Jurnal Manajemen dan Bisnis
Not a member yet
371 research outputs found
Sort by
Literasi Digital dan Persepsi Kemudahan Pada Cashless Society: Keputusan Adopsi Pembayaran Cashless Pada UMKM di Pontianak
Pembayaran tanpa uang tunai telah menjadi tren di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Ini didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan dan efisiensi dalam melakukan transaksi. Namun, penerapan pembayaran cashless di Indonesia masih belum merata, terutama di kalangan UMKM. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana literasi digital dan persepsi kemudahan berdampak pada keputusan untuk menggunakan pembayaran cashless pada UMKM di Pontianak. Dalam penelitian ini, pendekatan kuantitatif digunakan bersama dengan penyebaran kuesioner dengan metode purposive sampling. Sampel penelitian terdiri dari 271 UMKM di Pontianak. Teknik analisis data menggunakan SEM-PLS dengan WarpPLS 8.0. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa literasi digital dan persepsi kemudahan berpengaruh positif terhadap keputusan penggunaan cashless pada UMKM di kota Pontianak. Nilai koefisien determinasi keputusan penggunaan adalah sebesar 44,9%
Pengaruh Kompetensi dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai RSUD Drs. Jacobus Luna M.Si Kabupaten bengkayang dengan Komitmen Organisasional sebagai Varriabel Intervening
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Kompetensi dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja pegawai RSUD Drs. Jacobus Luna, M.Si Kabupaten Bengkayang dengan Komitmen organisasional sebagai variabel intervening Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis data Structural Equation Modeling (SEM). Sampel penelitian ini adalah 136 pegawai RSUD Drs. Jacobus Luna Kabupaten Bengkayang yang dipilih secara acak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan antara kompetensi pegawai dengan tingkat komitmen organisasional (H1 ditolak). Sementara itu, budaya organisasi terbukti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat komitmen organisasional pegawai (H2 diterima). Kompetensi pegawai juga memiliki pengaruh Positif dan signifikan terhadap kinerja (H3 diterima), dan demikian pula budaya organisasi terhadap kinerja pegawai (H4 diterima). Selain itu, terdapat pengaruh signifikan antara komitmen organisasional pegawai dengan kinerja (H5 diterima). Berdasarkan pengujian langsung dan tidak langsung, analisis menunjukkan bahwa hubungan tidak langsung antara kompetensi dan kinerja pegawai melalui komitmen organisasional tidak signifikan (H6 ditolak). Meskipun demikian, hubungan positif dan signifikan terbukti terjadi antara kompetensi dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai. Selain itu, komitmen organisasional secara parsial juga memediasi hubungan antara budaya organisasi dengan kinerja pegawai (H7 diterima
Optimalisasi Kinerja di Dinas Perkebunan Kaltim: Peran Pelatihan, Komitmen, dan Motivasi
In the last 3 years, the need for competence in participating in training is very lacking, so that employee commitment and employee motivation are less than satisfactory due to the incomplete database on the conditions and development potential of the East Kalimantan Provincial Plantation Service. This study aims to determine the effect of training variables, commitment, and motivation on employee performance. The research method used is field research using a quantitative approach where the population is the same as the sample and totals 47 civil servants and non-civil servants and the data is processed using SPSS version 26. The results of the analysis show that the training variable has no significant effect on the employee performance variable, the commitment variable has no significant effect on the employee performance variable, the motivation variable has a significant effect on employee performance, the training, commitment and motivation variables simultaneously have a significant effect on employee performance, the motivation variable has more effect on employee performance, and the effect of training, commitment and motivation variables on the performance of employees of the Plantation Service of East Kalimantan Province is 0.635 or 63.5%, the remaining 36.5% is influenced by other variables not examined in this study
Cultivating a Growth Mindset: HR's Role in Fostering Continuous Learning Cultures
This study investigates the dynamics of Growth Mindset, HR's Role, Engagement or Employee Participation, and Continuous Learning Cultures within PT. Teluk Luas. Using quantitative methods and Structural Equation Modeling (SEM) with Smart PLS, the research explores direct and indirect relationships among these variables. The findings reveal that Growth Mindset significantly influences Engagement or Employee Participation and Continuous Learning Cultures, emphasizing the role of a growth-oriented mindset in fostering employee engagement and a culture of continuous learning. Additionally, while HR's Role directly affects Engagement or Employee Participation but not Continuous Learning Cultures, its significant indirect effect on Continuous Learning Cultures through Engagement or Employee Participation underscores the pivotal role of HR in enhancing engagement, thereby contributing to a conducive environment for continuous learning. These insights provide valuable implications for organizational strategies aimed at cultivating a dynamic and learning-oriented workplace culture
Meningkatkan Kinerja Pegawai: Peran Etos Kerja, Kompetensi, dan Motivasi di Lingkungan Kehutanan Sumatera Barat
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh etos kerja dan kompetensi terhadap kinerja pegawai, dengan mempertimbangkan motivasi kerja sebagai variabel intervening, di UPTD KPHL Lima Puluh Kota Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah survei analisis dengan melibatkan seluruh pegawai UPTD KPHL Lima Puluh Kota, yang berjumlah 34 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etos kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, sedangkan pengaruh kompetensi terhadap kinerja pegawai tidak signifikan. Selain itu, terdapat pengaruh positif dan signifikan etos kerja terhadap motivasi kerja pegawai, sementara pengaruh kompetensi terhadap motivasi kerja pegawai tidak signifikan. Motivasi kerja juga ditemukan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, serta mampu memediasi pengaruh etos kerja terhadap kinerja pegawai. Namun, motivasi kerja tidak mampu memediasi pengaruh kompetensi terhadap kinerja pegawai
