SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
1354 research outputs found
Sort by
Pengembangan Panduan Sosiodrama untuk Meningkatkan Tanggung Jawab Akademik Siswa SMP
Tanggung jawab adalah sifat yang ada didalam diri manusia. Tanggung jawab harus muncul ketika manusia melakukan sebuah tindakan atau perlakuan yang baik maupun salah. Setiap manusia harus mempunyai sikap tanggung jawab baik di masyarakat maupun di sekolah, terutama tanggung jawab akademik. Bentuk tanggung jawab akademik siswa misalnya belajar materi pelajaran setiap hari, mengerjakan tugas, mengerjakan pekerjaan rumah. Diperlukan cara untuk memfasilitasi konselor dalam meningkatkan tanggung jawab akademik siswa SMP, diantaranya menggunakan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama. Didalam sosiodrama siswa terlibat secara langsung dalam memainkan peran. Permasalahan yang muncul berkaitan dengan permasalahan yang terjadi di lingkungan sekolah, sehingga sosiodrama dipandang tepat untuk meningkatkan tanggung jawab akademik siswa SMP. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menghasilkan produk panduan sosiodrama untuk meningkatkan tanggung jawab akademik siswa SMP dengan memenuhi kriteria ketepatan, kegunaan, kemudahan, dan kemenarikan. Metode yang digunakan dalam penelitian pengembangan teknik sosiodrama ini diadaptasi dari model pengembangan Borg and Gall, dengan langkah-langkah: (1) Pengumpulan Informasi, (2) Perencanaan, (3) Pengembangan Produk, (4) Uji Coba Produk, (5) panduan sosiodrama untuk meningkatkan tanggung jawab akademik siswa SMP. Produk hasil pengembangan divalidasi oleh ahli media, ahli materi, calon pengguna (konselor) dan diujicobakan kepada siswa. Berdasarkan hasil validasi dari ahli materi produk ini termasuk dalam kategori tepat, sangat berguna, mudah, dan menarik ahli media produk ini termasuk dalam kategori sangat tepat, sangat berguna, mudah, dan menarik. Berdasarkan hasil uji calon pengguna didapatkan hasil bahwa produk ini termasuk dalam kategori tepat, berguna, mudah dan menarik. Dari hasil validasi uji kelompok kecil, produk ini termasuk dalam kategori mudah, sangat jelas, sangat berguna dan sangat menarik. Saran yang diberikan adalah (1) bagi konselor panduan sosiodrama ini dapat digunakan oleh konselor dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling, khususnya dalam membantu siswa SMP meningkatkan tanggung jawab akademik. (2) bagi peneliti selanjutnya sebagai pengetahuan dan studi pustaka untuk penelitian selanjutnya. Selain itu penelitian ini dapat juga dijadikan bahan referensi untuk penelitian yang serupa.
