629 research outputs found

    Analisis kelayakan finansial usaha ternak sapi di Desa Saleo Kecamatan Bolangitang Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (studi kasus)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha ternak sapi potong  di Desa Saleo Kecamatan Bolangitang Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Penelitian telah dilaksanakan di Peternakan Sapi Milik Bapak Arif Lauma selama satu bulan pada bulan Oktober sampai November tahun 2022. Data yang digunakan berupa data biaya dan pendapatan usaha ternak sapi. Analisis yang digunakan adalah analisis kelayakan. Berdasarkan  hasil penelitian diketahui bahwa usaha peternakan sapi di Desa Saleo Kecamatan Bolangitang Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Utara memperoleh nilai  Net Present Value (NPV) = Rp82.260.653, Internal Rate of Return (IRR) = 38,058%, RC ratio= 1,13, Break Even Point unit ternak sebesar 12,98 ekor, dan PP = 3,89 tahun. Capaian nilai tersebut menunjukkan bahwa usaha peternakan sapi di Desa Saleo Kecamatan Bolangitang Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Utara layak untuk dijalankan dan dikembangkan

    Produktivitas tumpangsari Indigofera zollingeriana dan Brachiaria decumbens di areal perkebunan kelapa berdasarkan produksi bahan kering pada jarak tanam dan pemupukan berbeda

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas Tumpangsari Indigofera zollingeriana dan Brachiaria decumbens di areal perkebunan kelapa berdasarkan produksi bahan kering pada jarak tanam dan pemupukkan berbeda. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari: faktor A yakni Monokultur, K: kombinasi Jarak Tanam dan faktor B: Pemupukan, setiap kombinasi diulang sebanyak 3 kali. Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan jarak tanam, pemupukan, serta interaksi jarak tanam dan pemupukan memberikan hasil yang berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap berat segar batang Indigofera zollingeriana. Perlakuan jarak tanam, interaksi jarak tanam dan pemupukan memberikan hasil yang berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap berat bahan kering batang Indigofera zollingeriana dan berat daun segar Indigofera zollingeriana, sedangkan perlakuan pemupukan memberikan hasil yang berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap berat bahan kering batang Indigofera zollingeriana dan berat daun segar Indigofera zollingeriana. Perlakuan pemupukan, interaksi jarak tanam dan pemupukan memberikan hasil yang berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap berat segar batang Brachiaria decumbens, berat daun segar Brachiaria decumbens dan terhadap berat Bahan kering batang Brachiaria decumbens, sedangkan perlakuan jarak tanam memberikan hasil yang berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap berat segar batang Brachiaria decumbens, berat bahan kering batang Brachiaria decumbens dan berat daun segar Brachiaria decumbens. Perlakuan interaksi jarak tanam dan pemupukan memberikan hasil yang berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap beratbBahan kering daun Indigofera zollingeriana dan berat bahan kering daun Brachiaria decumbens. sedangkan perlakuan jarak tanam dan perlakuan pemupukkan memberikan hasil yang berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap berat bahan kering daun Indigofera zollingeriana dan berat bahan kering daun Brachiaria decumbens. terhadap berat daun segar Brachiaria decumbens. Disimpulkan bahwa tumpangsari tanaman Legum Indigofera zollingeriana dan rumput Brachiaria decumbens di areal perkebunan kelapa dengan kombinasi jarak tanam Indigofera zolingeriana 1,00 m x 1,50 m dan Brachiaria decumbens 0,25 m x 0,25 m yang diberikan pupuk memberikan hasil produksi bahan kering tertinggi. Kata kunci: Indigofera zollingeriana, Brachiaria decumbens, Jarak tanam, Pemupukan

    Karakteristik kualitatif dan kuantitatif pedet betina dan jantan umur 4-5 bulan pada sapi perah Friesian Holstein di kelompok ternak Bojong Kawung Ciwidey Bandung

