SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
1354 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN PERMAINAN SIMULASI BOARD GAME “R-PROJECT” UNTUK MENINGKATKAN RESPECT SISWA SMK NEGERI 2 MALANG
RINGKASANPamungkas, R. A. 2019. Pengembangan Permainan Simulasi Board Game“R- Project” untuk Meningkatkan Respect Siswa SMK Negeri 2 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd Pembimbing (II): Drs. Djoko Budi Santoso, M.Pd. Kata Kunci : Respect, Permainan simulasi, R-Project.Respect adalah menunjukan penghargaan terhadap harga diri orang lain ataupun hal lain selain diri sendiri. Permainan simulasi sebagai salah satu tehnik dalam layanan bimbingan dan konseling dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan respect siswa, namun di SMK Negeri 2 Malang belum memiliki media permainan simulasi untuk meningkatkan respect siswa, karena itu tujuan penelitian: menghasilkan model permainan simulasi “R-Project” dan buku pedoman permainan simulasi “R-Project” sebagai media untuk meningkatkan respect siswa yang memenuhi syarat kejelasan, ketepatan, kegunaan, dan kemenarikan yang mendukung keberterimaan dari produk.Penelitian mengunakan metode Reserch and Development dari Borg and Gall. Langkah-langkah pengembangan yang digunakan yaitu:(1) Penelitian dan pengumpulan data,(2) Perencanaan,(3) Pengembangkan produk,(4) Uji ahli produk,(5) Revisi produk akhir hasil uji coba.Peneltian ini menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif untuk mengukur tingkat keberterimaan dari produk.Dari hasil pengembangan dihasilkan dua produk yaitu yang pertama model permainan simulasi “R-Project” yang terdiri dari beberan permainan, bidak permainan, dadu langkah, kartu quest, dan token huruf respect. Produk kedua yaitu buku pedoman permainan simulasi “R-Project”. Dengan persentase keberterimaan produk sebesar 86,47% dan layak digunakan.Berdasarkan hasil pengembangan disarankan:(1) Bagi konselor diharapkan mempelajari, memahami, dan berlatih melaksanakan kegiatan permainan supaya mampu memandu kegiatan layanan menggunakan media permainan simulasi “R-Project” secara efektif dan efisien sehingga tujuan yang diharapkan yaitu meningkatnya sikap dan perilaku respect siswa SMK Negeri 2 Malang tercapai seccara optimal, dan(2) Bagi peneliti selanjutnya untuk melanjutkan penelitian hingga tahap kesepuluh, mengingat penelitian yang dilakukan hanya sampai tahapan revisi uji coba lapangan dan menguji keefektifan dari penggunaan permainan simulasi “R-Project” untuk meningkatkan respect siswa, mengingat produk ini belum diuji keefektifannya. SUMMARYPamungkas, R. A. 2019. The Development of Simulation Game "R-Project" To Improve The Respect Of SMK Negeri 2 Malang Studens.Thesis, Department of Guidance and Counseling, Faculty of Education, State University of Malang. Advisor (I): Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd Advisor (II): Drs. Djoko Budi Santoso, M.Pd. Keywords : Respect, Simulation Game, R-Project.Respect is shows respect for the dignity of others or things other than self. Simulation games as one of the techniques in guidance and counseling services can be an alternative to increasing student respect, but in Vocational High School 2 Malang, there is no media simulation game to increase students' respect, therefore the research goal: to produce simulation game models "R-Project "And the" R-Project "simulation game manual as a medium for increasing student appreciation that support clarity, accuracy, usability, and attractiveness to support acceptability requirementsResearch using Research and Development methods from Borg and Gall. The development steps used are:(1) Research and data collection,(2) Planning,(3) Product development,(4) Product expert testing,(5) Revision of the final product of the trial results.The research using quatitative and qualitative analysis to measure the acceptability.From the results of the development, two products were produced, namely the first model of the "R-Project" simulation game consisting of several games, pawns, step games, card searches, and respectful letter tokens. The second product is the "R-Project" simulation game manual. With acceptable percentage of 86,47% and suitable to use it.Based on agreed development results:(1) Counselors who are expected, considered, and who can be carried out to support activities that are supported guide activities using an effective and efficient "R-Project" media simulation game so that the expected goals are in accordance with students' wishes and respect Vocational High School 2 Malang reached the optimal level, and (2) For further researchers to continue the research for up to ten, considering the research carried out only reached the field trial evaluation stage and understood the effectiveness of using "R-Project" simulation games to increase respect students, considering their effectiveness have not been announced effectiveness
Pengembangan Panduan Konselor Sebaya di Universitas Negeri Malang
