SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    1354 research outputs found

    Keefektifan Spiritual Emotional Freedom Tehnique (SEFT) Untuk Menurunkan Stres Belajar Siswa SMPN 9 Kota Malang.

    No full text
    ABSTRAK   Nafi'a, Sofia Ilma. 2016. Keefektifan Spiritual Emotional Freedom Tehnique (SEFT) Untuk Menurunkan Stres Belajar Siswa SMPN 9 Kota Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Hariadi Kusumo, M.Pd., (2). Yuliati Hotifah, S.Psi., M.Pd.   Kata Kunci: keefektifan, SEFT, stres belajar, siswa   Stres belajar dapat terjadi pada siswa dalam proses belajar, yang disebabkan oleh adanya kesenjangan antara keinginan peserta didik dengan lingkungan belajarnya. Stres belajar perlu diorganisasikan dengan baik, jika tidak akan berpotensi melahirkan perilaku maladaptif, seperti kenakalan pelajar, gagal belajar, cemas, depresi, tidak percaya diri, pemalu, agresif, harga diri rendah, tertutup, dan gejala psikosomatis lainnya. Penanganan stres belajar memerlukan upaya holistik secara fisik, psikis, sosial, dan spiritual, melalui manajemen Problem Focus Strategies dan Emotional Focus Strategies. Training motivasi dan terapi SEFT (Spiritual Emotional Freedom Tehnique) merupakan salah satu cara yang dipakai dalam Emotional Focus Strategies. SEFT adalah teknik penyembuhan yang memadukan fungsi energi psikologi (energy medicine) dan do’a (spiritualitas) dalam memperbaiki kondisi pikiran, emosi, perilaku individu, dan efektif mengatasi sejumlah masalah belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan Spiritual Emotional Freedom Tehnique (SEFT) untuk menurunkan stres belajar siswa SMPN 9 Kota Malang.  Desain penelitian yang digunakan adalah Quasy-Experimental dengan rancangan penelitian One Group Pretest-Postest Design. Subjek penelitian adalah 5 siswa kelas VII SMPN 9 Kota Malang dengan kategori stres belajar sedang dan berat, pengumpulan data menggunakan skala stres belajar serta analisis data secara deskriptif dan/atau uji beda non parametrik Wilcoxon. Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) terdapat penurunan mean antara sebelum dan sesudah diberikan terapi SEFT; dan (2) SEFT efektif menurunkan tingkat stres belajar siswa SMPN 9 Kota Malang, dimana diterimanya H1 dan tertolaknya H0 dengan rata-rata taraf siginifikans

