JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING
Not a member yet
163 research outputs found
Sort by
Perancangan Fasilitas Kerja Yang Ergonomis Pada Stasiun Penyortiran CV Putra Darma
CV Putra Darma adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam industri ekspor biji kopi jenis Arabika yang masih hijau dan bermutu tinggi. Kegiatan produksi CV Putra Darma terdiri dari beberapa proses, salah satunya adalah proses penyortiran biji kopi.Fasilitas berupa lantai sebagai media kerja menimbulkan sikap kerja duduk membungkuk atau menunduk secara terus-menerus yang mengakibatkan pekerja mengalami rasa nyeri pada bagian tubuhnya dan rasa nyeri tersebut disebabkan oleh keluhan musculoskeletal terutama pada bagian pinggang, kaki, paha, punggung dan leher. Perancangan fasilitas kerja yang ergonomis berupa meja kerja dan kursi kerja pada stasiun penyortiran biji kopi CV Putra Darma bertujuan untuk mengurangi keluhan musculoskeletal pekerja.Tahapan yang dilakukan untuk melakukan perancangan fasilitas kerja yang ergonomis adalah dimulai dengan identifikasi keluhan musculoskeletal dengan menggunakan Standard Nordic Questionaire (SNQ), kemudian menilai postur kerja aktual dengan metode REBA.Tindakan yang dilakukan selanjutnya adalah perancangan fasilitas kerja yaitu meja kerja dan kursi kerja berdasarkan pengolahan data antropometri pekerja sebanyak 30 oran
Perencanaan Produksi Dan Kebutuhan Bahan Baku Produk Dengan Metode Mrp Pada Cv. Fawas Jaya
CV.Fawas Jaya adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam industri makanan yang mengolah bahan baku menjadi bahan jadi yaitu roti kacang hijau. Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan roti kacang hijau adalah :tepung terigu,gula pasir, mentega, telur, kacang hijau.Proses pengolahan roti kacang hijau dilakukan tergantung ketersediaan bahan baku.Sistem pengendalian persediaan bahan baku di CV.Fawas Jaya memiliki permasalahan yaitu persediaan bahan baku yang belum terstuktur yang mengakibatkan proses produksi tidak berjalan lancar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil peramalan, tahapan produk bahan baku, mengetahui bagaimana model permintaan produk pada perusahaan CV.Fawas Jaya. Tahapan yang dilakukan untuk melakukan pengolahan data untuk hasil peramalan adalah : peramalan permintaan, penyusunan stuktur produk (BOM), perhitungan SEE, perhitungan dengan metode MRP. Hasil perhitungan MRP menghasilkan pengadaan bahan baku tepung dibulan Mei 2016 minggu ke empat di hari ke 1 pemesanan dilakukan 1 hari sebelum bahan baku tepung digunakan karena lead time bahan baku tepung selama 1 hari, pemesanan dilakukan setiap 1 periode.Untuk memenuhi peramalan 35538 buah roti maka pemesanan tepung terigu dimulai pada tanggal 28 Mei, jika tepung yang digunakan untuk roti tersebut adalah sebanyak 770 Kg, tersedia digudang 100 Kg dan Oh 50 kg maka pemesanan pada tanggal 28 Mei sebanyak 1000 Kg, (1 Kg tepung menghasilkan 50 buah roti). Memastikan ketersediaan bahan baku tepat pada waktunya sehingga menghindari terjadinya resiko keterlambatan pengiriman yang berarti ketidak puasan konsumen akan muncul. Hasil perhitungan MRP memberikan masukan kepada perencana kebutuhan material untuk membuat order release
Analisa Sistem Maintenance River Side Pump Dengan Membandingkan Antara Breakdown Dan Preventive Maintenance Di Pabrik Gula Kwala Madu
Dengan adanya suatu pekerjaan pemeliharaan yang baik dan efektif, maka akan dapat dicegah timbulnya kerusakan (breakdown) sebelum waktunya kerusakan tersebut seharusnya terjadi. Oleh karena itu, pada umumnya bagian pemeliharaan di dalam suatu pabrik merupakan bagian yang membantu dan memberi laporan kepada kepala pabrik atau bagian produksi mengenai keadaan peralatan produksi. Peranan bagian pemeliharaan dalam suatu pabrik akan bertambah penting apabila perusahaan tersebut menggunakan mesin-mesin yang serba otomatis dalam proses produksinya. Preventive maintenance merupakan kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan untuk mencegah timbulnya kerusakan-kerusakan yang tidak terduga dan menemukan kondisi atau keadaan yang dapat menyebabkan fasilitas produksi mengalami kerusakan pada waktu digunakan dalam proses produksi. Dengan demikian, semua fasilitas produksi yang mendapatkan preventive maintenance akan terjamin kelancaran kerjanya dan selalu diusahakan dalam kondisi atau keadaan siap dipergunakan untuk setiap operasi atau proses produksi pada setiap saat sehingga dapatlah dimungkinkan bahwa pembuatan suatu rencana dan schedule pemeliharaan dan perawatan yang sangat cermat dan rencana produksi yang lebih cepat