SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
1354 research outputs found
Sort by
Hubungan Antara Pola Asuh Demokratis dan Sikap Asertif dengan Resiliensi Siswa Kelas X di SMK Negeri 2 Malang
RINGKASANSetyorini, Dwi. 2019. Hubungan Antara pola Asuh Demokratis dan Sikap Asertif dengan Resiliensi Siswa Kelas X di SMK Negeri 2 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. H. IM Hambali, M.Pd, (2) Drs. Djoko Budi Santoso, M.Pd. Kata Kunci : pola asuh demokratis, sikap asertif, resiliensiBanyak masalah yang dialami remaja dalam masa peralihan anak-anak menuju dewasa. Kekurang mampuan remaja dalam menyelesaikan berbagai masalah akan menimbulkan masalah-masalah baru dalam hidupnya. Kemampuan menyesuaikan diri siswa di sekolah sangat dibutuhkan. Siswa yang resilien akan mampu mengatasi keadaan-keadaan yang sulit dalam kegiatan belajarnya, sedangkan siswa yang tidak resilien akan kurang mampu mengatasi keadaan-keadaan yang sulit dalam proses belajar di sekolah sehingga dapat mengganggu prestasinya. Sikap terbuka dalam mengungkapkan keinginan dan perasaan kepada orang lain disebut sikap asertif. Pada pelajar atau siswa, tidak adanya sikap asertif akan merugikan proses belajarnya di sekolah, salah satunya adalah motivasi belajarnya akan menurun. Pola asuh orang tua sangat mempengaruhi perkembangan anak sejak kecil hingga dewasa, termasuk asertivitas dan resiliensinya. Pola asuh orang tua yang paling baik adalah pola asuh demokratis karena anak yang diasuh dengan pola ini akan menjadi anak yang mandiri dan tangguh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh dengan resiliensi siswa, hubungan sikap asertif dengan resiliensi, dan hubungan pola asuh demokratis dan sikap asertif dengan resiliensi siswa.Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasional. Penelitian korelasional bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa hubungan antarvariabel. Populasi penelitian ini adalah siswa Kelas X di SMK Negeri 2 Malang. Pegambilan sampel penelitian menggunakan teknik random sampling memperoleh jumlah 190 siswa. Instrumen penelitian menggunakan angket tertutup. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif, uji normalitas, uji linieritas dan uji korelasi dengan rumus pearson product moment menggunakan SPSS 22 for windows.Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa pola asuh demokratis dengan resiliensi menunjukkan nilai sig. 2-tailed 0,003, sikap asertif dengan resiliensi menunjukkan nilai sig. 2 tailed 0,024, pola asuh demokratis dan sikap asertif dengan resiliensi menunjukkan nilai sig. 2 tailed 0,000 yang artinya ada hubungan antara pola asuh demokratis dan sikap asertif dengan resiliensi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pola asuh demokratis dan sikap asertif dengan resiliensi. SUMMARYSetyorini, Dwi. 2019. The Correlation Between Democratic Parenting, Assertiveness, and Resilience Level of 10th Graders of SMK Negeri 2 Malang. Thesis, Department of Guidance and Counseling, Faculty of Education, State University of Malang. Advisor (1) Dr. H. IHambali, M.Pd, (2) Drs. Djoko Budi Santoso, M.Pd. Keywords : democratic parenting, assertiveness, resilience levelMany problems experienced by adolescents during the transition of children to adulthood. The lack of ability of adolescents to solve various problems will cause new problems in their lives. The ability to adapt to students in school is needed. Resilient students will be able to overcome difficult conditions in their learning activities, while students who are not resilient will experience obstacles in the learning process at school so that they can interfere with their performance. An open attitude in expressing wants and feelings to others is called assertiveness. In students or students, the absence of an assertive will be detrimental to the learning process in school, one of which is the learning motivation will decrease. Parenting patterns greatly affect the development of children from childhood to adulthood, including assertiveness and resilience. The best parenting style is democratic upbringing because children who are cared