    PENGEMBANGAN PAKET BIMBINGAN KESIAPAN DIRI UNTUK MENIKAH DAN BERKELUARGA SISWA SMA

    No full text
    ABSTRAK   Gitanggara, Inna Solecha. 2016. Pengembangan Paket bimbingan Kesiapan Diri untuk Menikah dan Berkeluarga Siswa SMA. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling, FIP Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Drs. Djoko Budi Santoso, M.Pd, (II) Irene Maya Simon S.Pd, M.Pd.   Kata Kunci: Pengembangan paket bimbingan, kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga, siswa SMA.   Kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga merupakan salah satu tugas perkembangan yang harus dicapai oleh siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Sesuai dengan standar kompetensi kemandirian peserta didik untuk siswa SMA nomor 11 yaitu kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga pada tataran satu yaitu pengenalan. Maka informasi tentang kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga wajib disampaikan kepada siswa SMA. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menyusun dan mengembangkan paket bimbingan kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang diterima secara teoritis dan praktis. Metode penelitian dan pengembangan ini mengadaptasi 6 langkah dari 10 langkah prosedur yang dilakukan oleh Borg & Gall (1983) dan disesuaikan dengan penelitian yang sedang dilakukan. Berikut penjelasan prosedur yang digunakan, 1) Penelitian dan pengumpulan data, 2) Perencanaan, 3) Pengembangan produk awal, 4) Uji ahli, 5) Revisi produk utama, 6) Uji coba lapangan utama. Hasil penelitian dan pengembangan berdasarkan uji ahli bimbingan dan konseling terhadap paket bimbingan dan panduan pelaksanaan paket bimbingan menunjukkan bahwa paket bimbingan sangat berguna, mudah tepat dan menarik. Uji ahli materi terhadap paket bimbingan menunjukkan bahwa paket bimbingan sangat berguna, tepat, mudah dan sangat menarik. Uji media terhadap paket bimbingan menunjukkan bahwa paket bimbingan sangat baik dalam aspek ketepatan dan kemenarikan, panduan pelaksanaan paket bimbingan dan DVD media pelaksanaan paket bimbingan sangat baik dalam aspek ketepatan dan kemenarikan. Uji pengguna produk menyatakan paket bimbingan berguna, tepat , mudah dan menarik, dan panduan pelaksanaan paket bimbingan berguna, tepat, sangat mudah, dan sangat menarik. Hasil penilaian uji kelompok kecil menunjukkan bahwa paket bimbingan sangat berguna, sangat tepat, sangat mudah dan sangat menarik. Berdasarkan penilaian yang diberikan dari ahli, calon pengguan produk dan kelompok kecil maka diketahuai bahwa paket bimbingan kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga dapat diterima secara teoritis maupun praktis. Saran bagi konselor, hendaknya konselor benar-benar mempelajari dan memahami paket bimbingan serta panduan pelaksanaan paket bimbingan sebelum melakukan layanan informasi kepada siswa. Peneliti selanjutnya hendaknya melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui keefektifan Paket bimbingan Kesiapan Diri untuk Menikah dan Berkeluarga bagi Siswa SMA sebagai media layanan informasi

    Keefektifan Spiritual Emotional Freedom Tehnique (SEFT) Untuk Menurunkan Stres Belajar Siswa SMPN 9 Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK KEEFEKTIFAN SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TEHNIQUE (SEFT) UNTUK MENURUNKAN STRES BELAJAR SISWA SMPN 9 KOTA MALANGEFFECTIVENESS OF SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TEHNIQUE (SEFT) TO DECREASE LEARNING STRESS OF STUDENT SMPN 9 MALANG CITYNafi'a, Sofia Ilma. 2016. Keefektifan Spiritual Emotional Freedom Tehnique (SEFT) Untuk Menurunkan Stres Belajar Siswa SMPN 9 Kota Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Hariadi Kusumo, M.Pd., (2). Yuliati Hotifah, S.Psi., M.Pd. ABSTRACTLearning stress student can occur on students in learning process, which are caused gap between desire student and learning environment. Learning stress student need organized well, if not will potentially birth to maladaptive behavior, such as delinquency students, failed to learn, anxiety, depression, not confident, shy, aggressive, low self-esteem, closed, and more psychosomatic symptoms.Handling learning stress require a holistic effort physical, psychological, social, and spiritual, through management Problem Focused Strategies and Emotional Focused Strategies. Training motivation and SEFT therapy (Spiritual Emotional Freedom Tehnique) is one way used in Emotional Focused Strategies. SEFT is healing techniques which combines psychology energy function (energy medicine) and prayer (spirituality) to improving condition of mind, emotional, individual behavior, and effective resolve some of problem student learning.The purpose of this study is to know effectiveness Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) in decreasing learning stress levels on students SMPN 9 Malang city. Design study is Quasi-Experimental with study design One Group Pretest-Posttest Design. Research subject is 5 students of class VII SMPN 9 Malang with learning stress category moderate and severe, data collection using learning stress scale and data analysis descriptive or Non-Parametric Wilcoxon test different.The study found that: (1) there is a decrease mean between before and after SEFT therapy; and (2) SEFT effective lower level learning stress student SMPN 9 Malang city, where acceptance H1 and rejected H0 with average a significance level o

    Pengembangan Panduan Sosiodrama untuk Meningkatkan Kesadaran Toleransi Siswa Sekolah Menengah Pertama

