Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Not a member yet
249 research outputs found
Sort by
EFEKTIFITAS EKSTRAK BUAH PARE (Momordica Charantia) DALAM MEMATIKAN JENTIK AEDES AEGYPTI
Demam dengue dan demam berdarah dengue adalah penyakit virus yang tersebar luas di seluruh dunia terutama di daerah tropis Sumber penularan utama adalah manusia dan primata, sedang penularnya adalah nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak buah pare (Momordica charantia) dalam mematikan jentik Aedes aegypti dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15% dalam waktu 8 jam dengan pengamatan setiap 30 menit disetiap konsentrasinya. Metode Penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan rancangan penelitian rangkaian waktu (Time Series Design). Penelitian menunjukkan kematian jentik Aedes aegypti pada konsentrasi 5% dapat mematikan jentik sebesar 48% dari jumlah populasi jentik Aedes aegypti. Konsentrasi 10% dapat mematikan jentik dengan persentase kematian sebesar 66% dari jumlah populasi jentik Aedes aegypti. Sedangkan, kematian jentik dengan konsentrasi 15% mencapai persentase kematian sebesar 89% dari jumlah populasi jentik Aedes aegypti. Simpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah adanya pengaruh ekstrak buah pare dalam mematikan jentik Aedes aegypti pada konsentrasi 5%, 10% dan 15%.Kata Kunci: Aedes aegypti, Ekstrak Buah Pare (Momordica Charantia
DETERMINAN KEMATIAN BAYI DI KOTA PAYAKUMBUH
Angka Kematian Bayi merupakan indikator utama dalam peningkatan status derajat kesehatan di masyarakat. tahunan Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, angka kematian bayi dari tahun 2011 (12%), 2012 (24%) 2013 (21%). Penelitian bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai determinan kematian bayi di kota Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan populasi adalah semua ibu yang mempunyai bayi yang di kota Payakumbuh tahun 2013. Data penelitian diambil berdasarkan data atopsi verbal yang ada di dan dinas kesehatan kota Payakumbuh. Berdasarkan penelitian sebagian besar ibu berusia 20-35 tahun (81%) dan tingkat pendidikan ibu tamat SMA (90,5%). Kelahiran bayi ditolong oleh tenaga kesehatan 95,2%, bayi berjenis kelamin perempuan 51,7%, bayi yang mengalami aspiksia setelah lahir 57,1%, 42,9% bayi lahir dengan berat badan rendah, 33,3% bayi yang lahir prematur, 33,3% ibu yang melakukan pemeriksaan ANC <4 kali, 28,6% yang mendapatkan ASI dari ibunya sebelum bayi tersebut meninggal. Diharapkan upaya deteksi dini terhadap karakteristik ibu hamil maupun janinnya dalam rangka mencegah kasus kematian bayi melalui kegiatan penyuluhan
ANALISIS KASUS DBD BERDASARKAN UNSUR IKLIM DAN KEPADATAN PENDUDUK MELALUI PENDEKATAN GIS DI TANAH DATAR
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan satu penyakit menular yang dapat menyebabkan kematian. Salah satu faktor yang berhubungan dengan DBD adalah unsur iklim dan kepadatan penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan unsur iklim dan kepadatan penduduk dengan kasus DBD di Kabupaten Tanah Datar tahun 2008-2014. Penelitian ini menggunakan desain ekologi. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh kasus DBD yang tercatat di Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar tahun 2008-2014. Sumber data menggunakan data sekunder berupa data kasus DBD, data iklim, dan data kepadatan penduduk. Pengolahan data menggunakan analisis spasial menggunakan Arc Gis dan analisis korelasi regresi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kasus DBD di Kabupaten Tanah Datar tahun 2008-2014 adalah 16,86 kasus, rata-rata suhu 26,930C, kelembaban 88,06%,curah hujan 332,59 mm, kecepatan angin 5,34 Knot. Hasil analisis kasus DBD dengan unsur iklim yaitu suhu (p =0,655 ), curah hujan (p=0,465), kelembaban udara (p=0,20), kecepatan angin (p= 0,001). Hasil analisis kasus DBD deÂngan kepadatan penduduk (p=0,001). Secara spasial distribusi kasus terbanyak terdapat di kecamatan padat penduduk. Variabel faktor risiko dalam kasus DBD yaitu kecepatan angin dan kepadatan penduduk, diharapkan pemberantasan penyakit DBD dapat difokuskan kepada kecamatan padat penduduk. Kata Kunci: DBD, Kepadatan penduduk, suh
The Factors Of Sanitary Hygiene Associated With The Bacteriological Quality Of Refill Water In Tanjungpinang