for with this pattern will become independent and resilient children. This research aims to determine the correlation of parenting with student resilience, the relationship of assertive with resilience, and the relationship of democratic parenting and assertive with student resilience.The research design used in this research was correlational. Correlational research aims to find out and analyze correlation between variables. The population of this study is Class X students at SMK Negeri 2 Malang. Taking the research sample using random sampling technique obtained a total of 190 students. The research instrument used a closed questionnaire. Data analysis techniques used descriptive statistical analysis, normality test, linearity test and correlation test with Pearson product moment formula using SPSS 22 for Windows. Based on the results of data analysis, it is known that democratic parenting with resilience shows the value of sig. 2-tailed 0.003, assertiveness with resilience indicates sig. 2 tailed 0.024, democratic upbringing and assertiveness with resilience show sig values. 2 tailed 0,000 which means there is a correlation between democratic parenting and assertiveness with resilience. The conclusion of this research is that there is a correlation between democratic parenting and assertiveness with resilience
Kontribusi Atraksi Interpersonal dan Keterbukaan Diri Terhadap Penerimaan Kelompok Sebaya Pada Siswa Kelas 8 SMP Laboratorium UM Malang
RINGKASAN Lekvidania, N. F. 2019. Kontribusi Atraksi Interpersonal dan Keterbukaan Diri terhadap Penerimaan Kelompok Sebaya pada Siswa Kelas 8 SMP Laboratorium UM Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Adi Atmoko, M.Si, (II) Drs. Djoko Budi Santoso, M.Pd Kata Kunci : Atraksi interpersonal, keterbukaan diri, penerimaan kelompok sebaya Penerimaan kelompok sebaya dibutuhkan setiap individu agar merasa dihargai dan dibutuhkan, khususnya pada siswa SMP. Penerimaan kelompok sebaya terjadi apabila seseorang dianggap memenuhi kriteria harapan kelompok tertentu. Seseorang yang menarik secara interpersonal dan mampu mengungkapkan dirinya secara tepat cenderung dipilih orang lain sebagai teman berkelompok, sehingga penting bagi setiap siswa untuk memperhatikan atraksi interpersonal dan keterbukaan dirinya. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan tingkat atraksi interpersonal, tingkat keterbukaan diri, tingkat penerimaan kelompok sebaya siswa dan melihat kontribusi atraksi interpersonal dan keterbukaan diri terhadap penerimaan kelompok sebaya siswa kelas 8 SMP Laboratorium UM Malang. Hipotesis penelitian, ada kontribusi atraksi interpersonal dan keterbukaan diri terhadap penerimaan kelompok sebaya siswa kelas 8 SMP Laboratorium UM Malang. Penelitian menggunakan rancangan uji asumsi deskriptif eksplanasi. Sampel sebanyak 146 siswa kelas 8 yang diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan angket atraksi interpersonal, angket keterbukaan diri dan angket penerimaan kelompok sebaya dengan validitas ≥ 0,25 dan reliabilitas ≥ 0,6. Teknik analisis data, dengan analisis deskriptif dan analisis regresi dua prediktor atau analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan kontribusi dari atraksi interpersonal dan keterbukaan diri terhadap penerimaan kelompok sebaya pada kelas 8 SMP Laboratorium UM Malang. Hasil uji F menunjukkan signifikansi 0,000 < 0,05 sehingga dapat diinterpretasikan bahwa variabel atraksi interpersonal dan keterbukaan diri secara simultan mempunyai pengaruh terhadap penerimaan kelompok sebaya serta H1 diterima. Hasil koefisien determinasi mendapatkan nilai r square 0,193 yang artinya secara simultan atraksi interpersonal dan keterbukaan diri mempengaruhi 19,3 % terhadap penerimaan kelompok sebaya siswa. Hasil uji sumbangan efektif menunjukkan bahwa atraksi interpersonal mempengaruhi penerimaan kelompok sebaya sebesar 14,3% dan keterbukaan diri mempengaruhi penerimaan kelompok sebaya sebesar 5%. Hasil uji menunjukkan bahwa variabel atraksi interpersonal dan keterbukaan diri menyumbang terhadap penerimaan kelompok sebaya. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka disarankan kepada guru BK untuk memberikan layanan dasar dalam bidang pribadi sosial guna meningkatkan atraksi interpersonal dan keterbukaan diri siswa serta mengembangkan penerimaan kelompok sebaya siswa kelas 8 SMP Laboratorium UM Malang. Saran untuk peneliti selanjutnya adalah memperhatikan faktor-faktor lain yang mempengaruhi penerimaan kelompok sebaya seperti konformitas, status sosial, dan kematangan emosi siswa. SUMMARY Lekvidania, N. F. 2019. The Contribution of Interpersonal Attractions and SelfDisclosure to Peer Acceptance of 8th Graders of SMP Laboratorium UM. Thesis, Department of Guidance and Counseling. Faculty of Education. State University of Malang. Supervisor: (I) Dr. H. Adi Atmoko, M.Si, (II) Drs. Djoko Budi Santoso, M. Pd Keywords : Interpersonal attractions, self-disclosure, peer group acceptance Peer group acceptance is needed by each individual to feel valued and needed, especially for middle school students. Peer group acceptance occurs when a person is deemed to meet the expectations of a particular group. Someone who is attractive interpersonally and is able to express himself appropriately tends to be chosen by others as friends in groups, so that it is important for each student to pay attention to his interpersonal attractions and openness. The research objective was to describe the level of interpersonal attraction, the level of self-disclosure, the level of acceptance of peer groups of students and to see the contribution of interpersonal attractions and self-disclosure to peer group acceptance of 8th grade students of SMP Laboratorium UM Malang. The research hypothesis is that there are contributions to interpersonal attractions and self-openness towards peer group acceptance of 8th grade students of SMP Laboratorium UM Malang. The study used a descriptive explanatory assumption test design. A sample of 146 eighth grade students was taken using a simple random sampling technique. The research instrument used interpersonal attraction questionnaires, self-disclosure questionnaire and peer group questionnaire with validity ≥ 0.25 and reliability ≥ 0.6. Data analysis techniques, with descriptive analysis and regression analysis of two predictors or multiple linear regression analysis. The results showed the contribution of interpersonal attractions and selfdisclosure towards peer group acceptance in the 8th grade of SMP Laboratorium UM Malang. The results of the F test show a significance of 0,00
SURVEI PELAKSANAAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMP NEGERI 15 MALANG
Bimbingan dan konseling adalah proses pemberian bantuan yang diberikan kepada individu atau beberapa individu dalam upaya mencapai kemandirian serta perkembangan yang optimal. Bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu peserta didik (konseli) agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya yang meliputi aspek pribadi, sosial, belajar, dan karier. Layanan bimbingan dan konseling merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keseluruhan program pendidikan di sekolah. Penelitian ini melakukan survei terhadap pelaksanaan bimbingan dan konseling di SMP Negeri 15 Malang. Mengingat pentingnya bimbingan dan konseling untuk memberikan pelayanan agar peserta didik memperoleh kesejahteraan lahir batin dalam proses pendidikan yang sedang ditempuh, sehingga dapat mencapai tujuan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan bimbingan dan konseling di SMP Negeri 15 Malang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Subjek penelitian ini terdiri dari 5 konselor yang ada pada SMP Negeri 15 Malang. Subjek diberikan angket untuk perencanaan program, pelaksanaan program, sampai dengan penilaian dan evaluasi pelaksanaan bimbingan dan konseling. Angket dalam penelitian ini mengadaptasi dari angket penelitian sebelumnya yang telah tervalidasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan bimbingan dan konseling dari aspek perencanaan program memperoleh presentase 85%, 81,25% untuk pelaksanaan program, serta 87% untuk penilaian dan evaluasi. Dari besaran perentase masing-masing dapat