629 research outputs found

    Kecernaan bahan kering, bahan organik, serat kasar dan protein kasar ransum ayam petelur yang menggunakan tepung daun pangi (Pangium edule reinw)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung daun pangi (Pangium edule reinw) dalam pakan ayam petelur terhadap kecernaan bahan kering, bahan organic, serat kasar dan protein kasar. Penelitian ini menggunakan 20 ekor ayam ras Strain Isa Brown umur 46 minggu. Rancangan yang digunakan adalah Racangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu penggantian tepung daun pangi dengan ransum dasar, perlakuannya adalah R0 = Ransum dasar tanpa menggunakan tepung daun pangi, R1 = Ransum dasar 98% +2% tepung daun pangi, R2 = Ransum dasar 96% +4% tepung daun pangi  R3 = Ransum dasar 94% +6% tepung daun pangi. Hasil analisis ragam menunjukan bahwa penggunaan tepung daun pangi pada level 2%, 4% dan, 6% dalam ransum memberikan pengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organic, kecernaan serat kasar, dan keceranaan protein kasar. Berdasarkan hasil peneliti dapat disimpulkan bahwa penggantian tepung daun pangi sampai level 6% dapat menggantikan ransum dasar ayam petelur. Kata Kunci: daun pangi ,kecernaan bahan kering,kecernaan bahan organik, protein kasar ,ayam petelu

    Analisis produksi, kualitas, dan harga susu sebelum dan selama wabah PMK di KPBS Pangalengan

    Get PDF
    Penyakit Mulut dan Kuku merupakan salah satu Penyakit Hewan Menular Strategis yang dapat menyerang sapi perah dengan angka kematian dan kesakitan yang tinggi, serta dampak kerugian ekonomi bagi peternak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa produksi, kualitas, dan harga susu sapi perah sebelum dan selama PMK di KPBS Pangalengan. Metode penelitian menggunakan data primer dan sekunder yang dianalisis dengan Uji T berpasangan pada taraf signifikansi α = 0,05. Penelitian melibatkan tiga periode penting: April 2022 (sebelum PMK), Agustus 2022 (puncak PMK), dan Januari 2024 (setelah pengobatan dan vaksinasi) dengan pasangan data P1 (April 2022 dan Agustus 2022) dan P2 (April 2022 dan Januari 2024). Hasil menunjukkan bahwa performa dari produksi susu, grade TPC, dan penerimaan peternak mengalami penurunan pada Agustus 2022 dan kembali naik pada Januari 2024, sedangkan kualitas dan harga susu cenderung naik pada setiap periodenya. Hasil perbandingan uji t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap produksi, kadar lemak, dan harga susu sebelum dan selama PMK, sedangkan terhadap kadar BKTL dan protein susu tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Pada grade TPC dan penerimaan peternak terdapat perbedaan yang signifikan pada P1, akan tetapi tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada P2

    Akseptabilitas dan kualitas produk nugget ayam menggunakan tepung ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L) dengan lama penyimpanan berbeda sebagai pangan fungsional

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akseptabilitas dan kualitas produk nugget ayam menggunakan tepung ubi jalar ungu dengan lama penyimpanan berbeda sebagai pangan fungsional. Metode penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi Dalam Waktu (Split Plot Design in Time) dengan rancangan dasar RAL (Steel dan Torrie, 1994 dalam Anisa et al., 2013), dan sebagai perlakuan petak utama A = lama penyimpanan pada suhu dingin (A1=10 hari, A2=14 hari, A3=18 hari, A4=22 hari) dan anak petak B = penambahan tepung ubi jalar ungu (B1=10 g, B2=20 g, B3=30 & B4=40 g) dengan 3 ulangan. Parameter yang diukur yaitu uji sensoris (akseptabilitas/tingkat penerimaan & citarasa) uji fisik (daya ikat air), uji kimia (kadar protein & kadar lemak), uji mikrobiologis (Total bakteri/TPC). Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pengaruh perlakuan penambahan tepung ubi jalar ungu dengan lama penyimpanan berbeda memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap akseptabilitas, kadar protein, kadar lemak, total bakteri dan citarasa produk nugget sebagai pangan fungsional. Kesimpulan penambahan tepung ubi jalar ungu sampai 30 g dengan lama penyimpanan 14 hari menghasilkan akseptabilitas dan kualitas produk nugget sebagai pangan fungsional. Kata kunci : Akseptabilitas, nugget ayam, tepung ubi jalar ungu

