JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING
Not a member yet
163 research outputs found
Sort by
Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja dengan Metode Hazard Operability Study di Industri Mebel Kabupaten Sukoharjo
The furniture industry is one of the largest industries in Sukoharjo Regency. Indeed, this industry is able to penetrate the international market share so that it has great potential. Behind this great potential, it is possible that there are potential hazards and work risks that arise in the manufacture of furniture. This study aims to determine the application of occupational health and safety in the furniture industry in Sukoharjo Regency. This research uses data analysis method with hazard operability study method. Based on the results of the study stated that there are five stages of work in the furniture industry in Sukoharjo Regency. The first step is sanding and then painting. The third stage is followed by drying and drying then packing and the last is the transportation of goods. Based on the results of the study, it can be seen that the potential for extreme work hazards is 10%, low risk is 40% and the rest is moderate and high risk
Evaluasi Metode Lean Project Management Pada Proyek Pelaksanaan Pembangunan Tangki Premium, ADO, dan RFO di Pertamina RU V Balikpapan
The implementation of construction projects cannot be separated from various obstacles and failures. These obstacles and failures cannot be seen in real terms, but if they continue, their impact will be visible at the end of the project. So that everything in a project that does not add value or can be called a waste of waste. To overcome this, you can use the Lean Project Management method. Based on identification and interviews with the Premium, ADO, and RFO tank construction project parties at Pertamina RU V Balikpapan, wastes that have the potential to arise during project implementation are waiting, defects, and unpropriate processing of the eight existing wastes. Waiting and defects in this project are caused by environmental factors, humans, machines, materials and unappropriate processing caused by human factors. For the evaluation matrix for late arrivals, a value of 42 is obtained, for bad weather a value of 45 is obtained, the value of equipment damage is 39. The possible risk factors that arise during project implementation are determined based on identification and interviews with the project party, namely bad weather conditions, late arrival of materials, K3 (Occupational Health and Safety), equipment damage, rework.  Keywords:      Fishbone, FMEA, Lean Project Management, Wast
Perancangan Fasilitas Sentra Pengolahan Limbah Sampah Organik di Desa Banyuurip, Kabupaten Gresik
Desa Banyuurip, kecamatan Kedamean, kabupaten Gresik, mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani dan penjual bunga serta tanaman hias. Dusun Miru dan Dusun Pendem di Desa Banyuurip terkenal dengan tanaman hias berkualitas ekspor. Sebagian stand bunga di Desa Banyuurip juga menawarkan jasa pembuatan taman di kota-kota sekitar. Melihat pertumbuhan yang baik dalam hal pertanian bunga dan tanaman hias maka membuka peluang bagi Desa Banyuurip untuk menjadi kampung wisata bunga di kabupaten Gresik. Dengan begitu banyaknya stand bunga di Desa Banyuurip menyebabkan banyak limbah sampah organik berupa daun-daun kering dan tanaman bunga yang telah layu. Penelitian ini bertujuan untuk merancang layout fasilitas pengolahan limbah sampah organik menggunakan metode Systematic Layout Planning. Dari hasil penelitian, didapatkan lima stasiun kerja yang dirancang antara lain tempat penampungan sampah dengan luas 3,75 m2, stasiun kerja pencacahan sampah dengan luas 5 m2, stasiun kerja pemrosesan fermentasi dengan luas 18 m2, stasiun kerja penyaringan pupuk dengan luas 10 m2, dan stasiun kerja pengemasan pupuk dengan luas 5 m2
Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas Produksi Menggunakan Metode Fraktal di Manufaktur Spare Part
The relayout of the production facilities needs to be carried out by a manufacturer if there is a new product produced that has a different material flow from the existing product. If the layout of the initial facility is maintained, the material flow will become irregular and lead to long material transfer distances and substantial material handling costs. One method that can be used for relayout production facilities is the fractal method. This method is suitable for job shop system because it could provide a high level of flexibility and low total material handling costs. The case study used in this research, which is a spare part manufacturer that initially applied the by-process layout. The initial layout is less flexible in line with the current manufacturing conditions where there are additional variations in the types of products produced. The distance between machines with different types becomes far apart. By relayout of the production facilities using the fractal method, the material handling cost savings of IDR 157,868.64/week or 60.75%/week and the total savings in moving distance is 186,365 meters/week or 38.93%/week. Fractal method is proven to be used to design the layout of production facilities and reduce material handling costs and material transfer distances.
