SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    1354 research outputs found

    Pengembangan Permainan Simulasi Berbasis Multimedia Interaktif untuk Meningkatkan Kesadaran Disiplin Berlalulintas Siswa SMA

    No full text
    ABSTRAK   Mulyasari, Arinca Dinda. 2017. Pengembangan Permainan Simulasi Berbasis Multimedia Interaktif untuk Meningkatkan Kesadaran Disiplin Berlalulintas Siswa SMA. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Triyono, M.Pd, (II) Drs. Widada, M.Si.   Kata Kunci: permainan simulasi, multimedia interaktif, kesadaran disiplin berlalulintas   Maraknya pelanggaran berlalulintas yang dilakukan oleh siswa SMA belakangan ini menunjukkan bahwa kesadaran disiplin berlalulintas dalam diri mereka masih rendah. Dalam jalur pendidikan formal, konselor perlu melaksanakan layanan BK untuk meningkatkan kesadaran disiplin berlalulintas siswa. Layanan tersebut dapat dilakukan melalui layanan bimbingan kelompok dengan metode permainan simulasi, yang melibatkan aspek kognitif, afektif dan psikomotor siswa. Oleh sebab itu, penelitian pengembangan ini dilakukan untuk menghasilkan produk permainan simulasi berbasis multimedia interaktif untuk meningkatkan kesadaran disiplin berlalulintas siswa SMA. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah dihasilkannya media permainan simulasi berbasis multimedia interaktif untuk meningkatkan kesadaran disiplin berlalulintas siswa SMA yang memenuhi aspek keberterimaan produk. Penelitian ini menggunakan pendekatan pengembangan model Borg and Gall (1983) yang telah dimodifikasi, tahapan pengembangan tersebut adalah: (1) perencanaan: identifikasi kebutuhan, (2) pengembangan produk awal: penyusunan tujuan dan penyusunan prototype produk, (3) uji coba produk: uji ahli materi, uji ahli media, revisi produk tahap satu, uji calon pengguna produk, revisi produk tahap dua, uji kelompok kecil kepada siswa, revisi produk akhir. Hasil penilaian para ahli menunjukkan produk permainan simulasi berbasis multimedia interaktif untuk meningkatkan kesadaran disiplin berlalulintas siswa SMA telah memenuhi kriteria keberterimaan prodak. Penilaian dari uji ahli materi mendapatkan hasil sangat tepat, sangat berguna, jelas dan menarik. Penilaian dari uji ahli media mendapatkan hasil sangat tepat, sangat berguna, sangat jelas dan sangat menarik. Penilaian calon pengguna produk menunjukkan hasil sangat tepat, berguna, jelas dan menarik. Sedangkan pada uji kelompok kecil menunjukkan hasil sangat tepat, sangat berguna, sangat jelas dan sangat menarik. Dari hasil penilaian seluruh uji coba tersebut produk permainan simulasi berbasis multimedia interaktif untuk meningkatkan kesadaran disiplin berlalulintas siswa SMA ini layak digunakan. Berdasarkan hasil penelitian disarankan: (1)  konselor dapat menggunakan media permainan simulasi berbasis multimedia interaktif dalam memberikan layanan bimbingan kepada siswa untuk meningkatkan kesadaran disiplin berlalulintas, (2) diharapkan konselor mempelajari dan memahami buku panduan produk ini agar proses pemberian layanan dapat berjalan secara efektif dan maksimal. Peneliti selanjutnya dapat mengembangkan permainan simulasi berbasis multimedia interaktif dengan fokus penelitian yang berbeda, menambah jumlah kotak pada permainan serta menambahkan jawaban yang benar pada media

    Keefektifan Teknik Self-Instruction untuk Meningkatkan Self-Efficacy Akademik Siswa Kelas X SMA Laboratorium UM

