Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi (JUSTIN)
Not a member yet
456 research outputs found
Sort by
Case Based Reasoning Diagnosis Risiko Penyakit Stroke Menggunakan Metode Hamming Distance
Stroke merupakan salah satu penyakit yang dapat menimbulkan tingkat kematian maupun cacat tubuh yang tertinggi. Keadaan ini dapat dicegah dengan mengenali risiko yang dapat terjadi sedini mungkin. Organisasi stroke dunia mencatat bahwa hampir 85% orang yang mempunyai faktor risiko dapat terhindar dari penyakit stroke apabila mereka menyadari dan mengatasi faktor risiko tersebut sejak dini. Untuk itu, sebuah sistem yang dapat mendiagnosis risiko penyakit stroke dirasa perlu. Sistem yang diperlukan adalah sistem yang berbasis pengetahuan untuk memperlajari dan memecahkan masalah berdasarkan pengalaman pada masa lalu yang merupakan ciri dari case based reasoning. Case Based Reasoning adalah penalaran untuk penyelesaian masalah berbasis pengetahuan untuk mempelajari dan memecahkan masalah berdasarkan pengalaman masa lalu. Permasalahan baru dapat diselesaikan dengan memanfaatkan kembali permasalahan lama yang memiliki kesamaan yang telah diselesaikan sebelumnya. Sistem case based reasoning dibuat menggunakan metode Hamming Distance sebagai penghitungan similaritas data biner. Hasil dari sistem ini berupa diagnosis risiko stroke yaitu rendah, sedang dan tinggi. Pengujian sistem dilakukan dengan dua cara, yaitu pengujian tahapan Case Based Reasoning dan kesesuaian hasil. Hasil yang didapat dari pengujian yang dilakukan adalah sistem dapat melakukan empat tahapan Case Based Reasoning yaitu tahap retrieve, tahap reuse, tahap revise dan tahap retain. Hasil yang didapat dari pengujian kesesuaian hasil adalah sistem dapat mendiagnosis 11 kasus yang sesuai dengan diagnosis pakar dari 15 kasus yang diuji. Dapat disimpulkan bahwa sistem dapat mendiagnosis risiko stroke
Aplikasi Perizinan Pengusahaan dan Penggunaan Alokasi Air pada Balai Wilayah Sungai Kalimantan I
Balai Wilayah Sungai Kalimantan I (BWSK I) merupakan bagian yang bertanggung jawab kepada Direktorat Jendral Sumber Daya Air Departemen Pekerjaan Umum. Proses perizinan dilakukan secara manual yaitu pemohon datang ke lingkungan BWSK I untuk mendapatkan informasi awal ketersediaan air pada daerah aliran sungai, perizinan pemberkasan yang dilakukan di kantor BWSK I serta dalam pelaksanaan status permohonan terbaru pemohon juga mendatangi kantor BWSK I. Model pengembangan sistem menggunakan konsep System Development Life Cycle (SDLC), konsep tersebut digunakan untuk perancangan. Pengujian dilakukan dengan metode black box, aspek pengujian usability dan pengujian portability. Aplikasi berjalan dengan baik dan bebas kesalahan berdasarkan pengujian black box, dan hasil perhitungan menggunakan skala likert dengan hasil persentase 84,75% berdasarkan pengujian aspek usability, serta tampilan aplikasi dapat ditampilkan dengan baik melalui desktop maupun mobile browser berdasarkan pengujian portablity. Berdasarkan hasil pengujian, disimpulkan bahwa sistem yang dibangun dapat mengatasi permasalahan pemberkasan, pengolahan data dan penyajian informasi pada aplikasi perizinan pengusahaan dan penggunaan alokasi air pada Balai Wilayah Sungai Kalimantan I berbasis website
Sistem Informasi Geografis (SIG) Pondok Pesantren di Sumatera Barat
