SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
1354 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF BIMBINGAN DENGAN METODE PERMAINAN SIMULASI UNTUK MENINGKATKAN PERCAYA DIRI SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)
ABSTRAK Hanit, Tiyayu. 2017. Pengembangan Media Interaktif Bimbingan dengan Metode Permainan Simulasi untuk Meningkatkan Percaya Diri Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Yuliati Hotifah, S.Psi., M.Pd. (II) Drs. Djoko Budi Santoso, M.Pd. Kata kunci: percaya diri, permainan simulasi, media interaktif, bimbingan dan konseling Percaya diri adalah suatu keyakinan yang memandang positif terhadap diri dan sekitarnya. Kurangnya kepercayaan diri pada siswa dapat menimbulkan berbagai masalah, misalnya rasa minder, kesulitan bergaul, prestasi akademik yang kurang, dan timbulnya perilaku mencontek. Oleh karena itu, rasa kurang percaya diri perlu dicegah dengan memberikan layanan bimbingan untuk meningkatkan kepercayaan diri pada siswa. Salah satu cara yang ditawarkan peneliti untuk meningkatkan kepercayaan diri adalah dengan memanfaatkan media interaktif bimbingan dengan menggunakan metode permainan simulasi. Alasan menggunakan media interaktif adalah karena siswa dapat termotivasi untuk mengikuti layanan bimbingan. Prosedur penelitian dan pengembangan yang digunakan mengadopsi lima langkah prosedur penelitian Borg and Gall, yaitu: 1) melakukan penelitian dan pengumpulan data, 2) perencanaan, 3) mengembangkan produk awal, 4) uji lapangan permulaan, dan 5) revisi produk. Alasan peneliti menggunakan lima langkah karena produk yang dihasilkan telah melewati tahap uji kelayakan dari ahli, sehingga produk telah layak untuk digunakan. Data yang diperoleh dari penelitian berupa data kuantitatif dan kualitatif yang diperoleh dari penilaian uji ahli, calon pengguna produk, dan uji kelompok siswa. Data kuantitatif diolah dengan menggunakan analisis deskriptif untuk mengetahui kelayakan produk yang dihasilkan. Sedangkan data kualitatif dianalisis dengan menggunakan tiga tahapan analisis, yaitu: 1) reduksi data, 2) penyajian data, dan 3) penarikan kesimpulan. Produk akhir dari penelitian dan pengembangan berupa software, manual book, dadu dan name tag. Produk yang dihasilkan telah mendapatkan penilaian kelayakan dari ahli materi, ahli media, calon pengguna produk, dan sekelompok siswa. Berdasarkan penilaian tersebut diperoleh rerata aspek kegunaan sebesar 3,7, rerata aspek kemudahan sebesar 3,8, rerata aspek ketepatan sebesar 3,4, dan rerata aspek kemenarikan sebesar 3,4. Sehingga apabila keseluruhan aspek dirata-rata maka akan diperoleh rerata keseluruhan sebesar 3,6 yang berarti bahwa produk ini sangat layak untuk digunakan dalam memberikan layanan bimbingan dengan topik percaya diri. Dalam pemanfaatannya, konselor dapat menggunakan produk yang dihasilkan sebagai alternatif media dalam memberikan layanan bimbingan untuk meningkatkan kepercayaan diri pada siswa. Sedangkan untuk peneliti selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan untuk uji efektivitas
PENERAPAN TEKNIK KLARIFIKASI NILAI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KESADARAN MORAL DALAM UJIAN SISWA SMA
ABSTRAK Octavianita, Abrilia. 2017. Penerapan Teknik Klarifikasi Nilai sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Moral dalam Ujian Siswa SMA. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Andi Mappiare A.T, M.Pd, (II) Irene Maya Simon, S.Pd., M.Pd. Kata kunci: klarifikasi nilai, kesadaran moral, ujian siswa Kesadaran moral dalam ujian merupakan suatu hal yang sangat penting dalam diri siswa. Siswa yang berperilaku sesuai dengan moral yaitu mereka mampu berperilaku dengan didasarkan atas pemahaman nilai yang dianutnya serta dapat menyesuaikan dengan peraturan yang ada di lingkungan masyarakat sehingga mampu mengembangkan kesadaran moral dalam ujian. Namun tidak semua siswa memahami dengan baik nilai-nilai moral dalam ujian yang perlu dijadikan pedoman setiap individu untuk mengatur perilakunya. Beberapa siswa tidak memahami nilai-nilai moral dalam ujian sehingga menunjukkan sikap yang tidak sesuai