    No full text
    ABSTRAK   Putri, Jessy Ardilla. 2017. Keefektifan Teknik Self-Instruction untuk Meningkatkan Self Efficacy Akademik Siswa SMA Laboratorium UM. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd, (II) Dr. Hj. Muslihati, M.Pd.   Kata Kunci: teknikself-instruction, self-efficacy, siswa SMA   Self-Efficacy (keyakinandiri) mengandung makna kepercayaandiri yang dimiliki individu untuk dapat mengorganisasikan dan memiliki tindakan yang diperlukan dalam menghadapi situasi khusus yang mungkin terdapat kekaburan, tidak dapat diprediksi dan penuh tekanan. individu yang memiliki self-efficacy rendah yaitu mereka kurang yakin akankemampuan yang mereka miliki, saat dalam situasi pembelajaran dikelas mereka akan terlihat kurang aktif dalam menyampaikan pendapatatau menjawab pertanyaan karena ragu dan takut dengan apa yang akan disampaikan.Individu yang meragukanself-efficacy (keyakinandiri) mereka, cenderung akan terpaku pada hal-hal yang bias mengakibatkan kegagalan. Keyakinan diri dapat ditingkatkan dengan menggunakan teknik selfinstruction. Teknik self-instruction adalah teknik yang berperan untuk mengganti verbalisasi diri yang kurang tepat dengan verbalisasi diri yang lebih dapat diterima dengan tujuan untuk menghasilkan perilaku adaptif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan teknik selfinstruction untuk meningkatkan self-efficac ysiswa SMA Laboratorium UM. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre-eksperimen Design, dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest, dimana ilakukan pengukuran sekali sebelum dan sesudah perlakuan untuk mengetahui hasil atau perbedaan tingkat self-efficacy (keyakinandiri) subjek penelitian. Instrumen penelitian berupa inventori self-efficacy akademik yang sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Hasil validitas terdiri atas 58 item valid dari 70 item awal dan memiliki nilai koefisien reliabilitas 0,966. Subjek penelitian yang dipilih menggunakan teknikpurposive sampling. Subjek penelitian adalah siswa X IBB1 SMA Laboratorium UM yang memiliki tingkat self-sfficacy (keyakinandiri) akademik rendah sebanyak 2 orang dan sedang sebanyak 3 orang. Penelitian menggunakan analisis data statistik non-parametrik. Data penelitian yang telah terkumpul di analisis dengan ujiWilcoxon. Analisis data dilakukan dengan membandingkan skor pretest dan posttest setelah pemberian konseling kelompok dengan teknik self-instruction. Hasil penelitian disimpulkan bahwa teknik self-instruction efektif untuk meningkatkan self-efficacyak ademik siswa kelas X IBB1 dilihat dari nilai symp.sig (2-tailed) untuk uji dua sisi adalah 0,043. Signifikansi dibawah 0,05 (0,04

    Pengembangan Software Menulis Ekspresif sebagai Media Bimbingan untuk Mengekspresikan Emosi Marah pada Siswa Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama

    No full text
    ABSTRAK   Rahmah, Zazila Intania. 2017 Pengembangan Software Menulis Ekspresif sebagai Media Bimbingan untuk Mengekspresikan Emosi Marah pada Siswa Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hariadi Kusumo, M.Pd., (II) Irene Maya Simon, S.Pd, M.Pd.   Kata Kunci: software, menulis ekspresif, emosi marah, media bimbingan   Perubahan emosi yang sangat cepat pada masa remaja (anak SMP) akan membuat dirinya secara langsung mengekspresikan emosinya. Selain itu, masih banyak siswa yang mengekspresikan emosinya dengan cara yang kurang tepat. Oleh karena itu dalam penelitian pengembangan software menulis ekspresif sebagai media bimbingan untuk mengekspresikan emosi marah pada siswa kelas VIII bertujuan untuk memberikan fasilitas kepada siswa dalam mengekspresikan emosinya dengan cara menulis. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa software menulis ekspresif sebagai media bimbingan untuk mengekspresikan emosi marah pada siswa kelas VIII yang dapat diterima dari segi ketepatan, kegunaan, kemudahan, dan kemenarikan produk. Rancangan yang digunakan dalam penelitian pengembangan produk software ekspresikan dirimu ini menggunakan model research and development (R&D) Borg and Gall (1983), yang terdiri atas 10 langkah yang kemudian diadaptasi menjadi tujuh langkah, yaitu penelitian dan pengumpulan informasi, melakukan perencanaan, mengembangkan produk awal, melakukan uji coba lapangan tahap awal yang dilakukan oleh ahli materi dan media, melakukan revisi berdasarkan hasil uji ahli, melakukan uji lapangan utama kepada calon pengguna dan uji kelompok kecil kepada siswa, dan revisi produk operasional yang menghasilkan produk setelah revisi dari ahli dan calon pengguna, sehingga dihasilkan output yang sesuai dengan tujuan pengembangan yang diinginkan. Produk yang dihasilkan adalah (1) Software menulis ekspresif, dan (2) buku panduan penggunaan software untuk konselor. Berdasarkan hasil analisis data penilaian dari ahli materi bimbingan dan konseling, ahli media, calon pengguna (konselor), dan uji kelompok kecil (siswa), saran perbaikan produk didapatkan hasil yang sesuai dengan empat aspek keberterimaan (sangat tepat, sangat berguna, sangat mudah, dan sangat menarik). Saran pengembangan lebih lanjut pada penelitian dan pengembangan ini ditujukan kepada (1) Konselor sebagai pelaksana dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling di sekolah dapat memanfaatkan produk dari penelitian ini sebagai sarana memperlancar kegiatan klasikal mengenai emosi dan mengekspresikan emosi marahnya dengan menulis, (2) untuk peneliti selanjutnya perlu dilakukan pengujian terhadap keefektifan produk software ekspresikan dirimu dengan uji kelompok yang lebih besar.    