    Morfologi kelelawar (Chiroptera: Megachiroptera) di sekitar perkebunan Desa Sawangan Minahasa Utara

    Get PDF
    Sawangan merupakan desa Wisata Budaya Nasional dengan objek wisata budaya Taman Purbakala Waruga. Terletak di kaki gunung klabat yang menyimpan keanekaragaman satwa liar termasuk kelelawar. Kelelawar berfungsi sebagai penyebar biji-bijian dan sebagai pollinator buah-buahan yang bernilai ekonomis, namun kelelawar dimanfaatkan sebagai bahan pangan oleh sebagian orang.  Berdasarkan hasil diskusi dengan warga desa Sawangan bahwa kelelawar dijadikan bahan pangan oleh sebagian masyarakat juga diperdagangkan oleh beberapa pemburu di desa untuk memenuhi kebutuhan ekonomi yang menyebabkan aktivitas berburu terus dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis-jenis kelelawar endemik Sulawesi yang dijadikan bahan pangan oleh sebagian masyarakat di desa Sawangan. Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan. Metode yang digunakan yaitu observasi dengan mendatangi para pemburu ketika mereka berburu. Variabel morfologi yang diukur yaitu bobot badan, morfometri tubuh dan ciri-ciri fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan morfologi kelelawar pemakan buah yang teridentifikasi ada lima jenis yaitu Rousettus amplexicaudatus, Rousettus celebensis, Nytimene cephalotes, Cynopterus minutus dan Thoopterus nigrencens. Kesimpulan hasil penelitian ini yaitu dari kelima jenis kelelawar yang teridentifikasi, dua jenis endemik Pulau Sulawesi dan Maluku yaitu  R.celebensis dan T. nigrencens. Kata kunci:  morfologi, kelelawar, Sawanga

    Efisiensi reproduksi sapi perah betina peranakan Friesian Holstein di Balai Pengembangan Bibit Ternak dan Benih Pertanian Unit Tampusu

    Get PDF
    Sapi perah Friesian Holstein (FH) merupakan salah satu sumber daya alam dan juga merupakan sumber protein hewani (susu) yang dibutuhkan oleh manusia, namun dalam upaya perkembangannya di Sulawesi Utara khususnya di Tampusu pengelola peternakan masih belum mengenal dan atau menerapkan manajemen reproduksi. Kendala dalam pelaksanaan manajemen reproduksi sapi perah di Balai Pengembangan Bibit Ternak dan Benih Pertanian (BPBTBP) unit Tampusu berpotensi untuk tidak tercapainya performa reproduksi sapi perah betina FH yang diharapkan dan berdampak pada efisiensi reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi reproduksi sapi perah Friesian Holstein (PFH) yang dipelihara di BPBTBP. Penelitian ini telah dilaksanakan dengan menggunakan metode survei. Parameter yang diukur adalah: umur pertama kawin (UPK), umur pertama beranak (UPB), Service Per Conception (S/C), Calving Interval (CI), Estrus Post Partum (EPP). Data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif dan ditampilkan dalam bentuk tabel, gambar dan diagram. Hasil penelitian menunjukkan angka capaian rata-rata untuk UPK 2,6 ± 0,89 ; UPB 3,6 ± 0,89 tahun, S/C 2,8 ± 0,45 kali, CI 24 ± 0 bulan, CR 0% dan EPP 90 ± 7,07 hari. Kesimpulan : Ditinjau dari aspek angka capaian rata-rata UPK, UPB, S/C, CI, CR dan EPP maka dapat disimpulkan bahwa sapi FH yang ada di BPBTBP unit Tampusu memiliki efisiensi reproduksi yang rendah. Kata Kunci :Efisiensi reproduksi, sapi perah, Tampus

