629 research outputs found

    Penerapan biosekuriti pada peternakan ayam broiler di desa Warisa Kampung Baru

    Get PDF
    Suatu penelitian telah dilakukan untuk mengetahui penerapan biosekuriti pada peternakan ayam broiler di desa Warisa Kampung Baru.  Penelitian ini menggunakan metode analisis statistik deskriptif.  Aspek yang dikaji adalah tentang penerapan biosekuriti peternakan ayam broiler. Untuk penilaian penerapan biosekuriti, beberapa parameter dilengkapi dengan indikatornya masing-masing. Pengukuran parameter penelitian pertama-tama menggunakan skala Guttman, dan setelah hasil per parameter dalam bentuk persentase didapat, kemudian diinterpretasikan berdasarkan skala Likert. Hasil pengamatan menyimpulkan bahwa akumulasi penerapan biosekuriti peternakan ayam broiler di desa Warisa Kampung Baru adalah 89,0%, masuk pada kategori sangat baik; namun, peternakan ayam broiler di desa Warisa Kampung Baru, belum menerapkan biosekuriti secara menyeluruh (100,0%). Penerapan biosekuriti belum menyeluruh yakni biosekuriti terhadap hewan pengganggu serta biosekuriti terhadap lalu lintas tamu dan karyawan/pekerja peternakan, sedangkan penerapan biosekuriti pada parameter lainnya sudah diterapkan sepenuhnya dan perlu dipertahankan. Kata kunci: broiler, penerapan biosekuriti, usaha peternaka

    Analisis kelayakan finansial peternakan sapi perah pada Koperasi Unit Desa Cepogo Kabupaten Boyolali

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan untuk menentukan karakteristik dan kelayakan finansial dari peternakan rakyat yang tergabung pada KUD Cepogo di Kabupaten Boyolali. Penelitian dilakukan pada tanggal 1-30 November 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu non-probability sampling dengan metode accidental sampling. Responden adalah peternak yang dipilih secara acak sejumlah 60 responden. Teknik pengumpulan data yaitu dengan pengamatan dan wawancara secara langsung dengan peternak. Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan kelayakan finansial usaha yaitu NPV Rp 3.709.643 pada skala kecil, Rp 39.842.186 pada skala menengah dan Rp 144.265.184 pada skala besar, yang mana ketiganya lebih besar dari nol. BCR 1,06 pada skala kecil, 1,34 pada skala menengah dan 1,64 pada skala besar, yang mana lebih besar nilainya dari 1. IRR 9,09% pada skala kecil, 19,98% pada skala menengah dan 38,44 pada skala besar, hal ini lebih besar dari suku bunga kredit Bank BRI sebesar 6%. Payback period selama 2,65 tahun pada skala kecil, 2,08 tahun pada skala menengah dan 1,70 tahun pada skala besar. Dapat disimpulkan bahwa peternak sapi perah yang tergabung pada KUD Cepogo dinyatakan layak secara finansial karena sudah memenuhi kriteria kelayakan investasi sehingga usaha dinyatakan menguntungkan dan layak untuk dijalankan

    Analisis pendapatan usaha ternak sapi di Desa Molompar Utara Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pendapatan usaha ternak sapi serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode survey yang dilaksanakan di Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara, lokasi tersebut ditentukan secara sengaja dengan pertimbangan memelihara minimal 1 ekor ternak sapi dan pernah menjual ternak sapi dalam 1 tahun terakhir. Berdasarkan kriteria tersebut dipilih sebanyak 30 peternak secara sengaja. Variabel yang digunakan yaitu jumlah ternak sapi yang dipelihara, biaya pakan hijauan dan harga jual ternak sapi. Selanjutnya digunakan analisis regresi berganda untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usaha ternak sapi. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah pendapatan pada usaha ternak sapi sebesar Rp29.891.719/tahun/peternak dengan pemeliharaan 4 ekor/peternak. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan yaitu jumlah ternak sapi yang dipelihara, biaya pakan hijauan dan harga jual ternak sapi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pendapatan usaha ternak sapi serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode survey yang dilaksanakan di Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara, lokasi tersebut ditentukan secara sengaja dengan pertimbangan memelihara minimal 1 ekor ternak sapi dan pernah menjual ternak sapi dalam 1 tahun terakhir. Berdasarkan kriteria tersebut dipilih sebanyak 30 peternak secara sengaja. Variabel yang digunakan yaitu jumlah ternak sapi yang dipelihara, biaya pakan hijauan dan harga jual ternak sapi. Selanjutnya digunakan analisis regresi berganda untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usaha ternak sapi. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah pendapatan pada usaha ternak sapi sebesar Rp29.891.719/tahun/peternak dengan pemeliharaan 4 ekor/peternak. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan yaitu jumlah ternak sapi yang dipelihara, biaya pakan hijauan dan harga jual ternak sapi. Kata kunci: ternak sapi, pendapatan, pakan, harga

