Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Not a member yet
249 research outputs found
Sort by
ANALISIS KESIAPAN PENERAPAN POLA PENGELOLAAN KEUANGAN BADAN LAYANAN UMUM DAERAH (PPK-BLUD) DI UPTD BALAI KESEHATAN INDERA MASYARAKAT (BKIM) PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2016
Regional Public Service Regency (RPSR) to provide services to the community without priority to seek profits, with existing data in unit Region Indra Center of West Sumatra Province has not been optimal yet in financial management, lack of the services have not standards, this study aims to evaluate the readiness of the implementation of the Financial Management Regional Public Service Regency (RPSR) at unit region Indra Centre of West Sumatera Province in 2016. This study uses qualitative study conducted in May to October 2016, with informants as much as 6 (six), data collection using indepth interview, document review and observation, analyzed by triangulation method and source. The results of the research show that the inputs are not well available yet, namely the regulations related to the implementation of the Financial Management Model of the Regional Public Service Regency (RPSR), human resources, limited budget, facilities and infrastructures are not yet eligible. In the process of substantive requirements have been eligible, technical requirements of service performance is quite good. and administrative requirements by assessing 6 documents have > 60% that is with a value of 80.3% which means the documents qualify administrative requirements. The conclusion of the study on the implementation of the Financial Management Model of the Regional Public Service Rgency (RPSR) at Unit Region Indra Centre West Sumatra, Unit Region Indra Centre is able to implement the full RPSR. Researchers suggest that it is necessary to draft the West Sumatra governor’s regulation on RPSR and complete administrative documents and improve the quality of services through improved management.Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Kesehatan Indera Masyarakat (UPTD BKIM) Provinsi Sumatera Barat merupakan UPTD Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat yang dipersiapkan sebagai salah satu Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang melaksanakan pelayanan kesehatan dibidang kesehatan Indera masyarakat. Namun kualitas pelayanan dinilai masih belum optimal. Penyebabnya yaitu masalah keterbatasan dalam pengelolaan anggaran yang dimiliki oleh UPTD BKIM, sehingga tidak bisa mengembangkan mutu layanan, baik karena peralatan medis dan non medis yang tebatas maupun kemampuan sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) di UPTD Balai Kesehatan Indera Masyarakat (BKIM) Provinsi Sumatera Barat  tahun 2016.           Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif. Informan penelitian ini terdiri dari 6 (enam) informan, pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam (indepth interview), telaah dokumen dan observasi. Data dianalisis secara triangulasi metode dan sumber.           Hasil penelitian didapatkan kebijakan terhadap penerapan PPK-BLUD di UPTD Balai Kesehatan Indera Masyarakat (BKIM) Provinsi Sumatera Barat dilakukan berdasarkan Permendagri No.61 tahun 2007 tentang meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat untuk mewujudkan penyelenggaraan tugas-tugas pemerintah daerah dalam memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa dan UPTD BKIM dapat dikelola dengan pola Badan Layanan Umum Daerah, dan peraturan pendukung berupa peraturan daerah mengenai pelaksanaannya belum ada, sumber daya manusia masih belum optimal, pendanaan persiapan PPK BLUD dikelola langsung oleh UPTD BKIM tahun 2016 berasal dari APBD Provinsi Sumatera Barat, sarana yang ada belum memenuhi syarat. Perencanaan pengelolaan BLUD masih belum optimal. Persyaratan substantif yaitu melakukan penyelenggaraan pelayanan kesehatan khusus indera, penyelenggaran barang dan jasa pada saat ini berada di dinas kesehatan Provinsi. Persyaratan teknis diketahui kinerja pelayanan di UPTD BKIM cukup baik. Penilaian dokumen persyaratan administratif UPTD BKIM Sumatera Barat diketahui >60% yang berarti dokumen persyaratan administratif sudah Memenuhi syarat.           