SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
1354 research outputs found
Sort by
Pengekspresian Cinta Melalui Media Tulisan: Sebuah Studi Fenomenologi pada Siswa SMP Pancadarma Malang
ABSTRAK Imaningtyas, Intan. 2017. Pengekspresian Cinta Melalui Media Tulisan: Sebuah Studi Fenomenologi pada Siswa SMP Pancadarma Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Adi Atmoko, M.Si, (II) Dr. H. Triyono, M.Pd. Kata Kunci: fenomenologi, pengekspresian jatuh cinta, media tulisan (coretan) Cinta memiliki definisi dan substansi yang berbeda untuk setiap orang, tergantung dari bagaimana ia mengartikan konsep cinta dan mengekspresikan perasaan tersebut. Untuk memahami kompleksitas perilaku jatuh cinta pada remaja, maka fokus masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pola perilaku jatuh cinta dan juga mengetahui bentuk pengekspresian jatuh cinta melalui media tulisan pada siswa SMP.Penelitian ini dilakukan di SMP Pancadarma Malang, dengan menggunakan pendekatan kualitatif serta jenis penelitian fenomenologi. Informan penelitian dipilih dengan metode purposivesampling,sementara pengambilan data dilakukan dengan teknik studi dokumentasi (dokumen resmi dan dokumen pribadi), observasi, wawancara, foto, dan pengalaman hidup (life history). Data yang terkumpul dianalisis menggunakan prosedur analisis data fenomenologi, kemudian diuji untuk menentukan credibility, transferability, dependability, dan confirmability dari data yang bersangkutan. Cinta direfleksikan siswa SMP Pancadarma Malang dalam bentuk perilaku pacaran, yaitu hubungan yang dimaknai sebagai aktifitas berduaan, bersenang-senang namun juga saling memahami dan memberikan dukungan kepada pasangan. Kedewasaan adalah hal yang dipertimbangkan siswa dalam mencari pasangan, merujuk kepada cara berpikir, cara bersikap, dan cara memperlakukan pasangan dengan penuh pemahaman, bimbingan, serta pengorbanan. Meskipun dari semua karakteristik tersebut, penampilan fisik adalah hal yang lebih dipertimbangkan dalam memilih pasangan. Sikap dewasa itu pula yang membuat pacar memegang peranan vital dalam dunia remaja masa kini, bahkan keberadaannya sanggup menggeser peran dari sahabat. Cinta dapat diekspresikan secara langsung (lisan dan tindakan) maupun tidak langsung (tulisan). Menulis dipilih sebagai cara mengungkapkan cinta karena cara ini menyimbolkan ketulusan, perjuangan, dan pengorbanan layaknya hakikat dari cinta itu sendiri. Pengekspresian cinta melalui tulisan dapat diklasifikasikan menjadi media tulisan, bentuk tulisan, serta konten penulisan. Dari ketiga hal tersebut, didapat dua karakteristik utama pengekspresian cinta melalui tulisan, yaitu cinta yang diekspresikan dalam bentuk karya dan cinta yang diekspresikan dalam bentuk perilaku vandal. Sebagai hal yang sarat akan estetika, tentunya vandalisme bukan lagi bertujuan untuk mengekspresikan cinta melainkan hanya untuk eksistensi semata. Selain mengarahkan pada tindakan vandalisme, cinta yang sekuler dapat mendorong remaja untuk berperilaku impulsif,melakukan tawuran, sampai dengan seks bebas. Intervensi yang dilakukan oleh sekolah sebagai upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan cara-cara responsif berupa pemberian nasihat, pressing secara fisik, dan doa khusus. Sebuah cara primitif yang seharusnya dapat digantikan dengan program bimbingan dan konseling yang komprehensif. ABSTRACT Imaningtyas, Intan. 2017. Teenegers Love Expression in Words: A Phenomenology of Pancadarma Junior High School Malang. Thesis, Department of Guidance and Counseling, Faculty of Education, the State University of Malang. Advisor: (I) Dr. H. Adi Atmoko, M.Si, (II) Dr. H. Triyono, M.Pd. Keywords: phenomenology, expression of love, writing media (graffiti) Love has a definition and substance that is different for each person, depending on how they defines the concepts of love and express feelings. To understand the complexity of behavior falls in love with a teenagers then focus problem in this research is to know the patterns of behavior fall in love and also know the forms of expression fal in love through the media writing at the Junior High School students. This research was conducted at the Junior High School Pancadarma Malang, using qualitative approaches as well as the type of research the Phenomenology. Informant research selected by purposing sampling method, while the data retrieval is performed with the techniques of study documentation (documents official and private documents), observation, interviews, photos, and life history. The