SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
1354 research outputs found
Sort by
KEEFEKTIFAN PANDUAN PENGASUHAN DEMOKRATIS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN WALI SISWA DALAM MEMBIMBING KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA DI SD BRAWIJAYA SMART SCHOOL MALANG
Ridiya, Ardina, 2016. Keefektifan Panduan Pengasuhan Demokratis Untuk Meningkatkan Kemampuan Wali Siswa Dalam Membimbing Kemandirian Belajar Siswa di SD Brawijaya Smart School Malang. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Adi Atmoko, M.Si, (2) Yuliati Hotifah, S.Psi, M.Pd.Kata Kunci : pengasuhan demokratis, wali siswa, kemandirian belajar, siswa SD Salah satu faktor dalam keluarga yang mempunyai peranan penting dalam pembentukan kepribadian siswa adalah pola pengasuhan. Oleh karena itu perlu strategi pengasuhan agar siswa bisa menjadi pribadi yang mandiri dalam belajar. Pengasuhan demokratis merupakan proses interaksi antara orang tua dan anak yang meliputi kegiatan seperti memelihara, mendidik, membimbing serta mendisiplinkan dalam mencapai proses kemandirian anak dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan panduan pengasuhan demokratis pada wali siswa dalam membimbing kemandirian belajar siswa di SD Brawijaya Smart School Malang. Penelitian ini adalah eksperimen dengan desain Single Subject Research, subjek berjumlah 10 orang wali siswa. Data dikumpulkan melalui angket pengasuhan demokratis, lembar observasi kemandirian belajar siswa, dan pedoman eksperimen (lembar evaluasi dan laporan kemajuan diri). Hasil uji validitas dan reliabilitas dari 30 item didapatkan 5 item dengan (r hitung ≤ 0,300), sehingga 5 item dikatakan tidak valid dan hanya menggunakan 25 item valid. Data dianalisis dengan teknik wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pengasuhan demokratis dengan kemampuan wali siswa dalam membimbing kemandirian belajar siswa di SD Brawijaya Smart School Malang. dilihat dari perbedaan (mean pretest-posttest kelompok pengasuhan demokratis yaitu 53,6 dan 80,5, dan mean pra-treatment dan post-treatment kelompok kemandirian belajar siswa yaitu 41,9 dan 82,5). Hasil analisis didapatkan nilai (t = -2,805, p valu
Efektifitas Pendekatan Konseling Trait and Factor Dalam meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI MA Muallimin Malang
ABSTRAK Zubriant, Vidyanto. 2013. Efektifitas Pendekatan Konseling Trait and Factor Dalam meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI MA Muallimin Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Widada, M.Si. (II) Dra. Hj. Ella Faridati Zen, M.Pd. Kata Kunci : trait and factor, pretasi belajar, MA Muallimin NU. Prestasi belajar diartikan sebagai keberhasilan murid dalam mempelajari mata pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam bentuk skor yang diperoleh dari hasil tes mengenai jumlah mata pelajaran tertentu (Nawawi 2001 : 100). Prestasi belajar yang sangat mudah diamati adalah dengan melalui angka- angka atau huruf yang menunjukkan hasil belajar, contoh raport dan Kartu Hasil Ujian seperti yang dijelaskan oleh Marsun dan Martaniah (dalam Sia Tjundjing 2000 : 71) prestasi belajar merupakan hasil kegiatan belajar, yaitu sejauh mana peserta didik menguasai bahan pelajaran yang diajarkan, yang diikuti oleh munculnya perasaan puas bahwa ia telah melakukan sesuatu dengan baik. Hal ini berarti prestasi belajar hanya bisa diketahui jika telah dilakukan penilaian terhadap hasil belajar siswa. Dengan adanya prestasi belajar ini, perkembangan hasil belajar siswa dapat diketahui dan diamati. Normalnya semakin bagus prestasi belajar siswa maka semakin optimal pula hasil belajarnya, sebaliknya jika prestasi belajar rendah atau turun, maka kurang optimal pula kualitas hasil belajarnya. Sebenarnya banyak faktor yang mempengaruhi turunnya prestasi belajar siswa, baik yang berasal dari aspek diri pribadi maupun aspek lingkungan sekitar. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan bantuan yang efektif guna meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI MA Muallimin NU Malang. Salah satunya dengan bantuan layanan konseling pendekatan Trait and Factor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara konseling Trait and Factor dan prestasi belajar kelas XI MA Muallimin NU Malang. Rancangan penelitian ini menggunakan eksperimen semu (quasi experiment/pre ekperimental design) dengan desain Pre-test and Post-test Group. Subjek dipilih berdasarkan data nilai raport atau nilai hasil ujian tengah semester, yakni lima siswa yang nilai prestasi belajar rendah. Analisis data menggunakan statistik inferenial non parametrik, yaitu uji two related samples tests Wilcoxon untuk mengetahui pengaruh antara konseling Trait and Factor dan prestasi belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai Wilcoxon sebesar (Z = -2.023a) dan nilai probability error post-test yakni kurang dari 0,05 (p = 0.043 < 0.05), sehingga dapat disimpulkan bahwa penedekatan Trait and Factor berpengaruh untuk meningkatkan prestasi be;ajar siswa kelas XI Madrasah Muallimin NU Malang. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar: 1) Bagi konselor dapat membantu siswa yang memiliki prestasi belajar rendah dengan menggunakan pendekatan Trait and Factor, sehingga dengan pendekatan ini prestasi belajar siswa dapat diperbaiki, 2) Bagi peneliti selanjutnya hendaknya lebih mampu untuk memberikan pemahaman tentang pengaplikasian yang baik pada kehidupan nyata pada siswa agar tidak terjadi penurunan prestasi belajar kembali setelah jangka waktu tertentu dan mencoba untuk menerapkan pendekatan Trait and Factor pada populasi yang berbeda ataupun pada kondisi selain prestasi belajar.
Proses Pencapaian Identitas Karier pada Masa Perkembangan Remaja: Krisis Identitas Karier Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Berdasarkan Perspektif James E. Marcia
ABSTRAK Alfadla, Maya Tsuroya. 2017. Proses Pencapaian Identitas Karier pada Masa Perkembangan Remaja: Krisis Identitas Karier Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Berdasarkan Perspektif James E. Marcia. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, pembimbing (1) Dr. Adi Atmoko, M, Si., (2) Prof. Dr. Andi Mappiare-AT, M. Pd. Kata Kunci: Pencapaian Identitas Karier, Mahasiswa Bimbingan dan Konseling, Krisis, James E. Marcia. Identitas karier diartikan sebagai suatu jati diri seseorang yang akan konsisten dalam kurun waktu tertentu, sedangkan bagi mahasiswa Bimbingan dan Konseling berjati diri sebagai Konselor Pendidikan. Jati diri tersebut ternyata tidak ditemukan oleh penulis saat melaksanakan studi pendahuluan pada salah satu kelompok Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang Angkatan 2013 Offering B. Dari data yang terkumpul, penulis tertarik untuk meneliti kelas tersebut berkenaan dengan proses pencapaian identitas kariernya. Penelitian ini menggunakan jenis Studi Kualitatif Dasar dan Jenerik (SKDJ). Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara, observasi, FGD, dan dokumen. Peneliti menggunakan unit analisis data individual dengan tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: (1) Mahasiswa yang mengalami kesenjangan antara kehendak diri dengan orang tua mampu mengelola dirinya dengan menegosiasi orang tua untuk mencapai kesepakatan antara kedua belah pihak. (2) Mahasiswa yang mengalami kesenjangan antara passion dengan pilihan kariernya mampu mengelola diri dengan mengintegrasi dan mengakomodasi keduanya, yakni passion seni budaya dan Bimbingan dan Konseling. (3) Mahasiswa yang mengalami kesenjangan antara pengharapan dengan kenyataan karier lanjutannya mampu mengelola diri dengan mengaktualisasikan dirinya; menumbuhkan, mengembangkan dan menggunakan kemampuannya pada bidang militer. dan Konseling, dan identitas foreclosure (komitmen tanpa krisis) untuk karier militer (4) Setiap mahasiswa telah merencanakan karier alternatif di luar dari karier bimbingan dan konseling. Dapat disimpulkan bahwa ketiga subjek tidak memiliki identitas achievement (identitas penuh) sebagai konselor pendidikan. Saran yang dapat diberikan adalah dengan mengefektifkan layanan Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LP3-UM) dengan prosedur layanan kepenasihatan yang melibatkan dosen penasihat akademik, layanan bimbingan fakultas/jurusan yang diberikan pihak fakultas/jurusan setelah mendapatkan rekomendasi dari dosen penasihat akademik dan layanan konseling LP3-UM yang melibatkan konselor LP3-UM. Selain itu, hendaknya mahasiswa “mawas diri” untuk segera mengambil titik balik positif atas krisis yang dialami
Pengembangan Panduan Bimbingan Peningkatan Kedisiplinan Siswa Madrasah Ibtidaiyah NU Roudlotut Tholibin Tegalweru Dau Malang
ABSTRAK Zaenuri, Eko. 2017. Pengembangan Panduan Bimbingan Peningkatan Kedisiplinan Siswa Madrasah Ibtidaiyah NU Roudlotut Tholibin Tegalweru Dau Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. M. Ramli, M.Adan (II) Drs. H. Widada, M.Si. Kata Kunci: pengembangan, panduan bimbingan, kedisiplinan Kedisiplinan merupakan salah satu prilaku yang harus ditanamkan dan diajarkan sejak kecil dan diterapkan setiap individu. Guru kelas di sekolah perlu memberikan layanan bimbingan dan pembelajaran terkait peningkatan kedisiplinan siswa. Layanan tersebut dapat dilakukan melalui layanan bimbingan peningkatan kedisiplinan atau layanan bimbingan pribadi. Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan adalah panduan bimbingan penigkatan kedisiplinan siswa. Dengan demikian, diadakannya penelitian ini untuk mendapatkan produk pengembangan panduan peningkatan kedisiplinan yang layak dan dapat menjadi salah satu alternative pilihan sebagai layanan bimbingan peningkatan kedisiplinan siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang memiliki enam langkah penelitian yang diadaptasi dari sepuluh langkah penelitian pengembangan Borg & Gall (1983). Keenam langkah tersebut adalah Tahap Pra Pengembangan, Tahap Pengembangan Produk, Tahap Uji Coba Produk, Penyempurnaan Produk Akhir, Melakukan Uji Lapangan Utama (main field testing), dan Melakukan Revisi Produk Operasional (operasional produk revision). Uji coba dalam penelitian ini dilakukan melalui uji ahli dan uji coba keseluruhan produk dalam Tahap Uji Coba Produk. Ahli yang dilibatkan dalam Tahap Uji Coba Produk adalah ahli media pembelajaran dan ahli materi bimbingan dan konseling. Uji coba keseluruhan produk melibatkan satu guru kelas sebagai calon pengguna produk dan siswa sebagai sasaran layanan produk. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket kedisiplinan, instrument penilaian ahli dan calon pengguna, instrument penilaian siswa dan catatan pelaksanaan layanan. Data hasil pengembangan didapatkan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, rerata data dan interpretasi data. Hasil penilaian ahli media pembelajaran, ahli materi, dan calon pengguna produk menunjukkan bahwa pengembangan panduan bimbingan peningkatan kedisiplinan sebagai metode pembelajaran untuk meningkatkan kedisiplinan siswa sebagai prodak yang layak digunakan.Hasil penilaian siswa menunjukkan bahwa produk merupakan layanan yang layak diberikan kepada siswa. Saran yang diberikan adalah, (1) Guru kelas diharapkan