The quality of drinking water in the drinking water refill depot (DAMIU) is still low. Based on the results of bacteriological testing conducted by Puskesmas in Tanjungpinang 2015, it is known that 5 samples drinking water refill (AMIU) containing coliform bacteria. This study aims to know bacteriological quality in drinking water refill and determine Factors of Hygiene sanitasion DAMIU that associated with AMIU’s bacteriological quality in Tanjungpinang city. The study design was a cross sectional study with sample of 30 DAMIU in Tanjungpinang. Sample selection is done by proportional random sampling. Data were analyzed using Chi square test. The results showed that 20% AMIU containing germs total , but for E.coli, 100% not containing. Building sanitation, processing tools sanitation and galon sanitation most of drinking water refill already eligible and not related with germs total number, only Operator hygiene that 53% eligible and related with germs total number (p value 0,017). The study conclude that 20% AMIU containing germs total. Operator hygiene factor related with germs total. To prevent the presence of germs in drinking water refill, the operator should apply hygiene behaviour and have certificate of seminar and training about hygiene and sanitary processing of DAMIUThe quality of drinking water in the drinking water refill depot (DAMIU) is still low. Based on the results of bacteriological testing conducted by Puskesmas in Tanjungpinang 2015, it is known that 5 samples drinking water refill (AMIU) containing coliform bacteria. This study aims to know bacteriological quality in drinking water refill and determine Factors of Hygiene sanitasion DAMIU that associated with AMIU’s bacteriological quality in Tanjungpinang city. The study design was a cross sectional study with sample of 30 DAMIU in Tanjungpinang. Sample selection is done by proportional random sampling. Data were analyzed using Chi square test. The results showed that 20% AMIU containing germs total , but for E.coli, 100% not containing. Building sanitation, processing tools sanitation and galon sanitation most of drinking water refill already eligible and not related with germs total number, only Operator hygiene that 53% eligible and related with germs total number (p value 0,017). The study conclude that 20% AMIU containing germs total. Operator hygiene factor related with germs total. To prevent the presence of germs in drinking water refill, the operator should apply hygiene behaviour and have certificate of seminar and training about hygiene and sanitary processing of DAMIUÂ
Malaria in Pregnancy : A Qualitative Study on Health Belief Model in Muara Wahau East Kalimantan
Pregnant women who infected by malaria were three times more likely to suffer from other diseases. This study aimed to explore Kutai cultural perspectives, behaviors, perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefits and barriers, perceived threat and cues to action associated with malaria in pregnancy. The qualitative study was conducted through indepth interviews of 37 informants consist of maternal, their husbands, health workers and local community leaders. This study revealed that malaria was not a threat because of the perception that malaria only exposed in forest. The community already had good health seeking behavior. All informants knew that malaria as a dangerous disease especially during pregnancy but no one knew malaria in pregnancy can cause anemia, low birth weight, miscarriage and stillbirth. At the individual level, almost all informants have taken preventive health behavior using mosquito nets, mosquito electric, repellent lotion, and burning dried leaves. At the community level prevention activities called gotong royong (all members of community work together) to keep the environment clean to reduce the mosquito breeding place was rarely done
FAKTOR DETERMINAN INTENSI PERILAKU PENGELOLAAN SAMPAH BERKELANJUTAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR
Penelitian ini meneliti intensi perilaku pengelolaan sampah berkelanjutan pada siswa sekolah dasar menggunakan kerangka Teori Perilaku Berencana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan intensi perilaku pengelolaan sampah berkelanjutan. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah siswa sekolah dasar di Kota Padang, Sumatera Barat. Data yang dikumpulkan untuk penelitian ini dianalisis menggunakan Structural Equation Modelling (SEM). Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pengetahuan tentang pengelolaan sampah berkelanjutan memiliki hubungan yang signifikan dengan sikap terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan. Sikap terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan, norma subjektif dan perceived behavioral control (PBC)  juga memiliki hubungan yang signifikan dengan intensi perilaku pengelolaan sampah berkelanjutan. Studi ini telah membantu dalam memahami kekuatan relatif dari faktor determinan intensi perilaku pengelolaan sampah berkelanjutan. Kekuatan hubungan yang paling besar adalah antara PBC dengan intensi, diikuti oleh hubungan antara norma subjektif dengan intensi, dan yang paling lemah adalah hubungan antara sikap dengan intensi. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi pihak sekolah serta bagi para pembuat kebijakan
HUBUNGAN DISLIPIDEMIA, HIPERTENSI DAN DIABETES MELITUS DENGAN KEJADIAN INFARK MIOKARD AKUT