Kesimpulan penelitian kesiapan dalam penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) di UPTD BKIM Sumatera Barat telah mampu untuk menerapkan PPK BLUD. Jika dilihat dari persyaratan sumber daya yang ada, maka UPTD BKIM Sumatera Barat mampu untuk melaksanakan BLUD penuh. Peneliti menyarankan perlu membuat rancangan peraturan Gubernur Sumatera Barat tentang BLUD dan melengkapi dokumen administrative serta meningkatkan kinerja pelayanan dengan manajemen yang baik. Kata Kunci   : Penerapan, BLUD, UPTD BKI
PENYEBAB RENDAHNYA KELENGKAPAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEGAMBIRAN
Antenatal Care (ANC) yang berkualitas sesuai standar yang telah ditentukan oleh Pemerintah yaitu 1 kali dalam trimester I, 1 kali trimester II dan 2 kali trimester III untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu. Kota Padang menetapkan pelayanan ANC tersebut dengan 10 T. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penyebab rendahnya kelengkapan kunjungan ANC ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Pegambiran tahun 2013. Penelitian ini dilakukan bulan Januari - Oktober 2013 dengan desain cross sectional study. Jumlah populasi 87 orang, besar sampel 46 orang, metode pengambilan sampel proporsional sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian ini didapatkan 63% responden memiliki tingkat pengetahuan rendah, 67,4% memiliki sikap negatif, 43,5% responden mengatakan peran bidan kurang baik saat kunjungan, 58,7% responden menyatakan keluarga tidak mendukung. Untuk itu diperlukan upaya peningkatan peran bidan, meningkatkan peran dan dukungan suami agar ibu hamil dapat melaksanakan kunjungan ANC dengan lengkap. Kata Kunci: Antenatal Care, Pengetahuan, Sikap, Peran Bidan, Dukungan Keluarg
ANALISIS KEPADATAN NYAMUK DAN PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN TEKNIK SERANGGA MANDUL
Kota Semarang merupakan kota dengan kasus DBD tertinggi di Jawa Tengah dengan Kecamatan Ngaliyan sebagai daerah endemis tertinggi. Upaya pengendalian DBD sampai saat ini belum memberikan hasil memadai, sehingga diperlukan cara lain untuk membantu program pemberantasan vektor DBD, antara lain dengan Teknik Jantan Mandul atau yang lebih dikenal Teknik Serangga Mandul (TSM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepadatan populasi nyamuk dan pendapat/persepsi masyarakat di Kelurahan Ngaliyan terhadap penggunaan TSM dalam pengendalian vektor Demam Berdarah Dengue (DBD). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain study cross sectional. Pengambilan data dilakukan dengan observasi nyamuk Aedes aegypti dan wawancara mengenai pendapat masyarakat. Analisis data menggunakan analisis bivariat dengan wilcoxon sign test. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan TSM di kelurahan Ngaliyan dapat menurunkan tingkat kepadatan populasi nyamuk Aedes aegypti serta ada perbedaan pengetahuan dan sikap masyarakat sebelum dan setelah penggunaan TSM (p= 0.000 < 0.05)Â Kata Kunci: teknik serangga mandul, kepadatan populasi nyamuk,persepsi masyarakat, Aedes aegypt
ANALISIS PENGELOLAAN SAMPAH PADAT DI KECAMATAN BANUHAMPU KABUPATEN AGAM
