SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    1354 research outputs found

    Pengembangan Media Biblioedukasi untuk Meningkatkan Empati Siswa di SMA Negeri 1 Sidayu-Gresik

    No full text
    ABSTRACT Aziz, Ahmad Thoriq. 2016. Pengembangan Media Biblioedukasi untuk MeningkatkanEmpati Siswa di SMA Negeri 1 Sidayu Gresik. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Harmiyanto, M.Pd.,(II) Yuliati Hotifah, S.Psi., M.Pd.Kata kunci: empati, biblioedukasi.Empati adalah suatu kemampuan untuk menempatkan diri pada pikiran dan perasaan orang lain tanpa harus secara nyata terlibat dalam perasaan maupun tanggapan orang tersebut dalam bentuk reaksi kognitif maupun afektif. Rendahnya empati siswa dapat menyebabkan adanya tindakan kekerasan, pelecehan antar siswa, bullying dan banyak lagi dalam kehidupan siswa. Empati pada siswa dapat ditingkatkan melalui bimbingan dengan menggunakan metode biblioedukasi, dalam pelaksanaannya melalui media berupa bahan bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan biblioedukasi untuk meningkatkan empati siswa SMA. Prosedur pengembangan biblioedukasi mengadaptasi dari model Borg and Gall (1989). Langkah-langkah pengembangan meliputi (1) Research and information collecting, (2) Planning, (3) develop preliminary form of product, (4) Main product revision, (5) Operational product testing, (6) Operational filed testing, (7) Final product revision. Tehnik pengumpulan data menggunakan instrument dan skala pengukuran. Analisis data uji ahli dan uji calon pengguna produk menggunakan tehnik analisis rata-rata.Hasil penelitian dan pengembangan ini menghasilkan produk yang dinamakan media biblioedukasi. Berdasarkan hasil penilaian ahli materi, ahli media dan calon pengguna produk, memiliki penilaian bahwa media hasil pengembangan tersebut dinyatakan sangat layak, sangat berguna, sangat tepat dan sangat menarik. Berdasarkan hasil penilaian kelompok kecil, hasilnya dinyatakan sangat layak, sangat berguna, sangat tepat, dan sangat menarik. Maka dapat disimpulkan bahwa media hasil dari pengembangan tersebut telah memenuhi syarat keberterimaan dalam kategori kegunaan sangat berguna, sangat tepat, sangat layak, dan sangat menarik. Hasil pengembangan ini dapat digunakan oleh konselor SMA Negeri 1 Sidayu dalam membantu siswa agar dapat memahami dan meningkatkan rasa empati yang dimilikinya, sehingga siswa lebih mengenal, lebih memahami dan juga lebih mudah dalam beradaptasi dengan keadaan disekitarnya.Berdasarkan hasil penilitian dan pengembangan tersebut, peneliti menyarankan kepada konselor sekolah untuk lebih giat dalam memberikan layanan kepada siswa melalui media pengembangan ini agar dapat menumbuhkan  aspek kognitif dan afektif yang dimiliki siswa sehingga siswa dapat meningkatkan rasa empati yang dimilikinya. Saran untuk peneliti selanjutya agar melakukan pengujian terhadap keefektifan media biblioedukasi di luar proses penelitian, misalnya beberapa waktu setelah dilaksanakannya penelitian ini. ABSTRACT Aziz, Ahmad Thoriq. 2016. The Development of Biblioeducation Media to Increase Student’s Emphaty In Public Senior High School 1 Sidayu-Gresik. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Harmiyanto, M.Pd., (II) Yuliati Hotifah, S.Psi., M.Pd.Keyword: empati, biblioedukasi.Empathy is an ability to put yourself in other people’s thought and feelings without having a real involved in their feeling or response in the form of cognitive and affective. The lack of student’s empathy cauases violances, despising, bullying and many other negative matters. Empaty of studentcan be increased by guidance using biblioedukasi method. The implementation uses reading material.This research aims to develop biblioedukasi to raise the empathy of senior high school students. The biblioedukasi development procedure adapts Borg and Gall (1989) style. Thec developing steps prevade (1) research and information collectin, (2) planning, (3) develop preliminary form of product, (4) main product version, (5) operational product testing, (6) operational filed testing, (7) final product revision. Data collection technique used instrument and measurement scale. Data anlysis of expert test and product user candidate test used average analysis test.The result of development and research produce biblioedukasi media. According to the result of material expert rating, media expert and candidate of product user have rated that the media result of developing is very proper, useful, accurate and interesting. Based on rating of small group, it is very appropriate, useful, accurate and interesting. it can be concluded that the media has been qualified in term of usefullness, accuracy and it is very proper and interesting. The development result can be used by counselor of SMA Negeri 1 Sidayu to help the student understanding and increasing their empathy, so the student can be more knowing, more understanding, and easier to adapt with the environment. Based on the result of reaserch and development, the researcher recommends to the school counselor to more active in giving service to the students using this developing media in order to grow cognitive and affective aspect so the student can increase their empathy. The advice for future researcher is to verify the effectiveness of biblioedukasi media outside of researching proccess, for example in the future after this research.

