SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    1354 research outputs found

    Hubungan Konformitas Kelompok Sebaya dengan Perilaku Berpacaran Siswa SMK Negeri Tempursari Kabupaten Lumajang

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi perilaku berpacaran yang menyimpang atau diluar batas wajar dikalangan siswa SMK Negeri Tempursari Lumajang. Hal tersebut banyak dipengaruhi oleh lingkungan remaja atau kelompok sebaya. Remaja yang tergabung dalam kelompok sebaya harus memenuhi norma kelompok agar tidak menyimpang dan tetap dianggap dalam kelompok. Berkaitan dengan itu maka, perlu dilakukan penelitian mengenai hubungan konformitas dengan perilaku berpacaran pada siswa SMK Negeri Tempursari Lumajang. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan konformitas siswa SMK Negeri Tempursari Kabupaten Lumajang, (2) Mendeskripsikan perilaku berpacaran siswa SMK Negeri Tempursari Kabupaten Lumajang, (3) Mengetahui hubungan antara konformitas kelompok sebaya dengan perilaku berpacaran siswa SMK Negeri Tempursari Kabupaten Lumajang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Subjek penelitian berjumlah 44 orang SMK Negeri Tempursari Kabupaten Lumajang.Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik random sampling. Untuk mengumpulkan data digunakan skala konformitas dan skala perilaku berpacaran dengan empat kategori respon. Pengolahan data menggunakan teknik analisis korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Siswa SMK Negeri Tempursari memiliki tingkat konformitas dengan kategori tinggi sebesar 27%, kategori sedang sebesar 73%, dan kategori rendah sebesar 0%. (2) Siswa SMK Negeri Tempursari memiliki tingkat perilaku berpacaran dengan kategori tinggi sebesar 52%, kategori sedang sebesar 48%, dan kategori rendah sebesar 0%. (3) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan (rxy = 0,426 , p = 0,004) antara konformitas dan perilaku berpacaran. Disarankan kepada: (1) Pihak sekolah, hendaknya dapat menerapkan peraturan yang memuat larangan berperilaku pacaran negatif pada saat di sekolah dan memberikan sanksi yang tegas jika subjek melanggar, dengan demikian subjek dapat mengontrol diri untuk tidak konform terhadap norma berpacaran yang menyimpang. (2) Konselor, hendaknya  dapat mengurangi konformitas siswa SMK Negeri Tempursari dengan tingkatan sedang  melalui cara menumbuhkan kepercayaan diri, konsep diri, dan asertif training melalui bimbingan kelompok dengan berbagai macam teknik (teknik roleplaying, ekspository). Sedangkan penyikapan terhadap perilaku siswa yang konform pada norma berpacaran dalam kelompok , konselor dapat memberikan layanan pelatihan asertivitas sehingga subjek dapat mengambil keputusan terhadap norma kelompok yang adaptif. (3) Siswa, hendaknya mampu  mengambil tindakan pemecahan masalah yang menunjukkan sebuah perilaku adaptif yakni menunjukkan perilaku dan pola pikir yang positif dan rasional terhadap  norma-norma konformitas kelompok sebaya. Bagi remaja yang memiliki perilaku pacaran yang negatif hendaknya untuk mengontrol perilaku tersebut dengan cara-cara yang positif seperti kontrol diri yang tinggi terhadap perilaku pacaran negatif. (4) Peneliti lain, diharapkan bisa melakukan tindak lanjut penelitian, misalnya dalam hal pengembangan alat ukur, penambahan variabel atau populasi penelitian, serta penambahan metode dalam penelitia

    Keefektifan Teknik Focus Group Discussion untukMeningkatkan Respectful Mind Siswa SMP Laboratorium UM.