Berdasarkan survei yang dilakukan pada Juli 2017 bahwa data yang dimiliki oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat, pondok pesantren yang ada di Sumatera Barat Tahun Pengajaran 2016/2017 berjumlah 211 lembaga. Saat ini informasi mengenai Pondok Pesantren terdapat pada website Education Management Informasion System (EMIS) dengan akses http://emispendis.kemenag.go.id. Namun dari website tersebut masyarakat hanya dapat informasi mengenai jumlah pondok pesantrennya saja sehingga masyarakat tidak mengetahui bagaimana situasi lingkungan yang ada pada pondok pesantren baik itu berupa peta, nama, nomor telepon, foto dan informasi-informasi lainnya. Untuk itu dilakukan penelitian guna memberikan solusi bagi masyarakat dan juga pihak Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat dalam melayani masyarakat terkait informasi pondok pesantren. Penelitian ini menghasilkan Sistem Informasi Geografis (SIG) pondok pesantren. Metode penelitian yang dilakukan yaitu pengamatan, mewawancarai dan memberikan beberapa pertanyaan kepada Kepala sub bagian Informasi dan Humas (INMAS) Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat, penelitian laboratorium, dan penerapan Object Oriented Development Life Cycle (OODLC). SIG yang akan dibangun ini dikembangkan dengan kerangka website HTML, dengan bahasa pemrograman (Javascript dan PHP), MySql sebagai basis data dan Google Maps API
Sistem Informasi Pengelolaan Zakat Profesi pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bogor
Zakat sebagaimana kebutuhan pokok bagi umat islam yang harus dipenuhi agar harta yang dimiliki bersih dan berkah. Zakat profesi merupakan salah satu dari jenis zakat yang wajib dikeluarkan oleh pegawai apabila telah mencapai nishabnya. Badan Amil Zakat Nasional Kab. Bogor adalah lembaga yang mengelola zakat bagi masyarakat Bogor yang saat ini masih menerima secara langsung dana dari para muzakki dan petugas masih melakukan pencatatan secara manual sehingga data yang ada menumpuk dan kurang terorganisir dengan baik, selain itu para muzaki harus menyempatkan waktunya untuk melakukan kewajibannya berzakat. Sistem Informasi pengelolaan zakat profesi ini dibuat dengan metode waterfall dan pengujian web menggunakan metode blackbox testing. Pembuatan system informasi ini bertujuan agar memudahkan muzaki dan pengelola serta meningkatkan kepercayaan mereka terhadap BAZNAS. Dengan penerapan system informasi ini muzaki menjadi mudah untuk menyalurkan zakat profesinya, dan menambah kepercayaan karena adanya transparansi dari laporan penyaluran zakat
Penerapan Fitur 3D Maps pada Aplikasi Virtual Tour sebagai Media Promosi Wisata Qubu Resort
Qubu Resort adalah taman wisata bertempat di Kabupaten Kubu Raya. Tempat wisata ini telah diliput oleh berbagai media, baik media cetak maupun situs berita online. Namun, dari sekian banyak hasil liputan media, sebagian besar ditampilkan dalam bentuk teks dan gambar. Hal ini membatasi pengunjung untuk lebih mengenal lingkungan tempat wisata. Berdasarkan kondisi dan permasalahan yang ada, maka diperlukan pengembangan teknologi, yaitu dengan menggunakan virtual tour dengan fitur 3D maps. Aplikasi dibangun berbasis website. Tujuan dari aplikasi adalah untuk membantu pengunjung dalam memperoleh informasi mengenai tempat wisata di Qubu Resort. Virtual tour yang dimuat menampilkan foto panorama dengan sudut pandang 360° x 180°, sedangkan bangun 3D berfungsi untuk merepresentasikan denah lokasi Qubu Resort. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan aplikasi multimedia MDLC (Multimedia Development Life Cycle) yang terdiri atas 6 tahap, yaitu Concept, Design, Material Collecting, Assembly, Testing, dan Distribution. Pengujian aplikasi terdiri dari beberapa aspek. Pada pengujian aspek compatibility, aplikasi berhasil diakses pada tiga perangkat komputer berbeda dan komponen pada website dapat ditampilkan dengan baik. Pada pengujian aspek usability, aplikasi dinilai sangat positif dengan total persentase 85,1%. Serta pada pengujian aspek portability, yang menunjukan aplikasi lebih baik jika diakses menggunakan browser berbasis desktop