    Get PDF
    Kualitas ternak sapi perah dapat dilihat sejak pedet dilahirkan sampau dengan menjelang dewasa. Tampilan luar tubuh pedet sapi perah sangat penting untuk diketahui. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pedet sapi perah betina dan jantan melaui karakteristik sifat kualitatif dan kuantitatif di Kelompok Ternak Sapi Perah  Bojong Kawung Ciwidey Kabupaten Bandung. Objek penelitian menggunakan pedet sapi perah umur 4-5 bulan dengan jenis kelamin betina dan jantan. Metode penelitian menggunakan metode survey. Penentuan sampel penelitian menggunakan simple random sampling. Peubah yang diamati kualitatif dengan melihat tanda segitiga pada dahi, warna ujung ekor, dan bagian bawah carpus sedangkan kuantitatif meliputi bobot badan, panjang badan, lingkar dada, tinggi pundak. Hasil penelitian menunjukan bahwa sifat kualitatif pada pedet betina dan jantan umur 4-5 bulan adalah terdapat segitiga pada dahi, warna ujung ekor putih, dan bawah carpus putih-hitam. Kuantitatif menghasilkan rataan bobot badan, panjang badan, lingkar dada, tinggi pundak pada pedet betina yaitu 122,13 kg, 90,3 cm, 120,6 cm, 104,3 cm sedangkan pedet jantan memiliki rataan bobot badan, panjang badan, lingkar dada dan tinggi pundak yaitu 130,87 kg, 87,43 cm, 130,5 cm, 108,43 cm. Terdapat kesamaan karakteristik kualitatif pada pedet sapi perah betina dan jantan yaitu segitiga pada dahi, warna putih pada ujung ekor serta carpus bawah bercorak hitam-putih. Sedangkan nilai kuantitatif terdapat perbedaan antara pedet betina dan jantan terhadap bobot badan, Panjang badan, lingkar dada dan tinggi Pundak. Kata kunci : kualitatif, kuantitatif, pedet, FH, Bojong Kawun

    Daya dukung pastura alam dalam pemenuhan kebutuhan nutrien Sapi lokal di Kabupaten bolaang Mongondow Utara

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi daya dukung pastura alam dalam pemenuhan kebutuhan nutrien sapi lokal di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Materi yang dijadikan objek pengamatan langsung adalah ternak sapi lokal yang dipelihara menurut kearifan lokal, dan pastura alam, yang ditentukan secara acak di 3 (tiga) willayah kecamatan sebagai representasi dari seluruh wilayah, sebagai sumber data primer. Data sekunder diperoleh dari instansi terkait di wilayah penelitian, juga referensi dan hasil penelitian terdahulu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif komparatif dengan pendekatan secara kuantitatif, dan selanjutnya melakukan komparasi dengan hasil penelitian dan rekomendasi yang diperoleh dari sumber-sumber artikel, jurnal penelitian yang terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa jenis-jenis hijauan pakan yang tumbuh sebar di wilayah penelitian, umumnya dikonsumsi oleh sapi-sapi lokal didominasi jenis rumput, sekalipun terdapat beberapi jenis-jenis legume rambat dan legume pohon, juga hasil-hasil sisa pertanian, seperti jerami padi dan jrami jagung. Berdasrkan luas penggunaan lahan yang tersebar di 6 (enam) kecamatan, antara lain: padang rumput alam, tegal/kebun, perkebunan, irigasi /sawah, luas panen padi sawah dan luas panen jagung, masing-masing luasan memberi kontribusi terhadap produksi bahan kering (BK) hijauan, dengan total produksi 127.513 ton per tahun. Daya dukung wilayah terhadap hidup dan produksi ternak sapi (kapasitas tampung ternak sapi) berdasarkan produksi hijauan dari luas penggunaan lahan adalah sebesar 55.441 satuan ternak (ST) per tahun. Selanjutnya, daya dukung wilayah terhadap kapasitas penambahan populasi sapi potong (KPPTS), adalah sebesar 41.776 ST

    Pengaruh marinasi bawang putih (Allium sativum l) terhadap sifat fisik dan total bakteri daging ayam broiler dalam penyimpanan suhu dingin