    No full text
    ABSTRAK   Mayangsari,  Tantri Putri. 2017. Keefektifan Teknik Focus Group Discussion untuk Meningkatkan Respectful Mind Siswa SMP Laboratorium UM. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. H. M. Ramli, M.A. (2) Dr. H. Adi Atmoko, M.Si   Kata Kunci: focus group discussion, respectful mind, siswa SMP.   Respectful mind mencakup tiga komponen yang harus dimiliki anak sejak dini seperti menerima perbedaan, berempati, dan bekerjasama. Namun hal tersebut kurang mendapatkan perhatian dari guru/sekolah. Masalah tersebut juga terjadi di SMP Laboratorium UM. Teknik focus group discussion merupakan salah satu cara membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan respectful mind. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan teknik focus group discusion untuk meningkatkan respectful mind siswa SMP. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen dengan bentuk pre exsperimental one group pretest-posttest design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang memiliki tingkat respectful mind tergolong sedang terdiri dari delapan siswa. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa skala respectful mind yang valid sebanyak 44 butir dan uji reliabilitas sebesar 0,939 serta panduan eksperimen teknik focus group discussion yang telah melalui uji ahli. Data dilakukan melalui uji non-parametrik Wilcoxon Signed Rank Test(WSRT)dengan menggunakan bantuan SPSS 21.00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik focus group discussionefektif meningkatkan respectful mind siswa SMP. Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan skor posttest respectful mind dan hasil uji Wilcoxon yang menyatakan nila Z=2, 257bserta nilai Asymp. Sig.= 2-tailed 0.01

    Studi tentang Pendidikan Karakter Jujur di SMA Delapan Penjuru Angin (Panjura) Malang

    No full text
    ABSTRAK   Sutarta, Yan Indraprasti. 2017. Studi tentang Pendidikan Karakter Jujur di SMA Delapan Penjuru Angin (Panjura) Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Hj. Muslihati, S.Ag, M.Pd  (II) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd.   Kata kunci:Pendidikan karakter,jujur, SMA Panjura             Pembentukan karakter merupakan salah satu tujuan dari pendidikan nasional. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menjelaskan bahwa siswa tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga cerdas secara emosional, spiritual dan sosial. Karakter jujur memiliki peranan penting dengan prestasi belajar dan keberhasilan siswa. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui karakter jujur yang diterapkan di SMA Delapan Penjuru Angin Malang. Tujuan penelitian ini adalah1)mendeskripsikan pendidikan karakter jujur di SMA Delapan Penjuru Angin Malang; 2) mengetahui strategi pendidikan karakter jujur di SMA Delapan Penjuru Angin Malang; dan 3) pemaknaan pendidikan karakter jujur di SMA Delapan Penjuru Angin Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Dalam hal ini, peneliti sebagai instrumen utama. Data penelitian berupaulasan-ulasan yang dihasilkan oleh guru dan siswa baik dalam pembentukan karakter jujur yang meliputi kegiatan akademik ataupun kegiatan non akademik. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa pedoman observasi dan pedoman wawancara. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap penelaahan data, tahap identifikasi dan klarifikasi data, dan tahap evaluasi data. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, peneliti menemukan gambaran deskripsi perilaku jujur di SMA Delapan Penjuru Angin, terdapat dua macam perilaku kejujuran yakni jujur di dalam kelas dan jujur di luar kelas. Kedua, terdapat beberapa strategi yang digunakan oleh guru untuk menciptakan kebiasaan jujur di sekolah, yaitu 1) ceramah 2)  kegiatan spontan dan 3) keteladanan. Ketiga, pemaknaan jujur di SMA Delapan Penjuru Angin bahwa guru dan siswa meyakini karena hanya dengan berperilaku positif yang mampu membuat survive menghadapi tantangan.             Studi tentang karakter jujur siswa dalam penelitian  ini berlangsung secara terus menerus dan merupakan kebiasaan yang telah menjadi budaya di sekolah. Karakter jujur yang dilakukan merupakan salah satu bentuk keunggulan di SMA Delapan Penjuru Angin