    Analisis pertumbuhan beberapa jenis sorgum hasil mutasi radiasi fase hard dough sebagai pakan ternak ruminansia

    Get PDF
      Tanaman sorgum (Sorghum bicolor L. Moench) berpotensi menjadi hijauan pakan masa depan karena tahan terhadap kekeringan, memiliki kualitas hampir setara dengan jagung, produksi dan kualitasnya relatif tinggi serta dapat diratun. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakter agronomi  beberapa varietas sorgum sebagai pakan ruminansia. Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)  dengan 4 varietas sorgum dan 5 ulangan. Varietas sorgum yang digunakan yaitu Samurai 1, Samurai 2, Pahat dan BMR Patir 37. peubah yang diamati menyangkut karakter agronomi terukur melalui tinggi tanaman, panjang batang, panjang malai, panjang daun dan lebar daun. Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa varietas memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap tinggi tanaman, panjang batang, panjang malai, panjang daun dan lebar daun. Uji beda nyata jujur (BNJ) menunjukkan bahwa varietas sorgum Samurai 1 menghasilkan tinggi tanaman, panjang batang, panjang malai, panjang daun dan lebar daun yang lebih tinggi dari varietas Samurai 2, Pahat dan BMR Patir 37. Disimpulkan bahwa varietas sorgum Samurai 1 sebagai pakan ternak ruminansia lebih unggul secara karakter agronomi. Kata kunci: agronomi, karakteristik, pakan, rumnansia, sorgum

    Efek pemberian tepung daun melinjo (Gnetum gnemon, L) dalam pakan ayam pedaging terhadap persentase karkas dan lemak abdominal

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tepung daun melinjo tua yang diberikan dalam pakan ayam pedaging terhadap prosentase karkas dan lemak abdominal. Komposisi zat-zat makanan melinjo yaitu protein 11, 06%, lemak 6,18%, serat kasar 33,42%, Ca 1,82%, P 0,38%, GE 2554 Kkal/Kg. Waktu penelitian selama 35 hari menggunakan 64 ekor ayam pedaging strain Arbor Arcess SR 707. Makanan dan minuman diberikan secara ad libitum dengan parameter yang diukur adalah konsumsi pakan, bobot hidup, prosentase karkas dan lemak abdominal. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan yaitu R0 = pakan basal tanpa tepung daun melinjo, R1 = pakan basal + 4% tepung daun melinjo tua, R2 = pakan basal + 8% tepung daun melinjo tua dan R3 = pakan basal + 12% tepung daun melinjo tua. Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh yang sangat nyata (P < 0,01) terhadap konsumsi ransum, bobot hidup, prosentase karkas dan lemak abdominal. Kesimpulannya, penggunaan daun melinjo yang terbaik adalah pada ransum perlakuan R1 yaitu 4 % tepung daun melinjo tua. Kata kunci : Karkas, lemak abdominal, tepung daun melinj

    Penampilan sifat kualitatif sapi pejantan peranakan ongole di Kecamatan Kawangkoan dan Tompaso Barat

