SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
1354 research outputs found
Sort by
Perbedaan Kepuasan Kerja Ditinjau Dari Jenis Pekerjaan Anggota Kepolisian Polresta Malang
ABSTRAK Setiawan, Himanto. 2016. Perbedaan Kepuasan Kerja Ditinjau Dari Jenis Pekerjaan Anggota Kepolisian Polresta Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi., M.Si, (II) Ninik Setiyowati, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: kepuasan kerja, jenis pekerjaan, anggota polisi Polresta Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kepuasan kerja anggota kepolisian Polresta Malang ditinjau dari jenis pekerjaan. Jenis pekerjaan tersebut dibagi menjadi dua bagian antara anggota polisi pekerja lapangan dan pekerja kantor. Akhir-akhir ini muncul beberapa masalah terhadap anggota-anggota kepolisian, banyaknya pelanggaran disiplin anggota polisi meninggalkan wilayah tugas tanpa izin pimpinan dengan angka 2.085 yang berada pada urutan kedua di pemerintahan Indonesia. Daerah Malang sendiri banyak anggota kepolisian yang terkena kasus disiplin seperti mangkir, mencari pekerjaan lain yang menyimpang hingga dikenakan hukuman PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat). Keseluruhan jumlah anggota Polresta Malang sebanyak 1018 personil yang kemudian diambil sampel dengan metode insidental sampling dan ditentukan bahwa sampel penelitian sejumlah 60 anggota, yaitu terdiri dari 30 anggota pekerja lapangan dan 30 anggota pekerja kantor. Instrumen yang digunakan adalah skala kepuasan kerja yang di kembangkan dengan mengacu pendapat Herzberg dengan tingkat reliabilitas sebesar 0,898. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif komparatif. Hasil analisis deskriptif dari 60 subjek yang diteliti menunjukkan bahwa dari 30 anggota kepolisian pekerja lapangan ada 8 anggota (27%) memiliki kepuasan kerja tinggi, 22 anggota (73%) memiliki memiliki kepuasan kerja rendah. Selain itu dari 30 anggota kepolisian pekerja kantor ada 25 anggota (83%) memiliki kepuasan kerja tinggi, 5 anggota (17%) memiliki memiliki kepuasan kerja rendah. Hasil uji hipotesis menggunakan analisis komparatif Independent sample t-test diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000, artinya adanya perbedaan jenis pekerjaan dapat membedakan kepuasan kerja anggota kepolisian. Dari hasil komparatif mean menunjukan adanya perbedaan kepuasan kerja antara anggota kepolisian pekerja lapangan dengan anggota kepolisian pekerja kantor, yaitu angota kepolisian pekerja lapangan mendapatkan skor 102,67 sedangkan anggota kepolisian pekerja kantor mendapatkan skor 112,63. Jadi skor anggota kepolisian pekerja lapangan lebih rendah daripada skor anggota kepolisian pekerja kantor, maka dapat dijelaskan bahwa anggota kepolisian pekerja lapangan memiliki kepuasan kerja yang rendah daripada anggota kepolisian pekerja kantor. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan hipotesis yaitu terdapat perbedaan kepuasan kerja ditinjau dari jenis pekerjaan anggota kepolisian Polresta Malang. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan pengembangan skala yang lebih baik lagi pada skala kepuasan kerja. Kepada kepala bagian Polresta Malang diharapkan mampu meningkatkan kepuasan kerja anggotanya, dengan melakukan variasi pekerjaan kepada anggota agar menghasilkan kehidupan yang menyenangkan bagi anggota
pengembangan paket bimbingan kesehatan reproduksi remaja bagi siswa SMPN 1 Gondang
ABSTRACT Susanti, Amalia. Pengembangan Paket Kesehatan Reproduksi Remaja untuk Siswa SMP.Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Hariadi Kusumo, M.Pd (II) Djoko Budi Santoso, M.Pd.Kata Kunci: Paket pengembangan bimbingan, kesehatan reproduksi, remajaFenomena kurangnya informasi tentang Kesehatan Reproduksi Remajadapat menyebabkan penyimpangan-penyimpangan seksual pada remaja.Kasus penyimpangan seks, penyakit menular seksual, aborsi, kehamilan yang tidak diinginkan banyak dialami oleh remaja saat ini.Tujuan dari peneliti ini adalah menghasilkan sebuah paket Kesehatan Reproduksi Remaja yang tepat, berguna, mudah dan menarik bagi siswa SMP. Produk yang dihasilkan dari pengembang ini adalah Paket Kesehatan Reproduksi Remaja yang terdiri atas (1) Panduan Paket Kesehatan Reproduksi Remaja