    HUBUNGAN ANTARA KECEMASAN SOSIAL, EXTRAVERSION, DAN PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA SMK NEGERI DI KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK Putri, Shanice Himma. 2017. Hubungan antara Kecemasan Sosial, Extraversion,   dan Prokrastinasi Akademik Siswa SMK Negeri di Kota Malang. Skripsi,  Jurusan Bimbingan dan Konseling, Program Studi S1 Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Danny Moenindyah Handarini, M. A, (II) Drs. Harmiyanto, M.Pd Kata Kunci: Kecemasan Sosial, Extraversion, Prokrastinasi Akademik.Prokrastinasi akademik mengacu pada perilaku individu untuk menunda-nunda dalam memulai dan menyelesaikan tugas akademiknya. Siswa pelaku prokrastinasi akademik memilih untuk mengerjakan tugas-tugas akademiknya di akhir waktu, sehingga menimbulkan kegelisahan subjektif, serta keterlambatan dan kegagalan dalam menyelesaikan tugasnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecemasan sosial, extraversion, dan prokrastinasi akademik siswa SMKN di Kota Malang. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Populasi yang digunakan adalah siswa SMKN di Kota Malang, sampel penelitian berjumlah 454 siswa yang diperoleh dari metode cluster random sampling. Untuk mengukur ke tiga variabel, digunakan skala yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis korelasi Pearson Product Moment.Hasil penelitian menginformasikan bahwa : (1) kecemasan sosial secara simultan memiliki hubungan yang positif terhadap prokrastinasi akademik dengan nilai (rxy= 0,107; sig=0,0110,05). Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran yang dapat digunakan adalah (1) bagi konselor (guru BK) dapat memberikan pelatihan keterampilan mengelola rasa cemas terhadap siswa di sekolah, sehingga siswa dapat mengontrol perilaku yang dapat mengurangi tingkat kecemasan siswa, (2) bagi peneliti berikutnya dapat melakukan penelitian mengenai hubungan prokrastinasi akademik dengan variabel lain atau dapat mengembangkan buku panduan mengenai cara mereduksi prokrastinasi dengan menggunakan metode tertentu khususnya untuk siswa sekolah menengah

    Efektifitas Teknik Konseling REBT Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa SMP

    No full text
    ABSTRACT Efektifitas Teknik Konseling REBT Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa SMPEfektifitas Teknik Konseling Rational Emotive Behavior Therapy UntukMeningkatkan Kepercayaan Diri Siswa SMP Katolik Cor Jesu MalangVeronika RinaProgram Studi Bimbingan Dan Konseling, FIP, UM. email: [email protected] diri merupakan keyakinan akan kemampuan yang dimiliki untuk mencapai tujuan hidup sesuai dengan yang diharapkan. Individu yang memiliki kepercayaan diri rendah tidak mengenal kemampuan yang ada dalam diri, tidak berani tampil di depan umum, tidak bisa berpikir positif tentang dirinya, tidak berani tampil di depan umum, kurang mandiri, dan tidak berani mengungkapkan pendapat. Individu  yang tidak memiliki kepercayaan diri cenderung berpikir irasional sehingga menghambat kehidupan sehari-hari dan mempengaruhi emosi dan perilaku. Gejala di atas ditemui di SMP Katolik Cor Jesu Malang. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah apakah teknik konseling rational emotive behavior therapy efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektifitas Konseling Rational Emotive Behavior Therapy dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas VIII SMP.Penelitian ini menggunakan eksperimen One group pre-test dan post-test design. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik inferensial non-parametrik pada siswa yaitu uji Wilcoxon Signed Ranks Test untuk mengetahui adanya tingkat perbedaan sebelum dan sesudah mendapat treatment konseling rational emotive behavior therapy. Subyek dalam penelitian ini adalah 6 siswa kelas VIII SMP. Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan tingkat kepercayaan diri dari kategori rendah menjadi tinggi. Hal ini menunjukan bahwa teknik Konseling Rational Emotive Behavior Therapy efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri.Berdasarkan hasil tersebut, disarankan kepada: (1) Sekolah memberi kesempatan kepada konselor menerapkan teknik Konseling Rational Emotive Behavior Therapy untuk membantu meningkatkan kepercayaan diri; (2) Konselor dapat menerapkan teknik Konseling Rational Emotive Behavior Therapy sebagai teknik alternatif pada konseling individu; dan (3) Peneliti selanjutnya  perlu menggunakan desain yang berbeda; dan (4) Penelitian ini dapat digunakan untuk jenjang pendidikan sekolah yang berbeda (kelas VIII dan XI ). Kata kunci: konseling rational emotive behavior     therapy, kepercayaan dir

