Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Not a member yet
249 research outputs found
Sort by
ANALISIS POLA MAKAN DAN ANEMIA GIZI BESI PADA REMAJA PUTRI KOTA BENGKULU
Anemia merupakan masalah gizi yang paling utama di Indonesia. Anemia dapat disebabkan oleh penyakit infeksi, asupan zat gizi yang kurang, kehilangan darah (menstruasi) dan pengetahuan yang dimiliki. Remaja putri merupakan salah satu kelompok yang rawan menderita anemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola makan dan kejadian anemia gizi besi pada remaja putri di Kota Bengkulu. Metode penelitian kuantitatif dengan desain cross cectional. Populasi seluruh remaja putri SMP dan SMA di Kota Bengkulu, dengan sampel sebanyak 1200 remaja putri. Pengumpulan data dengan kuesioner dan pemeriksaan kadar Hemoglobin dengan menggunakan metode cyanmethemoglobin. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi anemia pada remaja di Kota Bengkulu tahun 2013 sebesar 43% dan pola makan remaja tidak baik 79,2%, Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan tentang anemia dengan kejadian anemia dan tidak terdapat hubungan antara pola makan dengan kejadian anemia (p value > 0,05). Diharapkan kepada sekolah bersama puskesmas untuk memberikan pendidikan gizi/penyuluhan tentang gizi seimbang pada remaja, kese hatan reproduksi, suplementasi gizi dan asam folat serta pengadaan kantin sekolah dalam pengembangan program pencegahan dan penanggulangan anemia sehingga remaja terhindar dari anemia.Kata Kunci: Pengetahuan Tentang Anemia, Pola Makan, Anemia remaja Putr
HUBUNGAN KARAKTERISTIK BIDAN DENGAN MUTU PELAYANAN ANTENATAL CARE BERDASARKAN STANDAR OPERASIONAL
Cakupan kunjungan K1 dan K4 di Puskesmas Mantingan masih rendah, salah satu penyebabnya adalah bidan dalam pelayanan antenatal care tidak sesuai standar operasional prosedur.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan karakteristik bidan dengan mutu pelayanan antenatal care berdasarkan standar operasional prosedur di wilayah kerja Puskesmas Mantingan Kabupaten Ngawi. Metode penelitian ini menggunakan rancangan survei observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini seluruh bidan sebanyak 30 orang. Pemilihan sampel dengan total sampling sebanyak 30 orang. Uji statistik menggunakan korelasi Pearson Product Moment dan uji Anova. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berhubungan dengan mutu pelayanan antenatal care yaitu umur (r=0,445) p value (0,014), masa kerja (r=0,401) p value (0,028) dan pengetahuan (r=0,437) p value (0,016) sedangkan yang tidak berhubungan yaitu status pegawai (F=0,768) p value (0,474). Diharapkan pemerintah akan meningkatkan pengawasan dan pengendalian terhadap proses pelayanan antenatal-care oleh bidan di puskesmas.Kata Kunci: Karakteristik, Standar Operasional Prosedur, Antenatal car
PERAN PETUGAS KESEHATAN MASYARAKAT DALAM UPAYA PENURUNAN ANGKA KEMATIAN IBU PASCA MDGs 2015
Angka kematian ibu di Indonesia masih jauh dari tujuan dalam Millenium Development Goals (MDGs) yaitu tujuan yang ke lima. Berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah juga sudah maksimal, akan tetapi angka kematian ibu di Indonesia masih jauh dari target MDGs yang diharapkan yaitu 102 per 100.000 kelahiran hidup. Oleh karena itu berbagai upaya tetap harus dilanjutkan dan dilaksanakan. Empat terlalu dan tiga terlambat yang menjadi penyebab tingginya angka kematian ibu di Indonesia merupakan tanggung jawab bersama, sehingga perlunya peran tenaga kesehatan masyarakat dalam meningkatkan kembali pemberdayaan masyarakat yang sudah luntur dimasyarakat, optimalisasi kegiatan posyandu dalam peningkatan pengetahuan, cepat tanggap dalam mengambil keputusan, dan memudahkan akses pelayanan kesehatan. Dan kepemimpinan kesehatan masyarakat juga merupakan suatu peran yang harus dikembangkan oleh tenaga kesehatan masyaraka
ANALISIS RISIKO K3 DENGAN METODE HIRARC PADA AREA PRODUKSI PT CAHAYA MURNI ANDALAS PERMAI