RINGKASAN Laila, S. N. 2019. Pengembangan Panduan Pelatihan Konselor Sebaya di Universitas Negeri Malang. Skripsi, jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra Elia Flurentin, M.Pd., (II) Irene Maya Simon, S.Pd.,M.Pd Kata kunci : panduan pelatihan, konselor sebaya, universitas negeri malang Berdasarkan hasil analisis kebutuhan yang dilakukan melalui wawancara kepada konselor Pusat Pengembangan Bimbingan Konseling Karir dan Kompetensi Akademik (P2BK3A) Universitas Negeri Malang dan anggota peer counseling corner diketahui bahwa konselor sebaya di Universitas Negeri Malang memiliki kebutuhan akan adanya panduan untuk berlatih keterampilanketerampilan dasar konselor sebaya dan memiliki kendala berupa kesenjangan beban kerja antara anggota. Konselor sebaya dari jurusan selain Bimbingan dan Konseling cenderung tidak percaya diri untuk menerima konseli karena belum memiliki kemampuan yang memadai. Selain itu, panduan yang diinginkan yaitu panduan yang memuat karakteristik permasalahan mahasiswa, sikap dasar konselor, keterampilan dasar komunikasi, dan keterampilan pemberian bantuan penyelesaiana masalah. Tujuan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan produk berupa panduan pelatihan konselor sebaya yang dapat diterima dari aspek ketepatan, kegunaan, kemenarikan, dan kemudahan. Diharapkan dengan adanya panduan ini, konselor sebaya mampu membantu menyelesaikan masalah teman sebayanya. Selain itu, panduan ini disusun agar konselor sebaya dapat berlatih secara berkelanjutan sesuai dengan prosedur dalam panduan untuk mengasah kemampuan dasar konselor sebaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang mengadaptasi model pengembangan Gall, Borg, & Gall. Model pengembangan tersebut adalah sebagai berikut: (1) Tahap I, yaitu tahap pra survei dengan cara melakukan studi pustaka dan melancarkan pedoman wawancara; (2) Tahap II, yaitu mengembangkan produk; (3) Tahap III, yaitu uji ahli; (4) Tahap IV, yaitu revisi produk dari uji ahli; (5) Tahap V, yaitu uji calon pengguna produk; dan (6) Tahap VI, yaitu revisi produk akhir. Data uji coba dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan data deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari tiga orang yaitu: (1) Ahli Bimbingan dan Konseling; (2) Ahli Media; dan (3) Calon pengguna produk atau konselor P2BK3A. Hasil uji ahli materi menunjukkan bahwa panduan pelatihan konselor sebaya sangat tepat, sangat berguna, sangat mudah, dan sangat menarik. Hasil uji ahli media menunjukkan bahwa panduan pelatihan konselor sebaya sangat tepat, sangat berguna, sangat mudah, dan sangat menarik. Menurut calon pengguna panduan pelatihan konselor sebaya sangat tepat, sangat berguna, sangat mudah, dan cukup menarik. Adapun saran penelitian, sebagai berikut: (1) Konselor P2BK3A hendaknya menggunakan panduan untuk melatih kemampuan dasar konselor sebaya memberikan bantuan penyelesaian masalah; (2) Peneliti selanjutnya perlu melakukan rancangan penelitian eksperimen untuk mengetahui keefektifan penggunaan panduan pelatihan konselor sebaya di Universitas Negeri Malang
Keefektifan Konseling Rational-Emotive Behavior Untuk Meningkatkan Resiliensi Akademik Siswa SMA
vAbstract Academic resilience is the ability of students to adapt and deal with difficulties, stresses and stress in the academic journey through. The phenomenon that occurs in SMA Brawijaya Smart School, there are 64% of students from two classes who have low and medium academic resilience. This study uses a pretest and posttest design. Determination of research subjects is done by using quota sampling technique. The subjects of this study were 8 students of class XI SMA Brawijaya Smart School. The data analysis technique used non-parametric statistical analysis techniques using the Wilcoxon Signed Rank Test. The purpose of this study is to examine the effectiveness of rational-emotive behavioral counseling to improve the academic resilience of high school students.Keywords: Rational-Emotive Behavioral Counseling, Academic Resilience, High School Students Abstrak Resiliensi akademik adalah kemampuan siswa untuk beradaptasi dan menghadapi kesulitan, tekanan dan stres dalam perjalanan akademik yang dilaluinya. Fenomena yang terjadi di SMA Brawijaya Smart School, terdapat 64% siswa dari dua kelas yang memiliki tingkat resiliensi akademik rendah dan sedang. Penelitian ini menggunakan desain pretest dan posttest. Penetuan subjek penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik quota sampling. Subjek penelitian ini sebanyak 8 siswa kelas XI SMA Brawijaya Smart School. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis statistic non-parametrik uji beda Wilcoxon Signed Rank Test. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji keefektifan konseling rational-emotive behavioral untuk meningkatkan resiliensi akademik siswa SMA.Kata kunci: Konseling Rational-Emotive Behavioral, Resiliensi Akademik, Siswa SM
Kebutuhan Informasi Karier Siswa Kelas VIII MTs Negeri 2 Tulungagung
Kebutuhan adalah keadaan dimana merasa kekurangan atau keinginan untuk mewujudkan sesuatu. Kebutuhan-kebutuhan ini memicu seseorang untuk mencari informasi sebagai bentuk pemenuhan rasa ingin tahu dari seseuatu tersebut. Kebutuhan informasi karier adalah keinginan untuk mendapatkan data dan fakta tentang informasi karier yang mencakup informasi pribadi, informasi kelanjutan studi, dan informasi jabatan. Kebutuhan informasi karier sangat membantu konselor dan peserta didik. Bagi konselor perlu mengidentifikasi kebutuhan informasi karier untuk memberikan layanan yang tepat pada peserta didik, sedangkan bagi peserta didik dapat menjadi wadah dalam memilih sesuai dengan kebutuhannya sehingga mendapatkan layanan yang sesuai dan akurat.Tujuan Peneleitian untuk mengetahui informasi karier yang dibutuhkan siswa kelas VIII MTs Negeri 2 Tulungagung. Rancangan penelitian menggunakan metode deskriptif presentase. Sampel penelitian 120 siswa kelas VIII MTs Negeri 2 Tulungagung yang di ambil menggunakan Cluster Radom Sampling. Pengujian instrumen menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptifHasil penelitian menunjukkan bahwa 112 siswa (93%) memiliki kecenderungan membutuhkan informasi pribadi, sebanya 82 siswa (82%) memilih membutuhkan informasi kelanutan studi dan 22 siswa (18%) membutuhkan informasi jabatan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa siswa kelas VIII MTs Negeri 2 Tulungagung membutuhkan informasi dalam aspek pribadi, siswa membutuhkan informasi aspek psikis, kepribadian dan nilai diri. Pada informasi kelanjutan studi cenderung mebutuhkan informasi persyaratan masuk sekolah, cara mempersiapkan persyaratan masuk sekolah lanjutan dan variasi jurusan yang ada di sekolah lanjut. Berdasarkan hasil penelitian diajukan beberapa saran yang perlu dipertimbangkan oleh konselor MTs Negeri 2 Tulungagung dan peneliti selanjutnya. Saran untuk konselor MTs Negeri 2 Tulungagung adalah dapat mengembangkan hasil dari penelitian ini sebagai dasar pemberian layanan yang tepat kepada setiap siswa untuk memenuhi kebutuhan informasi kariernya. Bagi peneliti lain yang tertarik melakukan penelitian lebih lanjut tentang kebutuhan informasi karier, maka disarankan untuk menyertakan variabel-variabel lain
Aspirasi Karier Remaja Pesisir (Studi Kasus di Pulau Gili Ketapang Probolinggo)
Jannah, Lailatul. 2019. Aspirasi Karier Remaja Pesisir (Studi Kasus di Pulau Gili Ketapang Probolinggo). Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Muslihati, S. Ag, M.Pd. (2) Irene Maya Simon S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Aspirasi Karier, Remaja Pesisir, Gili Ketapang Dunia pendidikan merupakan tombak dalam menghadapi berbagai tantangan di era globalisasi. Bersama dengan kemajuan teknologi informasi di era ini juga tak lepas dari munculnya banyak permasalahan di masyarakat salah satunya dalam bidang pekerjaan. Pendidikan merupakan pintu dalam mengantarkan generasi muda untuk mengetahui lebih jauh permasalahan-permasalahan termasuk permasalahan dalam dunia pekerjaan. Bekerja adalah salah satu keputusan karier setelah mereka lulus sekolah. Permasalahan pemilihan pekerjaan ini juga dialami oleh remaja pesisir di Gili Ketapang Probolinggo. Hal tersebut dikarenakan masih minimnya informasi terkait aspirasi karier remaja pesisir. Penelitian ini memiliki berfokus pada eksplorasi jenis aspirasi karier, makna aspirasi karier dan hambatan serta dukungan dalam mencapai aspirasi karier remaja pesisir Gili Ketapang. Fokus penelitian tersebut akan memberikan deskripsi mengenai aspirasi karier remaja pesisir yang secara metodologis menggunakan pendekatan studi kasus. Pendekatan studi kasus digunakan untuk memberikan gambaran suatu objek kajian dengan mendalami peristiwa, permasalahan atau suatu kasus. Peneliti akan lebih memahami secara komprehensif makna dan bagaimana aspirasi karier remaja pesisir beserta hambatannya selama ini. Hasil temuan dan pemaknaan data aspirasi karier remaja pesisir Gili Ketapang diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai rujukan dalam mengembangkan program layanan bimbingan dan konseling khususnya untuk sekolah di daerah pesisir. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik reduksi data, display data dan verifikasi data. Pengecekan keabsahan data penelitian menggunakan ketekunan pengamatan, triangulasi dan kecukupan bahan referensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspirasi karier remaja pesisir dipengaruhi erat dengan lingkungan baik keluarga, teman sebaya ataupun tempat tinggalnya. Pada komponen jenis aspirasi karier, remaja pesisir memilih jenis karier yang berbeda-beda mulai dari yang mengharuskan memiliki keahlian khusus hingga keterampilan khusus. Remaja pesisir telah mampu menyusun rencana secara rinci baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang untuk mempersiapkan kariernya. Pada komponen makna aspirasi karier, remaja pesisir memaknai karier sebagai ibadah, pengembangan potensi diri dan sarana untuk mendapatkan penghasilan. Hal ini sesuai dengan karakteristik masyarakat Gili Ketapang yang menjunjung tinggi nilai agama dibandingkan kepentingan duniawi. Pada komponen hambatan dan dukungan untuk mencapai aspirasi karier, untuk mencapai aspirasi kariernya remaja pesisir dipengaruhi oleh orang-orang terdekatnya yang memiliki dampak besar bagi pemilihan keputusan kariernya seperti orang tua dan teman sebaya dan saudara sebagai inspiratornya. Hambatan yang dihadapi remaja pesisir dalam mencapai aspirasi kariernya adanya tekanan dan juga kurangnya dukungan serta faktor alam yang sulit diprediksi bagi remaja yang telah bekerja, mengingat pekerjaan mereka yang langsung berhadapan dengan alam. Dukungan yang remaja pesisir harapkan ialah segi finansial, motivasi dan penghargaan diri. Ketiga komponen tersebut menunjukkan bahwa remaja pesisir memiliki aspirasi karier yang beragam, memiliki prinsip-prinsip tertentu dan erat dipengaruhi oleh lingkungannya. Penelitian aspirasi karier remaja pesisir di Pulau Gili Ketapang Probolinggo ini diharapkan memberikan informasi dan pengetahuan bagi guru bimbingan dan konseling untuk dapat mengembangkan program layanan bimbingan karier yang tepat bagi remaja pesisir. Selain program, juga sebagai rujukan untuk mengembangkan media pemberian layanan karier yang sesuai dengan karakteristik remaja pesisir. Saran kepada peneliti selanjutnya untuk dapat mendalami karakteristik remaja pesisir dilihat dari berbagai bidang seperti pribadi, sosial, belajar dan karier
Keefektifan Biblioedukasi untuk Meningkatkan Kesadaran akan Kontrol Diri Siswa SD
