SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
1354 research outputs found
Sort by
Perbedaan Self Efficacy Ditinjau dari Tipe Kepribadian Introvert dan Ekstravert pada Santri Penghafal Al-Qur’an
ABSTRAK Asaduddin, M. Agus. 2015. Perbedaan Self Efficacy Ditinjau dari Tipe Kepribadian Introvert danEkstravert pada Santri Penghafal Al-Qur’an. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Sri Weni Utami, M. Si, (II) Farah Farida Tantiani, S. Psi, M. Psi. Kata kunci: selfefficacy, tipekepribadian introvert danekstravert, santri penghafal Al-Qur’an. Self efficacy adalah keyakinan seseorang pada kemampuan dan kompetensi dirinya untuk melakukan suatu tugas atau pekerjaan, mencapai suatu tujuan, dan dalam menghadapi kendala yang terjadi, serta dalam mengatur dan melaksanakan suatu tindakan yang diperlukan dalam rangka pencapaian hasil usaha. Tipe kepribadian introvert ialah kecenderungan tingkah laku serta sifat-sifat yang dimiliki oleh individu dengan karakteristik yaitu tertutup, kurang suka bersosialisasi,lebih menyukai beraktivitas sendiri dibandingkan bersama-sama. Tipe kepribadian ekstravert ialah kecenderungan tingkahlaku serta sifat-sifat yang dimiliki oleh individu dengan karakteristik mempunyai sifat terbuka, senang berteman dengan siapa saja baik di lingkungan yang lama maupun lingkungan yang baru. Penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan self efficacy ditinjau dari tipe kepribadian introvert dan ekstravert pada santri penghafal Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian komparatif kuantitatif, jenis penelitian yang digunakan adalah uji t-test, yang dalam penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan self efficacy ditinjau dari tipe kepribadian introvert dan ekstravert pada santri penghafal Al-Qur’an. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa santri di Pondok Pesantren Salaf Al-Qur’an Assyadzili diperoleh sejumlah46,4 % santri memiliki self efficacy tinggi dan yang memiliki self efficacy rendah sejumlah 53,6 %, sehingga santri penghafal Al-Qur’an di Pondok Pesantren Salaf Al-Qur’an Assyadzili lebih banyak yang memiliki self efficacy kategori rendah. Santri di Pondok Pesantren Salaf Al-Qur’an Assyadziliyang memiliki tipe kepribadian introvert sejumlah 42,8 %, dansejumlah 57,2 % santri memiliki tipe kepribadian ekstravert. Nilai sebaran normal (K-S) variable self efficacy sebesar 0.924dengan p > 0.05 (p = 0.361) serta nilai sebaran normal (K-S) tipe kepribadian introvert dan ekstravert masing-masing sebesar 0.840 dan 0.880 dengan p > 0.05 (p = 0.480 dan p = 0.410), maka data penelitian telah terditribusi dengan normal. Hasil uji homogenitas diperoleh nilai signifikansi p > 0.05 (p = 0,116), yang berarti mempunyai varian sama atau homogen. Uji analisis data dengan menggunakan uji-t dua sample saling bebas (independent sample t-test) diperoleh signifikansi 0,000 < 0,005 diperoleh hasil bahwa ada perbedaan yaitu self efficacy yang tinggi yang identik dengan tipe kepribadian ekstravert memiliki perbedaan dengan self efficacy yang rendah yang identik dengan tipe kepribadian introvert
Hubungan antara academic self-concept, academic self-efficacy, academic self-esteem dan academic procrastination pada siswa SMP Negeri di Kota Malang.
