629 research outputs found

    Analisis pendapatan peternak ayam broiler dengan open house system dan closed house system di Kabupaten Minahasa Utara

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi, penerimaan, pendapatan serta Break Event Point (BEP) peternak ayam broiler dengan open house system dan closed house system di Kabupaten Minahasa Utara pada bulan April dan Mei 2021. Penelitian ini menggunakan metode survey, dan penentuan sampel menggunakan metode Purpossive sampling. Peternakan milik Bapak Ardi Rondonuwu di Desa Talawaan, dipilih dengan pertimbangan merupakan satu-satunya peternak broiler closed house system. Peternakan open house system di Desa Mapanget, milik Ibu Antoneta Pinaria dipilih dengan pertimbangan bahwa responden berpengalaman, usahanya sering dinilai baik oleh perusahaan inti dilihat dari nilai Feed Convertion Rasio dan Indek Peformance. Hasil penelitian diperoleh jumlah biaya produksi per ekor, open house system Rp. 29.559, closed house system Rp. 30.451 dan penerimaan per ekor pada open house system Rp. 32.758, closed house system Rp. 39.273, dengan pendapatan per ekor open house system Rp. 2.770, closed house system Rp. 8.821 serta BEP harga Rp 17.870 pada open house system, Rp 18.332 pada closed house system, BEP unit 11.346 kg pada open house system, 15.888 kg pada closed house system. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa pendapatan usaha peternakan ayam broiler dengan closed house system lebih besar daripada usaha peternakan dengan open house system.Â

    Pemberian ekstrak rumput laut cokelat (Sargassum crassifolium) dalam air minum ayam petelur untuk meningkatkan kualitas fisik bagian luar telur

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak rumput laut coklat (Sargassum crassifolium) untuk meningkatkan kualitas fisik bagian luar telur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan masing masing terdiri dari 6 ulangan. Enam puluh ekor ayam petelur Isa Brown ditempatkan secara acak dan diberikan perlakuan level ekstrak rumput laut. Perlakuan pada penelitian ini yaitu level pemberian ekstrak rumput laut dalam air minum yang terdiri dari: 0% ekstrak rumput laut, 2,5% ekstrak rumput laut, 5% ekstrak rumput laut, 7,5% ekstrak rumput laut dan 10% ekstrak rumput laut. Variabel yang diamati yaitu berat telur, panjang telur, berat kerabang dan tebal kerabang. Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa pemberian level ektrak rumput laut dalam air minum memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap berat telur, panjang telur, berat kerabang dan tebal kerabang. Hasil uji BNJ menunjukkan bahwa level pemberian ekstrak rumput laut 10% dalam air minum menghasilkan berat telur, panjang telur, berat kerabang dan tebal kerabang yang sangat nyata (P<0,01) lebih tinggi dari level pemberian ekstrak rumput laut 0% dan 2,5%, tetapi memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata (P>0,05) dari level 5% dan 7,5%. Berdasarkan hasil analisa data dan pembahasan untuk semua variabel pada penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa level pemberian ekstrak rumput laut cokelat (Sargassum crassifolium) dalam air minum ayam petelur sebanyak 10% menghasilkan bobot telur, panjang telur, berat kerabang dan tebal kerabang yang terbaik.Kata kunci: sargassum crassifolium, ayam petelur, kualitas fisik telu

    Analisis permintaan daging babi pada usaha rumah makan di Kota Tomohon

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan daging babi pada  rumah makan di Kota Tomohon. Penelitian ini dilaksankan di kota Tomohon pada bulan Juni 2021 sampai dengan bulan Juli 2021. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara pada responden pemilik rumah makan dengan menggunakan kuisioner yang telah disiapkan. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling berdasarkan pertimbangan bahwa Kota Tomohon merupakan salah satu daerah yang memiliki usaha rumah makan yang menjual daging babi, jumlah rumah makan yang menjual menu daging babi di Kota Tomohon sebesar 32 unit. Model analisis yang digunakan adalah analisis linier berganda yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah permintaan daging babi. Hasil analisis regresi linier berganda yang berpengaruh sangat nyata terhadap permintaan daging babi pada rumah makan yaitu alokasi pengeluaran untuk membeli daging babi dengan koefisien regresi 0,957 dan berpengaruh nyata yaitu jumlah menu daging babi dengan koefisien regresi 0,075, jumlah pelanggan dengan koefisien regresi 0,085 dan dummy menjual sate dan menjual selain sate dengan koefisien regresi 0,035

    Morfometri burung nuri talaud (eos histrio talautensis) yang dipelihara secara ex situ di Pulau Karakelang