    No full text
    ABSTRAK   Dinyati, Fitratus Rahmi. 2016. Pengembangan Panduan Sosiodrama untuk Meningkatkan Kesadaran Toleransi Siswa Sekolah Menengah Pertama. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd. (II) Dr. Carolina Ligya Radjah, M.Kes.   Kata Kunci: sosiodrama, kesadaran toleransi, siswa SMP.   Kesadaran toleransi merupakan salah satu permasalahan yang terjadi pada tahap perkembangan sosial siswa. Penyesuaian sosial dengan lingkungan baru sangat sulit bagi siswa sehingga menimbulkan perselisihan dan perkelahian. Untuk mencapai tugas perkembangan sosial yang optimal diperlukan layanan bimbingan kelompok dengan media berupa buku panduan sosiodrama yang inovatif, kreatif, menarik, dan mudah dilaksanakan. Tujuan penelitian dan pengembangan adalah menghasilkan media buku panduan sosiodrama untuk meningkatkan kesadaran toleransi siswa Sekolah Menengah Pertama yang dapat digunakan konselor dalam memberikan layanan bimbingan bidang pribadi-sosial yang berterima secara teoritis dan praktis. Penelitian dan pengembangan ini mengadaptasi model pengembangan Borg & Gall 1983. Adapun prosedur pengembangan adalah: 1) tahap I perencanaan dan penelitian, menentukan potensi dan masalah, need assessment, 2) tahap II pengembangan produk, 3) tahap III uji ahli; revisi produk berdasarkan hasil uji ahli; uji calon pengguna produk; revisi produk berdasakan hasil uji calon pengguna produk; uji produk terbatas (uji kelompok kecil); revisi produk berdasarkan hasil uji kelompok kecil, 4) tahap IV  produk akhir Panduan Sosiodrama untuk Meningkatkan Kesadaran Toleransi Siswa Sekolah Menengah Pertama. Panduan sosiodrama berisi 5 bab, yaitu bab I pendahuluan, bab II panduan pelaksanaan, bab III skenario sosiodrama, bab IV evaluasi, dan bab V penutup. Buku panduan juga dilengkapi dengan kata-kata bijak, dan gambar-gambar yang berhubungan dengan materi untuk menambah kemenarikan. Analisis data penilaian ahli, calon pengguna produk dan uji kelompok kecil menggunakan rancangan eksperimen one group pretest-posttest design, yang selanjutnya dianalisis dengan uji beda wilxocon diperoleh nilai Asymp.sig. (2-tailed) sebesar 0,008, serta revisi sesuai kritik dan saran telah dilaksanakan. Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa produk sangat berguna, sangat tepat, sangat mudah, sangat menarik, sangat jelas dan sangat layak digunakan sebagai panduan untuk meningkatkan kesadaran toleransi siswa. Berdasarkan hasil penelitian disarankan: (1) konselor benar-benar memahami dan mempelajari panduan, konselor memberikan penjelasan atau materi pengait tentang konsep kesadaran toleransi, menggunakan waktu dengan tepat dan mengkondisikan siswa dengan tertib agar pelaksanaan permainan sosiodrama dapat dilakukan secara efektif untuk membantu siswa meningkatkan kesadaran toleransi, (2) produk hasil penelitian dan pengembangan ini dapat dilanjutkan dengan penelitian eksperimen untuk mengetahui keefektifan panduan sosiodrama untuk meningkatkan kesadaran toleransi siswa