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh marinasi bawang putih (Allium Sativum L) terhadap kadar air, daya mengikat air, pH, dan total bakteri daging ayam broiler dalam penyimpanan suhu dingin. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober sampai desember 2021 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak (THT) Fapet, UNSRAT dan di Laboratorium Balai Riset dan Standarisasi Industri Manado. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah daging ayam broiler bagian dada yang direndam dalam jus bawang putih. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 Perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan adalah marinasi daging ayam broiler dalam jus bawang putih yang terdiri dari 5 level yaitu 10%, 15%, 20%, 25%, 30%. Parameter yang diuji dalam penelitian ini adalah kadar air, daya mengikat air, pH, dan total bakteri. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji BNJ. Berdasarkan hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa marinasi daging ayam broiler dalam bawang putih (Allium Sativum L) memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap kadar air, daya mengikat air, dan pH daging tetapi berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap total bakteri. Berdasarkan hasil pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa perlakuan marinasi jus bawang putih dengan konsentrasi 30% pada daging  ayam broiler dalam penyipanan suhu dingin (4-5OC) dapat mempertahankan kualitas daging yang disimpan selama 9 ja

    Performa reproduksi sapi bali betina di Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa reproduksi sapi Bali betina di Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan November 2021 untuk prasurvei dan melakukan survei pada tanggal 15 Februari sampai dengan 4 Maret 2022 berlokasi di desa Bumi Restu, Cemara Jaya dan Mekar Sari Kecamatan Wasile. Penelitian ini menggunakan materi 60 ekor sapi Bali betina yang pernah beranak minimal dua kali dan dilakukan berdasarkan perkawinan alam milik petani peternak yang diambil secara sampel di tiga desa. Analisis data mengenai variabel yang diteliti menggnakan analisis deskriptif. Variabel penelitian yaitu variabel service per conception, calving interval, days open dan umur pertama kali beranak serta variabel penunjang seperti umur, tingkat pendidikan, dan lama beternak dari peternak yang dijadikan responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performa reproduksi sapi Bali betina di Kecamatan Wasile Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara sudah cukup baik dilihat dari aspek variabel service per conception (1,2 ± 0,4 kali), calving interval (339,83 ± 10,36 hari), sedangkan untuk days open (69,35 ± 10,08 hari) dan umur pertama kali beranak (37,3 ± 6,35 bulan) sedikit diatas angka ideal. Berdasarkan hasil pembahasan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa performa reproduksi sapi Bali betina di Kecamatan Wasile Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara sudah sangat bai

    Karakteristik fisik dan sensorik sosis daging babi dengan penambahan konsentrasi gelatin

    Get PDF
    Salah satu bahan pengikat yang digunakan dalam pembuatan sosis adalah gelatin. Gelatin dalam produk pangan dapat berfungsi sebagai bahan pengikat/binder dan memiliki kandungan protein yang cukup tinggi sekitar 80 –90%. Penelitian ini telah dilakukan untuk mengkaji karakteristik fisik dan sensorik sosis daging babi dengan penambahan berbagai konsentrasi gelatin. Bahan utama yang di gunakan adalah 250 g daging babi dan gelatin. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan penambahan konsentrasi gelatin 0%, 2,5%, 5%, 7,5% dan 10%, masing-masing diulang sebanyak 4 kali. Variabel yang diamati adalah susut masak, daya mengikat air dan uji sensorik (cita rasa, aroma, warna dan tekstur). Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap daya mengikat air dan susut masak, terhadap uji sensorik memberikan pengaruh yang berbeda tidak  nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penambahan konsentrasi gelatin 7,5 % menghasilkan produk sosis daging babi yang baik

    Pengaruh penggunaan santan kelapa terhadap sifat kimia produk abon berbahan baku daging ayam petelur afkir