data collected is analyzed using data analysis procedure of phenomenology, then tested to determine credibility, transferability, dependability, and confirmability of the data concerned. Love the wretched Pancadarma Junior High School students is reflected in the form of dating behavior, i.e., a relationship that is meant as a tandem, have fun activities but also mutual understanding and give support to the mate. Maturity is considered students in finding a mate, refer to how to think, how to behave, and the way it treats couples with the full understanding, guidance, as well as sacrifice. In spite of all these characteristics, physical appearance is more considered in choosing a partner. The adult attitude that makes the girlfriend role vital in the world of today's teenagers, even its existence was able to shift the role of best friend, Love can be expressed directly (oral and action) or indirectly (the writings). Selected writing as a way of expressing the love because of the way it symbolises sincerity, struggle, and sacrifice like the nature of love itself. Expression of love through writing can be classified into media writing, writing, writing as well as content. Of the three, gained two major characteristics of the expression of love through the writing, that is the love that is expressed in the form of the work and love that is expressed in the form of behavior of vandals. As it is loaded will be aesthetic, of course vandalism no longer aims to express love but rather just for the sheer existence. In addition to directing on the action of vandalism, a secular love can encourage adolescents to behave impulsively, committing a brawl, to free sex. To solve it, the school intervenes by using responsive means of giving advice, physical pressing, and special prayer. A primitive way that should be superseded by a guiding program and comprehensive counseling
hubungan antara self efficacy, self esteem dan perilaku prokrastinasi siswa madrasah aliyah negeri di malang raya
RINGKASAN Putrisari, Friska. 2017. Hubungan antara Self Efficacy, Self Esteem dan Perilaku Prokrastinasi Siswa Madrasah Aliyah Negeri di Malang Raya. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Univeritas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. H. IM. Hambali, M.Pd., (II) Dr. Dany Moenindyah Handarini, M.A. Kata kunci: self efficacy, self esteem, prokrastinasi, siswa MAN Prokrastinasi merupakan kecenderungan seseorang untuk menunda-nunda mengerjakan atau menyelesaikan tugas yang sedang ia hadapi yang pada akhirnya nanti akan menimbulkan kecemasan, karena pada akhirnya tugas tidak terselesaikan dengan tepat waktu dan maksimal atau bahkan gagal menyelesaikannya. Faktor penyebab prokrastinasi diantaranya adalah perilaku self efficacy dan self esteem. Self efficacy adalah keyakinan seseorang akan kemampuannya untuk menyelesaikan tugas. Self esteem adalah proses evaluasi yang ditujukan individu pada diri sendiri yang nantinya berkaitan dengan proses penerimaan individu terhadap dirinya. Siswa Madrasah Aliyah memiliki kecenderungan melakukan prokrastinasi mengingat pendidikan di Madrasah Aliyah menuntut siswa untuk lebih menguasai ilmu agama secara mendalam, harus menempuh mata pelajaran lebih banyak dan memiliki jam belajar lebih lama di sekolah. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan antara self efficacy danself esteem dengan perilaku prokrastinasi siswa Madrasah Aliyah Negeri di Malang Raya. Penelitian ini juga akan melihat hubungan secara parsial antara self efficacy dengan prokastinasi dan self esteem dengan prokrastinasi. Penelitian ini menggunakan langkah-langkah dalam pendekatan kuantitatif korelasi jenis regresi berganda yaitu : (1) merumuskan masalah dan menentukan tujuan penelitian, (2) menentukan konsep serta penggalian kajian pustaka, (3) mengambil sampel, (4) membuat dan menyusun invetory, (5) melakukan uji lapangan, (6) mengolah data (7) menganalisis dan melaporkan. Instrumen yang digunakan peneliti dalam bentuk skala dan terdiri dari tiga skala. Pertama, skala self efficacy yaitu Children’s Preceived Academic Self-Efficacy Subscale from The Morgan-Jinks Student Efficacy Scale (MJSES) yang dikembangkan Jinks dan Morgan (1999) yang telah diterjemahkan terlebih dahulu sebelumnya. Kedua, skala self esteem yaitu The Coopersmith Self Esteem Inventory (CSEI) yang diadaptasi dari Mangantes (2005). Ketiga, skala prorastinasi yaitu skala prokrastinasi yang disusun berdasarkan teoi Ferrari yang diadaptasi dari Uke (2016). Teknik analisis data menggunakan analsis deskriptif untuk menentukan frekuensi, persentase dan standar deviasi, selain itu juga digunakan teknik analisis korelasi regresi berganda untuk melihat hubungan antar variabel, analisis dilakukan dengan bantuan program SPSS 23.