dengan moral yaitu mencontek saat ujian. Dalam hal ini, bimbingan dengan setting kelompok dapat berguna untuk membantu remaja mengatasi permasalahan hidupnya. Adapun bimbingan yang dapat membantu siswa memperjelas, menggali, menemukan, mengungkapkandanmemilihnilai yang dianutnyayaitu dengan teknik klarifikasi nilai. Penelitian menguji perbedaan tingkat kesadaran moral dalam ujian siswa SMA menggunakan teknik klarifikasi nilai. Rumusan masalahnya bagaimanakahperbedaantingkatkesadaran moral dalamujiansiswa SMA Negeri 9 Malang sebelumdansetelahpenerapanteknikklarifikasinilai? Rancangan penelitianpre-eksperimentalbentuk one-group pretest-postest design. Subjek penelitian adalah 20 siswa kelas X SMA Negeri 9 Malang yang memiliki skor kesadaran moral dalam ujian rendah dan sedang berdasarkan hasil pretest dengan menggunakan skala kesadaran moral dalam ujian yang telah diberikan. Pengujian hipotesis menggunakan analisis Wilcoxon Signed Rank Test.Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan tingkat kesadaran moral dalam ujian sebelum dan setelah penerapan teknik klarifikasi nilai. Berdasarkan hasil penelitian terdapat beberapa saran yang perlu dipertimbangkan bagi konselor SMA Negeri 9 Malang dan peneliti selanjutnya. Saran untuk konselor SMA Negeri 9 Malang adalah dapat menggunakan teknik klarifikasi nilai dengan menggunakan setting bimbingan kelompok yang terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran moral dalam ujian. Saran bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian dengan waktu yang tepat dan menggunakan kelompok kontrol sehingga dapat diperoleh hasil keefektifan yang lebih akurat
HUBUNGAN PERILAKU ASERTIF DAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA SMA PANCA MARGA 1 LAMONGAN
Dengan memiliki kemampuan asertif, memungkinkan seseorang untuk bertindak menurut kepentingan sendiri, untuk membela diri sendiri tanpa kecemasan yang semestinya, untuk mengekspresikan perasaan jujur dengan nyaman, untuk menerapkan hak-hak pribadi tanpa menyangkal hak-hak orang lain. Hal ini bertolak belakang dengan individu yang tidak tegas atau tidak asertif, orang yang tidak asertif akan dijauhi dari lingkungannya dengan kondisi yang demikian akan mengurangi rasa percaya diri karena tidak bersosialisasi dengan lingkungan yang baik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui (1) deskripsi tentang perilaku asertif siswa di SMA Panca Marga 1 Lamongan, (2) kepercayaan diri siswa di SMA Panca Marga 1 Lamongan, (3) hubungan antara perilaku asertif dan kepercayaan diri siswa di SMA Panca Marga 1 Lamongan Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Panca Marga 1 Lamongan yang berjumlah 263 siswa dan sampel penelitian menggunakan simple random sampling dan sampel penelitian berjumlah 114 siswa. Data perilaku asertif dan kepercayaan diri diperoleh dengan kuesioner atau angket. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku asertif siswa cenderung tinggi. Sedangkan kepercayaan diri siswa tersebar merata kearah tinggi dan rendah. Kedua variabel memiliki korelasi yang signifika Berdasarkan hasil penelitian bagi konselor diharapkan memberikan pelayanan bimbingan dan konseling dengan memberikan informasi tentang perilaku asertif dan kepercayaan diri. Memberikan keterampilan berperilaku asertif untuk meningkatkan perilaku asertif serta mengembangkan kepercayaan diri siswa dengan memberikan layanan informasi yang berhubungan dengan kepercayaan diri kepada sisw
Hubungan Antara Tingkat Pemakaian Smartphone Dengan Interaksi Sosial Siswa Kelas XII di SMKN 2 Malang
