahli media, dan calon pengguna produk (konselor).Panduan yang dihasilkan dari pengembangan panduan KRBS ini terdiri dari pendahuluan, pokok-pokok materi, dan prosedur pelaksanaan KRBS.Data yang diperoleh adalah data numerikal dan verbal. Data numerikal diperoleh dari penilaian berupa angka-angka hasil uji ahli dan calon penggguna produk, dan data pre-test, post-test, data tersebut kemudian dianalisis dengan uji wilcoxon. Data verbal diperoleh dari kritik dan saran hasil uji ahli, calon pengguna produk (konselor), dan hasil konseling. Berdasarkan penilaian ahli BK dan calon pengguna produk (konselor), panduan yang dikembangankan oleh peneliti sangat tepat, sangat berguna, dan sangat praktis. Menurut ahli media, pada aspek ketepatan desain panduan secara keseluruhan sangat tepat, pada aspek kemenarikan panduan yang dikembangkan oleh peneliti sangat menarik. Berdasarkan hasil uji produk maka diberikan saran berupa (1) saran pemanfaatan; konselor pelaksana konseling individu sebaiknya menguasai materi tentang keasertifan dan KRBS, dan prosedur pelaksanaan konseling yang terdapat dalam panduan. (3) saran untuk peneliti selanjutnya, dapat dijadikan sebagai bahan rujukan atau tambahan pengetahuan

    Keefektifan Metode Quantum Learning Dengan Bimbingan Kelompok Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Kepanjen Malang

    No full text
    ABSTRAK   Haryadi, Imam Agung. 2014. Keefektifan Metode Quantum Learning Dengan Bimbingan Kelompok Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Kepanjen Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Widada, M.Si, (II) Irene Maya Simon, S.Pd, M.Pd.   Kata kunci : Bimbingan Kelompok, Quantum Learning, Motivasi Belajar Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa kelas VIII SMPN 3 Kepanjen Malang. Permasalahan yang diungkap dalam penelitian ini adalah apakah metode quantum learning dengan bimbingan kelompok dapat efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Kepanjen Malang Tahun Ajaran 2014 - 2015?. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui metode quantum learning dengan bimbingan kelompok dapat efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Kepanjen Malang Tahun Ajaran 2014 – 2015. Jenis penelitian ini adalah penelian kuantitatif dengan metode pra eksperimental design dengan jenis one group pretest posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMPN 3 Kepanjen Malang dengan jumlah 332 siswa. Sampel yang digunakah adalah 34 siswa dengan menggunakan teknik clauster random sampling. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui instrumen penelitian (angket) dengan empat alternatif jawaban yaitu sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS). Adapun instrumen yang valid dan reliabel digunakan untuk penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial (uji hipotesis). Hasil analisis deskriptif membuktikan bahwa mean (nilai rata-rata) post test lebih tinggi dari pada mean (nilai rata-rata) pre test. Nilai mean post test sebesar 123,000 sedangkan mean (nilai rata-rata) pre test sebesar 110,473. Sedangkan analisis inferensial (uji hipotesis) membuktikan bahwa terdapat perbedaan mean yang signifikan secara statistik antara pre test dan post test. Hasil analisis inferensial disimpulkan dari thitung : -6,110, memiliki signifikansi 0,000, sehingga Ho diitolak dan Ha diterima. Maka dapat dikatakan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan metode quantum learning efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII SMPN 3 Kepanjen Malang dan dinyatakan diterima. Berdasarkan hasil analisis dekriptif dan hasil analisis inferensial (uji hipotesis) layanan bimbingan kelompok dengan metode quantum learning efektif bisa meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Kepanjen Malang Tahun Ajaran 2014/2015. Saran yang dapat peneliti sampaikan hendaknya guru pembimbing mampu memberikan materi layanan bimbingan kelompok sesuai dengan kebutuhan siswa sehingga tujuan pemberian layanan bimbingan kelompok dapat tercapai dengan menggunakan teknik-teknik atau metode sehingga dirasa tidak monoton bagi siswa salah satunya dengan metode quantum learning

    Pengembangan Media Layanan Informasi Peminatan SMA Berbasis Blog bagi Siswa SMP

    No full text
    ABSTRAK   Kemawati, Filinda Zanai. 2015. Pengembangan Media Layanan Informasi Peminatan SMA Berbasis Blogbagi Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Harmiyanto, M.Pd., (II) Dr. H. IM. Hambali, M.Pd.   Kata kunci: pengembangan, informasi peminatan di SMA, siswa SMP, media blog Berdasarkan fakta pengamatan peneliti yang dilakukan di SMAN 1 Tumpang, ditemukan fenomena bahwa banyak peserta didik baru yang akan melanjutkan studi di SMA datang ke ruang BK beserta orang tuanya untuk mencari informasi mengenai peminatan. Peserta didik baru mengungkapkan bahwa mereka masih belum mendapatkan informasi mengenai peminatan di SMA, sehingga peserta didik bingung untuk memilih dan menetapkan pilihan peminatan. Oleh karena itu, layanan informasi peminatan di SMA perlu diberikan mulai dari sekolah menengah pertama (SMP). Penyampaian informasi peminatan dapat dioptimalkan menggunakan media yang menarik. Blog menjadi salah satu bentuk media menarik yang dibuat menggunakan aplikasi web. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa media layanan informasi peminatan SMA berbasis blogbagi siswa SMP yang memenuhi 4 aspek yaitu ketepatan, kegunaan, kelayakan dan kemenarikan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan dari Borg and Gall. Tahap-tahap pengembangan Borg and Gall yang digunakan penelitian meliputi analisis kebutuhan, perencanaan, pengembangan produk, validasi ahli, revisi produk, uji coba produk, dan revisi produk. Uji coba produk dilakukan melalui tiga tahap, yaitu uji ahli (ahli materi dan ahli media), uji calon pengguna (konselor), dan uji kelompok kecil (siswa). Jenis data dari hasil uji coba adalah kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif menggunakan teknik rerata dan analisis data kualitatif dengan menyimpulkan saran yang diberikan saat melakukan uji coba produk. Hasil pengembangan media layanan informasi peminatan SMA berbasis blogbagi siswa SMP, yaitu penilaian produk oleh ahli materi, ahli media, calon pengguna dan kelompok kecil dapat disimpulkan bahwa media layanan informasi peminatan SMA berbasis blog bagi siswa SMP sangat tepat, sangat berguna, sangat layak, dan sangat menarik untuk diterapkan pada siswa SMP. Berdasarkan hasil pengembangan, disarankan: (1) konselor dapat menggunakan produk sebagai media untuk mengenalkan peminatan yang tepat bagi siswa SMP serta memberikan layanan yang optimal berkaitan peminatan SMA, (2) untuk peneliti selanjutnya melakukan uji keefektifan media layanan informasi peminatan SMA berbasis blogbagi siswa SMP

    0

    full texts

    1,354

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