Media Veteriner
Not a member yet
88 research outputs found
Sort by
SL-02 Our Passion for the Morphological Education Ensures the Birth of the Capable Clinical Veterinarians and Morphologists
Our Passion for the Morphological Education Ensures the Birth of the Capable Clinical Veterinarians and Morphologist
AH-04 Anatomical Characteristic of the Pelvic and Thigh Region Muscles of Javan Pangolin, Manis javanica
Anatomical Characteristic of the Pelvic and Thigh Region Muscles of Javan Pangolin, Manis javanic
KS-01 Ex Ovo Omnia: The Impact of Modern Embryology on Veterinary Education
Ex Ovo Omnia: The Impact of Modern Embryology on Veterinary Educatio
Mengapa justru kerbau?
Kalau pertanyaan tersebut diatas diajukan oleh petani-peternak di desa, bukanlah tempatnya untuk dijawab disini. Justru pertanyaannya datang dari kita-kita orang kota yang secara langsung maupun tidak langsung berurusan dengan peningkatan kesejahteraan mayoritas rakyat Indonesia, wong desa. pak tani sendiri mungkin sulit menjawab, preferensinya terhadap kerbau hanya didasarkan pada motifasi dan pandangan sosio-ekonomistradisionil dari satu generasi ke generasi berikut. Kadang-kadang tidak masuk akal manusia modern. Padahal kalau diteliti benar-benar, kebanyakan motifasi yang dianut cukup beralasan. Hanya saja kita sebagai orang kota, apalagi berpendidikan luar negeri, belum apa-apa sudah menolak pandangan tradisionil tersebut. Pada umumnya kita hanya mau berurusanm bahkan mengungguli, apa yang diajarkan kepada kita di kota atau di luar negeri. Padahal sumber daya dan kekayaan alam yang kita miliki sangat sangat berlimpah di tanah air kita sendiri dan kurang dikenal di luar negeri
Peninjauan penyakit lampung
Atas permintaan Direktur Jendral Peternakan, Direktorat kesehatan hewan penulis diminta untuk meninjau "Pnyakit Lampung" yang sedang berjangkit di kecamatan-kecamatan Seputih Raman dan Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah terutama dari segi vektor penyakit tersebut.Dari hasil peninjauan tersebut diharapkan dapat diperoleh rekomendasi cara pemberantasan vektor yang cukup baik untuk mencegah meluasnya wabah "Penyakit Lampung" yang terutama menyerang sapi Bali. Vektor mama yang pasti memindahkan penyakit ini belum diketahui dan antibiotika "brend spectum" ternyata tidak berhasil menyembuhkan penyakit tersebut
Kemungkinan adanya Q-Favor di Indonesia
Q-Fever disebabkan oleh rickottsia coxiolla burnoti (syn. Rickotsia burnoti), dan pada umumnya penyakit ini akut dengan tanda-tanda "malaise", dingin, panas, "myalgia" dan tanda yang khas adalah sakit kepala yang hebat sekali. Pneumonia intestitial terbentuk dan sebagaimana dengan penyakit rickottsia lainnya maka rickottsemia terjadi pada phase febrile, yang dapat tinggal 5 sampai 25 hari atau lebih lama lagi. Tetapi Q-Fever, tidak sebagai penyakit rickettsia yang lain, tidak diikuti dengan tanda-tanda dikulit (outaneous rask) dan juga tidak membentuk agglutin terhadap "X" strain dari Protous vulgaris. Penyakit acut ini dapat berjalan pelan atau fatal, kemungkinan besar infeksi terjadi di daerah endemic
Pencemaran mercury dengan menentukan rantai makanannya pada hewan akuatik dengan menggunakan mercury radio aktif sebagai traser
Pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh logam-logam berat yang juga merupakan unsur langka seperti zink, timah, besi, cadmium, mercury, tembaga, arsenik, nickel, venadium dan bryllium merupakan masalah yang serius dewasa ini.Mercury yang merupakan salah satu unsur langka tersebut dia atas, secara umum, menimbulkan pencemaran lingkungan terutama disebabkan oleh pembuangan sisa-sisa industri dengan bebas dan oleh penggunaan pestisida dan herbicida di bidang pertanian. (Dugan, 1972)
Perlakuan terhadap semen beku dalam straw sebelum pemakaian lapangan di Indonesia
Suatu percobaan faktorial 4 x 4 telah dilakuakn untuk menguji pengaruh penyimpanan semen beku bentuk straw didalam es, air es, air kran, dan serbuk CO2 padat (dry ice) dan pengaruh waktu 5 menit, 3 jam, 6 jam, dan 9 jam setelah penyimpanan didalam keempat media tersebut. Persentase sperma metil didalam keempat media tersebut ternyata sama (70 sampai 75 preson) pada penyimpanan selama 5 menit. Presentase tersebut tetap dipertahankan pada penyimpanan didalam serbuk CO2 padat selama waktu 9 jam, sedangkan penyimapan didalam air es, es, dan air kran tidak dapat memepertahankan kehidupan spermatozoa dalam ukuran presentase pergerakan yang baik untuk pembuahan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pengangkutan semen beku dalam straw untuk pemakaian lapangan di Indonesia terbaik memakai serbuk CO2 padat, jauh lebih murah dari pada memakai N2 cair. Semen beku yang dicairkan kembali dan disimpan didalam es, air es, dan air kran harus dipakai dalam waktu selambat-lambatnya 5 menit. Pengangkutan semen beku di dalam ketiga media tersebut terakhir untuk pemakaian lapangan tidak dianjurkan
A comparison of effect ofo trypanosoma evansi adjuvant vaccines
Killed Trypanosoma evansi (T. evansi) treated by phosphate buffered saline (PBS), using weanling mice for the effective immune rest, has been reported previously (4) The effect of this vaccine vas found inconstant result of its immune response. This reason is still unknown. For strength or constaney of imunizing effect, it should have considered to use adjuvants (1,2,3) in the vaccines.Although zeolite is a very powerful abserbent material but it has not applied in the production of biological products of Trypanosoma. This study describes the comparison of the effect of vaccines which were treated by PBS, zeolite, complete Freund\u27s. ADE, potassium aluminum sulfat (PAS), and freezethawing (1,5) vaccines
The reproductive of sheep production in Indonesia : a research project
The sheep seems to be a suitable and socio-economically acceptable animal for livestock production in Indonesia due its small and size and certain physiological characteristics of sheep whith say offer adventages for rearing over larger ruminants. The sheep population is however declining up to present. One way for improvement of sheep production has been attempted through crossbooring with imported breeds.A research project on certain aspects of sheep reproduction is discussed with omphasis on plasma reproduction hormonal levels, and with emphasis on plasma reproduction hormonal levels, and with the ultimate objective to rapidly increase the presently declining sheep population