    KEEFEKTIFAN OPERANT CONDITIONING UNTUK MENGURANGI PERILAKU OFF TASK SISWA SMP

    No full text
    ABSTRACT Dewanti, Tania Clara. 2016. Hubungan antara Keterampilan Sosial dan Penggunaan Gadget Smartphone dengan Prestasi Belajar Siswa SMA Negeri 9 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Widada. M.Si, (II) Dr. Triyono. M.Pd.Kata Kunci: keterampilan sosial, gadget smartphone, prestasi belajar Perkembangan teknologi pada zaman sekarang mengalami kemajuan yang sangat pesat, ditandai dengan kemajuan pada bidang informasi dan teknologi. Salah satu wujud perkembangan teknologi yang mengalami kemajuan sangat pesat merupakan gadget smartphone. Gadget smartphone memiliki dampak negatif dan dampak positif bagi keterampilan sosial dan prestasi belajar siswa.Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara keterampilan sosial dan penggunaan gadget smartphone dengan prestasi belajar siswa SMA Negeri 9 Malang.Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Jumlah populasi penelitian ini 316 siswa dengan jumlah sampel 84 siswa. Instrumen penelitian menggunakan metode angket dengan skala likert dan dokumentasi berupa raport. Uji persyaratan analisis menggunakan uji normalitas dan uji linieritas. Metode analisis yang digunakan adalah analisis korelasi ganda.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terdapat hubungan antara keterampilan sosial dengan prestasi belajar diperoleh r hitung = 0,442 > r tabel 5% = 0,312 dan p = 0,000 r tabel 5% = 0,312 dan p = 0,000 r tabel 5% and p = 0,000 r tabel 5% = 0,312 and p = 0,000 < 0,05. (3) There is a positive correlation between social skills and use of smart phone with learning achievement. Based on the multiple correlation results obtained by the R value of 0.769. This means that the variable learning achievement can be explain by social skills and use of smart phone gadgets as much as 53.9% while the rest (46.1%) is explain by other causes. The results obtained demonstrated the significant value of 0.000 ≤ 0.05, which means that H1 is accepted. Based on research, there are some suggestions to consider: (1) For the counselor, as material contributions and information to develop programs of Guidance and Counseling in particular in the field of social counseling services that is about the counseling services of social skills and use of gadgets smart phones to high school students in order to be utilized optimally. (2)  A hope for the next researcher to use this research as a reference or to examine additional data related to social skills and use of smart phone gadget with academic achievement

    PENGEMBANGAN PANDUAN PELATIHAN KETERAMPILAN ASERTIF UNTUK MENCEGAH PERILAKU BULLYING SISWA SMP

    No full text
    ABSTRAK   Sari, Diah Kartika. 2016. Pengembangan Panduan Pelatihan Keterampilan Asertif Untuk Mencegah Perilaku Bullying Siswa SMP. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dany Moenindyah Handarini, M.A , (II) Dr. Muslihati, S.Ag, M.Pd   Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa panduan pelatihan keterampilan asetif untuk mencegah perilaku bullying siswa SMP yang keberterimaannya telah diuji berdasarkan aspek ketepatan, aspek kelayakan, aspek kepatutan dan aspek kegunaan sebagai alat atau sarana yang dapat digunakan oleh konselor untuk mencegah perilaku bullying pada siswa SMP di sekolah. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang mengadaptasi langkah-langkah pengembangan berdasarkan startegi pengembangan Research and Development dari Borg and Gall (1983) yang terdiri dari tahap perencanaan, tahap pengembangan produk dan tahap uji coba. Data dikumpulkan melalui format uji ahli dan uji calon pengguna berupa skala penilaian. Data yang diperoleh ialah data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan metode analisis Inter Rater Agreement dan data kualitatif dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Analisis terhadap hasil uji ahli dan uji calon pengguna menunjukkan bahwa panduan tersebut memenuhi kriteria dan layak diadaptasi sebagai panduan pelatihan keterampilan asertif untuk mencegah perilaku bullying siswa SMP sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Secara umum dapat disimpulkan bahwa hasil uji ahli dan uji calon pengguna terhadap pengembangan buku panduan pelatihan keterampilan asertif untuk mencegah perilaku bullying untuk konselor dan buku panduan keterampilan asertif untuk mencegah perilaku bullying untuk siswa ini memiliki keberterimaan berguna, keberterimaan layak, keberterimaan tepat, dan keberterimaan patut. Berdasarkan penilaian tersebut maka produk pengembangan ini dapat dijadikan sebagai panduan bagi konselor untuk membantu siswa SMP dalam mengembangkan aspek pribadi dan sosialnya khususnya dalam mengembangkan keterampilan asertif

