629 research outputs found

    Keanekaragaman capung di Sungai Rayow, Desa Kembes, Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa

    Get PDF
    Capung merupakan kelompok serangga yang termasuk dalam filum arthropoda dan tergolong dalam ordo odonata. Keanekaragaman capung dalam ekosistem memiliki peranan yang besar seperti: sebagai salah satu komponen keanekaragaman hayati yang memegang peranan penting dalam rantai makanan, sebagai musuh alami, dan sebagai indikator kualitas lingkungan perairan. Sungai Rayow merupakan salah satu habitat capung. Sungai ini terletak di desa Kembes, Kabupaten minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis keanekaragaman jenis capung di sungai Rayow, Kembes, Minahasa. Prosedur penelitian yang digunakan meliputi survey lokasi penelitian, menentukan titik pengambilan sampel, pengambilan sampel, dan identifikasi di laboratorium dengan menggunakan buku identifikasi. Penelitian dilapangan menggunakan metode purposive random sampling. Analisis data meliputi kelimpahan (N), indeks kekayaan jenis (R), indeks Keanekaragaman jenis (H’), dan indeks kemerataan (E). indeks keanekaragaman jenis menggunakan indeks Shanon-wienner. Hasil penelitian ditemukan kelimpahan capung yang ditemukan di sungai Rayow sebanyak 1002 individu, yang terdiri dari 2 sub ordo, 6 familli, 13 genus, dan 21 jenis capung. Indeks keanekaragaman jenis capung tertinggi ditemukan di sungai Kawasan hutan sekunder sebesar 2,67 selanjutnya diikuti sungai area perkebunan 2,57, dan indeks keanekaragaman terendah ditemukan disungai Kawasan pemukiman 2,28. Kesimpulan berdasarkan penelitian capung yang ditemukan di sungai Rayow, Kembes, Minahasa terdiri dari 21 jenis capung. Indeks keanekaragaman capung tertinggi ditemukan pada stasiun 1 yaitu di sungai ekosistem hutan sekunder 2,67 kemudian diikuti oleh sungai Kawasan perkebunan 2,57 dan yang terendah ditemukan di sungai area pemukiman 2,28. Indeks keanekaragaman jenis capung di sungai Rayow, Kembes, Minahasa dikategorikan keanekaragaman sedang.Kata kunci: Capung, Indeks keanekaragaman, Sungai Rayo

    Analisis keuntungan pedagang Kelelawar di Pasar Tradisional Beriman Kota Tomohon

    Get PDF
    BENEFITS ANALYSIS OF BAT TRADERS IN TOMOHON CITY TRADITIONAL FAITH MARKETS. This study aims to determine how much profit bat traders get at the Tomohon Traditional Faith Market. This research was conducted at the Tomohon City Faith Traditional Market in December 2020 – March 2021 with a total of 10 bat traders as respondents. This study uses the Total Sampling method using primary and secondary data. This study is to analyze the profits of bat traders and find out what factors affect the profits of bat traders by using profit analysis and panel data regression analysis. Based on the results of this study indicate that the profit of bat traders for 6 months from a total of 10 respondents is Rp.134.929.333 with an average profit per month of Rp.2.248.822 for each respondent while for the factors that influence the the advantages of bat traders in the Tomohon City Faith Traditional Market are the number of bats sold and the selling price of the bats

    Kualitas karkas babi yang diberi pakan mengandung tepung daun dadap (Erythrina variegata Linn.) terfermentasi