ESG Investing: Evaluating the Financial Performance of Sustainable Portfolios
This research examines the financial performance of ESG (Environmental, Social, Governance) portfolios compared to traditional non-ESG portfolios, focusing on their returns, volatility, and risk management. A qualitative approach was employed, utilizing a literature review and analysis of historical data from ESG reports and financial databases, particularly the FTSE4Good Index. The findings indicate that ESG portfolios significantly outperform traditional investments, with an average annual return exceeding conventional portfolios by approximately 4.3%. Additionally, ESG portfolios exhibit lower volatility and reduced drawdowns during market downturns, demonstrating their resilience and risk mitigation capabilities. The research concludes that investing in companies with high ESG ratings not only aligns with ethical standards but also enhances long-term financial performance. These insights underscore the growing relevance of sustainable investing in contemporary financial markets. Investors are encouraged to integrate ESG criteria into their strategies while remaining vigilant about potential challenges, such as greenwashing and variability in ESG ratings. Future research should address existing gaps in understanding the long-term impacts of ESG investing across different sectors and regions to further validate these findings
Faktor-Faktor Anteseden Loyalitas Dengan Customer Satisfaction Sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus Pada Pt. Kereta Api Indonesia Daop 4 Semarang)
Penelitian yang dilakukan untuk melihat sejauh mana faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas dengan kepuasan pelanggan sebagai variabel intervening dimana faktor-faktor sebelumnya terdiri dari Service Quality , Perceived Value dan Trust . Penelitian yang dilakukan di PT kereta Api Indonesia Daop 4 Semarang, penentuan sampel dengan menggunakan rumus slovin dan diperoleh sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 responden. Alat analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda yang diperoleh menggunakan program SPSS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa semua variabel independen dalam penelitian berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel depende
Peran Mediasi Kapabilitas Manajemen Pengetahuan pada Pengaruh Pelatihan terhadap Kinerja Inovasi Pegawai Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sanggau
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pelatihan terhadap kinerja inovasi pegawai yang dimediasi oleh kapabilitas manajemen pengetahuan di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sanggau. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode sensus dengan populasi pegawai dan tenaga kontrak pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sanggau berjumlah 50 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada seluruh pegawai dan tenaga kontrak. Teknik analisis data menggunakan aplikasi SPSS versi 25 dengan analisis jalur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja inovasi pegawai, pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja inovasi pegawai yang dimediasi oleh kapabilitas manajemen pengetahuan, dan kapabilitas manajemen pengetahuan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja inovasi pegawai
Dampak Gaya Kepemimpinan dan Tunjangan Profesi Guru Terhadap Komitmen Organisasional dan Kinerja Guru dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ketapang
Riset ini bertujuan untuk menganalisis dampak gaya kepemimpinan dan tunjangan profesi guru terhadap komitmen organisasional dan kinerja guru. penelitian ini merupakan studi tentang gaya kepemimpinan dan tunjangan profesi guru. hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasional. gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. tunjangan profesi guru juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. tunjangan profesi guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasional. Kata Kunci : Gaya Kepemimpinan, Tunjangan Profesi Guru, Komitmen Organisasional, Kinerja Gur
Pengaruh Biaya Operasional, Modal Dan Pinjaman Beredar Terhadap Kinerja Keuangan Credit Union Dengan Inflasi Sebagai Variabel Moderator (Studi Empiris Di Kalimantan Barat)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Biaya Operasional, Modal dan Pinjaman Beredar Terhadap Kinerja Keuangan Credit Union Dengan Inflasi Sebagai Moderator (Studi Empiris Di Kalimantan Barat). Penelitian ini berbentuk eksplanatory research. Variabel yang menjelaskan (variabel bebas) adalah Biaya Operasional (BOPO), Modal, dan Pinjaman Beredar, variabel yang dijelaskan (variabel terikat) adalah Kinerja Keuangan (ROA) dan Inflasi (INF) sebagai moderator. Anaisis data yang digunakan adalah analisis regresi data panel dengan bantuan aplikasi statistik E-Views 10. Data yang digunakan adalah data sekunder yang dikumpulkan dari CU Sekunder yang ada di Kalimantan Barat dengan jumlah observasi 100 yang terdiri dari 20 credit union dengan 5 tahun pelaporan dari tahun 2017 sampai 2021. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh gerakan credit union di Kalimantan Barat.Berdasarkan pengujian statistik, ditemukan hasil bahwa Biaya Operasional berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan, Modal berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Kinerja Keuangan, Pinjaman Beredar yang diproksi dengan Loan to Deposite Ratio (LDR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan. Inflasi memoderasi (menguatkan) pengaruh antara Biaya Operasional dengan Kinerja Keuangan. Inflasi tidak memoderasi hubungan antara Modal terhadap Kinerja Keuangan. Inflasi memoderasi (melemahkan) pengaruh Pinjaman beredar terhadap Kinerja Keuangan, artinya Inflasi membuat pengaruh pinjaman beredar terhadap Kinerja Keuangan menjadi negatif. Hal ini sesuai dengan Teori Sinyal bahwa sinyal kinerja keuangan yang baik akan direspon positif oleh investor dalam hal ini anggota