    Keefektifan Konseling Realita Untuk Meningkatkan Konsep Diri Siswa dari Keluarga Broken Home di SMPN 13 Malang

    No full text
    ABSTRACT Aini, Fadilah Nurul. 2016. Keefektifan Konseling Realita untuk Meningkatkan Konsep Diri Siswa dari Keluarga Broken Home. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Adi Atmoko, M.Si, (II) Drs. Djoko Budi Santoso, M.Pd.Kata kunci: Konseling realita, konsep diri, siswa broken homeDalam proses pembentukan dan perkembangan kepribadian masa anak-anak di lingkungan, keluarga mempunyai peranan yang sangat penting sebagai dasar dalam pembentukan konsep diri anak. Sehingga diperlukan  keluarga yang harmonis untuk menciptakan pribadi yang ideal pada anak. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui keefektifan penggunaan konseling realita untuk meningkatkan konsep diri siswa dari keluarga broken home. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan desain Single Subject Design dengan model A-B-A’. Subjek dalam penelitian ini berjumlah dua siswa SMP yang menunjukkan konsep diri rendah berdasarkan inventori konsep diri dengan validitas butir r ≥ 0,3 berjumlah 37 item dan reliabilitas sebesar 0, 928. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian yaitu inventori, panduan konseling dan pedoman observasi. Panduan konseling dikembangkan sebagai pedoman dalam melaksanakan konseling realita, sedangkan pedoman observasi digunakan untuk mengetahui perkembangan tingkat konsep diri siswa terhadap treatment yang diberikan. Observasi dilakukan enam kali pada masing-masing fase A, B dan fase A’. Analisis data yang digunakan adalah visual inspection berupa grafik yang menggambarkan hasil observasi pada fase A, fase B dan fase A’, selain itu data hasil observasi juga diolah dalam bentuk persentase untuk menunjukkan peningkatan konsep diri pada setiap subjek penelitian.Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan tingkat konsep diri siswa setelah dilakukan konseling realita. Subjek NA mengalami peningkatan sebesar 90,56% dan subjek MFY sebesar 72,58%. Hasil perolehan skor inventori konsep diri masing-masing subjek mengalami peningkatan dari fase A ke fase A’. Subjek NA memperoleh skor 72 (rendah) menjadi 114 (tinggi) dan subjek MFY memperoleh skor 69 (rendah) menjadi 108 (sedang). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konseling individu realita efektif untuk meningkatkan konsep diri siswa dari keluarga broken home.  Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada konselor tetap menjaga hubungan baik dengan konseli agar mendapat perubahan perilaku yang diharapkan. Sedangkan peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian eksperimen dengan menggunakan kelompok kontrol dan memilih subjek secara random

    KEEFEKTIFAN TEKNIK SELF INSTRUCTION DALAM KONSELING KOGNITIF-PERILAKU UNTUK MENINGKATKAN EFIKASI DIRI SOSIAL SISWA SMKN 2 MALANG