    Fitoremediasi tanaman kiambang (Salvinia molesta) pada pengolahan limbah cair peternakan babi

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas fitoremediasi tanaman kiambang dalam mereduksi limbah cair peternakan babi. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu Faktor A penggunaan aerator dan non aerator dan Faktor B perlakuan level penutupan tanaman 50% dan 100%, dengan 5 (lima) ulangan. Variabel yang diamati yaitu BOD, DO, TDS, Fosfat dan Nitrat (NO3). Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa penggunaan aerator, level penutupan dan interaksi antara aerasi dan level penutupan memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai BOD, DO, TDS, fosfat dan Nitrat. Uji lanjut BNJ menunjukkan bahwa penggunaan aerator dengan level penutupan 50% memberikan nilai BOD, TDS, Fosfat dan Nitrat yang sangat nyata (P<0,01) lebih tinggi dari penggunaan aerator dengan level penutupan 100%, dan tanpa aerator dengan level penutupan 50% dan 100% tanpa aerator. Hal ini mengindikasikan bahwa efektifitas penggunaan tanaman Kiambang dengan penutupan 100% dan 50% tanpa aerator   mampu menurunkan nilai BOD, TDS, Fosfat, Nitrat dan menaikan nilai DO dibandingkan perlakuan penutupan 100% dan 50% menggunakan aerator. Disimpulkan bahwa fitoremediasi tanaman Kiambang (Salvinia Molesta) dengan level penutupan 50% dan 100% tanpa aerator lebih efektif menurunkan nilai BOD, TDS, Fosfat dan Nitrat dan menaikan nilai DO limbah cair peternakan babi. Kata Kunci: Fitoremediasi, kiambang, limbah cair        

    Pengujian daya kecambah benih sorgum varietas Numbu dengan metode priming menggunakan urin kelinci

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya kecambah benih sorgum varietas Numbu dengan metode priming benih menggunakan urin kelinci. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 6     perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan perendaman dalam urin kelinci yaitu: 0 jam, 1 jam, 3 jam, 6 jam, 9 jam dan 12 jam. Analisis data menggunakan analisis varians untuk mengetahui perbedaan perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa priming menggunakan urin kelinci memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P<0,05) terhadap persentase perkecambahan (87,20%), rata-rata laju perkecambahan (39,75), indeks kecepatan  berkecambah (73,71), panjang kecambah (74,92 mm), panjang daun (195,40 mm). Hasil analisis menunjukkan priming dengan urin kelinci memberikan pengaruh berbeda nyata (P<0,05) terhadap persentase perkecambahan, rata-rata laju perkecambahan, indeks kecepatan berkecambah, panjang kecambah dan panjang daun.  Kesimpulan pada penelitian ini ialah waktu priming yang paling optimum memberikan pengaruh terhadap perkecambahan benih sorgum, dimana untuk persentase perkecambahan dan indeks kecepatan berkecambah yang tertinggi pada  perlakuan dengan waktu priming 3 jam, untuk rata-rata laju perkecambahan, panjang kecambah dan panjang daun yang tertinggi adalah perlakuan dengan waktu priming 6 jam. Kata kunci: priming, sorgum, perkecambahan, urin kelinci

    Pengaruh atribut kemasan terhadap minat beli Cimory Yoghurt Squeeze pada konsumen Golden Pasar Swalayan Manado