ABSTRAK Zauzan, Ayyima Aprilia. 2017. Hubungan antara Tingkat Pemakaian Smartphone dengan Interaksi Sosial Siswa Kelas XI SMK Negeri 2 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Hariadi Kusumo, M. Pd. (II) Drs. H. Harmiyanto, M. Pd. Kata Kunci: pemakaian smartphone, interaksi sosial, siswa SMK Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang khususnya para remaja yang asik sendiri bermain smartphone daripada berkumpul dan mengobrol dengan teman-temannya. Bahkan kebanyakan mereka lebih memilih untuk sibuk menyendiri mengotak-atik smartphone miliknya, apapun yang dilakukan oleh mereka seperti bermain game, sosial media, chatting, dan browsing membuat remaja kebanyakan mengabaikan pergaulan dengan berbagai kelompok sebayanya. Bahkan jarang mereka berinteraksi sosial secara langsung saat mereka sibuk dengan smartphone masing-masing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara tingkat pemakaian Smartphone dengan interaksi sosial siswa Kelas XI SMK Negeri 2 Malang. Rancangan penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional. Jumlah sampel penelitian ini adalah siswa dengan jumlah119 siswa kelas XI. Instrumen penelitian menggunakan angket. Uji persyaratan analisis menggunakan uji normalitas dan uji linieritas. Analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemakaian smartphone siswa kelas XI di SMKN 2 Malang masuk ke dalam kriteria sedang dengan persentase 95,7%, sedangkan interaksi sosial siswa adalah cukup banyak siswa yang memiliki kriteria sedang dengan persentase 49,5% dan cukup banyak siswa yang memiliki kriteria tinggi dengan persentase 49,5%. Setelah diuji hipotesis didapatkan hasil bahwa: Tidak ada hubungan yang siginifikan antara tingkat pemakaian smartphone dengan interaksi sosial, diperoleh r hitung = 0,162 < rtabel 5% = 0,180 dan p = 0,000 < 0,05. Berdasarkan hasil penelitian terdapat beberapa saran yang perlu dipertimbangkan, (1) Bagi konselor, sebagai bahan informasi yang berguna untuk menyusun program layanan bimbingan dan konseling khususnya pada bidang layanan bimbingan pribadi dan layanan bimbingan sosial yaitu, tentang layanan pemakaian smartphone dan interaksi sosial di SMK agar siswa dapat menyeimbangkan keduanya dengan baik. (2) Bagi peneliti selanjutnya, dapat menggunakan penelitian ini sebagai referensi data untuk meneliti yang berhubungan dengan pemakaian smartphone dan interaksi sosial, serta dapat menyampaikan informasi kepada masyarakat menganai dampak positif, dampak negatif pemakaian smartphone dalam aspek sosial, agar masyarakat dapat menggunakan smartphone secara bijak
Keefektifan Teknik Permainan Simulasi untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Interpersonal Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Ngunut Kabupaten Tulungagung
ABSTRAK Antika, Rindang. 2017. Keefektifan Teknik Permainan Simulasi untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Interpersonal Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Ngunut Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Triyono, M.Pd., (II) Irene Maya Simon, S.Pd, M.Pd Kata kunci: komunikasi interpersonal,permainan simulasi,bimbingan kelompok Rendahnya kemampuan komunikasi siswa di jenjang SMP perlu mendapatkan perhatian yang lebih dalam bimbingannya. Dalam memasuki masa remaja awal siswa SMP harus beradaptasi dengan lingkungan barunya. Rasa kurang percaya diri, takut, sulit membaur serta kurang mampu menerima pendapat orang lain secara tegas menjadikan siswa sulit untuk berkomunikasi dengan teman sebayanya terutama siswa SMP Kelas VII. Oleh sebab itu diperlukan peningkatan kemampuan komunikasi yang ada dalam diri siswa karena komunikasi adalah hal penting dalam bergaul. Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui keefektifan teknik permainan simulasi dalam meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal siswa kelas VII SMP Negeri 3 Ngunut Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen. Rancangan yang digunakan adalah pretest-posttest design. Awalnya sebelum permainan, peneliti memberikan pretes. Kemudian dilakukan perlakuan (treatment)lalu peneliti melaksanakan postes. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Ngunut Kabupaten Tulungagung pada tahun ajaran 2016/2017 semester II. Instrumen penelitian menggunakan angket. Teknik pengumpulan data diambil melalui hasil angket pretest dan postest. Selanjutnya teknik analisis data menggunakan uji normalitas dan uji paired sample t test. Berdasarkan hasil analisis data penelitian diperoleh kesimpulan bahwa ada selisih peningkatan nilai di pretes dan postes. Keseluruhan aspek komunikasi interpersonal siswa sudah dilaksanakan secara nyata dalam kelas yang meliputi aspek keterbukaan, empati, saling mendukung, sikap positif, kesetaraan dan kebersamaan. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai t-hitung adalah sebesar 4,399 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Sehingga hipotesis penelitian dapat dibuktikan bahwa teknik permainan simulasi efektif untuk meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal siswa kelas VIISMP Negeri 3 Ngunut Kabupaten Tulungagung. Dari hasil penelitian, maka saran yang dapat diberikan peneliti kepada kepada pihak konselor diharapkan untuk dapat memanfaatkan kegiatan bimbingan kelompok berbasis permainan simulasi supaya dapat lebih meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal siswa. ABSTRACT Antika, Rindang. 2017. Effectiveness of Simulation Game Technique for Improving Interpersonal Communication Skillsof Seventh Grader Students of PublicSecondary School 3 Ngunut Tulungagung. Thesis, Department of Guidance and Counseling, Faculty of Education Science, State University of Malang. Advisor: (I) Dr. H. Triyono, M.Pd., (II) Irene Maya Simon, S.Pd, M.Pd Keywords: interpersonal communication, simulation game,guidancegroup The low level of communication skills of students in junior high school needs to get more attention in their guidance. In entering the early adolescence of junior high school students must adapt to the new environment. The feeling of lack of confidence, fear, difficulty mixing and less able to accept the opinions of others explicitly makes it difficult for students to communicate with peers, especially students of seventh grader students of public secondary school. Therefore it is necessary to improve the existing communication skills in students because communication is important in mingling. The purpose of this study to determine the effectiveness of simulation game techniques for improving the interpersonal communication skills of seventh grader students of public secondary school 3 Ngunut Tulungagung. This research is a type of quantitative research with experimental design. The design used is pretest-posttest design. Just before the game, researchers give pretes. Then do the treatment (treatment) then the researchers implement postes. This research was conducted at public secondary school 3 Ngunut Tulungagungin the second term academic year 2016/2017. The research instrument used questionnaire. Data collection techniques were taken through the results of the pretest and posttest questionnaires. Furthermore, the technique of data analysis using normality test and paired sample t test. Based on the results of the analysis of research data obtained conclusion that there is a difference in value increase in pretest and postes. The overall aspect of students' interpersonal communication has been implemented in a classroom that includes aspects of openness, empathy, mutual support, positive attitudes, equality and togetherness. The results of statistical tests show that the value of t-count is 4.399 with a significance value of 0.000. So the research hypothesis can be proved that the game simulation technique is effective to improve the interpersonal communication skills of seventh grader students of public secondary school 3 Ngunut Tulungagung. From the result of the research, the suggestion that can be given by the researcher to the counselor is expected to be able to take advantage of guidance group-based simulation game activities in order to further improve the ability of interpersonal communication students
PENGEMBANGAN PERMAINAN SNOWBALL THROWING SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN HUBUNGAN SEKSUAL PRANIKAH DI SMA