untuk konselor, (2) materi Paket Kesehatan Reproduksi Remaja untuk siswa, dan (3) lembar jawaban siswa : yang meliputi lembar jawaban untuk materi : (I) Diriku dan Tubuhku, (II) Alat Reproduksi Remaja, (III) Perilaku Seks Remaja, (IV) Perilaku Seks Beresiko.Penelitian ini merpakan penelitian pengembangan yang menggunakan langkah-langkah pengembangan dari Borg and Gall yang terdiri atas tahap perencanaan, tahap pengembangan produk, dan tahap uji coba.Subyek uji coba adalah ahli, yaitu ahli bimbingan dan konseling dan ahli media. Subyek uji coba yang lain adalah uji calon pengguna produk, yaitu konselor, dan uji coba kelompok kecil, yaitu satu kelas siswa SMP. Data dikumpulkan melalui format uji ahli, uji calon pengguna , dan uji kelompok kecil yang berupa angket. Data yang diberoleh adalah data kuantitatif dan kualitatif.Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan analisis rerata dan data kualitatif dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif.Produk yang dihasilkan dari pengembangan ini adalah Paket Bimbingan Kesehatan Reproduksi Remaja bagi Siswa SMP yang terdiri atas : (1) Panduan Paket Bimbingan Kesehatan Reproduksi Remaja untuk konselor, dan (2) materi Paket Bimbingan Kesehatan Reproduksi Remaja untuk siswa, yang terdiri dari 4 topik yaitu : Diriku dan Tubuhku, Alat Reproduksi Remaja, Perilaku Seks Remaja, dan Perilaku Seks Beresiko.Hasil Pengembangan menunjukan tingkat kevalidan Paket Bimbingan Kesehatan Reproduksi Remaja pada aspek ketepatan adalah sangat valid dengan persentase rata-rata 92,6% (uji ahli), dan 96% (uji calon pengguna produk). Paqda aspek kegunaan adalah sangat valid dengan rata-rata persentase 87,2% (uji ahli dan calon pengguna produk). Pada aspek kemudahan diperoleh persentase rata-rata 84,5% (uji ahli) dan 83,2% (uji calon pengguna produk). Artinya persentase rata-rata berada pada kriteria sangat valid. Pada aspek kemenarikan, persentase rata-rata 88,5% (uji ahli) dan 85,5% (uji calon pengguna produk). Berdasarkan kriteria validitas, persentase rata-rata berada pada kriteria sangat valid.Hasil analisis data kualitatif menunjukkan bahwa terdapat beberapa komponen paket yang harus direvisi : (1) tampilan sampul paket bimbingan diminimalisir, (2) gambar terlalu gelap dan juga terlalu kecil, (3) tulisan atau font juga terlalu kecil, (4) sebaiknya materi untuk siswa diberi pendahuluan tentang kesehatan reproduksi remaja, (5) tambahkan gambar pada bagian topik ke 4. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka saran yang diberikan adalah (1) konselor harus benar-benar memahami tentang prosedur kesehatan reproduksi remaja dan juga materi kesehatan reproduksi remaja agar siswa dapat memahami apa yang di maksud dengan kesehatan reproduksi remaja, (2) konselor harus kreatif dalam memberikan materi tentang kesehatan reproduksi remaja agar siswa dapat dengan mudah untuk memahaminya, (3) perlu dikembangkan lagi Paket Kesehatan Reproduksi Remaja untuk siswa SMP
KEEFEKTIFAN TEKNIK MIRACLE QUESTION DAN MODEL ABC TSCHUDI DALAM PENINGKATAN RESILIENSI SISWA DI SMAN 9 MALANG
ABSTRAK Wardani, Gevi Okta Fatma. 2016. Keefektifan Teknik Miracle Question dan Model ABC Tschudi dalam Peningkatan Resiliensi Siswa di SMAN 9 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Andi Mappiare AT, M.Pd., (II) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd. Kata Kunci: resiliensi, teknik miracle question, model ABC Tschudi Resiliensi merupakan suatu hal yang sangat penting dalam diri siswa. Siswa yang sukses dalam menghadapi dan mengatasi berbagai kendala di hidupnya yaitu mereka yang memiliki keuletan dan ketangguhan serta strategi-strategi mengatasi persoalan yang lebih baik. Namun tidak semua remaja memiliki kemampuan yang sama dalam mengatasi kesulitannya. Beberapa remaja menyikapi kesulitan hidupnya dengan memilih jalan yang negatif seperti menjadi pesimis, putus asa, frustrasi, depresi, stres, bahkan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Dalam hal ini, konseling bisa sangat berguna untuk membantu remaja mengatasi permasalahan hidupnya. Adapun konseling yang dapat membantu remaja dalam beradaptasi terhadap masalah tersulit di hidupnya yaitu dengan konseling singkat berfokus solusi khususnya teknik miracle question. Selain teknik miracle question, terdapat pula model ABC Tschudi yang dapat digunakan untuk membantu siswa bangkit dari keterpurukannya. Penelitian menggunakan teknik miracle question ini menguji peningkatan resiliensi siswa dan membandingkannya dengan model ABC Tschudi. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1) Apakah ada perbedaan tingkat resiliensi siswa dalam penerapan teknik miracle question dan model ABC Tschudi? dan 2) Manakah yang lebih tinggi dalam peningkatan resiliensi siswa antara teknik miracle question dan model ABC Tschudi?. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dua kelompok menggunakan Quasi Eksperimental Posttest Only Design. Subjek dalam penelitian ini adalah 30 orang siswa kelas X SMAN 9 Malang yang memiliki resiliensi rendah dan sedang berdasarkan skala resiliensi. Analisis dalam penelitian ini menggunakan anakova atau analisis kovarian. Analisis ini menekankan pada uji komparasi yang digunakan untuk mengetahui atau menguji perbedaan dua kelompok. Selain itu menekankan uji prediksi yang digunakan untuk menguji keefektifan perlakuan yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan tingkat resiliensi siswa dalam penerapan teknik miracle question dan model ABC Tschudi. Teknik miracle question memiliki peningkatan yang lebih tinggi dalam meningkatkan resiliensi siswa dibandingkan dengan model ABC Tschudi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, terdapat beberapa saran yang perlu dipertimbangkan bagi konselor SMAN 9 Malang dan peneliti selanjutnya. Saran untuk konselor SMAN 9 Malang adalah dapat menerapkan teknik miracle question yang telah terbukti lebih efektif dalam meningkatkan resiliensi siswa di sekolah. Saran bagi peneliti selanjutnya yaitu dapat melakukan penelitian dengan waktu yang tepat dan dapat menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa kelas X SMA. ABSTRACT Wardani, Gevi Okta Fatma. 2016. The Effectiveness of Miracle Question Techniques and ABC Tschudi Model for Improving Resilience of the Students of Public Senior High School 9 Malang. Thesis, Department of Guidance and Counselling, Faculty of Education, University of Malang. Supervisor: (I) Dr. Andi Mappiare AT, M.Pd., (II) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd. Keywords: resilience, miracle question technique, the ABC Tschudi model Resilience is something that is very important for students. Students who are successful in the face and overcome various obstacles in his life have the tenacity and toughness as well as better strategies to overcome the problem. But not all young people have the same ability to overcome difficulties. Some of them address the difficulties of his life by choosing a negative way like pessimism, despair, frustration, depression, stress, and even ended his life by suicide. In this case, counseling can be very useful to help teens cope with the problems of life. The counseling which can help young people to adapt the most difficult problems in life is to brief counseling specifically focused solutions miracle question technique. In addition, the miracle question technique, there is also the ABC Tschudi model that can be used to help students rise from the hidden. This study used miracle question technique in improving the resilience of students and compare it with the ABC Tschudi model. The problems of this research are: 1) Are there any differences in the level of resilience of students in the application of miracle question technique and the ABC Tschudi model? and 2) Which is higher in improving the resilience between students miracle question technique and the ABC Tschudi model ? This research uses two groups experimental design using Quasi-Experimental Posttest Only Design. Subjects in this study were 30 students from X grade of SMAN 9 Malang who have low resilience and are based on a scale of resilience. The analysis in this study uses anacova or analysis of covariance. This analysis emphasizes the comparison test used to determine or test the difference in the two groups. Besides, emphasizing the predictive test that is used to test the effectiveness of the treatment given. The results showed that there are differences in the level of resilience of students