Aplikasi Pengenalan Mamapro (Macam-macam profesi) pada Anak Usia Dini
Profesi merupakan salah satu tema yang terdapat dalam kurikulum di Taman Kanak-Kanak. Pembelajaran tema profesi di TK lebih banyak memanfaatkan jenis media visual. Media visual hanya memberikan pembelajaran kepada anak berupa gambar-gambar yang tercetak pada buku atau lukisan. Saat ini anak lebih memiliki ketertarikan tinggi terhadap teknologi multimedia, sehingga perlu memanfaatkan hal tersebut dalam memberikan media pembelajaran yang menarik perhatian anak dan bersifat interaktif. Oleh karena itu dengan memanfaatkan teknologi multimedia dapat dibuatlah suatu aplikasi pembelajaran berbantuan komputer atau yang dikenal dengan Computer Assisted Instruction (CAI) dalam mengenalkan macam-macam profesi pada anak usia dini. Model CAI yang digunakan pada aplikasi yaitu tutorial dan permainan. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan suatu aplikasi pengenalan macam-macam profesi yang ditujukan dan digunakan untuk anak usia dini. Aplikasi di uji coba pada anak-anak TK Imanuel kelas B dan divalidasi oleh ahli materi (guru TK Imanuel) serta ahli CAI (dosen Teknik Informatika Universitas Tanjungpura). Berdasarkan hasil yang diperoleh dari uji coba dan validasi aplikasi dengan menggunakan skala pengukuran Guttman untuk sisi materi sebesar 100%, sisi CAI sebesar 100%, dan pada anak TK sebesar 92,67%, sehingga dapat disimpulkan bahwa aplikasi ini sudah layak untuk anak usia dini dengan usia 4-6 tahun sebagai media pembelajaran dalam mengenal macam-macam profesi berbasis multimedia dengan konsep CAI
Penerimaan Pegawai Terhadap SIMTEG Bintang Pelajar dengan Technology Acceptance Model
SIMTEG (Sistem Informasi Manajemen Terintegrasi) yang dikembangkan oleh Bimbel Bintang Pelajar diharapkan dapat meningkatkan kinerja bagi pegawai. Sejauh ini, masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi pegawai sebagai user dalam penggunaan SIMTEG. Oleh karena itu, untuk mengetahui penerimaan pegawai terhadap keberhasilan pengimplementasian SIMTEG, maka perlu dilakukan evaluasi dengan menggunakan metode Technology Acceptance Model. Data yang didapat dari 30 responden dengan skala likert, diperoleh hasil yang menunjukkan terdapat pengaruh signifikan antara kemudahan penggunaan dan kemanfaatan terhadap penerimaan SIMTEG Bintang Pelajar. Dengan nilai korelasi sebesar 0,779 hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan dan kemanfaatan berpengaruh 59,3% kepada penerimaan pegawai terhadap SIMTEG
Algoritma K-Means Clustering untuk Menentukan Nilai Gizi Balita
Gizi sangat dibutuhkan bagi tubuh manusia, terutama pada usia balita dan anak-anak, nilai gizi yang seimbang sangat baik dalam proses tumbuh kembang anak, meningkatkan kemampuan belajar yang baik, serta memberikan dampak positif untuk perkembangannya di masa depan. Saat ini masih kurangnya pengetahuan dasar orang tua dan para kader Posyandu mengenai nilai gizi seimbang pada balita, belum adanya pengelompokkan data berdasarkan karakteristik nilai gisi balita. Pengklasteran (clustering) merupakan metode yang cukup popular dan paling sering digunakan dalam pengolahan data pencitraan medis, biometrik dan bidang yang