    Pengambangan Modul Kesiapan Diri Menikah dan Berkeluarga di SMKN 5 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Febrianti, Mega Silviana. 2016. Pengembangan Modul Kesiapan Diri Menikah dan Berkeluarga di SMK Negeri 5 Malang. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd. (II) Prof. Dr. Hj. Nur Hidayah, M.Pd   Kata kunci: kesiapan diri, menikah, berkeluarga, siswa SMK   Kesiapan diri menikah dan berkeluarga merupakan salah satu tugas perkembangan yang paling penting padatahap perkembangan masa remaja akhir khususnya siswa SMA dan SMK. Untuk mencapai tugas perkembangan kesiapan menikah dan berkeluarga tersebut digunakan modul sebagai layanan informasi untuk siswa. Modul merupakan suatu unit bahan belajar yang dirancang secara khusus, sehingga dapat dipelajari oleh siswa secara mandiri.Kenyataannya modul yang terkait dengan kesiapan menikah dan berkeluarga belum pernah diberikan kepada siswa SMK. Oleh karena itu tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menyusun dan mengembangkan modul bimbingan kesiapan menikah dan berkeluarga bagi siswa SMKyang berterima secara teoritik dan praktis. Model penelitian dan pengembangan ini diadaptasi dari prosedurResearch and Development Borg & Gall. Adapun prosedur pengembangan adalah: 1) tahap I penelitian dan pengumpulan informasi, 2) tahap II perencanaan, 3) tahap III pengembangan produk, 4) tahap IV uji ahli bimbingan dan konseling; revisi produk berdasarkan hasil uji ahli bimbingan dan konseling; uji ahli media; revisi produk berdasarkan hasil uji ahli media, 5) tahap V uji calon pengguna produk; revisi produk berdasarkan hasil uji calon pengguna produk; uji produk (uji kelompok kecil); revisi berdasarkan hasil uji coba kelompok kecil; produk akhir Modul Kesiapan Menikah dan Berkeluarga bagi Siswa SMK. Produk yang dihasilkan adalah 1) Modul Kesiapan Menikah dan Berkeluarga bagi Siswa SMK 2) Panduan Modul Kesiapan Menikah dan Berkeluarga bagi konselor. Modul bagi siswa terdiri atas 5 penggalan yaitu pengertian pernikahan dan hidup berkeluarga, aspek fisik kesiapan menikah dan berkeluarga, aspek psikologis kesiapan menikah dan berkeluarga, aspek ekonomi kesiapan menikah dan berkeluarga, penyesuaian dalam hidup pernikahan dan berkeluarga. Panduan untuk konselor berisi 2 bab yaitu bab 1 pendahuluan dan petunjuk khusus penggunaan modul, bab 2 petunjuk khusus penggalan 1-5. Berdasarkan hasil analisis data penilaian ahli, calon pengguna produk dan kelompok kecil serta revisi yang telah dilaksanakan sesuai saran dan masukan, dapat disimpulkan bahwa produk dapat berterima secara teoritis dan praktis. Berdasarkan hasil penelitian disarankan konselor sebagai pengguna produk untuk memahami panduan penggunaan modul sebagai media bimbingan yang memadai serta menyediakan sumber-sumber belajar secukupnya agar siswa dapat memahami kesiapan menikah dan berkeluarga dengan baik. Bagi penelitian selanjutnya, hasil penelitian dan pengembangan ini dapat dilanjutkan dengan penelitian eksperimen untuk mengetahui keefektifan modul ini dalam membantu siswa untuk mempersiapkan pernikahan dengan baik

    Pengembangan Panduan Pelatihan Kesadaran Diri Melalui Drama Segitiga Karpman untuk Mencegah Perilaku Bullying Siswa SMP