    No full text
    ABSTRAK Dewi, Fitri Aryadini. 2016. Keefektifan Teknik Self Instruction dalam Konseling Kognitif- Perilaku untuk Meningkatkan Efikasi Diri Sosial Siswa SMKN 2 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Adi Atmoko, M.Si., (2) Dr. H. Triyono, M.Pd. Kata Kunci: self instruction, efikasi diri sosial, konseling kogntif-perilaku, SMKN 2 Malang Siswa SMK dituntut untuk dapat menjalin hubungan dengan orang lain.Kenyataannya masih ada siswa yang belum mampu menjalin hubungan sosial dengan baik. Selain faktor lingkungan terdapat pula faktor dari dalam diri. Efikasi diri yang dimiliki ikut mempengaruhi individu dalam menentukan tindakan yang akan dilakukan untuk mencapai suatu tujuan termasuk di dalamnya perkiraan berbagai kejadian yang akan dihadapi. Penelitian ini bertujuan mengetahui keefektifan teknik self instruction dalam konseling kogntif-perilaku untuk meningkatkan efikasi diri sosial siswa SMKN 2 Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Single Case Experimental Design (SCED) dengan model A-B-A’. Subjek penelitian sebanyak tiga siswa di SMKN 2 Malang yang menunjukkan tingkat efikasi diri sosial rendah berdasarkan skala efikasi diri sosial. Instrumen  penelitian yang digunakan adalah skala efikasi diri sosial, pedoman konseling, dan pedoman observasi. Pedoman konseling dikembangkan sebagai panduan dalam melaksanakan teknik self instruction, sedangkan pedoman observasi digunakan untuk mengetahui perkembangan tingkat efikasi diri sosial siswa terhadap treatment yang diberikan. Observasi dilakukan tiga kali pada tiap fase A, dan fase A’ sedangkan fase B sebanyak enam kali. Pelaksanaan teknik self instruction dalam konseling kognitif-perilaku terdiri dari enam sesi konseling. Analisis data yang digunakan adalah visual inspection berupa grafik yang menggambarkan hasil observasi pada fase A, fase B dan fase A’, selain itu data hasil observasi juga diolah dalam bentuk persentase untuk menunjukkan peningkatan efikasi diri sosial pada setiap subjek penelitian. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan tingkat efikasi diri sosial siswa setelah treatment diberikan. Subjek  FDM  mengalami peningkatan sebesar 82,85%, subjek EP meningkat sebesar 75%, dan subjek SR meningkat sebesar 66,6%.  Selain itu dari grafik juga dapat dilihat peningkatan yang signifikan. Setiap subjek penelitian menunjukkan peningkatan yang berbeda, hal ini karena adanya beberapa faktor yang memengaruhi efikasi diri sosial seseorang, sehingga dapat disimpulkan teknik self instruction dalam konseling kognitif-perilaku efektif untuk meningkatkan efikasi diri sosial siswa SMKN 2 Malang. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada konselor dapat menggunakan teknik self instruction untuk meningkatkan efikasi diri sosial siswa di sekolah. Sedangkan peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian eksperimen dengan menggunakan kelompok kontrol atau PTBK dan bisa menggunakan self instruction dalam konseling kognitif-perilaku untuk membantu siswa yang mengalami masalah dalam lingkup sekolah