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung daun dadap (Erythrina variegata Linn.) yang difermentasi dengan Pleurotus ostreatus dalam ransum babi terhadap kualitas karkas yang ditentukan oleh bobot karkas, persentase karkas dan tebal lemak punggung. Enam belas ekor babi jantan kastrasi persilangan Landrace x Yorkshire digunakan dalam penelitian ini, umur 5 sampai 6 minggu dengan berat badan awal 10 -16 kg ±1,94, . Menggunakan 4 macam pakan sebagai perlakuan,  dalam percobaan Rancangan Acak Lengkap, di mana setiap perlakuan diulang empat kali. Empat pakan percobaan terdiri dari: R0 = pakan komersial; R1 = pakan komersial + tepung daun dadap fermentasi 5% (TDDF); R2 = pakan komersial + 10% TDDF; R = pakan komersial + 15% TDDF. Pengaruh perlakuan dianalisis secara statistik menggunakan analisis varians (ANOVA), dan jika perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot karkas, persentase karkas dan tebal lemak punggung. Artinya, semua perlakuan ransum, baik tanpa atau dengan tepung daun dadap fermentasi, tidak memberikan hasil yang berbeda terhadap bobot karkas, persentase karkas, dan tebal lemak punggung. Disimpulkan, daun dadap fermentasi dapat digunakan hingga 15% dalam pakan babi dan menghasilkan kualitas karkas relative sama.Kata kunci: Babi, tepung daun dadap (Erythrina variegata Linn.), kualitas karka

    Pengaruh perendaman dengan larutan daun nangka (Artocarpus heterophyllus) terhadap kualitas telur ayam ras

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pengunaan larutan daun nangka (Artocarpus heterophyllus) terhadap kualitas telur ayam ras. Materi yang digunakan adalah telur ayam ras berumur 1 hari sebanyak 100 butir, daun nangka 4000 g, dan 4 Liter aquades. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan yang terdiri dari: P0 = tanpa perendaman, P1 = perendaman dengan larutan daun nangka 15%, P2 = perendaman dengan larutan daun nangka 30%, P3 = perendaman dengan larutan daun nangka 45%, P4 = perendaman dengan larutan daun nangka 60%. Kemudian telur direndam dalam larutan daun nangka selama 24 jam dan disimpan selama 30 hari. Variabel yang diamati yaitu penurunan berat telur, pH telur, indeks putih telur dan indeks kuning telur. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan analisis sidik ragam, dan untuk semua variabel yang berbeda dilanjutkan dengan uji BNJ. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang nyata (P<0,05) terhadap penurunan berat telur, pH telur dan indeks kuning telur, tetapi tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap indeks putih telur. Berdasarkan hasil pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa perendaman telur dengan larutan daun nangka 60% efektif menghambat penurunan berat telur, kenaikan pH telur dan menstabilkan indeks putih telur, sedangkan untuk indeks kuning telur hasil yang baik berada pada perendaman 15%.Kata Kunci: Telur ayam ras, larutan daun nangka, kualitas telu

    Morfometrik pedet sapi Peranakan Ongole hasil inseminasi buatan dan pedet sapi lokal hasil kawin alam di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan  untuk melihat adanya kondisi morfometrik antara pedet sapi Peranakan Ongole (PO) hasil Inseminasi Buatan (IB) dengan pedet sapi Lokal hasil kawin alam (KA) di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur sebagai bahan informasi dalam usaha peningkatan populasi ternak sapi pada peternakan rakyat serta mengedukasikan kepada masyarakat peternak tentang sistem pengembangbiakan metode IB dalam kaitan peningkatan populasi ternak sapi untuk memberikan hasil yang lebih baik bagi masyarakat peternak. Jumlah pedet sapi PO yang digunakan berjumlah 30 ekor hasil IB dan pedet sapi Lokal hasil KA berjumlah 30 ekor. Penelitian ini telah di laksanakan di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur pada bulan Agustus 2020 sampai bulan Oktober 2020. Untuk membandingkan pedet baik jantan dan betina maupun pedet hasil IB dan pedet hasil KA digunakan uji t. Berdasarkan ukuran-ukuran tubuh pedet Sapi PO hasil IB dan pedet sapi Lokal hasil KA jantan berbeda tidak nyata dengan ukuran tubuh pedet sapi betina pada kelompok umur pedet tiga bulan. Parameter tinggi pundak, tinggi pinggul, lingkar dada dan bobot badan pedet jantan PO hasil IB lebih besar dibandingkan dengan pedet sapi Lokal hasil KA. Lingkar dada memiliki korelasi yang paling tinggi terhadap bobot badan pedet sapi PO hasil IB diikuti panjang badan dengan nilai secara berurutan 0,87; dan 0,86. Dan variabel panjang badan memiliki korelasi yang paling tinggi terhadap bobot badan pedet sapi Lokal hasil KA diikuti lingkat dada dengan nilai secara berurutan 0,86 dan 0,72.Kata Kunci: Morfometrik pedet sapi, kawin alam, inseminasi buata