Pencemaran lingkungan menyebabkan meningkatnya penyebaran penyakit, mengurangi estetika lingkungan, dan berdampak pada pemanasan global. Di Kecamatan Banuhampu sebagian besar sampah masih dibuang sembarangan yang berpotensi merusak lingkungan sekitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan informan penelitian berjumlah 9 orang. Hasil penelitian menunjukkan belum adanya perencanaan khusus dalam pengelolaan sampah karena tidak adanya tempat pengelolaan sampah. Untuk pelaksanaan pengelolaan sampah, di daerah pinggir kota telah terdapat masyarakat yang bekerjasama dengan Kota Bukittinggi dan di daerah pedesaan telah ada masyarakat yang mengelola sampah dengan membuat kompos, tetapi sebagian besar sampah masih dibuang sembarangan. Diperlukan perwakilan BPLH untuk memanajemen pengelolaan sampah di Kecamatan Banuhampu, membuat Peraturan Daerah khusus sampah, pengembangan metode pengelolaan sampah dan sosialisasi kepada masyarakat untuk melaksanakan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sehingga jumlah sampah dapat diminimalisir. Kata Kunci: perilaku, pengelolaan sampah, sampah padatÂ
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI TAHUN 2015
Imunisasi merupakan upaya pencegahan penyakit, Cakupan imunisasi di Indonesia tahun 2013 sebesar 59,2%, sedangkan target renstra (88%), di Sumbar 84,51% dan di Kota Padang 84,8%. Penelitian ini berujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pemberian imunisasi dasar lengkap. Desain penelitian ini adalah cross sectional yang dilaksanakan di Kecamatan Kuranji. Sampel penelitian 80 orang diambil secara accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Analisis data secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil analisis univariat diperoleh 47,50% imunisasi tidak lengkap, berpendidikan rendah 5%, bekerja 30%, berpengetahuan rendah 48,75%, sikap negatif 50%, pelayanan kesehatan kurang 10%, hambatan 18,75% dan motivasi kurang 40%. Hasil analisis bivariat diperoleh p-value pengetahuan (0,007), sikap (0,014), motivasi (0,001), informasi (0,04), pendidikan (0,34), pekerjaan (0,66), pelayanan kesehatan (0,47), hambatan (0,43) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan pemberian imunisasi. Hasil analisis multivariat diperoleh p-value variabel motivasi=0,0001. Pengetahuan, sikap dan motivasi orang tua serta informasi tentang imunisasi merupakan faktor yang mempengaruhi kelangkapan pemberian imunisasi dasar pada bayi, oleh karena itu diisarankan kepada petugas kesehatan agar meningkatkan promosi kesehatan terutama tentang imunisasi.Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Motivasi, Informasi Kesehata
GAMBARAN RASIO LINGKAR PINGGANG PINGGUL, RIWAYAT PENYAKIT DAN USIA PADA STAFF PEGAWAI POLRES PEKANBARU
Obesitas sentral merupakan kondisi kelebihan lemak yang terpusat pada daerah perut. Indeks antropometri dapat digunakan untuk mendeteksi obesitas sentral salah satunya adalah pengukuran Rasio Lingkar Pinggang-Panggul (RLPP) yang menjadi prediktor kuat dalam peningkatan lemak viseral tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran rasio lingkar pinggang pinggul (RLPP), riwayat penyakit dan usia pada pegawai bagian staf di Kantor Kepolisian Resort (Polres) Kota Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain studi cross sectional. Populasi penelitian adalah semua pegawai bagian staf di Kantor Kepolisian Resort Kota (Polresta) Pekanbaru yang berjumlah 88 orang. Melalui purposive sampling didapatkan sampel sebanyak 30 orang. Data primer meliputi data identitas responden, pengukuran lingkar pinggang, lingkar pinggul dan riwayat penyakit. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Pengukuran Rasio Lingkar Pinggang Pinggul (RLPP) diharapkan dapat diterapkan secara berkala di Poliklinik Polresta Pekanbaru.Kata Kunci: Rasio Lingkar Pinggang Pinggul, Riwayat Penyakit, Usi
PENDEKATAN ANALISIS MULTIVARIABEL DALAM PEMECAHAN MASALAH KESEHATAN MASYARAKAT