dikatakan bahwa pelayanan bimbingan dan konseling SMP Negeri 5 Malang berjalan dengan sangat baik. Walaupun ada beberapa kekurangan dalam tahap pelaksanaan program dan pengadministrasian layanan bimbingan dan konseling yang belum maksimal akan tetapi hal itu tidak berpengaruh terlalu signifikan terhadap pelayanan bimbingan dan konseling di SMP Negeri 15 Malang. Saran juga disampaikan berdasarkan kelemahan penielitian iniyaitubagi konselor dapat menjadi masukan dalam hal pemberian layanan bimbingan dan konseling di sekolah agar lebih efektif dan maksimal. Bagi peneliti selanjutnya dapat menjadi rujukan dalam melakukan penelitian yang sejenis pada objek yang lebih luas lagi
Penyesuaian Akademik Siswa SMK Negeri 12 Malang Pasca Prakerin dan Implikasinya Terhadap Bimbingan dan Konseling Belajar
Penyesuaian Akademik Siswa SMK Negeri 12 Malang Pasca Prakerin dan Implikasinya Terhadap Bimbingan dan Konseling Belajar Khoirul Uma1*, Ella Faridati Zen2, Djoko Budi Santoso3 Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Jalan Semarang No 5, Malang, Jawa Timur, 65145, Indonesia*e-mail: [email protected]. No. HP yg dpt dihubungi 082264060432 Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan profil penyesuaian akademik siswa SMK Negeri 12 Malang pasca prakerin dan mengembangkan topik-topik bimbingan belajar. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian studi dekriptif kuantitatif. Analisis data yang digunakan adalah analisis statiska deskriptif untik mendeskripsikan penyesuaian akademik siswa pasca prakerin. Hasil penelitian menunjukkan penyesuaian akademik siswa SMK Negeri 12 Malang pasca prakerin secara keseluruhan berada pada kondisi cukup baik. Lebih khusus pada aspek pencapaian prestasi belajar berada pada kategori sangat baik, aspek usaha yang cukup berada pada kategori cukup baik, dan aspek pencapaian tujuan akademik berada pada kategori sangat baik. Saran untuk konselor sekolah adalah mengembangkan rancangan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling berdasarkan topik-topik yang telah diusulkan oleh peneliti dan saran untuk peneliti selanjutnya adalah mengkaji lebih lanjur penyesuaian akademik siswa pasca prakerin melalui penelitian eksperimen atau pengembangan. Kata kunci : Penyesuaian akademik, prakerin, bimbingan belajar
Keefektifan Teknik Modeling Simbolis untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Siswa Kelas XI Akuntansi SMKN 12 Malang
RINGKASAN Herlambang, Febri Antoni. 2019. Keefektifan Teknik Modeling Simbolis Untuk Meningkatkan Komunikasi Inerpersonal Siswa Kelas XI Akuntansi SMKN 12 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Henny Indreswari, M.Pd, (2) Dr. Hj. Muslihati. S.Ag, M.Pd. Kata Kunci : modeling simbolis, komunikasi interpersonal Teknik Modeling simbolis adalah salah satu bentuk proses belajar sosial. Teknik modeling simbolis memberikan cara belajar dengan mengamati model secara simbolis melalui gambar, cerita, audio rekaman, dan film yang berpotensi mempengaruhi pengamatnya sehingga mendorong pengamat untuk mencoba menirukan tingkah laku model yang disajikan. Proses belajar sosial ini membutuhkan suatu latihan dalam konteks yang dikondisikan untuk mengetahui pengutan dan hukuman yang muncul akibat perilaku yang dilakukan, khusunya dalam melatih keterampilan komunikasi interpersonal. Keterampilan komunikasi interpersonal adalah keterampilan untuk berinteraksi, saling menukar informasi, dimana memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal dan non verbal sehingga terjadi pengertian bersama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan teknik modeling simbolis dalam meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa kelas XI jurusan Akuntasni SMKN 12 Malang. Tujuan tersebut menajdikan rumusan masalah penelitian yaitu “apakah teknik modeling simbolis efektif untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa kelas XI jurusan Akuntansi SMKN 12 Malang?”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan jenis one-group pretest-posttest. Subjek dalam penelitian ini adalah 10 siswa kelas XI Akuntansi SMKN 12 Malang yang memiliki skor keterampilan komunikasi interpersonal pada taraf rendah dan sedang. Pengujian hipotesis menggunakan analisis uji Wilcoxon Signed Rank Test (WSRT). Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan keterampilan komunikasi interpersonal pada subjek yang diteliti. Terdapat peningkatan skor keterampilan komunikasi interpersonal siswa setelah dilakukan penyebaran skala pasaca tes keterampilan komunikasi interpersonal dan hasil observasi pada subjek penelitian. Berdasarkan hasil analisis data skala dan pedoman observasiketerampilan komunikasi interpersonal dapat disimpulkan bahwa teknik modeling efektif untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa keals XI jurusan Akuntansi SMKN 12 Malang. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, terdapat beberapa saran yang perlu dipertimbangkan bagi konselor, siswa, dan peneliti selanjutnya. Konselor dapat menerapkan teknik modeling simbolis untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal. Siswa dapat mengikuti kegiatan bimbingan dengan teknik modeling simbolis dengan bersungguh-sungguh untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal. Peneliti selanjutnya dapat melaksanakan penelitian dengan menggunakan kelompok kontrol sebagai teknik pembanding
Pengembangan Buku Panduan Seni Debat Berbahasa Arab untuk Mahasiswa
Debat adalah salah satu keterampilan berbicara yang diminati oleh mahasiswa. hal itu terjadi karena debat dapat menstimulus nalar berpikir dan kompetensi berbahasa mereka. Namun, tidak banyak Mahasiswa yang kompeten dan menguasai pola perdebatan serta sistem resmi pada bidang tersebut. Hal itu dikarenakan banyak faktor, diantaranya; kurangnya kontinuitas latihan, penggunaan teknik debat yang kurang efektif, dan kurangnya buku yang secara spesifik membahas tentang debat berbahasa Arab. Oleh karena itu, peneliti menyusun buku panduan seni debat berbahasa Arab sebagai upaya penyediaan informasi serta panduan akan debat bahasa Arab.Tujuan penelitian ini terdiri atas dua pokok bahasan, yaitu(1) menghasilkan produk yang dikembangkan, berupa buku panduan debat berbahasa Arab untuk mahasiswa, serta petunjuk penggunaannya, dan(2) mendeskripsikan kelayakan buku panduan seni debat berbahasa Arab tersebut.Metode yang digunakan oleh peneliti pada penelitiannya adalah metode Borg dan Gall (1989) yang kemudian dimodifikasi menjadi enam langkah penelitian sesuai dengan kebutuhan pengembangan buku panduan seni debat berbahasa Arab untuk Mahasiswa, yaitu sebagai berikut:(1) analisis kebutuhan,(2) model produk yang dikembangkan,(3) validasi para ahli,(4) revisi produk,(5) uji coba lapangan, dan(6) hasil akhir.Hasilpenelitian ini adalah:(1)Produk pengembangan berupa buku yangterdiriatas3 bab lengkap dengan petunjuk penggunaannya. Bab pertama menerangkan tentang definisi debat, pembagiannya, dan sistem resmi yang digunakan pada 3 tingkat, yaitu tingkat Nasional, Asean, dan Internasional. Bab kedua fokus pada pembahasan prinsip-prinsip perdebatan dan unsur penting di dalamnya. Sedangkan Bab ketiga membahas tentang contoh pola atau style bahasa yang digunakan.(2) Tingkat kelayakan produk pengembangan buku panduan seni debat berbahasa Arab adalah “sangat baik dan layak digunakan sebagai buku panduan debat” dengan rincian kevalidan sebagai berikut:a) hasil validasi dari Ahli materi yaitu 85,7%,b) hasil validasi Ahli buku panduan yaitu 82,1%, danc)hasil uji lapangan yaitu 81,6%. Sedangkan nilai rata-ratayang didapatkan peneliti setelah validasi dari ahli materi dan buku panduan serta uji coba lapangan di komunitas debat bahasa Arab “Manabir” adalah 81,75%. Berdasarkan hasil penelitian diatas, peneliti menganjurkan kepada seluruh mahasiswa yang ingin mendalami seni debat berbahasa Arab secara detail untuk mengambil manfaat sebaik mungkin dari buku tersebut. Dan peneliti juga berharap adanya buku panduan di bidang yang lain untuk mengembangkan kemampuan lainnya
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF MOBILE LEARNING BERBASIS ANDROID MATERI AKSARA JAWA UNTUK KELAS X SMK NEGERI 5 MALANG