in the application of miracle question technique and the ABC Tschudi model. Miracle question technique had a higher increase in improving the resilience of students compared to the ABC Tschudi model. Based on these results, there are some suggestions to consider for counselors of SMAN 9 Malang and further research. Suggestions for counselors SMAN 9 Malang is the miracle question technique can be applied that have proven more effective in improving the resilience of students in the school. Suggestions for further research is conducting the research with the right time and use language that is easily understood by students of class X SMA
Pengembangan Paket Pelatihan Keterampilam Komunikasi Konseling Sebaya Di SMA Negeri 8 Malang
ABSTRAK Handayani, Dwi Putri. 2016. Pengembangan Paket Pelatihan Keterampilan Komunikasi Konseling Sebaya di SMA Negeri 8 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. M. Ramli, M.A., (II) Irene Maya Simon, M.Pd. Kata Kunci: paket pelatihan, keterampilan komunikasi, konseling sebaya Berdasarkan analisis kebutuhan siswa yang dilakukan melalui pengisian angket kepada siswa yang menikuti ekstrakurikuler konseling sebaya dan wawancara kepada konselor di SMA Negeri Malang diketahui bahwa, konselor sebaya belum mempunyai panduan untuk berlatih keterampilan komunikasi konseling dan konselor sebaya jarang mendapatkan materi dan berlatih keterampilan komunikasi konseling konseling sebaya. Tujuan pengembangan ini adalah untuk mengembangkan paket pelatihan keterampilan komunikasi konseling sebaya di SMA Negeri 8 Malang dan dengan adanya paket pelatihan keterampilan komunikasi konseling sebaya siswa dapat mengikuti ekstrakurikuler dengan mempelajari keterampilan komunikasi konseling sebaya untuk membantu temannya dalam membantu menyelesaikan masalahnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang mengadaptasi model pengembangan Borg & Gall (1983). Model pengembangan tersebut adalah sebagai berikut: penelitian dan pengumpulan informasi awal, perencanaan, pengembangan draf produk, uji coba ahli, revisi draf produk yang telah di uji cobakan kepada ahli, uji calon pengguna produk (konselor), revisi draf produk yang telah di ujicobakan kepada calon pengguna produk, uji coba kelompok kecil (siswa), revisi produk, dan yang terakhir sampai produk jadi. Data uji coba dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan data deskriptif. Subjek ahli terdiri dari tiga orang yaitu dosen bimbingan dan konseling, ahli media dan calon pengguna produk (konselor) SMA Negeri 8 Malang. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan deskriptif. Hasil uji ahli materi menunjukkan bahwa paket pelatihan keterampilan komunikasi konseling sebaya cukup tepat, sangat berguna, sangat menarik, dan sangat mudah. Uji ahli media menunjukan bahwa paket tersebut tepat, sangat berguna, sangat menarik, dan sangat mudah. Menurut calon pengguna menunjukkan bahwa paket ini cukup tepat, sangat berguna, sangat menarik, dan cukup mudah. Berdasarkan hasil analisis data kuantitatif dan data deskriptif menunjukkan bahwa paket pelatihan keterampilan komunikasi konseling sebaya di SMA Negeri 8 Malang memiliki keberterimaan dari segi ketepatan, kegunaan, kemenarikan, dan kemudahan. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan dikemukakan saran sebagai berikut: (1) konselor hendaknya menggunakan paket pelatihan keterampilan komunikasi konseling sebaya dalam memberikan pelatihan kepada konselor sebaya, (2) peneliti selanjutnya perlu melakukan rancangan penelitian eksperimen untuk mengetahui keefektifan penggunaan paket pelatihan keterampilan komunikasi konseling sebaya dan jika dikembangkan produk serupa sebaiknya ditambahkan keterampilan komunikasi lainnya atau dibuat paket seri duanya dan tahap pengembangan dilakukan pada tahap uji kelompok besar