    PENGEMBANGAN MEDIA BIBLIOEDUKASI UNTUK MENINGKATKAN EFIKASI DIRI TERHADAP PEMILIHAN KARIER SISWA KELAS XII SMA

    No full text
    ABSTRAK Sahardyta, Meilinda Putri. 2016. Pengembangan Media Biblioedukasi untuk Meningkatkan Efikasi Diri terhadap Pemilihan Karier Siswa Kelas XII SMA. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. IM. Hambali, M. Pd., (II) Drs. H. Harmiyanto, M. Pd. Kata Kunci: biblioedukasi, efikasi diri, pemilihan karier, kelas XII SMA. Kelas XII SMA merupakan jenjang dimana seseorang semakin dekat dengan dunia kerja. Kelas XII SMA merupakan saat dimana ia akan menentukan pilihan kariernya melalui pemilihan jurusan di perguruan tinggi. Dalam menentukan jurusan diperlukan banyak informasi agar dapat memilih karier yang tepat dan sesuai dengan kemampuannya. Namun fenomena yang terjadi adalah siswa masih belum memiliki pandangan yang matang atas pilihan kariernya setelah lulus SMA. Ketidakmampuan siswa pada keyakinan diri dan penilaian diri sebelum memasuki karier yang lebih lanjut mendominasi pada masalah pemilihan karier. Berdasar pada fenomena tersebut menunjukkan bahwa efikasi diri siswa dalam pemilihan karier masih kurang. Penelitian pengembangan bertujuan untuk menghasilkan produk berupa biblioedukasi sebagai bahan pemberian informasi mengenai pemilihan karier dan kaitannya dengan efikasi diri pada diri siswa kelas XII SMA. Diharapkan melalui biblioedukasi siswa dapat lebih memahami dan memiliki keyakinan dalam memilih karier yang sesuai dengan kemampuannya. Prosedur pengembangan diadaptasi dari prosedur pengembangan Borg & Gall (1983). Penelitian pengembangan ini sampai tahap mengembangkan produk, sehingga uji coba produk dirasa cukup sampai pada tahap uji kelompok kecil tanpa harus melakukan uji operasional dan desiminasi. Pada tahap pengumpulan informasi berdasarkan hasil observasi dan wawancara. Teknik yang digunakan dalam analisis kebutuhan adalah angket dan wawancara. Tahap mengembangkan produk awal dimulai dari menyusun isi materi, menyusun prototipe produk, dan menyusun alat evaluasi produk. Alat evaluasi produk format uji ahli materi, uji ahli media, uji calon pengguna produk, dan uji kelompok kecil. Teknik analisis data terdiri dari data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif berupa analisis isi, saran, kritikan dan tanggapan. Data kuantitatif diperoleh dari hasil penilaian para ahli melalui skala penilaian. Hasil analisis data secara keseluruhan produk biblioedukasi ini telah memenuhi syarat untuk menjadi media informasi pemilihan karier bagi siswa kelas XII SMA. Hasil penilaian dari ahli materi, ahli media dan calon pengguna produk menunjukkan skor rata-rata berkisar 3,01-4,00 sehingga produk masuk dalam kategori sangat berguna, sangat tepat, sangat layak dan sangat menarik. Tanggapan, saran, dan komentar pada produk biblioedukasi ini berupa perbaikan pada cover depan biblioedukasi, isi biblioedukasi, desain background biblioedukasi dan buku panduan. Keuntungan dari media biblioedukasi ini adalah siswa dapat belajar dengan mandiri di luar jam tatap muka, sehingga dapat memaksimalkan waktu bimbingan dan konseling di sekolah. Selain itu, media biblioedukasi dalam penggunaannya, memberikan keterampilan-keterampilan pengembangan diri yang bisa merangsang pikiran, perasaan, dan perhatian, tidak memerlukan peralatan khusus, mudah didapat, dan dikemas dengan bahasa yang mudah dipahami dan sesuai dengan siswa SMA. Hal ini menjadi keuntungan penggunaan media biblioedukasi karena akan menghemat biaya dan mempermudah akses untuk mendapatkan informasi mengenai efikasi diri terutama terhadap pemilihan karier. Dalam biblioedukasi juga terdapat evaluasi yang bertujuan untuk mengembangkan potensi siswa dalam mengenali kemampuan diri dan mengkaitkannya dengan pemilihan kariernya. Biblioedukasi ini juga memiliki kekurangan yaitu membutuhkan kemauan dan rasa ingin tahu yang tinggi yang mungkin kurang dimiliki oleh siswa pada umumnya dan membutuhkan ketekunan yang lebih tinggi dari konselor untuk terus-menerus memantau proses belajar siswa, memberi motivasi dan konsultasi secara individu setiap waktu siswa membutuhkan. Apabila pada siswa tidak memiliki kesadaran pentingnya materi pada biblioedukasi ini, maka penyajian informasi di dalam biblioedukasi tidak dapat memberi manfaat pada siswa

    KEEFEKTIFAN STRATEGI SELF-MANAGEMENT UNTK MENGURANGI KETERLAMBATAN SISWA KELAS XI DI SMKN 2 PAMEKASAN

    No full text
    ABSTRAK   Sasmitha, Intan Gita. 2016. Keefektifan Strategi Self-Management untuk Mengurangi Keterlambatan Siswa Kelas XI SMK Negeri 2 Pamekasan. Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Hj. Ella Faridati Zen, M. Pd., (II) Dr. H. Triyono, M. Pd.   Kata Kunci : Self-management, Keterlambatan   Tata tertib sekolah merupakan salah satu cara untuk mendisiplinkan siswa, tata tertib harus ditaati dan dilaksanakan oleh siswa. Siswa yang frekuensi keterlambatannya cukup tinggi dapat diartikan sebagai siswa yang tidak disiplin. Siswa yang tidak disiplin memerlukan pengelolaan diri, sehingga dia perlu merubah perilaku tersebut agar disiplin dan tidak terlambat datang ke sekolah. Self-management ialah prosedur di mana seseorang mengarahkan atau mengatur perilakunya sendiri. Dengan kata lain self-management merupakan kemampuan individu dalam mengelola diri dan lingkungan untuk mengubah perilakunya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah strategi self-management efektif dapat menurunkan frekuensi keterlambatan siswa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Eksperimen Subjek Tunggal dengan desain A – B. Variabel terikat pada penelitian ini adalah keterlambatan siswa dan variabel bebas adalah self-management. Subjek penelitian berjumlah 5 orang siswa kelas XI TI 1 yang memiliki frekuensi keterlambatan tinggi di SMKN 2 Pamekasan. Pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi, yaitu melihat buku catatan keterlambatan siswa. Pemberian treatment dilakukan empat kali pertemuan yang dilaksanakan selama empat Minggu. Dari empat kali pertemuan tersebut dapat diketahui perubahan perilaku pada keadaan awal sebelum diberi treatment dan setelah diberi perlakuan. Perubahan tingkah laku tersebut tergambar dalam bentuk grafik pada based line. Strategi self-management  efektif dapat mengurangi frekuensi keterlambatan siswa kelas XI TI 1 di SMKN 2 Pamekasan dengan nilai persentase penurunan  keterlambatan paling besar 16.67% dan terendah 8.33% . Hasil analisis Wilcoxon juga menunjukkan bahwa nilai Z sebesar -2.041 dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0.041 < 0.05 maka H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa strategi self-management efektif untuk mengurangi keterlambatan siswa.  Hal ini semakin memperkuat hipotesis penelitian bahwa strategi self-management mempunyai nilai efektif untuk menurunkan frekuensi keterlambatan siswa kelas XI TI 1 di SMKN 2 Pamekasan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan (1) Konselor agar menggunakan strategi self – management untuk meminimalkan munculnya perilaku keterlambatan siswa, (2) Peneliti selanjutnya untuk mempertimbangkan waktu pemberian treatment