RINGKASANWijaya, M, I. 2019. Keefektifan Biblioedukasi untuk Meningkatkan Kesadaran akan Kontrol Diri Siswa SD. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dany M. Handarini, M.A., (II) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd. Kata Kunci : biblioedukasi; kesadaran; kontrol diriKesadaran akan kontrol diri merupakan salah satu hal yang sangat perlu ditanamkan dan dikembangkan dalam diri masing-masing individu, tanpa terkecuali siswa tingkat SD. Biblioedukasi merupakan suatu bahan bacaan yang sifatnya mendidik dengan salah satu tujuan sebagai pembelajaran untuk meningkatkan kesadaran akan kontrol diri. Penelitian eksperimen ini dilaksanakan atas dasar banyaknya kekerasan atau konflik dikalangan anak-anak, remaja, hingga dewasa terutama dalam lingkungan pendidikan.Tujuan dari penelitian eksperimen ini adalah untuk mengetahui apakah biblioedukasi dapat meningkatkan kesadaran akan kontrol diri siswa SD dengan tujuan dasar adalah menciptakan pribadi yang damai untuk mengurangi kekerasan atau konflik. Biblioedukasi merupakan istilah yang mengadopsi dari beberapa biblio yaitu biblioterapi, bibliokonseling, bibliopsikologi.Penelitian ini diawali dengan menentukan varibael penelitian yang kemudian membuat kisi-kisi sebagai dasar untuk merancang instrumen yang mengahsilkan inventori sebagai alat ukur yang valid untuk melakukan penelitian. pemiilihan Subjek yang dipilih adalah siswa kelas 5 SD sebanyak 21 siswa. Dalam penelitian ini desain yang adalah equivalent time series design yaitu ada beberapa tes dan beberapa perlakuan dalam dua periode. Pada awalnya diberikan pre-test untuk mengetahui kategori dari setiap siswa dan menghasilkan 5 siswa termasuk dalam kategori tinggi, 11 siswa termasuk dalam kategori sedang, dan 5 siswa termasuk dalam kategori rendah. Subjek yang mendapatkan skor dalam kategori sedang dan rendah adalah sebagai fokus dalam penelitian ini. Setelah penetapan subjek penelitian diberikanlah treatment sebanyak empat kali dimana ada dua periode treatment ini yaitu setelah pre-test dan setelah post-test 1, dan diakhiri dengan post-test 2.Hasil penelitian pengujian hipotesis melalui uji Wilcoxon Signed Ranks Test yang menggunakan aplikasi SPSS 25 menunjukan bahwa Nilai signifikansi dari uji Wilcoxon Signed Ranks Test yaitu 0,05, artinya pada post-test pertama 0,009 ≤ 0,05, sedangkan pada post-test kedua 0,006 ≤ 0,05. Dapat disimpulkan Ho ditolak dan H1 diterima. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka biblioedukasi efektif untuk meningkatkan kesadaran akan kontrol diri siswa SD. Maka dari itu, untuk melaksanakan biblioedukasi agar akurat dengan tujuan yaitu untuk meningkatkan kesadaran akan kontrol diri siswa SD, isi atau tema dari biblioedukasi mengandung unsur yang membahas tentang kesadaran akan kontrol diri.Terdapat beberapa saran yang membangun yaitu biblioedukasi dapat digunakan sebagai metode yang dalam proses pembelajaran, biblioedukasi sebagai metode layanan bimbingan dan konseling khususnya dalam bidang pribadi, sebagai rujukan penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan biblioedukasi maupun kesadaran akan kontrol diri. Selain itu, ada beberapa saran untuk penelitian selanjutnya yaitu untuk melakukan validitas treatment yaitu uji coba panduan eksperimen dan validitas eksternal yaitu kemungkinan variabel dari luar yang dapat mempengaruhi variabel penelitian dari . Saran tersebut supaya penelitian selanjutnya akan lebih baik lagi. SUMMARYWijaya, M, I. 2019. The effect of biblioeducation to improve the awareness of self-control of elementary school students. Thesis. Department of Guidance and Counseling. Faculty of Educational Sciences. State University of Malang. Supervisor: (I) Dr. Dany M. Handarini, M.A., (II) Dra. Ella Faridati Zen, M. Pd. Keywords : biblioeducation; awareness; self controlAwareness of self-control is one of the things that really needs to be instilled and developed in each individual, without the exception of elementary school students. Biblio education is a reading material that is educational in nature with one of the objectives as learning to increase awareness of self-control. This experimental research was carried out on the basis of the amount of violence or conflict among children, adolescents, and adults, especially in the educational environment.The purpose of this experimental study is to find out whether biblio education can increase the awareness of self-control of elementary students with the basic goal of creating a peaceful person to reduce violence or conflict. Biblio education is a term that adopts several biblios, namely bibliotherapy, bibliocunseling, bibliopsychology.This study begins by determining the varibals of the study which then makes the grid as a basis for designing instruments that produce inventory as a valid measuring instrument for conducting research. Selection The selected subjects were 21 elementary school students as many as 21 students. In this study the design is equivalent time series design, namely there are several tests and several treatments in two periods. Initially given a pre-test to find out the categories of each student and produce 5 students included in the high category, 11 students included in the medium category, and 5 students included in the low category. Subjects who scored in the medium and low categories were the focus of this study. After the determination of the research subject was given treatment four times where there were two periods of treatment, namely after the pre-test and after the post-test 1, and ended with post-test 