Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Not a member yet
    249 research outputs found

    EFEKTIFITAS VARIASI UMPAN DALAM PENGGUNAAN FLY TRAP DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR GANET KOTA TANJUNGPINANG

    Full text link
    Dalam lingkungan masyarakat banyak jenis serangga yang perlu dikendalikan walaupun tidak dapat diberantas secara tuntas contohnya adalah jenis serangga lalat. Lalat merupakan serangga penular atau vektor beberapa jenis penyakit bagi manusia. Untuk meminimalkan pemakaian insektisida dalam pengendalian serangga lalat maka perlu dilakukan pengendalian lalat secara alami dan sesuai dengan kepadatannya. Tujuan penelitian adalah  untuk mengetahui efektifitas perangkap lalat ( fly trap ) yang dibuat oleh peneliti dengan menggunakan variasi umpan untuk memerangkap lalat. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen dengan desain postest only design (one shot case study). Hasil dari penelitian ini dengan memasang 3 fly trap dengan 3 jenis umpan berbeda yaitu umpan udang, umpan fermentasi cabai, dan umpan tomat busuk, diperoleh jumlah lalat terperangkap yaitu umpan udang sebanyak 1374 ekor  lalat (86%), umpan fermentasi cabai  sebanyak 123 ekor lalat (8%), dan umpan  tomat busuk sebanyak  104 ekor lalat (6%). Hasil penelitian ini diuji dengan uji statistik one way anova menunjukan bahwa nilai p = 0,000 < 0,05 dapat diartikan bahwa secara statistik Ho ditolak. Maka disimpulkan bahwa dari 3 variasi umpan yang digunakan pada penelitian ini, umpan udang lebih efektif dibandingkan umpan cabai dan umpan tomat busuk yang kemudian diikuti oleh umpan fermentasi cabai dan umpan tomat busuk.Kata Kunci: Lalat, Fly Trap, Variasi Umpa

    KEJADIAN KECELAKAAN KERJA PEKERJA ASPAL MIXING PLANT (AMP) & BATCHING PLANT DI PT. LWP PEKANBARU TAHUN 2015

    Full text link
    Kecelakaan mengakibatkan kerugian jiwa, harta benda dan terjadi akibat adanya kontak dengan sumber energi  yang  melebihi ambang  batas atau  struktur.  Data  di  Provinsi Riau  angka kecelakaan kerja  sebanyak 491 kasus3. Data dari PT. LWP Pekanbaru didapatkan peningkatan kasus kecelakaan kerja. Tujuan penelitian untuk mengetahui Faktor Yang Berhubungan Dengan Kecelakaan Kerja Pada Pekerja. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi sebanyak 40 pekerja dan seluruhnya menjadi responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis yang dilakukan yaitu univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang pernah mengalami kecelakaan kerja sebanyak 23 orang (57,5%). Variabel yang  berhubungan secara signifikan dengan kecelakaan kerja adalah umur dan penggunaan alat pelindung diri (APD). Peneliti mengharapkan agar pihak perusahaan dapat memberikan informasi kepada pekerja dan membuat peraturan dalam menggunakan APD dan menyediakan APD yang sesuai di setiap unit produksi. Kata Kunci: Umur, Penggunaan APD, Kecelakaan Kerj

    UNMED NEED KELUARGA BERENCANA PADA PASANGAN USIA SUBUR DI KECAMATAN PADANG BARAT TAHUN 2015

    Full text link
    Unmet need merupakan salah hal yang menimbulkan adanya kehamilan yang tidak diinginkan sehingga dapat memicu terjadinya aborsi. Tindakan aborsi turut menyumbang jumlah kematian ibu dan anak, untuk itu diperlukan metode yang dapat digunakan untuk mengatur jumlah dan jarak anak yang di­­­­i­nginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan unmet need KB pada Pasangan Usia Subur di Kecamatan Padang Barat Kota Padang Tahun 2015. Penelitian dilakukan dengan menggunakan desain cross sectional  pada 152 Pasangan Usia Subur di bulan Mei-Oktober 2015. Pengolahan data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan suami (p=0,014) dengan unmet need KB. Pendidikan, pekerjaan, jumlah anak hidup, pengetahuan  dan sikap responden tentang KB tidak terdapat hubungan yang bermakna dengan unmet need KB. Perlu adanya upaya yang melibatkan dukungan suami dalam rangka  menurunkan angka unmed need KB di Kecamatan Padang Barat. Kata Kunci: unmed need, Dukungan Suami Â