ABSTRAK Khotimah, Rahmawati Husnul. 2015. Hubungan antara academic self-concept, academic self-efficacy, academic self-esteem dan academic procrastination pada siswa SMP Negeri di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Carolina Ligya Radjah, M.Kes, (II) Dr. Dany M Handarini, M.A. Kata kunci: Academic Procrastination, Academic Self-concept, Academic Self-efficacy, Self-esteem Prokrastinasi akademik ialah suatu penundaan untuk memulai maupun menyelesaikan tugas akademik dikarenakan siswa memiliki keyakinan yang menyimpang tentang kegiatan akademik, keyakinan akan kegagalan, pemberian label negatif terhadap diri, kritik diri, dan keinginan memperoleh hasil kerja yang sempurna. Prokrastinasi akademik dipengaruhi oleh faktor eksternal maupun internal. Faktor eksternal seperti lingkungan keluarga dan sekolah, sedangkan faktor internal (kondisi psikologis) meliputi karakter individu misalnya konsep diri, self-efficacy dan self-esteem yang berkaitan dengan akademik. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan self-concept akademik, self-efficacy akademik, dan self esteem terhadap prokrastinasi akademik pada siswa SMP Negeri di Kota Malang. Variabel bebas dalam penelitian ini ialah self-concept akademik, self-efficacy akademik, self-esteem, sedangkan variabel terikatnya ialah prokrastinasi akademik. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan rancangan penelitian korelasional. Populasi yang digunakan ialah siswa SMP Negeri di Kota Malang, sampel penelitian berjumlah 393 siswa yang diperoleh melalui metode pengambilan sampel multistage random sampling. Untuk mengukur konsep diri akademik, efikasi diri akademik, harga diri dan prokrastinasi akademik, digunakan skala konsep diri akademik, skala efikasi diri akademik, skala harga diri dan skala prokrastinasi akademik yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh empat kesimpulan; 1) terdapat hubungan negatif antara self-concept akademik dengan prokrastinasi akademik, 2) terdapat hubungan negatif antara self-efficacy akademik dengan prokrastinasi akademik, 3) terdapat hubungan negatif antara self-esteem dengan prokrastinasi akademik, 4) secara bersama ketiga variabel bebas memberikan kontribusi terhadap perubahan prokrastinasi akademik. Beberapa saran yang dapat disampaikan ialah 1) bagi Guru BK (konselor), dapat membantu siswa dalam meningkatkan konsep diri akademik, efikasi diri akademik dan self-esteem agar dapat menghindari dari perilaku prokrastinasi akademik. 2) Bagi peneliti selanjutnya, hendaknya meneliti kembali mengenai hubungan konsep diri akademik dengan prokrastinasi akademik, atau dapat melanjutkan penelitian dengan Penelitian Pengembangan sehingga menghasilkan sebuah product berupa Buku Panduan Pelatihan untuk mengurangi prokrastinasi akademik siswa SMP
EFEKTIVITAS TEKNIK SOSIODRAMA MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENGURANGI PERILAKU AGRESIF VERBAL SISWA SMP
ABSTRAK Winarlin, Retno. 2016. Efektivitas Teknik Sosiodrama Melalui Bimbingan Kelompok untuk Mengurangi Perilaku Agresif Verbal Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd dan (II) Drs. H. Widada, M. Si. Kata kunci: sosiodrama, perilaku agresif, agresif verbal Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya fenomena perilaku agresif yang terjadi di lingkungan sekolah. Hal ini dikarenakan agresi merupakan salah satu dari kenakalan yang umum dilakukan oleh siswa. Tindakan agresi yang sering dilakukan siswa berupa perkataan seperti mengejek atau menghina, mengucapkan kata-kata kotor, membantah, mudah marah, dan berteriak. Hal ini dapat berdampak buruk bagi pelaku maupun korban agresi. Pihak sekolah kurang tepat dalam menangani pelaku agresi, sehingga perilaku agresif verbal semakin marak terjadi di lingkungan sekolah khususnya sekolah menengah pertama (SMP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan teknik sosiodrama melalui bimbingan kelompok untuk mengurangi perilaku agresif verbal siswa SMP. Rancangan penelitian