    Pengembangan Permainan Monopoli untuk Pengenalan Karir Siswa Sekolah Dasar Kelas V

    No full text
    Nikmah, Linda Maftuhatun,. 2016. Pengembangan Permainan Monopoli untuk Pengenalan Karir Siswa Sekolah DasarKelasV.Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Drs. H. Widada, M.Si (II) Drs. Djoko Budi Santoso, M.Pd. Kata Kunci:permainan monopoli, pengenalan karir, siswa sekolah dasar kelas V Penelitian ini dikembangkan berdasarkan uji teori tik dan uji empirik.Uji teoritik dilakukan dengan menganalisis teori-teori tentang karakteristik siswa sekolah dasar.Uji empiric dilakukan dengan cara wawancara dengan guru di Sekolah Dasar dan juga pembagian intstrumen kesadaran karir. Berdasarkan hasil wawancara danneed assessment yang dilakukan dapat diketahui bahwa bimbingan dan konseling di SD khususnya bimbingan karir masih belum terlaksana secara maksimal.Oleh karena itu, pengembang membuat sebuah media yang dapat di gunakan oleh guru SD untuk memberikan materi bimbingan karir khususnya pengenalan jenis-jenis pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk yang dapat digunakan sebagai sarana konselor atau guru sekolah dasar dalam pemberian layanan bimbingan karir khususnya pengenalan jenis-jenis pekerjaan untuk siswa sekolah dasar kelas Vdengan menggunakan teknik permainan simulasi (monopoli). Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menggunakan model pengembangan (Research and Development) Borg and Gall (1983).Analisis data dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif Data kuantitatif yang diperoleh akan diolah dengan teknik deskriptif persentase yaitu dengan cara mengubah data kuantitatif yang kemudian diinterpretasikan dengan kalimat yang bersifat kualitatif. Teknik analisis kuantitatif digunakan saat menganalisis angket kesadaran diri dan skala interpretasi format penilaian produk.Sedang kanan alisiskualitatif dilakukan untuk hasil wawancara dengan guru sekolah dasar dan saran yang diterima dari ahli materi dan ahli media BK. Hasil penelitian ini berupa media permainan monopoli karier yang mendapat validasi secara teoritis dengan kelayakan secara teoritis dengan kelayakan aspekmateri 78% dan aspek media 91,38%. Dari deskripsi tersebut, media permainan monopoli layak dan dapat diimplementasikan untuk kegiatan pemberian layanan bimbingan karier dengan materi pengenalan karier pada siswa sekolah dasar kelas V. Berdasarkan hasil penelitian pengembangan ini, disarankan kepada guru di SDN Kendal rejo 01 Kecamatan Talun Kabupaten Biltar untuk menggunakan media ini dalam pemberian layanan bimbingan karir kepada siswa kelas V dan untuk peneliti selanjutnya dapat mengembangkan perangkat permainan monopoli yang dihasilkan dengan melakukan uji coba pada kelompok operasional untuk mengetahui efektivitasnya

    Pengembangan Modul Pemberdayaan Gaya Belajar untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa SMA Negeri 1 Kencong Jember