Penggunaan nama analisis multivariabel  memang kalah tenar dengan nama analisis  multivariat. Bahkan penggunaannya seringkali bertukar tempat. Menurut Van Belle dan Katz, penggunaan nama analisis multivariabel ditujukan pada model uji statistik yang memiliki dua atau lebih variabel dependen atau respon variabel dengan beberapa variabel independen. Penggunaan nama analisis multivariabel ditujukan kepada model uji statistik yang memiliki banyak variabel independen dengan satu variabel dependen atau respon variabel. Berbagai jenis analisis diatas dapat digunakan dalam melakukan identifikasi terhadap peranan variabel independen ketika dianalisis pada saat yang bersamaan. Melakukan analisis variabel independen secara bersamaan bertujuan untuk menemukan variabel yang paling berhubungan terhadapa permasalahan kesehatan serta jenis peranananya dalam model analisis. Identifikasi ini dapat pula menentukan apakah terdapat variabel confounding maupun variabel interaksi. Penemuan penyebab masalah dengan cara ini akan sangat membantu dalam perencanaan dalam upaya pemecahan permasalahan kesehatan masyarakat. Program yang terlahir dengan proses ini tentunya akan lebih menjamin untuk lebih fokus dan tepat sasaran
FAKTOR RISIKO KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA IBU HAMIL DI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2014
Preeklampsia merupakan penyakit yang disebabkan kehamilan dan penyebab kematian maternal. Angka kejadian preeklampsia di RSUP. DR. M. Djamil Padang Tahun 2014 adalah 20,14%. Tujuan penelitian ini mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil di RSUP DR. M. Djamil Padang tahun 2014. Jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan kasus kontrol. Jumlah sampel 34 kasus dan 34 kontrol, perbandingan 1:1. Pengambilan sampel menggunakan teknik systematic random sampling. Pengolahan data menggunakan analisis univariat, bivariat dengan uji Chi-Square dan multivariat dengan analisis Regresi Logistik Ganda. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan umur (p=0,006), dan obesitas (p=0,031) berisiko secara bermakna, sedangkan status gravida, riwayat diabetes mellitus dan tingkat pendidikan tidak terdapat hubungan yang bermakna dan bukan faktor risiko preeklampsia pada ibu hamil di RSUP DR. M. Djamil Padang tahun 2014. Hasil analisis multivariat menunjukkan faktor paling dominan terhadap kejadian preeklampsia adalah umur (p=0,001). Umur dan obesitas merupakan faktor risiko kejadian preeklampsia. Disarankan kepada petugas kesehatan untuk meningkatkan promotif dan preventif dengan penyuluhan dan sosialisasi mengenai umur beresiko preeklampsia dan mengurangi berat badan.Kata Kunci: Preeklampsia, Ibu Hamil, Faktor Risiko, RSUP M Djamil Padan
The Method of snakes and ladders game in increasing student’s knowledge and attitude about prevention of pes disease
SubdistrictBoyolaliSelois a pest endemic area, tillat any timecould bean epidemicof pest diseaseanymorebecausediscoveryis stillpositivetitersin miceandhumanbloodspecimens. Preventionneeds to bedonerightthrough thechild’searlyelementary studentstoimprove their knowledge andattitudes. The aims this research is for knowing there are the influence of health education using ladder snake method about prevention of pest disease towards knowledge level and ttitude of students in elementary school of 1 Selo Boyolali. This research method are Quasi Eksperiment with design Non-Equivalent Control Group. Research subjects areelementary school studentsgrades 4-6are divided intoan experimental groupanda control groupusing70samples. Statistical test with significant level (α=0,05) using Paired sample t-test, showed there is difference average value on knowledge level(p-value=0.000) andattitude(p-value=0.000) in the experimental groupaftertreatment and there is no difference average value on knowledge(p-value=0.202) andattitude(p-value=0.750) in the control group. The result of Independent t-test showed there any effect of health education with ladder snake about prevention of pest disease on knowledge level (p-value=0,000) and attitude (p-value=0,000). Suggestedto health practitionersto disseminate society how to prevention pest disease, especially about vector and reservoir pest diseas