terkait oleh karena kesederhanaannya serta cukup efektif dalam mengelompokan data dengan ukuran besar berdasarkan kecepatan pemrosesan dengan menempatkan objek-objek ke dalam kelas-kelas yang memiliki kemiripan. Dalam penelitian ini klasterisasi data nilai gizi balita pada Posyandu dengan acuan parameter tinggi badan balita dan berat badan balita menggunakan algoritma k-Means. Dengan menggunakan K-Means dapat mengklasifikasi nilai gizi balita secara umum agar dapat digunakan sebagai landasan pencegahan dini bagi para kader posyandu menanggulangi gizi buruk atau obesitas. Hasil klasterisasi tersebut dapat membantu para kader Posyandu dan orang tua balita dalam penanganan dini kondisi gizi balita dengan kategori obesitas, gizi lebih, gizi baik, gizi kurang dan gizi buruk
Rancang Bangun Sistem Pengendali Smarthome menggunakan Mikrokontroler dengan Speech Command pada Smarthome Android
Rumah memiliki berbagai macam peralatan listrik dan tak jarang penghuni rumah lupa mematikan peralatan listrik yang telah selesai digunakan , hal ini tentu memiliki beberapa dampak seperti memperpendek umur peralatan listrik, dan apabila dibiarkan terlalu lama dapat memicu terjadinya kebakaran. Saat ini banyak perumahan menengah ke atas yang memodifikasi rumahnya menjadi rumah yang berdaya guna tinggi (Smarthome) dimana penghuni dapat mengendalikan peralatan listrik dan dilengkapi dengan sensor – sensor serta otomatisasi saat terjadi perubahan status sensor. Dalam penelitian ini aplikasi smarthome yang dibuat berkomunikasi melalui alamat ip yang dimiliki oleh mikrokontroler, yang mana aplikasi dapat digunakan untuk melakukan kendali secara manual atau speech recognition, dan dapat memberikan otomatisasi apabila terdapat perubahan kondisi dari status sensor – sensor yang terhubung pada mikrokontroler. Dari hasil pengujian dengan simulator menunjukkan bahwa rancang bangun sistem pengendali smarthome menggunakan mikrokontroler dengan speech command pada smartphone Android yang telah dibuat dapat berjalan dengan baik untuk mengendalikan peralatan listrik dan dapat menampilkan kondisi suhu , kelembapan, cahaya, dan gas
Algortima Pembagian Frasa dalam Kalimat Untuk Menigkatkan Akurasi Mesin Penerjemah Statistik Bahasa Indonesia – Bahasa Bugis Wajo
Salah satu cara yang digunakan untuk meningkatkan nilai akurasi hasil terjemahan adalah dengan melakukan pembagian frasa dalam kalimat korpus. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menigkatkan akurasi mesin penerjemah statistik Bahasa Indonesia – Bahasa Bugis Wajo. Penelitian ini mengimplementasikan algoritma pembagian frasa pada mesin penerjemah statistik, serta melakukan pengujian akurasi berdasarkan pembagian frasa dalam kalimat pada korpus paralel, dengan melakukan pemenggalan kalimat. Pemenggalan kalimat korpus dapat dilakukan dengan kondisi kalimat memiliki kata kunci seperti tanda koma, kata penghubung, kata negatif, kata keterangan penguat, kata tingkat perbandingan, kata yang menyatakan keadaan, kata depan dan adverbia. Pengujian dilakukan dengan membandingkan nilai akurasi hasil terjemahan tanpa dan dengan pembagian frasa dalam kalimat korpus. Pengujian dilakukan dengan cara otomatis menggunakan bilingual evaluation understudy (BLEU). Hasil dari pengujian algoritma pembagian frasa yang diimplementasikan pada mesin penerjemah statistik bahasa Indonesia – bahasa Bugis Wajo mengalami peningkatan. Nilai akurasi sebesar 59,15% meningkat dari mesin tanpa pembagian frasa dan sebesar 0,07% meningkat dari mesin dengan pembagian frasa tujuh algoritm