    Kualitas fisik daging sapi di pasar tradisional dan pasar modern Kota Manado

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan membandingkan kualitas sifat fisik daging sapi yang ada di pasar tradisional dan pasar modern di Kota Manado. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah daging sapi segar yang dijual di pasar tradisional dan pasar modern. Penelitian ini dilaksanakan survey terhadap beberapa sumber daging yang beredar di kota Manado. Penentuan sampel pasar dilakukan dengan metode simple random sampling. Pasar yang dijadikan obyek penelitian adalah pasar tradisional, dan pasar modern yang menjual daging sapi. Enam pasar diambil sebagai sampel, tiga pasar tradisional dan tiga pasar modern. Pasar tradisional, dan pasar modern sebagai perlakuan dan diambil sebanyak 12 sample untuk setiap perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji t tidak berpasangan dengan asumsi varians yang sama. Variable yang diukur adalah: pH, kadar air, daya mengikat air, dan susut masak. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa semua variable daging yang diukur terdiri dari pH dari pasar tradisional 5,58 dan pasar modern 5,3, daya ikat air dari pasar tradisional 29,93% dan pasar modern 26,90% kadar air pasar tradisional 75,24% dan pasar modern: 76,19%, susut masak pasar tradisional 0,43 dan pasar modern 0,41. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa daging sapi segar yang dijual di pasar tradisional dan modern yang ada di Kota Manado mempunyai kualitas yang sama dan layak untuk dikonsumsi. Kata kunci: Daging sapi, pasar tradisional dan pasar modern, sifat fisik dagin

    Preferensi pakan kelelawar Pteropus alecto di penangkaran/ex situ

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari serta mengetahui preferensi  pakan yang dikonsumsi Pteropus alecto di penangkaran/ex-situ. Pakan yang diberikan selama penelitian adalah buah pepaya, pisang dan mangga yang sudah matang,  Materi penelitian yang digunakan yaitu sembilan ekor kelelawar Pteropus alecto yang terdiri dari empat ekor jantan dan lima ekor  betina yang dipelihara dalam kandang dengan menggunakan metode observasi. Hasil penelitian diperoleh: a. total konsumsi pakan sebanyak 7530 g/hari, b. persentase konsumsi buah pisang (26,07 %), buah pepaya (22,36 %) dan buah mangga  (18,47%), c. preferensi buah pisang (0.782), buah pepaya (0.670) dan buah mangga (0.554), d. buah yang pertama kali dipilih kelelawar Pteropus alecto untuk di konsumsi pada minggu pertama yaitu buah pepaya, minggu kedua sampai ke empat terjadi perubahan dimana kelelawar Pteropus alecto lebih memilih buah pisang untuk dikonsumsi pertama kali. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa preferensi pakan kelelawar pemakan buah (Pteropus alecto) di penangkaran/ex-situ secara berurutan adalah buah pisang, pepaya dan mangga.Kata kunci : Preferensi pakan, Pteropus alecto, Penangkaran/ex-sit

    Pengaruh waktu pemanenan sorgum Samurai 1 ratun ke 1 terhadap berat segar, kadar bahan kering, dan protein kasar sebagai pakan ruminansia