    Pengembangan media layanan informasi menghadapi perubahan masa pubertas bagi siswa sekolah dasar

    No full text
    ABSTRAK   Firdayati, Fitri. 2016. Pengembangan Media Layanan Informasi Menghadapi Perubahan Masa Pubertas bagi Siswa Sekolah Dasar. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd. (II) Dra. Elia Flurentin, M.Pd.   Kata kunci: Pengembangan media, Layanan informasi, Masapubertas, siswa SD   Setiap individu mengalami rentang masa dalam kehidupannya. Masa puber merupakan salah saturentang masa di mana individu berubah dari mahkluk aseksual menjadi mahkluk seksual. Adanya kecenderungan kecemasan yang dialami oleh siswa ketika terjadi perubahan tubuh pada masa pubertas, mendorong adanya pengembangan media layanan informasi“menghadapi perubahan masa pubertas”. Hal ini juga diperkuat dengan adanya penelitian yang menyebutkan bahwa dengan diberikannya pengetahuan masa pubertas sejak dini dapat membuat anak menjadi lebih siap menghadapi perubahan masa pubertas. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan produk media layanan informasi “menghadapi perubahan masa pubertas”bagi siswa sekolah dasar yang berterima secara teoritis dan praktis. Desain penelitian menggunakan model Borg and Gall. Adapun prosedur penelitian pengembangansebagai berikut: (1) perencanaan: melakukan study literature dan melakukanneed assesment; (2) pengembangan produk: merumuskan tujuan pengembangan media, menyusun prototipe produk, dan menyusun alat evaluasi produk; (3) uji coba produk: uji ahli (uji ahli materiBK, dan uji ahli media pembelajaran), revisi produk hasil penilaian uji ahli, uji calon pengguna produk; uji kelompok kecil; (4) revisi produk akhir media menghadapi perubahan masa pubertas.Teknik analisis data uji coba produk menggunakan analisis data kuantitatif dan analisis data kualitatif. Analisis data kuantitif digunakan untuk menganalisis data hasil penilaian dengan menggunakan teknik kesepakatan atau inter-rater-agreement. Analisis data kualitatif digunakan untuk menganalisis pendapat, masukan dan saran terhadap produk. Produk yang dihasilkan adalah buku materi “menghadapi perubahan masa pubertas” yang terdiri atas dua jenis yaitu buku materi untuk anak perempuan dan anak laki-laki. Selain buku materi juga dihasilkan panduan pelaksanaan layanan bimbingan informasi “menghadapi perubahan masa pubertas” yang digunakan guru pembimbing sebagai rambu-rambu dalam melaksanakan layanan bimbingan. Hasil analisis data penilaian ahli, calon pengguna produk dan uji kelompok kecil dari produk media layanan informasi“menghadapi perubahan masa pubertas” menyatakan bahwa produksangat tepat, sangat berguna, sangat mudah dan sangat menarik secara teoritis dan praktis. Selanjutnya, berdasarkan saran dan masukan dilakukan revisi terhadap produk pengembangan. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada: (1) Jurusan Bimbingan dan Konseling hendaknya dapat menggunakan media layanan informasi “menghadapi perubahan masa pubertas” sebagai contoh pada mata kuliah media BK dan teknik BK TK/SD; (2) guru hendaknya sebelum memberikan layanan bimbingan benar-benar mempelajari dan memahami produk media layanan informasi “menghadapi perubahan masa pubertas”; (3) peneliti selanjutnya untuk menilai keefektifan media layanan informasi “menghadapi perubahan masa pubertas”