    No full text
    ABSTRAK   Ramadhanti, Firgy. 2017. Pengembangan Modul Pemberdayaan Gaya Belajar untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa SMAN 1 Kencong Jember. Skripsi, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Widada, M, Si, (2) Drs. Lutfi Fauzan, M. Pd.   Kata Kunci :gaya belajar, prestasi akademik, siswa SMA.   Remaja merupakan proses perpindahan seseorang dari usia anak-anak menuju usia dewasa.Dan siswa SMA merupakan remaja merupakan proses perpindahan seseorang dari usia anak-anak menuju usia dewasa. Beberapa ahli membagi gaya belajar melalui perspektif yang bervariasi sehingga didapatkan macam-macam pembagian gaya belajar. yakni (1) gaya visual yang menjelaskan individu lebih menyukai memproses informasi melalui penglihatan, (2) auditori yang menyukai informasi melalui pendengaran dan (3) kinestetik yang menyukai informasi melalui gerakan, praktik atau sentuhan.Prestai belajar ditunjukkan dengan skor atau angka yang menunjukkan nilai-nilai dari sejumlah mata pelajaran yang menggambarkan pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh siswa. Tujuan pengembangan ini secara umum adalah menghasilkan produk modul yang berterima secara teoritis dan praktis. Secara spesifik pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan modul pemberdayaan gaya belajar untuk meningkatkan prestasi belajar siswa SMA dan panduannya yang berterima. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan menggunakan model Borg and Gall. Adapun prosedur pengembangannya adalah: (1) studi pendahuluan dan perencanaan: melakukan studi pustaka, (2) pengembangan produk: menyusun prototipe, isi dan alat evaluasi produk, (3) uji coba produk: penilaian ahli (ahli materi BK dan ahli media), dan uji calon pengguna produk (konselor dan siswa), (4) revisi produk, dan (5) produk akhir.Teknik analisis data pada penilitian dan pengembangan ini ada dua macam yaitu analisis angka dan analisis verbal (kalimat deskriptif secara tertulis) Produk yang dihasilkan adalah modul pemberdayaan gaya belajar untuk meningkatkan prestasi belajar siswa SMA dan panduannya. Berdasarkan hasil penilaian ahli dan uji calon pengguna (konselor dan siswa), secara keseluruhan menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan sangat baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa produk dapat berterima secara teoritis dan praktis. Dengan adanya modul gaya belajar diharapkan konselor mempelajari materi yang terdapat pada modul. Setelah adanya uji keefektifan modul, diharapkan konselor sebagai pengguna produk benar-benar mempelajari dan memahami modul serta panduannya sebelum menggunakan.

    Survey Tentang Prokrastinasi Akademik Ditinjau Dari Jenis Kelamin dan Pola Asuh Orang Tua Siswa MAN di Malang Raya

    No full text
    ABSTRAK   Pratiwi, Nadhir Wahyu. Survey Tentang Prokrastinasi Akademik Ditinjau Dari Jenis Kelamin dan Pola Asuh Orang Tua Siswa MAN di Malang Raya. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dany M Handarini M.A, (II) Irene Maya Simon, S.Pd, M.Pd   Kata Kunci: prokrastinasi akademik, jeniskelamin, pola asuh orang tua   Salah satu yang dapat dilakukan untuk mewujudkan generasi muda yang berkualitas dapat dilakukan dengan cara membangun dan menumbuhkan karaktersiswa, agar memiliki kedisiplinan dalam belajar. Namun, pada kenyataannya tidak semua siswa dapat mencapai prestasinya dengan baik karena siswa memiliki prokrastinasi akademik yang juga disebabkan karena pola asuh orang tua. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan tingkat prokrastinasi akademik ditinjau dari jenis kelamin, untuk mendeskripsikan tingkat prokrastinasi akademik ditinjau dari pola asuh orang tua, dan untuk mendeskripsikan perbedaan prokrastinasi akademik yang ditinjau dari jenis kelamin dan pola asuh orang tua. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif komparatif. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa MAN di Malang Raya dengan jumlah sampel sejumlah 153 siswa. Instrumen penelitian ini terdiri dari skala pola asuh orang tua dan skala prokrastinasi akademik. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif persentase secara manual dan uji chi square dan anova menggunakan program statistik SPSS 16.00 for windows. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pola asuh orang tua siswa kecenderungannya adalah demokratis (51%). Kemudian prokrastinasi akademik cenderung dilakukan oleh anak laki-laki dengan jumlah persentase sebesar 85,40% pada kategori sedang dan tinggi. Melalui analisis anova diketahui nilai F sebesar 3,577 pada signifikansi  0,00

    hubungan antara self efficacy, self esteem dan perilaku prokrastinasi siswa madrasah aliyah negeri di malang raya

