SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
1354 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN PANDUAN PELATIHAN KARAKTER RESPEK MELALUI BIBLIOEDUKASI UNTUK MENCEGAH PERUNDUNGAN
ABSTRAK Rahmanuddin, Hadi. 2018. Pengembangan Panduan Pelatihan Karakter Respek melalui Biblioedukasi untuk Mencegah Perundungan. Skripsi., Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Henny Indreswari, M.Pd., (II) Dr. Dany Moenindyah Handarini, M.A. Kata Kunci: Karakter Respek, Biblioedukasi, Perundungan Salah satu karakter sosial yang seharusnya dimiliki oleh setiap orang yaitu karakter respek terhadap orang lain. Respek merupakan perilaku sosial yang seharusnya selalu muncul ketika seseorang berinteraksi dengan sesama. Respek merupakan sikap menghargai, menghormati, menerima, memperlakukan dengan sopan dan santun tanpa tendensi apapun yang dilakukan oleh seseorang terhadap orang lain sebagai bentuk penghargaan kepada orang lain, sehingga orang lain merasa nyaman dan tidak terganggu. Seseorang yang memiliki sikap respek terhadap sesama dapat membangun suatu hubungan yang baik, sehingga tercipta interaksi yang baik antara satu dengan yang lainnya tanpa adanya rasa saling menjatuhkan atau merendahkan. Sering kali, seseorang yang memiliki sikap respek rendah cenderung mudah melakukan tindakan perundungan. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan panduan pelatihan karakter respek melalui biblioedukasi untuk mencegah perundungan. Model penelitian dan pengembangan ini diadaptasi dari model Borg and Gall yaitu: (1) Melakukan penelitian dan pengumpulan data. Pada tahap ini dilakukan studi literatur dan pengumpulan data kebutuhan; (2) Mengembangkan produk. Pada tahap ini terdiri atas: (a) Merumuskan tujuan panduan pelatihan, (b) Menyusun prototipe produk berupa tujuan, materi pelatihan, prosedur, serta alat evaluasi; (3) Melakukan uji coba produk; (4) Melakukan revisi produk berdasarkan penilaian ahli dan calon pengguna produk; (5) Menyajikan produk akhir berupa panduan pelatihan karakter respek untuk mencegah perundungan. Produk panduan pelatihan karakter respek ini dikembangkan dalam format pelatihan sebanyak 12 kali pertemuan, yang masing-masing pertemuan memiliki tujuan dan strategi khusus. Peningkatan keterampilan karakter respek yang dilakukan menerapkan langkah langkah biblioedukasi yaitu ; (1) Mengawali dengan motivasi, (2) Memberikan waktu yang cukup untuk membaca bahan-bahan bacaan yang telah disiapkan hingga selesai, (3) Melakukan ingkubasi, (4) Tindak lanjut, (5) Evaluasi. Langkah-langkah biblioedukasi tersebut diinternalisasikan dengan langkah-langkah bimbingan kelompok yang terdiri atas tahap pembentukan, tahap peralihan, tahap inti, dan penutup. Berdasarkan hasil uji ahli dan calon pengguna, dapat disimpulkan bahwa panduan ini dinilai telah memenuhi kriteria keberterimaan, yaitu ketepatan, kegunaan, dan keterlaksanaan, masing-masing yakni aspek ketepatan (tinggi), kegunaan (tinggi), dan keterlaksanaan (tinggi). Oleh karena itu, panduan pelatihan ini dapat dijadikan sebagai media pelayanan bimbingan dan konseling oleh konselor. Saran pengembang lebih lanjut bagi konselor dapat menggunakan panduan pelatihan karakter respek ini sebagai bahan untuk upaya mencegah terjadinya perundungan di SMP dengan menerapkan dalam kegiatan penelitian tindakan Bimbingan dan Konseling. Pengembangan panduan ini sampai pada tahap uji ahli dan calon pengguna, sehingga dapat dilanjutkan dengan menggunakan penelitian kuantitatif eksperimen untuk mengetahui efektifitas penerapan panduan pelatihan oleh konselor maupun penelitian selanjutnya.