    Pengembangan Media WEB Layanan Informasi Sekolah Lanjutan Siswa SMP

    No full text
    ABSTRAK   Wahyudien, Maulina. 2016. Pengembangan Media Web Layanan Informasi Sekolah Lanjutan Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Hariadi Kusumo, M.Pd, (2) Dr.H.IM.Hambali, M.Pd   Kata kunci: web, informasi sekolah lanjutan, siswa SMP.   Pada era globalisasi saat ini, penggunaan teknologi informasi berkembang sangat pesat. Di berbagai bidang khususnya informasi berkembang menuju arah yang lebih baik lagi. Oleh karena itu kebutuhan akan layanan informasi berbasis web menjadi tidak terelakan lagi. Informasi sekolah lanjutan sangat diperlukan siswa guna menentukan dan mengarahkan tujuan hidup sesuai dengan kemampuan diri. Secara umum tujuan penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan produk berupa media web layanan informasi sekolah lanjutan siswa SMP yang berterima dari segi teoritis dan praktis baik format maupun isi. Secara khusus tujuan penelitian penggembangan ini yaitu (1) menghasilkan media web layanan informasi sekolah lanjutan untuk siswa SMP yang memenuhi kriteria akseptabilitas (ketepatan, kegunaan, kemudahan,dan kemenarikan) (2) menghasilkan buku petunjuk penggunaan media web layanan informasi sekolah lanjutan untuk siswa SMP. Untuk menghasilkan produk berupa media web layanan informasi tersebut, penelitian yang paling tepat adalah penelitian dan pengembangan. Penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D), merupakan suatu proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada yang dapat dipertanggungjawabkan (Sukmadinata, 2007:164). Hasil penilaian ahli media dan ahli Bimbingan dan Konseling, media ini telah memenuhi kategori sangat tepat, sangat berguna, sangat mudah dan sangat menarik yang berarti layak untuk digunakan dalam pemberian informasi. Sedangkan dalam hasil penilaian calon pengguna dan uji coba kelompok kecil media ini telah memenuhi kategori sangat tepat, sangat berguna, sangat mudah dan sangat menarik, dengan demikian, media web tersebut layak dan dapat digunakan. Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini, ada beberapa saran yang perlu dipertimbangkan untuk konselor dan peneliti selanjutnya. Media web layanan informasi sekolah lanjutan bagi siswa SMP yang telah dikembangkan, dapat digunakan konselor dalam memberikan layanan informasi kepada siswa terkait sekolah lanjutan. Selain itu media web layanan informasi sekolah lanjutan ini dapat digunakan sebagai media untuk SMP lain ketika ingin memberikan layanan informasi terkait dengan sekolah lanjutan.Peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian eksperimen untuk menguji keefektifan media web layanan informasi sekolah lanjutan bagi siswa SMP

    Pengembangan Panduan Permainan Simulasi untuk Meningkatkan Kesadaran Bahaya Perilaku Seks Bebas pada Siswa SMA