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari serta mengetahui morfometri burung nuri talaud (Eos histrio talautensis) yang dipelihara secara ex situ di pulau Karakelang. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode observasi terhadap burung nuri talaud yang dipelihara oleh masyarakat secara ex situ di pulau Karakelang, dengan menggunakan 12 sampel burung nuri talaud dan variabel yang diamati antara lain, berat badan, panjang kepala, panjang paruh, panjang sayap, panjang ekor, panjang shank, dan panjang badan. Hasil penelitian menunjukan bahwa berat badan burung nuri Talaud yaitu 102-150 gram dengan rata-rata 127,41 gram, panjang kepala 35,85-50,49 mm dengan rata-rata 42,96 mm, panjang paruh 19,15-22,03 mm dengan rata-rata 20,08 mm, panjang sayap 18-22 cm dengan rata-rata 20,41 cm, panjang bulu ekor 11-14 cm dengan rata-rata 12,5 cm, panjang shank 13,31-19,43 mm dengan rata-rata 15,78 mm, dan panjang badan 26-30 cm dengan rata-rata 28,83 cm. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pemeliharaan secara ex situ yang dilakukan oleh masyarakat di pulau Karakelang menghasilkan burung nuri talaud (Eos histrio talautensis) dengan nilai morfologinya rendahKata kunci: Morfometri, Burung nuri talaud, Pulau Karakelan

    Pengaruh dosis inokulum dan lama inkubasi fermentasi kombinasi Phanerohaeta chrysosporium dan Trichoderma reesei terhadap kandungan nutrien eceng gondok

    Get PDF
    Eceng gondok (Eichhornia crassipes) merupakan gulma air yang tumbuh subur, sangat mudah perkembangbiakannya dan dapat tumbuh dalam kondisi apapun. Berdasarkan potensi ketersediaan dan nilai nutriennya, eceng gondok dapat dijadikan sebagai bahan pakan. Tingginya kandungan serat kasar merupakan kendala dalam penggunaannya sebagai bahan pakan unggas. Penelitian ini dilakukan untuk memperbaiki nilai nutrien eceng gondok, menggunakan metode fermentasi substrat padat dengan berbagai level dosis dan waktu inkubasi campuran inokulum Phanerochaeta chrysosporium dan Trichoderma reesei. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial. Perlakuan.terdiri dari 2 faktor yaitu dosis inokulum (D1= 2%; D2=4%; D3=6%) dan lama inkubasi (W0= 0; W1=4; W3=8 dan W4= 12 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa baik dosis inokulum, maupun waktu inkubasi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) menurunkan kandungan serat kasar dan meningkatkan kandungan protein kasar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dosis inokulum 4% (Hanerochaeta chrysosporium 2% dan Trichoderma reesei 2%) dan waktu inkubasi 8 hari adalah dosis dan waktu inkubasi optimal menurunkan serat kasar, lignin dan meningkatkan protein kasar eceng gondok. Kata kunci: Fermentasi, Phanerohaeta chrysosporium, Trichoderma reesei, nilai giz

    Pengaruh lama ensilase terhadap kandungan bahan kering (BK), bahan organik (BO), protein kasar (PK) sorgum varietas pahat ratun ke-1 sebagai pakan ruminansia

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama ensilase yang berbeda terhadap kadar bahan kering (BK), kadar bahan organik (BO), kadar protein kasar (PK) silase sorgum varietas Pahat. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 7 ulangan.  Materi yang digunakan adalah hijauan sorgum yang dipanen pada umur 70 hari terdiri dari batang, daun, dan malai. Perlakuan pada penelitian ini adalah : (R1) lama penyimpanan 3 minggu, (R2) lama penyimpanan 5 minggu, (R3) lama penyimpanan 7 minggu. Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa perlakuan lama penyimpanan memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar bahan kering, kadar bahan organik, kadar  protein kasar silase sorgum varietas Pahat. Uji beda nyata jujur (BNJ) menunjukkan bahwa lama penyimpanan 3  minggu (R1) menghasilkan  kadar  bahan  kering yang tidak berbeda dengan lama penyimpanan 5 minggu (R3) dan nyata lebih rendah dari lama penyimpanan 7 minggu. Sedangkan kadar bahan organik dan protein kasar pada lama penyimpanan 3 minggu nyata lebih rendah dari lama penyimpanan 5 minggu dan 7 minggu. Lama penyimpanan 5 minggu menghasilkan kadar bahan kering, bahan organik dan protein kasar yang nyata lebih rendah dari lama penyimpanan 7 minggu. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan lama ensilase meningkatkan kandungan bahan kering, bahan organik, dan protein kasar sorgum varietas pahat  ratun ke-1 sebagai pakan ruminansia. Kadar bahan kering, bahan organik, dan protein kasar tertinggi pada lama penyimpanan 7 minggu.Kata Kunci : sorgum, silase, lama pemeraman, bahan kering, bahan organik, protein kasa

    Efisiensi pemasaran telur ayam ras di Kota Manado (Studi kasus CV. Risal Farm)