HUBUNGAN ANTARA PERFEKSIONISME, KEYAKINAN IRASIONAL DAN PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA SMA NEGERI DI KOTA MALANG
ABSTRAK Sandhika, Mega Ilba Ayu. 2017. Hubungan antara Perfeksionisme, Keyakinan Irasional dan Prokrastinasi Akademik Siswa SMA Negeri di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dany M Handarini, M.A., (II) Dr. Henny Indreswari, M.Pd. Kata Kunci: Prokrastinasi akademik, Perfeksionisme, Keyakinan irasional Prokrastinasi akademik merupakan salah satu problem yang terjadi pada siswa sekolah menengah, mereka cenderung menunda untuk menyelesaikan tugas akademik ataupun memulai untuk mengerjakan tugas akademik, hal tersebut dikarenakan adanya beberapa faktor yakni faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang diduga memberikan pengaruh terhadap prokrastinasi akademik adalah faktor perfeksionisme dan keyakinan irasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perfeksionisme, keyakinan irasional dan prokrastinasi akademik siswa SMAN di Kota Malang. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah perfeksionisme dan keyakinan irasional, sedangkan variabel terikatnya adalah prokrastinasi akademik. Penelitian ini dianalis dengan regresi linier berganda. Populasi yang digunakan adalah siswa SMAN di Kota Malang, sampel penelitian berjumlah 400 siswa yang diperoleh dari metode cluster random sampling. Untuk mengukur ke tiga variabel, digunakan skala yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa 1) terdapat hubungan negatif antara perfeksionisme dengan prokrastinasi akademik dengan nilai thitung -8,472 ini berarti semakin tinggi perfeksionisme, maka semakin rendah prokrastinasi akademik dan sebaliknya. 2) tidak terdapat hubungan antara keyakinan irasional dengan prokrastinasi akademik, karena nilai si
Efektifitas Permainan Simulasi dalam Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Kepedulian Sosial Siswa SMP
ABSTRAK Sasmita, Irsyada Oktaria. 2017. Efektifitas Permainan Simulasi dalam Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Kepedulian Sosial Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Ella Faridati Zen, M.Pd dan (II) Dr. H. IM. Hambali, M.Pd Kata Kunci: Permainan Simulasi, Kepedulian Sosial, Siswa SMP Kepedulian social merupakan sikap ingin membantu orang lain tanpa adanya paksaan dan mengesampingkan kepentingan pribadinya. Namun pada kenyataannya siswa masih belum terlihat memiliki kepedulian sosial. Siswa masih mementingkan kepentingan pribadinya asik dengan dunianya sendiri dan mengesampingkan kepentingan sosial. Siswa cenderung cuek dengan lingkungan yang ada di sekitarnya. Permainan simulasi adalah salah satu teknik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kepedulian social siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas permainan simulasi dalam bimbingan kelompok untuk meningkatkan kepedulian sosial siswa SMP. Penelitian ini menggunakan rancangan pre-eksperimental one-group pretest posttest design. Penentuan sampel pada penelitian ini adalah dengan purposive sampling. Siswa kelas 8C yang berjumlah 32 orang siswa dipilih sebagai sampel pada penelitian ini karena telah memenuhi kriteria. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah inventori kepedulian sosial yang telah memenuhi syarat validitas dan reliabilitas. Teknik analisis uji beda menggunakan uji Paired Sample T-Test dengan bantuan SPSS 16 for windows. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan simulasi dalam bimbingan kelompok efektif untuk meningkatkan kepedulian sosial siswa SMP. Hal ini terbukti bahwa nilai T hitung -7.179 dengan nilai Signifikansi menunjukkan hasil 0.000, yang berarti lebih kecil dari 0.05, maka Ho di tolak dan H1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa antara skor pretest dan posttest berbeda secara signifikan. Artinya permainan simulasi dalam bimbingan kelompok efektif untuk meningkatkan kepedulian sosial siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan, dalam memberikan layanan konselor dapat menggunakan permainan simulasi dalam bimbingan kelompok untuk meningkatkan kepedulian sosial siswa. Peneliti selanjutnya hendaknya menggunakan kelompok control dengan teknik yang berbeda sebagai pembanding agar keberhasilan pada kelompok eksperimen dapat dilihat keefektifannya. ABSTRACT Sasmita, Irsyada, Oktaria. 