menggunakan paket pelatihan peningkatan kedisiplinan dalam proses pembelajaran dan pemberian layanan bimbingan agar siswa memiliki sikap kedisiplinan yang tinggi. (2) Hasil penelitian dan pengembangan ini diharapkan bagi peneliti selanjutnya agar memperkuat panduan ini maka disarankan panduan ini diuji lapangan (kelompok besar) dan dilakukan dalam bentuk penelitian tindakan kelas. . ABSTRACK Zaenuri, Eko, 2017. The Development of Discipline Improvement Training Package of Students in Madrasah Ibtidaiyah NU RoudlotutTholibinTegalweruDau Malang. Thesis, Guidance and Counseling Department, Faculty of Education, State University of Malang. Thesis Advisor : (1) Dr. M. Ramli, M.A and (2) Drs. H. Widada, M.Si Key Words: Development, Training Package, Discipline Discipline is one of attitude which is has to be cultivated and taught since childhood and applied by everyone. Teachers of the class in the school need to give guidance and learning service related with the improvement of students’ discipline. The service can be conducted through learning or training trough guidance book which is available.one of learning methods which are possible to be used is Training the Improvement of Discipline in the aspect of cognitive, affective, and psychomotor of the students. Thus, this research is done to get the product of training the improvement of discipline that is suitable and it becomes one of learning alternatives to improve students’ discipline. This research belongs to development research that has four research steps which are adapted from ten development research steps of Borg and Gall (1983). Those four steps are pre development phase, product development phase, and final product accomplishing. The trial in this research is conducted through expert trial and throughout of the product trial in the phase of product trial. The expert whom is included in product trial are the expert of learning media and the expert of guidance and counseling. The overall product trial in the phase of product trial includes a class teacher as the user of the product and the students as the target of product service. The Research instrument that is used is discipline questionnaire, expert mark instrument and the next user, student mark instrument and service note of application. The data of development result is gotten through the phase of reduction data, conveying data, the average of the data and the interpretation of the data. The result of learning media expert correction, material expert, and the candidate of product user shows that the training of discipline as learning method to improve students’ discipline is a product which is suitable to be used to improve students’ discipline. The result of students’ correction shows that product is is a service which is suitable to be given to students. The suggestions which are given are: (1) the classes teacher are expected to use a package of discipline improvement training in the process of learning and to give the service of guidance so that students have a high discipline. (2) the next researcher can continue the research with big group trial to check product effectiveness, guidance action research, or product improvement for another topic.
Pelatihan Instruksi Diri dalam Konseling Kelompok Adlerian untuk Mengurangi Inferioritas Siswa SMP