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat self efficacy, self esteem dan prokrastiansi siswa Madrasah Aliyah termasuk dalam tingkatan sedang. Hasil uji hipotetik menunjukkan bahwa hubungan antara self efficacy dan self esteem memiliki hubungan secara signifikan dengan nilai p = ,000. Hubungan antar variabel termasuk kedalam kriteria sedang dengan nilai R = ,432. Perhitungan secara parsial didapatkan hasil yaitu hubungan antara self efficacy dengan prokrastinasi memiliki hubungan yang sangat signifikan dengan nilai p = ,015. Hubungan keduanya masuk kedalam kriteria rendah dengan nilai r = -2,443. Sedangkan antara self esteem dengan prokrastinasi memiliki hubungan sangat signifikan dengan nilai p = ,000. Hubungan keduanya termasuk dalam kriteria tinggi dengan nilai r = -8,056. Dari hasil uji dapat diartikan bahwa terjadi hubungan yang negatif antar variabel maksudanya adalah jika self efficacy dan self esteem tinggi maka prokrastinasi rendah, sebaliknya jika self efficacy dan self esteem rendah maka prokrastinasi tinggi.Self efficacy dan self esteem memiliki kontribusi sebesar 18,7% dalam terbentuknya perilaku prokrastinasi. Hal ini menunjukkan bahwa self efficacy dan self esteem menyumbang 18,7% pengaruh untuk terbentuknya perilaku prokrastinasi. Saran untuk konselor berdasarkan penelitian ini adalah agar konselor dapat membantu meningkatkan self efficacy dan self esteem untuk mencegah perilaku prokrastinasi pada siswa. sedangkan untuk peneliti selanjutnya adalah agar dapat mengembangkan produk atau media untuk peningkatan self efficacy dan self esteem yang bertujuan mengurangi dan mencegah perilaku prokrastinasi pada siswa
Efektivitas layanan informasi karier melalui media sosial facebook untuk meningkatkan pemahaman karier siswa SMK Negeri 5 Malang
ABSTRAK Karier merupakan keseluruhan pekerjaan yang dilakukan sepanjang hidup. Karier dapat dicapai melalui pekerjaan yang direncanakan dan dikembangkan secara optimal dan tepat, tetapi pekerjaan tidak selamanya dapat menunjang pencapaian karier. Dengan demikian, pekerjaan merupakan tahapan penting dalam pengembangan karier. Namun kenyataannya sekarang tidak semua remaja mampu merencanakan karier masa depan yang baik. Mereka seringkali kebingungan dalam menentukan karier. Untuk itu layanan informasi diharapkan mampu untuk membantu permasalahan yang dialami siswa yang berhubungan dengan karier. Layanan informasi melalui media sosial facebook dapat digunakan untuk memberikan informasi yang berhubungan dengan karier siswa.Tujuan penelitian yaitu mengetahui efektivitas layanan informasi karier melalui media sosial facebook untuk meningkatkan pemahaman karier siswa. Penelitian ini menggunakan One Group Pretest Posttest Design. Dalam desain eksperimen ini observasi dilakukan sebanyak dua kali yaitu sebelum eksperimen yang disebut pretest (prates) dan sesudah eksperimen yang disebut posttest (pascates). Berdasarkan hasil pretest dan posttest tersebut dapat diketahui perbedaan tingkat pemahaman karier siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Dalam penelitian ini peneliti tidak menggunakan kelompok kontrol sebagai pembanding.Berdasarkan hasil analisis uji Wilcoxon Sign Rank Test pada saat sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan menunjukkan bahwa layanan informasi karier melalui media sosial facebook efektif untuk meningkatkan pemahaman karier siswa SMK. Hal ini dapat dilihat ketika sebelum diberikan perlakuan dan sesudah diberikan perlakuan. Masing-masing subjek menunjukkan adanya peningkatan tingkat pemahaman karier. Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian, bahwa layanan informasi karier dalam media sosial facebook efektif untuk meningkatkan pemahaman karier siswa SMK, maka dikemukakan beberapa saran yang perlu dipertimbangkan, yaitu: (1) Konselor di sekolah dapat menggunakan media sosial facebook untuk memberikan layanan informasi karier. (2) Peneliti selanjutnya diharapkan tidak lagi melakukaan tatap muka untuk memberikan layanan informasi karier melalui media sosial facebook. Layanan informasi karier dapat dikembangkan melalui media sosial lainnya tidak hanya melalui media sosial facebook
Pengembangan Panduan Pelatihan Asertif untuk Membantu Mencegah Tindakan Bullying pada Siswa SMK Negeri 1 Dlanggu.