    No full text
    ABSTRAK   Nastiti, Titis Firdia. 2016. Pengembangan Panduan Pelatihan Kesadaran Diri melalui Drama Segitiga Karpman untuk Mencegah Perilaku Bullying Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pebimbing: (1) Dr. Dany M. Handarini, M. A., (2) Dr. Andi Mappiare, A. T. M.Pd.   Kata Kunci: Panduan, Kesadaran Diri, Bullying   Penelitian pengembangan panduan pelatihan kesadaran diri melalui drama segitiga karpman untuk mencegah perilaku bullying siswa SMP yang dilatar belakangi oleh maraknya kasus tindakan bullying yang dilakukan siswa. Perilaku bullying disebabkan karena rendahnya kesadaran diri yang dimiliki siswa dalam mencegah perilaku bullying sehingga diperlukan panduan untuk meningkatkan kesadaran diri dalam mencegah perilaku bullying siswa SMP. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan panduan pelatihan kesadaran diri untuk mencegah perilaku bullying siswa SMP sebagai panduan pelatihan yang dapat digunakan oleh konselor dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling secara optimal. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan model Borg and Gall (1983). Prosedur pengembangan yang dilakukan adalah sebagai berikut:1) tahap penelitian pendahuluan (pra survei), 2) tahap perencanaan, 3) pengembangan produk, 4) uji coba tahap awal, 5) revisi terhadap produk utama, berdasarkan masukan dan saran-saran dari hasil uji lapangan awal. Isi dari produk yang dihasilkan yakni berupa buku panduan pelatihan kesadaran diri untuk mencegah perilaku bullying siswa SMP. Dalam buku panduan ini berisi pelatihan untuk membantu siswa dalam mencegah perilaku bullying disertai dengan langkah-langkah dalam mencegah perilaku bullying menggunakan materi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari agar memudahkan siswa dalam pelaksanaan pelatihan. Berdasarkan hasil analisis data penilaian para ahli dan calon pengguna produk serta revisi-revisi yang telah dilakukan sesuai saran dan masukan terhadap panduan pelatihan kesadaran diri untuk mencegah perilaku bullying siswa SMP dapat disimpulkan bahwa panduan untuk konselor berguna, sangat tepat, layak dan patut. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar pengembangan panduan pelatihan kesadaran diri untuk mencegah perilaku bullying siswa SMP, sekolah memfasilitasi agar dapat dijadikan referensi untuk diterapkan disekolah lainnya dengan menyesuaikan karakter siswa disetiap sekolah, pengguna produk harus mempelajari dan memahami pelatihan kesadaran diri untuk mencegah perilaku bullying siswa SMP agar dapat diaplikasikan kepada siswa dan dapat meningkatkan kesadaran diri siswa sehingga konselor dapat memfasilitasi siswa dengan layanan bimbingan dan konseling yang optimal

    Pengembangan Permainan Simulasi Keterbukaan Diri untuk Siswa SMP

    No full text
    ABSTRAK   Jannah, Roichatul. 2016. Pengembangan Permainan Simulasi Keterbukaan Diri untuk Siswa SMP. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Hj. Ella Faridati Zen, M.Pd, (II) Dr. Hj. Muslihati, S.Ag.,M.Pd.   Kata kunci: permainan simulasi, keterbukaan diri, siswa SMP.   Keterbukaan diri (self disclosure) merupakan pengungkapan individu tentang informasi dirinya yang tersembunyi untuk diketahui oleh orang lain, agar mendapat reaksi atau tanggapan. Keterbukaan diri mempunyai peran penting dalam  kehidupan siswa SMP, akan tetapi tidak semua siswa SMP mampu bersikap terbuka kepada orang lain, seperti kepada keluarganya. Keterbukaan diri penting bagi siswa untuk beradaptasi, karena dapat mengakrabkan dan menjalin hubungan yang hangat, apabila siswa tidak dapat terbuka maka hubungan dengan orang lain menjadi kurang akrab. Penelitian ini bertujuan menghasilkan permainan simulasi keterbukaan diri untuk siswa SMP. Metode penelitian dalam pengembangan diadaptasi dari model pengembangan Borg & Gall (1983), dengan langkah melakukan penelitian dan perencanaan, pengembangan produk awal, uji produk,revisi produk awal, uji lapangan awal, revisi produk akhir. Data yang dihimpun terdiri dari data kuantitatif dan kualitatif, analisis data yang digunakan adalah analisis rerata, sedangkan jenis data yang dihimpun yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Hasil analisis data dari penilaian ahli materi yaitu 3,46, penilaian dari ahli media yaitu 3,71, penilaian calon pengguna produk yaitu 3,79, dan kelompok terbatas yaitu 3,81. Dapat disimpulkan bahwa penilaian panduan dan media permainan simulasi keterbukaan diri memiliki penilaian sangat layak dengan rerata 3,69  yang meliputi ketepatan, kegunaan, kemudahan dan kemenarikan. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan: 1) Bagi konselor, disarankan mempelajari panduan permainan simulasi dahulu agar permainan simulasi sesuai dengan prosedur dalam panduan permainan simulasi. 2) Bagi peneliti selanjutnya disarankan menguji efektifitas melalui riset eksperimen, mengingat penelitian ini hanya dilakukan hingga uji kelompok terbatas

    Pengembangan Multimedia Interaktif Layanan Infromasi Stres dalam Belajar Siswa Kelas VIII SMP.