    Factors Related to Sexual Behavior Among Teenager Dating in Denpasar City

    Full text link
    The earlier age for dating among teenagers has an impact to increase the chance of sexual behavior. This study aimed to identify the factors related to sexual behavior among teenager dating in Denpasar City. This study was observational analytic with cross-sectional approach. Sample size was 880 students dating with sampling technique using nonprobability sampling. This study showed the proportion of teenager who had risky sexual behavior was 22,1%. Factors related to risky sexual behavior among teenager dating were aged >15 years old (OR=3,0; 95%CI=1,9-4,8; p<0,001), male (OR=3,0; 95%CI=2,2-4,2; p<0,001), education level of senior high school compared to junior high school (OR=3,9; 95%CI =2,4-6,2; p<0,001), education level of vocational high school compared to junior high school (OR=2,4; 95%CI =1,5-3,9; p=0,001), private school (OR=2,2; 95%CI=1,6-3,1; p<0,001), never accessed to health reproductive information (OR=2,0; 95%CI =1,3-3,0; p=0,001), accessed to pornography content (OR=4,1; 95%CI=2,8-6,1; p<0,001), lack of knowledge (OR=1,7; 95%CI=1,2-2,4; p=0,006), and lack of attitude (OR=3,1; 95%CI=2,2-4,5; p<0,001). There were relationship between age, sex, educational level, school status, the access of health reproductive information, the access to pornography content, knowledge, and attitude toward risky sexual behavior. Giving information comprehensively regarding reproductive and sexual health is essential approach through involving active participation from parents and teachers

    Effect Modification of Modifiable Cardiovascular Risk Factors : A Hospital-Based Matched Case Control Study

    Full text link
    This study aims to find the role of modifiable risk faktors toward the association between hypertension and coronary heart disease in RSUP DR. M. Djamil Padang, in 2016This match case control study was conducted from Desember 2014 to April 2015. We studied 171 samples with 1:2 ratio between the case and the control. Samples are collection using simple random sampling by matching the age and sex. Data through the medical record (secondary data) in RSUP DR. M. Djamil. Bivariate analysis showed that hypertension had OR=16,04 (95%CI 5.705-45.12), obesitas had OR=2.53 (95%CI 1.321-4.844), and hyperusrisemia had OR 2.41 (95%CI 1.292-4.516. Multivariate modeling showed that hyperurisemia had a confounder between assosiated hypertension and Coronary heart disease. Multivariate modeling showed hypertension had the highest risk to coronary heart disease. Obesity and hyperurisemia were associated between hypertension and coronary heart disease. Hypertension were considered as determinant of coronary heart disease. People are expected to manage their blood pressure to decrease the risk of coronary heart disease

    HUBUNGAN KADAR MAGNESIUM DENGAN KEJADIAN PREEKLAMASI PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2015

    Full text link
    Preeklampsia adalah penyakit hipertensi, proteinuria dan edema yang timbul karena kehamilan. Kejadian preeklamsia pada ibu hamil pada tahun 2012 di RSUP Dr. M. Djamil Padang sebanyak 158 orang dan tahun 2013 terdapat 111 orang (41,9%) dari 265 ibu hamil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar magnesium dengan kejadian preeklampsi pada ibu hamil trimester III di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2015.Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain case control Pada Februari-Juni 2015. Populasi semua ibu hamil yang tercatat di rekam medik berjumlah 265 orang. Sampel sebanyak 222 orang dengan perbandingan kasus dan kontrol 1:1. Terdapat hubungan kadar magnesium dengan kejadian preeklampsia (p=0,002). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kadar magnesium berhubungan dengan kejadian preeklampsia, maka diharapkan kepada petugas kesehatan untuk dapat melakukan deteksi dini kejadian preeklamsia yang salah satunya dengan melakukan pemeriksaan magnesium dan memberikan terapi magnesium.Kata Kunci: Kadar magnesium, Preeklamsi

    The Relationship Of Dental And Mouth Disease With The Quality Of Life Of Children In Talawaan Minahasa Sub-District

    Full text link
    Dental and mouth health play an important role to get good health. Mouth disease cause pain, suffering, social deprivation and psychologi-cal barriers, which are highly detrimental to both individuals and society including the children. School age children is one of the groups that are vulnerable to dental and mouth health problems. The study aim to know the relationship of dental and mouth disease with the child’s quality of life. The study design was cross-sectional conducted in North Minahasa subdistrict with sample taken by convenience sampling. Data analysis of univariate and bivariat analysis. Results of univariate analysis obtained average dental caries with PUFA index was 0.77 and the Calculus Index (CI) was 0.75. The average of PUFA index of subjects whose parents work in nonformal higher (0.88) than subjects whose parents work in a formal (0.76). Bivariat analysis obtained significant corelation between dental caries and the child’s quality of life index PUFA (r =-0.418, p = 0.000) and Calculus Index (r =-0.158, p = 0,091). The better children’s dental health status the better  the child’s quality of life. It is therefore advised to care for dental  and mouth health in children so that  can increase the quality of life