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengukur penampilan sifat kualitatif sapi pejantan peranakan ongole di Kecamatan Kawangkoan dan Tompaso Barat.  Penelitian ini menggunakan data 60 ekor sapi pejantan peranakan ongole dengan kisaran umur 1,5 tahun yang ada di Kecamatan Kawangkoan dan Tompaso Barat. Variabel penelitian  yaitu pusaran rambut, warna bulu, warna kaoskaki, warna cermin pantat, dan tanduk kemudian dihitung persentasenya. Hasil penelitian menunjukkan pusaran rambut (pulis) lengkap 100% dan tidak lengkap 0%, warna bulu putih 67% dan putih keabu-abuan 33%, warna moncong putih 0% dan hitam 100%, warna kaoskaki putih 67% dan putih keabu-abuan 33%, warna cermin pantat putih 67 % dan putih keabu-abuan 33%, dan tanduk ada 100% tidak 0%. Dapat disimpulkan bahwa penampilan kualitatif pada sapi pejantan peranakan ongole (PO) di Kecamatan Kawangkoan dan Tompaso Barat memiliki karakter bersifat monomorfik atau seragam, bermanfaat untuk peningkatan mutu populasi yang berkelanjutan. Kata kunci : Sifat kualitatif, peranakan ongole, penampila

    Pengaruh kepadatan ternak burung puyuh (Coturnix coturnix japonica) dalam kandang terhadap produktivitas telur

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh kepadatan ternak burung puyuh dalam kandang terhadap produktivitas telur. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 7 Mei 2023 sampai 29 Juni 2023 di Peternakan Burung Puyuh di Desa Winetin, Kecamatan Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 (empat) perlakuan dan 4 (empat) ulangan. Sebagai perlakuan kepadatan ternak 10 ekor, 15 ekor, 20 ekor dan 25 ekor dengan luas kandang masing-masing 60 cm x 50 cm. Variabel yang diamati adalah umur awal bertelur (hari), puncak produksi (hari), produksi telur (%) dan berat telur (gr). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan Analisis Sidik Ragam. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa umur awal bertelur pada burung puyuh dengan kepadatan ternak 25 ekor lebih cepat bertelur, serta mengasilkan produksi telur dan berat telur yang baik. Puncak produksi paling cepat terjadi pada hari ke 81 yaitu pada perlakuan kepadatan ternak 10, 15 dan 20 ekor. Kata kunci: Burung puyuh, kepadatan ternak, produktivitas telu

    Karakteristik peternak ayam kampung aduan dengan pola pemeliharaan intensif di Desa Kayoa Kecamatan Batui Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah: Vol 44 No. 1

    No full text
    Penelitian Ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik peternak ayam kampung aduan di Kecamatan Batui yang dipelihara secara intensif. Metode penelitian secara survey terhadap 30 responden yang dipilih secara total sampling. Jenis data adalah  data primer dan sekunder, dimana data primer adalah data yang diperoleh dari wawancara langsung dengan peternak dengan menggunakan daftar pertanyaan atau kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait seperti BPS (Badan Pusat Statistik) Kabupaten Banggai, Kantor Dinas Peternakan, Kantor Camat Dan Kantor Desa Setempat. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dalam bentuk tabel frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50 persen peternak ayam kampung berusia 25-35 tahun,  60  persen berpendidikan SMA/SMK, dan 63 persen sebagai petani. Sebanyak 90% peternak memberi pakan dalam sehari sebanyak 0,9-5,6 kg. Sebanyak 80% peternak hanya mencurahkan 1-2 jam saja dalam mengurus ternak ayamnya disebabkan karena jumlah ayam yang dipelihara relatif sedikit dibanding dengan peternak lainnya. Sebanyak 86,7% peternak memberikan obat dan antibiotik jika ayamnya sakit tanpa memberikan vitamin. Terdapat 47 % peternak dengan jumlah kandang sebanyak 2 unit dan antara 3-6 unit,   sementara itu  hanya 6% peternak yang memiliki jumlah 7-10 unit kandang karena jumlah ayam yang dimiliki relatif lebih banyak.