2017. Efectiveness of Simulation Game in Group Guidance for Improving Social Concern of Junior High School Students. Thesis, Department of Guidance and Counseling, Faculty of Education Science, Universitas Negeri Malang. Advisors: (I) Dra. Hj. Ella Faridati Zen, M.Pddan (II) Dr. H. IM. Hambali, M.Pd Kata Kunci: Simulation Game, Social Concern, Junior High School Students Social concern is an attitude of wanting to help others without coercion and putting aside their personal interests. But in reality students still have not seen to have social concern. Students are still concerned with his private interests with his own world and put aside social interests. Students tend to be indifferent to the surrounding environment. Simulation games are one of the techniques that can be used to improve students' social concern. This study aims to determine the effectiveness of simulation game in group guidance for improving social concern of junior high school students. This study used pre-experimental one-group pretest posttest design. Determination of the sample in this study is by purposive sampling. The 8C students of 32 students were selected as samples in this study because they have met the criteria. The instrument used in this study is the inventory of social concerns that have fulfilled the validity and reliability requirements. Different test analysis techniques using Paired Sample T-Test with SPSS 16 for windows. Based on the results of the research shows that simulation game in the guidance of effective group to increase social concern of junior high school students. It is proven that the value of T arithmetic -7.179 with significance value indicates the result of 0.000, which means smaller than 0.05, then Ho rejected and H1 accepted. This shows that between the pretest and posttest score differed significantly. This means simulation games in the guidance of effective groups to improve students' social concern. Based on the results of research can be suggested, in providing counselor services can use simulation games in group guidance to improve students' social concern. The next researcher should use a control group with different techniques as a comparison in order for success in the experimental group to see its effectiveness
Pengembangan Permainan Simulasi untuk Meningkatkan Kecerdasan Emosional Peserta Didik di SMA Negeri 1 Ngunut Tulungagung
ABSTRAK Febriyanti, Nurlaili. 2017. Pengembangan Permainan Simulasi untuk Meningkatkan Kecerdasan Emosional Peserta Didik di SMA Negeri 1 Ngunut Tulungagung. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd. (II) Drs.Widada, M.Si. Kata kunci: Kecerdasan emosional, peserta didik SMA, permainan simulasi Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain di sekitarnya. Kecerdasan emosional dapat sebagai kemampuan psikologis yang telah dimiliki oleh tiap individu sejak lahir, namun tingkatan kecerdasan emosional tiap individu berbeda, ada yang menonjol dan ada pula yang tingkat kecerdasan emosional mereka rendah. Oleh karena itu peneliti mengembangkan permainan simulasi untuk meningkatkan kecerdasan emosional peserta didik di SMA dengan tujuan konselor untuk menghasilkan sebuah media berupa permainan simulasi yang berisi tentang meningkatkan kecerdasan emosional peserta didik. Model penelitian dan pengembangan ini diadaptasi dari strategi pengembangan Brog & Gall. Adapun prosedur pengembangan adalah: 1) tahap I penelitian dan pengumpulan data, 2) tahap II perencanaan, 3) tahap III pengembangan draf produk awal, 4) tahap IV uji coba lapangan awal, 5) tahap V revisi produk utama, 6) tahap VI uji coba lapangan utama, 7) tahap VII revisi produk akhir, 8) tahap VIII uji lapangan operasional, 9) tahap IX revisi produk akhir, 10) tahap X penyebaran/diseminasi dan implementasi/pelaksanaan. Produk yang dihasilkan adalah Panduan Simulasi dan Konseling untuk Meningkatkan Kecerdasan Emosional Peserta Didik di SMA Negeri 1 Ngunut bagi Konselor. Panduan konselor ini berisi 5 bagian yaitu bagian I pendahuluan, bagian II panduan pelaksanaan, bagian III prosedur, bagian IV matriks dan bagian V evalusi. Berdasarkan hasil analisis data penilaian ahli materi bimbingan, ahli media, calon pengguna produk dan kelompok kecil (peserta didik yang berjumlah 10 anak) serta revisi yang telah dilaksanakan sesuai saran dan masukan dapat disimpulkan bahwa produk dapat berterima secara teoritis dan praktis. Produk hasil penelitian dan pengembangan ini dapat dilanjutkan dengan penelitian eksperimen untuk mengetahui keefektifan panduan permainan simulasi untuk meningkatkan kecerdasan emosional di SMA.