HUBUNGAN ANTARA PRESTASI AKADEMIK DENGAN KEMATANGAN KARIER SISWA KELAS XI SMA NEGERI 9 MALANG
ABSTRAK Hosnaniah, Novita, 2018. Hubungan Antara Prestasi Akademik dengan Kematangan Karier Siswa Kelas XI SMA Negeri 9 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Carolina Ligya Radjah, M.Kes (II) Drs. Hariadi Kusumo, M.Pd. Kata kunci : Kematangan Karier, Prestasi Akademik, siswa SMA Kematangan karier adalah kemampuan siswa untuk membuat pilihan karier secara mandiri dan realistis dengan mempertimbangkan faktor dari lingkungan dan faktor kepribadian. Banyak faktor yang dapat memperngaruhi kematangan karier siswa. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kematangan karier siswa adalah prestasi akademik. Kematangan karier menjadi salah satu hal yang tidak dapat dipisahkan dari tugas perkembangan siswa, namun apabila kematangan karier tersebut tidak sesuai dengan harapan, maka siswa akan mengalami suatu hambatan dalam melewati tahap perkembangan selanjutnya. Oleh karena itu, agar tidak menimbulkan permasalahan yang serius maka diperlukan untuk memahami penelitian ini.Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menunjukkan hubungan antara prestasi akademik dengan kematangan karier siswa kelas XI SMA Negeri 9 Malang. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Tekhnik pengambilan sampel ditentukan dengan menggunakan random sampling. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 9 Malang. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 156 siswa. Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah menggunakan nilai rapor siswa kelas XI semester I tahun ajaran 2017/2018 dan menggunakan skala kematangan karier. Pada penelitian ini, subjek diminta untuk mengisi skala kematangan karier kemudian skornya dikorelasikan dengan nilai rata-rata rapor siswa kelas XI semester I. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, dan analisis korelasi product moment peason. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi akademik siswa kelas XI SMA Negeri 9 Malang sebagian besar tinggi dengan persentase sebesar 53,2% dan kematangan karier siswa sebagian besar dalam kategori sangat matang karier dengan persentase 65%. Uji hipotesis menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara prestasi akademik dengan kematangan karier siswa kelas XI SMA Negeri 9 Malang, dengan nilai korelasi sebesar 0,193, nilai signifikansi 0,016 dengan p < 0,05. Koefisien determinasi yang dihasilkan adalah sebesar 0,037 atau 3,7%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sumbangan variabel prestasi akademik terhadap kematangan karier adalah sebesar 3,7%. Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan bagi konselor, temuan penelitian ini hendaknya dapat digunakan sebagai masukan untuk konselor dalam upaya pengembangan materi bimbingan karier dengan meningkatkan prestasi akademik siswa juga, sehingga kematangan karier siswa dapat berkembang secara optimal; dan disarankan bagi sekolah, dengan adanya hasil penelitian ini, diharapkan pihak sekolah dapat bekerja sama dengan konselor untuk mengembangkan program bimbingan dan konseling, khususnya layanan bimbingan karier, mengingat pentingnnya karier bagi masa depan siswa
HUBUNGAN STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 KANDAT KABUPATEN KEDIRI
RINGKASAN Prestasi belajar siswa adalah suatu hasil yang didapat oleh seseorang setelah mengikuti kegiatan belajar dalam waktu tertentu dalam prestasi belajar tentunya juga terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi. Faktor tersebut antara lain status sosial ekonomi orang tua dan motivasi berprestasi. Kedua faktor tersebut dapat menghambat atau bahkan memperlancar prestasi belajar siswa. Dengan adanya fasilitas belajar yang dipenuhi oleh orang tua, akan menjadikan proses belajar siswa menjadi lancar dan dengan adanya motivasi berprestasi akan mendorong siswa untuk belajar dengan rajin sehingga memperoleh prestasi yang diinginkan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui (1) mengetahui gambaran status sosial ekonomi orang tua siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kandat Kabupaten Kediri, (2) mengetahui gambaran motivasi berprestasi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kandat Kabupaten Kediri, (3) mengetahui gambaran prestasi belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kandat Kabupaten Kediri, (4) mengetahui hubungan status sosial ekonomi orang tua dengan motivasi berprestasi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kandat Kabupaten Kediri, (5) mengetahui hubungan status sosial ekonomi orang tua dengan prestasi belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kandat Kabupaten Kediri, (6) mengetahui hubungan motivasi berprestasi dengan prestasi belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kandat Kabupaten Kediri, (7) hubungan status sosial ekonomi orang tua dan motivasi berprestasi dengan prestasi belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kandat Kabupaten Kediri. Populasi dari siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kandat sebanyak 218 siswa, namun sampel yang digunakan untuk penelitian sebanyak 118 siswa pada kelas XI SMA Negeri 1 Kandat Kabupaten Kediri. Untuk pengumpulan data menggunakan instrumen dan nilai raport tahun ajaran 2017/2018 sebagai proses jalannya penelitian. Dalam penelitian ini terdapat tiga instrumen yang pertama angket status sosial ekonomi orang tua dan skala motivasi berprestasi sedangkan prestasi belajar siswa menggunakan studi dokumentasi. Tehnik analisis data yang digunakan adalah deskriptif dan regresi linier berganda. Tehnik ini digunakan untuk mengetahui hubungan secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian menunjukkan (1) cukup banyak (53,4%) siswa yang memiliki status sosial ekonomi orang tua pada kategori sedang. (2) banyak (72,4%) siswa yang mempunyai motivasi berprestasi pada kategori sedang. (3) banyak (61,87%) siswa memiliki prestasi belajar pada kategori sedang. (4) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status sosial ekonomi orang tua dengan prestasi belajar. (5) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status sosial ekonomi orang tua dengan motivasi berprestasi. (6) terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dengan prestasi belajar siswa. (7) terdapat hubungan namun tidak simultan atau secara bersama-sama hal ini dikarenakan terdapat salah satu variabel terikat yang tidak memiliki hubungan pada variabel bebas. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar guru BK memberikan layanan bimbingan pribadi kepada siswa untuk meningkatkan motivasi prestasi siswa dan mengajak siswa untuk tetap fokus pada prestasi belajar mereka dan memberikan bantuan kepada siswa yang membutuhkan layanan bimbingan dan konseling. Untuk peneliti lebih lanjut, perlu untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi siswa dengan subjek yang lebih lua
EFEKTIVITAS TEKNIK SELF MANAGEMENT DALAM BINGKAI KONSELING KELOMPOK BEHAVIOR UNTUK MENINGKATKAN PENGENDALIAN EMOSI SISWA SMA
ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keefektivan teknik self management dalam bingkai konseling kelompok behavior untuk meningkatkan pengendalian emosi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pra-eksperimen desain onegroup pretest-posttest design. Subjek penelitian ini adalah tujuh siswa yang memiliki pengendalian emosi rendah. Data penelitian dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian emosi subjek penelitian mengalami kenaikan yang ditunjukkan dari mean sebelum mendapat perlakuan pretest) sebesar 13.5 sedangkan mean setelah diberikan perlakuan posttest) sebesar 32,7. Hal ini diperkuat dengan perolehan Z dari uji wilcoxon sebesar -2,366 dengan Asymp Signifikan (2-tailed) sebesar 0,018. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa teknik self -management dalam bingkai konseling kelompok behavior efektif untuk meningkatkan pengendalian emosi siswa kelas XI SMA Negeri 8 Malang. Hasil dari penelitian dengan teknik self-management dengan bingkai konseling kelompok behavior efektif untuk meningkatkan pengendalian emosi siswa SMA serta konselor dapat menggunakan teknik ini untuk membantu meningkatkan pengendalian emosi. Peneliti selanjutnya disarankan untuk menggunakan desin eksperimen murni untuk mengetahui keefektivan teknik ini
KEEFEKTIFAN MEDIA FILM UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI DI SMKN 2 SINGOSARI
RINGKASAN Novitasari, Intan. 2017. Keefektifan Media Film untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa SMK Negeri 2 Singosari. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Carolina Ligya Radjah, M.Kes (II) Dr. Henny Indreswari, M.Pd. Kata kunci: media film, kepercayaan diri, siswa SMK Kepercayaan diri merupakan awal keberhasilan untuk meraih kesuksesan. Tanpa kepercayaan diri seseorang tidak akan berani mengambil inisiatif untuk bertindak dan melakukan hal-hal baru yang akan mengantarkannya pada kesuksesan. Kepercayaan diri meskipun bukan satu-satunya kunci meraih keberhasilan hidup, namun ini merupakan jalan untuk memunculkan potensi-potensi diri tanpa hambatan. Menggunakan media film adalah salah satu upaya yang dapat digunakan konselor untuk meningkatkan rasa kepercayaan diri siswa SMK. Penggunaan media film sebagai media audio-visual dalam pembelajaran memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan penyampaian guru secara verbal atau ceramah. Hal ini berkenaan dengan upaya guru dalam membawa konsentrasi siswa pada pembelajaran melalui stimulus dengan media film. Dengan demikian siswa mampu membangun sendiri pengetahuannya melalui apa yang dilihat dan didengar. Penelitian ini bertujuan mengetahui keefektifan media film untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa SMK. Rancangan penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest-Posttest Design. Peneliti berusaha untuk membandingkan tingkat kepercayaan diri sebelum siswa diberi perlakuan dengan setelah diberi perlakuan. Pengumpulan data menggunakan instrumen berupa skala kepercayaan diri. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik non-parametrik uji beda wilcoxon. Subjek penelitian ini adalah siswa SMK yang berjumlah enam siswa yang memiliki skor pretest skala kepercayaan diriterendah. Setelah diberikan treatment mengalami peningkatan skor posttest. Hasil analisis menunjukkan nilai taraf signifikansi 0.02
Pengaruh Prestasi Belajar Mapel Prakarya dan Kewirausahaan dan Efikasi Diri Terhadap Minat Berwirausaha (Studi Peserta Didik Kelas XII SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen Kabupaten Malang)
ABSTRAK Asri, Feryn Yusmining. 2017. Pengaruh Prestasi Belajar Mapel Prakarya dan Kewirausahaan dan Efikasi Diri Terhadap Minat Berwirausaha (Studi Peserta Didik Kelas XII SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen Kabupaten Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. H. Suharto S.M., M.Pd., M.M. Kata Kunci: Prestasi Belajar Mapel Prakarya dan Kewirausahaan, Efikasi Diri, Minat Berwirausaha. Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan Nasional sejak awal tahun 2005 mulai mengembangkan kembali peran SMK dan lulusan SMK untuk siap kerja dan siap menjadi wirausaha. Cukup disadari bahwa saat ini SMK di Indonesia memiliki berbagai macam pembelajaran yang bertujuan agar menghasilkan lulusan yang siap kerja dan berwirausaha. Untuk menghasilkan lulusan yang siap berwirausaha, guru memberikan dorongan agar peserta didik berminat berwirausaha. Minat berwirausaha dapat timbul karena adanya faktor-faktor yang mempengaruhinya, salah satunya prestasi belajar dan efikasi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh prestasi belajar mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan dan efikasi diri terhadap minat berwirausaha siswa kelas XII semua jurusan SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan jenis penelitian Explanatory dan deskriptif. Lokasi penelitian ini terdapat di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. Subyek yang diteliti dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XII semua jurusan SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen yang berjumlah 125 peserta didik. Dalam penelitian ini jumlah anggota populasi lebih dari 100, maka anggota populasi yang diambil untuk dijadikan sampel sebanyak 95. Metode pengambilan data menggunakan metode dokumentasi dan metode angket dengan menggunakan skala Like Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tidak ada pengaruh signifikan antara prestasi belajar mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha peserta didik kelas XII SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen; (2) Ada pengaruh signifikan antara efikasi diri dan minat berwirausaha peserta didik kelas XII SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen ; (3) Ada pengaruh yang signifikan antara prestasi belajar mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan dan efikasi diri terhadap minat berwirausaha peserta didik kelas XII SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen diterima Berdasarkan hasil penelitian ada beberapa saran, yaitu (1) peserta didik SMK Muhammadiyah 5 kepanjen diharapkan mempertahankan efikasi diri dengan memperkaya dasar-dasar kewirausahaan baik melalui buku, pengalaman orang disekitar, maupun dari lingkungan masyarakat; (2) Sekolah SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen diharapkan mengetahui pentingnya prestasi belajar mapel prakarya dan kewirausahaan untuk menumbuhkan minat berwirausaha peserta didik untuk bisa diterapkan pada saat lulus sekolah maupun di masa depannya. ABSTRACT Asri, Feryn Yusmining. 