yang digunakan adalah one group pretest postest dengan satu kelompok eksperimen. Treatment berupa teknik sosiodrama yang diberikan sebanyak lima kali pertemuan. Peneliti melakukan pengukuran sebelum dan setelah perlakuan untuk melihat perubahan subyek penelitian. Subyek penelitian sebanyak 16 siswa kelas VIII yang memiliki skor agresivitas verbal tinggi. Pretest dan postest berupa inventory perilaku garesif verbal yang masing-masing dilaksanakan sekali. Hasil analisis uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z= -3.517a dengan p= 0.000 dan dari mean 236,69 turun menjadi 122,75 artinya bahwa teknik sosiodrama melalui bimbingan kelompok efektif untuk mengurangi perilaku agresif verbal siswa SMP. Saran yang diajukan: (1) konselor dapat menggunakan teknik sosiodrama untuk mengurangi perilaku agresif, (2) konselor diharapkan membantu siswa untuk mengurangi perilaku agresif verbal melalui layanan konseling setelah pelaksanaan sosiodrama, (3) hasil penelitian selanjutnya, disarankan untuk memperluas subyek penelitian di sekolah dan jenjang yang berbeda tetapi memiliki ciri perilaku agresif verbal tinggi, (4) untuk menggunakan rancangan penelitian yang menggunakan kelompok kontrol untuk peneltian yang serupa
Pengembangan Panduan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Permainan Dakon Untuk Meningkatkan Perilaku Jujur Siswa SD
ABSTRACT Munip, Imam Afdul. 2016. Pengembangan Panduan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Permainan Dakon Untuk Meningkatkan Perilaku Jujur Siswa SD. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muslihati, S.Ag, M.Pd., (II) Yuliati Hotifah, S.Psi, M.Pd.Kata Kunci: jujur, dakon, siswa SDKejujuran merupakan perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan diri sebagai orang yang selalu dapat dipercaya baik terhadap diri sendiri maupun pihak lain. Kejujuran yang sangat penting ini, perlu ditanamkan kepada siswa sejak dini atau sejak duduk di bangku SD. Oleh karena itu, diperlukan penelitian pengembangan yang bisa memfasilitasi guru dalam meningkatkan perilaku siswa yang juga sesuai dengan karakter dan usia anak SD, yaitu dengan menggunakan media permainan dakon. Dakon merupakan salah satu dari sekian banyak jenis permainan tradisional. Dakon dapat membuat siswa berlatih untuk terampil, cermat, jujur, sportif, tepa selira, dan menimbulkan rasa akrab antara sesama. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menghasilkan produk panduan bimbingan kelompok teknik permainan dakon untuk meningkatkan perilaku siswa SD yang memenuhi kriteria ketepatan, kegunaan, kemudahan, dan kemenarikan.Penelitian pengembangan ini menggunakan rancangan penelitan Research and Developmental (R&D) yang mengadaptasi dari model pengembangan Borg and Gall (1983), dengan langkah-langkah yaitu: (1) melakukan penelitian dan pengumpulan informasi, (2) melakukan perencanaan, (3) mengembangkan produk awal, (4) melakukan uji coba lapangan tahap awal, (5) melakukan revisi terhadap produk utama hingga dihasilkan output yang sesuai dengan tujuan pengembangan yang diinginkan. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Penanggungan sejumlah 8 orang siswa yang dipilih berdasarkan hasil dari instrumen angket kejujuran. Penelitian pengembangan ini menghasilkan dua jenis produk yaitu media permainan dakon kejujuran dan buku panduan guru. Media permainan dakon yang dikembangkan mempunyai bentuk seperti alat transportasi bus yang dilengkapi dengan pemberian laci pada bagian kanan dan kiri. Pemberian laci ini berguna sebagai tempat untuk menyimpan kartu pesan dan kartu hiburan yang menjadi alat pendukung dalam permainan dakon kejujuran ini. Produk hasil pengembangan divalidasi oleh ahli materi, ahli media, calon pengguna (guru) dan diujicobakan terbatas kepada siswa. Hasil validasi dari ahli media menunjukkan produk ini termasuk dalam kategori sangat tepat, sangat berguna, sangat mudah, dan sangat menarik. Menurut ahli materi, produk ini termasuk dalam kategori tepat, sangat berguna, mudah, dan sangat menarik. Dari hasil uji calon pengguna didapatkan hasil bahwa produk ini termasuk dalam kategori tepat, sangat berguna, sangat mudah, dan sangat menarik. Sedangkan dari uji kelompok kecil, produk ini termasuk dalam kategori mudah, sangat jelas, sangat berguna, dan sangat menarik
