629 research outputs found

    Analisis kelayakan finansial usaha ternak babi di Kecamatan Kakas Kabupaten Minahasa

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha ternak babi di Kecamatan Kakas Kabupaten Minahasa. Lokasi penelitian dilaksanakan di Desa Sendangan, Desa Kaweng dan Desa Tounelet Kecamatan Kakas Kabupaten Minahasa selama bulan Oktober – Desember tahun 2020. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Penentuan sampel menggunakan metode Purposive Sampling berdasarkan pertimbangan bahwa, memiliki populasi ternak babi terbanyak, memiliki usaha dengan model kombinasi pembibitan dan penggemukan, sudah dijalankan lebih dari 1 tahun, dan sudah pernah menjualternak babi. Berdasarkan penelitian bahwa analisis Revenue Cost Ratio diperoleh nilai >1 dan analisis Break Event Point, usaha ternak babi didesa sampel memiliki nilai titik impas penjualan sebesar 3.329 kg dan sebanyak 36 ekor pada penerimaan Rp. 180.447.313. Hal ini berarti usaha peternakan didesa sampel telah beroperasi melebihi nilai Break Event Point karena jumlah ternak yang terjual sebesar 39,358 kg sebanyak 420 ekor dengan penerimaan Rp. 348.473.871 per peternak

    Kadar tanin, total bakteri, pH dan awal kebusukan salami ayam petelur afkir menggunakan tepung sorgum (sorghum bicolor L.)

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui kandungan tanin produk salami ayam petelur afkir, selain itu untuk mengetahui total bakteri, pH dan awal kebusukan dengan menggunakan tepung sorgum  menggantikan tepung tapioka sebagai bahan pengisi dengan level yang berbeda. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan P0 (0%), P1(2,5%), P2 (5%), P3 (7,5%) dan P4 (10%) setiap perlakuan diulang 4 kali. Parameter yang diukur  meliputi kadar tanin, total bakteri, pH  serta uji awal kebusukan. Data hasil penelitian diolah menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Tukey. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa kadar tanin menurun terutama pada P3 (15%)  dan P4 (20%) masing-masing kadar tannin 1,15 % dan 0,93%; pH masing-masing perlakuan tidak berbeda nyata (P ; TPC (Total Plate Count) menurun  x103 cfu/g (P0) sampai 3.32 x 103 cfu/g (P4). Awal kebusukan paling tinggi pada perlakuan P4 yaitu 193 jam atau 8 hari pada suhu kamar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan tepung sorgum (Sorghum bicolor L.) sebagai bahan pengisi pengolahan salami ayam petelur afkir dapat menurunkan kadar tanin, pH cenderung menurun, total bakteri masih memenuhi syarat SNI yaitu maksimal 105 koloni/g. Produk salami dapat disimpan sampai 8 hari pada suhu ruang.Kata kunci:  Tepung sorgum, kadar tannin,  salam

    Kadar air, kekuatan gel dan organoleptik telur pindang dengan penggunaan garam NaCl dan kulit bawang merah (Allium Ascalonicum L)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mencari kombinasi garam NaCl dan kulit bawang merah dan pengaruhnya dalam pembuatan telur pindang. Bahan yang digunakan garam NaCl, kulit bawang merah, telur ayam ras. Alat yang digunakan timbangan analitik, waterbath, batang silinder, oven. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial (3x3) dengan ulangan sebanyak 3 kali yang diatur sebagai faktor A adalah kulit bawang merah (A1 2,5%, A2 5%, A3 7,5%,) dan faktor B adalah konsentrasi garam NaCl (B1 2,5%, B2 5%, B3 7,5%) dan untuk uji organoleptik menggunakan 30 panelis (sebagai ulangan). Variabel penelitian terdiri dari kadar air, kekuatan gel dan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kulit bawang merah dan garam NaCl serta interaksinya memberikan pengaruh tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap kekuatan gel, citarasa dan tekstur telur pindang. Selanjutnya garam NaCl memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap kesukan, aroma telur pindang. Interaksinya memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap warna telur pindang. Kesimpulan berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian ini bahwa formulasi telur pindang terbaik adalah 5% kulit bawang merah (Allium acalonicum L) dan 5% garam NaCl menghasilkan warna coklat yang disukai konsumen.Kata kunci: Garam NaCl, kulit bawang merah, telur pindan

    Kualitas telur ayam ras yang dijual di pasar tradisional dan pasar modern Kota Manado

