Jurnal Manajemen dan Bisnis
Not a member yet
371 research outputs found
Sort by
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BALAI PEMANTAPAN KAWASAN HUTAN WILAYAH III DI PONTIANAK
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui gaya kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai Kantor Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah III Pontianak. Sampel yang diambil adalah seluruh pegawai yang berjumlah 61 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Dalam penelitian ini menggunakan alat uji statistik SPSS 16.0, teknik analisis menggunakan Regresi Linier Multiple, dengan F test dan t test untuk menguji variabel independent terhadap variabel dependen. Tingkat signifikansi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0.05. Untuk pengaruh gaya kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai Kantor Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah III Pontianak bahwa berdasarkan Uji Validitas disimpulkan bahwa semua item pertanyaan yang digunakan dalam penelitian ini 2 item yang tidak valid sehingga harus dibuang dan Uji Reliabilitas disimpulkan bahwa semua variabel yang digunakan dalam penelitian ini realibel. Berdasarkan hasil regresi, diperoleh bahwa : (1) Secara simultan, variabel-variabel independen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai signifikansi 0,001 > 0,005, maka Ha diterima Pada tingkat kesalahan a = 5%. (2) Secara parsial variabel gaya kepemimpinan (X1) dan budaya organisasi (X2) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai, dengan nilai signifikansi adalah 0,000 < 0,005 untuk variabel gaya kepemimpinan, sedangkan untuk variabel budaya organisasi nilai nilai signifikansinya adalah 0,001 < 0,05. Dari penelitian ini, nilai korelasi multiple (R) antara variabel X1 dan X2 terhadap Y sebesar 0.735 artinya : gaya kepemimpinan dan budaya organisasi secara simultan (bersama-sama) memiliki hubungan yang kuat dan positif terhadap kinerja pegawai pada Kantor Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah III Pontianak. Koefisien determinasi (R2) sebesar 0.540 artinya 54% variasi variabel Kinerja pegawai Kantor Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah III Pontianak dapat diterangkan oleh Gaya Kepemimpinan (X1) dan Budaya Organisasi (X2) sedangkan sisanya sebesar 46% diterangkan faktor-faktor lain di luar model. Kata Kunci : Gaya Kepemimpinan, Budaya Organisasi dan Kinerj
PENGARUH DOL, DFL, DAN RATIO LEVERAGE TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN TERCATAT DI LQ 45 BEI
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh DOL, DFL dan ratio leverage terhadap tingkat imbal hasil (return saham) pada perusahaan yang terdaftar dalam LQ 45 di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2008 sampai 2010. Keuntungan dari penelitian ini memberikan bukti empiris tentang pengaruh DOL, DFL dan ratio leverage terhadap tingkat imbal hasil ( return saham ) bagi ivestor dalam mengambil keputusan berinvestasi di Bursa Efek Indonesia.Penelitian ini menggunakan 34 sampel dari 45 perusahaan yang terdaftar dari tahun 2008 sampai 2010, pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling, penelitian ini menguji hipotesis dengan metode analisis regresi berganda dengan menggunakan bantuan SPSS versi 17.00 dalam pengolahan data.Penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa DOL, DFL dan ratio leverage berpengaruh positif signifikan secara parsial dan bersama-sama terhadap tingkat imbal hasil (return saham).Akhirnya , peneliti menyimpulkan bahwa investor selain menggunakan informasi DOL, DFL dan ratio leverage untuk menganalisis sebelum membuat keputusan investasi Di Bursa Efek Indonesia terutama pada perusahaan yang terdaftar dalam LQ 45 , faktor makro dan penilaian kinerja perusahaan lainnya juga harus dianalisis. Kata Kunci : DOL, DFL, Rasio leverage, dan Tingkat Imbal Hasi
PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN ADMINISTRASI PADA POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK
Kinerja adalah hal yang terpenting yang harus senantiasa dijaga dan diperhatikan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja adalah motivasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh signifikan baik secara simultan atau parsial hubungan antara motivasi kerja (motivasi eksternal dan motivasi internal) terhadap Kinerja karyawan administrasi pada Politeknik Negeri Pontianak. Metode yang digunakan adalah metode asosiatif. Teknik pengambilan sampel adalah sampling sensus , dimana populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan administrasi pada Politeknik Negeri Pontianak yang berjumlah sebesar 64 orang. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Regresi Linier Berganda, untuk menguji signifikansi dari masing-masing variabel digunakan Uji F dan Uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan ada hubungan secara signifikan antara motivasi eksternal (X1) dan motivasi internal (X2) terhadap kinerja (Y). Sedangkan secara parsial motivasi eksternal (X1) berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja (Y) dan motivasi internal merupakan faktor yang tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap Kinerja (Y). Kata kunci: Motivasi Eksternal, Motivasi Internal, Kinerj
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK
Kajian tentang kepuasan kerja merupakan permasalahan yang penting dalam pengembangan sumber daya manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan mengevaluasi pengaruh faktor-faktor yang terdiri dari kondisi kerja, gaji dan finansial lainnya, pengembangan karir, tugas/pekerjaan, hubungan dengan atasan dan rekan kerja, serta penghargaan atas prestasi baik secara simultan maupun parsial berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada Politeknik Negeri Pontianak. Metode penelitian yang digunakan adalah Asosiatif Kausalitas. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling dengan pendekatan proportionate stratified random sampling. Dengan jumlah sampel sebanyak 105 responden. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Regresi Linier Berganda, untuk menguji signifikansi dari masing-masing variabel digunakan Uji F dan Uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan variabel kondisi kerja, gaji/finansial lainnya, pengembangan karir, tugas/pekerjaan, hubungan dengan atasan dan rekan kerja, dan penghargaan atas prestasi berpengaruh signifikan dan positif terhadap kepuasan kerja. Sedangkan secara parsial variabel gaji/finansial lainnya, tugas/pekerjaan, hubungan dengan atasan dan rekan kerja berpengaruh signifikan dan positif terhadap kepuasan kerja karyawan pada Politeknik Negeri Pontianak. Kata Kunci : Kepuasan Kerja, Kondisi Kerja, Gaji/Finansial lainnya, Pengembangan Karir, Tugas/Pekerjaan, Hubungan dengan Atasan dan Rekan Kerja, dan Penghargaan atas Prestasi
ANALISIS PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN PROFESIONALISME TERHADAP KINERJA PRAJURIT TNI AL DI LANAL PALEMBANG
Lanal Palembang merupakan Satuan Pelaksana Operasi dibawah Lantamal III Jakarta dengan luas wilayah meliputi wilayah perairan provinsi sumatera selatan dan jambi. Luasnya wilayah ini dihadapkan dengan tugas pokok lanal yang ada tentu menuntut kinerja prajurit yang tinggi. Kondisi lanal Palembang yang terbatas kemampuan alutsista yang dimiliki, kualifikasi personel, masa dinas personel yang lama relatif lama serta kurangnya jumlah personel dirasakan berpengaruh pada kinerja prajurit, Dari berbagai aspek yang kemungkinan mempengaruhi kinerja dari prajurit dilakukan analisa 2 faktor yang dirasakan kemungkinan mendominasi sebagai aspek yang mempengaruhi kinerja prajurit. Kedua faktor tersebut adalah yaitu faktor profesionalisme dan faktor budaya organisasi. Faktor profesionalisme merupakan faktor yang berasal dari dalam diri prajurit yang dapat dikendalikan melalui pelatihan dan pendidikan. Sedangkan faktor budaya organisasi adalah faktor dariluar prajurit yang juga dapat dikendalikan melalui penciptaan budaya. Kedua faktor ini dianalisis dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dalam hubungannya dengan kinerja prajurit TNI AL di Lanal Palembang dengan metode statistic regresi multivariate untuk menemukan hubungan linear, kekuatan hubungan dan ukuran pengaruhnya. Sulitnya mengumpulkan data populasi karena sebaran prajurit yang cukup luas pada pos-pos pengamat menyebabkan harus dilakukan pengambilan sample untuk mempermudah pengambilan dan pengolahan data. Data yang diperoleh selanjutnya diolah dengan menggunakan tools statistic. Dari hasil pengolahan data selanjutnya dapat diketahui bahwa terdapat hubungan yang relative kuat dan signifikan antara budaya organisasi dan profesionalisme terhadap kinerja prajurit TNI AL di Lanal Palembang. Dengan demikian maka perlu adanya upaya untuk meningkatkan profesionalisme melalui pelatihan dan rotasi penugasan serta mengembangkan budaya organisasi yang konstruktif melalui peranan pimpinan dan kepala satuan kerja yang berperan penting dalam meletakkan dasar dan membangun budaya organisasi yang baru secara berkesinambungan. Kata Kunci : Budaya Organisasi, Profesionalisme, Kinerja Prajuri
PENGARUH PERCEIVED USEFULNESS, PERCEIVED EASE OF USE, SATISFACTION DAN PERCEIVED ENJOYMENT TERHADAP ONLINE REPURCHASE INTENTION (STUDI PADA BELANJA ONLINE PAKAIAN JADI DI KALANGAN MAHASISWA POLITEKNIK DI KOTA PONTIANAK)