ABSTRAK Inferioritas adalah perasaan dan pikiran negatif terhadap diri sendiri dengan menganggap dirinya tidak memiliki kemampuan dalam menghadapi tugas-tugas perkembangan yang harus diselesaikan dalam aspek penghargaan terhadap diri sendiri, kepercayaan sosial, kemampuan dalam bidang akademik, penampilan fisik, dan kemampuan fisik. Salah satu teknik dalam pendekatan konseling Cognitive Behavior, yakni instruksi diri dapat digunakan untuk membantu mengurangi perasaan inferioritas. Melalui tujuh tahap yang meliputi pemberian rasional, pemodelan, overt external guidance, verbalisasi overt, verbalisasi faded overt, verbalisasi covert, dan pemberian tugas rumah, pelatihan instruksi diri dilakukan dalam setting konseling kelompok Adlerian yang mana dalam pelaksanaannya memberikan dorongan keyakinan positif terhadap apa yang akan dilakukan oleh siswa.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat inferioritas antara sebelum dan sesudah pemberian treatment yang dilakukan dengan menerapkan pelatihan instruksi diri dalam konseling kelompok Adlerian. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Pre Experiment dengan model one group pretest-posttest. Subjek dalam penelitian ini berjumlah tujuh siswa dengan nilai tertinggi yang diambil dari populasi 25 siswa SMP kelas VII. Instrumen dalam penelitian ini adalah buku pedoman eksperimen pelaksanaan teknik instruksi diri dalam konseling kelompok Adlerian dan skala inferioritas yang digunakan untuk mengukur tingkat inferioritas siswa SMP. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji Wilcoxon Signed Ranks Test menggunakan SPSS 20.0 for Windows. Data disajikan dalam bentuk deskriptif dan grafik yang menggambarkan perbedaan skor sebelum dan sesudah pemberian treatment.Hasil analisis uji Wilcoxon Signed Ranks Test didapatkan nilai Asymp Sig. (2-tailed) sebesar 0,018 dimana nilai tersebu
Pengembangan Permainan Simulasi dalam Bentuk Software untuk Meningkatkan Tanggung Jawab Kebersihan Siswa MTs
ABSTRAK Adyastri, Yekti Sukma. 2017. Pengembangan Permainan Simulasi dalam Bentuk Software untuk Meningkatkan Tanggung Jawab Kebersihan Siswa MTs. Skripsi, Jurusan BK, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dr. Triyono, M.Pd, (II) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd. Kata kunci: pengembangan, permainan simulasi, tanggung jawab kebersihan. Tanggung jawab kebersihan merupakan suatu sikap seseorang yang bersedia atau rela melaksanakan kewajiban supaya terhindar dari debu, bau dan kotoran pada diri sendiri dan lingkungan. Upaya konselor untuk meningkatkan tanggung jawab kebersihan siswa MTs dapat dilakukan melalui layanan dasar dengan strategi bimbingan kelompok. Salah satu metode untuk meningkatkan tanggung jawab kebersihan siswa MTs ialah dengan menggunakan permainan simulasi. Media yang digunakan untuk melaksanakan permainan simulasi ialah berupa software. Tujuan penelitian pengembangan ini yaitu menghasilkan permainan simulasi dalam bentuk software untuk meningkatkan tanggung jawab kebersihan siswa yang dilengkapi dengan buku pedoman. Pengembangan produk ini didasarkan pada aspek: (1) ketepatan, (2) kegunaan dan (3) kemudahan. Langkah-langkah pengembangan ini terdiri dari: Penelitian pengembangan ini terdiri dari 7 tahap yaitu: (1) penelitian dan pengumpulan data, (2) perencanaan, (3) mengembangkan bentuk produk awal, (4) melakukan uji ahli (5) melakukan revisi produk uji ahli, (6) melakukan uji coba pengguna, (7) melakukan revisi produk uji coba pengguna. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dianalisis dengan teknik Inter-rater Agreement untuk penguji ahli dan konselor, teknik yang kedua ialah modus untuk kelompok kecil (siswa). Berdasarkan hasil uji ahli materi BK, media pembelajaran dan uji coba pada konselor produk permainan simulasi “ular tangga” untuk meningkatkan tanggung jawab kebersihan siswa MTs memiliki tingkat ketepatan, kegunaan dan kemudahan yang sangat tinggi. Pada uji coba kelompok kecil seluruh aspek keberterimaan mendapat skor yang sangat tinggi. Dengan demikian, produk permainan simulasi “ular tangga” untuk meningkatkan tanggung jawab kebersihan