ZOOTEC
Not a member yet
629 research outputs found
Sort by
Ketertarikan masyarakat Desa Mopolo Kecamatan Ranoyapo terhadap budidaya lebah madu (Apis) sebagai daya dukung ekonomi keluarga
Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mempelajari tingkat ketertarikan masyarakat Desa Mopolo Kecamatan Ranoyapo untuk beternak lebah madu serta mempelajari sejauh manatingkat pengetahuan masyarakat Desa Mopolo Kecamatan Ranoyapo dalam mengenal lebah madu sebagai usaha sampingan untuk mendukung ekonomi keluarga. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-April 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, dengan menggunakan objek masyarakat sebanyak 441 responden. Variabel yang diamati yaitu: (1) Tingkat pendidikan, (2) Jenis pekerjaan, (3) Tingkat pengetahuan, (4) Cara memilih bibit yang baik, dan (5) Cara pemberian makanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan SMP sebanyak (60,58%), pekerjaan petani sebanyak (68,30%), pengetahuan masyarakat Desa Mopolo tentang lebah madu sebanyak (89,01%), ketertarikan masyarakat untuk beternak lebah madu sebanyak (79,66%), pengetahuan tentang produk lebah madu sebanyak (69%), pengetahuan tentang cara memilih bibit sebanyak (66,62%), pengetahuan masyarakat tentang pakan lebah madu sebanyak (81,85%), pengetahuan tentang pemilihan lokasi yang baik untuk beternak lebah madu sebanyak (80%). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penduduk yang ada di Desa Mopolo tertarik untuk beternak lebah madu, namun pengetahuan dan pelatihan untuk pembudidayaan lebah madu di Desa Mopolo masih sangat kurang. sehingga masyarakat cenderung menyepelekan usaha budidaya lebah madu.Kata kunci: Respon, tingkat ketertarikan, pengetahuan, leba
Pengaruh perbedaan konsentrasi larutan asam asetat (CH3COOH) terhadap karakteristik fisik gelatin tulang rusuk sapi
Penelitian ini telah dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan larutan asam asetat dengan konsentrasi yang berbeda terhadap nilai pH, rendemen dan viskositas gelatin tulang rusuk sapi. Bahan utama yang di gunakan dalam penelitian ini adalah 4000 gram tulang rusuk sapi segar yang di ambil dari pasar tradisional Bersehati, Manado. Larutan asam asetat (CH3COOH), HCl, dan aquades. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan penambahan larutan asam asetat (CH3COOH) 2,5%, 5%, 7,5% dan 10%, masing-masing diulang sebanyak 5 kali. Variabel yang diamati yaitu nilai pH gelatin, rendemen dan viskositas gelatin tulang rusuk sapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi CH3COOH dalam pembuatan gelatin tulang rusuk sapi memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap nilai pH tetapi memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P< 0,05) terhadap rendemen dan viskositas gelatin tulang rusuk sapi. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa perendaman dalam larutan asam asetat (CH3COOH) 10% pada proses pembuatan gelatin memberikan pengaruh yang baik terhadap nilai pH, rendemen dan viskositas gelatin tulang rusuk sap
Analisis kandungan nutrien rumput letup (Brachiaria sp.) sebagai hijauan pakan di Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan nutrien rumput letup (Brachiaria sp.). Penelitian dilaksanakan di beberapa daerah Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei pada dua lokasi ketinggian dari permukaan laut (dpl): (1) 600 m dpl – 700 m dpl, yaitu Desa Talikuran Kecamatan Tompaso, Desa Kamanga Kecamatan Tompaso, Desa Sendangan Kecamatan Tompaso, dan (2) 800 m dpl – 900 m dpl, yaitu Desa Tumaratas Kecamatan Langowan Barat, Desa Toure Kecamatan Tompaso Barat, Desa Tonsewer Kecamatan Tompaso Barat. Tiap desa diambil 4 sampel sehingga terdapat 24 sampel percobaan. Variabel yang diamati yaitu kandungan nutrien, terdiri dari: kandungan bahan kering, kandungan abu, kandungan lemak, kandungan protein kasar dan kandungan serat kasar. Hasil analisis menunjukkan bahwa lokasi tempat tumbuhnya rumput Letup (Brachiaria sp.) menghasilkan kandungan bahan kering, kandungan abu, kandungan protein kasar dan kndungan serat kasar yang berbeda. Daerah dengan ketinggian di atas permukaan laut 600 m – 700 m menghasilkan kandungan bahan kering dan kandungan protein kasar ysng tinggi serta kandungan serat kasar yang rendah. Desa Sendangan menghasilkan kandungan bahan kering dan kandungan protein kasar tertinggi serta kandungan serat kasar terrendah. Disimpulkan bahwa rumput Letup (Brachiaria sp.) yang tumbuh di desa Sendangan memberikan menghasilkan kandungan nutrien rumput letup yang tertinggi.