Arifin, Bima Jainul. 2017. Pengembangan Panduan Pelatihan Asertif untuk Membantu Mencegah Tindakan Bullying pada Siswa SMK Negeri 1 Dlanggu. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Lutfi Fauzan, M. Pd. (II) Dr. Henny Indreswari, M. Pd. Kata Kunci: pelatihan asertif, bullying, siswa SMK Bullying didefinisikan sebagai sebuah tindakan negatif berupa ancaman atau teror yang dilakukan berulang-ulang. Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa sebagian siswa masih menjadi korban bullying oleh orang lain yang ada di sekitarnya. Oleh karena itu peneliti mengembangkan panduan pembentukan perilaku asertif untuk membantu siswa mencegah tindakan bullying. Model penelitian dan pengembangan ini diadaptasi dari strategi pengembangan Brog & Gall. Adapun prosedur pengembangan adalah: 1) tahap I pengumpulan informasi; 2) tahap II pengembangan produk awal; 3) tahap III uji ahli bimbingan dan konseling; uji ahli media; 4) tahap IV revisi produk berdasarkan uji ahli bimbingan dan konseling; uji ahli media; 5) tahap V uji calon pengguna produk revisi berdasarkan hasil uji calon pengguna produk; uji kelompok kecil; revisi berdasarkan hasil uji kelompok kecil; 6) tahap VI penyusunan produk akhir. Instrumen data dalam penelitian dan pengembangan ini berbentuk angket penilaian yang meliputi instrumen uji ahli materi, media dan uji calon pengguna produk. Kriteria penilaian produk berdasarkan empat aspek penilaian yakni, ketepatan, kelayakan, kepatutan dan kegunaan. Analisis data yang digunakan yaitu kuantitatif dan kualitatif. Teknik analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis skala penilaian ahli materi, media dan pengguna produk. Sedangkan analisis kualitatif diperoleh dari penilaian secara tertulis pada bagian saran. Produk yang dihasilkan adalah Panduan Pelatihan Asertif untuk Membantu Mencegah Tindakan Bullying. Panduan konselor ini berisi 3 bagian yaitu bagian I pendahuluan, bagian II prosedur pelatihan, dan bagian III materi pelatihan. Berdasarkan hasil analisis data penilaian ahli, calon pengguna produk dan kelompok kecil di kelas X animasi 1 sebanyak lima siswa, serta revisi yang telah dilaksanakan sesuai dengan aspek kegunaan, aspek kelayakan, aspek ketepatan, dan aspek kepatutan, dapat disimpulkan bahwa produk dapat berterima secara teoritis dan praktis. Berdasarkan hasil penelitian, pengembangan buku panduan ini terdapat materi yang harus dikuasai oleh pengguna buku, sehingga disarankan konselor sebagai pengguna produk untuk mempelajari buku panduan pelatihan asertif. Bagi peneliti selanjutnya, karena pengembangan ini hanya sampai pada uji kelompok kecil maka hasil penelitian dan pengembangan ini dapat dilanjutkan dengan penelitian eksperimen untuk mengetahui keefektifan panduan pelatihan asertif untuk membantu mengatasi tindakan bullying pada siswa SMK Negeri 1 Dlanggu
PROFIL PERILAKU SEKS PRANIKAH PARA MAHASISWA YANG BERGAYA HIDUP MODERN, KASUAL, DAN GLAMOUR
