SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    1354 research outputs found

    STUDI MEANING OF LIFE SISWA SMP DI PONDOK PESANTREN AN-NUR II AL MURTADLO BULULAWANG KABUPATEN MALANG

    No full text
    RINGKASAN   Andriyanti, Feny. 2017. Studi Meaning of Life Siswa SMPdi Pondok PesantrenAn-Nur II Al Murtadlo Bululawang Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Prof. Dr. Hj. Nur Hidayah, M.Pd., (2) Dr. H. IM. Hambali, M.Pd.   Kata Kunci: meaning of life, pondok pesantren, siswa SMP   Meaning of lifeadalah proses penemuan dan penilaian terhadap kehidupan yang memberikan nilai khusus, penting dan berharga, sehingga layak dijadikan pedoman hidup sebagai acuan seseorang dalam melakukan kegiatan sehari-hari, bersifat pribadi dan unik.Meaning of life dapat ditemukan oleh individu melalui nilai kreatif, nilai penghayatan dan nilai bersikap.Meaning of life dalamnilai kreatifitas kerja mendasari individu dalam kegiatan berprestasi, berkaryadan melaksanakan tugas dengan penuh motivasi, dan tanggung jawab.Meaning of lifedalam nilai penghayatanterhadap cinta kasih dan agama terkait dengan meyakini dan menghayati nilai-nilai kebenaran, kebajikan, keindahan, keadilan, dan keimanan. Meaning of life dalam nilai bersikap terhadap tantangan hidup berarti mampu mengambil sikap setiap ketika menghadapi hambatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui capaian meaning of life siswa SMP di pondok pesantren An-Nur II Al Murtadlo. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif deskriptif dengan prosedur survai. Subyek penelitian ini yaitu 2808 siswa SMP An Nur diambil 313 sampel siswa yang diambil secara acak. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan inventori meaning of life yang dikembangkan berdasarkan kajian teoritik dan uji validitas lapangan. Teknik analisis data menggunakan statistika deskriptifmelalui program microsoft exceldan SPSS for16.0. Data disajikan dalam bentuk tabel dan diagram yang mengambarkan capaian meaning of life. Hasil penelitian menujukkan bahwa siswa SMP di pondok pesantren An Nur II Al-Murtadlo memiliki meaning of life tinggi. Namun ketiga sumber nilai memiliki capaian yang berbeda-beda. Capaian tertinggi pertama yakni nilai penghayatanterhadap cinta kasih dan agama dengan klasifikasi tinggi, diikuti nilai bersikap terhadap tantangan hidup dengan klasifikasi tinggi dan terakhir nilai kreatifitas kerja dengan klasifikasi cukup. Nilai penghayatan terhadap cinta kasih dan agama memiliki capaian tertinggi dalam pemerolehanmeaning of life. Nilai penghayatan terhadap cinta kasih dan agama sesuai dengan falsafah hidup pondok pesantren yakni pembentukan akhlak yang tercermin dalam visi mencetak santri solihin dan sholikhat. Data hasil penelitian inidapat dimanfaatkan oleh konselor untuk memahami meaning of lifesiswa dan merancang layanan bimbingan dan konseling yangsesuai terutama dengan mempertimbangkan nilai penghayatan terhadap cinta kasih dan agama siswa di sekolah dengan latar belakang pondok pesantren. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat memanfaatkan data hasil temuan ini untuk mengkaji lebih dalam mengenai nilai penghayatan terhadap cinta kasih dan agama siswa SMP di pondok pesantren melalui penelitian kualitatif