ABSTRAK Yustilawati, Nani’. 2017. Pengembangan Permainan Snowball Throwing sebagai Upaya Pencegahan Hubungan Seksual Pranikah di SMA. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (1) Drs. Lutfi Fauzan, M. Pd. (II) Dr. Triyono, M. Pd. Kata Kunci: snowball throwing, seksual, pranikah, siswa SMA Hubungan seksual pranikah adalah hubungan seksual yang didorong oleh hasrat seksual baik dengan lawan jenis maupun sesame jenisnya sebelum adanya ikatan pernikahan. Berdasarkan hasil need assessment diketahui bahwa sebagian siswa masih membutuhkan informasi mengenai upaya pencegahan hubungan seksual pranikah. Oleh karena itu peneliti mengembangkan permainan snowball throwing sebagai upaya pencegahan hubungan seksual pranikah di SMA dengan tujuan sebagai metode dalam layanan bimbingan kelompok. Model penelitian dan pengembangan ini diadaptasi dari strategi pengembangan Brog& Gall. Adapun prosedur pengembangan adalah: 1) tahap I pengumpulan informasi, 2) tahap II pengembangan produkawal, 3) tahap III uji ahli bimbingan dan konseling; uji ahli media, 4) tahap IV revisi produk berdasarkan uji ahli bimbingan dan konseling; uji ahli media, 5) tahap V uji calon pengguna produk; revisi berdasarkan hasil uji calon pengguna produk; uji kelompok kecil; revisi berdasarkan hasil uji kelompok kecil, 6) tahap VI penyusunan produk akhir. Produk yang dihasilkan adalah 1) Permainan snowball throwing sebagai Upaya Pencegahan Hubungan Seksual Pranikah di SMA, 2) Panduan Permainan snowball throwing sebagai Upaya Pencegahan Hubungan Seksual Pranikah bagi konselor. Langkah-langkah permainan snowball throwing adalah membentuk kelompok, menjelaskan aturan main, anggota kelompok melempar bola secara acak hingga music berhenti, siswa mendapat kartu, siswa berdiskusi. Panduan untuk konselor berisi 3 bab yaitu bab I pendahuluan, bab II panduan penggunaan permainan snowball throwing, dan bab III evaluasi. Berdasarkan hasil analisis data penilaian ahli, calon pengguna produk dan kelompok kecil serta revisi yang telah dilaksanakan sesuai saran dan masukan, dapat disimpulkan bahwa produk dapat berterima secara teoritis dan praktis. Berdasarkan hasil penelitian, pengembangan permainan snowball throwing ini terdapat materi yang harus dikuasai oleh pengguna permainan sehingga disarankan konselor sebagai pengguna produk untuk mempelajari panduan penggunaan permainan snowball throwing sebagai metode bimbingan kelompok. Bagi penelitian selanjutnya, dikarenakan pengembangan ini hanya sampai pada uji kelompok kecil maka hasil penelitian dan pengembangan ini dapat dilanjutkan dengan penelitian eksperimen untuk mengetahui keefektifan permainan snowball throwing ini dalam upaya pencegahan hubungan eksual pranikah di SMA
efektivitas teknik sosiodrama untuk meningkatkan pengungkapan diri siswa SMP
Pengungkapan diri merupakan komunikasi interpersonal yang dilakukan untuk memberikan informasi mengenai diri sendiri kepada orang lain. Namun dalam kehidupan sehari-hari sikap keterbukaan diri masih rendah. Sifat keterbukaan diri sebenarnya harus ditingkatkan guna mengungkapkan perasaan seseorang dan meningkatkan hubungan sosial dengan orang lain. Dalam lingkungan sekolah, kesadaran siswa akan pentingnya keterbukaan diri harus ditingkatkan yaitu dengan melibatkan peran dari seorang guru. Guru bimbingan dan konseling memiliki berbagai teknik untuk meningkatkan keterbukaan diri siswa. Salah satu teknik yang efektif yaitu bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama. Teknik ini membantu anggota kelompok untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan sehingga siswa dapat mengungkapkan emosi dan munculah keterbukaan diri dalam dirinya. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui keefektifan teknik sosiodrama untuk meningkatkan pengungkapan diri siswa SMP. Prosedur penelitian ini menggunakan desain eksperimental semu (quasi-eksperimental design) dengan rancangan interrupted time series. Peneliti memberikan pre-test sebanyak tiga kali dan post-test sebanyak tiga kali untuk mengetahui konsistensi dan perbedaan yang terjadi sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Treatment berupa teknik sosiodrama yang diberikan sebanyak empat kali pertemuan. Penelitian dilakukan terhadap 10 siswa yang memiliki skor pengungkapan diri sedang di kelas VIII 7 di SMPN 21 Malang. Instrument penelitian berupa angket self disclosure dengan skala Likert dan panduan pelaksanaan eksperimern. Selanjutnya pada instrument tersebut dilakukan uji validasi dan reliabilitas. Hasil analisis Wilcoxon Signed Rank Test (WSRT) menunjukan nilai wilcoxon Z = -2.803ª dan Asyimp. Sig (2-tailed