2017. The Effect of Learning Achievement of Craft and Entrepreneurship Subject and Self Efficacy on Entrepreneurship Interest (Study for Learners in 12th Grade SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen Malang Regency). Sarjana’s Thesis, Department of Management, Faculty of Economic, Universitas Negeri Malang Advisor: Dr. H. Suharto S.M., M.Pd., M.M. Keywords: Learning Achievement of Craft and Entrepreneurship Subject, Self Efficacy, Entrepreneurship Interes Government through Ministry of National Education, since early of 2005, started to re-develop the role of Vocational High School (SMK) and Vocational High School graduates to be in work and to be entrepreneur. It is adequately realized that today Vocational High Schools in Indonesia have many learning subjects intended to produce graduates who are ready in work and to be entrepreneur. In order to produce graduates who are ready to be entrepreneur, teachers give encouragement in order to develop learner’s entrepreneurship interest. Entrepreneurship interest may be raised from factors that affect it such as learning achievement and self efficacy. This research aims to know the effect of learning achievement of craft and entrepreneurship subject and self efficacy to the entrepreneurship interest for students in the 12th Grade SMK (Vocational High School) Muhammadiyah 5 Kepanjen. This research was quantitative research conducted by using explanatory and descriptive research type. The research location was in SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. Subject that studied in this research was learners in the 12th Grade of all Departments SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen for 125 learners. In this research, population member was more than 100, and then population member taken to be research sample was 95 learners. Data collection method in this research used documentation and questionnaire by using Likert scale. The research result showed that: (1) There was no significant effect between learning achievement of craft and entrepreneurship subject to the entrepreneurship interest for learners in the 12th Grade SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen; (2) There was significant effect between self efficacy to the entrepreneurship interest for learners in the 12th Grade SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen; (3) There was significant effect between learning achievement of craft and entrepreneurship subject and self efficacy to the entrepreneurship interest for learners in the 12th Grade SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. Based on the research result, there are many suggestions as follow: (1) learners in the 12th Grade SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen should maintain their self efficacy by enriching entrepreneurship basics such as through books, experience of people around, or through societal environment; (2) SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen should know the importance of learning achievement of craft and entrepreneurship subject in order to develop learner’s entrepreneurship interest to be implemented after they graduated or in the future
Pengembangan Panduan Pelatihan Keterampilan Menyelesaikan Konflik secara Konstruktif untuk Mencegah Bullying bagi Siswa SMP dengan Menggunakan Model Structured Learning Approach (SLA)
ABSTRAK Rudati, Ismi. 2018. Pengembangan Panduan Pelatihan Keterampilan Menyelesaikan Konflik Secara Konstruktif untuk Mencegah Bullying Bagi Siswa SMP dengan Menggunakan Model Structured Learning Approach (SLA). Skripsi Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Djoko Budi Santoso, M.Pd., (II) Dr.Dany M. Handarini, M.A. Kata kunci: Keterampilan Menyelesaikan Konflik Secara Konstruktif, Bullying, Structured Learning Approach (SLA). Perundungan (bullying) merupakan salah satu komponen perilaku anti sosial yang dilakukan dengan cara menyakiti atau mengganggu orang yang lemah atau aneh secara verbal maupun non-verbal yang dilakukan secara sengaja dan berulang-ulang. Salah satu faktor terjadinya perundungan yaitu rendahnya kemampuan menyelesaikan konflik secara konstruktif siswa SMP. Keterampilan menyelesaikan konflik secara konstruktif merupakan suatu keterampilan yang digunakan sebagai upaya dalam membantu mengatasi suatu pertentangan dengan cara bertindak secara positif tanpa merusak hubungan antar sesama dan tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain. Keterampilan menyelesaikan konflik secara konstruktif sangat penting dalam membantu siswa SMP menyelesaikan masalahnya dengan cara yang baik tanpa menyakiti diri sendiri maupun orang lain, sehingga kemungkinan kecil siswa akan melakukan tindakan bullying yang digunakan sebagai salah satu cara dalam menyelesaikan masalahnya. Terdapat lima sub topik keterampilan yang dapat dilatihkan dalam menyelesaikan konflik secara konstruktif yang terdiri dari: (1) peduli terhadap keadaan orang lain, (2) menghargai perbedaan, (3) mengungkapkan pikiran, perasaan, dan keinginan, (4) keinginanku-keinginanmu tercapai, (5) menyelesaikan masalah. Berdasarkan hasil need assessment terhadap 6 konselor SMP mengatakan bahwa salah satu faktor penyebab terjadinya bullying terhadap siswa yaitu karena rendahnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan konflik secara konstruktif. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keterampilan menyelesaikan konflik secara konstruktif siswa SMP adalah dengan membuat panduan pelatihan keterampilan menyelesaikan konflik secara konstruktif. Metode pelatihan yang digunakan yaitu model pembelajaran terstruktur atau Structured Learning Approach (SLA). Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan panduan pelatihan keterampilan menyelesaikan konflik secara konstruktif untuk mencegah bullying bagi siswa SMP dengan menggunakan model Structured Learning Approach (SLA) yang memenuhi kriteria akseptabilitas. Metode yang digunakan adalah mengadopsi prosedur Borg & Gall (1983) yang disusun menjadi 3 tahap, yaitu tahap perencanaan, tahap penyusunan produk, dan tahap uji coba produk. Tahap perencanaan meliputi need assessment dan mengkaji literatur. Tahap penyusunan produk menghasilkan draft panduan pelatihan keterampilan menyelesaikan konflik secara konstruktif dan alat evaluasi produk berupa skala akseptabilitas yang diadopsi dari Handarini (2000) yang telah diuji verivikasi pembimbimbing. Tahap uji coba dibagi menjadi dua, yaitu uji coba oleh 3 ahli BK dan uji coba oleh 3 calon pengguna produk (konselor SMP). Data kuantitatif dianalisisi menggunakan inter-rater agreement, sedangkan data berupa saran secara tertulis dianalisis secara deskriptif. Panduan pelatihan keterampilan ini telah diujikan kepada 3 ahli dan 3 calon pengguna produk dengan hasil penilaian secara keseluruhan panduan pelatihan keterampilan ini berguna, tepat, layak dan patut untuk digunakan oleh konselor dan siswa SMP. Panduan pelatihan ini dapat digunakan oleh konselor sebagai panduan dalam memberikan pelatihan keterampilan menyelesaikan konflik secara konstruktif kepada siswa SMP. Panduan pelatihan keterampilam menyelesaikan konflik secara konstruktif ini dapat dilanjutkan dengan penelitian kuantitatif (eksperimen) untuk mengetahui keefektifan panduan pelatihan ini
Hubungan antara Kemampuan Pengelolaan Emosi dengan Perilaku Agresi Siswa kelas X MA Hidayatul Ummah Lamongan
ABSTRAK Perilaku agresi mungkin dimiliki oleh siswa SMA yang sedang dalam tahap usia remaja. Perilaku agresi akan menghambat siswa untuk beradaptasi dan sulit menjalin hubungan baik dengan orang lain didalam lingkungan sekolah. Perilaku agresi dapat dikurangi dengan memiliki kemampuan pengelolaan emosi yang tinggi. Pengelolaan emosi yang baik digunakan untuk mengatur perasaan-perasaan yang muncul pada diri siswa agar terungkapkan secara tepat. Pentingnya kemampuan pengelolaan emosi pada diri siswa adalah untuk menahan diri agar tidak larut dalam perasaan yang berlebihan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan (1) tingkat pengelolaan emosi siswa kelas X MA Hidayatul Ummah Lamongan, (2) tingkat perilaku agresi siswa kelas X MA Hidayatul Ummah Lamongan, (3) melihat apakah ada hubungan antara kemampuan pengelolaan emosi dengan perilaku agresi siswa kelas X MA Hidayatul Ummah Lamongan. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara kemampuan pengelolaan emosi dengan perilaku agresi siswa kelas X MA Hidayatul Ummah Lamongan. Rancangan penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan rancangan deskripsi korelasional. Subjek penelitian berjumlah 73 siswa pengambilan subjek dilakukan dengan menggunakan teknik sampel total dengan mengambil keseluruhan siswa kelas X. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah skala pengelolaan emosi dan skala perilaku agresi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan teknik non perametrik uji korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pengelolaan emosi efektif untuk mengurangi perilaku agresi siswa kelas X MA Hidayatul Ummah Lamongan. Pada hasil analisis uji korelasi product moment menunjukkan nilai = -0,564 dengan signifikansi sebesar ,000 yang berarti lebih kecil dar
ANALISIS GENDER TERHADAP PERILAKU PERUNDUNGAN (BULLYING) DI KALANGAN SISWA SMA NEGERI 2 BLITAR