    Pengembangan Paket Bimbingan Persiapan Memasuki Dunia Kerja bagi Siswa SMKN 2 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Riyadilah, Lulut. 2016. Pengembangan Paket Bimbingan Persiapan Memasuki Dunia Kerja (PMDK) Bagi Siswa SMK Negeri 2 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1) Dr. M. Ramli, M.A, (II) Drs. Djoko Budi Santoso, M.Pd.   Kata Kunci: bimbingan karier, informasi karier, bimbingan pekerjaan, persiapan memasuki dunia kerja.   Siswa SMK adalah siswa yang dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang disesuaikan dengan jurusan yang dan dipersiapkan untuk langsung memasuki dunia kerja. Siswa SMKN 2 Malang sebagian besar belum siap memasuki dunia kerja yang ditunjukkan dengan belum matangnya siswa dalam perencanaan kariernya. Oleh karena itu siswa SMKN 2 Malang membutuhkan bimbingan mengenai persiapan memasuki dunia kerja. Konselor di SMKN 2 Malang belum memiliki buku paket yang menunjang kegiatan kegiatan bimbingan persiapan memasuki dunia kerja. Berdasarkan fakta tersebut, tujuan peneliti adalah mengembangkan Paket Bimbingan Persiapan Memasuki Dunia Kerja yang berterima secara teoritis dan praktis. Paket ini bertujuan membantu siswa mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.dengan jalan mengarahkan siswa mengenali diri, mengenali dunia kerja, mengambil keputusan pekerjaan dan mengetahui cara memperoleh pekerjaan tersebut hingga mengembangkan pekerjaannya. Dengan pengambilan keputusan karier yang tepat diharapkan siswa dapat berhasil dalam pekerjaannya nanti. Penelitian pengembangan disusun berdasarkan model penelitian Borg & Gall, yang dalam penerapannya diadaptasi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan. Langkah penelitian yang dilakukan ada tiga tahap yaitu: (1) Tahap persiapan, mencakup analisis kebutuhan, menentukan tujuan, dan menyiapkan kebutuhan materi pengembangan (2) tahap pelaksanaan, mencakup rancangan buku materi dan rancangan buku panduan penggunaan, (3) tahap uji coba, terdiri dari uji ahli, uji coba lapangan. Jenis data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan data deskriptif yang kemudian dianalisis menggunakan rumus rata-rata. Saran yang dapat peneliti sampaikan adalah (1) Bagi konselor sebaiknya paket bimbingan digunakan untuk membantu siswa mempersiapkan diri memasuki dunia kerja dengan menggunakan kegiatan penelitian tindakan bimbingan, (2) bagi peneliti selanjutnya, pengembangan paket bimbingan ini hanya sampai pada tahap validasi, sehingga dapat dilakukan uji coba kegunaannya di lapangan untuk mengetahui efektifitas produk yang telah dikembangkan

    Learners’ Speaking Anxiety (Studi Kasus Pembelajar Bahasa Jerman di Universitas Negeri Malang)