Kata kunci: Minahasa, nutrien, rumput letu
Molecular genetic approaches on cattle and chicken breeding: A Review
In recent years, the application of molecular genetic methods and techniques has made a significant contribution in various fields, including animal husbandry. Traditional approaches to livestock breeding have gained new insights from molecular genetics, resulting in increased efficiency and optimization of breeding programs. Genome selection has emerged as a revolutionary technique, enabling comprehensive selection at the early stages of breeding. Moreover, the manipulation of economically important candidate genes at the cellular level contributes to future advances in livestock breeding. In cattle, the integration of gene editing into breeding programs is considered a tool for genetic modification, with particular emphasis on its potential implications across sectors and regions. Numerous studies on the use of genes as the basis for breeding chickens have been conducted extensively. These studies can be categorized into several sections, such as disease resistance, physical performance, and physiological aspects. The significant contribution of molecular genetics to livestock breeding and genetic improvement still requires further research to capitalize on technological advances in this field.
Keywords: Breeding, cattle, chicken, gene selection, molecular geneti
Kemudahan lahir, bobot sapih dan nilai ekonomi pedet yang dihasilkan dari persilangan breed pejantan berbeda dengan induk sapi breed Bali murni
Pengembangbiakan sapi yang dikawinkan dengan Teknik inseminasi buatan (IB) menggunakan semen pejantan Brahman, Limousine dan Simmental sedang berkembang secara umum saat ini di Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Catatan bobot pedet saat lahir dan saat disapih dari 158 ekor induk betina sapi Bali murni umur berkisar lima tahun serta bobot induk setelah melahirkan terakumulasi selama lima tahun (2017-2022) digunakan menilai secara langsung efek berbagai jenis pejantan tersebut yang dikawinkan dengan IB dan secara alami khusus pejantan Bali murni, semuanya dengan induk betina sapi Bali murni terhadap kelancaran lahir anak, bobot pedet dan nilai ekonomis pedet saat disapih. Data dianalisis menggunakan model kovarians. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sapi betina Bali murni dapat digunakan sebagai stok pengganti yang potensial dikawinkan dengan pejantan Brahman, Limousine, dan Simmental unggul untuk peningkatan bobot pedet persilangan sapi Bali dalam populasi sapi komersial tanpa banyak kasus kesulitan melahirkan (dystocia). Program pemuliaan menggunakan pejantan Brahman, Limousine dan Simmental untuk dikawinkan dengan betina sapi Bali murni secara nyata dapat meningkatkan rata-rata pertambahan bobot badan harian (ADG) pedet dan nilai ekonomi yang lebih tinggi dalam istilah income over feed cost (IOFC) pedet saat disapih untuk peningkatan populasi sapi Bali komersial di Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia
Pengaruh jarak tanam terhadap produktivitas rumput gajah mini (Pennisetum Purpureum cv Mott) di areal perkebunan kelapa