    keefektifan strategi self-management untuk mengurangi perilaku membolos siswa SMK N 7 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Kostanto, Hepsyn. 2017. Keefektifan strategi self-management untuk mengurangi perilaku membolos siswa SMK N 7 Malang. Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Widada, M.Si, (II) Drs. Harmiyanto M.Pd   Kata kunci: self-management, membolos   Perilaku membolos secara umum dapat diartikan sebagai perilaku siswa yang tidak masuk sekolah dengan alasan yang tidak tepat atau ketidakhadiran siswa tanpa alasan yang jelas. Pada akhirnya membolos menjadi fenomena yang menghambat proses pembelajaran dan apabila masalah ini tidak segera ditangani secara serius maka dikhawatirkan banyak hal negatif yang muncul sebagai dampak dari perilaku tersebut. Salah satu upaya mengurangi perilaku membolos siswa adalah dengan pemberian layanan konseling kelompok di sekolah. Tujuan penelitian ini yaitu membuktikan keefektifan strategi self-management untuk mengurangi perilaku membolos siswa. Oleh karena itu peneliti melakukan konseling dengan strategi self-management akan berpengaruh dalam mengurangi perilaku membolos siswa. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi-Exsperimental Research) tanpa kelas kontrol. Desain eksperimen subjek tunggal yang digunakan adalah design A-B-A. Pada fase A (baseline 1) merupakan fase perekaman data atau observasi awal. Dapat dikatakan bahwa fase ini merupakan fase pengambilan data atau kondisi apa adanya dari subjek penelitian pada kondisi sebelum subjek penelitian diberi treatment. Pada fase B diberikannya fase treatment atau perlakuan oleh peneliti. Sedangkan fase baseline 2 (A’) merupakan fase pengambilan data tahap kedua, sesuai dengan format observasi baseline 1 (fase A). Berdasarkan hasil analisis data visual inspection pada saat sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan menunjukkan bahwa strategi self-management berpengaruh mengurangi perilaku membolos siswa. Hal ini tampak dari sebelum dilakukan perlakuan dan sesudah silakukan perlakuan. Masing-masing subjek menunjukkan adanya penurunan perilaku membolosnya. Dari hasil penelitian ini, dapat disarankan agar (1) konselor dapat membantu siswa dalam menerapkan strategi self-management untuk mengurangi perilaku membolos sekolah, (2) Peneliti selanjutnya bisa menggunakan kelompok kontrol sebagai kelompok pembanding untuk dapat dibandingkan apabila penelitian akan sama dengan kelompok pembanding yang dapat memperkuat hasil penelitian                     ABSTRACT   Kostanto, Hepsyn 2017. The effectiveness of self-management strategy to reduce the behavior of ditching students SMK N 7 Malang. Guidance and Counseling Department. Faculty of Education, State University of Malang. Advisor: (I) Drs. H. Widada, M.Si, (II) Drs. Harmiyanto M.Pd   Keywords: self-management, ditching   Generally ditching behavior can be interpreted as the behavior of students who do not attend school with inappropriate reasons or student absences for no apparent reason. In the end ditching into a phenomenon that hampers the learning process and if this problem is not addressed seriously then it is feared many negative things that arise as the impact of the behavior. One of the attempts to reduce student skipping is by providing group counseling services at school. The purpose of this study is to prove the  effectiveness of self-management strategy to reduce the behavior of ditching students. Therefore, researchers counseling with self-management strategies will have an effect on reducing behavior of ditching students. The research design used in this research is quasi-experimental research without control class. The design of a single subject experiment used is design A-B-A. In phase A (baseline 1) is a data recording phase or preliminary observation. It can be said that this phase is the phase of data retrieval or the condition of the existence of the subject of research on the condition before the subject of research given treatment. In phase B given the phase of treatment or treatment by researchers. The baseline 2 (A') phase is the second phase of data collection, in accordance with the baseline 1 observation format (phase A). Based on the results of analysis of visual inspection data at the time before treatment and after treatment showed that the self-management strategy has an effect on reducing students behavior of ditching. This is evident from before treatment and after treatment. Each of the subjects showed a decline in his behavior of ditching. From the results of this study, it can be suggested that (1) the counselor can assist students in implementing self-management strategies to reduce behavior of ditching, (2) Researchers can then use the control group as a comparison group to be comparable if the research will be the same as the comparison group Can strengthen the results of research