    No full text
    ABSTRAK Putrisari, Friska. 2017. Hubungan antara Self Efficacy, Self Esteem dan Perilaku Prokrastinasi Siswa Madrasah Aliyah Negeri di Malang Raya. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Univeritas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. H. IM. Hambali, M.Pd., (II) Dr. Dany Moenindyah Handarini, M.A. Kata: self efficacy, self esteem, prokrastinasi, siswa MANProkrastinasi merupakan kecenderungan seseorang untuk menunda-nunda mengerjakan atau menyelesaikan tugas yang sedang ia hadapi yang pada akhirnya nanti akan menimbulkan kecemasan, karena pada akhirnya tugas tidak terselesaikan dengan tepat waktu dan maksimal atau bahkan gagal menyelesaikannya. Faktor penyebab prokrastinasi diantaranya adalah perilaku self efficacy dan self esteem. Self efficacy adalah keyakinan seseorang akan kemampuannya untuk menyelesaikan tugas. Self esteem adalah proses evaluasi yang ditujukan individu pada diri sendiri yang nantinya berkaitan dengan proses penerimaan individu terhadap dirinya.Siswa Madrasah Aliyah memiliki kecenderungan melakukan prokrastinasi mengingat pendidikan di Madrasah Aliyah menuntut siswa untuk lebih menguasai ilmu agama secara mendalam, harus menempuh mata pelajaran lebih banyak dan memiliki jam belajar lebih lama di sekolah. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan antara self efficacy danself esteem dengan perilaku prokrastinasi siswa Madrasah Aliyah Negeri di Malang Raya. Penelitian ini juga akan melihat hubungan secara parsial antara self efficacy dengan prokastinasi dan self esteem dengan prokrastinasi.Penelitian ini menggunakan langkah-langkah dalam pendekatan kuantitatif korelasi jenis regresi berganda yaitu : (1) merumuskan masalah dan menentukan tujuan penelitian, (2) menentukan konsep serta penggalian kajian pustaka, (3) mengambil sampel, (4) membuat dan menyusun invetory, (5) melakukan uji lapangan, (6) mengolah data (7) menganalisis dan melaporkan. Instrumen yang digunakan peneliti dalam bentuk skala dan terdiri dari tiga skala. Pertama, skala self efficacy yaitu Children’s Preceived Academic Self-Efficacy Subscale from The Morgan-Jinks Student Efficacy Scale (MJSES) yang dikembangkan Jinks dan Morgan (1999) yang telah diterjemahkan terlebih dahulu sebelumnya. Kedua, skala self esteem yaitu The Coopersmith Self Esteem Inventory (CSEI) yang diadaptasi dari Mangantes (2005). Ketiga, skala prorastinasi yaitu skala prokrastinasi yang disusun berdasarkan teoi Ferrari yang diadaptasi dari Uke (2016). Teknik analisis data menggunakan analsis deskriptif untuk menentukan frekuensi, persentase dan standar deviasi, selain itu juga digunakan teknik analisis korelasi regresi berganda untuk melihat hubungan antar variabel, analisis dilakukan dengan bantuan program SPSS 23.0 for windows.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat self efficacy, self esteem dan prokrastiansi siswa Madrasah Aliyah termasuk dalam tingkatan sedang. Hasil uji hipotetik menunjukkan bahwa hubungan antara self efficacy dan self esteem memiliki hubungan secara signifikan dengan nilai p = ,000. Hubungan antar variabel termasuk kedalam kriteria sedang dengan nilai R = ,432. Perhitungan secara parsial didapatkan hasil yaitu hubungan antara self efficacy dengan prokrastinasi memiliki hubungan yang sangat signifikan dengan nilai p = ,015. Hubungan keduanya masuk kedalam kriteria rendah dengan nilai r = -2,443. Sedangkan antara self esteem dengan prokrastinasi memiliki hubungan sangat signifikan dengan nilai p = ,000. Hubungan keduanya termasuk dalam kriteria tinggi dengan nilai r = -8,056. Dari hasil uji dapat diartikan bahwa terjadi hubungan yang negatif antar variabel maksudanya adalah jika self efficacy dan self esteem tinggi maka prokrastinasi rendah, sebaliknya jika self efficacy dan self esteem rendah maka prokrastinasi tinggi.Self efficacy dan self esteem memiliki kontribusi sebesar 18,7% dalam terbentuknya perilaku prokrastinasi. Hal ini menunjukkan bahwa self efficacy dan self esteem menyumbang 18,7% pengaruh untuk terbentuknya perilaku prokrastinasi.Saran untuk konselor berdasarkan penelitian ini adalah agar konselor dapat membantu meningkatkan self efficacy dan self esteem untuk mencegah perilaku prokrastinasi pada siswa. sedangkan untuk peneliti selanjutnya adalah agar dapat mengembangkan produk atau media untuk peningkatan self efficacy dan self esteem yang bertujuan mengurangi dan mencegah perilaku prokrastinasi pada siswa