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv Mott) yang ditanam di areal perkebunan kelapa dengan jarak tanam berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yang terdiri dari J1: jarak tanam 1,0 m x 0,5 m, J2: jarak tanam 1,0 m x 0,75 m dan J3: jarak tanam 1,0 m x 1,0 m, masing-masing perlakuan terdiri dari 6 ulangan. Variabel yang diukur yaitu produksi segar daun dan batang, produksi bahan kering daun dan batang. Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan jarak tanam memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap produksi segar daun dan batang, serta produksi bahan kering daun dan batang. Uji BNJ menunjukkan bahwa jarak tanam 1,0m x 1,0m memberikan produksi segar daun dan batang, serta produksi bahan kering daun dan batang yang berbeda sangat nyata (P<0,01) lebih tinggi dari jarak tanaman 1,0 m x 0,5 m, tetapi memberikan produksi segar daun dan batang, serta produksi bahan kering daun dan batang yang berbeda tidak nyata (P>0,05) dengan jarak tanam 1,0 m x 0,75 m. Dapat disimpulkan bahwa jarak tanaman 1,0m x 0,75m menghasilkan produksi segar daun dan batang, serta produksi bahan kering daun dan batang yang optimal
Potensi hijauan pakan lokal dalam menunjang dan memperkokoh triple helix pengembangan sapi potong di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Provinsi Sulawesi Utara
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, memberikan gambaran dan informasi mengenai jenis-jenis hijauan pakan ternak, ketersediaan hijauan pakan ternak, menganalisis daya dukung pakan dan kapasitas tampung (Carrying Capacity) hijauan pakan lokal untuk pengembangan sapi potong di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dalam memperkokoh dan menunjang program Triple Helix. Kabupaten Bolaang Mongondow Utara merupakan satu diantara 15 kabupaten/kota di Sulawesi Utara, yang menjadi daerah basis yang potensial untuk pengembangan sapi potong, dimana sampai tahun 2019 populasi sapi potong di daerah ini mencapai 18.221 ekor, tersebar di 6 kecamatan, 107 desa dan kelurahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemeliharaan ternak sapi di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara masih bersifat tradisioanal/ekstensif, sistim pemeliharaan yang dijalankan oleh peternak dengan pola integrasi kelapa-sapi adalah ternak dilepas sepanjang hari dibawah pohon kelapa, dimana ternak betina diikat dibawah pohon sedangkan pejantan dan anak dilepas pada pagi sampai siang hari dan pada sore hari ternak akan digiring berpindah tempat untuk ternak beristirahat. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa Luasan lahan yang potensial untuk dikembangkan sebagai sumber hijauan secara keseluruhan di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara seluas 35.022 ha, namun secara khusus untuk pengembangan lahan hijauan pakan pada daerah padang penggembalaan yaitu seluas 6.863 ha, yang setara dengan kapasitas tampung 52.912 satuan ternak. Potensial ternak yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara hanya berkisar 20.000 ST. Itu berarti produksi hijauan pakan di daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara masih cukup untuk ditambahkan sekitar 30.000 ST.