Studi Perilaku Seksual dalam Berpacaran Mahasiswa Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Khasanah, Nurul. 2016. Studi Perilaku Seksual dalam Berpacaran Mahasiswa Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd, (II) Drs. Hariadi Kusumo, M.Pd. Kata Kunci: perilaku seksual, pacaran, mahasiswa Tugas perkembangan pada masa dewasa awal diantaranya adalah memilih pasangan hidup dan memulai hidup berkeluarga, dan untuk mencapainya individu akan menjalin relasi heteroseksual seperti pacaran yang dapat mendorong individu untuk melakukan perilaku seksual tertentu. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku seksual dalam berpacaran mahasiswa Universitas Negeri Malang dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian lintas sektoral (cross sectional design). Populasi penelitian adalah mahasiswa Universitas Negeri Malang. Teknik pengambilan sampel mengguna-kan incidental sampling, dengan jumlah sampel 414 mahasiswa. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket.Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif dan teknik analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan frekuensi melakukan perilaku seksual dalam berpacaran persentase tertinggi yakni sebesar 56,5% pada kategori rendah, dengan bentuk perilaku seksual yang dilakukan persentase tertinggi adalah pegangan tangan. Sikap permisif terhadap seksualitas responden persentase tertinggi yakni sebesar 56,5% pada kategori rendah. Kontrol diri responden persentase tertinggi yakni sebesar 58,9% pada kategori tinggi. Ketaatan beragama responden persentase tertinggi yakni sebesar 78,7% pada kategori sedang. Ber-dasarkan pengaruh orang tua responden persentase tertinggi yakni 61,4% pada kategori sedang. Berdasarkan pengaruh teman sebaya persentase tertinggi yakni sebesar 66,4% pada kategori sedang. Keterpaparan pornografi responden persentase tertinggi yakni sebesar 47,6% pada kategori sedang. Berdasarkan hasil analisis, ada perbedaan perilaku seksual antara responden laki-laki dan perempuan. Ada hubungan yang tinggi antara kontrol diri dengan perilaku seksual, hubungan yang bermakna antara sikap permisif, pengaruh teman sebaya, dan keterpaparan pornografi dengan perilaku seksual, serta hubungan yang rendah antara ketaatan beragama, dan pengaruh orang tua dengan perilaku seksual dalam berpacaran. Berdasarkan hasil penelitian, mahasiswa hendaknya lebih bersikap asertif dan berani menolak ajakan untuk melakukan perilaku seksual. Bagi orang tua dapat memberikan informasi mengenai seksualitas kepada anaknya. Bagi Perguruan Tinggi dapat mengadakan seminar atau diskusi mengenai seksualitas dan moralitas. Bagi peneliti selanjutnya, hendaknya mengambil sampel yang lebih luas, dan melengkapi dengan instrumen penelitian lain seperti observasi, wawancara, dan lain sebagainya
efektifitas strategi problem focus coping untuk mereduksi kecemasan siswa smk dalam memasuki dunua kerja
ABSTRAK Zuhri, Isrizal Anwar. 2016. Efektifitas Strategi Problem Focus Coping untuk Mereduksi Kecemasan Siswa SMK dalam Memasuki Dunia Kerja. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr.Carolina Ligya Radjah, M. Kes (II) Drs. Lutfi Fauzan, M. Pd. Kata Kunci: kecemasan,dunia kerja,cognitive behavior, problem focus coping, Kecemasan memasuki dunia kerja adalah suatu kekhawatiran atau rasa takut tentang suatu yang akan terjadi di masa depan. Kecemasan akan mempengaruhi keadaan psikis ataupun fisik yang akhirnya dapat menghambat perkembangan siswa. Peran konselor untuk membantu siswa mencapai tugas perkembangan, salah satunya adalah layanan konseling kelompok cognitive behavior dengan menggunakan strategi problem focus coping. Strategi ini membantu siswa untuk mereduksi kecemasan dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan konseling kelompok cognitive behavior dengan menggunakan strategi problem focus coping untuk mereduksi kecemasan siswa SMK dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Metode penelitian yang digunakan eksperimen. Rancangan eksperimen dalam penelitian adalah one group pretest and posttest. Subjek penelitian 6 siswa SMK yang memiliki tingkat kecemasan tinggi. Pengumpulan data dengan menggunakan dua instrumen skala kecemasan, yang pertama untuk penjaringan siswa dan yang kedua untuk pretest & posttest. Data dianalisis dengan statistik nonparametrik uji beda wilcoxon sign ranks test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara skor pretest dan posttest dengan Z -2,201 signifikansi 0.028 (0.02
Pengaruh Leverage terhadap Nilai Perusahaan Dimoderasi Corporate Social Responsibility pada Perusahaan Property and Real Estate yang Listing di BEI Tahun 2014