    Keefektifan Teknik Self Instruction untuk Mengurangi Perilaku Prokrastinasi Akademik Siswa SMK Negeri 2 Malang

    No full text
    ABSTRAK Lailah, Kumil. 2017. Keefektifan Teknik Self Instruction untuk Mengurangi Perilaku Prokrastinasi Akademik Siswa SMK Negeri 2 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Hj. Ella Faridati Zen, M.Pd., (II) Dra. Elia Flurentin, M.Pd.   Kata Kunci: self instruction, prokrastinasi akademik, siswa SMK   Prokrastinasi akademik merupakan suatu tindakan penghindaran atau menunda-nunda suatu pekerjaan yang dilakukan secara sengaja dan berulang-ulang. Penundaan yang dilakukan disebabkan oleh adanya keyakinan-keyakinan irasional dalam memandang tugas. Prokrastinasi akademik menjadi persoalan yang penting karena memiliki akibat luas jika tidak segera diatasi. Self instruction merupakan salah satu teknik konseling yang dapat digunakan untuk mengurangi perilaku prokrastinasi akademik. Melalui teknik self instructaion, siswa diajarkan untuk mengganti pikiran negatif yang muncul menjadi pikiran positif baru untuk memperbaiki perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah teknik self instruction efektif untuk mengurangi perilaku prokrastinasi akademik siswa SMK. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pre-experimental dengan desain penelitian One Group Pretes-Posttest. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMK Negeri 2 Malang sebanyak 5 orang siswa yang dipilih berdasarkan hasil pengisian inventori prokrastinasi akademik dan memiliki kategori skor prokrastinasi akademik tinggi dan sedang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah inventori prokrastinasi akademik, panduan eksperimen dan lembar observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah Wilcoxon Signed-Rank. Analisis statistik menggunakan uji beda two related samples test Wlicoxon ini digunakan untuk mengetahui perbedaan prokrastinasi akademik siswa sebelum dan sesudah diberikan treatment Hasil penelitian menunjukkan nilai pada analisis Wilcoxon Signed-Rank, Z = -2.032 dengan sig = 0.042. Angka sig = 0.042 berart

    Pengaruh Eksplorasi Karier terhadap Kematangan Perencanaan Karier Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 1 Wlingi Kabupaten Blitar