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian pengembangan panduan permainan simulasi untuk meningkatkan kesadaran bahaya perilaku seks bebas pada siswa SMA, dilatarbelakangi oleh tingginya angka kehamilan pada remaja yang disebabkan oleh perilaku seks bebas saat ini. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan konselor, beberapa fenomena perilaku seks bebas juga terjadi di SMA Negeri 2 Nganjuk. Rata-rata siswi di SMA Negeri 2 Nganjuk putus sekolah karena hamil di luar nikah yang disebabkan oleh perilaku seks bebas. Tujuan pengembangan ini adalah dihasilkan sebuah panduan permainan simulasi untuk meningkatkan kesadaran bahaya perilaku seks bebas pada siswa sekolah menengah atas yang dapat digunakan oleh konselor di sekolah dalam menarik perhatian siswa terhadap informasi yang telah disediakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan model adaptasi pengembangan Borg and Gall, adapun prosedur pengembangan yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1) tahap persiapan: analisis dan menetapkan prioritas kebutuhan, 2) tahap pengembangan: merumuskan tujuan dan  membentuk desain media, 3) tahap penilaian: penilaian produk oleh ahli bimbingan dan konseling dan ahli media, revisi produk dari uji ahli bimbingan dan konseling dan ahli media, penilaian dan diskusi calon pengguna produk revisi produk dari calon pengguna produk,  uji kelompok kecil, revisi dari uji kelompok kecil, produk jadi. Hasil pengembangan adalah panduan permainan simulasi untuk meningkatkan kesadaran bahaya perilaku seks bebas pada siswa SMA. Berdasarkan hasil analisis data penilaian para ahli dan calon pengguna produk terhadap panduan permainan simuasi untuk meningkatkan kesadaran bahaya perilaku seks bebas dapat disimpulkan bahwa pada umumnya panduan permainan simulasi untuk meningkatkan kesadaran bahaya perilaku seks bebas pada siswa SMA sudah layak digunakan sebagai panduan dalam memberikan layanan informasi. Aspek kegunaan memperoleh skor 9 dengan kategori berguna dari ahli bimbingan dan konseling, skor 10 dengan kategori sangat berguna dari ahli media dan skor 11 dengan kategori sangat berguna dari calon pengguna produk. Aspek kelayakan memperoleh skor 7 dengan kategori sangat layak dari ahli bimbingan dan konseling, skor 7 dengan kategori sangat layak dari ahli media, skor 6 dengan kategori sangat layak dari calon pengguna produk. Aspek ketepatan memperoleh skor 9 dengan kategori tepat dari ahli bimbingan dan konseling, skor 11 dengan kategori sangat tepat dari ahli media, skor 12 dengan kategori sangat tepat dari  calon pengguna produk. Aspek kemenarikan memperoleh skor 12 dengan kategori menarik dari ahli bimbingan dan konseling, skor 12 dengan kategori menarik dari ahli media dan skor 11 dengan kategori menarik dari calon pengguna produk. Berdasarkan hasil penelitian disarankan: 1) saran pemanfaatan: a) hasil pengembangan ini diharapkan dapat digunakan sebagai media layanan informasi terkait dengan meningkatkan kesadaran bahaya perilaku seks bebas. b) siswa dapat memanfaatkan panduan permainan simulasi untuk meningkatkan kesadaran bahaya perilaku seks bebas pada siswa SMA agar lebih mudah memahami informasi tentang bahaya perilaku seks bebas, sehingga siswa lebih berhati-hati dan tidak terjerumus dalam perilaku seks bebas. c) apabila produk ingin digunakan sekolah lain, maka perlu dilakukan penelitian tindakan kelas. 2) penelitian lanjutan: a) hendaknya dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektifitas permainan simulasi untuk mencegah perilaku seks bebas yang dikembangkan dalam penelitian ini, karena hasil penelitian ini hanya terbatas sampai penyusunan produk saja. b) penelitian ini dapat dikembangkan dengan subyek yang berbeda misalnya pada siswa SMK atau yang sejajar. c) pengembangan produk lebih lanjut hendaknya dilakukan uji ahli materi bidang kesehatan. d) pengembangan produk perlu dilakukan uji kelompok besar agar dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk kesempurnaan produk

    Hubungan Motivasi Diri, Manajemen Waktu, Dan Penetapan Tujuan Terhadap Prokrastinasi Akademik Siswa SMPN di Kota Malang.

    No full text
    ABSTRAK   Atma, Handita Widhi. 2016. Hubungan Motivasi Diri, Manajemen Waktu, Dan Penetapan Tujuan Terhadap Prokrastinasi Akademik Siswa SMPN di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Program Studi S1Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Adi Atmoko, M.Si, (II) Dr. Dany Moenindyah Handarini, M.A.   Kata Kunci: Motivasi Diri, Manajemen Waktu, Penetapan Tujuan, Prokrastinasi Akademik   Prokrastinasi akademik mengacu pada perilaku individu untuk menunda- nunda dalam memulai dan menyelesaikan tugas akademiknya.Siswa pelaku prokrastinasi memilih untuk mengerjakan tugas-tugas akademiknya di akhir waktu, sehingga menimbulkan kegelisahan subjektif, serta keterlambatan dan kegagal dalam menyelesaikan tugasnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi diri, manajemen waktu, dan penetapan tujuan, terhadap prokrastinasi akademik. .Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SMP Negeri yang ada di Kota Malang.Sampel diambil dengan menggunakan cluster random sampling dengan jumlah sampel 455 siswa. Data diperoleh dengan menggunakan skala prokrastinasi akademik, skalamotivasi diri, skala manajemen waktu, dan skala penetapan tujuan. Skala tersebut sudah memenuhi uji validitas item ≥0,3, dan ujireliabilitas ≥ 0,5. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear ganda. Hasil penelitian menginformasikan bahwa : (1) motivasi diri, manajemen waktu dan penetapan tujuan secara simultan berpengaruh negative signifikan sebesar 42,5% terhadap prokrastinasi akademik; (2) motivasi diri berpengaruh negative signifikan sebesar 13,13% terhadap prokrastinasi akademik; (3) manajemen waktu berpengaruh negative signifikan sebesar 18,18% terhadap prokrastinasi akademik; (4) penetapan tujuan berpengaruh negative signifikan sebesar 11,19% terhadap prokrastinasi akademik. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan sebagai berikut: (1) hasil penelitian ini dapat memberikan dasar bagi konselor sekolah  untuk memberikan  layanan bimbingan dan konseling dengan mengembangkan media untuk aspek manajamen waktu, motivasi diri, dan penetapan tujuan guna mencegah dan mengatasi  prokrastinasi akademik siswa, (2) informasi prokrastinasi akademik dipengaruhi oleh manajemen waktu, motivasi diri dan penetapan tujuan dapat digunakan oleh guru mata pelajaran dan personil sekolah lainnya untuk bisa memahami dan mengambil tindakan pencegahan berkolaborasi dengan konselor sekolah menghadapi prokrastinasi akademik siswa, (3) bagi peneliti selanjutnya disarankan  untuk  melakukan  penelitian tentang prokrastinasi akademik dengan menggunakan variabel bebas yang lebih beragam