Pengembangan Panduan Sosiodrama untuk Meningkatkan Kepedulian Sosial Siswa SMP
ABSTRACT Hayuni, Rizka Rosida. 2016. Pengembangan Panduan Sosiodrama untuk Meningkatkan Kepedulian Sosial Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Elia Flurentin, M.Pd., (II) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd.Kata Kunci: sosiodrama, kepedulian sosial, siswa SMP Kepedulian sosial adalah suatu sikap mau memberi bantuan, memberi perhatian dan berbagi dengan orang lain. Berdasarkan hasil studi awal, ada perilaku remaja tertentu yang mengindikasikan rendahnya kepedulian sosial seperti kurangnya kesadaran dalam membantu guru, orang tua, maupun teman yang kesulitan memahami pelajaran. Remaja SMP memerlukan layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan kepedulian sosial. Salah satu teknik dalam bimbingan dan konseling adalah teknik sosiodrama. Penerapan teknik sosiodrama memerlukan suatu panduan pelaksanaan agar layanan berjalan efektif. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan panduan sosiodrama untuk meningkatkan kepedulian sosial siswa SMP yang berterima secara teoritis dan praktis.Metode penelitian pengembangan ini mengadaptasi dari model Borg and Gall (1983), yang tahapannya meliputi perencanaan, pengembangan produk dan uji coba produk. Desain pengujian produk menggunakan tiga tahap pengujian produk yaitu melalui penilaian ahli materi dan ahli drama, penilaian calon pengguna produk dan pengujian produk terbatas dalam tataran kelompok kecil. Data dikumpulkan dengan instrumen skala penilaian. Jenis data yang dihimpun adalah data numerikal dan data verbal. Data numerical dianalisis menggunakan rerata dan data verbal dianalisis dengan menyimpulkan masukan-masukan hasil pengujian produk.Hasil pengembangan ini adalah panduan sosiodrama untuk meningkatkan kepedulian sosial siswa SMP. Berdasarkan penilaian ahli, produk ini memenuhi kriteria sangat tepat, sangat berguna, sangat mudah dan sangat menarik. Calon pengguna produk memberikan penilaian sangat tepat, sangat berguna, cukup mudah, cukup menarik sehingga bermakna sangat layak untuk digunakan. Dapat disimpulkan bahwa produk ini telah berterima secara teoritis melalui penilaian ahli dan berterima secara praktis melalui penilaian calon pengguna produk dan pengujian produk terbatas. Disarankan pada konselor mengunakan Panduan sosiodrama untuk meningkatkan kepedulian sosial siswa SMP. Konselor dapat juga memperbaiki produk melalui penelitian tindakan bimbingan dan konseling. Saran bagi peneliti selanjutnya dapat menguji efektifitas produk melalui penelitian eksperimen.
Hubungan Kecenderungan Akses Internet dan Kebiasaan Belajar Siswa Kelas XI SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Anggi, Yudhistira, 2016. Hubungan Kecenderungan Akses Internet dan Kebiasaan Belajar Siswa Kelas XI SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skirpsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing; (I) Prof. Dr. Andi Mappiare AT, M. Pd, (II) Dra. Ella Faridati Zen, M. Pd. Kata kunci: Kecenderungan Akses Internet, Kebiasaan Belajar, Siswa SMA Internet memiliki banyak manfaat dalam aktivitas manusia. Empat hal manfaat internet berdasarkan kategorinya yaitu: kesenangan, informasi, komunikasi, dan transaksi. Manfaat yang dimiliki internet memberikan kemudahan manusia dalam beraktivitas, sehingga kemudahan yang tersedia pada internet menjadikan manusia secara berulang-ulang menggunakannya dan berindikasi memberikan efek ketergantungan (internet addiction). Tujuan penelitian ini adalah untuk: (a) mendeskripsikan kecenderungan akses internet siswa kelas XI SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang (b) mendeskripsikan kebiasaan belajar siswa kelasa XI SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang (c) mengetahui hubungan antara kecenderungan akses internet dan kebiasaan belajar siswa kelas XI SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Rancangan Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif persentase dan korelasi Product Moment. Jumlah populasi 324 dan sampel 180. Data dikumpulkan dengan instrumen kuesioner kecenderungan akses internet dan kebiasaan belajar dalam bentuk kuesioner tertutup dengan skala Linkert yang dimodifikasi. Analisis dalam menentukan hubungan menggunakan analisis Product Moment dan menentukan persentase untuk menemukan analisis deskriptif. Variabel bebas (X) dalam penelitian ini adalah Kecenderungan Akses Internet dan variabel terikat (Y) Kebiasaan Belajar. Hasil Penelitian menunjukan (1) Sebagian besar siswa kelas XI SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang memiliki intensitas kecenderungan akses internet yang cukup tinggi. (2) Sebagian besar siswa kelas XI SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang memilki kebiasaan belajar yang buruk. Hasil analisis Korelation Product Moment mununjukan ada hubungan yang signifikan antara kecenderungan akses internet dan kebiasaan belajar. Saran untuk pihak sekolah dalam mempertimbangkan kebijakan pendampingan kepada siswa saat pengoperasian ponsel yang berbasis internet di sekolah pada saat jam pelajaran berlangsung. Konselor diharapkan menggunakan hasil penelitian ini sebagai bahan memberikan layanan bimbingan belajar bagi siswa dalam memanfaatkan internet. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat lebih memerinci variabel penelitian, karena saat ini variabel yang diteliti masih dapat dikupas lebih dalam, terutama pada kecenderungan akses internet
Pengembangan Software Inventori Kontrol Diri bagi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan
ABSTRAK Arrizal, Ihdanul Fahminuddin. 2016. Pengembangan Software Inventori Kontrol Diri bagi Siswa Sekolah Menegah Kejuruan. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. IM. Hambali, M. Pd. (II) Irene Maya Simon, S. Pd, M. Pd. Kata Kunci: inventori, kontroldiri,software Penelitian pengembangan software inventori kontrol diri bagi siswa sekolah menengah kejuruhan ini bertolak pada minimnya alat pengumpul data non tes sebagai penunjang layanan bimbingan dan konseling berupa inventori kontrol diri yang memiliki validitas dan reliabilitas. Perkembangan teknologi komputer yang semakin pesat, instrumen non tes yang pada umumnya berbentuk manual kini dapat dikemas dalam bentuk software. Berdasarkan alasan tersebut, kemudian dikembangkan software inventori kontrol diri. Software inventori kontrol diri adalah sebuah alat pengumpul data non tes yang berisi sekumpulan penyataan untuk mengukur kontrol diri siswa SMK yang dapat dioperasikan menggunakan komputer. Software inventori kontrol diri dirancang menggunakan aplikasi XAMPP. XAMPP adalah aplikasi yang dapat digunakan untuk merancang web dan database. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah untuk menghasilkan software inventori kontrol diri bagi siswa sekolah menengah kejuruan yang memiliki validitas dan reliabilitas yang baik. Metode pengembangan yang digunakan diadaptasi dari model pengembangan Borg and Gall yaitu tahapan (1) studi pendahuluan, (2) merencanakan tujuan, (3) pengembangan awal produk, (4) uji ahli, serta (5) revisi dan pengembangan produk akhir. Hasil uji validitas dan reliabilitas menyatakan bahwa tingkat validitas inventori ini memiliki validitas yang memadai karena memiliki nilai korelasi yang cukup tinggi terhadap nilai korelasi skor total. Sedangkan uji reliabilitas menghasilkan koefisien alpha cronbach dengan nilai sebesar 0. 