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh atribut kemasan (warna, gambar, dan huruf/tipografi) terhadap minat beli konsumen Cimory Yoghurt Squeeze di Golden Pasar Swalayan Manado. Penelitian ini dilaksanakan pada April 2023 sampai Mei 2023 dengan menggunakan metode survey. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik nonprobability sampling dengan metode sampling incidental. Responden dalam penelitian ini yaitu semua konsumen yang datang ke Golden Pasar Swalayan dalam kurun waktu satu bulan sesudah pembelian Cimory Yoghurt Squeeze. Responden yang dikumpulkan sebanyak 60 pembeli. Model analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linier berganda yang sebelumnya ditabulasi menggunakan skala Likert. Pengujian variable menggunakan uji F dan uji t. Analisis data dilakukan dengan menggunakan software program SPSS versi 22 for windows. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu atribut warna, atribut gambar, dan atribut huruf/tipografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total pembeli sebagai responden terbanyak yaitu wanita 40 orang (66,67%) dan pria 20 orang (33,33%).  Pembeli berusia 15-27 Tahun yang terbanyak yaitu 93% terdiri dari wanita 66,07 % dan pria 33,93%. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa atribut kemasan (warna, gambar, dan huruf/tipografi) secara simultan berpengaruh nyata terhadap minat beli konsumen CimoryYogurt Squeeze di Golden Pasar Swalayan Manado

    Sifat fisik dan organoleptik es krim dengan penambahan ubi banggai ungu (Dioscorea alata L.)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ubi banggai ungu (Dioscorea alata L) terhadap sifat fisik dan organoleptik es krim. Bahan utama yang digunakan dalam penelitian adalah susu UHT, ubi banggai ungu. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan untuk kualitas fisik, dan untuk pengujian organoleptik terdiri  dari 4 perlakuan dan 35 ulangan (panelis). Adapun perlakuan dalam penelitian  ini adalah:  P0 Tanpa penambahan ubi banggai ungu 0%, P1 Penambahan ubi banggai ungu 8%, P2 Penambahan ubi banggai ungu 16%, P3 Penambahan ubi banggai ungu 24%. Variabel yang diukur adalah sifat fisik, overrun, waktu leleh dan uji organoleptik warna, aroma, tekstur dan cita rasa. Data yang diperoleh dari semua variable dianalisis menggunakan analisis varians. Apabila terdapat perbedaan  rataan perlakuan akan dilanjutkan dengan uji lanjut beda nyata jujur (BNJ). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan penambahan ubi banggai ungu memberikan pengaruh berbeda nyata (P<0,05) terhadap titik leleh, warna, dan cita rasa dan berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap overrun, aroma dan tekstur. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan pada penelitian yang dilakukan dapat di simpulkan bahwa penambahan ubi banggai ungu pada sampai dengan 8% menunjukkan kualitas fisik es krim yang baik dan secara organoleptik  dapat diterima oleh panelis. Kata kunci: Es krim, kualitas fisik, organoleptik, ubi banggai ungu (Dioscorea alata L

    Analisis produktivitas dan kapasitas tampung beberapa varietas sorgum yang ditanam di areal perkebunan kelapa

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas dan kapasitas tampung beberapa varietas sorgum yang ditanam di areal perkebunan kelapa. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan sehingga diperoleh 20 satuan percobaan. Perlakuan yang diberikan yaitu varietas tanam sorgum yang terdiri dari V1 = Suri 3, V2 = Samurai 2, V3 = Kawali, dan  V4  = Suri 4. Variabel yang diukur terdiri dari produksi bahan kering dan rasio daun, batang, dan malai serta kapasitas tampung. Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa varietas memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap produksi bahan kering dan rasio daun, batang, dan malai serta kapasitas tampung. Uji lanjut BNJ menunjukkan bahwa varietas Kawali memiliki produksi bahan kering dan rasio daun, batang, dan malai serta kapasitas tampung yang sangat nyata (P<0,01) lebih tinggi dari varietas Suri 3, Samurai 2 dan Suri 4. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa varietas Kawali memberikan hasil tertinggi pada produksi bahan kering dan rasio daun, batang, dan malai serta kapasitas tampung. Kata Kunci : batang, daun, malai, produktivitas, kapasitas tampung

    610

    full texts

    629

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    ZOOTEC
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