    No full text
    Siswa di sekolah sering mengalami tuntutan dalam bidang akademik. Tuntutan itulah yang membuatsiswa mengalami stres dalam belajar. Tugas konselor di sekolah adalah membantu siswa dalam tugas perkembangannya. Tujuan penelitian menghasilkan produk berupa multimedia interaktif layanan informasi tentang stres belajar siswa kelas VIII SMP berdasarkan aspek keberterimaan yaitu kegunaan, ketepatan, kemudahan, dan kemenarikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan (development research) dengan model Borg and Gall (1983). Prosedur pengembangan yang dilakukan sebagai berikut: (1) analisis kebutuhan; (2) pengembangan produk; (3) uji coba produk; (4) revisi produk; dan (5) produk akhir. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 15 Malang. Subyek penelitian yaitu 6 orang siswa kelas VIII-B yang memiliki gejala stres dalam belajar. Instrumen penelitian menggunakan angket untuk memperoleh hasil penilaian dari ahli materi, ahli media, calon pengguna produk dan kelompok kecil. Produk yang dihasilkan adalah (1) multimedia interaktif  layanan informasi tentang stres belajar siswa kelas VIII SMP, dan (2) buku panduan penggunaan multimedia interaktif untuk konselor. Berdasarkan analisis data yang diperoleh dari penilaian ahli materi, ahli media, calon pengguna produk dan kelompok kecil yaitu sangat berguna, sangat tepat, sangat mudah, dan sangat menarik. Kesimpulan dari produk yang dihasilkan dapat diterima. Hasil penelitian disarankan (1) konselor diharapkan mempelajari prosedur bimbingan dan materi bimbingan sebelum mengaplikasikannya dalam kegiatan layanan, (2) desiminasi produk untuk skala yang lebih luas kepada guru ataupun konselor untuk menyebarluaskan produk  agar digunakan demi kemajuan dunia bimbingan dan konseling, (3) penelitian selanjutnya yaituperlu dilakukan pengujian terhadap keefektifan produk multimedia interaktifdan buku panduan dengan uji kelompok yang lebih besar.  

    Keefektifan Teknik Konseling REBT untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa Sekolah Menengah Pertama, Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling

    No full text
    ABSTRACT Keefektifan Teknik Konseling REBT untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa Sekolah Menengah Pertama, Skripsi, Jurusan Bimbingan dan KonselingRina, Veronika. 2016. Keefektifan Teknik Konseling REBT untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa Sekolah Menengah Pertama, Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Carolina Ligya Radjah, M.Kes., (II) Dr. Dany M. Handarini, M.A.Kata kunci: konseling REBT, kepercayaan diriKepercayaan diri merupakan keyakinan akan kemampuan yang dimiliki untuk mencapai tujuan hidup sesuai dengan yang diharapkan. Individu yang memiliki kepercayaan diri rendah kurang mengenal kemampuan yang ada dalam diri, tidak bisa berpikir positif tentang dirinya, kurang mandiri, tidak berani tampil di depan umum, dan tidak berani mengungkapkan pendapat. Individu  yang tidak memiliki kepercayaan diri cenderung berpikir irasional sehingga menghambat kehidupan sehari-hari dan mempengaruhi emosi serta perilaku. Gejala di atas ditemui di SMP Katolik Cor Jesu Malang. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah apakah teknik konseling rational emotive behavior therapy dapat meningkatkan kepercayaan diri.Tujuan penelitian untuk mengetahui keefektifan Konseling Rational Emotive Behavior Therapy dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas VIII SMP.Penelitian ini menggunakan eksperimen One group pre-test dan post-test design. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik inferensial nonparametrik pada siswa yaitu uji Wilcoxon Signed Ranks Test untuk mengetahui adanya tingkat perbedaan sebelum dan sesudah mendapat treatment konseling rational emotive behavior therapy. Subyek dalam penelitian ini adalah 6 orang siswa kelas VIII SMP.Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan tingkat kepercayaan diri dari kategori rendah menjadi tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa teknik Konseling Rational Emotive Behavior Therapy efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan kepada: (1) Sekolah memberi kesempatan kepada konselor menerapkan teknik Konseling Rational Emotive Behavior Therapy untuk membantu meningkatkan kepercayaan diri, (2) Peneliti selanjutnya dapat menggunakan penelitian ini untuk bahan rujukan lain, dan (3) Penelitian ini dapat digunakan untuk jenjang pendidikan sekolah yang berbeda (kelas VIII dan XI )

    0

    full texts

    1,354

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