ABSTRAK Merisasi, Wicen. 2017. Profil Perilaku Seks Pranikah Para Mahasiswa yang Bergaya Hidup Modern, Kasual dan Glamour.Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Hariadi Kusumo, M.Pd, (2) Prof. Dr.Andi Mappiare AT,M.Pd Kata kunci:perilaku seks pranikah,bergaya hidup modern kasual dan glamour Saat ini banyak kasus penyimpangan perilaku pergaulan remaja. Pada zaman ini remaja lebih mementingkan penampilan luar agar terlihat menarik daripada mengutamakan norma kesopanan yang ada. Hal tersebut dapat memicu pikiran-pikiran negatif dari lawan jenis yang menyebabkan terjadinya kasus pelecehanseksual dan pemerkosaan. Perilaku seks pranikah terdiri dari macam-macam lifestyle atau gaya berpakaian yang terlihat mencolok dan terkesan menggoda. Remaja pada umumnya merasa penasaran danmencari tahu informasi mengenai penyimpangan perilaku, sehingga nantinya memunculkan keinginan untuk mencoba perilaku seks pranikah. Tujuan penelitian adalah untuk membedakan gaya hidup mahasiswa yang bergaya hidup modern kasual dan glamour di Universitas Brawijaya. Secara khusus tujuan penelitian ini antara lain: 1) Bagaimana profil perilaku seks pranikah mahasiswa yang bergaya hidup modern; 2) Bagaimana profil perilaku seks pranikah mahasiswa yang bergaya hidup kasual; 3) Bagaimana profil perilaku seks pranikah mahasiswa yang bergaya hidup glamour; Rancangan penelitian ini adalah deskriptif kuantitaif. Subyek penelitian mahasisa FEB Universitas Brawijaya tahun 2013-2014 yang berjumlah 105. Instrument yang digunakan berupa Kuesioner perilaku seks pranikah dan kuesioner gaya hidup mahasiswa modern, kasual, dan glamour. Kegiatan analisis data dimulai dari menghitung persentase (%) skor capaian responden dan mengkonfirmasikan persentase (%) skor capaian responden Hasil penelitian menunjukkan bahwadari profil perilaku seks pranikah mahasiswa yang bergaya hidup modern menunjukkan 30,8% atau sedikit mahasiswa yang bergaya hidup modern memiliki tingkat perilaku seks pranikah yang rendah, kemudian dari profil perilaku seks pranikah mahasiswa yang bergaya hidup kasual menunjukkan bahwa 1% atau sangat sedikit mahasiswa yang bergaya hidup kasual yang memiliki tingkat perilaku seks pranikah yang tinggi dengan klasifikasi sangat sedikit,dan dari profil perilaku seks pranikah mahasiswa yang bergaya hidup glamour menunjukkan bahwa 44,4% atau cukup banyak mahasiswa yang bergaya hidup Glamor memiliki tingkat perilaku seks pranikah yang tinggi Kesimpulan dalam penelitian ini adalah gaya hidup glamour adalah mayoritas gaya hidup mahasiswa Fakultas Ekonomi angkatan 2013 dan 2014 Universitas Brawijaya, yang menjadi responden dalam penelitian ini jika ditinjau dari perilaku seks pra nikah. Saran diberikan kepada orang tua dan masyarakat dan khususnya bagi orang tua mahasiswa untuk mengawasi anak mereka terlebih jika anaknya menempuh pendidikan di kota lain. Memberikan kepercanyaan kepada anak juga sangat penting, orang tua juga harus selalu membangun komunikasi yang baik agar anak mempunyai rasa tanggung jawab pada diri mereka.