    studi meaning of life siswa SMP budaya Samin

    No full text
    RINGKASAN   Amalia, Maghfirotul. 2017. Studi tentang Meaning of Life Siswa SMP Budaya Samin. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Nur Hidayah, M.Pd., (II) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd.   Kata kunci : meaning of life, sumber nilai, budaya Samin, siswa SMP   Meaning of life siswa SMP budaya Samin adalah proses penemuan dan penilaian terhadap kehidupan yang berharga, bernilai, dan penting bagi siswa dan dapat dijadikan tujuan hidup. Proses penemuan meaning of life dapat melalui tiga sumber nilai yaitu: creative values, experiential values dan attitudinal values. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan meaning of life: creative values, experiential values dan attitudinal values dari siswa SMP budaya Samin. Kerangka teori ini berdasarkan pendapat dari Viktor Frankl yang menyatakan bahwa meaning of life merupakan proses penemuan isi dunia sekitar yang bermakna intrinsik secara individual melalui tiga jalan berbeda: melakukan suatu perbuatan (creative values), mengalami sebuah nilai (experiential values), dan menyikapi penderitaan (attitudinal values). Penelitian ini menggunakan langkah-langkah dalam pendekatan kuantitatif diskriptif jenis survei yaitu: (1) merumuskan masalah dan menentukan tujuan survei, (2) menentukan konsep serta penggalian kajian pustaka, (3) mengambil sampel, (4) membuat dan menyusun inventori, (5) melakukan uji lapangan, (6) mengolah data, (7) menganalisis dan melaporkan. Instrumen dikembangkan oleh penulis dalam bentuk inventori makna hidup siswa SMP budaya Samin. Teknik analisis data digunakan untuk menentukan frekuensi, persentase, standar deviasi, skweness, dengan bantuan program SPSS 20.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa SMP budaya Samin mampu menemukan meaning of life melalui tiga sumber nilai, dengan experiential values menduduki persentase tertinggi (45%) yang kemudian diikuti attitudinal values (29%), dan creative values (26%). Secara khusus, hasil ini menggambarkan bahwa pemenuhan meaning of life siswa SMP budaya Samin sesuai dengan budaya Samin yang mengutamakan penghayatan hati nurani terhadap nilai-nilai kehidupan sebelum bertindak dan menyikapi sesuatu. Konselor dapat menyesuaikan dan mengembangkan layanan di bidang akademik, karier, pribadi dan sosial dalam konteks meaning of life siswa SMP budaya Samin, dengan langkah awal mengeksplorasi pengalaman (experiential values) siswa yang penting, bernilai, dan berharga. Kompetensi konselor baik personal maupun profesional diharapkan juga berkembang melalui pendekatan etik dan emik. Penelitian survei memberikan penjelasan awal gambaran meaning of life siswa SMP budaya Samin. Oleh karena itu, disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk menggunakan pendekatan kualitatif metode grounded theory sehingga memberikan gambaran lebih mendalam tentang meaning of life siswa SMP budaya Samin. .             SUMMARY   Amalia, Maghfirotul. 2017. Junior High School Student’s Meaning of Life in Samin Culture. Thesis, Departmen of Guidance and Counseling, Faculty of Education Scienci, Universitas Negeri Malang. Advisors: (I) Prof. Dr. Nur Hidayah, M.Pd., (II) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd.   Key words : meaning of life, sources of value, Samin culture, junior high school students   Meaning of life of junior high school students from Samin culture is a process of discovery and assessment about life that worthwhile, valuable, and important for them and then it can be used as life goals. The process of discovery of meaning of life can be gained through three sources of value, they are: creative values, experiential values and attitudinal values. This study aimed to describe the meaning of life: creative values, experiential values and attitudinal values of junior high school students in Samin culture. The framework of this study is based on Viktor Frankl’s opinion who stated that the meaning of life is a discovery process of the world around which has intrinsic meaning individually, and it is done through three different ways: performing an act (creative values), experiencing a value (experiential values), and addressing the suffering ( attitudinal values). This study follows the steps of survey types in a descriptive quantitative approach, the following steps are: (1) formulating the problem and determining the survey's purposes, (2) defining the concept as well as the excavation of a literature review, (3) taking the samples, (4) creating and preparing the inventory, (5) field test, (6) processing the data, (7) analyzing and reporting. The instrument is in the form of meaning of life inventory of junior high school students in Samin culture which had been developed by the authors. Data were analyzed by using descriptive analysis technique and SPSS 20.0 for Windows in order to determine the frequency, percentage, standard deviation, skweness, The results showed that junior high school students in Samin culture was able to find the meaning of life through three sources of value, and experiential values reach the highest percentage (45%) followed by attitudinal (29%), and the creative value (26%). In particular, these results reflect that the fulfillment of the meaning of life of junior high school students is in accordance with the teachings of Samin culture whose promotes the priority of appreciation of conscience against the values of life before they act and to address something. Meaning of life of junior high school students in Samin culture, can be used as the basis for guidance and counseling services with ethical and emic approach. Thus, the counselor can adjust and develop their services in the field of academic, career, personal and social students in Samin culture context. Competence of both personal and professional counselor is also expected to grow in line with the cultural context of students. Then, this study tries to provide an overview of junior high school students meaning of life in Samin culture. For further research it is suggested to develop a counseling model of Samin culture in order to enhancing the students creative value because people in Samin Culture tends to prefer the experience and rather than realize it in action