Kasus kematian akibat penyakit tidak menular terbanyak disebabkan oleh penyakit jantung (American Heart Association, 2010). Menurut data rekam medik RSUD ’45 Kuningan pada tahun 2014 menunjukan bahwa kasus penyakit jantung dengan CFR tertinggi terjadi pada penyakit Infark miokardakut sebanyak 15 %,gagal jantung 13 % dan gangguan hantaran dan aritmia 11%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “hubungan dislipidemia, hipertensi dan diabetes melitus dengan kejadian infark miokard akut pada pasien rawat inap di RSUD 45 Kuninganâ€. Rancangan penelitian menggunakan case control. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling diambil dari data rekam medik pasien rawat inap penyakit infark miokard akut dan penyakit dalam secara berpasangan dengan teknik purposive sampling pada kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui telaah rekam medik status pasien di RSUD ’45 Kuningan dengan menggunakan data sekunder. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan yang bermakna antara dislipidemia (p value = 0.0001), hipertensi (p value = 0.003) dan diabetes melitus (p value = 0.0001) dengan kejadian infark miokard akut. Diharapkan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai cara–cara yang tepat untuk mengurangi penyebaran penyakit tidak menular khususnya penyakit jantung ini.Kata Kunci: Infark miokrad akut, dislipidemia, hipertensi, diabetes mellitu
Risk Factors in Host and Environment for Cervicitis Among Commercial Sex Workers
sexually transmitted infection (STI) remains a major health problem in some parts of the world. This study aimed to determine the host and environmental factors the effect on the incidence of cervicitis on sex workers. The study was observational case-control design with consecutive sampling technique. Risk factor for cervicitis is a history of sexually transmitted infections (p=0,0001), have couple (boy friend) different gender (p=0,014, OR=4,4; CI95%=1,3-14,3), history of oral sex/cunnilingus (p=0,003, OR=6,8;CI95%=1,9-24,8), smokers (p=0,0001, CI95%=5,6; CI95%=2,4-13,1). Condom use last sex behavior is a protective factor affecting the incidence of cervicitis (p=0,0001, OR= 0,198; CI95 %=0,07- 0,5). The conclusion of this study is to prevent servisitis at-risk groups of commercial sex workers it should avoid from exposure of agents that cause sexually transmitted infections, does not have a spouse who is not authorized (girlfriend) that leads to sex behavior, avoid behaviors oral sex / cunnilingus, no smoke. At-risk behavior should use condoms for prevention servisiti
Husband Fertility Preferences And Unmet Need for Family Planning on Eligible Couples: Indonesian DHS Analysis 2007
Family planning programs in Indonesia is one of the most successful programs in the world . Achievement of the Contraceptive Prevalence Rate (CPR) has increased until this year. In 1971 Indonesia’s CPR less than 5 % . The numbers continued to rise sharply until 2007, for modern contraception has reached 61.4 %. However, based on data unmet need for contraception exists each year. The objective of this research is to analyze the relationships between husbands fertility preferences and unmet need family planning in Indonesia. This research used 2007 Indonesia Demografi and Health Survei (IDHS) data. Subject of research were monogamous couples. Chi square statistical test and logistic regression test were used with Confidence Interval (CI) 95% and p<0,05. Based on the results of the analysis data found that from 7464 couples, it was 8,1% found unmet need for contraception (wife). Unmet need for contraception (wife) was significantly related to husbands fertility preferences (OR=1,4; CI95%=1,08-1,90), knowledge gap and occupational gap. In conclution, husband fertility preferences were likely to be greater and have more chances of causing wives unmet need for contraception than wife fertility preferences.Â
PERANCANGAN SISTEM PENILAIAN KINERJA BERBASIS KOMPETENSI PERAWAT GAWAT DARURAT DI RSU HERNA MEDAN
Beberapa Rumah Sakit Umum (RSU) di Medan masih ada yang belum memenuhi standar Key Performance Indicator (KPI) IGD, salah satunya adalah RSU Herna Medan. Dibutuhkan sistem penilaian kinerja perawat gawat darurat yang disusun berdasarkan kompetensi, agar mampu memberikan kinerja yang baik. Penelitian deskriptif kualitatif menggunakan studi dokumen dan Focus Group Discussion (FGD). Bertujuan merancang sistem penilaian kinerja berbasis kompetensi perawat gawat darurat di RSU Herna Medan. 8 orang partisipan terpilih untuk mengikuti FGD tanggal 11 Mei 2015. Analisis isi digunakan untuk data dokumen dan analisis tematik untuk data FGD. Hasil analisa data dokumen, tidak tercantum tujuan penilaian kinerja, penilaian kinerja disusun berdasarkan Task-focused Performance Dimension, cara penilaian dan hasilnya tidak diberitahukan pada perawat yang dinilai. Hasil analisa data FGD, kompetensi perawat gawat darurat di RSU Herna Medan adalah dampak dan pengaruh, mengembangkan orang lain, empati, percaya diri, pengendalian diri, komitmen terhadap organisasi, keahlian teknikal, berorientasi kepada pelanggan, kerja sama kelompok, berfikir analitis, berfikir konseptual, inisiatif, fleksibilitas, kemampuan mengarahkan perintah dan semangat untuk berprestasi. Disarankan pihak manajemen agar menggunakan lembar penilaian kinerja yang telah disusun minimal satu kali dalam 6 bulan.Kata Kunci: Penilaian Kinerja, Kompetensi, Perawat Gawat Darura