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi saluran pemasaran, menganalisis margin dan efisiensi pemasaran telur ayam ras di Kota Manado. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus pada perusahaan peternakan CV Risal Farm yang terletak di kota Manado, selanjutnya untuk mengetahui aliran pemasaran kepada responden pedagang menggunakan teknik snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran telur ayam ras CV Risal Farm di Kota Manado terdiri dari 3 saluran pemasaran. Saluran pemasaran I yaitu dari peternak ke pedagang pengecer dan ke konsumen, saluran pemasaran II yaitu dari peternak ke pedagang pengumpul dan ke konsumen. Saluran Pemasaran III dari peternak ke pedagang pengumpul ke pedagang pengecer dan ke konsumen.  Nilai  margin  pada  saluran  pemasaran pertama  sebesar  Rp. 17.000,. margin  pada  saluran  pemasaran kedua  sebesar  Rp. 7.000 dan margin saluran pemasaran ketiga Rp. 20.000. Analisis Efisiensi menunjukan pada nilai Farmer share lebih besar 50% dan nilai efisiensi pemasaran adalah < 1, hal ini menyatakan bahwa pemasaran telur Ayam CV. Rizal Farm di Kota Manado sudah efisien

    Penggantian jagung dengan sebagian tepung pisang kepok (Musa paradisiaca formatypica) dalam ransum terhadap kualitas telur ayam ras petelur MB 402

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas telur dengan menggunaankan tepung pisang kepok (Musa paradisiaca formatypica) dalam ransum ayam ras petelur. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah ayam ras petelur fase layer yaitu umur 94 minggu dari jenis MB 402 sebanyak 100 ekor dengan perlakuan yang digunakan adalah R0 : ransum basal tanpa tepung pisang kepok, R1 : ransum basal 56% + 39% jagung + 5% tepung pisang kepok, R2 : ransum basal 56% + 34% jagung + 10% tepung pisang kepok, R3 : ransum basal 56% + 39% jagung + 15% tepung pisang kepok, R4 : ransum basal 56% + 24 jagung + 20% tepung pisang kepok. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan dengan masing-masing perlakuan diisi dengan 4 ekor ayam sehingga terdapat 100 ekor ayam dan kemudian dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Variabel yang diamati adalah berat kuning telur, warna kuning telur, dan indeks kuning telur. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak memberikan pengaruh yang nyata (P > 0.05) terhadap berat kuning telur dan indeks kuning telur, namun memberikan pengaruh yang nyata (P < 0,01) terhadap warna kuning telur. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung pisang kepok sebagai pengganti sebagian jagung pada level 0-20% memberikan pengaruh yang sama pada berat kuning telur dan indeks kuning telur, tetapi semakin meningkat level penggunaan tepung pisang kepok memberikan pengaruh yang nyata dimana warna kuning telur menurun. Kata Kunci: Ayam petelur, kualitas telur, tepung pisang kepo

    Analisis kelayakan usaha peternakan ayam ras petelur UD.Tetey Permai Di Desa Tetey Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara (Studi Kasus)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya keuntungan dan kelayakan finansial usaha peternakan ayam ras petelur UD.Tetey Permai. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode studi kasus pada usaha peternakan ayam ras petelur UD. Tetey Permai yang berada di Desa Tetey Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara pada bulan Januari – Februari 2022. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari wawancara secara langsung kepada responden dan data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu keuntungan sebesar Rp5.246.971.423/tahun dengan pemeliharaan 32.000 ekor. Usaha peternakan ayam ras petelur UD.Tetey Permai sudah layak secara finansial yaitu nilai Net B/C = 1,619, nilai NPV = Rp. 29.062.519.469, IRR = 56,775 % dan Payback Period = 3,30 tahun (3 tahun 4 bulan). Analisis sensitivitas dengan kenaikan harga input sebesar 15% tidak memberi pengaruh terhadap kegiatan usaha peternakan ayam ras petelur

    Kecernaan in vitro pakan broiler yang mengandung level asam laurat dan serat kasar berbeda

    Get PDF
    Penelitian kecernaan mengunakan metode in vitro dengan pakan yang mengandung level asam laurat dan serat kasar berbeda untuk mengukur tingkat kecernaan bahan kering dan bahan organik pakan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 3x2x4. Faktor A adalah level asam laurat yaitu A1 = 1,3%; A2 = 1,95%; dan A3 = 2,6%. Faktor B adalah level serat kasar yaitu B1 = 6% dan B2 = 8%. Setiap kombinasi perlakuan diulang 4 kali. Parameter yang diukur adalah kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik tahap 2 (pepsin digestibility), serta kadar air dan kadar abu pakan. Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap kecernaan bahan kering (36,48% - 41,87%) dan kecernaan bahan organik (33,21% - 38,69%) serta kadar air (11,98% - 13,66%) dan kadar abu pakan (8,09% - 11,30%). Peningkatan pemberian level asam laurat memberikan tingkat kecernaan yang lebih baik ini disebabkan karena mempunyai bobot molekul yang lebih kecil sehingga tidak diperlukan energi yang tinggi dan hanya membutuhkan sedikit enzim untuk memecah lemak tersebut menjadi bentuk yang siap diserap. Berdasarkan hasil penelitan yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan penggunaan 2,6% level asam laurat dan 6% serat kasar memberikan kecernaan bahan kering dan bahan organik secara in vitro yang lebih baik. Kata Kunci: Asam laurat, serat kasar, kecernaa

    610

    full texts

    629

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    ZOOTEC
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