    KEEFEKTIFAN SINEMA EDUKASI UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA SMK

    No full text
    ABSTRAK   Saputra, Sofian Aries 2017. Keefektifan sinema edukasi untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa SMK. Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hariadi Kusumo, M.Pd  (II) Drs. Djoko Budi Santoso, M.Pd.   Kata kunci: sinema edukasi, kepercayaan diri   Kepercayaan diri adalah orang yang yakin dengan kemampuan yang dimilikinya serta memiliki pengharapan yang realistis, bahkan ketika harapannya tidak terwujud tetap berpikir positif dan berusaha untuk menerimanya. Kepercayaan diri juga mampu menjadi pendorong remaja bertindak tanpa adanya rasa ragu ataupun cemas dalam dirinya. Namun kenyataannya sekarang tidak semua remaja dapat memiliki kepercayaan diri, sehingga membutuhkan teknik ataupun treatment untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam diri remaja saat ini yaitu dengan teknik sinema edukasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui keefektifan penggunaan teknik sinema edukasi untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa. Oleh karena itu peneliti ingin melakukan bimbingan kelompok dengan teknik sinema edukasi untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa SMK. Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain pretest Posttest One Group Design, dimana dalam desain eksperimen ini, observasi dilakukan sebanyak dua kali yaitu pada saat pretest dan posttest. Berdasarkan hasil pretest dan posttest diketahui perbedaan tingkat kepercayaan diri siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Berdasarkan hasil analisis uji Wilcoxon pada saat sebelum perlakuan, perlakuan dan sesudah perlakuan menunjukkan bahwa Nilai beda (z) sesudah dengan sebelum treatment adalah Z = -2,207 dan nilai signifikansinya (2-tailed) adalah 0,027. Nilai signifikansinya lebih kecil dari 0,05 (nilai asyimp.sig < 0,05) menunjukkan bahwa H0 ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa teknik sinema edukasi efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas X SMK. Hal ini tampak dari sebelum dilakukan perlakuan dan sesudah silakukan perlakuan. Masing-masing subyek menunjukkan adanya peningkatan tingkat kepercayaan diri. Berdasarkan kesimpulan, dapat dikatakan bahwa sinema edukasi efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa  SMK, dikemukakan beberapa saran yang perlu dipertimbangkan, yaitu: (1) Konselor dapat menggunakan sinema edukasi dengan dinamika bimbingan kelompok maupun bimbingan klasikal sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. (2) Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan sinema edukasi yang lebih kreatif, dan diusahakan menggunakan film yang berbahasa Indonesia untuk mempermudah siswa dalam memahami isi dan makna dalam film

    MODUL PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA BAGI SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA The Development of Drugs Prevention Module for Junior High School Students