Analisa Pendekatan Lean Manufacturing Untuk Mengidentifikasi Waste Pada Produksi Hard Wheat di Wilayah IV (Mill MNO)
PT. ISM Tbk. Divisi Bogasari Flour Mills Jakarta adalah perusahaan penggilingan gandum pertama dan terbesar di Indonesia yang didirikan tahun 1971, perusahaan ini membantu untuk menjaga ketahanan pangan dan kebutuhan dengan memproduksi produk tepung terigu di Indonesia. Perusahaan perlu menerapkan lean manufacturing untuk mengurangi atau meminimalisir adanya pemborosan dalam sistem produksi sehingga tercipta sistem produksi yang ramping dengan tujuan yang lebih efisien dan efektif. Lean manufacturing adalah metode yang tepat untuk digunakan oleh perusahaan dalam mengidentifikasi tingkat pemborosan atau waste sehingga mampu lebih menekan atau bahkan bisa mengurangi kegiatan atau aktivitas yang tidak bernilai tambah atau yang biasa disebut nonvalue added activity. Analisa pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan beberapa metode antara lain metode PAM (Process Activity Mapping), BPM (Big Picture Mapping), dan diagram sebab-akibat (Fishbone). Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer didapatkan dengan melakukan observasi dan wawancara secara langsung ke lapangan, sementara data sekunder didapat dari laporan perusahaan. Berdasarkan hasil analisis didapatkan 7 pemborosan yang teridentifikasi. Didapatkan beberapa usulan perbaikan waktu aktivitas. Setelah dilakukan perbaikan, kemudian dibandingan waktu actual dengan waktu usulan sehingga waktu yang diperlukan untuk proses produksi mengalami penghematan waktu yaitu sebesar 18264 detik atau 5 jam 5 menit dari yang sebelumnya sebesar 33796 detik atau 9 jam 38 menit
Penerapan FMEA Dan AHP Dalam Perumusan Strategi Mitigasi Risiko Proses Penyaluran Jaringan Gas
PT XYZ merupakan salah satu perusahaan yang berperan sebagai operator dalam pengelolaan program jaringan gas bumi rumah tangga untuk area Kota Samarinda. Pada proses penyaluran jaringan gas ini tidak terlepas dari permasalahan yang ada seperti kebocoran pipa, kebakaran pipa, meteran tidak menyala, dan lain sebagainya. Dalam mengatasi permasalahan yang ada digunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Analytical Hierarchy Process (AHP). FMEA bertujuan untuk mengidentifikasi risiko dan memberikan penilaian risiko yang terjadi pada proses penyaluran jargas, kemudian dilakukan mitigasi terhadap risiko. AHP bertujuan untuk mengetahui hasil pemilihan keputusan dari beberapa strategi pada risiko proses penyaluran jaringan gas. Berdasarkan pada hasil perhitungan RPN didapatkan risiko prioritas yaitu risiko terjadi kebakaran pada saluran pipa diameter 20 mm dengan nilai RPN sebesar 144. Setelah itu, didapatkan hasil kriteria dan alternatif strategi menggunakan teknik Benefit, Cost, Opportunity, dan Risk (BCOR). Pada hasil perhitungan kriteria didapatkan nilai tertinggi yaitu pada kriteria benefit dengan nilai sebesar 0,340. Pada hasil perhitungan alternatif strategi didapatkan nilai tertinggi untuk meminimalkan risiko dengan nilai sebesar 0,428, yaitu memberikan sign system untuk tidak melakukan pembakaran sampah di jalur pipa atau dekat dengan pipa (A1)
Analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan Menggunakan Metode Hazop pada Bengkel Tejo Steel
Bengkel Tejo Steel merupakan sebuah usaha jasa pembuatan teralis, canopy, pagar, hingga aksesoris bangunan yang didirikan pada tahun 2014. Bengkel Tejo Steel terletak di Jalan Wiraguna, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda. Proses pembuatan pagar pada bengkel sering kali tidak menggunkan alat pelindung diri yang disebabkan rendahnya kesadaran karyawan terhadap penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), hal ini dapat menyebabkan sering terjadinya kecelakaan kerja pada saat bekerja. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dengan mengindentifikasi risiko, memberikan peniliaian risiko terhadap K3 dan memberikan usulan perbaikan menggunakan metode Hazard and Operability Study (HAZOP). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan didapatkan hasil identifikasi risiko bahaya kerja yang dapat terjadi pada bengkel las Tejo Steel terdapat 6 temuan potensi bahaya atau hazard di setiap pekerjaan pembuatan pagar. Berdasarkan penilaian pada Risk Matrix, terdapat 3 (tiga) tingkatan level risiko yang berpotensi menimbulkan bahaya kerja. Tingkat risiko tersebut terdiri dari 2 risiko rendah dengan persentase 17%, 1 risiko sedang dengan persentase 8% dan 9 risiko tinggi dengan persentase 75%. Dari penelitian ini tidak terdapat sumber hazard yang bernilai ekstrem. Berdasarkan potensi bahaya yang ditemukan maka diberikan usulan perbaikan terhadap faktor-faktor K3 pada proses pengerjaan pembuatan pagar di Bengkel Las Tejo Steel yaitu penataan ulang area penyimpanan material dan alat menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti safety helmet, pakaian lengan panjang, ear plug, apron las, helm las dan sepatu safety.