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berat segar, kadar bahan kering (BK), kadar protein kasar (PK) sorgum Samurai 1 ratun 1 pada fase panen yang berbeda. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 7 ulangan. Bahan yang digunakan antara lain tanaman sorgum yang di panen pada saat tanaman sorgum telah memasuki fase berbunga, fase soft dough dan fase hard dough. Perlakuan pada penelitian ini adalah : F1 = Pemanenan pada fase berbunga, F2 = Pemanenan pada fase berbiji hijau/ soft dough, F3 = Pemanenan pada fase berbiji coklat/hard dough. Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap berat segar, kadar bahan kering (BK) dan kadar protein kasar (PK) sorgum  Samurai 1. Uji BNJ menunjukkan bahwa pemanenan fase hard dough (F3) menghasilkan berat segar dan  bahan kering (BK) yang sangat nyata (P<0,01) lebih tinggi dari fase soft dough (F2) dan fase berbunga (F1). Fase soft dough (F2) sangat nyata (P<0,01) lebih tinggi dari fase berbunga (F1), sedangkan kadar protein kasar F1 sangat nyata (P<0,01) lebih tinggi dari F2 dan F3. Perlakuan F2 sangat nyata (P<0,01) lebih tinggi dari F3. Berdasarkan hasil penellitian dapat disimpulkan bahwa pemanenan sorgum Samurai 1 ratun ke 1 sebagai pakan ruminansia pada fase hard dough menghasilkan berat segar dan kadar bahan kering tertinggi sedangkan kadar protein kasar terendah. Kadar protein tertinggi dihasilkan pada fase berbunga namun kadar bahan keringnya terendah. Waktu panen sorgum Samurai 1 ratun ke 1 yang optimal untuk memenuhi kebutuhan bahan kering ternak ruminansia adalah pada fase hard dough. Kata kunci: Sorgum Samurai 1 ratun ke 1, berat segar, kadar bahan kering, kadar protein kasa

    Analisis pendapatan peternak sapi di Desa Saleo Kecamatan Bolangitang Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Utara

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besar pendapatan peternak sapi dan pengaruh variabel-variabel (jumlah kepemilikan ternak, biaya pakan, biaya tenaga kerja dan pengalaman beternak) terhadap pendapatan peternak sapi di Desa Saleo Kecamatan Bolangitang Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Saleo dengan waktu penelitian selama satu bulan yaitu dari bulan Januari – Februari 2021. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara pada responden peternak sapi dengan menggunakan kuisioner yang telah disiapkan. Penentuan sampel adalah purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu sesuai dengan tujuan penelitian, atas dasar pertimbangan bahwa petani peternak memiliki minimal 2 ekor ternak sapi dan minimal sudah 3 tahun beternak. Jumlah pendapatan petani peternak sapi di Desa Saleo Kecamatan Bolangitang Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Utara rata-rata dalam setahun sebesar Rp. 23.573.167. Secara simultan variabel jumlah ternak sapi, variabel biaya pakan, variabel biaya tenaga kerja serta variabel pengalaman beternak berpengaruh nyata terhadap pendapatan peternak sapi sedangkan secara parsial variabel biaya pakan dan pengalaman beternak tidak nyata berpengaruh terhadap pendapatan.Â

    Analisis pendapatan pedagang daging Babi di Pasar Tradisional Kota Pematangsiantar Provinsi Sumatera Utara

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan pedagang daging babi di Pasar Tradisional Kota Pematangsiantar pada masa pandemi Covid-19. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Penentuan lokasi sampel di Pasar Horas dan Pasar Parluasan menggunakan metode Purposive Sampling. Jumlah pedagang di kedua pasar yaitu 40 pedagang, dimana 17 pedagang dari Pasar Horas dan 23 pedagang dari Pasar Parluasan. Seluruh pedagang daging babi di kedua pasar ini dipilih menjadi responden (Total Sampling). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif serta menggunakan analisis regresi data panel. Pendapatan pedagang daging babi mengalami penurunan sebesar 36 % pada saat pandemi Covid-19. Berdasarkan hasil analisis regresi dapat disimpulkan bahwa biaya pemasaran, jumlah pembeli dan dummy covid-19 berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pedagang sedangkan curahan waktu kerja tidak memberikan pengaruh yang singnifikan terhadap pendapatan pedagang daging babi di Pasar Tradisional Kota Pematangsiantar.Â

    610

    full texts

    629

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    ZOOTEC
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