    No full text
    ABSTRACT Rofi’ah. 2016. Learners’ Speaking Anxiety (Studi Kasus Pembelajar Bahasa Jerman di Universitas Negeri Malang). Tesis, Program Studi Magister Keguruan Bahasa, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Primardiana Hermilia Wijayati, M.Pd. (II) Dr. Furaidah, M.A.Kata Kunci: Speaking Anxiety, kecemasan berbicara, Sozialform, Bahasa Jerman sebagai Bahasa Asing Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk memahami permasalahan speaking anxiety yang terjadi pada mahasiswa angkatan 2013 Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Lebih spesifik, fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi pola interaksi (Sozialformen) yang menjadi pemicu speaking anxiety pembelajar dan faktor penyebabnya. Data dalam penelitian ini diperoleh dari observasi, kuesioner, dan wawancara. Kuesioner digunakan untuk mengetahui tingkat speaking anxiety, sementara observasi dan wawancara digunakan untuk mendapatkan data kondisi Sozialformen pemicu speaking anxiety serta faktor penyebabnya.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa speaking anxiety pembelajar muncul dalam Sozialformen pleno (Frontalunterricht), kerja berpasangan (Partnerarbeit), dan kerja kelompok (Gruppenarbeit). Dalam Frontalunterricht, speaking anxiety pembelajar muncul ketika topik pembicaraan tidak familiar dengan kehidupan sehari-hari pembelajar, ketika pembelajar ditunjuk untuk menjawab secara mendadak, ketika semua pembelajar diam (tidak ada yang mau atau berani berbicara), ketika dosen memasang ekspresi datar, dan ketika diajar oleh penutur asli bahasa Jerman. Dalam Partnerarbeit dan Gruppenarbeit, gejala speaking anxiety muncul ketika kemampuan bahasa Jerman mitra tutur tidak seimbang, ketika tidak cocok dengan partner berbicara, dan ketika tidak ada kerangka berbicara (Leitpunkte). Selain itu, speaking anxiety pembelajar dalam Gruppenarbeit juga muncul ketika frekuensi berbicara antar pembelajar tidak seimbang. Speaking anxiety pembelajar di kelas disebabkan oleh aspek personal, lingkungan keluarga yang berkaitan dengan budaya dan kebiasaan di rumah, dan lingkungan kelas. Dalam aspek personal, speaking anxiety pembelajar disebabkan oleh perasaan takut salah, tidak percaya diri, takut diremehkan, takut berbicara di depan publik, persepsi mengenai bahasa Jerman yang berbeda, dan takut terhadap orang asing. Dalam aspek lingkungan keluarga yang berkaitan dengan budaya dan kebiasaan di rumah, speaking anxiety pembelajar muncul karena orang tua yang diktator, kurangnya budaya bebas berpendapat, sikap wedi (takut), manut (menuruti kemauan), sungkan, isin (malu) dan menghindari konflik, Sementara itu, penyebab speaking anxiety dalam lingkungan kelas adalah takut ditertawakan, takut mendapat nilai buruk, takut dikoreksi, keterampilan berbicara jarang dipraktikkan, dan tidak menyukai dosen serta metode mengajarnya

    STUDI KASUS KONSEP DIRI AKADEMIK SISWA SEKOLAH DASAR

    No full text
    ABSTRACT Budiarsih, Anita Putri. 2016. Studi Kasus Konsep Diri Akademik Siswa Sekolah Dasar. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Ella Faridati Zen, M.Pd., (II) Dr. Carolina Ligya Radjah, M.Kes.Kata Kunci      : Konsep Diri Akademik, Siswa Sekolah DasarSekolah dasar umumnya ditempuh siswa selama enam tahun, namun sering ada beberapa siswa yang menyelesaikan pendidikan di sekolah dasar selama lebih dari enam tahun. Siswa dalam penelitian ini misalnya, pernah tidak naik kelas karena sering membolos. Hal ini akhirnya membuat siswa tertinggal pelajaran dan sulit mengejar ketertinggalannya. Sehingga siswa sering mendapat nilai di bawah rat-rata nilai teman sekelasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep diri akademik siswa sekolah dasar.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis ancangan deskriptif/interpretif dan tipe penelitian Studi Kasus. Informan utama dalam penelitian ini adalah salah seorang siswa sekolah dasar dan informan pendukung adalah wali kelas, kakek-nenek dan ibu kandung siswa, serta salah seorang teman siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan meningkatkan ketekunan dan triangulasi data. Penelitian studi kasus ini meliputi tahap: 1) Penetapan pertanyaan riset, 2) Penentuan kasus dan teknik pengumpulan data dan teknik analisis, 3) Persiapan untuk mengumpulkan data, 4) Pengumpulan data dalam kancah, 5) Evaluasi dan analisis data, serta 6) Penyiapan laporan.Hasil penelitian ini adalah siswa memiliki konsep diri akademik yaitu aku tidak pintar matematika. Munculnya konsep diri akademik tersebut dikarenakan siswa sering mendapatkan nilai di bawah rata-rata nilai teman sekelasnya. Siswa merasa bahwa dirinya tidak sepintar teman-temannya. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan: 1) Bagi guru agar dapat bekerjasama dengan orangtua atau wali siswa agar pembentukan konsep diri siswa dapat sejalan dan berkesinambungan dengan lingkungan keluarga. 2) Bagi konselor kunjung agar mulai memberikan perhatian lebih dalam hal pembentukan konsep diri pada siswa di tingkat sekolah dasar. 3) Bagi peneliti selanjutnya perlu melakukan penelitian yang mencakup deskripsi konsep diri siswa tingkat sekolah dasar secara lebih luas dan mendalam, sebab perkembangan siswa terjadi sangat cepat, sehingga dimungkinkan muncul berbagai konsep diri di luar prediksi guru serta orang tua

    pengembangan panduan sosiodrama berdasarkan sifat tokoh pewayangan pandawa untuk meningkatkan nilai karakter positif siswa SMP