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui level penggunaan santan terhadap sifat kimia dari produk abon berbahan baku daging ayam pelur afkir. Materi penelitian terdiri dari daging ayam petelur afkir, santan kelapa, bumbu pembuatan abon. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perakuan penambahan santan kelapa yang terdiri dari p1 150 mL, p2 200 ml, p3 250 mL, dan p4 300 mL dengan komposisi daging untuk setiap perlakuan sebanyak 300 g. Setiap perlakuan masing-masing diulang sebanyak 4 kali. Variabel yang diamati adalah kadar air, protein, lemak dan kolestrol. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan santan kelapa memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap nilai kadar air, protein dan kolestrol, tetapi terhadap nilai lemak menunjukan pengaruh yang berbeda nyata (P<0,05). Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penggunaan santan kelapa sampai pada 150 - 300 mL dengan komposis daging 300 g sudah dapat mempertahankan kandungan nutrien terdiri dari kadar air, protein, lemak dan kolestrol produk ayam petelur afkir.Kata Kunci : abon, daging ayam afkir, santan kelapa

    Perbandingan frekuensi dan durasi tingkah laku seksual kalkun pejantan (Meleagris gallopavo) berdasarkan umur yang berbeda

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan frekuensi dan durasi tingkah laku seksual kalkun pejantan (Meleagris gallopavo) berdasarkan umur yang berbeda. Materi penelitian menggunakan kalkun pejantan yang sudah dewasa kelamin berjumlah 9 ekor terdiri dari 3 ekor kalkun umur 24 bulan, 3 ekor kalkun umur 12 bulan, 3 ekor kalkun umur 8 bulan; betina sebanyak 27 ekor umur 6 – 7 bulan. Teknik pengambilan data menggunakkan metode scan sampling yaitu mencatat semua aktivitas yang terlihat dalam keseluruhan aktivitas harian. Variabel yang diukur yaitu courtship, mounting, mating, dan dismounting. Data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa frekuensi courtship terbanyak dilakukan oleh pejantan umur 8 bulan sebanyak 22,39 kali, dan durasi tercepat oleh pejantan umur 24 bulan selama 64,05 detik, frekuensi mounting terbanyak didapat oleh pejantan berumur 8 bulan yaitu sebanyak 0,57 kali dan durasi tercepat oleh pejantan umur 24 bulan selama 3,66 detik, frekuensi mating terbanyak dilakukan oleh pejantan umur 8 bulan sebanyak 0,50 kali dan durasi tercepat oleh pejantan umur 24 bulan yaitu selama 16,43 detik, dan frekuensi dismounting terbanyak dilakukan oleh pejantan umur 8 bulan sebanyak 0,57 kali dan frekuensi tercepat oleh pejantan umur 24 bulan selama 0,58 detik. Kesimpulannya adalah Frekuensi tingkah laku seksual terbanyak dilakukan oleh kalkun pejantan berumur 8 bulan. Sedangkan untuk durasi tingkah laku seksual tercepat dilakukan oleh kalkun pejantan yang berumur 24 bulan. Kata Kunci: Frekuensi dan durasi, tingkah laku seksual, kalku

    Penggunaan tepung limbah biji alpukat sebagai sumber antioksidan alami dalam ransum terhadap performan ayam broiler

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan tepung limbah biji alpukat sebagai sumber antioksidan alami dalam ransum terhadap performan ayam broiler. Materi yang digunakan dalam penelitian yaitu 100 ekor DOC strain CP707 dipelihara selama 42 hari. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan. Ransum perlakuan terdiri dari A0 = Ransum kontrol (ransum tanpa Tepung Limbah Biji Alpukat), A1 = Ransum 2,5% TLBA, A2 = Ransum 5% TLBA, A3 = Ransum 7,5% TLBA dan A4 = Ransum 10% TLBA. Variabel yang diukur guna untuk melihat performan ayam broiler adalah konsumsi ransum, pertambahan berat badan, konversi ransum dan persentase karkas. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan tepung limbah biji alpukat sebagai sumber antioksidan alami dalam ransum berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konversi ransum dan tidak berpengruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan berat badan dan persentase karkas. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung limbah biji alpukat sebagai sumber antioksidan alami sampai 10% masih memberikan pengaruh yang sama terhadap performan ayam broiler.Kata kunci : Ayam broiler, tepung limbah biji alpukat, broile

    610

    full texts

    629

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    ZOOTEC
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