Pengaruh Penggunaan Metode Khoriitoh Dzihniyah terhadap Pemerolehan Kosakata Bahasa Arab Siswa Kelas IV MI Miftahul Huda Malang
ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kosakata yang dikuasai oleh siswa SD/MI. Hal ini terjadi karena kosakata bahasa asing sulit diingat dan metode yang digunakan dalam pembelajaran kurang sesuai dan tidak menarik.Untuk mengatasi masalah tersebut, penulis memberikan alternatif dalam membantu mengingat kosakata bahasa Arab pada siswa MI Miftahul Huda Malang, yaitu dengan memberikan metode khoriitoh dzihniyah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan metode khoriitoh dzihniyah dalam meningkatkan pemerolehan kosakata bahasa Arab dan keaktifan siswa.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen murni. Teknik pengambilan sampling dengan cara purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV MI Miftahul Huda Malang dengan sampel 20 anak siswa kelas IV A sebagai kelas eksperimen dan 19 anak siswa kelas IV B sebagai kelas kontrol. Instrumen dalam penelitian ini adalah soal pretest-posttest dan pedoman observasi. Berdasarkan pengujian hipotesis menggunakan uji t, diperoleh hasil uji t variabel khoriitoh dzihniyah (X) terhadap variabel penguasaan kosakata (Y1) menghasilkan nilai Sig t > α sebesar 0,732 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ho diterima. Sehingga apabila variabel khoriitoh dzihniyah (X) diterapkan dalam pembelajaran kosakata bahasa Arab maka variabel penguasaan kosakata (Y1) tidak akan meningkat. Namun, selama nilai t positif maka variabel bebas berpengaruh tetapi tidak signifikan terhadap variabel terikat. Adapun pengujian hipotesis menggunakan uji t, diperoleh hasil uji t variabel khoriitoh dzihniyah (X) terhadap variabel keaktifan siswa (Y2) menghasilkan nilai Sig t > α sebesar 0,676 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ho diterima. Sehingga apabila variabel khoriitoh dzihniyah (X) diterapkan dalam pembelajaran kosakata bahasa Arab maka variabel keaktifan siswa (Y2) tidak akan meningkat. Namun, selama nilai t positif maka variabel bebas berpengaruh tetapi tidak signifikan terhadap variabel terikat. Kesimpulan dari hasil uji t menunjukkan bahwa metode khoriitoh dzihniyah (X) secara parsial berpengaruh namun tidak signifikan terhadap penguasaan kosakata (Y1) dan keaktifan siswa (Y2)
KEEFEKTIFAN TEKNIK SOSIODRAMA UNTUK MENINGKATKAN KEPEDULIAN SOSIAL SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 SELOPURO-BLITAR
ABSTRAK Puspitasari, Heni Putri. 2017. Keefektifan Teknik Sosiodrama untuk Meningkatkan Kepedulian Sosial Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Selopuro-Blitar. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Carolina L. Radjah, M.Kes. (II) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd. Kata Kunci: sosiodrama, kepedulian sosial, siswa kelas VII SMPKepedulian sosial adalah sikap maupun tindakan yang selalu ingin memberi bantuan kepada orang lain. Hal ini dimulai dari kemauan memberi bukan menerima. Sikap kepedulian sosial dapat muncul karena adanya dorongan pada diri untuk melakukan sesuatu dalam mengatasinya. Lingkungan terdekat yang berpengaruh besar dalam menentukan tingkat kepedulian sosial seseorang. Lingkungan yang dimaksud disini adalah lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Kepedulian sosial menjadi persoalan yang penting karena memiliki akibat bagi diri sendiri jika tidak segera diatasi. Melalui teknik sosiodrama, siswa mendapat kesempatan untuk berlatih melakukan kegiatan memainkan peran tertentu berdasarkan kehidupan sosial. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui keefektifan teknik sosiodrama untuk meningkatkan kepedulian sosial siswa kelas VII SMP.Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen dengan bentuk pre-experimental dengan desain penelitian One Group Pretes-Posttest. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Selopuro-Blitar sebanyak 21 orang siswa yang dipilih berdasarkan hasil pengisian angket kepedulian sosial dan memiliki kategori skor rendah dan sedang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket kepedulian sosial yang sudah melewati uji validitas sebanyak 50 butir dan yang valid sebanyak 45 butir dan uji reliabilitas sebesar 0,932 serta panduan eksperimen teknik sosiodrama yang telah di ujikan melalui uji ahli. Analisis data yang digunakan adalah Paired T-Test dengan menggunakan bantuan SPSS versi 15.00 for windows. Analisis statistik menggunakan uji beda paired samples test ini digunakan untuk mengetahui perbedaan kepedulian siswa sebelum dan sesudah diberikan treatment.Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik sosiodrama dapat meningkatkan kepedulian sosial siswa kelas VII SMP. Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan skor posttest kepedulian sosial dan hasil uji Paired T-Test yang menyatakan t hitung = 10,300 dengan dengan Sig. (2-tailed) 0.000 < 0.05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Berdasarkan hasil penelitian ini diajukan saran kepada sekolah, konselor, dan peneliti selanjutnya, yaitu sekolah dan konselor hendaknya menerapkan teknik sosiodrama untuk meningkatkan kepedulian sosial siswa SMP sebagai referensi pada pelaksanaan program Bimbingan dan Konseling. Saran bagi peneliti selanjutnya untuk memantau dalam jangka panjang untuk melihat perkembangan dan perubahan kepedulian sosial siswa setelah pemberian treatment, selain itu juga perlu melakukan penelitian eksperimen menggunakan desain penelitian yang memiliki variabel kontrol untuk mengukur keefektifan teknik sosiodrama
Keefektifan Teknik Focus Group Discussion untuk Meningkatkan Ketrampilan Pengambilan Keputusan Memilih Studi Lanjut Bagi Siswa Di SMA Negeri 3 Blitar.