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bobot telur, indeks putih telur, indeks kuning telur dan nilai haugh unit telur ayam ras yang ada di pasar tradisional dan di pasar modern Kota Manado. Diambil sampel pasar sebanyak 3 pasar tradisional dan 3 pasar modern di kota Manado untuk pengamatan. Dari 3 masing-masing pasar diambil sampel telur dari pedagang pasar tradisional sedangkan pasar modern langsung diambil sampelnya. Sampel yang diperoleh dari masing-masing pasar (tradisional dan modern) sebanyak 60 butir untuk diamati kualitasnya. Pengamatan yang dilakukan yaitu: bobot telur, indeks putih telur, indeks kuning telur dan Haugh unit. Data yang diperoleh dinalisis menggunakan uji t terhadap 2 pasar yang berbeda. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap bobot telur, indeks putih telur, indeks kuning telur dan haugh unit kualitas telur yang diamati dari kedua pasar tersebut. Kesimpulannya, bobot telur, indeks putih telur, indeks kuning telur dan nilai haugh unit telur ayam ras yang dijual di pasar tradisional dan pasar modern yang ada di kota Manado mempunyai kualitas yang sama dan layak untuk dikonsumsi.Kata kunci: kualitas telur ayam ras, pasar tradisional, pasar moder

    Hubungan bobot lahir dengan bobot sapih, litter size sapihan, dan mortalitas pada Peternakan Babi “Deglotyâ€

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan bobot lahir dengan bobot sapih, litter size sapihan, dan mortalitas anak babi di peternakan babi Degloty. Materi yang digunakan adalah 47 ekor anak babi dari 5 ekor induk babi bunting hasil persilangan Landrace dan Yorkshire. Data penelitian ini diperoleh  dari penimbangan anak babi yang baru lahir (Bobot lahir), penimbangan saat anak babi disapih (bobot sapih), jumlah anak babi yang hidup sampai disapih (litter size sapihan), dan data anak babi yang mati sejak lahir sampai disapih. Selanjutnya data hasil penelitian dianalisis secara statistik menggunakan analisis korelasi regresi sederhana antara bobot lahir dengan masing-masing variabel yang diukur yakni bobot sapih dan litter size sapihan, sedangkan  mortalitas menggunakan analisis deskriptif persentase. Variabel yang diukur dalam penelitian ini yaitu bobot sapih, litter size sapihan, dan mortalitas. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bobot lahir sangat mempengaruhi bobot sapih 83% dan sisanya 17% bobot sapih dipengaruhi oleh faktor lainnya sedangkan litter size sapihan dipengaruhi oleh bobot lahir sebesar 65%, dan 35% dipengaruhi oleh faktor lainnya. Hasil pengukuran mortalitas adalah 6.3% angka ini cukup baik. Kesimpulannya adalah bobot sapih dan litter size anak babi pada Peternakan Babi Degloty dipengruhi oleh bobot lahir, sedangkan mortalitas anak babi pada penelitian ini rendahKata Kunci : Anak babi, bobot lahir, bobot sapih, litter size sapihan, mortalita

    Kecernaan bahan kering, bahan organik dan konsentrasi ammonia (NH3) in vitro dari tebon jagung dan rumput raja (Pennisetum purpupoides)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecernaan bahan kering, bahan organik dan konsentrasi ammonia in vitro, dari tebon jagung, rumput raja, dan kombinasi dari kedua pakan tersebut. Metode percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), dengan 3 (tiga) jenis hijauan pakan perlakuan, terdiri dari: 100% rumput tebon jagung (RA), 50% tebon jagung + 50% rumput raja (RB), dan 100% rumput raja (RC), setiap perlakuan diulang 10 kali. Variabel yang diamati, meliputi: kecernaan bahan kering (KcBK), kecernaan bahan organik (KcBO), dan konsentrasi ammonia (NH3). Hasil penelitian menunjukkan, nilai KcBK dari pakan perlakuan, yaitu secara berurutan 62,89% (RA), 59,15% (RB), dan 56,20% (RC). Nilai KcBO, yaitu secara berurutan 61,79% (RA), 57,11% (RB), dan 54,47% (RC). Uji BNT menunjukkan, nilai KcBK dan KcBO dari pakan tebon jagung RA berbeda sangat nyata (P<0,01) lebih tinggi dari pada nilai KcBK dan KcBO kedua pakan percobaan lainnya RB dan RC. Selanjutnya nilai KcBK dan KcBO dari kombinasi tebon jagung dan rumput raja (RB) masih lebih tinggi (P<0,05) dari kecernaan rumput raja sendiri (RC). Hasil konsentrasi ammonia (NH3) yang diperoleh dalam penelitian ini, yaitu secara berurutan 5,73 mM (RA), 5.53 mM (RB), dan 5,10 (RC). Analisis keragaman menunjukkan ke tiga pakan perlakuan, tidak tidak memberi pengaruh nyata (P>0,05) terhadap nilai konsentrasi ammonia, yang juga berarti konsentrasi NH3 dari ketiga pakan perlakuan tersebut berbeda tidak nyata (P>0,05). Dapat disimpulkan, nilai kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik tebon jagung in vitro, ternyata lebih tinggi, baik dari rumput raja, maupun dari kombinasi tebon jagung dan rumput raja. Konsentrasi ammonia (NH3) yang dihasilkan dari ketiga pakan percobaan, sudah mampu menunjung aktivitas mikroba rumen dalam mensintesa protein mikrobial yang bermanfaat bagi ternak ruminansiaKata kunci: Kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, konsentrasi NH3, in vitr