Pengembangan Inventori Kecerdasan Intrapersonal bagi Siswa SMP se-Kota Malang
ABSTRAK Azizah. 2017. Pengembangan Inventori Kecerdasan Intrapersonal bagi Siswa SMP se-Kota Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dr. M. Ramli, M. Pd., (2) Prof. Dr. Hj. Nur Hidayah, M. Pd. Kata Kunci : inventori, kecerdasan intrapersonal, siswa SMPKecerdasan dianggap sebagai keberhasilan dan kesuksesan anak. Kecerdasan biasa dihubungkan dengan IQ tinggi dan hasil akademik bagus. Kehidupan saat ini tidak hanya memerlukan sekedar kecerdasan akademis atau IQ saja yang memegang peranan penting dalam menjalani kehidupan. Kecerdasan intrapersonal merupakan salah satu dari beberapa kecerdasan. Kecerdasan intrapersonal adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam memahami diri sendiri, menyadari kelebihan dan kelemahan, mengenali perasaan diri dan dapat mengekspresikannya, dan mampu mengarahkan dirinya secara mandiri.Kecerdasan intrapersonal terdiri dari tiga aspek yaitu mengenal diri, mengetahui apa yang diinginkan, dan mengetahui apa yang dianggap penting. Pengembangan inventori kecerdasan intrapersonal dilaksanakan atas dasar adanya kebutuhan instrumen pengumpulan data sebagai bagian yang penting dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah. Tujuan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan inventori kecerdasan intrapersonal bagi siswa SMP yang memiliki validitas, reliabilitas, dan penormaan yang memenuhi syarat.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian dan pengembangan dengan beberapa langkah yang meliputi identifikasi tujuan ukur, operasionalisasi konsep, penskalaan dan pemilihan format stimulus, penulisan item dan review item, uji coba, analisis item, kompilasi I seleksi item, pengujian reliabilitas dan validitas, kompilasi II format final. Populasi dalam penelitian ini yaitu 21277 siswa SMPN se-Kota Malang diambil 406 siswa sebagai sampel penelitian dengan teknik multistage random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan inventori kecerdasan intrapersonal. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis faktor dengan bantuan program SPSS 23.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inventori kecerdasan intrapersonal siswa SMP memiliki validitas, reliabilitas, dan penormaan yang memenuhi syarat. Hasil penilaian keterbacaan menunjukkan bahwa inventori kecerdasan intrapersonal mudah dipahami oleh siswa. Hasil uji validitas merujuk pada nilai KMO-MSA sebesar 0,852 dan harga anti image correlation menunjukkan semua butir memiliki nilai≥ 0,5. Uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach menunjukkan nilai sebesar 0,893. Penormaan menggunakan norma lokal dalam bentuk persentil poin. Inventori kecerdasan intrapersonal ini berupa pernyataan dari 108 butir menjadi 63 butir pernyataan dengan 15 indikator. Dari hasil penelitian tersebut berarti inventori kecerdasan intrapersonal ini telah memenuhi syarat dan dapat digunakan sebagai instrumen pengumpulan data kecerdasan intrapersonal dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di SMP
Pengembangan Manual Modeling Melalui Film Biografi untuk Memodifikasi Kepercayaan Diri Siswa SMP
ABSTRAK Nurhadi, Muhammad. 2017. Pengembangan Manual Modeling Melalui Film Biografi untuk Memodifikasi Kepercayaan Diri Siswa SMP. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Andi Mappiare A.T, (II) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd. Kata Kunci: modeling, film biografi, kepercayaan diri. Penelitian pengembangan manual modeling melalui film biografi untuk memodifikasi kepercayaan diri siswa SMP ini bertolak pada ditemukannya banyak kasus rendahnya kepercayaan diri siswa yang menjadi faktor penghambat perkembangan peserta didik dan minimnya penggunaan modeling dengan memanfaatkan sinema edukasi sebagai media bimbingan. Modeling merupakan pembentukan tingkah laku atau perilaku baru dengan cara meniru model yang dianggap ideal. Modeling dilakukan dengan menggunakan media berupa film. Film biografi merupakan film yang menceritakan kisah hidup seseorang