    No full text
    Adityawarman. 2016. Pengaruh Eksplorasi Karier terhadap Kematangan Perencanaan Karier Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 1 Wlingi Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Widada, M.Si, (II) Dra. Elia Flurentin, M. Pd. Kata Kunci: eksplorasi karier, kematangan perencanaan karier, siswa SMP Kematangan perencanaan karier merupakan tingkat kesesuaian antara individu dengan proses yang terjadi selama pembuatan keputusan untuk memilih suatu pekerjaan tertentu. Tingkat kematangan perencanaan karier individu ditunjukkan dengan adanya sikap konsistenitas terhadap pemilihan karier tertentu. Kematangan perencanaan karier meliputi indikator sikap dan kompetensi, sehingga dapat diukur kematangannya. Klasifikasi kematangan perencanaan karier dibagi menjadi 4 (empat) klasifikasi yang meliputi perencanaan karier matang, perencanaan karier cukup matang, perencanaan karier kurang matang, dan perencanaan karier tidak matang. Tingkat kematangan perencanaan karier dapat ditingkatkan dengan menggunakan beberapa metode pelatihan, yang selanjutnya disebut sebagai pemberian layanan eksplorasi karier.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kematangan perencanaan karier siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Wlingi Kabupaten Blitar, dan bertujuan untuk mengetahui pengaruh eksplorasi karier terhadap kematangan perencanaan karier siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Wlingi Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen tidak sebenarnya (pre experiment). Peneliti menggunakan one group pre-test and  post-test design. Subjek penelitian diambil sebanyak ± 21,9% dari keseluruhan populasi yang dibagi menjadi 2 (dua) kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik statistik non-parametrik uji Wilcoxon Signed Rank Test (WSRT) yang terdapat di dalam SPSS 21.0 for Windows. Dari hasil analisis data disimpulkan bahwa; (1) kematangan perencanaan karier siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Wlingi Kabupaten Blitar sebanyak 22 atau sebesar 30,1% (sedikit) orang memiliki kategori perencanaan karier matang, 49 atau sebesar 67,1% (banyak) orang memiliki perencanaan karier cukup matang, dan 2 atau sebesar 2,8% (sangat sedikit) orang memiliki perencanaan karier kurang matang, dari keseluruhan subjek penelitian sebanyak 73 orang siswa, (2) pemberian layanan bimbingan berupa pelatihan eksplorasi karier dapat meningkatkan kematangan perencanaan karier siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Wlingi Kabupaten Blitar. Berdasarkan hasil penelitian ini, (1) konselor hendaknya memberikan layanan bimbingan eksplorasi karier berupa assesment diri, diskusi, dan problem solfing untuk meningkatkan kematangan perencanaan karier siswa SMP, (2) peneliti selanjutnya diharapkan menguji keefektifan pemberian layanan eksplorasi karier dengan menggunakan kelompok kontrol dan pemilihan subjek penelitian ditentukan secara random

    Keefektifan Teknik Self Instruction untung Meningkatkan Disiplin Belajar Siswa Sekolah Menengah Kejuruan

    No full text
    Wulandari, Ratna. 2016. KeefektifanTeknik Self Instruction untuk Meningkatkan Disiplin Belajar Siswa Di SMKN 2 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Koseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Carolina Ligya Radjah, M.Kes. (2) Drs. Hariadi Kusumo, M.Pd. Kata Kunci: self instruction, self reinforcement, disiplin belajar. Disiplin belajar merupakan pengendalian diri untuk tertib dan mematuhi aturan yang berlaku sebagai upaya mencapai hasil belajar yang optimal. Karakter disiplin belajar penting dan perlu untuk dikembangkan oleh siswa agar mencapai prestasi belajar yang optimal. Namun masih ada siswa yang mempunyai disiplin belajar yang rendah dan hanya belajar karena ada pengawasan dan perintah dari orang lain. Masalah tersebut juga terjadi di SMKN 2 Malang. Teknik self instruction merupakan salah satu cara untuk membantu siswa meningkatkan sikap disiplin belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan teknik self instruction untuk meningkatkan disiplin belajar siswa SMK. Subjek penelitian ini adalah siswa SMK kelas X yang memiliki tingkat kedisiplinan belajar rendah, yang terdiri dari lima orang siswa. Teknik pengambilan subjek penelitian adalah purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pre experimental one group pretest-posttest design. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket disiplin belajar yang sudah melewati uji validitas dan uji reliabilitas serta panduan eksperimen dengan teknik self instruction yang telah melalui uji ahli. Analisis data dilakukan melalui uji non-parametric Wilcoxon Signed Rank Test (WSRT) dengan menggunakan bantuan SPSS 16.00. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan tingkat disiplin belajar siswa setelah diberikan treatment. Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan skor posttest disiplin belajar siswa dan uji Wilcoxon yang menyatakan nilai Z -2,060b serta nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0.039 < 0.05 sehingga H0 ditolak dan H1diterima. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan teknik self instruction efektif untuk meningkatkan disiplin belajar siswa SMKN 2 Malang kelas X. Berdasarkan hasil penelitian ini diajukan saran kepada konselor dan peneliti selanjutnya, yaitu konselor hendaknya dapat menerapkan teknik self instruction untuk meningkatkan disiplin belajar siswa. Saran bagi peneliti selanjutnya untuk dapat menggunakan teknik self instruction untuk membantu siswa dengan masalah perilaku maladaptif dalam hal lain seperti perilaku off-task di dalam kelas.

    0

    full texts

    1,354

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