    Strategi mitigasi gas metan pada ternak ruminansia. Review

    Get PDF
    Artikel review ini bertujuan mengevaluasi pilihan-pilihan yang telah terbukti memitigasi emisi enterik CH4 ternak ruminansia. Metan (CH4) merupakan gas rumah kaca (GRK) yang dihasilkan dan dilepaskan melalui eruktasi ke atmosfer dalam volume yang besar oleh ternak ruminansia. Enterik CH4 berkontribusi signifikan terhadap emisi GRK global yang dihasilkan dari peternakan. Emisi metan global dari fermentasi enterik pada tahun 2020 menyumbang 68,3%, dengan kontribusi peternakan sekitar 90% dari total emisi tersebut (Galati et al., 2023). Emisi enterik CH4 pada ternak ruminansia telah menarik banyak perhatian karena dampaknya terhadap GRK. Mengurangi emisi enterik CH4 dari produksi ternak ruminansia merupakan salah satu langkah yang strategis untuk membatasi kenaikan suhu global hingga 1,5°C pada tahun 2050. Karena pemanasan global merupakan kekhawatiran utama maka minat terhadap strategi mitigasi gas CH4 yang berasal dari ternak ruminansia telah meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Strategi mitigasi melibatkan intervensi nutrisi, konsumsi bahan kering, profil dan kualitas pakan, interaksi antara mikroba serta ekologi rumen yang mempengaruhi emisi CH4 berdampak signifikan terhadap produksi CH4. Kesimpulan: mengembangkan strategi mitigasi gas CH4 yang efisien dan efektif sekaligus meningkatkan produktivitas ternak ruminansia merupakan hal yang sangat penting untuk dicapai secara berkelanjutan. Emisi gas CH4 ternak ruminansia memiliki konsekuensi dibandingkan spesies ternak lainnya karena aktivitas fermentasi yang lebih tinggi terutama enterik CH4. Kata Kunci: Enterik metan, metabolit sekunder, pakan ternak, perubahan ikli

    Pemanfaatan tepung cangkang telur dan pupuk Bio-slurry limbah ternak pada tanaman rumput gajah mini (Pennisetum purpureum, cv. Mott): Indonesia

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon pertumbuhan sampai kepada pengambilan data pengamatan akhir dari tanaman rumput gajah mini/odot yang diberikan tepung cangkang telur dan pupuk bio-slurry limbah ternak sebagai pupuk organik. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tepung cangkang  telur dan pupuk bio-slurry yang di uji cobakan pada rumput gajah mini/odot. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Dua Faktor 4x4 dengan perlakuan pemberian tepung cangkang telur (0 g/polybag, 10 g/polybag, 25 g/polybag dan 40 g/polybag) dan pupuk bio-slurry limbah ternak (0 g/polybag, 25 g/polybag, 50 g/polybag dan 75 g/polybag) masing-masing perlakuan  diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat sebanyak 48 satuan percobaan. Variabel yang diukur yaitu jumlah anakan, jumlah daun dan tinggi tanaman. Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa perlakuan pemberian level tepung cangkang telur memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P<0,01) terhadap jumlah daun dan tinggi tanaman sedangkan pupuk bio-slurry memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap jumlah anakan, jumlah daun dan tinggi tanaman. Uji BNJ menunjukkan bahwa pemberian tepung cangkang telur 40 g/polybag menghasilkan jumlah daun dan tinggi tanaman tertinggi sedangkan pemberian pupuk bio-slurry limbah ternak 75 g/polybag menghasilkan jumlah anakan, jumlah daun dan tinggi tanaman tertinggi. Dapat disimpulkan bahwa pemberian tepung cangkang telur 40 g/polybag dan pemberian pupuk bio-slurry limbah ternak 75 g/polybag menghasilkan pertumbuhan rumput gajah mini/odot tertinggi. Kata Kunci : Bio-slurry, Cangkang telur, Pertumbuha

    610

    full texts

    629

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    ZOOTEC
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