ABSTRAK Usia remaja merupakan usia yang krusial pada tahap perkembangan manusia. Remaja mulai mencari makna dan tujuan mereka hidup. Proses pencarian jati diri ini erat kaitannya dengan hubungan sosial remaja, yaitu hubungan antar teman sebaya. Penolakan hubungan teman sebaya yang bersifat merusak di kelompok sebaya dapat menyebabkan tindakan agresif. Sebaliknya, penolakan yang bersifat produktif justru dapat meningkatkan aktualisasi diri pada remaja. Perundungan antara laki-laki dan perempuan berbeda dilihat dari berbagai perspektif, yaitu perspektif biologis, psikologis, dan gender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan bentuk-bentuk perilaku perundungan antara laki-laki dan perempuan, mengetahui penyebab dominasi perilaku perundungan antara laki-laki dan perempuan, serta menemukan alternatif pencegahan dan penanganan perilaku perundungan pada siswa laki-laki dan perempuan di SMA Negeri 2 Blitar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian embedded konkuren mixed methods, yaitu strategi yang memiliki metode primer sebagai fokus penelitian dan metode sekunder sebagai pendukung penelitian. Metode primer yang digunakan adalah kuantitatif survei sedangkan metode sekunder yang digunakan adalah kualitatif wawancara mendalam. Analisis yang digunakan adalah statistik komparatif dan statistik deskriptif serta analisis data kualitatif. Alat pengumpul data yang digunakan berupa inventori perilaku perundungan. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan perilaku perundungan antara laki-laki dan perempuan dengan nilai koefisien komparasi uji-t sebesar 1,158 dan data sig (2-tailed) 0,248. Analisis data kuantitatif deskriptif menunjukkan bahwa perundungan fisik, verbal, dan cyberbullying didominasi oleh laki-laki sedangkan perundungan relasional didominasi oleh perempuan. Analisis data kualitatif menunjukkan bahwa penyebab perilaku perundungan adalah bercanda, kepuasan diri, manajemen emosi yang kurang baik, membalas perilaku korban, berbagi perasaan, serta perilaku imitasi dari lingkungan; alternatif pencegahan perilaku perundungan diantaranya adalah kolaborasi antara konselor dan guru mata pelajaran lain serta pemaksimalan papan bimbingan, sedangkan alternatif penanganan perilaku perundungan pada laki-laki adalah dengan teknik behavioral dan perempuan adalah dengan layanan mediasi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi bagi konselor sebagai dasar penyusunan tindakan pencegahan dan penanganan dalam perilaku perundungan di sekolah; bagi Jurusan Bimbingan dan Konseling sebagai informasi mahasiswa bimbingan dan konseling agar dapat mengembangkan berbagai media pencegahan dan penanganan perilaku perundungan; serta bagi peneliti selanjutnya sebagai referensi perilaku perundungan dari aspek gender
Hubungan Dukungan Sosial Teman Sebaya dan Self Esteem dengan Kepercayaan Diri Siswa Kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Pamekasan
ABSTRAK Dalam proses perkembangan normal individu, khususnya remaja, akan selalu ada pertentangan, tekanan, atau kesulitan, terkait penilaian akan identitas, penghargaan diri, dan peran individu tentang siapa dirinya, bagaimana ia berperan, citranya di mata dirinya sendiri, dan lain-lain. Selain itu, interaksi dan lingkungan sosial, terutama ada tidaknya dukungan sosial dari orang yang dianggap relatif memiliki hubungan dekat, khususnya dari teman sebayanya, juga berpotensi memicu munculnya tekanan bagi diri remaja. Namun, tidak semua remaja dapat melalui hambatan perkembangan tersebut dengan baik. Sebagian remaja justru menginterpretasikan bahwa ia merasa memiliki penghargaan diri yang rendah akan dirinya serta tidak berhasil mendapat dukungan sosial teman sebayanya, sehingga menyebabkan mereka menjadi tidak percaya diri dan rentan berdampak pada munculnya perilaku negatif yang merugikan. Maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial teman sebaya dan self esteem dengan kepercayaan diri remaja yang diwakili oleh kalangan remaja usia sekolah siswa kelas VII di MTs 1 Negeri Pamekasan, kecamatan Pademawu, kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, tempat kelompok remaja tersebut banyak menghabiskan waktunya. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan korelasi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen penelitian berupa inventori dukungan sosial teman sebaya, self esteem, dan kepercayaan diri, terhadap 118 sampel responden siswa kelas VII. Analisis data dilakukan dengan analisis statistik deskriptif dan korelasi pearson product moment untuk mengkonfirmasi asumsi penelitian dengan hasil penelitian Dengan demikian, melalui uji hipotesis dengan metode korelasional, khususnya analisis korelasi pearson product moment, dapat diambil kesimpulan bahwa hasil penelitian ini membuktikan adanya hubungan dukungan sosial teman sebaya dan self esteem dengan kepercayaan diri siswa