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) penting untuk diperhatikan oleh setiap perusahaan. Pencegahan kecelakaan kerja dapat dilakukan dengan mengetahui risiko yang ada, salah satunya melalui metode Hazard Identification, Risk Assesment, and Risk Control (HIRARC). PT Cahaya Murni Andalas Permai (CMAP) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang furniture dengan trademark Bigland Springbed. Analisis risiko dilaksanakan pada area produksi PT CMAP yang memiliki catatan 16 kecelakaan kerja pada tahun 2011–2014. Responden penelitian berjumlah sebanyak 45 orang pekerja area produksi dari 9 sub divisi dengan umur 20–45 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan penelusuran data sekunder, observasi, wawancara kepala produksi, dan kuesioner tenaga kerja. Data penelitian diuji validitasnya menggunakan Korelasi Pearson Product moment dan juga reliabilitasnya dengan Cronbach’s Alpha. Pada hasil penelitian didapatkan sebanyak 7 sub divisi berada pada level risiko low (78%) sedangkan 2 sub divisi lain yaitu pemotongan busa dan tahap finishing berada pada level risiko moderate (22%). Terdapat 4 faktor penyebab kecelakaan kerja yang dianalisis yaitu: sikap pekerja, material & peralatan, lingkungan kerja, dan tata cara kerja. Pengendalian risiko yang dapat dilakukan adalah dengan rekayasa/engineering, pengendalian administratif, dan penggunaan alat pelindung diri. Kata Kunci: Analisis risiko, kecelakaan kerja, HIRAR
The Increasing of Papua People Intelegency in Papua Through DHA Intake With Natural Ingredients
In the era of globalization and free markets in 2010-2020, all societies are needed to be able to compete with other nations which had already advanced, including the readiness of Indonesian human resources who excel in order to process natural resources plentiful for the welfare of society. Currently there are no government programs through health centers to improve the quality of human resources through the development of the Maternal and Child Health. The method of the health center program in Papua can be done through two programs such as supplementary feeding program for pregnant women, nursing mothers and early age children, regularly. In addition, family education program by feeding natural foods such as chicken eggs in mountainous areas and deep sea fishing to coastal areas in Papua are also important. DHA-rich food sources such as eggs and fish in the sea is a natural substance that is easily obtained and developed in almost all areas of Papua. Both of these programs are expected to provide a brief understanding intake of DHA is important for brain growth and development of infants and toddlers in the future of the family in preparing excellent generation of the Papuan, especially in rural societies
PENINGKATAN PERAN SUAMI DALAM KESEHATAN IBU DAN ANAK INDONESIA
Peran suami dalam rangka perencanaan persalinan akan membantu ibu secara psikologis, dan mental. Seorang suami perlu melakukan perencanaan bukan hanya dimana akan melakukan persalinan, tetapi juga menyediakan biaya persalinan, rencana adanya komplikasi persalinan, menyediakan rencana pendonor, dan juga fasilitas penunjang lainnya. Dukungan suami menjadi penting manakala dewasa ini masih banyak suami yang tidak memberikan akses kesehatan dan kebutuhan ibu selama kehamilan, persalinan dan nifas. Suami di indonesi masih memiliki peranan yang sangat besar dalam menentukan keputusan dalam keluarga.  Manakala suami yang memberikan dukungan tentu ibu dan anak akan memperoleh hak-hak yang layak
Detection of Entamoeba sp. and Helmith Eggs From Water Sources in Urban Slum Area in Bandung Municipality
Diarrhea is a waterborne disease due to consumption of contaminated food/water. People in urban slum area have highest risk to get diarrhea because of poor hygiene and sanitation as well as limited access to uncontaminated water. This study aimed to identify contaÂmination in watersources by Entamoeba Sp and helmint eggs (Anchylostoma duodenale, Ascaris lumbricoides, Trichuris trichuria) in one of urban slum area in Bandung municipality. Samples were taken from 123 watersources (74 tap water, 21 borehole, 22 dugwell and 6 spring water) which was randomly selected in 10 RW along the Cikapundung river basin in Tamansari subdistrict during period of July-September 2015. Water samples were examined by PCR to detect Entamoeba Sp and microscopic identification for helminth eggs. 90 out of 123 samples were positive for Entamoeba Sp (59 tap water, 16 dugwell, 11 borehole and 4 spring water). Helminth egg of Ascaris lumbricoides was detected from unimproved common dugwell which had very high risk of contamination. Appropriate of water treatment prior to consumption is vastly important. Physical improvement to construct improved dugwell should be done to prevent contamination from helminth eggs in watersources
The Use of LOTO (Lock-Out Tag-Out) For Preventing Occupational Accidents Among Heavy Equipment Mechanics