Perbedaan Tingkat Perilaku Asertif antara Siswa Kelas Akselerasi dan Siswa Kelas Reguler di SMAN 5 Malang
ABSTRAK Sufiyanti, Dewi. 2017. PerbedaanTingkat PerilakuAsertifantaraSiswaKelasAkselerasidanSiswaKelasReguler di SMAN 5 Malang. Skripsi, JurusanBimbingandanKonseling FIP UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Harmiyanto, M.Pd, (2) Irene Maya Simon, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: perilakuasertif, kelasakselerasi, kelasreguler. Perilakuasertifmerupakankemampuanindividuuntukmengekspresikanpikiran, perasaan, keinginandankebutuansecarajujur, terusterang, adaadanya, namuntetapmemilikidasarbahwasetiap orang memilikihakdankebutuhan yang samapentingnyadengan orang lain. Perilakuasertifberkembangsebagaihasilpengalamandan proses belajar yang panjangdalamrentangkehidupanindividu. Olehkarenaitu, setiap orang dapatmengembangkanperilakuasertif yang dimiliki. Setiapindividumemilikitingkatperilakuasertif yang berbeda-beda. Berbagaiperbedaan yang terdapatantarakelasakselerasidankelasregulersepertipotensisiswa, kurikulum, proses pembelajarandansebagainyadapatmenjadifaktor yang mempengaruhiperkembanganperilakuasertifsiswa. Penelitianinibertujuanuntuk (1) mengetahuitingkatperilakuasertifsiswakelasakselerasi, (2) mengetahuitingkatperilakuasertifsiswakelasreguler, dan (3) untukmengetahuiperbedaantingkatperilakuasertifantarasiswakelasakselerasidansiswakelasreguler di SMAN 5 Malang. Penelitianinimenggunakanpendekatankuantitatifdandirancangmenggunakandesainkomparatif. Populasipenelitianadalahsiswakelasakselerasidansiswakelasreguler di SMAN 5 Malang. Teknik pengambilansampeldenganteknikproportional sampling padasiswakelasakselerasidansiswakelasreguler. Data dikumpulkandenganmenggunakaninventoriperilakuasertifdandianalisisdenganmenggunakananalisisdeskriptifdananalisisuji-t. Berdasarkanhasilpenelitiandapatdisimpulkanbahwaterdapatperbedaantingkatperilakuasertifantarasiswakelasakselerasidansiswakelasreguler. Nilai rata-rata (mean)tingkatperilakuasertifsiswakelasakselerasi (109,6000)lebihtinggidibandingkandengansiswakelasreguler (95,3667).NilaiprobabilitasSig (2-tailed) sebesar 0,000. Kriteriamenyebutkanapabilaprobabilitashitung (alpha (α) = 5%) maka Ho ditolakdan H1 diterima. Hal inimenunjukkanbahwaterdapatperbedaantingkatperilakuasertifantarasiswakelasakselerasidansiswakelasreguler di SMAN 5 Malang. Disarankanhasilpenelitianinidapatdijadikanhimpunan data sebaagaiacuanbagikonselorsebagairujukandalammelakukananalisiskebutuhansiswatentangperilakuasertifsiswadanmenjadireferensidalammemberikanlayananuntukmeningkatkanperilakuasertifsiswaantara lain memberikanlayanankonseling individual, assertive training, danlayananbimbingankelompokteknikdiskusikelompokataubermainperan(role play)
Keefektifan Teknik Problem Solving dalam Bimbingan Kelompok untuk Mereduksi Kecemasan Siswa Menghadapi Ujian Sekolah
ABSTRAK Arib, Muhammad Naufal. 2017. Keefektifan Teknik Problem Solving dalam Bimbingan Kelompok untuk Mereduksi Kecemasan Siswa Menghadapi Ujian Sekolah. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (i) Prof. Dr. Andi Mappiare, AT., M.Pd, (ii) Irene Maya Simon, M.Pd. Kata kunci: problem solving, kecemasan menghadapi ujian Pada dasarnya kecemasan menghadapi ujian yang dialami siswa dapat menimbulkan permasalahan dalam menjalani hidupnya apabila tidak terkondisikan dengan baik dan dapat mengganggu siswa dalam menjalani proses belajar di sekolah. Fenomena yang ditemukan peneliti dari hasil observasi yang dilaksanakan di SMP Negeri 9 Malang terhadap siswa kelas VIII terlihat cukup banyak siswa yang mengalami masalah kecemasan, khususnya kecemasan ketika menghadapi ujian sekolah. Problem solving dipandang sebagai salahsatu teknik yang tepat dalam mereduksi kecemasan siswa menghadapi ujian karena dalam pelaksanaannya siswa diminta untuk berlatih menghadapi kecemasan secara real, memahami penyebab kecemasan, mengetahui dan menemukan kesulitan yang akan dihadapi sampai pada akhirnya siswa mampu menghadapi masalah yang sedang dialami ketika menghadapi ujian. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan menguji keefektifan penggunaan teknik problem solving dalam mereduksi kecemasan siswa menghadapi ujian. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen pre-experimental bentuk one-group pretest-posttest design. Subjek dalam penelitian ini merupakan siswa yang menunjukkan skor tingkat kecemasan ujian cukup tinggi atas hasil pretest yang telah diberikan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian yaitu inventori kecemasan siswa menghadapi ujian, pedoman eksperimen dan pedoman observasi. Uji validitas instrumen kecemasan siswa dalam menghadapi ujian menggunakan perhitungan statistik analisis korelasi person pada seluruh item pernyataan. Selanjutnya, item-item pernyataan diuji reliabilitasnya dan diperoleh nilai Cronbach’s Alpha yang menunjukkan instrumen kecemasan siswa menghadapi ujian memiliki reliabelitas yang baik. Pengujian hipotesis penelitian ini menggunakan uji beda Wilcoxon Signed Rank Test dengan membandingkan skor pretest dan posttest yang menunjukkan H0 ditolak, maka dapat disimpulkan ada perbedaan tingkat kecemasan siswa menghadapi ujian sekolah setelah melaksanakan latihan teknik problem solving. Saran yang dapat diberikan yaitu: (1) konselor sebaiknya menggunakan teknik problem solving dalam mereduksi kecemasan siswa menghadapi ujian dengan menggunakan contoh kasus sesuai dengan masalah kecemasan ujian yang dihadapi oleh siswa, (2) peneliti selanjutnya disarankan untuk menggunakan kelompok kontrol, sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih akurat ABSTRACT Arib, Muhammad Naufal. 2017. Effectiveness of Problem Solving Techniques in Group Guidance for reducing Students Anxiety Over School Exams. Thesis, Department of Guidance and Counseling, Faculty of Education, State University of Malang. Supervisor: (i) Prof. Dr. Andi Mappiare, AT., M.Pd, (ii) Irene Maya Simon, M.Pd. Keywords: problem solving, anxiety facing test Basically the anxiety of facing the exam experienced by students can cause problems in living their lives if not well conditioned and can disrupt students in undergoing the process of learning in school. The phenomenon found by researchers from the observations conducted in junior high school against the eighth grade students seen enough students who have anxiety problems, especially anxiety when faced with school exams. Problem solving is seen as one of the proper techniques in reducing the anxiety of students facing the exam because in the implementation of the students are asked to practice real anxiety, understand the causes of anxiety, knowing and finding difficulties that will be faced until finally students are able to face the problems that are being experienced when facing the exam. This study was conducted with the aim of testing the effectiveness of the use of problem solving techniques in reducing the anxiety of students facing the exam. This study used a pre-experimental experimental research design of onegroup pretest-posttest design. Subjects in this study were students who showed an exam's high anxiety level was high enough for the pretest result given. Instruments used in the study are students' anxiety inventory facing exams, experimental guidelines and observation guidelines. Test the validity of students' anxiety instruments in the face of the test using statistical calculation of correlation analysis