Kata Kunci: Hijauan, pakan lokal, ternak sapi, Bolaang Mongondow Utara
Pengaruh penambahan kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) terhadap intensitas warna dan organoleptik sosis ayam
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) terhadap intensitas warna dan organoleptik sosis ayam. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah daging ayam, kulit buah naga merah, serta bumbu. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Pengujian organoleptik menggunakan skala hedonik dengan 35 panelis sebagai ulangan. Sebagai perlakuan yaitu: R0 = Tanpa sari kulit buah naga merah; R1 = Penambahan sari kulit buah naga merah 5%; R2 = Penambahan sari kuli buah naga merah 10%; R3= Penambahan sari kulit buah naga merah 15%; dan R4 = Penambahan sari kulit buah naga merah 20%. Variabel yang diukur adalah intensitas warna (L*, a*, b*) dan organoleptik (warna, aroma, tekstur dan cita rasa). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan anova dan dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ). Hasil penelitian terhadap intensitas warna memberikan pengaruh tidak berbeda nyata (P>0,05) pada nilai L* dan berbeda nyata (P<0,05) pada nilai a* dan b* terhadap sosis ayam yang ditambahkan sari kulit buah naga merah. Nilai (L*) mengalami peningkatan yang lebih tinggi dibanding dengan nilai (a*) dan (b*) pada sosis ayam dengan penambahan sari kulit buah naga merah. Dominan intensitas warna yang dihasilkan pada (b*) berwarna kuning dibandingkan (a*) yang berwarna merah dengan penambahan sari kulit buah naga merah, ini disebabkan karena suhu dan lama pemasakan. Untuk uji organoleptik (warna, aroma, tekstur) menunjukan tidak berbeda nyata (P>0,05), dan berbeda nyata (P<0,05) pada cita rasa dengan penambahan sari kulit buah naga merah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan sari kulit buah naga merah pada sosis ayam sampai level 20% memberikan intensitas warna yang baik, untuk organoleptik warna disukai oleh panelis sampai pada level 15%, aroma sampai pada level 5%, dan tekstur serta cita rasa lebih disukai 0% atau tanpa penambahan sari kulit buah naga merah.
Kata Kunci : Sosis ayam, kulit buah naga merah, organolepti
Study kasus kawin berulang (repeat breeding) pada sapi peranakan ongole di Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara
ABSTRAK
Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui dan memperoleh informasi mengenai repeat breeding pada sapi PO di Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Repeat breeding dapat merugikan karena menghambat laju perkembangan sapi PO. Penelitian ini menggunakan data dari 69 ekor sapi PO betina yang memiliki siklus estrus normal. Variabel penelitian yaitu umur pubertas, service per conception, calving interval, dan persentase sapi yang terdampak repeat breeding. Hasil penelitian untuk rata-rata umur pubertas 22,985 ± 2,482 bulan, service per conception untuk sapi yang tidak terdampak repeat breeding 1,3275 ± 0,4734 kali dan yang terdampak 3,9090 ± 1.1361 kali, umur pubertas 22,985 ± 2,482 bulan, dan calving interval 487,5862 ± 11,6318 hari. Kesimpulan terdapat kasus repeat breeding sebesar 16% pada sapi PO yang ada di Kecamatan Wori, dengan faktor penyebab kesalahan manajemen pemeliharaan. Kasus kawin berulang (repeat breeding) sapi betina PO di Kecamatan Wori, tidak mempengaruhi penampilan reproduksi apabila dilihat dari service per conception dan calving interval.
Kata Kunci: kawin berulang, sapi PO, Kecamatan Wori
Fertilitas, daya tetas dan bobot tetas telur ayam kampung unggul Balitbangtan (KUB) yang diinseminasi buatan (IB) dengan volume semen berbeda
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fertilitas, daya tetas, dan bobot tetas telur ayam KUB melalui induk yang di IB dengan volume semen berbeda. Penelitian ini menggunakan materi Ayam KUB jantan 5 ekor dan betina 40 ekor di umur 34 minggu 3 hari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan volume semen yaitu: P1 (0,05 ml), P2 (0,1 ml), P3 (0,15 ml), P4 (0,2 ml) dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Inseminasi dilakukan tiap interval 3 hari sekali dalam waktu 9 hari. Berdasarkan Analisis Keragaman menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang nyata (P > 0,05) terhadap rataan fertilitas, daya tetas, dan bobot tetas antara telur – telur perlakuan. IB pada induk ayam KUB dengan volume 0,05 ml, 0,1 ml, 0,15 ml, dan 0,2 ml menghasilkan telur tetas dengan kisaran fertilitas 94,91% – 100%, kisaran daya tetas 93,96% – 96,66%, dan kisaran bobot tetas 28,14 g – 29,95 g. Dapat disimpulkan bahwa IB dengan volume semen 0,05 ml pada ayam KUB sudah dapat menghasilkan telur – telur dengan fertilitas dan daya tetas yang sangat baik serta bobot tetas yang optimal