siswa MTs sudah diterima secara teoritik. Beberapa saran yang perlu dipertimbangkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) konselor diharapkan terlebih dahulu membaca buku pedoman agar dapat menggunakan media sofwareyang dikembangkan, (2) produk ini dapat menjadi alternatif pilihan layanan bimbingan konseling bagi konselor untuk meningkatkan tanggung jawab kebersihan siswa MTs, (3) peneliti selanjutnya dapat melakukan pengembangan produk sampai pada tahap 10, dan (4)peneliti selanjutnya diharap untuk melakukan uji keefektifan produk permainan simulasi “ular tangga” untuk meningkatkan tanggung jawab kebersihan siswa MTs
Pengembangan Paket Bimbingan Kendali Diri untuk Meningkatkan Penerimaan Sosial pada Siswa Sekolah Menengah Atas
ABSTRAK Yulia, Istin. 2017. Pengembangan Paket Bimbingan Kendali Diri untuk Meningkatkan Penerimaan Sosial pada Siswa Sekolah Menengah Atas. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd. (II) Dr. H. M. Ramli, M. A Kata kunci: pengembangan paket bimbingan, kendali diri, penerimaan sosial Masa remaja dianggap sebagai masa labil yaitu di mana individu berusaha mencari jati dirinya dan mudah sekali menerima informasi dari luar dirinya tanpa ada pemikiran lebih lanjut. Remaja yang berusaha menemukan identitas dirinya dihadapkan pada situasi yang menuntut harus mampu menyesuaikan diri bukan hanya terhadap dirinya sendiri tetapi juga pada lingkungannya. Pentingnya penerimaan dan penolakan dalam kelompok sangat berpengaruh bagi remaja awal terhadap pikiran, sikap, perasaan maupun perbuatannya. Penyesuaian diri siswa terhadap lingkungannya dapat menentukan penerimaan sosial dalam pergaulannya. Agar dapat diterima oleh kelompok atau lingkungan seorang remaja atau siswa perlu adanya paket bimbingan kendali diri yang dapat mengatur dan mengendalikan tingkah lakunya agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan. Paket bimbingan kendali diri ini adalah suatu media bimbingan dan konseling berupa layanan informasi yang disusun secara sistematis sebagai sumber informasi bagi siswa dalam mengendalikan diri dalam pergaulan melalui teknik self monitoring, self reward, dan stimulus control. Penelitian ini bertujuan menghasilkan paket bimbingan kendali diri yang dapat membantu siswa meningkatkan penerimaan sosial yang berterima baik secara teoritis dan praktis dari segi ketepatan, kegunaan, kepraktisan dan kemenarikan. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Borg and Gall yang terdiri dari sepuluh lagkah. Pada penelitian yang dilakukan hanya sampai lima langkah yaitu revisi akhir. Subjek penelitian terdiri dari ahli materi bimbingan dan konseling, ahli media, dan calon pengguna produk yaitu konselor dan siswa. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan wawancara. Data dianalisis menggunakan teknik rerata. Berdasarkan hasil analisis data penilaian ahli dan calon pengguna produk serta revisi-revisi yang telah dilakukan sesuai dengan masukan dan saran terhadap produk dapat disimpulkan bahwa paket bimbingan kendali diri untuk meningkatkan penerimaan sosial pada siswa SMA sudah memenuhi kriteria keberterimaan. Secara teoritis dan praktis baik dari segi kegunaan, ketepatan, kemudahan dan kemenarikan Berdasarkan hasil penelitian konselor hendaknya menggunakan paket bimbingan kendali diri untuk meningkatkan penerimaan sosial pada siswa SMA dengan pendekatan tindakan Bimbingan dan Konseling disesuaikan dengan kondisi siswa. Peneliti selanjutnya dapat melakukan uji coba dengan menambah latihan dan eskperimen untuk mengetahui keefektifan paket bimbingan kendali diri untuk meningkatkan penerimaan sosial pada siswa SMA
Efektifitas Konseling Realita untuk Pengubahan Konsep Diri Siswa Broken Home