ABSTRAKRahardjo, Tommy, 2019. Pengembangan Multimedia Interaktif Mobile Learning Berbasis Android Materi Aksara Jawa Untuk Kelas X SMK Negeri 5 Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd. (II) Yerry Soepriyanto, S.T., M.T.Kata Kunci : Multimedia Interaktif, Mobile Learning, Tutorial, Aksara Jawa.Kurikulum 2013 sudah mulai membuka mata pelajaran bahasa daerah salah satunya SMK Negeri 5 Malang. Dengan sistem kurikulum yang masih terbilang baru maka perlu adanya penguatan informasi yang dapat menunjang pebelajar. Dibutuhkan media pembelajaran yang berupa aplikasi untuk membantu proses belajar.Peneliti bertujuan menghasilkan media interaktif mobile learnig berbasis android pada mata pelajaran bahasa Jawa materi aksara Jawa di SMK Negeri 5 Malang yang valid dan efektif.Penelitian ini menggunakan model Lee & Owens dengan alur Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Multimedia interaktif ini menggunakan jenis multimedia tutorial dari teori Alessi dan Trollip. Subjek penelitian ialah dari siswa-siswi SMK Negeri 5 Malang jurusan Multimedia Kelas X dengan jumlah siswa sebanyak 33 orang.Hasil ujicoba yang dilakukan di SMK Negeri 5 Malang jurusan Multimedia Kelas X telah memperoleh dari hasil ahli media diperoleh nilai 96,3% dan ahli materi diperoleh nilai 95%. Sedangkan pada hasil uji coba perorangan pada siswa atau audiens memperoleh nilai 79,2%, uji coba kelompok kecil memperoleh nilai 88,3%, dan uji coba lapangan memperoleh nilai 87,5%. Dalam melakukan analisis tes hasil belajar menguji siswa sebanyak 33 orang. Jumlah siswa yang telah mencapai KKM sebanyak 25 orang dengan persentase 75,76%. Dari data yang disimpulkan bahwa siswa menggunakan aplikasi multimedia interaktif berbasis android pada mata pelajaran bahasa Jawa materi aksara jawa termasuk kategori cukup efektif.Pemanfaatan produk aplikasi berbasis Android aksara Jawa ini tidak memerlukan dampingan dari guru atau pendidik lain karena diharapkan menjadikan peserta didik belajar mandiri dan menggunakan aplikasi kapan saja dan dimana saja.ABSTRACTRahardjo, Tommy, 2019. Development an Android Interactive Multimedia of Javanese Type For the 10th Grade of SMK Negeri 5 Malang. Thesis, Department of Educational Technology, Faculty of Education, State University of Malang. Advisor: (I) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd. (II) Yerry Soepriyanto, S.T., M.T.Keywords : Interactive Multimedia, Mobile Learning, Tutorial, Javanese Alphabet.2013 curriculum has begun to open regional language subjects, one of them is SMK Negeri 5 Malang. With a curriculum system that is still relatively new, it is necessary to strengthen information that can support students. Learning media is needed in the form of applications to help the learning process.The researcher aims to produce an Android-based interactive learning media based on Javanese language subjects, Javanese characters in SMK Negeri 5 Malang are valid and effective.This study uses the Lee & Owens model with the flow of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. This interactive multimedia uses multimedia types of tutorials from the Alessi and Trollip theories. The research subjects were from students of SMK Negeri 5 Malang majoring in Multimedia Class X with a total of 33 students.The results of the tests conducted at the State Vocational School 5 Malang majoring in Multimedia Class X have obtained from the results of media experts obtained a value of 96.3% and material experts obtained a value of 95%. While the results of individual trials on students or audiences obtained a value of 79.2%, small group trials obtained a value of 88.3%, and field trials obtained a value of 87.5%. In analyzing the test results of learning test students as many as 33 people. The number of students who have reached KKM is 25 people with a percentage of 75.76%. From the data concluded that students use an Android-based interactive multimedia application on Javanese language subjects, Javanese script material including the category is quite effective.The use of Javanese script application products does not require assistance from teachers or other educators because it is expected to make students learn independently and use the application anytime and anywhere