Optimasi Jumlah Alat Berat dengan Metode Integer Linier Programming pada Pekerjaan Penanganan Sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bukit Pinang Kota Samarinda
Sesuai dengan observasi peneliti pada TPA Bukit Pinang mempunyai permasalahan dimana jumlah alat berat yang ada tidak sesuai dengan volume sampah yang ditangani setiap harinya. Maka dari itu pada penelitian ini peneliti akan berfokus pada pengoptimalkan pemakaian alat berat dengan menggunakan metode integer linier programming dengan fungsi tujuan meminimasi jumlah alat berat berdasarkan skala produktivitas. Nilai variabel keputusan adalah 3 unit dan 5 unit. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu jumlah alat berat Excavator yang optimal sebesar 3 unit dan jumlah alat berat Bulldozer yang optimal sebesar 5 unit. Variabel keputusan pada output LINGO ditandai dengan label variabel. X1 adalah jumlah alat berat excavator dan X2 adalah jumlah alat berat bulldozer. Nilai value dan variabel X1 yaitu 3 dan untuk variabel X2 yaitu 5. Kesimpulan yang dapat di ambil yaitu untuk memperoleh alat berat maksimal Excavator sebanyak 3 unit, dan alat berat maksimal Bulldozer sebanyak 5 unit
Penilaian Risiko Pada PDAM Tirta Kencana dengan Metode Fuzzy Failure Mode and Effects Analysis
PDAM Tirta Kencana Kota Samarinda adalah BUMD di bidang jasa pelayanan air minum yang dalam menjalankan bisnisnya tidak terlepas dari adanya risiko. Oleh karena itu metode Fuzzy Failure Mode and Effects Analysis (Fuzzy FMEA) digunakan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengevaluasi risiko. Identifikasi risiko dikelompokkan berdasarkan divisi di bawah naungan Direktur Teknik. Dari hasil pengolahan data Fuzzy FMEA didapatkan sebanyak 14 risiko keseluruhan dari 5 divisi dan risiko prioritasnya adalah kurang atau berlebihnya air bersih yang diproduksi terhadap aktual kebutuhan pemakaian air bersih (554) high, risiko kualitas air baku yang akan diproduksi tiap-tiap IPA menjadi turun pada daerah tangkapan air (548) high, risiko aliran air distribusi pada jaringan pipa distribusi tidak bisa dikendalikan (538) high, risiko air baku pada daerah tangkapan air tidak bisa diolah (504) high, dan risiko aliran air pada jaringan pipa distribusi untuk pasokan air ke pelanggan terganggu atau mati (490) high. Untuk memitigasi risiko prioritas maka diusulkan 7 usulan mitigasi risiko
Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam Proses Produksi Lemari dengan Metode Hazop pada UKM Rumahkayu Samarinda
UKM Rumahkayu Samarinda merupakan usaha di bidang manufaktur. Pada proses produksi lemari seperti pekerjaan pemotongan, penghalusan, perakitan dan proses pengecatan. Pekerja mengalami kecelakaan berulang kali berupa tangan lecet terjepit kayu, mata terkena debu serbuk kayu, terhirup cairan cat,serta kecelakan terparah seperti tangan terkena mata gerinda, dan iritasi kulit. Dari hasil identifikasi risiko di dapat sembilan potensi bahaya dari keseluruhan kegiatan. Identifikasi risiko selanjutnya penilaian risiko bahaya berupa, satu risiko ekstrim dan satu risiko rendah pada bidang pemotongan, satu risiko tinggi pada bidang penghalusan, tiga risiko rendah pada bidang perakitan, dan satu risiko tinggi, satu risiko sedang dan satu risiko sedang pada bidang pengecatan. Penilaian risiko untuk mengetahui besarnya suatu risiko dengan mempertimbangkan Likelihood dan Consequences. lima level rendah (55,56%), satu risiko level sedang (11,11%), dua risiko level tinggi (22,22%) dan satu risiko level ekstrim (11,11%). Dari sembilan risiko pada keempat kegiatan kerja telah dilakukan upaya pengendalian administratif berupa edukasi posisi kerja yang baik pada pekerja, menjaga jarak aman dengan mesin, memberikan materi K3 kepada pekerja seperti penjelasan kegunaan APD pada saat berkerja. pengendalian APD seperti Masker Tipe P100, Kaca Mata Bening/Safety Spectacles, Sarung Tangan Tipe Karet Butly, Pelindung Telinga/ earplug, Pelindung Badan/Apron dan Sepatu Safety