Unlocked energy in the machine can cause heavy equipment to move suddenly, it can hit the mechanics that are working. LOTO devices are required in this case. LOTO is a locking and labeling system for energy sources so that occupational accidents can be prevented. This study aim to know the difference of occupational accident cases on heavy equipment mechanics before and after using LOTO devices. A quasy experiment approach was used to evaluate occupational accidents. This design uses two group, intervention group, and control group, 32 heavy equipment mechanics were given LOTO device and 32 heavy equipment mechanics were not given LOTO device.Based on pre-evaluation, evaluation 1, and evaluation 2Â there is a decrease in the number of occupational accidents in the intervention group after given LOTO device. Statistical test showed there was a difference in occupational accidents before and after the use of LOTO device on heavy equipment mechanics based on type of accidents (beaten, p = 0.001), (falling, p = 0.005), (pinched, p = 0.001), (pressed, p = 0.001), (crushed, p = 0.000).LOTO devices proved to be effective in preventing and reducing the number of occupational accidents in the heavy equipment mechanics
EFEKTIFITAS BIO SORBEN KELADI, ECENG GONDOK DAN BATANG PISANG PADA KANDUNGAN FOSFAT LIMBAH LAUNDRY
Limbah laundry mengandung fosfat tinggi yang berasal dari sodium tripoly fosfat yang merupakan bahan detergen berfungsi sebagai builder untuk menghilangkan kesadahan air sehingga detergen berfungsi optimal. Kelebihan fosfat mengakibatkan eutrofikasi. Salah satu alternatif menghilangkan pencemaran dengan menggunakan absobsi tanaman yang dapat berfungsi sebagai bioasorben. Tujuan penelitian diketahuinya Efektifitas Biosorben Batang Keladi, Eceng Gondok dan Batang Pisang terhadap Kandungan Fosfat Limbah Cair Laundry Tahun 2015. Jenis penelitian pra-eksperimen dengan desain one group pre posttest. Sub variabel air limbah laundry 100 ml dan biosorben batang keladi, eceng gondok, batang pisang sedangkan variabel adalah penurunan kadar fosfat limbah laundry. Analisis data mengunakan uji one way anova dan regresi multivariate. Hasil rata-rata kadar fosfat air limbah sebelum perlakuan 10,26 mg/L, sedangkan setelah perlakuan mengalami penurunan tertinggi pada bioasorben batang pisang dengan penambahan 15 gram terjadi penurunan kadar fospat sebesar 8,91 mg/L, bioabsorben batang keladi sebesar 5,43 mg/L ; dan ecenggondok 8,44 mg/L. Hasil ini masih melebihi baku mutu 0,2 mg/L (PP No. 82 tahun 2011). Hasil uji anova menunjukkan perbedaan penurunan kadar fosfat limbah cair laundry dengan nilai p=0,046 dan biosorben batang pisang paling berpengaruh terhadap penurunan kadar fosfat limbah laundryKata Kunci: Biosorben, Fosfat, Limbah Cair Laundr
HUBUNGAN ANTARA FAKTOR INTERNAL DAN FAKTOR EKSTERNAL DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH REMAJA DI INDONESIA
Kegiatan seksual yang tidak bertanggung jawab menempatkan remaja pada tantangan risiko terhadap berbagai masalah kesehatan reproduksi. Berdasarkan data SDKI 2012, remaja (15-24 tahun belum menikah) yang pernah melakukan hubungan seksual pranikah sebanyak 0,9% perempuan dan 8,7% laki-laki di daerah urban serta 1,0% perempuan dan 7,8% laki-laki di daerah rural. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap perilaku seksual pranikah remaja di Indonesia berdasarkan data SDKI 2012. Metode penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif analitis dengan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 19.882. Analisis bivariat menggunakan Chi-Square dan analisis multivariat menggunakan Regresi Logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara faktor internal dan faktor eksternal terhadap perilaku seksual pranikah remaja di Indonesia. Faktor internal yakni tingkat pendidikan (p=0,000), pengetahun (p=0,000), sikap (p=0,000) dan gaya hidup (p=0,017). Faktor eksternal yakni sumber informasi (p=0,000), kelengkapan informasi (p=0,005), peran (p=0,000) dan tempat tinggal (0,000). Demikian pula hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa sikap memiliki nilai OR tertinggi sebesar 2,129 (95%CI : 1,963-2,309), artinya remaja dengan sikap tidak baik memiliki risiko 2,129 kali untuk melakukan perilaku seksual pranikah daripada remaja dengan sikap baikKata Kunci: Remaja, Perilaku Seksual, Faktor Internal dan Eksternal, SDKI 201