ZOOTEC
Not a member yet
629 research outputs found
Sort by
Sifat fisik dan organoleptik nugget ayam yang menggunakan sayur brokoli (Brassica oleracea var italica)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik dan organoleptik produk nugget ayam yang menggunakan sayur brokoli. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari daging ayam broiler, brokoli, tepung tapioka dan bahan lainnya. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Untuk variabel sifat fisik terdiri dari pH, daya ikat air, susut masak dan untuk organoleptik terdiri dari warna, aroma, tekstur, dan citarasa, dianalisa di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi Manado. Analisis data menggunakan analysis of variance (ANOVA) untuk mengetahui perlakuan mana yang berbeda nyata secara statistik dan dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ). Hasil analisis menunjukan bahwa nugget ayam yang menggunakan sayur brokoli memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap daya ikat air dan susut masak, tetapi tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan pH. Hasil uji organoleptik memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap warna, aroma, tekstur, dan cita rasa. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan maka disimpulkan bahwa nugget ayam yang menggunakan sayur brokoli sampai 15% menghasilkan sifat fisik dengan penerimaan organoleptik yang disukai panelis.
Kata Kunci : Nugget ayam, sayur brokoli, sifat fisik, organolepti
Pengaruh penambahan tepung kacang hijau (phaseolus radiatus l) terhadap sifat fisik dan organoleptik es krim
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kacang hijau (Phaseolus radiatus L) terhadap sifat fisik dan organoleptik es krim. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah susu UHT, susu skim milk, whipeed cream, gula pasir, agar-agar ,kuning telur, dan tepung kacang hijau. Peralatan yang digunakan adalah kompor gas, panci, sendok kayu, mangkok wadah untuk bahan, spatula, pisau, gunting, gelas plastik, sendok es krim, cup es krim, gelas ukur, mixer, timbangan, freezer, dan alat uji organoleptik yaitu tissue, aqua, ketimun, kertas, kuisioner dan alat tulis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 dan 4 ulangan. Data dianalisis menggunakan (ANOVA) dan uji organoleptik menggunakan skala hedonik dengan 30 panelis. Apabila perlakuan berpengaruh nyata maka dilanjutkan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan penambahan tepung kacang hijau P0, P1, P2, P3,dan P4 memberikan pengaruh berbeda nyata (P<0,05) terhadap Overrun, aroma, tekstur, cita rasa, dan bebeda tidak nayata (P>0,05) terhadap warna, pH, dan titik leleh. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung kacang hijau sampai dengan 30% memberikan hasil yang baik terhadap sifat overrun dan 10% lebih disukai.
Pemberian ekstrak rumput laut cokelat (Sargassum crassifolium) dalam air minum ayam petelur terhadap kadar asam lemak tak jenuh telur
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak rumput laut coklat (Sargassum crassifolium) terhadap kadar asam lemak tak jenuh telur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan masing masing terdiri dari 6 ulangan. Enam puluh ekor ayam petelur Isa Brown ditempatkan secara acak dan diberikan perlakuan level ekstrak rumput laut (ERL). Perlakuan pada penelitian ini yaitu level pemberian ekstrak rumput laut dalam air minum yang terdiri dari: 0% ERL, 2,5% ERL, 5% ERL, 7,5% ERL dan 10% ERL. Variabel yang diamati yaitu kadar asam lemak telur. Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa pemberian ERL dalam air minum memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar asam lemak telur ayam. Hasil uji BNJ menunjukkan bahwa level pemberian ERL 10,0% dalam air minum menghasilkan kandungan asam palmitat, oleat dan linoleat yang sangat nyata (P<0,01) lebih tinggi dari ERL 0% dan 2,5%, tetapi memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata (P>0,05) dari ERL 7,5%. Dapat disimpulkan bahwa level pemberian ERL cokelat (Sargassum crassifolium) dalam air minum ayam petelur sebanyak 5,0 % menghasilkan kandungan asam oleat dan linoleat telur tertinggi, sedangkan 7,5% menghasilkan kadar asam palmitat telur tertinggi
Analisis pertumbuhan beberapa varietas sorgum fase soft dough sebagai hijauan pakan yang ditanam pada areal perkebunan kelapa
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pertumbuhan beberapa jenis sorgum mutan fase soft dough sebagai pakan hijauan di areal pertanaman kelapa. Lokasi penelitian di area pertanaman kelapa di Desa Paniki Bawah Kecamatan Mapanget, Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan Rancangan acak lengkap 4 perlakuan dengan 5 ulangan. Empat jenis sorgum varietas Suri 3, Suri 4, Samurai 2 dan Kawali. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, lebar dan panjang daun dan diameter batang dan panjang malai. Hasil penelitian menunjukkan varietas sorgum memberikan perbedaan yang sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, lebar dan panjang daun dan diameter batang dan panjang malai. Parameter tinggi tanaman dan panjang daun tertinggi pada tanaman sorgum Suri 3, Jumlah daun terbanyak pada tanaman Suri 4, sedangkan Lebar daun, diameter batang serta panjang malai tertinggi pada tanaman Samurai 2. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat dinamika pertumbuhan pada beberapa jenis sorgum, Suri 3 tertinggi untuk tinggi tanaman, jumlah daun dan panjang daun lebih cocok sebagai pakan ruminasia sedangkan Samurai 2 tertinggi untuk panjang malai, lebar daun dan diameter batang, lebih cocok untuk pangan dan bioenerg
Pengaruh perendaman dalam larutan asam klorida (HCl) terhadap nilai pH, kekuatan gel, viskositas, dan rendemen gelatin kulit sapi
Kulit sapi dapat dimanfaatkan untuk pembuatan produk pangan hasil ikutan ternak yang antara lain gelatin. Salah satu proses pembuatan gelatin adalah perendaman dengan menggunakan asam klorida. Penelitian ini telah dilakukan untuk mengkaji pengaruh penambahan larutan asam klorida dengan konsentrasi yang berbeda terhadap nilai pH kekuatan gel, rendemen dan viskositas gelatin kulit sapi. Bahan utama yang di gunakan adalah 2000 gram kulit sapi, larutan asam klorida (HCl), dan aquades. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan penambahan larutan asam asetat 1%, 2%, 3%, dan 4%, masing-masing diulang sebanyak 4 kali. Variabel yang diamati adalah nilai pH, kekuatan gel, viskositas dan rendemen. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi HCl memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata (P>0,01) terhadap nilai pH gelatin kulit sapi, akan tetapi memberikan pengaruh perbedaan yang sangat nyata terhadap terhadap kekuatan gel, viskositas dan rendemen gelatin kulit sapi (P<0,01). Kesimpulan nya adalah kulit sapi yang di proses dengan menggunakan larutan perendam asam klorida (HCl) 4% menghasilkan gelatin dengan karakteristik kimia dan fisik yang baik yakni dengan nilai pH 5,71% kekuatan gel 74,48 g Bloom, viskositas 5,47 cP dan rendemen 13,06%.