    ANALISIS KEBIJAKAN PELAYANAN KESEHATAN PRIMER DALAM MANAJEMEN PENATALAKSANAAN PENYAKIT KRONIS LANSIA

    Full text link
    Studi ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pelayanan kesehatan primer dalam manajemen penatalaksanaan penyakit kronis pada lansia di Indonesia. Metode yang digunakan adalah content analysis dengan melakukan penelusuran literature review secara terintegrasi dari berbagai sumber, baik dalam bentuk jurnal maupun buku teks dari tahun 2004 sampai 2013 tingkat nasional maupun internasional. Hasil literature review menguraikan bahwa fokus kebijakan pelayanan kesehatan primer harus bersifat holistik (mencakup aspek Bio, psikososial, dan spiritual) dan komprehensif (mencakup upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif), mulai di tingkat individu, keluarga, kelompok ataupun di tingkat masyarakat. Beberapa pendekatan yang harus dijalankan adalah menyediakan pelayanan kesehatan dasar yang dekat dengan masyarakat, seperti: Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) induk dan pembantu, Posbindu lansia, dan upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) lainnya dengan kegiatan yang bervariasi. Bentuk upaya yang dapat dilakukan adalah: pendidikan kesehatan, deteksi dini, memandirikan masyarakat khususnya keluarga melalui strategi empowerment, partnership, dan manajemen pembiayaan yang efektif. Kesimpulannya adalah kebijakan pelayanan kesehatan primer harus bersifat holistik dan komprehensif, terjangkau, dan dalam upaya meningkatkan kemandirian lansia dan keluarga.Kata Kunci: Kebijakan, Pelayanan kesehatan primer, Penatalaksanaan, Penyakit kronis, Lanjut usi

    Dominant Factor Affecting PHBS at Household in Padang

    Full text link
    Healthy and clean behaviour are behaviors that made family contribute in pursuing a healthy living environment. Based on City Health Office Padang data in 2015, the implementation of healthy and clean behavior at Andalas Public Health Center work area only 3,18 %. The Purpose of this study to determine the factors associated with the implementation of Healthy and clean behaviour among household  who live in Padang. This research use mixed method design with sequential explanatory approach. Samples were choosen using cluster sampling technique amount 99 unit of Household. The quantitative data were collected by interview with questionare and analyzed using multivariate, logistic regression with 95% CI (p= 0.05). The qualitative data were collected by depth interview and analyzed using content analysis. The result of multivariate analysis showed the dominant factor is basic sanitation. Basic sanitation eligible households will increase by 5.8 times. The research suggest Public Health Center should build cooperation cross-sectors with Public Work Service Office to fulfill of basic sanitation, like the fulfill of clean water needs and adding healthy sewerage syste

    ANALISIS KEMAMPUAN DAN KEMAUAN MEMBAYAR IURAN TERHADAP PENCAPAIAN UHC JKN DI KOTA BENGKULU

    Full text link
    Jaminan Kesehatan Nasional  wajib bagi seluruh rakyat yang mampu maupun tidak mampu. Penduduk Kota Bengkulu 356.253 jiwa yang menjadi peserta tercatat sekitar 230.576 orang. Kunjungan di Puskesmas Basuki Rahmat tahun 2014 sebanyak 33.336 pasien, belum menggunakan JKN yaitu 21.245 pasien (63,73%). Tujuan penelitian adalah mengetahui  kemampuan dan kemauan masyarakat membayar iuran dalam upaya universal health coverage (UHC). Populasi pada penelitian ini adalah seluruh masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Basuki Rahmat yang belum menjadi peserta Jaminan kesehatan nasional (JKN) dan Peserta mandiri. Metode penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional, dan rancangan metode analisis formatif. Responden belum menjadi peserta 87%, menjadi peserta 13%. Pendapatan 5%  responden sebagian besar 82% kurang dari iuran terendah Rp. 25.500,- atau tidak mampu. Respoden tidak mampu membayar 86,59% belum menjadi peserta. Responden yang mampu tetapi belum  peserta 88,89%. Responden yang merokok 81,2% tidak mampu, sedangkan belanja rokok lebih besar dari iuran. Upah minimum regional di Bengkulu  tahun 2015 sebesar Rp. 1.500.000,-. Pendapatan masyarakat dengan penghasilan UMR termasuk yang tidak mampu membayar.  Upaya UHC dapat tercapai bila pemerintah membayar iuran masyarakat tidak mampu dengan menambah peserta Kartu Indonesia Sehat (KIS).Kata Kunci: Kemampuan dan kemauan membayar, Jaminan Kesehatan Nasional, Pencapaian UH

    219

    full texts

    249

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