733 yang termasuk dalam kategori sedang yaitu antara 0.600 - 0.800. Sebelumnya software inventori kontrol diri ini telah melalui tahapan uji ahli untuk mendapatkan saran sebagai dasar revisi agar diperoleh produk akhir yang sempurna. Dengan demikian, software inventori kontrol diri ini menghasilkan produk yang dinyatakan valid dan reliabel serta dilengkapi dengan buku manual penggunaannya. Berdasarkan hasil pengembangan, peneliti menyarankan, (1) konselor melakukan pengumpulan data dengan baik dengan memanfaatkan alat pengumpul data nontes seperti software inventori kontrol diri, (2) konselor dapat memanfaatkan teknik self-instruction dan self-management sebagai upaya follow up untuk meningkatkan kontrol diri siswa, (3) pengembangan buku panduan teknik self-instruction dan self-management dapat dilakukan oleh konselor agar konselor mempunyai buku panduan penggunaan teknik tersebut. Selain itu (4) pengujian lapangan dengan subjek yang lebih luas, (5) penerima layanan dengan cakupan yang lebih luas, tidak hanya SMK saja, (6) uji coba calon pengguna perlu dilakukan agar software inventori ini dapat diketahui, serta (7) bentuk produk ini akan lebih baik apabila dikembangkan dalam bentuk offline yang harus diinstal terlebih dahulu, maupun online dalam bentuk web agar penggunaannya lebih praktis lagi
Efektivitas Bimbingan Kelompok menggunakan Teknik Problem Solving untuk Meningkatkan Kemampuan Kontrol Diri Siswa SMP
ABSTRAK Anggani, Siswi. 2016. Efektivitas Bimbingan Kelompok menggunakan Teknik Problem Solving untuk Meningkatkan Kemampuan Kontrol Diri Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Elia Flurentin, M.Pd, (II) Dr. H. IM. Hambali, M.Pd. Kata kunci: Problem Solving, kontrol diri, siswa SMP Masa remaja identik dengan semangat yang berkobar dan energi yang besar sedangkan pengendalian diri belum cukup matang, sehingga dengan perkembangan emosional yang belum cukup matang, individu belum mampu mengendalikan diri ketika mendapat rangsangan yang bersifat emosional. Pada masa remaja sosialisasi dengan teman sebaya akan semakin sering dilakukan, oleh karena itu salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan emosional remaja dalam mengendalikan diri adalah teman sebaya, individu dihadapkan pada persoalan penerimaan dan penolakan terhadap kehadirannya. Individu akan berupaya mendapatkan penerimaan dari lingkungan sosialnya terutama teman sebaya. Hal tersebut menyebabkan aturan-aturan dalam kelompok sosial sangat berpengaruh kepada perilaku remaja. tanpa kemampuan kontrol diri yang baik individu akan cenderung berperilku melanggar nilai-nilai masyarakat. Perilaku-perilaku negatif akibat rendahnya kemampuan kontrol diri siswa tentu menjadi titik perhatian bagi lembaga yang turut bertanggungjawab atas perilaku tersebut, yaitu sekolah. Remaja mulai membina hubungan baru dengan teman sebaya baik pria maupun wanita sehingga kemampuan kontrol diri sangat dibutuhkan bagi siswa. Hal tersebut terbukti dari cukup banyaknya siswa yang belum mampu mengontrol atau mengendalikan diri sehingga melakukan perbuatan-perbuatan yang melanggar moral yaitu menyimpang dari nilai atau norma yang telah ditetapkan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menguji efektivitas penggunaan teknik problem solving dalam meningkatkan kemampuan mengatasi masalah kontrol diri siswa SMP. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen dengan design One-Group Pretest-Postest Design. Subjek dalam penelitian ini berjumlah sembilan orang yang dipilih secara acak dengan menggunakan teknik pengambilan subjek yaitu teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan untuk memperkuat hasil penelitian yaitu inventori kemampuan mengatasi masalah kontrol diri siswa SMP, pedoman eksperimen dan pedoman observasi. Pengujian validitas instrumen kemampuan mengatasi masalah kontrol diri siswa SMP disebarkan kepada 33 orang di kelas VIII dengan perhitungan statistik analisis korelasi person pada item-item pernyataan dilakukan pada item yang berjumlah 45. Item yang memiliki r ≥ 0,3 berjumlah 40 item pernyataan yang dinyatakan valid, sedangkan item memiliki jumlah r ≤ 0,3 berjumlah 5 item pernyataan yang dinyatakan tidak valid. Setelah melalui uji validitas, butir item yang dinyatakan valid kemudian diuji reliabilitasnya, dari 33 responden yang digunakan untuk menguji reliabilitas instrumen kemampuan mengatasi masalah kontrol diri siswa SMP diperoleh nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0, 937, maka dapat dikatakan bahwa instrumen kemampuan mengatasi masalah kontrol diri ini memiliki reliabilitas yang baik. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik non parametrik yaitu uji Wlicoxon. Hasil analisis data dengan menggunakan perhitungan uji Wilcoxon diperoleh hasil yaitu nilai z sebesar -2,666 serta dengan nilai probabilitas (p) sebesar 0,008 dapat disimpulkan bahwa teknik problem solving efektif untuk meningkatkan kemampuan mengatasi masalah kontrol diri. Analisis data, diawali dengan perhitungan rata-rata skor postes yang dilakukan sebanyak dua kali postes, selanjutnya skor postes dibandingkan dengan skor pretes. Pengukuran perbedaan skor pretes dan skor postes dilakukan untuk melihat ada tidaknya perubahan tingkat kemampuan kontrol diri sesudah diberikan treatment. Saran yang dapat diberikan yaitu: (1) konselor sebaiknya menggunakan teknik problem solving dalam meningkatkan kemampuan kontrol diri siswa dengan menggunakan contoh kasus sesuai dengan masalah kontrol diri yang sedang marak dihadapi siswa serta pertimbangan alokasi waktu yang matang sehingga pelaksanaan teknik dapat berjalan dengan maksimal, (2) Peneliti selanjutnya disarankan untuk menggunakan kelompok kontrol yaitu kelompok yang tidak diberikan treatment namun kelompok kontrol hanya menerima pretes dan postes, hasil pada kelompok kontrol akan dibandingkan dengan hasil pada kelompok eksperimen yang menerima treatment sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih akurat karena membandingkan kelompok yang telah diberikan treatment dan kelompok yang tidak diberikan treatment
PENGEMBANGAN PANDUAN PELATIHAN EMPATI MENGGUNAKAN TEKNIK SINEMA EDUKASI UNTUK MENCEGAH PERILAKU BULLYING SISWA SMP
ABSTRAK Cahyaningrum, Vesti Dwi. 2016. Pengembangan Panduan Pelatihan Empati Menggunakan Teknik Sinema Edukasi untuk Mencegah Perilaku Bullying siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dany M. Handarini, M.A.,(II) Irene Maya Simon, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci : panduan pelatihan, empati, bullying, siswa SMP Bullying adalah perilaku yang biasanya dilakukan oleh remaja di sekolah. Perilaku bullying dapat berupa ancaman fisik atau verbal. Bullying terdiri dari perilaku langsung seperti mengejek, mengancam, mencela, memukul, dan merampas yang dilakukan oleh satu atau lebih remaja kepada korban atau remaja yang lain. perilaku bulying banyak terjadi pada siswa SMP karena memang masa remaja ini diartikan sebagai periode transisi antara masa kanak-kanan ke masa dewasa, usia belasan tahun, atau menunjuk pada tingkah laku tertentu seperti semaunya sendiri, mudah tersinggung dan merasa sudah dewasa. Empati perlu dimiliki setiap individu, kemampuan empati yang berkembang baik akan mencegah perilaku bullying pada remaja. Namun belum ada pedoman untuk mengembangkan empati siswa sehingga perlu dikembangkan panduan pelatihan empati. Berkaitan dengan itu, peneliti mengembangkan panduan empati untuk mecegah perilaku bullying siswa SMP. Tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan panduan pelatihan empati untuk mencegah perilaku bullying yang memenuhi kriteria keberterimaan yang baik dari aspek kegunaan, aspek kelayakan, aspek ketepatan, dan aspek kepatutan. Metode pengembangan mengadaptasi prosedur Borg and Gall (1983) yang dirangkum dalam tiga tahapan yaitu tahap perencanaan, tahap pengembangan produk, dan tahap uji coba produk. Tahap perencanaan meliputi asesmen kebutuhan dan studi literatur. Tahap pengembangan menghasilkan draft panduan pelatihan empati. Alat evaluasi produk yang digunakan mengadopsi dari skala akseptabilitas oleh Handarini (2000). Tahap uji coba terdiri dari tiga uji, yakni penilaian ahli media, ahli