2.The results of the research testing hypotheses through the Wilcoxon Signed Ranks Test using SPSS 25 application showed that the significance value of the Wilcoxon Signed Ranks Test was 0.05, meaning that in the first post-test 0.009 5 0.05, while the second post-test was 0.006 ≤ 0.05. It can be concluded that Ho is rejected and H1 is accepted. Based on the results of these studies, biblioedukasi is effective to increase awareness of self-control of elementary students. Therefore, to implement the bibliography education to be accurate with the aim of increasing awareness of elementary students' self-control, the content or theme of the biblio education contains elements that discuss awareness of self-control. There are several constructive suggestions, namely biblio education can be used as a method in the learning process, biblio education as a method of guidance and counseling services, especially in the personal field, as a reference for further research related to biblio education and awareness of self control. In addition, there are a number of suggestions for further research, namely to conduct treatment validity, namely experimental guide trials and external validity, namely the possibility of external variables that can influence the research variables from. The suggestion is that further research will be better.
Keefektifan Problem Solving Technique untuk Meningkatkan Kecerdasan Adversitas Siswa Kelas XI SMA Laboratorium UM
RINGKASANFirdhousy, A.Z. 2019. Keefektifan Problem Solving Technique untuk Meningkatkan Kecerdasan Adversitas Siswa Kelas XI SMA Laboratorium UM. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd., (II) Yuliati Hotifah, S.Psi, M.Pd. Kata Kunci : problem solving technique, kecerdasan adversitas, siswa kelas XI SMAHambatan dan tantangan menuju kesuksesan setiap individu erat kaitannya dengan kecerdasan adversitas. Kecerdasan adversitas merupakan kemampuan seseorang dalam berjuang menghadapi dan mengatasi masalah, hambatan atau kesulitan yang dimiliki serta dapat mengubahnya menjadi peluang keberhasilan dan kesuksesan. Fenomena yang ditemukan di sekolah saat ini, menunjukkan dari 101 siswa kelas XI SMA Laboratorium UM, terdapat 13,8% siswa yang memiliki kecerdasan adversitas rendah dan sedang. Permasalahan ini dianggap penting karena akibat dari kecerdasan adversitas yang rendah yaitu individu menjadi tidak berdaya (keyakinan bahwa apa yang dilakukan seseorang tidak ada manfaatnya). Tujuan penelitian ini adalah menguji keefektifan problem solving technique untuk meningkatkan kecerdasan adversitas siswa SMA Laboratorium UM.Penelitian ini menggunakan desain pretest and posttest. Penentuan subjek dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Subjek penelitian ini sebanyak 12 siswa kelas XI SMA Laboratorium UM. Siswa yang terpilih sebagai subjek penelitian memiliki tingkat kecerdasan adversitas rendah dan sedang. Instrumen data yang digunakan yaitu angket kecerdasan adversitas dan pedoman eksperimen. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis statistik non-parametrik uji beda Wilcoxon Signed Rank Test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa problem solving technique efektif untuk meningkatkan kecerdasan adversitas siswa di SMA Laboratorium UM. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan teknik analisis statistik non-parametrik uji beda Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan hasil yang signifikan sebesar 0,002 (0,002 < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa problem solving technique efektif untuk meningkatkan kecerdasan adversitas siswa kelas XI SMA Laboratorium UM.Berdasarkan hasil penelitian, maka disarankan untuk:(1) konselor SMA (Sekolah Menengah Atas) hendaknya melaksanakan layanan bimbingan kelompok menggunakan problem solving technique sesuai dengan pedoman eksperimen untuk meningkatkan kecerdasan adversitas siswa kelas XI,(2) Peneliti selanjutnya hendaknya menggunakan kelompok kontrol yaitu kelompok yang tidak diberikan treatment namun tetap mendapatkan pretest dan posttest, untuk mengetahui perbandingan skor kelompok kontrol dengan hasil skor kelompok eksperimen yang telah diberikan treatment. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui hasil yang lebih akurat. SUMMARYFirdhousy, A.Z. 2019. Keefektifan Problem Solving Technique untuk Meningkatkan Kecerdasan Adversitas Siswa Kelas XI SMA Laboratorium UM. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd, (II) Yuliati Hotifah, S.Psi, M.Pd Key Words : problem solving technique, adversity quotient, students of class XI SMAObstacles and challenges to success Everyone with strict challenges with adversity quotient. Adversity quotient is a person's ability to struggle to overcome and overcome problems, difficulties or difficulties faced and can overcome difficulties and success. The phenomenon found in schools today, shows that out of 101 students of class XI SMA Laboratorium UM, there are 13.8% of students who have low and moderate adversity intelligence. This problem is considered important because of the low adversity quotient that is the individual becomes helpless (the belief that what someone does is of no benefit). The purpose of this study was to discuss the effectiveness of problem solving technique to improve the adversity quotient of SMA Laboratorium UM students.This study uses a pre-test and post-test design. Determination of the subject is done by using a purposive sampling technique. The subject of this study were 12 students of class XI SMA Laboratorium UM. Students selected as research subjects have low and moderate adversity quotient levels. The data instrument used is inventory adversity quotient and experimental guidelines. Data analysis technique used different non-parametric statistical analysis technique Wilcoxon Signed Rank Test.The results showed that problem solving technique were effective in improving adversity quotient of students in SMA Laboratorium UM. Based on the results of data analysis using non-parametric statistical analysis technique different tests Wilcoxon Signed Rank Test showed significant results of 0.002 (0.00