    No full text
    ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan modul yang tepat, berguna, mudah dan menarik sebagai media informasi pencegahan penyalahgunaan narkoba bagi siswa SMP. Modul diuji melalui uji ahli materi, uji ahli media, dan uji calon pengguna. Penelitian pengembangan menggunakan 7 dari 10 langkah Borg & Gall (1983).Hasil validasi ahli materi, ahli media dan calon pengguna menunjukkan bahwa modul pencegahan penyalahgunaan narkoba sangat tepat, sangat berguna, sangat mudah dan sangat menarik yang berarti modul pencegahan penyalahgunaan narkoba layak digunakan sebagai alat bantu konselor untuk memberikan informasi kepada siswaBerdasarkan hasil penelitian pengembangan ini, disarankan kepada konselor untuk menggunakan modul pencegahan penyalahgunaan narkoba sebagai media dalam layanan informasi. Bagi peneliti lanjut, disarankan untuk melakukan penelitian dengan melibatkan sekolah dan subjek siswa lebih banyak lagi dalam skala besar dengan waktu di luar proses penelitian ini. Kata kunci: modul, pencegahan narkoba, penyalahgunaan narkoba, siswa SMP.The purpose of this research is to produce the right module, useful, easy and interesting as media of prevention information of drug abuse for junior high school students. The module is tested through a material expert test, a media expert test, and a potential test user. Research development using 7 of 10 steps Borg & Gall (1983).The results of validation of material experts, media experts and potential users indicate that the drug abuse prevention module is very precise, very useful, very easy and very interesting which means the drug abuse prevention module is worthy of use as a counselor tool to provide information to students.Based on the results of this development research, it is advisable to counselors to use the drug abuse prevention module as a medium in information services. For further researchers, it is advisable to conduct research by involving more schools and student subjects on a large scale with time outside of this research process. Keywords: module, drug prevention, drug abuse, junior high school students.Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk sekitar 214 juta dan tersebar di sekitar 18.110 pulau, telah menjadikan Indonesia mudah untuk menerima pengaruh dari negara-negara lain, baik secara langsung maupun tidak langsung. Narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) atau narkotik, psikotropika, dan zat adikitif (napza) adalah bahan/zat yang dapat memengaruhi kondisi kejiwaan/psikologi seseorang (pikiran, perasaan dan perilaku) serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologi. Dalam hal ini, bimbingan dan konseling di sekolah berperan penting sebagai bentuk upaya bantuan yang dilakukan oleh tenaga profesional (konselor). Bimbingan dan konseling yang berfungsi dalam hal pencegahan, yaitu senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya. Hal ini mendorong konselor untuk menggunakan media sebagai sarana menyampaikan informasi dan mencapai fungsi bimbingan yang sesuai dengan tujuan dan sasaran. Media layanan dibuat untuk menarik minat dan perhatian siswa saat menyampaikan informasi dalam layanan bimbingan supaya lebih efektif. Salah satu media yang dapat dikembangkan oleh konselor adalah buku modul yang menarik dan membuat layanan bimbingan lebih menyenangkan dan efisien. Modul pembelajaran merupakan satuan program belajar mengajar  yang terkecil, yang dipelajari oleh siswa sendiri secara perseorangan atau diajarkan oleh siswa kepada dirinya sendiri (Winkel, 2009). Siswa dapat belajar mandiri ataupun dibimbing oleh guru dalam mempelajari sebuah modul. Oleh karena itu, pengembang mengembangkan suatu media berupa “Modul Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba bagi Siswa Sekolah Menengah Pertama”

    Keefektifan Bibliokonseling untuk Meningkatkan Motivasi Berprestasi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan konseling