BK dan calon pengguna produk yang menggunakan persentase. Panduan pelatihan empati telah melalui penilaian dari ahli media, ahli BK, dan calon pengguna yang mencakup empat aspek penilaian, yaitu aspek kegunaan, aspek kelayakan, aspek ketepatan, dan aspek kepatutan. Hasil dari ketiga uji ahi media, ahli BK, dan calon pengguna produk tesebut, menunjukkan bahwa panduan pelatihan empati memenuhi kriteria keberterimaan yaitu berguna, layak, tepat, dan patut untuk diterapkan pada siswa..Berdasarkan hasil penilaian yang telah diberikan oleh ahli media, ahli BK, dan calon penguna produk diketahui bahwa panduan pelatihan sikap empati yang dikembangkan oleh pengembang termasuk kategori “sangat baik”. Sehingga panduan pelatihan yang dikembangkan dapat dijadikan media untuk mempermudah konselor dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling. Panduan pelatihan empati dapat digunakan oleh konselor sebagai panduan dalam memberikan pelatihan empati kepada peserta didik. Kemudian untuk peneliti selanjutnya, pengembangan panduan pelatihan ini dapat dilanjutkan dengan uji kelompok kecil dan dapat menggunakan penelitian kuantitatif eksperimen untuk menguji efektivitas panduan pelatihan untuk meningkatkan sikap empati siswa untuk mencegah perilaku bullying
PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) MINDED DALAM KELUARGA BESAR X DI KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA
ABSTRAK Fatimah, Siti. 2016. Pegawai Negeri Sipil (PNS) Minded dalam Keluarga Besar X di Kota Tarakan Kalimantan Utara. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd, (II) Drs. Djoko Budi Santoso, M.Pd. Kata Kunci: pegawai negeri sipil minded, keluarga besar, safety needs Profesi merupakan suatu pekerjaan yang mengutamakan keahlian. Saat ini banyak orang yang menekuni pekerjaannya dengan berbagai alasan yang cukup beragam, yaitu penghasilan yang menjanjikan meskipun tidak sesuai dengan norma dan aturan, tidak ada kesibukan, paksaan keluarga, kedudukan dan jabatan, persaingan sosial, mencari aman, hingga kehormatan di lingkungannya. Seseorang pada akhirnya akan memutuskan arah kariernya beserta alasannya tersendiri. Arah karier yang telah diputuskan, sedikit banyak ada campur tangan dari keluarganya, yaitu para anggota keluarga inti, maupun para kerabat pada keluarga besar. Bagi orang tua tunggal (Ibu) yang membesarkan empat orang anaknya selama dua puluh tahun, ikut membantu mengarahkan karier yang sesuai dengan keahlian tidaklah mudah. Kualitas pendidikan yang tidak maksimal, membuat minimnya pengetahuan keluarga mengenai banyaknya lapangan pekerjaan yang dapat ditekuni dan dikembangkan dengan berbagai keahlian yang telah dimiliki. Keluarga besar X merupakan sebuah keluarga yang sebagian besar anggota keluarganya berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pola pikir yang mendarah daging mengenai pekerjaan yang layak yaitu menjadi seorang PNS, telah tertanam dalam keluarga besar X. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Lokasi penelitian di Kelurahan Pamusian, Kecamatan Tarakan Tengah, Kota Tarakan. Subjek penelitian, kelima anggota keluarga X, yaitu Ibu, beserta keempat anaknya. Informan lain yaitu dua orang menantu keluarga X, dan seorang pembantu keluarga X. Teknik pengambilan sampel menggunkan teknik purposive sampling. Analisis data lapangan menggunakan analisis model Miles and Huberman. Hasil temuan dapat disimpulkan bahwa: (1) Sistem kekerabatan keluarga besar X cukup kuat untuk mempengaruhi anggota satu dengan yang lain agar berprofesi PNS. (2) Jenis pola asuh yang digunakan keluarga X adalah pola pengasuhan otoriter. (3) Pengasuhan orang tua tunggal yang bekerja sebagai penjual kue, membuat keluarga X kesulitan dari segi finansial, (4) Keluarga X sangat mengutamakan safety needs yang diakomodasi dalam profesinya (PNS). (5) Konsep diri ideal keluarga X adalah ‘cara gelap’ yang ditempuh untuk menjadi seorang PNS dan membuat keluarga X sangat mengagung-agungkan profesi tersebut