Keefektifan Konseling Kelompok Teknik Manajemen Diri Untuk Mereduksi ProkrastinasiAkademik Siswa Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Tulungagung
ABSTRAKNurhuda, Agus. 2018. Keefektifan Konseling Kelompok Teknik Manajemen Diri Untuk Mereduksi ProkrastinasiAkademik Siswa Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Tulungagung. Skripsi, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Carolina Lydia Radjah M. Kes., (II) Dr. Triyono M. Pd Kata Kunci: Prokrastinasi Akademik, Teknik Manajemen Diri, Konseling KelompokProkrastinasi akademik adalah praktik penundaan siswa dalam memenuhi tanggung jawab sebagai peserta didik ditandai adanya kebiasaan menyimpang dari kegiatan akademik dan penyelesaian tugas akademik yang dapat mendatangkan konsekuensi negatif. Teknik manajemen diri merupakan teknik pengembangan potensi mengatur diri dengan melakukan kegiatan dimulai dari pemantauan diri melalui pengecekan dan pengevaluasian keadaan diri dalam situasi bermacam-macam sesudah itu menjalankan perubahan memakai upaya penentuan perilaku, pengaturan lingkungan, penyediaan hadiah sebagai konsekuensi kinerja dan perjanjian pada diri sendiri. Penerapan teknik manajemen diri dalam konseling kelompok,akan meningkatkanpemahaman dan pengembangan diri dalam melaksanakan tugas akademik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keefektifan konseling kelompok teknik manajemen diri untuk mereduksi prokrastinasi akademik Siswa Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 tulungagung. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam pendekatan penelitian ini, dengan desain penelitian menggunakan one group-pretest postest design.Pengambilan subjek penelitian memakai carapurpose sampling dengan kritreria meliputi: (1) Siswa Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Tulungagung. (2) Bersedia mengikuti pengukuran tingkat prokrastinasi akademik (3) Bersedia mengikuti treatment konseling kelompok teknik manajemen yang dilaksanakan sebanyak tiga pertemuan. Berdasarkan kriteria subjek penelitian yang telah dijabarkan terdapat lima siswa yang terpilih akan mengikuti konseling kelompok teknik manajemen diri yaitu A. K. P, A. W. R, M. A. A, O. S. P, dan Y. G. Metode pengumpulan data menggunakan skala psikologis prokrastinasi akademik. Pengolahan data penelitian ini menggunakan teknik statistik nonparametrik dengan analisis wilcoxon sign rank test. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan penurunan prokrastinasi akademik siswa paska mengikuti layanan konseling kelompok teknik manajemen diri. Analisis data willcoxon sign rank test didapati nilai -2.023 dengan p value (Asymp. Sig 2 tailed) sebesar 0,043, yang dapat diartikan konseling kelompok teknik menajemen diri dapat mereduksi prokrastinasi akademik siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Tulungagung. Berdasarkan penelitian, disarankan kepada konselor menerapkan teknik manajemen diri dalam konseling kelompok dengan menambahkan sesi pertemuan sehingga dapat lebih meningkatkan keefektifannya
Pengembangan Panduan Pelatihan Kesadaran Menyelesaikan Konflik Secara Konstruktif Menggunakan Media Wayang Golek untuk Siswa SMP
RINGKASAN Putra, Andrey Triwidya.2018. Pengembangan Panduan Pelatihan Kesadaran Menyelesaikan Konflik Secara Konstruktif Menggunakan Media Wayang Golek Untuk Siswa SMP. Tesis Program Studi Magister Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. M. Ramli, M.A. (II) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd Kata Kunci: Panduan Pelatihan, Kesadaran, Menyelesaikan Konflik Konstruktif, Media Wayang Golek. Penelitian pengembangan panduan pelatihan kesadaran menyelesaikan konflik secara konstruktif menggunakan media wayang golek untuk siswa SMP dilatar belakangi banyaknya kasus tindak kekerasan yang terjadi pada remaja. Banyaknya kasus kekerasan yang terjadi pada pelajar dikarenakan ketidak mampuan individu menyelesaikan konflik dengan cara yang damai. Mereka beranggapan bahwa konflik hanya dapat diselesaikan dengan cara kekerasan. Konflik yang terjadi khususnya pada siswa SMP dilatar belakangi faktor kompetisi, provokasi dan salah paham. Menyelesaikan konflik secara konstruktif adalah salah satu komponen dari pendidikan damai. untuk menciptakan pendidikan damai salah satunya dapat dilakukan di sekolah. Mengacu pada SKKPD pada aspek kematangan intelektual yang menyatakan bahwa siswa dituntut untuk mempelajari cara-cara pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Oleh karena itu konselor ikut bertanggung jawab dalam menyelesaikan konflik yang terjadi pada siswa SMP. Salah satu cara untuk mengatasi menyelesaikan konflik dengan kontruktif yaitu mengembangkan panduan pelatihan kesadaran menyelesaiaka konflik secara konstruktif menggunakan media wayang golek. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini yaitu membuat produk panduan menyelesaikan konflik secara konstruktif yang ceritanya nanti diperankan oleh wayang golek sebagai media yang praktis dan menarik bagi konselor dalam melaksanakan layanan dalam Bimbingan dan Konseling yang bersifat preventive. Dalam penggunaanya, pengembangan panduan pelatihan kesadaran menyelesaikan konflik secara konstruktif menggunakan media wayang golek yaitu membuat panduan yang praktis digunakan oleh konselor dalam penyampaian materi menyelesaikan konflik secara konstruktif dan membuat siswa tertarik mendengarkan materi yang disampaikan oleh konselor. Dengan adanya panduan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran menyelesaikan konflik secara konstruktif bagi siswa SMP. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model Borg and Gall (1983). Prosedur pengembangan yang dilakukan adalah sebagai berikut. 1) Studi Pendahuluan, 2) Perencanaan, 3) Pengembangan produk, 4) Validasi produk, 5) Revisi Produk, 6) Produk Akhir. Studi pendahuluan menggunakan studi literature dan studi lapangan. Validasi produk dalam penelitian dan pengembangan ini menggunakan 1 ahli wayang, 2 ahli Bimbingan dan konseling, 1 ahli media pembelajaran, dan 1 calon pengguna produk. Analisis data menggunakan analisis Descriptive dan Inter-ratter Agreement. Setelah mendapatkan penilaian dari para ahli dan calon pengguna maka produk direvisi sesuai dengan masukan berupa kritikan dan saran dari para ahli dan calon pengguna. Setelah merevisi maka produk pandun dinyatakan memenuhi unsur keberterimaan dan kelayak untuk digunakan Berdasarkan hasil analisis dari penilaian para ahli dan calon pengguna yang terdiri dari ahli wayang, ahli bimbingan dan konseling, ahli media pembelajaran dan calon pengguna mendapatkan penilaian yang menunjukkan bahwa produk panduan pelatihan kesadaran menyelesaikan konflik secara konstruktif dapat diterima dengan ditunjukkan produk panduan pelatihan sudah memenuhi aspek segi kegunaan, kelayakan, ketepatan, kepatutan dan kemenarikan. Melihat penelitian dan pengembangan produk ini hanya sampai uji ahli. Saran untuk konselor selaku pengguna yaitu panduan pelatihan kesadaran menyelesaikan konflik secara konstruktif menggunakan media wayang golek belum di uji keefektifan, jika saat penggunaan tidak sesuai keadaan dilapangan dapat diperbaiki sesuai kondisi di lapangan dan pada peneliti selanjutnya yaitu melakukan uji efektifitas guna mengetahui efektif panduan pelatihan kesadaran menyelesaikan konflik secara konstruktif menggunakan media wayang golek untuk siswa SMP
Kebermaknaan Hidup Remaja yang Mengalami Broken Home(Studi Kasus Siswa di SMA Kota Malang)
ABSTRAKRahmawati, Ninda Hidayatul. 2019. Kebermaknaan Hidup Remaja yang Mengalami Broken Home (Studi Kasus Siswa di SMA Kota Malang). Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling , Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. Carolina Ligya Radjah, M. Kes,(II) Dr. Henny Indreswari, M. Pd. Kata Kunci: kebermaknaan hidup, broken home, SMA Kota MalangMakna hidup merupakan nilai khusus yang dimiliki seseorang yang dirasa penting, benar, dan berharga sebagai tujuan hidup. Ketika seseorang menemukan kebermaknaan dalam hidupnya maka dia akan memiliki gairah dan semangat untuk mencapai tujuan dalam hidup, begitupun sebaliknya ketika seseorang tidak memiliki makna dalam hidupnya maka dia akan terpuruk dan kecewa dengan kehidupan yang dia jalani. Makna hidup dapat ditemukan dalam setiap keadaan, tidak saja dalam keadaan yang menyenangkan, tetapi makna hidup juga dapat dijumpai di kondisi yang menyakitkan. Fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan kebermaknaan hidup, serta proses penghayatan makna hidup yang dilakukan oleh remaja broken home, sehingga dapat menemukan tujuan dan kebahagiaan dalam hidupnya. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Kota Malang, Jawa Timur. Subjek penelitian ini adalah remaja yang mengalami broken home dan bersekolah di SMA tersebut yang berjumlah delapan orang subjek. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang uraian dan penjelasan komprhensif mengenai berbagai aspek seorang individu, suatu kelompok, suatu organisasi suatu program, atau suatu situasu sosial. Untuk mengetahui pengalaman dari subjek dan guna memperoleh data yang mendalam, digunakan pengumpulan data melalui observasi, studi dokumentasi, wawancara dengan subjek utama, teman dekat, guru BK, wali kelas, dan keluarga. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan yaitu reduksi fenomenal, reduksi editik, dan reduksi transedental. Hasil dari penelitian ini merujuk pada dua kecenderungan yang berbeda. Enam subjek mampu menunjukkan kebermaknaan dalam hidupnya yang tercermin ke dalam tiga nilai yaitu nilai kreatif yang ditunjukkan remaja broken home melalui karya dan prestasi yang dihasilkan di balik himpitan masalah yang mereka alami, nilai penghayatan digambarkan melalui ketaatan nilai-nilai kehidupan yang berupa nasihat yang disampaikan oleh orangtua, serta melaksanakan kewajiban beribadah kepada Tuhannya. Nilai yang ketiga adalah nilai sikap yang tercermin dari rasa tabah dan pasrah kepada Tuhan dengan berfikir bahwa yang diterima adalah ujian bagi mereka, berani menghadapi masalah yang datang serta mencari hikmah yang terjadi dari kejadian tersebut, selalu bersyukur atas apa yang telah diberikan. Sedangkan dua subjek yang lain menunjukkan penghayatan yang sebaliknya, mereka belum mampu menemukan kebermaknaan dalam hidupnya dan memaknai nilai-nilai kehidupan. Hal tersebut tercermin dari perilaku mereka yang sering melanggar peraturan, mengabaikan kewajiban untuk beribadah, maupun menunaikan tugas dari sekolah, ketika menghadapi masalah pun mereka tidak segera menyelesaikan dan menggunakan berbagai cara, termasuk menggunakan kekerasan. Proses pemaknaan hidup tidak dilakukan dengan cara yang instan, akan tetapi ada beberapa tahap yang harus di lalui. Tahapan tersebut diawali dengan tahap derita, penerimaan diri, mengenali baik dan buruknya kondisi hidup, menemukan makna dalam hidupnya, dan terakhir tahap merealisasikan makna. Selain proses penghayatan, terdapat problematika yang dilalui dalam pencarian kebermaknaan hidup. Sebagaimana yang dialami oleh dua subjek yang belum bisa meyakini akan adanya makna hidup, problematika yang dialami menuntun mereka untuk membentuk pribadi yang kurang bertanggungjawab. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, terdapat beberapa saran terkait penelitian ini. Konselor disarankan dapat memberikan bimbingan kepada remaja yang mengalami broken home dalam mengembangkan makna hidupnya agar mereka mampu merancang tujuan hidup, sehingga mereka mampu menentukan apa yang dilakukannya dengan lebih terarah. Bagi Mahasiswa jurusan Bimbingan dan Konseling, hasil dari penelitian ini dapat memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai kondisi peserta didik di lapangan, sehingga mahasiswa dapat mempersiapkan mental dan skill untuk terjun di dunia kerja. Peneliti selanjutnya disarankan untuk mengembangkan indikator lain terkait dengan kebermaknaan hidup remaja broken home. ABSTRACTRahmawati, Ninda Hidayatul. 2019. The Meaning of Life of Teenagers from Broken Home Families (a Case Study in Senior High School in Malang). Thesis, Department of Guidance and Counseling, faculty of Education, State University of Malang, Supervisor: (I) Dr. Carolina Ligya Radjah, M. Kes,(II) Dr. Henny Indreswari, M. Pd. Keywords: the meaning of life, broken home, Senior High School in Malang The meaning of life is a special value that a person who has felt is important, true, and valuable as a life purpose. When a person finds it meaninglessness in his life then he will have the passion and the spirit to accomplish his goal in life, and vice versa when one has no meaning in his life then he will be upset and disappointed with life He lived. The meaning of life can be found in every circumstance, not only in a pleasant state, but the meaning of life can also be found in painful conditions. The focus of this research is to describe the abundance of life, as well as the process of life-meaning passion done by the young broken home, so as to find purpose and happiness in life. This research was conducted at Senior High School in Malang, East Java. The subject of this study was teenagers who suffered from broken home and attended the high school that numbered eight subjects. Researchers use qualitative approaches with phenomenological methods involving the experience of the subject. To find out the experience of the subject and to obtain in-depth data, use of data collection through observation, documentation study, interviews with main subjects, close friends, BK teachers, class guardians, and family. Data analysis is done through three phases: phenomenal reduction, editic reduction, and transedental reduction. The results of this study refer to two different tendencies. Six subjects were able to demonstrate a meaningfulness in his life that was reflected in three values which are the creative value demonstrated by teens broken home through works and achievements produced behind the problems they experienced, the value of is portrayed through the adherence of life's values of counsel delivered by the parents, and performing a duty of worship to his lord. The third value is the value of attitude reflected from steadfast and resignation to God by thinking that the accepted is a test for them, dare to face problems that come and seek the wisdom that occurs from the incident, always Grateful for what has been given. While the other two subjects show their opposite passion, they have not been able to find any meaninglessness in his life and to interpret the values of life. This is reflected in the behavior of those who often violate regulations, ignore obligations to worship, or perform tasks from the school, when faced with problems they do not immediately resolve and use various ways, including using violence. The process of life usage is not done in an instant way, but there are some steps to go through. The stage begins with the suffering stage, self-acceptance, recognizing the good and bad conditions of life, discovering meaning in his life, and the last stage of realizing the meaning. In addition to the process of passion, there are problems that are passed in the search for the meaningfulness of life. As experienced by two subjects that have not been able to believe in the meaning of life, the problematics lead them to form a less responsible person.Based on the results of the research obtained, there are some suggestions regarding this study. Counselors are advised to provide guidance to teenagers who experience broken home in developing their life meaning that they are able to design a life purpose, so that they are able to determine what it does in a more purposed way. For students of tutoring and counseling, the results of this research can give students an idea of the condition of students in the field, so that students can prepare the mental and skills to plunge in the workforce. Researchers are further advised to develop other indicators related to the meaningfulness of teenage living broken home