Penelitian ini menganalisis pengaruh perceived usefulness, perceived ease of use, satisfaction dan perceived enjoyment terhadap online repurchase intention baik secara simultan maupun secara parsial. Penelitian difokuskan pada niat pembelian ulang pakaian jadi di kalangan mahasiswa politeknik di kota Pontianak. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksplanatori dengan pengambilan sampel menggunakan metode proportional random sampling. Variabel penelitian terdiri dari variabel bebas (perceived usefulness, perceived ease of use, satisfaction dan perceived enjoyment) dan variabel tidak bebas (online repurchase intention) yang diukur menggunakan skala Likert. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada mahasiswa di Politeknik Negeri Pontianak (POLNEP) dan Politeknik Tonggak Equator (POLTEQ). Hasil pembahasan menunjukkan bahwa perceived usefulness, perceived ease of use, satisfaction dan perceived enjoyment secara simultan mempunyai pengaruh signifikan terhadap online repurchase intention. Perceived usefulness, satisfaction dan perceived enjoyment secara parsial berpengaruh signifikan terhadap online repurchase intention, sedangkan perceived ease of use tidak berpengaruh signifikan terhadap online repurchase intention. Kata Kunci: perceived usefulness, perceived ease of use, satisfaction, perceived enjoyment, online repurchase intention
ANALISA MANAJEMEN STRATEGI UNTUK MENENTUKAN FORMULA REORIENTASI PONDOK PESANTREN ABDUSSALAM DESA PASAK KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG KABUPATEN KUBU RAYA
Dalam menghadapi era globalisasi dan modernisasi, Pondok Pesantren Abdussalam dituntut memiliki manajemen yang lebih profesional baik dalam pengelolaan lembaganya maupun dalam pengelolaan sistem pendidikannya agar tidak ditinggalkan oleh masyarakat sebagai stakeholder. Namun di sisi lain, Abdussalam mengambil sikap merespon tantangan globalisasi tersebut tanpa meninggalkan kaidah/identitasnya sebagai lembaga pendidikan Islam. Untuk mencapainya, diperlukan strategi yang tepat dan sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan eksternal dan internal Abdussalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh Pondok Pesantren Abdussalam dan untuk mengetahui peluang dan ancaman yang dihadapinya. Dengan mengetahui keempat faktor tersebut maka dapat disusun strategi yang akan menjadi formula reorientasi Pondok Pesantren Abdussalam dalam menghadapi tantangan globalisasi. Dalam penelitian ini, digunakan metode deskriptif analisis dengan objek penelitian Pondok Pesantren Abdussalam. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi dan kuesioner yang diperdalam dengan wawancara terhadap pihak- pihak yang berkompeten. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif dengan alat analisis yang digunakan adalah Matriks Evaluasi Faktor Eksternal (EFE), Matriks Evaluasi Faktor Internal (EFI), Matriks Internal - External (IE), dan Matriks Threats-Opportunities-Weaknesses-Strengths (TOWS). Pondok Pesantren Abdusalam disarankan untuk melaksanakan perubahan dan pembenahan sebatas manajemen dan bukan berubah dari salafiyah ke muasyir (modern), karena akan menghancurkan nilai-nilai positif pesantren. Bentuk pengembangan orientasi (reorientasi) pesantren yang perlu dilakukan adalah reorientasi manajemen dan kelembagaan pesantren, reorientasi perekonomian pesantren dan reorientasi sistem pendidikan. Kata Kunci : Reorientasi pondok pesantren, Strategi pondok pesantre
PENGARUH KOMPENSASI DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL PERANTARA
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tentang kompensasi dan budaya organisasi, bagaimana pengaruhnya terhadap motivasi dan kinerja pegawai pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pontianak.Variabel independen pada penelitian ini adalah kompensasi dan budaya organisasi, sedangkan variabel dependennya adalah kinerja karyawan, sementara motivasi kerja sebagai variabel inteveningnya.Jumlah sampel adalah seluruh pegawai KPP Pratama Pontianak, sebanyak 102 orang.Untuk analisis data digunakan analisis regresi linier berganda dengan menggunakan bantuan aplikasi program komputer (SPSS 17.0).Di samping itu, dilakukan juga uji validitas, uji reabilitas, uji normalitas, uji linearitas, uji heterokedastisitas dan, uji analisis jalur (path analysis).Hasil dari penelitian ini diketahui nilai koefisien pengaruh langsung budaya organisasi terhadap kinerja pegawai lebih besar dibandingkan dengan nilai koefisien pengaruh tidak langsung budaya organisasi terhadap kinerja pegawai melalui motivasi kerja sehingga untuk meningkatkan kinerja pegawai sebaiknya dilakukan dengan meningkatkan budaya organisasi. Kata kunci: Kompensasi, Budaya Organisasi, Motivasi danKinerja Pegawa