ABSTRACT Budiarti, Titik. 2016. Pengaruh Leverage terhadap Nilai Perusahaan Dimoderasi Corporate Social Responsibility pada Perusahaan Property and Real Estate yang Listing di BEI Tahun 2014. Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. H. Bambang Banu Siswoyo, M.M., (II) H. Subagyo, S.E., S.H., M.M.Kata Kunci : price to book value, debt to equity ratio, debt to asset ratio, corporate social responsibility.Tren investasi dalam bentuk properti membuat harga saham pada sektor property dan real estate pada tahun 2014 mengalami peningkatan. Nilai perusahaan yang dapat dicerminkan melalui Price to Book Value (PBV) menjadi salah satu daya tarik investor untuk menanamkan dananya pada perusahaan yang memiliki nilai PBV tinggi. Nilai perusahaan yang tinggi menunjukkan bahwa kemakmuran pemegang saham juga tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) kondisi Nilai Perusahaan, DER, DAR, dan CSR, (2) pengaruh DER terhadap Nilai Perusahaan, (3) pengaruh DAR terhadap Nilai Perusahaan, (4) apakah CSR memoderasi pengaruh DER terhadap Nilai Perusahaan, dan (5) apakah CSR memoderasi pengaruh DAR terhadap Nilai perusahaan.Penelitian ini menggunakan pendekatan asosiatif kausalitas. Populasinya adalah perusahaan property dan real estate yang listing di BEI tahun 2014 sebanyak 49 perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh 33 perusahaan sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Analisis menggunakan regresi linier berganda dan regresi moderasi dengan uji residual menggunakan SPSS 21 dengan taraf signifikansi 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kondisi variabel Nilai Perusahaan, DER, DAR, dan CSR sebagian besar berada pada klasifikasi rendah, (2) DER tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan, (3) DAR berpengaruh positif signifikan terhadap Nilai Perusahaan, (4) CSR tidak memoderasi pengaruh DER terhadap Nilai Perusahaan, dan (5) CSR tidak memoderasi pengaruh DAR terhadap Nilai Perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian di atas maka saran yang dapat diajukan oleh peneliti adalah: (1) bagi investor, sebelum memutuskan berinvestasi sebaiknya memperhatikan pengelolaan utang perusahaan dan faktor-faktor eksternal yang berhubungan dengan perusahaan tempat berinvestasi; (2) bagi perusahaan, dalam tujuan memaksimalkan kekayaan pemegang saham dan mendapat kepercayaan investor maka perusahaan sebaiknya meningkatkan kinerja keuangannya terutama DAR dan diharapkan perusahaan memperbanyak kegiatan CSR yang dilakukan; (3) bagi peneliti selanjutnya, sebaiknya menambah variabel diluar penelitian yang berpengaruh terhadap nilai perusahaan, mengganti indikator untuk nilai perusahaan, memperpanjang periode penelitian dan menambahkan jumlah sampel
Strategi Layanan Bimbingan dan Konseling bagi Anak Berkebutuhan Khusus: Studi Kasus di Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusi SMK Tunas Bangsa Malang Kelas X
ABSTRACT Istiqomah, L. 2016. Strategi Layanan Bimbingan dan Konseling bagi Anak Berkebutuhan Khusus: Studi Kasus di Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusi SMK Tunas Bangsa Malang Kelas X. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. M. Ramli, M. A., (II) Drs. Harmiyanto, M.Pd.Kata Kunci: bimbingan dan konseling, anak berkebutuhan khusus, pendidikan inklusiLayanan bimbingan dan konseling merupakan bagian integral dari pendidikan, dan memiliki peran yang signifikan dalam proses terwujudnya tujuan pendidikan di sekolah. Layanan bimbingan dan konseling akan terlaksana dengan maksimal apabila dilaksanakan dengan menggunakan strategi layanan yang tepat. SMK Tunas Bangsa merupakan lembaga pendidikan formal yang melaksanakan layanan bimbingan dan konseling bagi siswanya. Menariknya SMK Tunas Bangsa merupakan satu-satunya SMK swasta yang menyelenggarakan pendidikan inklusi di Kota Malang. Pendidikan Inklusi ialah layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus yang diselenggarakan di sekolah reguler.Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang tidak menguji hipotesis melainkan memaparkan dan mengelola data. Jenis penelitian studi kasus di SMK Tunas Bangsa Malang. Dalam penelitian ini, peneliti sendiri yang berperan sebagai instrumen kunci, dengan subjek penelitian adalah guru bimbingan dan konseling, guru pembimbing khusus, wakil kepala sekolah, wali kelas, serta peserta didik berkebutuhan khusus. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah informasi yang disampaikan oleh subjek penelitian, dan dokumen yang berkaitan dengan strategi layanan bimbingan dan konseling bagi anak berkebutuhan khusus. Data yang diperoleh dianalisis selama pengumpulan data dan setelah pengumpulan data. Untuk mengumpulkan data yang relevan guna menjawab fokus penelitian, skripsi ini menggunakan beberapa teknik pengumpulan data, seperti wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Tahap analisis data dengan cara memilah-milah data, pada setiap data yang didapat langsung diolah. Penggunaan triangulasi data melalui dua teknik, yakni: (1) triangulasi sumber; (2) triangulasi metode.Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi layanan bimbingan dan konseling bagi anak berkebutuhan khusus di sekolah penyelenggara pendidikan inklusi SMK Tunas Bangsa Malang kelas X mencakup empat komponen layanan dasar dengan masing-masing strategi di dalamnya yaitu: (l) layanan dasar dengan strategi bimbingan klasikal, layanan orientasi, layanan informasi, dan layanan pengumpulan data; (2) layanan peminatan dan perencanaan individual dengan pengembangan potensi dan layanan penempatan dan penyaluran; (3) layanan responsif dengan strategi konseling individual, kolaborasi dengan orang tua, kolaborasi dengan guru mata pelajaran, kolaborasi dengan wali kelas, kunjungan rumah, dan bimbingan teman sebaya; (4) dukungan sistem menggunakan strategi pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB).Hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan strategi layanan bimbingan dan konseling: (1) belum semua pendidik yang membuka hati kepada anak berkebutuhan khusus; (2) guru pembimbing khusus yang belum berfungsi sebagaimana mestinya; (3) suasana hati peserta didik berkebutuhan khusus yang cenderung mudah berubah. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan bagi (1) kepala SMK Tunas Bangsa agar terus memberikan motivasi kepada guru, GPK, maupun guru BK untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuannya dalam memberikan bimbingan kepada peserta didik berkebutuhan khusus; (2) Ketua Jurusan Bimbingan dan Konseling agar dilakukan penataan bentuk teknis serta penambahan keterampilan terkait dengan layanan bimbingan dan konseling bagi peserta didik berkebutuhan khusus; (3) Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang melaksanakan pelatihan-pelatihan yang diberikan kepada kepala sekolah, guru bimbingan dan konseling, dan juga guru pembimbing khusus untuk meningkatkan kemapuan dan keterampilan dalam melaksanaan layanan bimbingan dan konseling bagi anak berkebutuhan khusus; (4) peneliti lain agar melakukan penelitian lanjutan misalnya: metode pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling bagi anak berkebutuhan khusus di SLB
Pengembangan Paket Pelatihan Self-Talk untuk Meningkatkan Efikasi Diri Siswa SMPN 21 Malang
ABSTRAK Nayiroh, Badrotun. 2016. Pengembangan Paket Pelatihan Self-Talk untuk Meningkatkan Efikasi Diri Siswa SMPN 21 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Adi Atmoko, M.Si, (II) Yuliati Hotifah, S.Psi., M.Pd. Kata Kunci: paket pelatihan, self-talk, efikasi diri Efikasi diri adalah keyakinan individu bahwa dia dapat menguasai situasi dan memeroleh hasil yang positif. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa tidak yakin pada kemampuan diri untuk dapat memeroleh hasil yang positif. Self-talk adalah berbicara pada diri sendiri dan self-talk positif dapat memengaruhi perilaku seseorang agar menjadi positif dan yakin pada kemampuan diri. Oleh karena itu, self-talk diasumsikan dapat membantu meningkatkan efikasi diri siswa. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan paket pelatihan self-talk untuk meningkatkan efikasi diri yang memenuhi kriteria keberterimaan dari segi ketepatan, kegunaan, kemenarikan, dan kemudahan, serta meningkatkan efikasi diri siswa SMP Negeri 21 Malang. Pengembangan paket pelatihan ini mengikuti langkah-langkah model pengembangan Borg dan Gall, tapi peneliti hanya mengikuti sampai langkah kedelapan. Langkah-langkahnya adalah (1) penyelidikan dan pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) mengembangkan bentuk awal produk, (4) persiapan uji lapangan, (5) revisi, (6) uji coba produk awal, (7) revisi produk, dan (8) uji operasional lapangan.Untuk mengetahui keberterimaan paket pelatihan ini, maka dilakukan validasi produk yang dilakukan oleh ahli materi, ahli media, dan konselor sekolah calon pengguna produk, serta uji kelompok kecil. Subyek penelitian adalah enam orang siswa yang memiliki tingkat efikasi diri rendah. Instrumen penilaian terhadap paket pelatihan ini adalah angket dengan menggunakan skala Likert. Angket tertutup dianalisis dengan menentukan skor ideal pada skala 4 dan angket terbuka dianalisis dengan teknik analisis deskriptif. Desain penelitian yang digunakan untuk uji beda adalah one group pre test-post test. Produk yang dihasilkan adalah (1) buku paket pelatihan untuk siswa dan (2) buku panduan paket pelatihan untuk konselor. Hasil validasi oleh ahli materi, ahli media, calon pengguna produk, dan uji kelompok kecil menunjukkan bahwa secara keseluruhan paket pelatihan self-talk untuk meningkatkan efikasi diri memenuhi kriteria keberterimaan karena memenuhi kriteria sangat tepat, sangat berguna, sangat menarik, dan sangat mudah. Hasil uji nonparametrik dengan menggunakan SPSS 16 menunjukkan bahwa Asymp. Sig. (2-tailed)/nilai probabilitas sebesar 0,028 < 0,05, maka H1 diterima atau ada perbedaan yang signifikan antara nilai pre test dan post test setelah siswa mengikuti pelatihan self-talk untuk meningkatkan efikasi diri. Saran untuk penelitian dan pengembangan selanjutnya adalah untuk menguji keefektivan produk paket pelatihan ini dengan jumlah siswa yang lebih banyak
HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN STRATEGI AVOIDANCE KONFLIK DENGAN KEBERHASILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA MAHASISWA BARU JURUSAN PSIKOLOGI ANGKATAN 2015/2016 DI KOTA MALANG
ABSTRACT HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN STRATEGI AVOIDANCE KONFLIKDENGAN KEBERHASILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADAMAHASISWA BARU JURUSAN PSIKOLOGI ANGKATAN 2015/2016DI KOTA MALANGOleh : Johanna Tania ListioFakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri MalangEmail : [email protected] purpose of this research is to find correlation between use ofconflict avoidance strategy and successful interpersonal communicationon 2015/2016 New Student in Department of Psychology. This is acorrelational descriptive research. The result is, the use of conflictavoidance strategy variable and successful interpersonal communicationare correlated at -0,583 with significancy degree 0,000. The use of conflictavoidance strategy in Department of Psychology’s new student is onmoderate level. Likewise successful interpersonal communication onDepartment of Psychology’s new student is quite successful. Theconclusion is there’s a significant negative correlation between the use ofconflict avoidance strategy and successful interpersonal communicationon on 2015/2016 New Student in Department of Psychology.Keywords: conflict avoidance strategies, interpersonal communication,Psychology studentABSTRACT Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antarapenggunaan strategi avoidance konflik dengan keberhasilan komunikasiinterpersonal pada mahasiswa baru Jurusan Psikologi angkatan 2015/2016di Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian korelasionaldeskriptif. Hasil penelitian ini adalah variabel penggunaan strategiavoidance konflik dan keberhasilan komunikasi interpersonal salingberkorelasi sebesar -0,583 dengan signifikansi 0,000. Adapun penggunaanstrategi avoidance konflik mahasiswa baru jurusan Psikologi angkatan2015/2016 di Kota Malang berada di tingkat sedang. Demikian pulakeberhasilan komunikasi interpersonal pada mahasiswa baru jurusanPsikologi angkatan 2015/2016 di Kota Malang cukup berhasil.Kesimpulan yang didapat adalah ada hubungan negatif yang signifikanantara penggunaan strategi avoidance konflik dengan keberhasilankomunikasi interpersonal pada mahasiswa baru jurusan Psikologiangkatan 2015/2016 di Kota Malang.Kata Kunci: strategi avoidance konflik, komunikasi interpersonal, mahasiswa Psikolog