Kata kunci : Asam klorida, gelatin, kulit sap
Karakterisasi tingkah laku induk dan anak kelelawar kalong hitam (Pteropus alecto) dalam kandang
Induk yang tidak mampu merawat anaknya akan berakibat pada pertumbuhan bahkan menyebabkan kematian anaknya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik tingkah laku induk kelelawar merawat anaknya dalam kandang. Materi penelitian ini menggunakan dua ekor induk kelelawar (Pteropus alecto) menyusui yang dipelihara dalam satu kelompok. Metode penelitian ini menggunakan metode observasi dan alat bantu camera, video, serta stopwacth. Teknik pengambilan data yaitu pencatatan tingkah laku induk dan anak kelelawar pada lembar ethogram, selanjutnya dihitung frekuensi dan lama waktu menyusui, grooming, makan, terbang, dan bermain. Data yang diperoleh dianalisis dan disajikan dalam bentuk gambar dan tabel kemudian dibahas secara deskriptif. Hasil yang diperoleh yaitu induk menyusui anaknya pada posisi bertengger sambil menutupi anak yang sedang menyusui dengan sayapnya. Induk memberikan makan kepada anaknya dengan cara menempelkan mulut keanaknya. Induk dan anak saling melakukan grooming dengan cara saling menjilat. Anak mulai terbang ketika induk menyentuh berulang-ulang sayap anaknya yang bertengger dekat induknya. Induk dan anak bermain dengan cara saling kejar-kejaran sesekali saling menggigit dan kembali kejar-kejaran. Rataan frekuensi dan lama tingkah laku menyusu, memberi makan, grooming, belajar tebang dan bermain induk satu dan anaknya dalam periode waktu pukul 18.00-24.00 perhari secara berturut-turut yaitu 3,82 kali selama 815,58 detik, 5,68 kali selama 244,51 detik, 2,28 kali selama 206,30 detik, 10,17 kali selama 52,80 detik , 0,70 kali selama 45,15 detik. Induk dua dan anaknya secara berturut-turut yaitu 1,86 kali 254,33 detik, 5,25 kali selama 13,13 detik, 2,11 kali selama 70,17 detik, 5,26 kali selama 10,63 detik, 0,62 kali selama 4,61 detik. Kesimpulan dari hasil penelitian ini yaitu kedua induk dan anak kelelawar melakukan deskripsi aktifitas tingkah laku yang sama. Frekuensi dan lama aktifititas tingkah laku menyusui dan grooming banyak dilakukan pada pukul 22.00-24.00, Frekuensi dan lama aktifitas terbang dan bermain pada pukul 20.01-22.00, serta frekuensi dan lama aktifitas makan pada pukul 18.00-20.00.
Kata Kunci : Induk dan anak kelelawar, kalong hitam, Pteropus alecto, tingkah lak
Analisis break even point usaha ternak ayam buras milik Bapak Jotje Rawung di Desa Paniki Atas Kecamatan Talawaan (Studi Kasus)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pendapatan dan Break Even Point (BEP) usaha ternak ayam buras milik Bapak Jotje Rawung di Desa Paniki Atas Kecamatan Talawaan (Studi Kasus). Usaha pemeliharaan ayam buras (bukan ras) masih berlanjut sampai saat ini dan dipelihara secara tradisional dan usaha sering mengalami fluktuasi untung dan rugi selama berusaha. Fluktuasi untung dan rugi karena naik turunnya jumlah ayam yang dipelihara pada bulan Januari sampai Maret 2021 ayam yang dipelihara ±100 ekor dan turun pada bulan Mei sebanyak 40 ekor disebabkan oleh tingkat kematian 45% karena wabah penyakit dan ternak ayam dimakan ternak anjing liar. Kemudian pada bulan Juni sampai November 2021 naik sebanyak 100 ekor, artinya ada kenaikan dari hasil poduksi telur yang ditetaskan, dan penjulan tahun 2021 hanya 15 ekor. Penelitian ini menggunakan jenis data primer dan sekunder. Data yang dikumpulkan di tabulasi dan dianalisa menggunakan metode analsisis deskriptif, yaitu metode analisis yang dapat memberikan gambaran maupun uraian jelas mengenai suatu keadaan atau fenomena, sehingga dapat mengetahui biaya produksi, penerimaan, pendapatan dan Break Even Point (BEP) adalah kondisi suatu usaha yang tidak mendapatkan keuntungan maupun kerugian, yang dibedakan atas BEP Produksi dan BEP Harga. Pendapatan usaha ternak ayam buras milik Bapak Jotje Rawung yaitu Rp. 2.864.932/tahun. Nilai BEP produksi adalah 44 ekor dan nilai BEP harga adalah Rp. 84.847/ekor. Hasil penelitian menjelaskan bahwa jumlah penjualan ayam buras 65 ekor, sudah berada di atas nilai BEP dan rata-rata harga penjualan Rp. 125.000/ekor sudah berada di atas nilai BEP, sehingga peternak sudah memperoleh keuntungan