Pengembangan Panduan Bimbingan Kelompok dengan Metode Halaqah untuk Meningkatkan Religiusitas Siswa MAN 1 Kota Malang
Religiusitas mewakili gambaran kualitas diri seseorang dalam menghayati ajaran agama dan keyakinannya terhadap adanya Tuhan yang mendorongnya berfikir, bersikap, bertindak, dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan mengerjakan lima dimensi kegamaan yang mecakup ideological dimension, ritualistic dimension, experiental dimension, intelektual dimension, consecquental dimension. Agama memberikan sebuah kerangka moral, sehingga seseorang bisa menstabilkan tingkah laku, agama juga memberikan perlindungan rasa aman, terutama bagi remaja yang tengah mencari eksistensi dirinya. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di MAN 1 kota Malang permasalahan yang dihadapi siswa dalam mengimplementasikan nila-nilai agama seperti melakukan kewajiban-kewajiban ritual agama, berhubungan dengan orang lain. Masalah tersebut membutuhkan kegiatan bimbingan dengan proses pembiasaan, pemahaman dan keteladan yang dilakukan secara rutin sehingga siswa dapat mengembangan karakter religi. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan buku panduan bimbingan kelompok dengan metode halaqah untuk meningkatkan religiusitas siswa MAN. Metode penelitian yang digunakan adalah model pengembangan Borg and Gall (1983) yang telah dimodifikasi, tahapannya adalah (1) perencanaan, identifikasi kebutuhan; (2) pengembangan produk awal; (3) uji coba produk; (4) revisi produk; (5) produk akhir penelitian. Produk ini diuji berdasarkan aspek keberterimaan produk yang dikembangkan menjadi instrumen penelitian yang berupa angket. Subyek uji coba produk adalah ahli materi bimbingan dan konseling, ahli media, dan calon pengguna produk yaitu konselor sekolah. Data yang dihasilkan dari penilaian produk oleh subyek uji coba berupa data kuantitatif berupa skor dan data kualitatif berupa masukan dan saran. Data kuantitatif dianalisis menggunakan perhitungan rerata/mean sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil uji ahli materi Bimbingan dan Konseling diperoleh skor total 121 dengan rata-rata 3,27 dan ahli media diperoleh skor 92 dengan rata-rata 4,00. Hal ini menunjukkan bahwa buku panduan bimbingan kelompok yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat tepat, sangat berguna, sangat mudah, dan sangat menarik sehingga bermakna sangat layak untuk digunakan. Sedangkan data deskriptif pada lembar komentar digunakan sebagai pertimbangan dalam revisi produk. Kesimpulan yang didapat bahwa panduan bimbingan kelompok dengan metode halaqah ini berterima secara teoritis dan praktis. Untuk mengetahui keefektifan panduan bimbingan ini, disarankan bagi peneliti lain untuk dapat melakukan penelitian guna menguji keefektifan produk tersebut
PengembanganKonten Media Sosial Instagram tentangInformasiPekerjaanbagiSiswa SMP
Kata Kunci: Pekerjaan Konvensional dan milenial, Bimbingan, Layanan Informasi, KarierDi era teknologi, internet telah memasuki dunia pendidikan dan menjadi media yang multi fungsi.Walaupun dalam pencarian informasi sangat mudah, pada kenyataannya masih banyak remaja yang belum bisa menuntaskan tugas pekembangannya dalama spekper kembangan wawasan dan kesiapankarier yang berhubungan dengan deskripsi pekerjaan konvensional dan milenial.Hal ini menjadi sebuah tantangan bagi konselor untuk memberikan layanan informasi.Saat ini konselor belum memiliki media informasi yang banyak dimintai oleh siswa.Sehingga perlu dikembangkan media layanan informasi pekerjaan berupa Instagram.Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan produk konten media sosial Instagram tentang informasi pekerjaan bagisiswa SMP yang memenuhi persyaratan keberterimaan (akseptabilitas) beserta buku panduan konselor sebagai petunjuk penggunaan.Produk ini dapat digunakan konselor dalam melakukan bimbingan karier yang berterima secara teoritis dan praktis.Penelitian ini menggunakan model yang diadaptasi dari Borg and Gall (1983).Adapun prosedur pengembangan yang dilakukan sebagai berikut: 1) pengumpulan data, 2) perencanaan, 3) pengembanganproduk, 4) validasidan 5) revisiprodukakhir. Identifikasi kebutuhan menggunakan alat berupa pedoman wawancara dan angket kebutuhan.Instrumen uji coba produk menggunakan angket penilaian sedangkan validasi dilakukan oleh uji ahli materi, ahli media dan calon pengguna produk (konselor).Hasil penilaian ahli dan calon pengguna produk menunjukkan bahwa konten media sosial Instagram tentang informasi pekerjaan bagi siswa SMP telah memenuhi aspek ketepatan, kegunaan, kemudahan dan kemenarikan, sehingga media layanan informasi pekerjaan berupa Instagram memiliki kriteria keberterimaan bagi siswa SMP. Hal ini terbukti dari hasil analisis penilaian uji ahli dan pengguna produk dengan menggunakan inter-rater agrrement model menunjukkan skorindeks 1 yang artinya produk memiliki validitas sangat tingggi, dengan demikian keberterimaan produk juga tinggi. Berdasarkan hasil pengembangan, disarankan bagi konselor untuk menggunakan media layanan informasi pekerjaan berupa Instagram dan buku panduan media dalam memberikan layanan informasi serta mempelajari dan memahami buku panduan agar proses pelaksanaan layanan dapat berjalan dengan efektif. Saran untuk peneliti selanjutanya dapat mengujike efektifan produk melalui penelitian eksperimen
Keefektifan Bimbingan Kelompok melalui kegiatan ekstrakurikuler pencak silat untuk meningkatkan sikap percaya diri siswa SMK
RINGKASANMufidah, lailatul. 2019. Keefektifan bimbingan kelompok melalui kegiatan ekstrakurikuler pencak silat untuk meningkatkan sikap percaya diri siswa di SMK PGRI 1 Pasuruan. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang,Pembimbing:(I) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd,(II) Drs. Hariadi Kusumo, M.Pd. Kata Kunci: bimbingan kelompok, pencak silat, sikap percaya diri, siswa SMK Kepercayaan diri merupakan suatu keyakinan dalam jiwa manusia bahwa tantangan hidup apa pun harus dihadapi dengan berbuat sesuatu. Kepercayaan diri berperan penting dalam proses pertumbuhan kepribadian individu. Membangun kepercayaan diri siswa dapat dilakukan melalui bimbingan kelompok dengan kegiatan ekstrakurikuler pencak silat yang secara sederhana dapat diartikan sebagai kegiatan di luar mata pelajaran wajib yang bertujuan untuk pengembangan diri siswa. Tujuan penelitian untuk mengetahui keefektifan bimbingan kelompok melalui kegiatan ekstrakurikuler pencak silat untuk meningkatkan sikap percaya diri siswa SMK PGRI 1 Pasuruan Penelitiaan ini merupakan penelitiaan kuantitaif dengan metode penelitian eksperimen yang menggunakan desain pre-experimental. Desain yang digunakan peneliti yakni pretest-posttest design. Peneliti menggunakan inventori yang berisi sejumlah pernyataan yang harus diisi oleh subyek penelitian. Inventori tersebut ada 4 skala yaitu SS, S, TS, STS sehingga peneliti dapat lebih cepat dalam melakukan analisis inventori sebelum dan sesudah diberikan treatment. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah siswa-siswi SMK PGRI 1 Pasuruan yang mengikuti ekstrakurikuler pencak silat. Jumlah siswa yang menjadi subjek penelitian sekitar 5 siswa, dimana subjek penelitian tersebut di kembangkan berdasarkan jumlah perolehan skor percaya diri yang terendah dari hasil seleksi subjek dengan menggunakan inventori percaya diri yang dibuat oleh peneliti. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik nonparametrik dengan mengukur perbedaan antara pretest dan posttest dengan teknik analisis wilcoxon. Hasil perhitungan statistik menggunakan uji wilcoxon pada penelitian diperoleh nilai Asymp.Sig. (2-tailed) sebesar 0,042, sehingga dapat dikatakan bahwa 0,042 < 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima. Dengan kata lain bimbingan kelompok melalui kegiatan ekstrakurikuler pencak silat efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa SMK PGRI 1 Pasuruan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan kepada penelitian lebih lanjut diharapkan dapat mengembangkan dan memanfaatkan kegiatan-kegiatan yang ada di sekolahan sehingga siswa mendapatkan pengalaman di luar jam pelajaran agar lebih mengoptimal dalam meningkatkan percaya dirinya