of person on all items statement. Furthermore, the statement items tested reliability and obtained the value of Cronbach's Alpha which indicates the anxiety instrument students face the test has a good reliabel. Hypothesis testing of this study using different test Wilcoxon Signed Rank Test by comparing the pretest and posttest score that shows H0 rejected, it can be concluded there is difference in anxiety level students face school exams after implementing problem solving technique exercise. Suggestions that can be given are: (1) counselor should use problem solving technique in reducing anxiety of student facing exams by using case examples according to exam anxiety problem faced by student, (2) researcher further suggested to use control group
KEEFEKTIFAN TEKNIK SOSIODRAMA UNTUK MENINGKATKAN KEPEDULIAN SOSIAL SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 SELOPURO-BLITAR
ABSTRAK Puspitasari, Heni Putri. 2017. Keefektifan Teknik Sosiodrama untuk Meningkatkan Kepedulian Sosial Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Selopuro-Blitar. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Carolina L. Radjah, M.Kes. (II) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd. Kata Kunci: sosiodrama, kepedulian sosial, siswa kelas VII SMP Kepedulian sosial adalah sikap maupun tindakan yang selalu ingin memberi bantuan kepada orang lain. Hal ini dimulai dari kemauan memberi bukan menerima. Sikap kepedulian sosial dapat muncul karena adanya dorongan pada diri untuk melakukan sesuatu dalam mengatasinya. Lingkungan terdekat yang berpengaruh besar dalam menentukan tingkat kepedulian sosial seseorang. Lingkungan yang dimaksud disini adalah lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Kepedulian sosial menjadi persoalan yang penting karena memiliki akibat bagi diri sendiri jika tidak segera diatasi. Melalui teknik sosiodrama, siswa mendapat kesempatan untuk berlatih melakukan kegiatan memainkan peran tertentu berdasarkan kehidupan sosial. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui keefektifan teknik sosiodrama untuk meningkatkan kepedulian sosial siswa kelas VII SMP. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen dengan bentuk pre-experimental dengan desain penelitian One Group Pretes-Posttest. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Selopuro-Blitar sebanyak 21 orang siswa yang dipilih berdasarkan hasil pengisian angket kepedulian sosial dan memiliki kategori skor rendah dan sedang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket kepedulian sosial yang sudah melewati uji validitas sebanyak 50 butir dan yang valid sebanyak 45 butir dan uji reliabilitas sebesar 0,932 serta panduan eksperimen teknik sosiodrama yang telah di ujikan melalui uji ahli. Analisis data yang digunakan adalah Paired T-Test dengan menggunakan bantuan SPSS versi 15.00 for windows. Analisis statistik menggunakan uji beda paired samples test ini digunakan untuk mengetahui perbedaan kepedulian siswa sebelum dan sesudah diberikan treatment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik sosiodrama dapat meningkatkan kepedulian sosial siswa kelas VII SMP. Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan skor posttest kepedulian sosial dan hasil uji Paired T-Test yang menyatakan t hitung = 10,300 dengan dengan Sig. (2-tailed) 0.000 < 0.05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Berdasarkan hasil penelitian ini diajukan saran kepada sekolah, konselor, dan peneliti selanjutnya, yaitu sekolah dan konselor hendaknya menerapkan teknik sosiodrama untuk meningkatkan kepedulian sosial siswa SMP sebagai referensi pada pelaksanaan program Bimbingan dan Konseling. Saran bagi peneliti selanjutnya untuk memantau dalam jangka panjang untuk melihat perkembangan dan perubahan kepedulian sosial siswa setelah pemberian treatment, selain itu juga perlu melakukan penelitian eksperimen menggunakan desain penelitian yang memiliki variabel kontrol untuk mengukur keefektifan teknik sosiodrama