Pengaruh lama perendaman dalam asap cair terhadap sifat organoleptik sosis daging ayam
Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh lama perendaman dalam asap cair terhadap sifat organoleptik sosis ayam. Penelitian ini telah di lakukan di laboratorium Tekonologi Hasil Ternak (THT), Fapet Unsrat Manado. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah; P0 (0 Menit: Sosis tanpa perendaman dalam asap cair), P1 (20 menit perendaman sosis ayam dalam asap cair), P2 (40 menit perendaman sosis ayam dalam asap cair), P3 (60 menit perendaman sosis ayam dalam asap cair), dan P4 (80 menit perendaman sosis ayam dalam asap cair). Variable yang diamati adalah sifat organoleptik (warna, aroma, tekstur dan rasa). Data di analisis dengan anova dan dilanjutkan uji Berbeda Nyata Jujur. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan perendaman dalam asap cair pada 0 menit, 20 menit, 40 menit dan 60 menit memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap mutu organoleptik sosis ayam. Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa sosis ayam dengan perendaman menggunakan 20 % asap cair selama 60 di sukai oleh panelis
Performans ternak puyuh (Coturnix-coturnix japonica) yang diberikan probiotik pada air minum
ABSTRAKPuyuh (Coturnix-coturnix japonica) merupakan salah satu jenis ternak yang produksi utamanya adalah telur. Rata-rata ternak puyuh mulai memproduksi telur saat berumur 6 minggu dan akan berhenti berproduksi ketika berumur 18 bulan. Burung puyuh betina dapat berproduksi 200 sampai 300 butir telur dalam satu tahun. Permasalahan dalam beternak puyuh adalah produksi telur yang tidak optimal. Pengkajian ini telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui peformans ternak puyuh (Coturnix-coturnix japonica) yang diberikan probiotik pada air minum. Materi yang digunakan adalah 160 ekor puyuh betina. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis varians. Hasil yang berbeda nyata dilakukan uji beda nyata jujur (BNJ). Berdasarkan hasil analisis varians penambahan probiotik pada air minum ternak puyuh hingga dosis 1,5% memberikan pengaruh yang nyata terhadap konsumsi ransum dan produksi telur ternak puyuh (P<0,05). Dan berdasarkan hasil analisis varians penambahan probiotik pada air minum ternak puyuh hingga dosis 1,5% memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap konsumsi air minum dan konversi ransum ternak puyuh (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian probiotik pada level 0,5% - 1,5% dalam air minum belum dapat mengoptimalkan produksi telur, konsumsi air minum dan konsumsi ransu
Waktu leleh, pH dan sensoris es krim dengan penambahan ekstrak bunga telang kering (Clitoria ternatea L.)
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui waktu leleh, pH dan sifat sensoris dari es krim yang ditambahkan ekstrak bungan telang (Clitoria ternatea L). Materi yang digunakan adalah lemari pendingin, freezer, timbangan analitik, mixer, gelas ukur, stopwatch, cup es krim, pengaduk, sendok es krim dan wadah plastik. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah susu UHT (Ultra high Temperature), gula pasir, wheapy cream, kuning telur, susu bubuk, agar-agar, air, dan bunga telang kering. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA (analysis of variance) dan apabila ada perbedaan antar perlakuan dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test). Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah waktu leleh, pH dan sensoris (warna, aroma, tekstur, citarasa). Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan ekstrak bunga telang memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap waktu leleh dan pH es krim dan tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap sensoris (warna, aroma, tekstur, cita rasa) es krim. Berdasarkan hasil dan pembahasan kesimpulan penelitian ini adalah es krim dengan penambahan ekstrak bunga telang sebanyak 6%, memberikan hasil yang baik terhadap waktu leleh, pH dan beberapa sifat sensoris es krim.
Kata Kunci: Es krim, bunga telang, waktu leleh, pH, sensoris