ABSTRAK Ernawan, Febrianto Adi. 2017. Keefektifan Teknik Focus Group Discussion untuk Meningkatkan Ketrampilan Pengambilan Keputusan Memilih Studi Lanjut Bagi Siswa Di SMA Negeri 3 Blitar. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Carolina L. Radjah, M. Kes. (2) Dr. H. M. Ramli, M.A Kata Kunci : focus group discussion, keterampilan pengambilan keputusan, siswa SMA. Pengambilan keputusan merupakan pemilihan alternatif perilaku (kelakuan) tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada. Banyak siswa yang bingung dalam keterampilan pengambilan keputusan memilih studi lanjut. Ada beberapa fenomena yang dapat dilihat, mereka dihadapkan pada tingginya persaingan masuk perguruan tinggi favorit dan adanya keraguan dalam keterampilan pengambilan keputusan dalam menentukan pilihan yang tidak sesuai dengan cita-citanya yang disebabkan karena studi lanjut yang dipilih terlalu banyak peminatnya dan biaya juga sangat mahal.Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan cara memberikan diskusi kelompok dengan berfokus pada siswa kelas XI dalam pengambilan keputusan memilih studi lanjut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui keefektifan teknik focus group discussion (FGD) dalam meningkatkan keterampilan pengambilan keputusan memilih studi lanjut bagi siswa di SMA Negeri 3 Blitar. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen dengan bentuk pre exsperimental one group pretest-posttest design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 3 Blitar yang memiliki tingkat keterampilan sedang terdiri dari delapan siswa. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik sampling bertujuan (purposive sampling). Instrumen penelitian yang digunakan berupa skala keterampilan pengambilan keputusan yang yang sudah melewati uji validitas sebanyak 51 butir dinyatakan valid dan yang gugur sebanyak 44 butir dan uji reliabilitas sebesar 0,966. Analisis data dilakukan melalui uji non-parametrik Wilcoxon Signed Rank Test dengan menggunakan bantuan program software SPSS versi 21.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik focus group discussion efektif untuk meningkatkan keterampilan pengambilan keputusan memilih studi lanjut bagi siswa SMA Negeri XI Blitar. Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan skor post-test keterampilan pengambilan keputusandan hasil uji Wilcoxon yang menyatakan nilai Z 2, 524bserta nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0.01
Keefektifan Bibliokonseling untuk Meningkatkan Motivasi Berprestasi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan konseling
Motivasi Berprestasi sangat penting untuk dimiliki siswa Sekolah Menengah Kejuruan saat ini. Karena semakin canggihnya jaman dan teknologi di era globalisasi ini semakin menuntut kesiapan tenaga kerja yang memiliki kualifikasi yang berbeda dengan sebelumnya. Angka pengangguran terpelajar di Indonesia masih tinggi. Rendahnya kualitas ini salah satu penyebabnya adalah karena rendahnya motivasi berprestasi siswa. Motivasi berprestasi yang rendah dapat menurunkan prestasi akademik. Bimbingan dan konseling berperan penting dalam mengatasi rendahnya motivasi berprestasi, melalui salah satu teknik konseling yaitu bibliokonseling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan teknik bibliokonseling untuk meningkatkan motivasi berprestasi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penelitian ini dapat memberikan masukan bagi konselor mengenai layanan yang efektif untuk meningkatkan motivasi berprestasi siswa.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian quasi experimental research dengan jenis desain One group Time Series dan variasi intterrupted time series design. Eksperimen yang dilaksanakan pada satu kelompok tanpa kelompok pembanding. Subjek penelitian ini adalah 5 siswa kelas X- Listrik 2 SMK Negeri Bangil yang memiliki motivasi berprestasi rendah. Data penelitian dikumpulkan dari observasi awal selama tiga kali berturut-turut (pretest). Treatment bibliokonseling lima kali pertemuan tatap muka dan observasi pasca treatment selama tiga kali berturut-turut (posttest).Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik bibliokonseling efektif untuk meningkatkan motivasi berprestasi siswa SMK. Hal ini ditunjukkan dengan z hitung (-2.023a) lebih besar dari z table dan nilai Asymp Sig. (2-tailed) 0.043 pada derajat signifikan < 0.05. Dasar pengambilan keputusan adalah jika probabilitas < 0.05 maka H₀ ditolak dan H₁ diterima, artinya ada perbedaan antara skor motivasi berprestasi sebelum dan sesudah treatment teknik bibliokonseling, sehingga disimpulkan bahwa bibliokonseling efektif untuk meningkatkan motivasi berprestasi. Dari hasil penelitian maka dapat disarankan agar: 1) konselor dapat membantu siswa untuk meningkatkan motivasi berprestasi siswa dengan menggunakan teknik bibliokonseling dengan mempertimbangkan bahan bacaan yang sesuai, 2) peneliti selanjutnya dapat menggunakan rancangan penelitian eksperimen yang lain seperti single subject design
Studi Meaning of Life Siswa SMP Beretnis Tengger
ABSTRAK Ningsih, Y. Mentari Catur Riyadi. 2017. Studi Meaning Of Life Siswa SMP Beretnis Tengger. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. Nur Hidayah, M.Pd., (II) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd Kata kunci: Meaning of life, sumber nilai, etnis Tengger, siswa SMP Meaning of life adalah nilai-nilai yang dijadikan pedoman hidup, bersifat penting dan berharga. Meaning of life dapat ditemukan dengan menggunakan berbagai kegiatan yang terkandung dalam tiga sumber nilai, yaitu nilai kreatif, nilai penghayatan, dan nilai bersikap. Ketiga nilai itu membantu individu untuk mengetahui meaning of life yang ada pada dirinya. Setiap individu biasanya memiliki meaning of life yang berbeda. Hal itu pun juga berbeda antara satu budaya dengan budaya lain. Oleh karena itu, diperlukan suatu upaya untuk membantu individu menemukan meaning of life dalam dirinya. Tujuan penelitian survei ini adalah untuk mengetahui meaning of life dan ketiga nilai yang ada pada diri siswa SMP Tengger. Penelitian survai ini dilakukan dengan langkah-langkah: merumuskan masalah penelitian dan menentukan tujuan survei, menentukan konsep dan menggali kepustakaan, mengambil sampel, membuat kuisioner atau inventori, melakukan pekerjaan lapangan, dan mengolah data. Meaning of life siswa diukur dengan menggunakan inventori. Inventori tersebut mengandung item-item pernyataan yang berkaitan erat dengan budaya masyarakat Tengger tetapi dikolaborasikan atau dikombinasikan dengan ketiga nilai yang terkandung dalam meaning of life. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa siswa SMP etnis Tengger sebanyak 85 siswa (86%) dari 99 responden memiliki meaning of life yang tinggi. Selain itu, berdasarkan nilai-nilai yang terkandung dalam meaning of life, penelitian ini menunjukkan bahwa yang tertinggi diantara ketiga nilai adalah nilai penghayatan diikuti dengan nilai bersikap, dan yang terakhir adalah nilai kreatif. Pencapaian nilai penghayatan yang tertinggi menunjukkan bahwa siswa Tengger lebih mengutamakan aspek spiritualnya daripada aspek yang lain. Siswa Tengger lebih mengutamakan hal-hal yang berkaitan dengan ajaran yang dianutnya daripada harus memikirkan pretasi, ide-ide, inovasi, dan kreativitas. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, konselor perlu memberikan layanan bimbingan dan konseling yang sesuai dengan meaning of life siswa SMP etnis Tengger. Untuk mengetahui aspek-aspek lain yang berkaitan dengan meaning of life siswa Tengger, peneliti lain dapat melanjutkan penelitian ini. Peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian kualitatif untuk mengetahui meaning of life siswa SMP etnis Tengger secara utuh. Dengan begitu, akan diketahui lebih jelas tentang meaning of life siswa SMP etnis Tengger