PENGARUH KOMPENSASI DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN CU NYAI ANTA KABUPATEN SEKADAU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis (1) gambaran kompensasi, gaya kepemimpinan dan kepuasan kerja, (2) pengaruh kompensasi dan gaya kepemimpinan baik secara parsial maupun simultan terhadap kepuasan kerja karyawan CU Nyai Anta Kabupaten Sekadau. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan pada CU Nyai Anta dengan jumlah populasi 27 orang dan semuanya dijadikan sample. Metode sebagai alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah metode survey dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada seluruh karyawan. Isi dari kuesioner tersebut terbagi menjadi tiga variabel yaitu variabel kompensasi, gaya kepemimpinan dan kepuasan kerja. Teknik analisis data yang digunakan adalah model regresi. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data berbentuk angket model skala Likert yang sering digunakan untuk suatu pertanyaan dan responden diminta untuk menunjukkan tingkat kesepakatan mereka dalam mengisi kuesioner. Lima butir skala yang digunakan untuk mengukur kompensasi, kemampuan dan kompensasi kerja adalah Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Ragu-Ragu (RR), Tidak Setuju (TS) dan Sangat Tidak Setuju (STS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi variabel kompensasi, gaya kepemimpinan dan kepuasan kerja karyawan pada CU Nyai Anta memperlihatkan hasil secara umum masuk dalam kriteria baik. Hasil pengujian model regresi menunjukkan bahwa pengaruh kompensasi terhadap kepuasan kerja tidak signifikan dan pengaruh kepemimpinan terhadap kepuasan kerja memiliki pengaruh yang signifikan positif. Secara simultan faktor kompensasi dan gaya kepemimpinan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Kepuasan kerja karyawan CU Nyai Anta. Kata kunci : Kompensasi, gaya kepemimpinan, kepuasan kerja karyawan, CU Nyai Anta
ANALISIS PENGARUH FAKTOR-FAKTOR EKUITAS MEREK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPEDA MOTOR MEREK YAMAHA DI KOTA SINGKAWANG
Persaingan kompetitif antar dua perusahaan roda dua dengan merek yang sudah terkenal, yaitu merek Honda dan merek Yamaha. Kedua merek ini menjadi alasan kuat bagi konsumen untuk memilih merek terebut sebelum melakukan keputusan pembelian terhadap sepeda motor di Indonesia. Persaingan perusahaan saat ini untuk memperebutkan konsumen tidak lagi terbatas pada atribut fungsional produk seperti kegunaan suatu produk, melainkan sudah dikaitkan dengan merek yang mampu memberikan citra terhadap suatu produk. Merek yang kuat merupakan aset tak berwujud (intangible asset) yang sangat berharga bagi perusahaan dan merupakan alat pemasaran strategis utama. Merek yang kuat akan membangun loyalitas, dan loyalitas akan membangun bisnis berulang kembali. Dengan memelihara loyalitas pelanggan terhadap merek, keuntungan masa depan yang diperoleh dari pelanggan akan cenderung meningkat, untuk mendapatkan pelanggan yang loyal maka perusahaan perlu membangun brand equity. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis keputusan pembelian sepeda motor merek Yamaha di Kota Singkawang melalui faktor-faktor brand equity, dimana keputusan pembelian akan dipengaruhi oleh tingkat brand awareness, brand association, perceived quality dan brand loyalty. Hal ini dikarenakan brand awareness, brand association, perceived quality, brand loyalty belum tentu membuat konsumen melakukan keputusan pembelian terhadap produk atau jasa perusahaan, ada kemungkinan faktor-faktor diluar brand equity juga dominan mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Penelitian ini menggunakan sampel 100 responden yang menggunakan sepeda motor merek Yamaha di Kota Singkawang pada tahun 2012, dengan menggunakan metode Convenience sampling dimana dapat dipilih siapa saja konsumen yang memiliki/ menggunakan sepeda motor merek Yamaha untuk dijadikan sampel. Teknik analisa data dengan SPSS ( Statistical Product and Service Solutions ) versi 20. Hasil penelitian menyatakan bahwa tiga variabel independen Brand Awareness (X1), Brand Association (X2), Perceived Quality (X3) yang diteliti tidak terbukti secara signifikan mempengaruhi variabel dependen Keputusan Pembelian, hanya variabel Brand Loyalty (X4) saja mempengaruhi Keputusan Pembelian. Kata kunci : Keputusan Pembelian, Brand Awareness, Brand Association, Perceived Quality, dan Brand Loyalty