ABSTRAK Age, Afifah Army. 2017. Efektifitas Konseling Realita untuk Pengubahan Konsep Diri Siswa Broken Home. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd., (2) Drs. Widada, M.Si. Kata Kunci: konseling realita; konsep diri; broken home Kondisi keluarga broken home menimbulkan dampak negatif pada anak. Salah satu dampak yang muncul adalah anak cenderung memiliki konsep diri yang negatif seperti memunculkan cara pandang terhadap diri sendiri yang lebih fokus pada kelemahan bukan pada kelebihan, kurang dapat menerima diri, merasa berbeda dari temannya, mudah marah dan sulit mengendalikan emosi. Penelitian ini menerapkan konseling realita sebagai upaya untuk mengetahui efektifitasnya dalam mengubah konsep diri siswa broken home tersebut. Rancangan penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttest. Rancangan penelitian ini merupakan rancangan yang mencakup satu kelompok yang diobservasi pada tahap pretest yang selanjutnya dilakukan treatment dan posttest. Pengukuran pretest dan posttest menggunakan skala konsep diri yang dikembangkan dari alat ukur TSCS (Tennesse Self Concept Scale) dan data tambahan berupa essay tidak terstruktur untuk mengetahui latarbelakang keluarga yang diisi saat pretest. Subjek penelitian adalah siswa SMK Brawijaya Batu kelas X sejumlah 5 siswa. Penetapan subjek penelitian berdasarkan hasil analisis skala konsep diri dan pengisian essay yang menunjukkan konsep diri rendah serta berasal dari keluarga broken home. Analisis data menggunakan statistik non-parametrik uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil uji menunjukkan nilai z hitung -2.023a, nilai Asymp. Sig. (2-tailed) adalah 0.043, bahwa 0.04
Pengembangan Panduan Diskusi Kelompok Mengenai Tindakan Pelecehan Seksual bagi Siswa SMP
ABSTRAK Handayani, Eka Wuri. 2017. Pengembangan Panduan Diskusi Kelompok Mengenai Tindakan Pelecehan Seksual bagi Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Harmiyanto, M.Pd., (II) Drs. Hariadi Kusumo, M.Pd. Kata Kunci: panduan, diskusi kelompok, tindakan pelecehan seksual. Kasus pelecehan seksual dapat mengancam keselamatan remaja kapan saja dan dimana saja, sehingga diperlukan upaya pencegahan bagi para siswa agar dapat terhindar dari tindakan tersebut. Upaya pencegahan ini dapat dilakukan oleh konselor dengan memberikan informasi yang memadai melalui layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Teknik diskusi kelompok merupakan salah satu teknik yang sesuai untuk memberikan layanan informasi ini. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk panduan diskusi kelompok mengenai tindakan pelecehan seksual bagi siswa SMP. Produk panduan ini dikembangkan dengan memenuhi syarat berdasarkan aspek ketepatan, kegunaan, kemudahan, dan kemenarikan dari uji ahli bimbingan dan konseling, ahli media, calon pengguna produk (konselor), serta uji kelompok kecil. Rancangan penelitian yang digunakan untuk mengembangkan produk panduan diskusi kelompok ini mengadaptasi model pengembangan Borg & Gall (1983). Akan tetapi dalam penelitian ini hanya menggunakan tujuh tahap, yaitu: (1) melakukan penelitian dan pengumpulan data; (2) melakukan perencanaan; (3) mengembangkan draf produk; (4) melakukan uji lapangan awal; (5) melakukan revisi terhadap hasil uji lapangan awal; (6) melakukan uji lapangan; dan (7) melakukan revisi produk akhir. Hasil uji ahli bimbingan dan konseling terhadap produk diperoleh skor 3,12 pada aspek ketepatan yang berarti tepat, skor 4 pada aspek kegunaan yang berarti sangat berguna, skor 3 pada aspek kemudahan yang berarti mudah, dan skor 3 pada aspek kemenarikan yang berarti menarik. Hasil uji ahli media, produk panduan diskusi kelompok ini memperoleh skor 3,67 pada aspek ketepatan yang berarti sangat tepat, skor 