    Kualitas fisik telur ayam ras yang direndam dalam larutan teh hijau (Camellia Sinensis) komersial

    Get PDF
    PHYSICAL QUALITY OF EGGS DIPPED IN A COMMERCIAL GREEN TEA (Camellia sinensis) SOLUTION. Studies conducted to determine and understand the physical quality of broiler eggs soaked in commercial green tea solution. The variables observed were the decrease in egg weight, protein index, egg yolk index and Haugh unit. This study used a fully randomized design (CRD) with 5 treatments as follows: P0 = no immersion, P1 = green tea solution concentration 40%, P2 = green tea solution concentration 50%, P3 = green tea solution concentration 60% , P4 = concentration of the green tea solution 70% with 4 repetitions. The results showed that the immersion of the commercial green tea solution was not significant (P> 0.05) from the egg yolk index and Haugh Unit index, but significant (P <0.05) from the decrease in egg weight and protein index. The average reduction in egg weight had the lowest value at a concentration of 50% with a value of 3.91% and the highest value at no immersion with a value of 5.40%. The protein index had the highest value at a concentration of 40%, namely 0.13 compared to the concentration of other solutions and without immersion. The egg yolk index has the highest average value at a solution concentration of 40% with a value of 0.16 compared to the concentration of other solutions or without immersion. Haugh Unit has the highest average value at a solution concentration of 40% with a value of 51.64 and compared to the concentration of other solutions and without immersion. Eggs soaked in a commercial green tea solution can suppress the physical quality of chicken eggs at a concentration of 40% and are more effective than other commercial green tea solutions.Keywords: eggs, green tea, physical quality

    Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usaha ternak sapi di desa Kanonang Raya kabupaten Minahasa

    Get PDF
    FACTORS INFLUENCE INCOME OF CATTLE FARMING  IN KANONANG RAYA VILLAGE MINAHASA REGENCY. The aim of this research was to analyzed the effect of the number of cattle, feed costs and labor costs on the income of cattle farming in Kanonang Raya Village. The research method used was a survey method using a sampling method approach based on two stages, namely the first determination of the village by purposive sampling and the determination of respondents as a sample by random sampling of 339 farmers using slovin method, so that the number of respondents was 77 farmers in Kanonang Raya Village. The results showed that the factors that influence the income of the cattle business are the number of cattle, feed costs, and labor costs. Cattle farming were able to provide income of IDR 11,387,977 per year with an average of 3 cows per farmer.Â

    Pengaruh lama pemasakan daging anjing terhadap sifat mutu organoleptik

    Get PDF
    THE EFFECT OF THE DURATION OF COOKING DOG MEAT ON ORGANOLEPTIC QUALITY PROPERTIES. The purpose of this study was to determine the effect of cooking time on dog meat on its organoleptic qualities. The ingredients used were male dog meat aged 14 months, The meat dog was taken from the thigh as much as 3 kg and spices, four treatments were tested in this study, namely, P1: 60 minutes of cooking, P2: 80 minutes of cooking, P3: 100 minutes of cooking, P4: 120 minutes of cooking. This experiment used a completely randomized design (CRD) and was assessed by 40 panelists to determine the organoleptic properties of the cooking time dog meat. Measurement of organoleptic data using a hedonic scale consisting of variables of color, aroma, tenderness, texture, teste, to determine differences in treatment was carried out by the DMRT test. The results of this study indicated that the treatment had a very significant effect (P<0,01) on the color, aroma, tenderness, texture, and taste of dog meat- the condusion is based on the organoleptic quality characteristics, overall cooking time of dog meat is acceptable, but cooking time of 120 minutes is preferred and accepted by the panelists.Keywords: Cooking time, Dog meat, Organolepti

    Peran penyuluh peternakan dalam peningkatan pendapatan anggota kelompok peternak babi di Kecamatan Tompaso Barat Kabupaten Minahasa

    Get PDF
    THE ROLE OF ANIMAL HUSBANDRY EXTENSION IN INCREASING INCOME OF PIG FARMER GROUP IN WEST TOMPASO DISTRICT, MINAHASA REGENCY.This study aims to see how the responses of farmers to the role ofextension workers in increasing the income of pig farming in Kamanga Village, West Tompaso District, Minahasa Regency. The data sources are primary and secondary. Observation and interview data collection methods. The population of breeders who raise pigs and the number of samples taken are members of the Kamanga Village hog farming group who have received guidance from the Minahasa District Agriculture, Animal Husbandry and Plantation Agency. Result study showed that extension officer from the agricultur and livestock  service have a major role  in increasing of income of pigs breeders in Kamanga village , Tompaso Sub Distric

    610

    full texts

    629

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    ZOOTEC
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