    Pengembangan Paket Layanan Informasi Karier mengenai Profesi Berbasis Multimedia Interaktif bagi Siswa SMA

    No full text
    ABSTRAK   Setiawan, Agus. 2016. Pengembangan Paket Layanan Informasi Karier mengenai Profesi Berbasis Multimedia Interaktif bagi Siswa SMA. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Triyono, M.Pd (II) Drs. Widada, M.Si.   Kata Kunci: layanan informasi karier, profesi, multimedia interaktif   Layanan informasi karier merupakan layanan yang bertujuan untuk memberikan siswa gambaran tentang dunia kerja. Berdasarkan hasil need assessment yang telah dilakukan peneliti, didapatkan hasil bahwa sebagian besar siswa memerlukan layanan informasi karier untuk menunjang keputusan karier mereka. Oleh sebab itu, dikembangkanlah sebuah paket layanan informasi karier mengenai profesi berbasis multimedia interaktif bagi siswa SMA dengan tujuan agar siswa dapat mengetahui dan memahami informasi profesi sebelum mereka melakukan keputusan karier masa depannya. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan paket layanan informasi karier mengenai profesi berbasis multimedia interaktif bagi siswa SMA yang telah memenuhi aspek keberterimaan meliputi ketepatan, kegunaan, kemudahan, dan kemenarikan. Tahap penelitian dan pengembangan yang dilakukan antara lain: (1) perencanaan yang meliputi penilaian kebutuhan (need assessment), analisis hasil dan penetapan prioritas kebutuhan, (2) pengembangan produk awal yang meliputi penyusunan tujuan pengembangan dan penyusunan prototype produk, (3) uji coba produk dengan ahli materi dan ahli media, revisi produk tahap satu, uji kepada calon pengguna produk, revisi produk tahap dua, uji kelompok kecil kepada siswa, revisi produk akhir, sehingga dihasilkan produk yang sesuai dengan tujuan pengembangan. Berdasarkan hasil penilaian dari para ahli menunjukkan bahwa paket layanan informasi karier mengenai profesi berbasis multimedia interaktif bagi siswa SMA telah memenuhi kriteria ketepatan, kegunaan, kemudahan, dan kemenarikan. Penilaian ahli materi didapatkan hasil sangat tepat, sangat berguna, sangat mudah, dan sangat menarik. Penilaian ahli media didapatkan hasil cukup tepat, sangat berguna, sangat mudah, dan sangat menarik. Penilaian calon pengguna produk didapatkan hasil cukup tepat, cukup berguna, cukup mudah, dan cukup menarik, sedangkan penilaian kelompok kecil didapatkan hasil sangat tepat, sangat berguna, sangat mudah, dan sangat menarik, sehingga produk paket layanan informasi mengenai profesi berbasis multimedia interaktif bagi siswa SMA ini layak digunakan dalam pelaksanaan bimbingan di sekolah. Terkait pemanfaatan multimedia interaktif mengenai profesi ini, hendaknya konselor mempelajari buku panduan sebelum menggunakan program. Selain itu, siswa diharapkan menggunakan multimedia interaktif mengenai profesi secara mandiri untuk membantu pemilihan keputusan kariernya. Penelitian dan pengembangan ini hanya sampai tahap uji kelompok kecil, sehingga diharapkan pengembang selanjutnya melakukan uji efektifitas terhadap paket layanan informasi karier mengenai profesi berbasis multimedia interaktif bagi siswa SMA ini

    0

    full texts

    1,354

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