    No full text
    ABSTRACT Sari, Denik Hardika. 2016. Pengembangan Panduan Sosiodrama Berdasarkan Sifat Tokoh Pewayangan Pandawa untuk Meningkatkan Nilai Karakter Positif Siswa SMP. Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.H. Widada,M.Si (II) Yuliati Hotifah, S.Psi,M.Pd.Kata kuci : Sosiodrama, Sifat Pandawa, Nilai Karakter, Siswa SMPWayang merupakan hasil budaya yang perlu dilestarikan karena banyak mengandung makna atau nilai mendalam tentang hubungan sosial dalam kehidupan. Di sinilah letak arti lambang wayang pandawa, lambang yang memiliki sifat keteladanan. Oleh karena itu dengan mempelajari tokoh wayang pandawa diharapkan siswa dapat memahami tentang kepribadian, watak, dan sifat dari nilai-nilai adiluhung dibalik karakter wayang pandawa. Pengetahuan tentang wayang mengarah pada kerja reflektif,  karena  wayang adalah bayangan manusia itu sendiri. Inilah letak fungsi wayang sebagai tuntunan kehidupan bagi manusia di dalam membangun karakter yang positif.Peningkatan nilai-nilai pendidikan karakter pada tingkah laku perlu dalam kehidupan sehari-hari. Karena simbolisasi merupakan kegiatan inti dari budi pekerti manusia. Peneliti menemukan masih banyak siswa SMP awal yang mengalami kesulitan dalam  meningkatkan nilai karakter positif mereka di zaman modern ini. Untuk itu peneliti mengembangkan sebuah buku panduan yang berisi  metode sosiodrama untuk meningkatkan sikap positif siswa. Tujuannya  menciptakan sebuah media pengembangan bagi konselor untuk para siswa. Penelitian pengembangan ini menggunakan rancangan penelitian model pengembangan prosedural. Model pengembangan prosedural adalah model yang bersifat deskriptif, yaitu menggunakan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk Prosedur Penelitian dan Pengembangan ada 3 tahap yaitu perencanaan, pengembangan produk dan uji coba produk. Sedangkan untuk melengkapi kebutuhan peneliti juga menyiapkan instrumen validasi untuk uji ahli media dalam menilai buku panduan yang sudah disusun dan dikembangkan. Setelah produk divalidasi, kemudian direvisi sesuai hasil validasi baru  dideskripsikan dalam bentuk kualitatif dan kuantitatif. Subjek uji ahli media adalah ahli desain grafis  yaitu dosen  seni desain dan grafis serta uji ahli bimbingan dan konseling yang memahami teknik sosiodrama yaitu dosen ahli bimbingan dan konseling  yang ahli dalam teknik sosiodrama.Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan oleh ahli bimbingan dan konseling yang memahami teknik sosiodrama, diperoleh nilai 86% yang masuk dalam kategori valid dengan revisi, antara lain: 1) pemilihan huruf Font terlalu kecil, 2) cara penulisan daftar pustaka belum tepat, 3) beberapa tulisan salah ketik. Sedangkan hasil analisis yang dilakukan oleh uji ahli media, diperoleh nilai 75% yang masuk dalam kategori valid dengan revisi antara lain: 1) penggunaan font sans serif untuk keterbacaan yang tinggi, 2) cover sebaiknya didesain dengan komposisi yang baik, 3) konten sudah runtut dan cukup untuk ukuran buku.  Dari hasil penelitian, maka saran yang dapat diberikan peneliti kepada konselor bahwa calon pengguna produk harus mengeksperimenkan terlebih dahulu, agar dapat memahami dan mempelajari panduan sosiodrama. Kemudian diaplikasikan untuk membantu siswa meningkatkan nilai karakter positif dengan menggunakan teknik sosiodrama secara efektif dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling

    0

    full texts

    1,354

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