atau tokoh yang mempunyai nilai-nilai sosial atau pesan moral seperti kepercayaan diri. Tujuan dari penelitian pengembangan ini yaitu untuk mengetahui keberterimaan isi produk meliputi ketepatan, kegunaan, kelugasan, kekomprehensifan, dan keberterimaan format dari produk ini meliputi ketepatan, kegunaan, kemudahan, dan kemenarikan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menggunakan rancangan procedural dengan tahapan, yaitu 1) menentukan masalah penelitian; 2) melakukan perencanaan penelitian; 3) mendesain produk; 4) pengujian manual; 5) perbaikan/revisi manual; 6) uji lapangan; 7) revisi produk akhir. Pengumpulan data yang dilakukan untuk memperoleh penilaian yang diberikan oleh ahli bimbingan konseling dan calon pengguna menggunakan skala penilaian yang berbentuk rating scale. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data numerikal yang dianalisis dengan analisis rerata yakni untuk mencari nilai rata-rata isi dan format manual dan data verbal berupa komentar yang diperoleh dari hasil uji ahli bimbingan dan konseling, serta calon pengguna produk yakni berupa saran, tanggapan dan masukan berupa tulisan maupun lisan, lalu dipertimbangkan untuk penyempurnaan produk manual modeling. Hasil penelitian berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, keberterimaan isi manual modeling yang dikembangkan dinilai sangat tepat, sangatberguna, sangat lugas, dan sangat komprehensif. Sedangkan keberterimaan format manual modeling dinilai sangat tepat, sangat berguna, sangat mudah, dan sangat menarik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa manual modeling melalui film biogafi untuk memodifikasi kepercayaan diri siswa SMP yang dikembangkan telah dapat diterima isi dan formatnya
Perilaku seks pranikah remaja
Masa remaja adalah masa peralihan seorang individu dari masa anak-anak menuju dewasa. Tugas perkembangan pada masa remaja salah satunya adalah memilih pasangan hidup dan memulai hidup berkeluarga. Remaja akan menjalin relasi dengan lawan jenis dengan cara berpacaran untuk mencapai tugas perkembangannya. Usia remaja dianggap akan cenderung menunjukan tingkah laku seksual yang tidak bertanggungjawab seiring matangnya organ reproduksi yang mereka alami. Matangnya organ reproduksi yang terjadi pada remaja mendorong mereka untuk melakukan perilaku seks pranikah.Peneliti bertujuan untuk mengetahui deskripsi perilaku seks pranikah remaja, pemaknaan remaja terhadap perilaku seks pranikah dan alasan remaja melakukan perilaku seks pranikah. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Lokasi penelitian di Kelurahan Kedawung, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Subjek penelitian, subjek primer yaitu Melati, Kembang, Lily. Subjek sekunder yaitu, kakak kandung Melati, teman Kembang, tetangga Lily dan ibu Kembang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik bola salju (snowball sampling).Analisis data lapangan menggunakan analisis model Miles and Huberman. Hasil temuan dapat disimpulkan bahwa: (1) Perilaku seks pranikah yang dilakukan remaja meliputi, melakukan ciuman bersama pasangannya, pelukan, petting, menyentuh organ intim pasangan, bersenggama sampai dengan penetrasi. (2) Perilaku seks pranikah dimakanai remaja sebagai perwujudtan rasa cinta pasangan terhadapnya. Remaja merasa pasangannya semakin mencintainya setelah mereka melakukan perilaku seks pranikah bersama. (3) Alasan remaja melakukan perilaku seks pranikah karena lemahnya kontrol orang tua yang diberikan kepada anak-anaknya.(4) Lemahnya kontrol masyarakat terhadap perilaku remaja yang melakukan perilaku seks pranikah, membuat mereka tidak merasa sungkanuntuk melakukan perilaku seks pranikah di rumah. Berdasarkan simpulan penelitian, maka dapat diajukan saran khususnya pada konselor agar meminimalisir perilaku seks pranikah dengan mengenalkan kegiatan lain kepada siswa seperti mengikuti kegiatan ekstra kulikuler yang ada di sekolah. Dengan mengikuti kegiatan ekstrakulikuler diharapkan siswa yang orang tuanya tidak berada di rumah, mereka akhirnya miliki kegiatan yang positif tidak berada di rumah setelah pulang sekolah.