    No full text
    Motivasi Berprestasi sangat penting untuk dimiliki siswa Sekolah Menengah Kejuruan saat ini. Karena semakin canggihnya jaman dan teknologi di&nbsp; era globalisasi ini semakin menuntut kesiapan tenaga kerja yang memiliki kualifikasi yang berbeda dengan sebelumnya. Angka pengangguran terpelajar di Indonesia masih tinggi. Rendahnya kualitas ini salah satu penyebabnya adalah karena rendahnya motivasi berprestasi siswa. Motivasi berprestasi yang rendah dapat menurunkan prestasi akademik. Bimbingan dan konseling&nbsp; berperan penting dalam mengatasi rendahnya motivasi berprestasi, melalui salah satu teknik konseling yaitu bibliokonseling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan teknik bibliokonseling untuk meningkatkan motivasi berprestasi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penelitian ini dapat memberikan masukan bagi konselor mengenai layanan yang efektif untuk meningkatkan motivasi berprestasi siswa.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian quasi experimental research dengan jenis desain One group Time Series dan variasi intterrupted time series design. Eksperimen yang dilaksanakan pada satu kelompok tanpa kelompok pembanding.&nbsp; Subjek penelitian ini adalah 5 siswa kelas X- Listrik 2 SMK Negeri Bangil yang memiliki motivasi berprestasi rendah. Data penelitian dikumpulkan dari observasi awal selama tiga kali berturut-turut (pretest). Treatment bibliokonseling lima kali pertemuan tatap muka dan observasi pasca treatment selama tiga kali berturut-turut (posttest).Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik bibliokonseling efektif untuk meningkatkan motivasi berprestasi siswa SMK. Hal ini ditunjukkan dengan z hitung&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; (-2.023a) lebih besar dari z table dan nilai Asymp Sig. (2-tailed) 0.043 pada derajat signifikan &lt; 0.05. Dasar pengambilan keputusan adalah jika probabilitas &lt; 0.05 maka H₀ ditolak dan H₁ diterima, artinya ada perbedaan antara skor motivasi berprestasi sebelum dan sesudah treatment teknik bibliokonseling, sehingga disimpulkan bahwa bibliokonseling efektif untuk meningkatkan motivasi berprestasi.&nbsp;Dari hasil penelitian maka dapat disarankan agar: 1) konselor dapat membantu siswa untuk meningkatkan motivasi berprestasi siswa dengan menggunakan teknik bibliokonseling dengan mempertimbangkan bahan bacaan yang sesuai, 2) peneliti selanjutnya dapat menggunakan rancangan penelitian eksperimen yang lain seperti single subject design

    HUBUNGAN KEPERCAYAAN DIRI DENGAN KETERBUKAAN DIRI SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 PONGGOK KABUPATEN BLITAR

    No full text
    ABSTRAK   Viani, Pipin Okta. 2017. Hubungan Kepercayaan Diri dengan Keterbukaan Diri Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Ponggok Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Hariadi Kusumo, M.Pd. (II) Dr. Carolina Ligya Radjah, M.Kes.   Kata kunci : kepercayaan diri, keterbukaan diri   Rasa percaya diri pada remaja memegang peranan penting dalam kehidupan sosial. Pergaulan individu dengan lingkungan secara luas melibatkan aspek komunikasi didalamnya. Berkomunikasi dengan orang lain perlu adanya proses pengungkapan diri, karena komunikasi dengan orang lain akan lebih lancar apabila seseorang mampu dan berani untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya secara terbuka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) tingkat kepercayaan diri siswa SMA Negeri 1 Ponggok Kabupaten Blitar, (2) tingkat keterbukaan diri siswa SMA Negeri 1 Ponggok Kabupaten Blitar, dan (3) hubungan antara kepercayaan diri dengan keterbukaan diri siswa SMA Negeri 1 Ponggok Kabupaten Blitar. Rancanganpenelitian yang digunakanadalahdeskriptifdankorelasional.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dengan skala likert. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Ponggok Kabupaten Blitar dengan jumlah 243 orang siswa. Sampel penelitian menggunakan random sampling yang berjumlah 135orang siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) cukup banyak siswa memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi, (2) banyak siswa memiliki tingkat keterbukaan diri yang tinggi, (3) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kepercayaan diri dengan keterbukaan diri pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Ponggok dengan nilai koefisien korelasi (r) = 0.565 dan probabilitas  0.000 ≤ 0.005. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada konselor untuk memberikan program layanan bimbingan dan konseling yang berkaitan dengan indikator cinta diri dan kenyamanan saat melakukan keterbukaan diri, khususnya kelas X IPA. Untuk peneliti selanjutnya mampu mengembangkan suatu produk bimbingan yang dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa

    PENGEMBANGAN APLIKASI GAME ANDROID UNTUK LAYANAN INFORMASI PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA BAGI SISWA SMP