4 pada aspek kegunaan yang berarti sangat berguna, skor 3,67 pada aspek kemudahan yang berarti sangat mudah, dan skor 3,8 pada aspek kemenarikan yang berarti sangat menarik. Hasil uji calon pengguna, produk ini memperoleh skor 3,7 pada aspek ketepatan yang berarti sangat tepat, skor 3,62 pada aspek kegunaan yang berarti sangat berguna, skor 3,71 pada aspek kemudahan yang berarti sangat mudah, dan skor 3,4 pada aspek kemenarikan yang berarti sangat menarik. Sedangkan dari hasil uji kelompok kecil diperoleh skor rata-rata 3,54 yang berarti produk ini sangat tepat, sangat berguna, sangat mudah, dan sangat menarik.Saran pengembangan lebih lanjut pada penelitian dan pengembangan ini ditujukan kepada: (1) konselor, sebagai pelaksana layanan bimbingan kelompok, perlu menunjang layanan ini dengan media visual, misalnya Power Point dan proyektor; (2) peneliti selanjutnya, dapat melakukan penelitian eksperimen untuk menguji keefektifan produk buku panduan ini
Keefektifan Penggunaan Media Film untuk Meningkatkan Sikap Proaktif Siswa Sekolah Menengah Pertama
ABSTRAK Innecensia, Margaretha Dea. 2017. Keefektifan Penggunaan Media Film untuk Meningkatkan Sikap Proaktif Siswa Sekolah Menengah Pertama. Skripsi Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Elia Flurentin, M.Pd (II) Dra. Hj. Ella Faridati Zen, M.Pd. Kata kunci: penggunaan media film, sikap proaktif, siswa SMP Salah satu sikap yang perlu dimiliki oleh siswa dalam menghadapi perkembangan zaman yang begitu pesat ini adalah sikap proaktif. Konselor perlu memberi perhatian khusus terhadap kebutuhan siswa akan pengembangan sikap proaktif dalam kehidupan sehari-hari khususnya di lingkup sekolah. Jika sikap proaktif tersebut dapat dibina sejak dini, maka siswa akan memiliki kebiasaan sikap positif tersebut. Selain itu siswa menjadi pribadi yang tidak hanya bisa berkembang optimal sesuai potensi yang ada, tetapi juga bisa mandiri dan bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Oleh karena itu perlu adanya upaya layanan bimbingan dan pemilihan media yang tepat. Penggunaan media film dipilih karena menyesuaikan karakter belajar remaja yang cenderung audio visual. Sehubungan dengan hal itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media film untuk meningkatkan sikap proaktif siswa SMP. Untuk mencapai tujuan di atas, digunakan desain penelitian menggunakan desain eksperimen semu dengan menggunakan rancangan one group pre-test post-test design. Subjek dalam penelitian ini adalah delapan orang siswa yang mempunyai tingkat sikap proaktif terendah dalam satu kelas. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala psikologis sikap proaktif, pedoman eksperimen, serta pedoman observasi. Analisis uji beda dalam penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian dengan menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa nilai beda (z) adalah -2.524 dengan taraf signifikansi 0,012. Nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 yang artinya ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media film efektif untuk meningkatkan sikap proaktif siswa SMP. Berdasarkan hasil dan pembahasan yang diperoleh dalam penelitian ini, disarankan bagi konselor sekolah bahwa penggunaan media film dapat diaplikasikan di sekolah untuk meningkatkan sikap proaktif siswa SMP. Konselor dapat memakai empat film yang sudah dipilih dan didesain khusus oleh peneliti, yaitu film yang berjudul “The Hormones”, “How To Train Your Dragon”, “Mimpi Sejuta Dollar”, dan “The Billionare”. Saran untuk peneliti selanjutnya, dapat mengadakan penelitian serupa dengan desain true eksperiment. Saran bagi akademisi Bimbingan dan Konseling, memanfaatkan media film untuk mengembangkan sikap-sikap positif yang lain