Survei Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Bojonegoro
ABSTRAK Bayasut, Aya Sofia. 2017.Survei Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Bojonegoro.Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dr. Carolina Ligya Radjah, M.Kes., (II) Prof. Dr. Hj. Nur Hidayah, M.Pd. Kata Kunci: survei,bimbingan dan konseling, SMKBimbingandankonselingmerupakan proses pemberianbantuan yang diberikanolehkonselorkepadakonseliuntukmencapaiperkembangansecara optimal. Kenyataan umum sekarang ini masih banyak sekolah yang melaksanakan kegiatan bimbingan dan konseling belum terorganisir dengan baik. Hal ini juga terjadi di beberapa sekolah di Bojonegoro, salah satunya di SMKN 2 Bojonegoro, diketahui bahwa kegiatan BK di sekolah ini konselor lebih sering disibukkan dengan kegiatan administrasi sekolah, jumlah konselor yang tidak seimbang dengan jumlah siswa dan kurangnya ruang konseling. Tentunya hal tersebut akan mempengaruhi baik tidaknya pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian survei pelaksanaan bimbingan dan konseling pada sekolah menengah kejuruan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program bimbingan dan konseling sesuai dengan ketetapan yang berlaku.Metodepenelitian yang digunakanadalahmetodepenelitiansurveidenganpopulasipenelitiannyaadalahkonselor SMK di kabupatenBojonegoro. Dari populasi yang adadiambilsampeldengancaraacak (Random Sampling) yaitu SMK Negeri Dander, SMK NegeriPurwosari, SMK NegeriSumberrejo, SMK Negeri 1 Bojonegoro, dan SMK Negeri 2 Bojonegoro. Pemerolehan data hasilsurveididapatkandengancaramelakukanobservasi, wawancara, danpengisianangketolehkonselor yang adapadasekolah yang menjadisampeldalampenelitiansurveiini. Survei yang dilaksanakaninimemuatperencanaan program, keterlaksanaannya, sertabentukevaluasidarikonselorterhadaphasilketerlaksanaan program BK. Hasilpenelitiansurveipelaksanaan BK menunjukkanhasilyaitu di SMK NegeriSumberrejotermasukdalamkriteriatidakbaik.SMK NegeriDander dan SMK Negeri Purwosaritermasukdalamkriteriakurangbaik.Sementara, di SMK Negeri 1 Bojonegorodan SMK Negeri 2 Bojonegoropelaksanaan BK termasukdalamkriteriabaik.Secarakeseluruhandisimpulkanbahwasebagian besar pelaksanaan BK pada SMK di kabupatenBojonegorotermasukdalamkriteria Kurang Baik, tetapi beberapa sekolah sudah melaksanakan BK dengan Baik
Penggunaan Teknik Self Management untuk meningkatkan kedisiplinan siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kepanjen
RINGKASAN Ningsih, Wiwik Fitria. 2017. Penggunaan Teknik Self Management untuk Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Kepamjen. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd.,(2) Prof. Dr. Andi Mappiare AT, M. Pd. Kata Kunci : kedisiplinan, self management, siswa SMA Kedisiplinan merupakan ketaatan untuk mengikuti aturan atau tata tertib. Namun, siswa kurang mempunyai disiplin yang baik. Hal tersebut disebabkan olehkontrol diri yang rendah, sehingga siswa memerlukan pengontrolan dan pengelolaan diri yang baik.Pendeketan konseling Cognitive Behavior Theraphy (CBT) merupakan pendekatan konseling yang dirancang untuk menyelesaikan permasalahan konseli salah satunya dengan teknik self management. Pendekatan dengan tujuan mengajak individu untuk belajar mengubah tingkah laku, menenangkan pikiran dan tubuh sehingga merasa lebih baik, berpikir lebih jelas dan membantu membuat keputusan yang tepat.Rendahnya kotrol diri merupakan sebuah gambaran dimana individu tidak mampu untuk mengontrolapa yang merekakerjakan. Berdasarkan masalah tersebut tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan teknik self management untuk meningkatkan kedisiplinan siswa kelas XI SMA. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen kasus tunggal (single case experiental design). Subjek penelitian berjumlah lima siswa SMA Negeri 1 Kepanjen yang memiliki tingkat kedisiplinan yang rendah. Pengumpulan data menggunakan inventori kedisiplinan yang diberikan peneliti sebelum diberikan perlakuan (pretest)dan setelah diberikan (posttest). Penganalisaan data dilakukan melalui uji non-parametrik Wilcoxon Signed Rank Test (WSRT) dengan bantuan SPSS 20.00. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa penggunanaan teknik konseling self management efektif untuk meningkatkan kedisiplinan siswa SMA. Hasil analisis yang dilakukan terjadi peningkatan kedisiplinan dari kelima subjek konseli saat pemberian pretest dengan skor total keseluruhan sejumlah 367 menjadi skor 420 saat pemberian angket posttest. Hasil analisis yang dilakukan menunjukan bahwa nilai sig. uji Wilcoxon sebesar 0.042 yang berarti lebih kecil dari 0.05. Jika nilai sig. (0) < (0.05) maka H0 ditolak dan otomatis H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil awal pretest sebelum diberikan treatment dan hasil posttest setelah diberikan treatment. Bersarkan hasil penelitian terdapat beberapa saran yaitu (1) konselor SMA bisa menerapkan teknik konseling self-management untuk mengatasi masalah kedisiplinanyang dialami siswa. (2) saran bagi peneliti selanjutnya adalah dapat melaksanakan penelitian dengan menggunakan kelompok kontrol/pembanding agar mengetahui lebih jelas keefektifan treatment yang diberikan
Hubungan Motivasi Belajar Dengan Perilaku Prokrastinasi Akadremik Siswa Kelas VII di SMP Negeri 8 Malang
ABSTRAK Nurgianto, Selvandry Fitra. 2017. Hubungan Motivasi Belajar dengan Perilaku Prokrastinasi Akademik Siswa Kelas VII di SMP Negeri 8 Malang. Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Henny Indreswari, M.Pd, (II) Drs. H. Harmiyanto, M.Pd. Kata Kunci : Motivasi belajar, prokrastinasi akademik, siswa SMP Ketika proses pembelajaran guru akan memberikan tugas kepada masing-masing siswa, tugas tersebut dapat dikerjakan langsung maupun sebagai pekerjaan rumah. Dalam pengumpulan tugas ada siswa yang tepat waktu dan siswa yang terlambat, serta ada siswa yang tidak mengumpulkan tugas. Perilaku menunda-nunda atau prokrastinasi dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang berasal dari dalam maupun luar diri siswa. Faktor yang berasal dari dalam yaitu kondisi fisik dan kondisi psikologis individu sedangkan yang berasal dari luar gaya pengasuhan orang tua dan lingkungan. Motivasi belajar juga dapat menjadi dorongan bagi siswa dalam belajar sehingga dapat menekan perilaku prokrastinasi. Tujuan (1) untuk mengetahui gambaran motivasi belajar siswa; (2) untuk mengetahui gambaran perilaku prokrastinasi akademik; (3) untuk mengetahui hubungan motivasi belajar dan perilaku prokrastinasi akademik siswa kelas VII di SMP Negeri 8 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII di SMP Negeri 8 Malang dengan jumlah sampel sebanyak 167 orang siswa. Instrumen penelitian menggunakan skala motivasi belajar dan skala prokrastinasi akademik. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, dan analisis korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa berada dalam kategori tinggi dengan persentase sebesar 80,2% dan perilaku prokrastinasi akademik siswa berada dalam kategori sedang dengan persentase sebesar 77,2%. Hasil dari uji hipotesis menunjukkan bahwa koefisien korelasi sebesar -0,505 pada signifikansi 0,00