    No full text
    ABSTRAK Prisilia, Riris. 2017. Pengembangan Aplikasi Game Android untuk Layanan Informasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba bagi Siswa Smp .Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling  Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Djoko Budi Santoso, M. Pd. (II) Dr. H. Adi Atmoko, M.Si Kata kunci: game android , penyalahgunaan narkoba, siswa SMP   Narkoba atau narkoba, adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Berdasarkan hasil need assessment diketahui bahwa sebagian siswa masih membutuhkan informasi mengenai upaya pencegahan prnyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu peneliti mengembangkan panduan layanan informasi pencegahan penyalahgunaan narkoba dengan aplikasi game android bagi siswa SMP dengan tujuan sebagai metode dalam layanan bimbingan klasikal. Model penelitian dan pengembangan ini diadaptasi dari strategi pengembangan Brog & Gall. Adapun prosedur pengembangan adalah:  1) tahap I pengumpulan informasi, 2) tahap II pengembangan produk awal, 3) tahap III uji ahli bimbingan dan konseling; uji ahli media, 4) tahap IV revisi produk berdasarkan uji ahli bimbingan dan konseling; uji ahli media, 5) tahap V uji calon pengguna produk; revisi berdasarkan hasil uji calon pengguna produk; uji kelompok kecil; revisi berdasarkan hasil uji kelompok kecil, 6) tahap VI penyusunan produk akhir. Produk yang dihasilkan adalah 1) Permainan cegah narkoba sebagai Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di SMP, 2) Panduan game cegah narkoba sebagai Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba bagi konselor. Langkah-langkah game cegah narkoba adalah menyiapkan hp bebasis android, mengirim aplikasi game cegah narkoba menggunakan bluetooth,menginstal aplikasi di hp,menjelaskan menu-menu pada permainan, siswa menjalankan game sesuai dengan petunjuk yang ada pada game. Panduan untuk konselor berisi 3 bab yaitu bab I pendahuluan, bab II materi narkoba, dan bab III prosedur penggunaan game android (cegah narkoba). Berdasarkan hasil analisis data penilaian ahli, calon pengguna produk dan kelompok kecil serta revisi yang telah dilaksanakan sesuai saran dan masukan, dapat disimpulkan bahwa produk dapat berterima secara teoritis dan praktis. Berdasarkan hasil penelitian, pengembangan game android cegah narkoba ini terdapat tingkatan level yang harus dikuasai oleh pengguna permainan sehingga disarankan konselor sebagai pengguna produk untuk mempelajari panduan penggunaan game sebagai metode bimbingan klasikal. Bagi penelitian selanjutnya, dikarenakan pengembangan ini hanya sampai pada uji kelompok kecil maka hasil penelitian dan pengembangan ini dapat dilanjutkan dengan penelitian eksperimen untuk mengetahui keefektifan layanan informasi penyalahgunaan narkoba dengan aplikasi game android ini dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di SMP.

    PerbedaanTingkat PerilakuAsertifantaraSiswaKelasAkselerasidanSiswaKelasReguler di SMAN 5 Malang

    No full text
    ABSTRAK Sufiyanti, Dewi. 2017. PerbedaanTingkat PerilakuAsertifantaraSiswaKelasAkselerasidanSiswaKelasReguler di SMAN 5 Malang. Skripsi, JurusanBimbingandanKonseling FIP UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Harmiyanto, M.Pd, (2) Irene Maya Simon, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: perilakuasertif, kelasakselerasi, kelasreguler.Perilakuasertifmerupakankemampuanindividuuntukmengekspresikanpikiran, perasaan, keinginandankebutuansecarajujur, terusterang, adaadanya, namuntetapmemilikidasarbahwasetiap orang memilikihakdankebutuhan yang samapentingnyadengan orang lain. Perilakuasertifberkembangsebagaihasilpengalamandan proses belajar yang panjangdalamrentangkehidupanindividu. Olehkarenaitu, setiap orang dapatmengembangkanperilakuasertif yang dimiliki. Setiapindividumemilikitingkatperilakuasertif yang berbeda-beda. Berbagaiperbedaan yang terdapatantarakelasakselerasidankelasregulersepertipotensisiswa, kurikulum, proses pembelajarandansebagainyadapatmenjadifaktor yang mempengaruhiperkembanganperilakuasertifsiswa.Penelitianinibertujuanuntuk (1) mengetahuitingkatperilakuasertifsiswakelasakselerasi, (2) mengetahuitingkatperilakuasertifsiswakelasreguler, dan (3) untukmengetahuiperbedaantingkatperilakuasertifantarasiswakelasakselerasidansiswakelasreguler di SMAN 5 Malang.Penelitianinimenggunakanpendekatankuantitatifdandirancangmenggunakandesainkomparatif. Populasipenelitianadalahsiswakelasakselerasidansiswakelasreguler di SMAN 5 Malang. Teknik pengambilansampeldenganteknikproportional sampling padasiswakelasakselerasidansiswakelasreguler. Data dikumpulkandenganmenggunakaninventoriperilakuasertifdandianalisisdenganmenggunakananalisisdeskriptifdananalisisuji-t.Berdasarkanhasilpenelitiandapatdisimpulkanbahwaterdapatperbedaantingkatperilakuasertifantarasiswakelasakselerasidansiswakelasreguler. Nilai rata-rata (mean)tingkatperilakuasertifsiswakelasakselerasi (109,6000)lebihtinggidibandingkandengansiswakelasreguler (95,3667).NilaiprobabilitasSig (2-tailed) sebesar 0,000. Kriteriamenyebutkanapabilaprobabilitashitung (alpha (α) = 5%) maka Ho ditolakdan H1 diterima. Hal inimenunjukkanbahwaterdapatperbedaantingkatperilakuasertifantarasiswakelasakselerasidansiswakelasreguler di SMAN 5 Malang. Disarankanhasilpenelitianinidapatdijadikanhimpunan data sebaagaiacuanbagikonselorsebagairujukandalammelakukananalisiskebutuhansiswatentangperilakuasertifsiswadanmenjadireferensidalammemberikanlayananuntukmeningkatkanperilakuasertifsiswaantara lain memberikanlayanankonseling individual, assertive training, danlayananbimbingankelompokteknikdiskusikelompokataubermainperan(role play)

    Hubungan antara Persepsi Dukungan Organisasi dan Komitmen Organisasi Guru Bersertifikasi di SMAN 9 Malang

    No full text
    Kualifikasi guru yang rendah dan mutu pendidikan yang perlu ditingkatkan adalah permasalahan pendidikan yang berkelanjutan. Guru merupakan ujung tombak dalam kegiatan pembelajaran, selain itu guru juga memiliki peranan yang signifikan dalam terciptanya suasana pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan komitmen organisasi guru bersertifikasi di SMAN 9 Malang.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Tehnik sampling yang digunakan adalah tehnik populasi. Pengumpulan data menggunakan skala persepsi dukungan organisasi dan skala komitmen organisasi.Pada uji validitas dan uji reliabilitas, diperoleh data bahwa skala komitmen organisasi memiliki 35 aitem valid dengan nilai reliabilitas sebesar 0,896 sedangkan skala persepsi dukungan organisasi memiliki 34 aitem valid dengan reliabilitas sebesar 0,927.Simpulan hasil penelitian yang diperoleh:(1) Sebagian besar guru bersertifikasi di SMAN 9 Malang memiliki komitmen organisasi yang tinggi yaitu 51% atau 21 guru dari total 41 guru bersertifikasi.(2) Sebagian besar guru bersertifikasi di SMAN 9 Malang memiliki persepsi dukungan organisasi yang positif yaitu 54% atau 22 guru dari total 41 guru bersertifikasi.(3) Hipotesis diterima dengan signifikansi 0,000 < signifikansi 0,05yang berarti bahwa Ada hubungan antara Persepsi Dukungan Organisasi dengan Komitmen Organisasi Guru Bersertifikasi di SMAN 9 Malang dan korelasi p =0,837menunjukkan korelasi positif yang menunjukkan semakin positif persepsi dukungan organisasi maka komitmen organisasi semakin tinggi serta sebaliknya, semakin negatif persepsi dukungan organisasi maka komitmen organisasi semakin rendah. Saran yang diberikan berupa: (1) Kepada guru, agar menjaga keprofesionalitasan guru dan terus berinovasi dalam pembuatan karya ilmiah, (2) Kepada sekolah, tetap memberikan dukungan dan perhatian terhadap bersertifikasi (3) Kepada pemerintah, menyempurnakan sistem pelaksanaan sertifikasi yang dilakukan secara nasional dan meningkatkan penghargaan atas prestasi yang ditinjau secara berkala. (4) Kepada peneliti selanjutnya, agar dapat memperluas kajian teori dan memperbanyak jumlah subjek

    0

    full texts

    1,354

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